cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PERBEDAAN PENGELUARAN ASI PERTAMA ANTARA PIJAT OKSITOSIN DAN BREAST CARE PADA IBU NIFAS DI WILAYAH NATAR LAMPUNG SELATAN Yusari Asih; I Gusti Ayu Mirah WS; Tiya Setiawati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.418 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1313

Abstract

Berdasarkan data cakupan pemberian Asi ekslusif di Provinsi Lampung masih rendah (54,9%) dibandingkan dengan target Indonesia.Berdasarkan data di  puskesmaswilayah natar cakupan pemberian ASI hanya 62,3%, hasil ini dibawah target yaitu sebesar 80%. Hasil survei di wilayah Natar terdapat 8 ibu dari 40 ibu post partum yang tidak memberikan ASI kepada bayinya, 3 diantaranya karena putting susu tidak keluar, 5 diantaranya tidak memberikan ASI dikarenakan ASI sedikit dan memberikan  PASI sebagai gantinya. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya cakupan pemberian ASI.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan eksperimen menggunakan Quasy Eksperimen dengan pendekatan posttest Only Control Group Design dilakukan pada tahun 2018, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum normal di BPM Siti Hajar. Teknik sampel penelitian ini menggunakan purposivesampling.Data yang diambil adalah data primer alat yang digunakan berupa ceklist dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan rerata dan bivariat dengan Mann-Whitney. Hasil uji statistik dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan pengeluaran ASI antara Pijat Oksitosin dan Breast Care dengan p-value 0,002. Diharapkan petugas kesehatan mengajarkan pijat oksitosin agar dapat memperlancar pengeluaran ASI.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BROMAGE SCORE PADA PASIEN SPINAL ANASTESI DI RUANG PEMULIHAN Wayan Eka Fitria; Siti Fatonah; Purwati Purwati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.715 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1304

Abstract

Bromage score satu indikator respon motorik pasca spinal anastesi. spinal anastesi adalah metode anestesi dengan cara menyuntikkan obat analgetik lokal kedalam ruang subarachnoid di daerah lumbal. Penilaian status fisik (ASA) didapat rata-rata waktupencapaianskalaBromage 2 padapasien ASA I adalah 184,75menitdanrespondenpasien ASA II 207 menit. Di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung pasien pasca operasi dengan spinal anastesi respon motorik terbesar adalah < 4 jam (62,5) responden. Rancangan penelitiansurvey analitikdengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambian sampel menggunakan teknik accidental sampling. Populasi adalah pasien pasca spinal anastesi di ruang pemulihan sebuah rumah sakit di Bandar Lampung dengan jumlah sampel 33 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan adanya dua faktor yang berhubungan dengan bromage score yaitu status fisik ASA dengan nilai value = 0,000 sedangkan nilai OR=105,00  (9,932 - 1110.017) dan Umur  dengan nilai value = 0,001 sedangkan nilai OR=14.000  (2,539 -77,208). Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu faktor posisi pembedahan dengan nilai value =0,665. Peneliti berharap agar fakto-faktor yang dapat mempengaruhi bromage score pasien spinal anastesi tetap diperhatikan agar tidak terjadi komplikasi pasien pasca spinal anastesi.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI Tori Rihiantoro; Ririn Sri Handayani; Ni Luh Made Wahyuningrat; Suratminah Suratminah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.702 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1295

Abstract

Pada fase pre operasi, klien mengalami berbagai  stresor yang dapat menyebabkan kecemasan. Kecemasan dapat memberikan efek yang dapat mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh yang menyebabkan penundaan operasi dan terhambatnya penyembuhan penyakit pada klien. Penatalaksanaan kecemasan salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Terapi ini akan merangsang pengeluaran zat kimia endorphin dan ekefalin serta merangsang  signalotakyang  menyebabkan otot rileks dan meningkatkan aliran darahke otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancanganone group pretest and post test. Sampel penelitian berjumlah 30 orang dengan teknik purposive sampling.Hasil penelitan menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum terapi relaksasi otot progresif adalah 54.17, dengan standar deviasi 5.427. Sedangkan untuk rata-rata skor kecemasan sesudah terapi relaksasi otot progresif adalah 50,33 dengan standar deviasi 4,999. Analisis uji non parametik menggunakan uji wilcoxon didapatkan hasil ρvalue 0.000 (ρvalue 0.000 < α 0.05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.Diharapkan agar terapi relaksasi otot progresif dapat dimasukkan kedalam program rumah sakit dalam menangani kecemasan pre operasi.
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN DAN AROMATERAPI CLARY SAGE TERHADAP ONSET LAKTASI Ranny Septiani; Martini Martini; Lia Fitri Andini
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.696 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1309

Abstract

Onset laktasi tertunda tidak jarang ditemukan pada ibu post partum  karena pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat komplek antara rangsangan mekanik, saraf dan bermacam-macam hormon yang berpengaruh terhadap pengeluaran oksitosin. Data keterlambatan onset laktasi di salah satu PMB di Kota Metrotahun 2018 dialamioleh 73% ibu postpartum. Metodeuntukmempercepat onset laktasi dengan cara melakukan pijat oksitosin dan aromatrapi clary sage. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalent control group. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang belum mengeluarkan kolostrum 2 jam setelah melahirkan dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang yang dibagi dalam dua kelompok. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara dan observasi. Penelitian ini menghitung rata-rata onset laktasi pada uji univariat dan melihat perbedaan efektivitas pijat oksitosin dan aromaterapi clary sage dibanding pijat oksitosin terhadap onset laktasi pada uji bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan  rata-rata onset laktasi pada kelompok pijat oksitosin dan aromaterapi clary sage adalah 4,21 jam, sedangkan pada kelompok pijat oksitosin adalah 6,37 jam. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan hasil p-value 0.000 (p≤α 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat oksitosin dan aromaterapi clary sage lebih efektif dibanding pijat oksitosin. Saran untuk tenaga kesehatan terutama bidan agar menerapkan teknik pemberian pijat oksitosin dan aromaterapi clary sage untuk mempercepat onset laktasi.
HUBUNGAN PEMAKAIAN DIAPERS SELAMA TOILET TRAINING DENGAN KEJADIAN ENURESIS PADA ANAK USIA 1-6 TAHUN Ida Subardiah P; Yuli Lestari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.286 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1300

Abstract

Kebiasaan mengompol (enuresis) pada tahap anak toddler membutuhkan peran orangtua dan latihan yang optimal. Toilet training merupakan bentuk intervensi yang ditemukan memiliki hubungan dengan keberhasilan anak mengontrol berkemih, namun maraknya penggunaan diapers menyebabkan anak sulit untuk mengontrol berkemih. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemakaian diapers selama toilet training dengan kejadian enuresis pada anak usia 1-6 tahun. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Total sampel sejumlah 39 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemakaian diapers dengan keberhasilan toilet training (p=0,012); tidak ada hubungan yang bermakna antara toilet training dengan kejadian enuresis (p=0,718); tidak ada hubungan yang bermakna antara penggunaan diapers dengan kejadian enuresis (p=0,623). Penggunaan diapers berhubungan dengan keberhasilan toilet training namun tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian enuresis. Orang tua hendaknya mempertimbangkan penggunakaan diapers dan faktor predisposisi lain dalam mengurangi kejadian enuresis anak dalam tahap usia perkembangannya.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN RIWAYAT MENARCHE IBU DENGAN UMUR MENARCHE PADA SISWI SMP DI BANDAR LAMPUNG Roza Mulyani
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.603 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1305

Abstract

Penelitian berbagai negara menujukan bahwa perbaikan status gizi telah mempercepat usia awal pubertas. Gadis-gadis remaja yang kurang gizi, yang melakukan diit dan berusaha menurunkan berat badan dengan berbagai cara, mengalami kelambatan dalam saat menarchenya. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan  status gizi dan riwayat menarcheibu dengan umur menarchepada siswi SMP di Bandar Lampung. Penelitian ini  merupakan penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 106 orang siswi yang sudah mendapat mentruasi. Pengumpulan data  untuk penilaian status gizi dengan menggunakan IMT/U standar WHO, dengan cara menimbang BB dan mengukur tinggi badan siswi.Hasil penelitian adalah rata-rata umur menarche adalah 11,98 tahun, rata-rata umur menarche ibu adalah 13,33 tahun, responden  yang  berstatus gizi normal sebanyak 61 orang (57,5%). Hasil analisis statistik menunjukan tidak ada hubungan antara umur menarche ibu dengan umur menarche, tetapiterdapat hubungan antara status gizi dengan umur menarche. Disarankan meningkatkan kerja sama lintas sektor antara Dinas Kesehatan Kota dan pihak sekolah dengan memberdayakan petugas kesehatan untuk terjun langsung ke sekolah-sekolah dalam program pemantauan status gizi untuk anak usia sekolah
PERBANDINGAN HASIL PEMOLESAN ANTARA BAHAN POLES PUMICE DENGAN ABU GOSOK PADA GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK Sri Wahyuni; Lies Elina
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.102 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1296

Abstract

Salah satu tahap yang penting dalam pembuatan basis akrilik adalah tahap  finishing dan poleshing. Pada tahap ini digunakan alat dan bahan yang abrasif untuk menghilangkan guratan.Pumice merupakan bahan yang biasa digunakan untuk menghaluskan permukaan. Selain  pumice, terdapat bahan abu gosok yang belum pernah digunakan namun mempunyai komposisi bahan yang hampir sama dengan pumice dan  tekstur yang lebih kasar  sehingga bisa menggantikan pumice.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan sampel sebanyak 27 buah lempengan akrilik dengan 2 permukaan yang mempunyai ukuran (tinggi : 3mm, panjang : 4cm, dan lebar 3 cm). Pada setiap permukaan sampel akan dipoles dengan 2 bahan yang berbeda yaitu pumice dan abu gosok dengan waktu yang berbeda yaitu <10 menit, 10 menit, >10 menit.  Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dengan menampilkan hasil penelitian yang telah dilakukan kemudian diuraikan secara deskriptif dan bivariat dengan tes Anova.Hasil dari penelitian didapatkan variabel waktu dan bahan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap hasil pemolesan gigi tiruan akrilik.Kesimpulannya Pemolesan dengan abu gosok pada waktu < 10 menit sudah dapat menghasilkan permukaan gigi tiruan yang halus dan lebih mengkilap, sedangkan pumice membutuhkan waktu 10 menit untuk menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilap. Disarankan   Jurusan Teknik gigi  dapat menggunakan abu gosok sebagai pengganti bahan pumice untuk menghemat biaya praktikum.
PENGARUH TELUR REBUS TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS 1-7 HARI Indah Trianingsih; Helmi Yenie; Santi Fadilah S.P
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.103 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1310

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) sedang menjadi perhatian yg sangat penting bagi dunia.Penyebab dari AKI adalah salah satunya infeksi.Infeksi dapat terjadi pada saat masa nifas salah satunya disebabkan oleh infeksi pada luka perineum.Telur rebus mampu mempercepat penyembuhan luka perineum karena mengandung tinggi protein.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh telur rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas 1-7 hari.Jenis penelitian analitik dengan rancangan True eksperimen.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum yang mengalami luka perineum dengan sampel sebanyak 32 responden. Uji statistik yang digunakan  ujit-independen. Hasil penelitian diperoleh rata-rata (mean) waktu yang dibutuhkan ibu nifas yang mengonsumsi telur rebus rata-rata 4,194 hari, sedangkan waktu yang dibutuhkan ibu nifas untuk penyembuhan luka perineum yang tidak mengonsumsi telur rebus adalah 5,544 hari. Hasil p-value yang diperoleh dalam uji analasis t-tes independen di dapatkan p-value=0,000 yang berarti ada pengaruh konsumsi telur rebus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas 1-7 hari. Hasil penelitian ini diharapkan bagi BPM untuk dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu acuan untuk memberikan upaya promotif kepada ibu nifas yang mengalami luka perineum untuk mengonsumsi makanan tinggi protein salah satunya telur rebus sebagai terapi alternatis dalam mepercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas sehingga mencegah terjadinya infeksi masa nifas.
PENGARUH TERAPI DISTRAKSI VISUAL DENGAN MEDIA VIRTUAL REALITY TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI Rahmat Deri Yadi; Ririn Sri Handayani; Merah Bangsawan
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.907 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1301

Abstract

Nyeri post operasi laparotomi dapat dikelola dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Perawat memiliki peran yang sentral dalam upaya penurunan nyeri melalui berbagai modalitas keperawatan mandiri. Salah satunya adalah teknik distraksi visual dengan media virtual reality. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi distraksi visual dengan media virtual reality terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi.Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest.Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 responden. Data nyeri dikumpulkan pre dan post tindakan, selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh rata- rata intensitas nyeri sebelum terapi distraksi visual dengan media virtual reality 5.18dengan  standar deviasi 0.751. Sedangkan intensitas nyeri sesudah terapi 3.55 dengan standar deviasi 1.036.Hasil uji statistik didapatkan hasil p-value 0.002 (p-value 0.002 < α 0.05), maka disimpulkan ada pengaruh terapi distraksi visual dengan media virtual reality terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi. Peneliti menyarankan agar terapi distraksi visual dengan media virtual reality digunakan sebagai salah satu intervensi mandiri keperawatan pada masalah nyeri pasien post operasi.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA DI BANDAR LAMPUNG Yuliati Amperaningsih; Nurul Fathia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.277 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1306

Abstract

Asupan gizi yang tidak ade kuat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi pada kebanyakan remaja putri. Berhubungan dengan menstruasi jumlah wanita anovulasi akan meningkat apabila berat badannya mengalami perubahan (meningkat atau menurun). Presurvey yang dilakukan pada siswi disalah satu MAN di Bandar Lampung didapatkan 4 (40%) siswi yang mengalami siklus menstruasi teratur dengan status gizi normal dan 6 (60%) siswi mengalami siklus menstruasi tidak teratur, 3 (30%) siswi diantaranya mengalami status gizi kurang dan 3 (30%) siswi lainnya mengalami status gizi lebih (obesitas). Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Crosss Sectional.Jumlah populasi 161,menggunakan teknikproportional random sampling dengan cara simple random sampling, didapatkan sampel 62 responden. Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi dan lembar kuesioner, menggunakan metode analisa chi square.Hasil penelitian dari 62 orang responden, diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal yaitu 38 responden (61,3%) dan mengalami siklus menstruasi teratur sebanyak 39 responden (62,9%). Hasil uji statistik Chi Square dengan derajat kepercayaan (CI) 95% dan nilai α (0,05) didapatkan hasil perhitungan ρ value (0,01) < α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja di Bandar Lampung. Disarankan untuk dilakukan penyuluhan pada para remaja putri untuk lebih menjaga status gizinya agar memiliki siklus menstruasi yang teratur.