cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
ANALISIS DETERMINAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT Ika Fitria Elmeida; I Gusti Ayu Mirah W
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.113 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.283

Abstract

Di Provinsi Lampung Kasus kematian ibu tercatat 145 kasus/100 000 kelahiran hidup. Faktor penyebab kematian ibu di Lampung berturut-turut karena PEB (38%), perdarahan pasca salin (30%) dan infeksi (11%) (Profil Dinas Kesehatan Lampung, 2013).Perdarahan post partum dapat disebabkan oleh faktor langsung: Atonia Uteri, Perlukaan jalan lahir, terlepasnya sebagian plasenta dari uterus, tertinggalnya sebagian dari plasenta. Sedang faktor resiko perdarahan post partum adalah usia, paritas, anemia dan jarak lahir (Sarwono Prawirohardjo, 2010). Menurut JNPK-KR (2008) penyebab perdarahan postpartum yaitu hipertensi, pre eklampsi, eklampsi, anemia berat, polihidramnion, grande multipara, dan persalinan lama.Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya faktor predisposisi yang berpengaruh dengan terjadinya perdarahan post partum RSUAM. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014, Lokasi Penelitiandi RSUAM, populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh ibu bersalin yang mengalami perdarahan post partum di Ruang Kebidanan Di RSUAM  Tahun 2013 yaitu berjumlah  237 orang. Data yang diambil adalah data sekunder, alat pengumpulan data cek list, analisis data yag digunakan univariat dengan persentase, bivariat dan multivariat dengan chisquare dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian penelitian didapatkan ada hubungan antara usia (p=0,005), paritas(p=0,0001)dan kejadian anemia (p=0,0001) pada responden dengan perdarahan postpartum di RSUDAM Tahun 2013.Usia berisiko memiliki peluang 1,747 kali untuk mengalami perdarahan postpartum dibandingkan dengan usia tidak berisiko. Paritas berisiko memiliki peluang sebesar 4,975 kali untuk mengalami perdarahan postpartum dibandingkan dengan paritas tidak berisiko.Responden yang mengalami anemia memiliki peluang sebesar 7,128 kali untuk mengalami perdarahan postpartum dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami anemia.Anemia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian perdarahan postpartum. (Wald = 21,363).
PENGARUH MADU TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Surya Ferdian; Tori Rihiantoro; Ririn Sri Handayani
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.005 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.587

Abstract

Lanjut usia (lansia) mengalami perubahan baik fisik & fungsi, mental, psikososial, dan spiritual. Keluhan tentang kesulitan tidur di waktu malam seringkali terjadi pada lansia. Hasil penelitian oleh Khasanah dan Hidayati (2012) adalah 29 (29,9%) lansia memiliki kualitas tidur yang baik sedangkan 68 (70,1%)  memiliki kualitas tidur yang buruk. Sehingga diperlukan terapi yang efektif dan aman dari efek samping. Pemberian madu adalah salah satu bentuk terapi dengan cara relaksasi yang merupakan jenis terapi nonfarmakologi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu terhadap kualitas tidur pada lansia sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian madu di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experimental one group pre-post test design tanpa adanya kelompok kontrol. Jumlah responden 20 orang. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian madu kepada responden dilakukan pengukuran kualitas tidur pada lansia. Analisis data dilakukan menggunakan pengolah data komputer Paired Simple T-test. Hasil dari penelitian, diketahui hasil nilai mean sebelum diberi perlakuan adalah 11.55 sedangkan nilai mean setelah 7 hari dilakukannya pemberian madu sebesar 10.75 dengan p-value 0,002 (α : 0,05 ≥ p-value ) hal ini membuktikan bahwa adanya perbedaan kualitas tidur sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian madu pada lansia di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar sebesar 0.8. Bagi pihak UPTD PSLU Tresna Werdha Natar diharapkan untuk memperhatikan cara meningkatkan kualitas pada lansia agar tidak terjadi seperti kecenderungan lebih rentan terhadap penyakit, pelupa, konfusi, disorientasi, menurunnya kemampuan berkonsentrasi dan membuat keputusan.
MEKANISMEN KOPING NARAPIDANA KASUS NARKOBA YANGMENJALANI VONIS MASA HUKUMAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Isda Agnesia; Abdul Halim; Idawati Manurung
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.794 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.324

Abstract

Kopingmerupakan strategi untuk memanajemen tingkah laku dalam pemecahan masalah yang paling sederhana dan realistis, berfungsi untuk membebaskan diri dari masalah yang nyata maupun tidak nyata, dan kopingmerupakan semua usaha secara kognitif dan perilaku untuk mengatasi, mengurangi, dan tahan terhadap tuntutan–tuntutan (distress demands).Vonis yang dijatuhkan kepada seorang narapidana akan berdampak pada pembentukan mekanisme koping yang adaptif atau maladaptif. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan antara jenis koping yang digunakan dengan vonis yang dijatuhkan pada narapidana kasus narkoba di lembaga pemasyarakatan. Desain penelitian ini  analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 364, pengambilan sampel  dengan cara purposive sampling didapatkan sampel 66 responden. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner, dan uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi vonis yang dijatuhkan dengan masa tahanan >5 tahun sebesar 38 orang (57,58%) dan 28 orang (42,42%) dijatuhkan vonis masa tahanan  ≤5 tahun dan didapatkan 34 orang (51,51%) memiliki koping adaptif dan 32 orang (48,49%) memiliki koping maladaptif. Hasil penelitian didapatkan nilai α (0,05) dihasilkan perhitungan ρ-value (0,83) >(0,05) yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara vonis yang dijatuhkan dengan koping individu.    Disarankan untuk  Lembaga Pemasyarakatan lebih sering memberikan bimbingan secara psikis, konseling, dan bimbingan rohani yang dapat meningkatkan pembentukan koping yang lebih konstruktif. 
PENGARUH MINYAK JINTEN HITAM (NEGELLA SATIVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL PADA PENDERITA DIABETES Abdul Halim; Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.948 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.348

Abstract

Perkembangan pengobatan  penyakit DM dalam  rangka mencegah komplikasi terus dilakukan riset. Penggunaan obat-obat herbal dalam rangka menyembuhkan dan mengontrol penyakit juga sudah semakin banyak diteliti. Salah satunya adalah penelitian tentang jinten hitam (Nigella sativa).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak jinten hitam terhadap kadar glukosa dan kolesterol penderita diabetes. Desain penelitian  Kuasi Eksperimen dengan metode pengambilan data Pre and Post Test Two Group. Populasi penelitian  seluruh pasien diabetes tipe 2 yang berkunjung ke poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Abdul Moeloek Propinsi Lampung dalam kurun waktu 28 Juni – 19 Juli 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 49 responden, terdiri dari 24 kelompok eksperimen dan 25 kelompok kontrol yang yang ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji t dependen dan t independen.  Hasil penelitian ada perbedaan bermakna kadar glukosa (p value = 0,000) dan kolesterol (p value = 0,000) sebelum dan sesudah  terapi minyak jinten hitam pada. Sehingga terdapat pengaruh terapi minyak jinten hitam terhadap kadar glukosa dan kolesterol pada penderita diabetes. Ada perbedaan kadar glukosa (p value = 0,011) dan kolesterol (p value = 0,000 sebelum dan sesudah terapi placebo. Disimpulkan ada pengaruh  terapi plasebo terhadap kadar glukosa dan kolesterol pada penderita diabetes. Hasil lain menyimpulkan bahwa minyak jinten  hitam lebih efektif dalam  menurunkan glukosa darah dari pada placebo (p value = 0,006). Sedangkan untuk kolesterol minyak jinten hitam memiliki efektifitas yang sama dengan placebo (p value = 0,188). Saran agar minyak jinten hitam dijadikan terapi alternataif bagi penderita diabetes melalui uji klinik yang ketat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Perawatan Pasien Pasca Operasi di Ruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit El Rahmayati; Zaid Al Asbana; Aprina Aprina
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.323 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.929

Abstract

Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009, menjabarkan bahwa tindakan bedah menempati urutan ke-11 dari 50 pola penyakit di Indonesia dengan persentase 12,8%.Pasien yang sudah dilakukan tindakan pembedahan kemudian dirawat di ruang pemulihan dan dilakukan transport pasien kembali di ruang rawat inap bedah. Di RSUD Dr. H Abdul Moeloek pasien pasca operasi  terbesar adalah pasien yang dengan lama rawat inap lebih dari 5 hari yaitu (65,5%) responden. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama perawatan pasien pasca operasi di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan  survey analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling.Populasi pasien post operasi di Rumah Sakit Dr. H Abdul Moeloek adalah 58 pasien. Berdasarkanhasil perhitungan sampel yang digunakanyaitu total populasi dengan 58 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan adanya dua faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap yaitu jenis operasi dengan nilai ρ value = 0.024 sedangkan nilai OR = 3,704 (1,151-11,918) dan diagnosa penyakit penyerta dengan nilai ρ value=0.049 sedangkan nilai OR = (6,786 (0,801-57,478). Sedangkan yang tidak berhubungan terdapat tiga faktor yaitu infeksi luka operasi dengan nilai ρ value = 0,114, jenis penyakit dengan nilai ρ value = 0,301, dan umur penderita ρ value = 0.636. Peneliti berharap agar faktor faktor yang dapat mempengaruhi lama rawat pasien pasca operasi tetap di perhatikan supaya tidak terjadi perawatan yang tidak sesuai dengan lama rawat pasien pasca operasi. 
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA SADAR GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Bertalina Bertalina
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.71 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.144

Abstract

Masih banyaknya kasus gizi buruk dan hasil laporan yang jauh dari pencapaian yang telah ditetapkan menunjukkan bahwa asuhan gizi ditingkat keluarga belum memadai.  Dalam keluarga sadar gizi sedikitnya ada seorang anggota yang dengan sadar bersedia melakukan perubahan ke arah yang berprilaku gizi yang baik dan benar.  Selama ini telah dilakukan upaya perbaikan gizi, pemantauan dan penanggulangan gizi buruk, namun. kenyataanya masih banyak keluarga yang belum berprilaku gizi baik sehingga penurunan masalah gizi berjalan lamban. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional  dengan jumlah responden 211 keluarga yang mempunyai balita di kecamatam Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data diolah untuk diketahu perilaku keluarga sadar gizi dan status gizi balita, sehingga dapat diketahui hubungan perilaku keluarga sadar gizi dan status gizi balita dengan menggunakan analisa chi-squre.  Hasil penelitian menunjukkan 64,9% keluarga adalah keluarga sadar gizi dan status gizi balita berdasarkan TB/U sebanyak 41,7% mempunyai status gizi pendek, dan status gizi balita berdasarkan BB/TB 5,7% mempunyai status gizi kurus. Diketahui pula ada hubungan yang bermakna antara perilaku keluarga sadar gizi dengan status gizi balita (TB/U) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku keluarga sadar gizi dengan status gizi balita (BB/TB). Dari hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah agar pengelola program gizi meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor  dalam penyebarluasan informasi tentang KADARZI dan meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pengetahuan ibu dalam rangka implementasi KADARZI serta keberhasilan program.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI DI RUANG PERINATOLOGI Riyanti Imron; Diana Metti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.355 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.517

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu penyebab kematian bayi yang terbanyak disebabkan oleh kegawatdaruratan dan penyulit pada neonatus. Berdasarkan data di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2011 terdapat bayi yang dirawat 833 bayi dengan BBLR 510 (61,2%) denganhiperbilirubinemia 87 (10%), tahun 2012 terdapat 859 bayi yang di rawat dengan BBLR 556 (65%) dan hiperbilirubin 120 (14%) di ruang perinatologi. Masalah dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan bayi dengan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi di ruangperinatologi pada tahun 2011 (10%) dan 2012 (14%) di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan bayi dengan berat badan lahir rendah dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi di ruang perinatologi RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek ProvinsiLampung Tahun 2013. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Case Control, jumlah populasi 1098 bayi dan sampel 315 bayi Teknik pengambilan sampel pada kasus kontrol studi ini adalah Simple Random Sampling. Data yang di kumpulkan merupakan data sekunder dengan melihatdokumentasi yang di ambil dari rekam medik atau buku register di ruang perinatologi. Alat ukur yang digunakan yaitu checklist. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat persentase dan bivariat chi square. Hasil penelitian di dapatkan dari 315 bayi terdapat bayi dengan berat badan lahir rendah berjumlah 105 bayi (33,3%) dan hiperbilirubinemia berjumlah 111 bayi (35,2%). Ada hubungan antara berat badan lahir rendah dengan hiperbilirubinemia (p value=0,000), dengan nilai OR 2,182 berarti bayidengan BBLR beresiko 2,182 kali untuk mengalami hiperbilirubinemia dibandingkan bayi yang tidak BBLR. Peneliti menyarankan bagi petugas kesehatan agar terus menerus memberikan penyuluhan, deteksi dini dalam penjaringan resiko tinggi bekerjasama dengan dukun, kader, bidan desa, BPM dan puskesmas untuk mencegah terjadinya BBLR sehingga angka kematian bayi (AKB) menurun.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI Novita Rudiyanti
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.161 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.267

Abstract

Inisiasi menyusu dini adalah melakukan kontak kulit ibu dengan kulit bayi segera setelah lahir selama sedikitnya satu jam dan membantu ibu mengenali kapan bayinya siap menyusu. Pemberian ASI lebih dari satu jam dalam 24 jam pertama kala bayi lahir akan meningkatkan risiko kematian 1,5 kali. Di Indonesia hanya  4 % bayi yang mendapat ASI dalam satu jam kelahirannya sedangkan di provinsi Lampung pemberian ASI satu jam pertama setelah lahir hanya 41,81 % dari target yang akan dicapai yaitu sebesar 80 % .  Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya ibu yang mendapat inisiasi menyusui dini yaitu 50,7%. di Wilayah Kerja Puskesmas Titiwangi Kabupaten lampung Selatan Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan IMD di wilayah kerja Puskesmas Titiwangi kabupaten Lampung Selatan  tahun 2012 yang meliputi pengetahuan, proses persalinan, dukungan keluarga dan prilaku bidan. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional,  dilakukan pada bulan Juli - November 2012,   populasi adalah 358 orang ibu post partum,  sampel sebanyak 82  yang diambil secara Acidental Sampling , alat pengumpulan data adalah kuesioner dengan tehnik angket. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menyimpulkan dari 82 responden, Pelaksanaan IMD sebesar 57,3%,  variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan, dukungan keluarga dan prilaku bidan (P- value<0,05) , sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu proses persalinan (P- value>0,05). Peneliti menyarankan bagi keluarga agar mendampingi ibu dan bagi petugas kesehatan agar meningkatkan ketrampilan tentang IMD agar pelaksanaan IMD dapat berjalan dengan baik.
HUBUNGAN SHALAT DHUHA DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA MADRASAH TSANAWIYAH M. Ihfadh Hafidulloh; Siti Fatonah
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.471 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.578

Abstract

Pada masa remaja terjadi perubahan baik fisik maupun psikis yang menyebabkan remaja dalam kondisi rawan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. Remaja menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perkembangan psikososial dan emosi. Menurut Riskesdas menyatakan bahwa prevalensi gangguan mental pada penduduk Indonesia adalah 6% (37.728 orang). Hasil  siswa pra survey di MTs Ma’arif 31 Tribhakti ketika peneliti melakukan ada 21,65% siswa yang mengalami gangguan mental. Sehingga peneliti tertarik melakukan  penelitian tentang hubungan shalat dhuha dengan  kesehatan mental siswa tersebut.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan shalat dhuha dengan kesehatan mental siswa MTs Ma’arif 31 Tribhakti Sidomakmur Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi penelitian ini berjumlah 157 siswa dan sampelnya sebanyak 102 siswa, dengan teknik sampling  Purposive Sampling. Adapun analisis datanya menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 102 responden terdapat  60 siswa (58%) tidak mengalami gangguan kesehatan mental; dan terdapat 42 siswa (41%) mengalami gangguan kesehatan mental. Sedangkan pelaksanaan sholat dhuha siswa yang termasuk kategori baik berjumlah 63 (61%) siswa;  dan yang masuk kategori kurang baik sebanyak 39 siswa (38%). Hasil uji statistik didapatkan p-Value = 0,000 (p-Value < 0,05), dengan nilai OR =   5,875  yang artinya shalat dhuha siswa yang kurang baik berpeluang 5,875 kali memiliki status kesehatan mental siswa yang sakit dibandingkan dengan shalat dhuha yang baik. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara shalat dhuha dengan kesehatan mental siswa MTs Ma’arif 31 Tribhakti Sidomakmur Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur TP 2014/2015.
KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS YANG MELAKUKAN SENAM DIABETES Rifki Kapitan; Musiana Musiana; Mashaurani Yamin
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.622 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.315

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi yang disertai leucopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia, dan diatesis hemoragik. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat serius  karena penyebarannya sangat cepat. Hal ini dikarenakan prilaku dan siklus hidup  vektor yang membawa virus dengue yaitu nyamuk Aedes aegypti  yangbersifat diurnal atau aktif pada pagi hari hingga sore hari. Penyebaran penyakit ini dapat dicegah apabila kita memutus mata rantai vektor pembawa virus dengue nyamuk Aedes aegypti itu sendiri dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dikenal dengan 3M.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue di desa Sri Pndowo wilayah kerja Puskesmas Ketapang Kabupaten Lampung Selatan tahun 2013. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 781, dan sampel 89 responden. Pengumpulan dengan kuisioner dari tanggal 9-11 Juli 2013 dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian 89 responden didapatkan  partisipasi dalam PSN kategori tidak baik sebesar 50,6 %, sedangkan kejadian demam berdarah sebesar 25,8% dan uji statistik didapatkan hasil p-value sebesar 0,164 (p > α (0.05)) yang menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara partisipasi masyarakat dalam PSN dengan kejadian demam berdarah. Kesimpulan tidak hanya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk khusunya dengan 3M plus yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah tetapi juga berbagai faktor lainnya. tidak hanya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk khusunya dengan 3M plus yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah tetapi juga berbagai faktor lainnya.