Articles
321 Documents
Hubungan Latihan Fisik (Aerobik) dengan Peningkatan Berat Badan Ibu Akseptor KB Hormonal di Sanggarsenam Kabupaten Pringsewu
Fitriana Fitriana;
Maulia Isnaini;
Setiani Setiani
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.061 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1001
Kegemukan adalah suatu keadaan kelebihan berat badan 10% diatas berat badan ideal atau jumlah persentase lemak tubuh melebihi 20% untuk pria dan 25% untuk wanita. Kelebihan berat badan diatas 25% dari berat badan ideal disebut obesitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis atau mengetahui Hubungan Latihan Fisik (Aerobik) dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor KB Hormonal di Sangggar Senam Pringsewu.Penelitian ini menggunakan disain analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang yang terdiri dari seluruh ibu akseptor KB yang mengalami peningkatan berat badan secara berkelanjutan sebanyak 15 orang dan ibu akseptor KB yang mengalami peningkatan berat badan secara stabil sebanyak 15 orang. Data penelitian dinalisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini diperoleh distribusi frekuensi diketahui bahwa dari 30 responden,terdapat 12 (85.7%) ibu yang melakukan latihan fisik aerobik dan tidak mengalami peningkatan berat badan dan 2 (14.3%) ibu melakukan latihan fisik aerobik dan mengalami peningkatan berat badan. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Chi Square diperolehp-valueContinuity Correction = 0.001, berarti ada hubungan latihan fisik (aerobik) dengan peningkatan berat badan akseptor KB hormonal di sanggar senam Pringsewu Lampung. Diharapkan bagi sanggar senam Pringsewu agar dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat latihan fisik aerobik.
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN TERHADAP HASIL LUARAN JANIN
Idawati Idawati;
Mugiati Mugiati
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.342 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v8i2.154
Hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia sekitar 25% dan menjadi penyulit kehamilan yang sering dijumpai dan termasuk salah satu dari trias mematikan, bersama dengan perdarahan 30% dan infeksi 12%. Kematian ibu di provinsi Lampung, pada tahun 2010 terjadi 135 kasus kematian ibu, 49 kasus di sebabkan perdarahan, 6 kasus infeksi dan 30 di karenakan hipertensi dalam kehamilan. Di ruang kebidanan RSUD Pringsewu Kabupaten Pringsewu di temukan 1 tahun terakhir dari 1071 persalinan terdapat kasus ibu bersalin dengan Hipertensi dalam kehamilan sebesar 148 kasus .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hipertensi dalam kehamilan dengan hasil luaran janin. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan Crossectional. Populasi adalah semua ibu yang bersalin di RSUD Pringsewu tahun 2011 sebanyak 1071 orang. Berdasarkan perhitungan, sampel yang diambil sebanyak 292 dengan teknik Simple Random sampling . Data di analisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian terdapat 12,7% kehamilan dengan hipertensi, dan 31,5 % bayi lahir dengan masalah/komplikasi. Analisis bivariat menyimpulkan terdapat hubungan antara kehamilan dengan hipertensi dengan hasil luaran janin (p=0,027) dengan OR 2,317. Hasil penelitian menyarankan agar pihak rumah sakit meningkatkan upaya pencegahan khususnya komplikasi pada kehamilan melalui kegiatan PKMRS.
IDENTIFIKASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA PASIEN DI RUANG PARU SEBUAH RUMAH SAKIT
Heni Apriyani
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.906 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i1.527
Salah satu kegiatan yang penting dalam proses keperawatan adalah pengkajian keperawatan. Pengalaman menunjukkan bahwa sering sekali perawat kesulitan dalam menentukan diagnosis keperawatan spesifik yang dialami oleh pasien.Hal ini mungkin karena pengkajian keperawatan yang tidak terstruktur dengan baik.Sejauh ini belum ada standar asuhan keperawatan yang disepakati terkait perawatan pasien dengan gangguan pernapasan.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi diagnosis keperawatan yang dialami pasien yang dirawat di Ruang Paru di RSD HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara. Penelitian dengan rancangan deskriptif dilakukan selama 1 bulan (September s.d Oktober 2014), terhadap 30 responden pasien dengan gangguan pernapasan menggunakan accidental sampling dan 2 responden perawat untuk penegakan diagnosis keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2 diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh perawat ruangan yaitu Bersihan jalan napas tidak efektif dan Pola napas tidak efektif.Sedangkan diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh peneliti lebih beragam meliputi aspek biopsikososial spiritual. Bersihan jalan napas tidak efektif dialami oleh 100% responden, pola napas tidak efektif dialami oleh 100% responden, risiko trauma vascular dialami oleh 100% responden, defisit perawatan diri: mandi, berpakaian, makan, dan aliminasi, dialami oleh 93% responden, kesiapan meningkatkan pengetahuan dialami oleh 90% responden, mual dialami oleh 77% responden, gangguan body image dialami oleh 70% responden.Saran bagi pihak RS menggunakan instrumen pengkajian terstruktur berdasarkan NANDA, sehingga selanjutnya dapat dibuat standar asuhan keperawatan di ruang paru.
PELAKSANAAN CUCI TANGAN OLEH PERAWAT SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Ratna Dewi;
Endang Purwaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.886 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v9i1.284
Menurut WHO angka infeksi nosokomial (INOS) tidak boleh lebih dari 9% pertahun, sedangkan Depkes RI ,2007 menetapkan INOS tidak boleh melebihi 1,5% per bulan. Pada kenyataanya angka INOS RS Mardi Waluyo tahun 2009 mencapai 0,7%-7,3%, setelah dievaluasi hal ini ada kaitannya dengan prosedur mencuci tangan. Hasil penelitian Bulan November 2010 di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro, masih banyak perwat yang tidak mencuci tangan sebelum melakukan tindakan. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran pelaksanaan mencuci tangan yang sesuai dengan prosedur sebelum dan sesudah mlakukan tindakan keperawatan. Subyek penelitian adalah perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro. Menggunakan total populasi sejumlah 79 perawat dan jumlah sampel 66 perawat menurut perhitungan dalam Nursalam, 2008. Desain penelitain deskriptif dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang berisi tujuh langkah prosedur mencuci tangan yang benar. Hasil penelitian menunjukan dari 66 perawat, diperoleh perawat yang mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebanyak 10 perawat (sekitar 15,15%) dan yang tidak sebanyak 56 perawat (sekitar 84,85%) sebelum melakukan tindakan keperawatan dan yang mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebanyak 40 perawat (sekitar 60,01%) dan yang tidak sesuia prosedur sebanyak 26 perawat (sekitar 39,39%) sesudah melakukan tindakan keperawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro. Saran bagi perawat hendaknya mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawaan dan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan/faktor motivasi yang mempengaruhi pelaksanan mencuci tangan oleh perawat sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawaan
PERBEDAAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI ANTARA METODA MODULAR DAN METODA TIM DI RS MITRA HUSADA PRINGSEWU
Lasma Sri Rejeki Panjaitan;
Idawati Manurung;
Sulastri Sulastri
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.752 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i2.588
Kelengkapan dokumentasi keperawatan merupakan sesuatu yang mutlakdan harus ada, yang digunakan sebagaibukti professional keperawatan dan juga merupakan bentuk upaya membina dan mempertahankan akuntabilitas perawatan dan pelayanan keperawatan. Di RS Mitra Husada Pringsewu sudah dijalankan manajemen asuhan keperawatan dengan metoda tim dan modular, pada saat survei didapatkan data kelengkapan dokumentasi pada metoda modular 68% dan metoda tim 85%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kelengkapan dokumentasi keperawatan antara metoda modular dan metoda tim di RS Mitra Husada Pringsewu. Jenis penelitian ini bersifat komparatif, dilakukan pada tanggal21 Juni sampai 5 Juli 2014 dengan mengaudit 230 dokumentasi (populasi), teknik sampel dengan Proportional Classified Random. Teknik analisis menggunakan uji statistik uji T independen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelengkapan dokumentasi keperawatan dengan menggunakan metoda modular adalah 85,75 dan metodatim adalah 90,89. Berdasarkan analisis diketahui terdapat perbedaan yang signifikan pada kelengkapan dokumentasi keperawatan antara metoda modular dan metoda tim di RS Mitra Husada Pringsewu (nilai< 0,05 yaitu 0,00). Kesimpulan dari penelitiani ni adalah ada perbedaan yang bermakna antara kelengkapandokumentasi yang dilakukanperawat yang bekerjasecaratimdenganperawat yang bekerjasecarametoda modular. Disarankan pihak manajemen pelayanan kesehatan RS Mitra Husada Pringsewu untukmeningkatkanmanajemen dengan melakukan perhitungan ketenagakerjaan, agar seimbang antara tenaga keperawatan yang ada dengan rata-rata junlah pasien, dan beban kerja perawat tidak menjadi tinggi, melakukansupervisidanmemberikanrewardbagiruangan yang berkinerjabaik.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PEMAKAIAN IUD POST PLASENTA
Risneni Risneni;
Mugiati Mugiati
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (46.004 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v10i1.325
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah meluncurkan kebijakan Jaminan Persalinan (Jampersal) di tahun 2011 yang terintegrasi dengan pelayanan KB. yang diarahkan kepada kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Salah satunya dengan mensosialisasikan metode kontrasepsi terkini IUD Post Placenta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan lama pemakaian IUD pada ibu peserta jampersal yang menggunakan IUD post plasenta di RSUD Pringsewu Kabupaten Pringsewu.Rancangan penelitian ini adalah AnalitikKorelatif dengan pendekatan Crossectional, populasi adalah semua ibu post partum peserta Jampersal yang dipasang IUD post plasenta di RSUD Pringsewu mulai Juli 2012-Feb 2013 sebanyak 842 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random samplingsejumlah 90 sampel. Analisis Bivariat dengan uji T- Independent. Hasil penelitian menunjukkanada hubungan antara pengetahuan ibu dengan lama pemakaian IUD, dimana dari hasil uji statistik didapatkan p value 0.005. Ada hubungan yang signifikan antara pengalaman negatif dengan lama pemakaian IUD, dengan p value 0.014. Tidak ada hubungan antara umur dan pendidikan dengan lama pemakaian IUD post plasenta masing- masing dengan p value0,599danp value0,570. Disarankan meningkatkan kegiatan PKBRS melalui poster, pamflet dan bekerjasama dengan penyuluh KB
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN PROSES BERKABUNG PADA PASIEN PRE OPERASI KANKER
Deni Kurniawan;
Idawati Manurung;
Rohayati Rohayati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.262 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1303
Kanker akan berdampak pada penderita baik secara fisik maupun psikologis. Kondisi tersebut dirasakan sebagai bentuk kekecewaan atau krisis yang dialami oleh penderita. Tekanan-tekanan inilah yang berpeluang menimbukan masalah emosional (psikologis) yang ditunjukkan dengan terjadinya proses berduka pada pasien kanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan proses berkabung pada pasien pre operasi kanker. Desain penelitian menggunakan desain survey dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling.Jumlah sampel sebanyak 32 responden.Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar kuesioner.Analisis statistik menggunakan uji chi-square.Hasil analisis didapatkan bahwa 14responden yang memiliki mekanisme koping maladaptif (43,8%) dan yang memiliki koping adaptif ada 18 (56,2%). Pada proses berkabung tidak baik 19 (59,4%) dan baik 13 (40,6%). Hasil uji statistik juga mendapatkan nilai value 0,28>  (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara mekanisme koping dengan proses berkabung pada pasien pre operasi kanker. Peneliti menyarankan agar mencari faktor lain yang dapat membantu pasien untuk melewati fase proses berkabung.
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI
Tumiur Sormin
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.944 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1294
Penyakit hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi.Hasil wawancara kepada penderita hipertensi yang sedang di terapi, 4 orang (60,66%) dari 6 orang pasien mengatakan belum tahu tentang terapi bekam yang disertai masage, teknik relaksasi dan belum tau prosedurnya.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan pendekatan pre-post testdesign. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi tanpa komplikasi dan terdaftar sebagai pengunjung terapi bekam di Klinik Master Bekam Way Halim Bandar Lampung sebanyak 48 orang dan sampel penelitian sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling.Uji statistik yang digunakan adalah Uji T-dependen untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan/intervensi (terapi bekam). Hasil penelitian diperoleh bahwa responden terbanyak adalah diatas 35 tahun yakni 30orang (75,00%), terbanyaklaki-laki sebanyak 25 orang (62,50%),terbanyak berpendidikan dibawah perguruan tinggi sebanyak 26 orang (65,00%), dan terbanyak bekerja sebagai wiraswasta yakni 21 orang (52,50%). Sebelum dilakukan terapi bekam, rata-rata tekanan darah sistolik adalah 152,50 mmHg dan rata-rata tekanan diastolik 85,25 mmHg. Sesudah terapi bekam diperoleh hasil bahwa rata-rata tekanan darah sistolik adalah  134,25 mmHg dan rata-rata tekanan diastolik 80 mmHg. Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil p-value sebesar 0,000, artinya terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah terapi bekam.
HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKINCAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Yuliati Amperaningsih;
Yunanda Ayu Aprilia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.574 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1308
Menurut Word Health Organization (WHO)/United Nation Children's Fund (UNICEF) tahun 2015, hampir satu juta anak Indonesia tidak mendapatkan imunisasi sama sekali atau tidak lengkap status imunisasinya. Pada tahun 2015 Indonesia memiliki cakupan imunisasi 92,3% dan turun kembali pada tahun 2016 sebesar 86,5%. Faktor penyebab ketidakberhasilan imunisasi diantaranya adalah sikap orang tua anak berkaitan pemberian imunisasi dasar. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Sekincau Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian kuantitaitf dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah keseluruhan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Sekincau dengan jumlah sampel sebanyak 91 ibu.Data dianalisis univariat dan bivariatdengan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar terbanyak dengan sikap yang tidak mendukung sebesar 50,55% (46 orang). Distribusi frekuensi kelengkapan imunisasi dasar pada balita terbanyak dengan imunisasi dasar yang tidak lengkap sebesar 63,74% (58 orang). Ada hubungan sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Sekincau Kabupaten Lampung barat Tahun 201 denganp value: 0,007 OR: 3,764. Saran diharapkan pihak puskesmas lebih gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi dasar lengkap guna meningkatkan cakupan pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi di wilayah kerjanya.
HUBUNGAN OBESITAS SENTRAL DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II
Nova Nurwinda Sari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.048 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1299
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) menempati urutan pertama dari jenis penyakit endokrin dan urutan ke delapan untuk urutan penyakit tidak menular. Salah satu faktor yang dapat berkontribusi adalah kejadian obesitas yang juga meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan obesitas sentral dengankejadian Diabetes Mellitus Tipe II. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh penderita DM yang berobat di salah satu rumah sakit di Kota Metro pada bulan Januari-Juni 2017 sebanyak 62 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square (X2). Hasil penelitian dengan uji chi-square diperoleh p-value0,000 (p-value ≤ 0,05), ada hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan non obesitas sentral dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro tahun 2017. Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan responden tentang cara pencegahan obesitas sentral, sekaligus sebagai bahan masukanatau sumber data penelitian selanjutnya.