cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
ANALISIS FAKTOR PELAKSANAAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DI PUSKESMAS Rohayati, Rohayati; Sulastri, Sulastri; Purwati, Purwati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.127 KB)

Abstract

Setiap tahun 12 juta anak di dunia meninggal sebelum berusia 5 tahun. Tujuh dari sepuluh anak ini meninggal dikarenakan diare, pneumonia, campak, malaria atau malnutrisi dan sering merupakan kombinasi dari kondisi-kondisi tersebut. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi/ terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan fokus kepada kesehatan anak usia 0-59 bulan (balita) secara menyeluruh. Kegiatan MTBS merupakan upaya pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanankesehatan di unit rawat jalan kesehatan dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan MTBS di Puskesmas di Kota Bandar Lampung tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas pemegang program MTBS di Puskesmas di Kota Bandar Lampung. Besar sampel penelitian sebanyak 35 sampel dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan ujiChi Square dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan motivasi petugas (p = 0,040), dan sikap petugas (p = 0,013) dengan implementasi MTBS. Saran yang dapat disampaikan, antara lain: 1). Bagi Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung adalah perlunya diadakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan mengingat hampir semua petugas sudah mendapatkan pelatihan, menempatkan pengganti yang telah mengikuti pelatihan bagi petugas yang pidah tugas, dan perlu kiranya membuat suatu kebijakan kesehatan mengenai MTBS. 2) Bagi petugas pemegang program dianjurkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan MTBS, serta melakukan sosialisasi mengenai MTBS ke masyarakat.
DISMENORHEA PADA MAHASISWA ANEMIA DI PRODI KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES TANJUNGKARANG Aziza, Nyimas; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.992 KB)

Abstract

Semua wanita mengharapkan dapat menjalani siklus menstruasi yang normal, namun pada kenyataannya banyak diantara mereka merasakan sakit ketika menstruasi. Ada mahasiswa yang mengalami disminore disertai gejala anemia ada (52,6 %) dari 38 mahasiswa . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan dismenorhea pada mahasiswa semester IV Program Studi Kebidanan tanjung Karang Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjung Karang Tahun 2012.Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi berjumlah 38 mahasiswa, sample  pada penelitian ini total populasi Pengumpulan data  dilakukan secara langsung dengan menggunakankan angket dan pengukuran Hb dengan metode Sahli. Analisis  univariat dalam bentuk persentase dan analisis bivariat dengan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 24 mahasiswa (63,2 %) mengalami anemia, 23 mahasiswa (60,5%) mengalami dismenorhea dan didapatkan hasil uji statistik dengan Chi Square diperoleh P value = 0,041, artinya ada hubungan antara anemia dengan dismenorhea pada mahasiswa semestrer IV dengan OR = 5,400.Kesimpulan ada hubungan antara anemia dengan dismenorhea. Untuk itu, disarankan agar para mahasiswa yang mengalami dismenorhea berupaya mengatasi anemia, antara lain dengan mengkonsumsi tablet Fe terutama disaat menstruasi,dan mahasiswa dapat beraktivitas dengan baik  meskipun dalam keadaan menstruasi.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN MgSO¬4 DRIP DENGAN DUVADILAN DRIP TERHADAP PENANGANAN PERDARAHAN PADA KASUS ABORTUS IMMINENS Yenie, Helmi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.204 KB)

Abstract

Di negara berkembang, kematian ibu bersalin akibat Perdarahan Pada Kasus Abortus Imminens mencapai 50% dari seluruh kematian ibu bersalin. Di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung Tahun 2014 hingga bulan Maret 2015 tercatat sebanyak  27 kasus Perdarahan. Pada Kasus Abortus Imminens. MgSO4bersifat sebagai tokolitik. Isoxuprine (Duvadilan) sebagai Agonis beta merupakan obat yang sering digunakan dan terbukti efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian MgSO4 drip dengan Duvadilan Drip terhadap penanganan perdarahan pada kasus Abortus Imminens di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung Tahun 2015. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Populasi adalah ibu dengan perdarahan pada kasus abortus imminen di RSUD Dr. A Dadi Tjokrodipo pada Mei sampai Juni 2015 yaitu sebanyak 4 orang ibu. Sampel total populasi sebanyak 4 responden. Pengambilan data dengan lembar observasi dan dilakukan analisis data bivariat menggunakan uji t-Independent. Hasil penelitian distribusi frekuensi ibu yang mengalami perdarahan pada kasus Abortus Imminens sebagian besar mendapatkan terapi MgSO4, rata-rata efektivitas dalam mengatasi Perdarahan Pada Kasus Abortus Imminens dengan menggunakan duvadilan adalah 21,00, dengan menggunakan MgSO4 adalah 38,50. Terdapat perbedaan efektivitas Pemberian MgSO4 Drip dengan Duvadilan Drip terhadap pada kasus abortus imminens di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung Tahun 2015 (P value 0,020). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Duvadilan drip lebih efektif dalam mengatasi perdarahan pada kasus abortus imminens dibandingkan dengan MGSO4 drip. Saran peneliti kepada dokter untuk dapat dijadikan bahan informasi untuk dokter menggunakan terapi duvadilan drip untuk mengatasi perdarahan pada kasus abortus imminens 
MUTU PELAYANAN FARMASI UNTUK KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SWASTA Yulyuswarni, Yulyuswarni
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.028 KB)

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan farmasi, mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama (drug oriented) ke paradigma baru (patient oriented) dengan filosofi Pharmaceutical Care (pelayanan kefarmasian). Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan farmasi yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit swasta X di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik (survey research method) kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diambil secara kuota sampling. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji Chi Square pada tingkat kesalahan 5% dan logistik regresi  pada tingkat kesalahan 5%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dimensi mutu pelayanan farmasi dengan kepuasan pasien rawat jalan yaitu dimensi tangibles (bukti fisik) (p-value=0,001), reliability (kehandalan) (p-value=0,004), responsiveness (daya tanggap) (p-value= 0,000), assurance (jaminan) (p-value= 0,005). Dimensi mutu bukti fisik paling dominan (OR=4,024) berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. 
DISFUNGSI EREKSI PADA PENDERITABENIGN PROSTATE HYPERPLASIA (BPH)DI RUMAH SAKIT KOTA BANDAR LAMPUNG Heru Haryanto; Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.985 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.612

Abstract

Pembesaran prostat dianggap sebagai bagian proses dari pertambahan usia (proses aging). Banyak penyebab yang mempengaruhinya sehingga terjadi kemunduran dari fungsi prostat. Permasalahan dari penyakit ini terjadinya disfungsi ereksi bagi si penderita. Meningkatnya prevalensi BPH meningkat pula prevalensi disfungsi ereksi. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dengan disfungsi ereksi Di Poli Bedah RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pemilihan sampel dengan teknik consecutive Sampling, dengan mengambil minimal 59 responden. Instrumen penelitian menggunakan studi dokumentasi dan angket kuesioner. Hasil univariat menunjukkan jumlah terbanyak berusia 61-70 tahun sebanyak 23 orang (38,3%),  terdiagnosis BPH sebanyak 35 orang (58,3%) dan yang tidak terdiagnosis BPH sebanyak 25 orang (41,7%), mengalami disfungsi ereksi sebanyak 21 orang (35%)  dan yang tidak disfungsi ereksi sebanyak 39 orang (65%).  Analisa data dengan menggunakan uji statistik Chi Square, didapatkan hasil adanya hubungan antara Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dengan disfungsi ereksi di Poli Bedah RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung tahun 2016, dengan p-value= 0,004. Saran penelitian yaitu agar hasil penelitian ini menjadi masukan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan khususnya pada saat pengkajian agar lebih dalam mengkaji status seksual pasien dengan BPH di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung.
PERBEDAAN PENGETAHUAN PASIEN PENDERITA HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN KONSULTASI GIZI Febriyana Pratami; Ratna Dewi; Musiana Musiana
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.692 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.350

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah dari normal yang dapat menimbulkan kesakitan dan disabilitas.  Prevalensi hipertensi meningkat setiap tahun dan menjadi perhatian di negera-negara berkembang, termasuk Indonesia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan pasien penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan konsultasi gizi, perbedaan peningkatan rerata pengetahuan pasien hipertensi berdasarkan tingkat pendidikan, dan perbedaan peningkatan rerata pengetahuan pasien hipertensi berdasarkan pekerjaan. Desain penelitian menggunakan pre-experiment one group pre and post test.  Sampel adalah pasien penderita hipertensi yang melakukan konsultasi gizi di RSUD Martapura berjumlah 52 orang yang diambil secara acak.  Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada a 0.05. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan tentang gizi adalah 40,48 dan rerata nilai setelah penyuluhan adalah 61,15, dengan perbedaan yang signfikan 20,87 (r 0,000 < a 0,05). Berdasarkan tingkat pendidikan, perbedaan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi signifikan 8,23 (r 0,000 < a 0,05), demikian pula berdasarkan pekerjaan, perbedaannya signifikan 7,26 (r 0,000 < a 0,05).  Diharapkan petugas kesehatan terutama perawat di fasilitas kesehatan harus memberikan edukasi kesehatan melalui berbagai metode penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. 
FENOMENA PERILAKU SEKS REMAJA SMP DI KECAMATAN PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Almurhan Almurhan; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.772 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.146

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana individu cenderung menginginkan perhatian yang lebih, selain itu masa remaja juga terjadi perkembangan organ seksual yang mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan jenis. Penelitian diberbagai kota besar di Indonesia mengungkapkan bahwa sekitar 20-30% remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Tujuan penelitian mengetahui fenomena perilaku seks remaja di SMP Taman Siswa Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, cara pengambilan subjek penelitian dengan teknik bola salju, alat pengumpul data yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam dengan key informan guru bimbingan konseling serta triangulasi dengan orangtua siswa, analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perilaku seks yang sering dilakukan remaja adalah kissing, informan mengetahui bahwa dampak negatif perilaku seks dapat mengakibatkan kehamilan dan AIDS, sumber informasi tentang perilaku seks berasal dari guru di sekolah dan teman sebaya, sedangkan orangtua kurang berperan dalam membangun pola komunikasi yang positif dengan anak untuk mendiskusikan dan memberikan arahan sehubungan dengan perilaku seks. Media yang digunakan oleh informan mengakses tayangan pornografi adalah handpone dengan fasilitas bluetooth. Disarankan mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, membuat peer group remaja, serta meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler.
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Siti Fatonah; Tori Rihiantoro; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.678 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.519

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab berbagai penyakit berat dan komplikasi.Penatalaksanaan hipertensi dilakukan secara farmakologis dan non farmakologi sebagai terapi komplementer, diantaranya terapi bekam.Tujuan  penelitianuntuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.  Desain penelitianquasi experimental one group pre-post test  pada 30 responden hipertensi yang memenuhi kriteria. Tehnik sampling  Consecitive sampling. Pengumpulan data dilakukan pengukuran tekanan darah  sebelum dan setelah dibekam satu kali, kemudian dicatat pada  lembar observasi.Waktu penelitianSeptember tahun 2014 di Klinik Pengobatan Geratis Hilal Ahmar Bandar Lampung.Hasil pengukuran TD.sistole sebelum dilakukan bekam di dapatkan hasil mean 156,57 mmHg, standar deviasi 15,83 mmHg, sesudah terapi bekam diperoleh mean 149 mmHg, standar deviasi 18,49 mmHg. TD.diastolik sebelum bekam mean 95 mmHg, standar deviasi 7,31 mmHg, sesudah terapi bekam nilai mean 92,67 mmHg, standar deviasi 9,80 mmHg. Sedangkan mean MAP sebelum terapi bekam sebesar 115,56 mmHg, standar deviasi 8,90 mmHg, sesudah terapi bekam sebesar 111,44 mmHg, standar deviasi 11,83 mmHg. Hasil uji statistik, terdapat pengaruh yang bermakna pada tekanan darah sistolik dan MAP pada pasien hipertensi sebelum dan setelah terapi bekam dengan nilai p=0,000 (sistole) dan p=0,007 (MAP) dimana p<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terapi bekam berpengaruh terhadap menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Sedangkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada tekanan darah diastolik pada pasien hipertensi sebelum dan setelah terapi bekam dengan nilai p=0,199. Saran kepada praktisi bekam untuk lebih giat dalam mempromosikan bekam sebagai pengobatan alternatif. Pada pasien-pasien yang mengalami gangguan perfusi sistemik utamanya pasien yang di rawat di runga ICU, untuk mengkombinasikan terapi bekam.
ANALISA FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS Efa Trisna; Holidi Ilyas
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.313 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.271

Abstract

Sampai saat ini penyakit Tuberculosis di Propinsi Lampung masih termasuk penyakit yang menempati urutan keempat dari penyakit saluran pernafasan semua golongan umur. Program pemberatasan Tubercolosis paru di Kota Bandar Lampung telah menjalankan strategi DOTS sejak tahun 1999. penemuan kasus jauh dibawah target 40,5% target nasional 70% (2007),sedangkan tahun 2008  menjadi 79,7%, angka konversi 87 % (2009) terjadi penurunan pada 2010  menjadi 83,8%, angka kesembuhan 82,29 (2009).91,4 % (2010 ),Dinkes Kota Bandar Lampung. Bila dilihat angka kesembuhan, ini menunjukan peningkatan yang cukup baik tetapi angka ini tidak merata disetiap puskesmas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor induvidu, faktor organisasi dan faktor psikologis dengan kinerja perawat puskesmas dalam penatalaksanaan Tuberculosis dengan strategi DOTS di kota Bandar Lampung  tahun 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah crosssectional. Populasi seluruh perawat yang melakukan penatalaksanaan Tuberculosis  strategi DOTS sekaligus sampel penelitian. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 10 - 30 September 2011.  Hasil penelitian diperoleh Terdapat hubungan antara umur dengan nilai P (< 0.001). jenis kelamin dengan nilai (P 0,001), pendidikan P (0,004), motivasi P (<0,001), persepsi dengan kinerja perawat dalam penatalaksanaan Tuberculosis strategi DOTS di Puskesmas Kota Bandar Lampung .Tidak terdapat hubungan antara pelatihan nilai P (0,449). kepemimpinan P (0,246). persepsi perawat tentang beban kerja dengan kinerja perawat puskesmas dalam penatalaksanaan TB strategi DOTS 
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN CAMPAK Sri Lita Yani; Yuniastini Yuniastini; Fitriana Fitriana
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.85 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.580

Abstract

Cakupan imunisasi campak pada bayi di kabupaten Lampung Utara dalam 4 tahun terakhir sudah cukup baik dengan angka selalu diatas 90% (Target nasional 80%). Namun mengingat efikasi vaksin campak hanya sebesar 85%, ditambah populasi beresiko dari sisa yang tidak mendapat imunisasi, kualitas cold chain, dan faktor individu, dapat saja terjadi kasus campak klinis yang mengelompok di masyarakat (Dinas Kesehatan, 2013). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status imunisasi campak dengan kejadian campak.   Desain penelitian adalah retrospective. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 5 tahun sejumlah 82 orang.  Hasil yang didapat bahwa, kejadian campak lebih banyak terjadi pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak dengan rasio proporsi (16 :1) . Kesimpulan, ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan kejadian campak di desa Sidorahayu kecamatan Abung Semuli   (p =0,005). Disarankan keluarga untuk meningkatkan imunitas anak melalui imunisasi,  menjaga status gizi anak,menggalakkan PHBS dan peningkatan peran aktif petugas dan kader kesehatan. 

Page 6 of 33 | Total Record : 321