cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PERBANDINGAN TEKNIK COR DAN GULUNG DALAM PEMBUATAN BITE RIM PADA GIGI TIRUAN PENUH UNTUK MENDAPATKAN EFISIENSI WAKTU DAN BAHAN Anriatika Anriatika; Bintang H. Simbolon
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.142 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.606

Abstract

Kehilangan gigi dapat terjadi sebagian atau seluruhnya dimana keadaan ini dapat diatasi dengan pembuatan gigi tiruan. Pada pasien yang kehilangan gigi sebagian dibuatkan gigi tiruan sebagian sedangkan pada kehilangan gigi seluruhnya dibuatkan gigi tiruan penuh. Dalam pembuatan gigi tiruan penuh banyak tahap-tahap yang harus dikerjakan, salah satunya adalah pembuatan bite rim atau galangan gigit. (Itjingningsih, 1991).Bite rim adalah tanggul gigitan yang terbuat dari lembaran malam yang berfungsi untuk menentukan tinggi gigitan pada pasien yang sudah kehilangan semua gigi agar mendapatkan kontak oklusi. Ada dua metode yang digunakan dalam pembuatan bite rim yaitu teknik cor dan teknik gulung. Hal yang paling penting dari pembuatan bite rim ini adalah menetukan dimensi vertikal, oklusi sentrik, dan menetukan profile pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan teknik cor dan teknik gulung dalam efisiensi waktu dan bahan dalam pembuatan bite rim. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan sepuluh model percobaan dimana setiap model wax untuk bite rim mempunyai ukuran tinggi anterior 12 mm, tinggi posterior 10 mm, lebar anterior 4 mm, dan lebar posterior 6 mm.Analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dengan menampilkan hasil penelitian yang telah dilakukan kemudian diuraikan secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik cor dari segi waktu rata-rata membutuhkan waktu 50,8 menit sedangkan teknik gulung membutuhkan waktu rata-rata 71,2 menit. Pada teknik cor bahan yang dibutuhkan yaitu spiritus dan wax lebih sedikit sedangkan pada teknik gulung digunakan wax dan spiritus yang lebih banyak. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dari segi waktu dan bahan dengan teknik cor lebih efisien daripada teknik gulung pada pembuatan bite rim.
POTENSI TIMOQUINON DARI JINTEN HITAM (NIGELLASATIVAL) DALAM KEMOTERAPIKANKER SERVIKS Susianti Susianti
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.692 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.334

Abstract

Angka kematian akibat kanker semakin tinggi, sehingga harus menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Dari berbagai jenis kanker salah satu kanker yangmenjadi ancaman kesehatan wanita di dunia terutama di negara berkembangadalah kanker leher rahim (serviks).Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalammengatasi mahalnyapengobatan kanker adalah dengan mengembangkan bahan alam sebagai obatantikanker.Dari berbagai tumbuhan yang telah diteliti baik in vitro maupun in vivobanyak diantaranya memiliki efek kemopreventif maupun kemoterapi (antikanker)yang cukup potensial.Induksi terhadap apoptosis merupakan mekanisme yang paling potensialdalam melawan kanker. Peran timoquinon dalam menginduksi apoptosis merupakan potensi yang cukup baik sebagai bahan untuk kemoterapi. Mengingat kasus kanker serviks cukup tinggi dan merupakan kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita perlu dilakukan penelitian atau kajian mengenai efek maupun mekanisme timoquinon dalam kemoterapi kanker serviks. 
Pengaruh Penggunaan Media Poster dan Leaflet terhadap Pengetahuan Siswa SMA di Bandar Lampung tentang Karies Gigi Linasari Linasari
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.604 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.859

Abstract

Upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan penyuluhan kesehatan. Perilaku yang didasari pengetahuan yang benar akan lebih bertahan lama daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Penggunaan Media Poster dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Siswa/I SMA di Bandar Lampung Tentang Karies Gigi Pada Tahun 2016. Metode penelitian yan digunakan oleh penulis adalah Quasi eksperiment (eksperimen semu). Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah rancangan Non equivalent control group design, rancangan ini sangat baik untuk evaluasi pendidikan kesehatan dan pelatihan lainya. Pengelompokan anggota sampel pada kelompok eksperimen tidak dilakukan secara random atau acak. Rancangan penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media poster dan leaflet terhadap pengetahuan siswa/i di Bandar Lampung tentang karies gigi. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN yang ada  di Bandar Lampung. Sasaran dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMA N 10 Bandar Lampung dan SMA N 5 Bandar Lampung. Populasi yang dijadikan sampel penelitian berjumlah 138 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Siswa/I SMA N 10 dan SMA N 5 Tentang Karies Gigi. Hasil dari Penelitian ini adalah sebagai berikut poster lebih berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa/I tentang karies gigi.
KARAKTERISTIK IBU YANG TIDAK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR Merah Bangsawan; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.41 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.369

Abstract

Berdasarkan laporan RSAM (2013),ditemukan: tahun 2011 ada 28 kasus cancer serviks mengalami infeksi dan 16 kasus lesi prakanker, tahun 2012 ada 35 kasus cancer serviks dan tahun 2013 ada 38 kasus cancer serviks  tahun (setiap tahun mengalami peningkatan kasus cancer serviks di Indonesia semakin diperburuk lagi yaitu 70% kasus cancer serviks sudah berada dalam stadium lanjut, ketika datang ke rumah sakit yang menyebabkan sulit untuk diatasi, bahkan kasus berakhir dengan kematian. Oleh karna itu perlu sosialisasi gerakan pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi dini cancer serviks oleh RS. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear, datang ke Poliklinik Kebidanan RSUDAM Provinsi Lampung, umur 17-55 tahun. Jumlah populasi penelitian = 80 responden. Sampel: total populasi, instrumen data: kuesioner, dan analisis data univariat, uji presentase (%). Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik ibu yang tidak melakukan pemeriksaan pap smear adalah berdasarkan umur yang tertinggi adalah ibu yang berumur 17-45 tahun, termasuk dalam klasifikasi umur reproduksi sebesar 46 orang ibu (57,50%) berdasarkan tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear yang tertinggi adalah ibu dengan kriteria pengetahuan cukup sebesar 38 orang ibu (47,50%) berdasarkan paritas yang tertinggi adalah paritas lebih dari satu anak, termasuk dalam klasifikasi paritas multipara yaitu sebesar 36 orang ibu (45,00%). Berdasarkan status pekerjaan yang tertinggi adalah ibu yang pekerjaannya pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 23 orang ibu (28,75%). Berdasarkan status perkawinan yang tertinggi adalah ibu yang menikah sebanyak 67 orang ibu (83,75%). Berdasarkan pendidikan yang tertinggi adalah lulus pendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 30 orang ibu (37,50%),dan lulus pendidikan SMA atau sederajat sebanyak 28 orang ibu (35,00%).Diharapkan petugas kesehatan dapat member1kan penyuluhan tentang perlunya pemeriksaan Pap Smear untuk deteksi dini kanker serviks 
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANGSIBLING RIVALRYPADA ANAK USIA PRASEKOLAH Novi Wandari; Sulastri Sulastri; Mashaurani Yamin
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.207 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.249

Abstract

Sibling rivalrypadaanak-anakprasekolahmerupakan kecemburuananak-anakprasekolahterhadapsaudara-saudara mereka.Oleh karena itupengetahuanorang tuasangat pentingdalam mengatasireaksisibling rivalry.Berdasarkanstudi pendahuluanpenelitian yang dilakukandiperolehsejumlahorang tua yangberhasildiwawancarai5orangdari 8 orang tuamengatakanmengalamisibling rivalry.Tujuan daripenelitian ini adalah untukmengetahui gambarantingkat pengetahuanorang tuatentangsibling rivalrypada anakusiaprasekolahdiTKAl-Huda BrantiRayaII. Desain penelitian yang digunakanadalah deskriptif.Populasi penelitianiniadalah orang tuaanakusiaprasekolah(usia 3-5tahun) diTKAl-Huda BrantiRayaIIdengan populasisebanyak58orang tua.Teknik yang digunakandalampengambilan sampeladalah teknikpurposifdan memperolehjumlahrespondensebanyak49orang.Dalam penelitian ini penelitimengumpulkandata menggunakanlembar pertanyaan instrumen tes, danpenelitianmenggunakan analisisunivariat (pesentase).Hasilpenelitian menggambarkanbahwa sebanyak22orang(44,9%) berpengetahuan kurangbaik, 15orang(30,6%) cukup baik, dan12orang(24,5%) baik. Dengangambaran tingkatpengetahuanyangdiketahuiorang tua tentangsibling rivalrypada anakprasekolahusia-(usia3-5tahun) diTKAl-Huda BrantiRayaII, maka orang tuadiharapkanuntuk lebih meningkatkanpengetahuan untukmengatasisibling rivalrymelalui bimbingandisediakan olehkliniklokalatau mediainformasilainnya
KEJADIAN DIARE PADA BAYI DENGAN PEMBERIAN ASI Septia Rini; Rohayati Rohayati
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.706 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.564

Abstract

ASI dapat memberi perlindungan kepada bayi melalui berbagai zat yang dikandungnya. Salah satunya mengurangi resiko terjadinya diare. Diare masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia. Berdasarkan data dari Puskesmas Kemiling tahun 2014 diare merupakan salah satu dari sepuluh besar penyakit dengan 1139 kasus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan tidak eksklusif dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan Retrospective.Populasinya  ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Kemiling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan prosentase.Teknik pengambilan sampel  purposive samplingdengan mengambil  sampel sebanyak 50 ibu bayi. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk penyajian tabel distribusi frekuensi serta bivariat dengan menggunakan uji T dependen didapatkan hasil p=0,000 yang berarti value<a  (0,05), Ho ditolak sampel mendukung adanya perbedaan atau hubungan yang bermakna (signifikan), yang artinya ada perbedaan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan tidak eksklusif dengan kejadian diare.Hasil penelitian ini diperoleh 40 (80%) memberikan ASI eksklusif dan 10 (20%) tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Pemberian ASI eksklusif  tetapi tidak terjadi diare sebanyak 31 (77,5%), sedangkan terjadi diare sebanyak 9 (22,5%). Pada bayi yang tidak tidak diberikan ASI eksklusif dan mengalami diare sebanyak 10 (100%). Disarankan agar puskesmas meningkatkan promosi kesehatan kepada para ibu sehingga ibu dapat mengetahui begitu pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi agar dapat meminimalkan kejadian diare.
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA STROKE NON HEMORAGI DENGAN TERAPI MUSIK Arini Rukmana; Giri Udani
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.522 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.298

Abstract

Terapi musik diyakini memiliki potensi untuk penyembuhan diri yang dimiliki oleh klien sebagai individu dan adanya efek terapeutik yang memungkinkan memperoleh kekuatan yang disalurkan secara eksternal melalui terapi. Musik dapat menstimulus tubuh untuk memproduksi molekul nitric oxide (NO). molekul ini bekerja pada tonus pembuluh darah yang dapat mengurangi tekanan darah. Tujuan  penelitian  adalah diketahuinya perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi musik. Desain penelitian ini  quasi experimen   menggunakan uji analisis t-test dependen untuk menemukan  perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah diberikan terapi musik pada penderita stroke non hemoragik di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil analisis terapi musik terhadap tekanan darah, dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada tekanan darah sistolik. Perbedaan yang bermakna ini mengalami penurunan tekanan darah sebanyak 12 poin. Menggunakan analisa bivariat didapatkan p-value 0,004 dengan derajat kesalahan 5%, disimpulkan p-value ≤ nilai  (0,05) maka terdapat perbedaan antara terapi musik terhadap tekanan darah pada penderita stroke non hemoragik, sedangkan pada tekanan darah diastolik terjadi penurunan tekanan darah sebanyak 8 poin. Menggunakan analisa bivariat didapatkan p-value 0,263 dengan derajat kesalahan 5%,  disimpulkan nilai p-value > nilai  maka tidak terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi musik pada penderita stroke non hemoragik di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Disarankan kepada pelayanan kesehatan agar menjadikan terapi musik menjadi alternativ kombinasi pengobatan di masa yang akan datang untuk penggunaan musik sebagai terapi kesehatan.
KARAKTERISTIK KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK PADA SALAH SATU DESA DI KABUPATEN PESAWARAN PROPINSI LAMPUNG Nurlaila Nurlaila; Nur Hanna
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.224 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.597

Abstract

Indonesia merupakan negara penyumbang kasus campak terbesar dari 47 negara di dunia. Walaupun Imunisasi Campak telah mencapai Universal Child Immunization tetapi di beberapa daerah masih mengalami KLB Campak, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah atau daerah kantong. Masalah dalam penelitian ini di temukan 15 kasus Campak di desa Sukajaya Lempasing tahun 2011. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik terjadinya kejadian luar biasa campak di Desa Sukajaya   Lempasing   tahun 2011.Desain Penelitian ini adalahdeskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi didalam populasi tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 anak yang mengalami penyakit campak. Sampel yang digunakan adalah total populasi. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner. Analisa data menggunakan  analisa Univariat dengan prosentase.Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 15 responden yang pernah mengalami penyakit campak di desa Sukajaya Lempasing pada tahun 2011 adalah responden dengan  umur anak sebesar 86,7%, responden dengan jenis kelamin perempuan sebesar 60 %, responden dengan status imunisasi campak sebesar 100 %, dan responden dengan penghasilan keluarga sebesar 53.3%.Kesimpulan penelitian  dari karakterisik umur anak, jenis kelamin, dan penghasilan keluarga mempunyai resiko  terhadap KLB sedangkan karakteristik status imunisasi, kurang mempunyai resiko terhadap KLB Campak. Sehingga dari karakteristik diatas dapat menjadi menjadi bahan masukan bagi petugas kesehatan untuk lebih sering melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang penyakit yang mengarah ke KLB dan ibu dapat lebih sering membawa anaknya ke posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan anaknya dapat terpantau dengan baik dan terhindar dari penyakit.
Hubungan Beban Kerja Dengan Terjadinya Penyakit Hipertensi Di Poliklinik Universitas Lampung Sunarsih Sunarsih; Holidy Ilyas
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.125 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.849

Abstract

Prevalensi Hipertensi di Amarika Serikat sebesar 35%, sedangkan di Indonesia angkanya diperkirakan 37%. Di Poliklinik 38 responden yang memiliki beban kerja berat terdapat 27 responden (71,1%) yang penderita Hipertensi, sedangkan dari 32 responden yang memiliki beban kerja ringan terdapat 13 responden (40,6%) yang menderita Hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien rawat jalan di Poliklinik Universitas Lampung  yang berjumlah 70 pasien, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 70 responden. Penelitian ini menggunakan accidental sampling. Analisa data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian univariat dari 70 responden di Poliklinik Universitas Lampung beban kerja karyawan berat sebanyak 54,3%, sedangkan hasil penyakit Hipertensi sebanyak 57,1%. Hasil penelitian bivariat didapatkan hasil 38 responden yang memiliki beban kerja berat terdapat 27 responden 71,1% yang penderita Hipertensi, jadi kesimpulan dari penelitian uji Chi square ini didapatkan nilai P Value = 0,02 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban kerja dengan terjadinya penyakit Hipertensi. Kemudian didapatkan OR=3,587 artinya orang mengalami Hipertensi karena beban kerja berat 3,58 kali lebih pada responden mengalami beban kerja berat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN METRORAGIA Mardiana Zakir; Rosmadewi Rosmadewi
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.159 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.358

Abstract

Metroragia merupakan gangguan menstruasi yang terjadi dengan interval atau jika terdapat insiden bercak darah atau perdarahan diantara menstruasi. Masalah dalam penelitian ini adalah banyaknya kejadian metroragia (39%) di RSUD A.Yani Metro tahun 2012 dibandingkan dengan kasus gangguan sistim reproduksi yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian metroragia. Rancangan penelitian menggunakan kasus kontrol. Populasi dalam penelitian semua pasien yang menderita gangguan kesehatan reproduksi berjumlah 370 orang. Sampel dalam penelitian adalah kasus yaitu pasien yang mengalami metroragia yang berjumlah 65 orang dan kontrol yaitu pasien yang mengalami gangguan kesehatan reproduksi lainnya yang berjumlah 65 orang. Pengumpulan data menggunakan data sekunder. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian metroragia yaitu endometriosis (pv=0,005;OR 3,005), polip serviks (pv=0,001;OR 4,461), servisitis (pv=0,001; OR 4,390), dan kontrasepsi hormonal (pv=0,034;OR 2,280). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara endometriosis, polip serviks, servisitis dan kontrasepsi hormonal dengan kejadian metroragia. Saran yang penulis ajukan, agar tenaga kesehatan menginformasikan kepada masyarakat terutama kaum perempuan tentang gejala-gejala yang menunjukkan keadaan metroragia, sehingga dapat diatasi dengan tuntas agar penyakitnya tidak bertambah berat.