cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019)" : 28 Documents clear
Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Bank Sampah di Desa Montong Baan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Aris Doyan; Fitri Amelia Putri; Serly Surjan Ekayanti; Vandesty Harummiswari H
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.849 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.260

Abstract

Abstrak: Desa Montong Baan merupakan salah satu desa tertua  yang ada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok  Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa ini berada ditempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ibu kota kabupaten maupun provinsi, karena berada di tepi Jalan Negara Masbagik dan Mataram. Kendala yang terlihat di Desa Montong Baan adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah, serta disetiap dusun belum tersedia tempat penampungan sampah.  Sehingga, banyak terlihat sampah-sampah yang berserakan padahal sudah terdapat lokasi pengolahan sampah (Bank sampah) di Desa Montong Baan itu sendiri. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah MACADAS (Masyarakat Cerdas Daur Sampah) dan Sosialisasi Peduli Lingkungan. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah dan masyarakat dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna, misalnya untuk kerajinan atau sesuatu yang memiliki nilai ekonomis serta masyarakat bisa sadar akan pentingnya peduli terhadap lingkungan. Metode yang digunakan adalah survei bank sampah yang sudah ada di Desa Montong Baan, persiapan program, sosialisasi bank sampah dan peduli lingkungan, pembuatan kerajinan dari bahan bekas, monitoring dan evaluasi. Hasil yang diharapkan dari program pemberdayaan dan sosialisasi ini adalah masyarakat Desa Montong Baan dapat merubah paradigma lama menjadi paradigma baru tentang sampah, yang tentunya akan berdampak menjadi lebih baik bagi masyarakat, lingkungan dan perekonomian masyarakat itu sendiri.  Kata Kunci: Bank Sampah, MACADAS, Pengolahan Sampah, Peduli Lingkungan
Meningkatkan Kemapuan Guru Menerapkan Kurikulum Berbasis Komptensi Di Pondok Pesantren Al-Aziziah Gunungsari Lombok Barat M. Yamin; Jamaluddin Jamaluddin; Abdul Syukur; Khairuddin Khairuddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.748 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.310

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan KBK dalam pembelajaran sains di Pondok Pesantren yang berlokasi di kecamatan Gunung sari. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah pendekatan androgogi yaitu pendekatan pembelajaran untuk orang dewasa.  Pendekatan ini menekankan pada peran aktif peserta penyuluhan dalam melakukan kajian materi dan kegiatan latihan penyusunan silabus dan program pengajaran berdasarkan KBK. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk presentasi, diskusi, dan kerja kelompok. Subyek yang dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah para guru bidang studi MTs dan MA di Podok pesantren Al Aziziah. Pelaksanaan kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan guru-guru MTs/MA di Pondok pesantren Al Aziziah untuk menerapkan KBK dalam pembelajaran. Dengan demikian kualitas pembelajaran di lingkungan pondok pesantren dapat ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan Kata Kunci: Kemampuan guru; Kurikulum; KBK
Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik di Desa Kerumut Kecamatan Pringgabaya Mohammad Liwa Ilhamdi; Yuli Handayani; Ayu Saputri; Meri Anjani; Siti Safinatun Najjah; Eva Yulianingsih; Tri M. Rahmatullah; Eni Marzia; Astadwi Yogasworo; Mustakim Mustakim; I Dewa Gede Wira P.
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.884 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.300

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama di Desa Kerumut adalah produksi sampah yang tinggi dan mencemari lingkungan. Limbah-limbah organik rumah tangga dibuang keselokan air atau dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan seperti bau tak sedap, asap dan polusi sehingga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan solusi yaitu mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Pupuk organik ini dapat dijual atau dimanfaatkan oleh petani untuk mendukung pertanian karena masyarakat di Desa Kerumut sebagian besar merupakan petani. Oleh karena itu, telah dilakukan program pengabdian pada masyarakat di Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Mahasiswa berperan dalam mengembangkan pola pemberdayaan kolaboratif melalui pendampingan dalam transfer ilmu dan keterampilannya ke masyarakat. Metode dilakukan dengan cara penyuluhan, pelatihan dan pendampingan secara langsung kemasyarakat Desa Kerumut. Hasil kegiatan ini adalah berupa pupuk kompos dari sampah organik dengan nilai tambah ekonomi yang tinggi dan fungsi pemanfaatan potensi setempat. Dari kegiatan tersebut sekitar 95% masyarakat mengerti mengenai pupuk organik selama penyuluhan, untuk kegiatan pelatihan sekitar 90% mengerti dalam cara pengolahan pupuk organik dan untuk kegitan pendampingan sekitar 30% yang benar tertarik untuk meminta mahasiswa mendampingi dalam proses pembuatannya. Kata Kunci: Pelatihan, Penyuluhan, Pendampingan, Pemanfaatan Limbah, Pupuk Organik
Penurunan Bahan Organik Sisa Aktifitas Budidaya Organisme Air Diana Arfiati; Sri Dayuti; Setya Widi A. P.; Nunik Cokrowati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.729 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.292

Abstract

Abstract: Daerah muara sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir untuk kegiatan budidaya perikanan seperti tambak. Limbah yang dihasilkan oleh tambak langsung dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Secara umum petambak tidak menyadari bahwa limbah yang terbuang itu menambah beban organik perairan, apalagi bahan organik tersebut tidak segera terurai menjadi bahan an organik. Pada daerah pesisir ditumbuhi beragam tanaman mangrove tetapi tanaman tersebut tidak dapat manfaatkan bahan organik bahkan bahan organik dapat menghambat pertumbuhannya. Di sisi lain mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berguna untuk melindungi pantai, kerusakan mangrove akan berakibat bencana bagi daratan di belakangnya. Maka dari itu perlu adanya upaya untuk menginformasikan masyarakat menegnai cara menurunkan bahan organik dari limbah usaha budidaya agar perairan pesisir tidak tercemar dan tumbuhan dapat tumbuh dengan baik dan sehat sesuai fungsinya. Wilayah pesisir memerlukan perlindungan agar tidak terjadi abrasi atau pengikisan tepain pantai. jika terjadi pengikisan ini maka lama kelamaan pesisir pantai tersebut akan terkikis. Perlindungan pesisir bisa dilakukan dengan menanam mangrove maupun dengan menanam pohon pelindung pantai. maka dari itu, penyuluhan ini diperlukan agar masyarakat di sekitar pesisir pantai. Keywords: Kerang Kijing; mangrove; tambak; limbah, muara
Diversifikasi Pendapatan Alternatif Masyarakat Nelayan Melalui Inovasi Teknologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Batunamparselatan Lombok Timur Karnan Karnan; Agil Al Idrus; Imam Bachtiar; Ahmad Raksun; I Wayan Merta
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.629 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.311

Abstract

Abstrak: Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan di Nusa Tenggara Barat. Tetapi kuantitas dan kualitas komoditas yang strategis ini masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kendala teknis yang ada dalam budidaya dan penanganan pasca panen. secara khusus, kegiatan ini dimaksudkan untuk : mengatasi persoalan yang menyebabkan penurunan produksi dan kegagalan panen yang dialami pembudidaya rumput laut di lokasi kegiatan, meningkatan produksi rumput laut, mengatasi persoalan rendahya kualitas rumput laut yang disebabkan oleh alga filamen sebagai kompetitor (biofouling) dan proses penanganan pasca panen, serta meningkatkan posisi tawar pembudidaya dalam menentukan harga jual rumput laut. Metode yang diterapakn dalam kegiatan ini meliputi metode yang lebih mengedepankan suatu kegiatan agar paket teknologi yang ingin disampaikan dapat dengan mudah ditiru untuk dipraktekkan. Karena itu, metode konvensional khususnya ceramah dan diskusi tetap digunakan dan dikombinasi dengan metode lain, yaitu demonstrasi dan praktek lapangan (praktek langsung). Hal ini sesuai dengan karakteristik masyarakat petani pada umumnya yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Selain itu, pertimbangan waktu bagi pelaksanaan kegiaan ini yang juga sangat terbatas Kata Kunci: Diversifikasi Pendapatan Alternatif; Masyarakat Nelayan; Inovasi teknologi; Budidaya rumput laut
Pengembangan Profil Produk Manisan Cabai dan Business Model Canvas Di Desa Lenek Duren I Wayan Merta; M. Khaerul Anwar; Rusdi Bastian Ilham
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.654 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.303

Abstract

Abstrak: Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Desa Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur memiliki hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang terkenal di desa Lenek Duren adalah cabai. Permasalahannya tanaman cabai bersifat musiman sehingga sangat susah untuk mendapatkannya apabila belum masa panen sedangkan ketika musim panen tiba, cabai banyak ditemukan di pasaran dengan harga yang sangat murah bahkan tidak bernilai jika terlewat melimpah hasil panennya sehingga menyebabkan nilai jual dari menjadi tidak stabil yang dapat merugikan para petani cabai di desa tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan memproduksinya menjadi manisan cabai. Untuk menghasilkan produk manisan cabai perlu melalui beberapa tahapan, antara lain sortasi & pembersihan, pembelahan, perendaman air garam, perendaman air gula, pengeringan, pengemasan. Setelah adanya produk, tentunya dibutuhkan suatu metode untuk memasarkan produk tersebut agar dapat menghasilkan keuntungan secara ekonomis terhadap masyarakat khususnya para petani cabai di desa lenek duren. Berdasarkan analisa yang dilakukan business model yang cocok digunakan adalah business model canvas karena business model canvas merupakan cara yang dapat membantu peneliti dalam merumuskan model bisnis yang inovatif bagi mitra dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pada bersama. Kata Kunci: Cabai; Manisan; Business Model Canvas
Perbandingan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X SMAN 1 Masbagik Tahun Pelajaran 2016/2017 Fena Prayunisa; Wildan Wildan; Harry Soeprianto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.133 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.293

Abstract

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi pada pmbelajaran kimia. Model inkuiri bebas termodifikasi adalah gabungan dari inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan prosedur pelaksanaan menggunakan desain faktorial 2 x 2. Masing-masing model pembelajaran disiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan tes tulis untuk mengukur hasil belajar siswa dan divalidasi ahli terlebih dahulu. Berdasarkan uji validator ahli kedua model pembelajaran mempunyai rata-rata 70% itu artinya layak untuk digunakan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas X IPA-1 menggunakan model inkuiri terbimbing dan X IPA-4 menggunakan inkuiri bebas termodifikasi, dengan nilai semester ganjil sebagai kemampuan awal. Nilai kemampuaan awal yang diatas rata-rata sebagai kemampuan awal tinggi dan di bawah rata-rata sebagai kemampuan awal rendah. Hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 1 Masbagik yang diajarkan dengan pembalajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibanding siswa yang diajar dengan model inkuiri bebas termodifikasi, ini terlihat dari trata-rata masing kelas yaitu X IPA-1 78.87 sedangkan X IPA-4 73.23. Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap hasil belajar karena kemampuan awal tinggi tidak menjamin nilainya tetap tinggi dan kemampuan awal rendah juga bisa mencapai nilai tinggi. Keywords: Model Inkuiri; Pembelajaran Kimia; Kemampuam Awal
Training of Trainer (TOT) Dukungan Psikologis dan Self Empowerment Paska Bencana Bagi Staf dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Emmy Amalia; Ima Arum L; Sigit Kusdaryono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.487 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.305

Abstract

Abstract: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta dampak psikologis. Beberapa dampak psikologis yang sering muncul meliputi perubahan emosional akibat pengalaman traumatis, kekhawatiran akan kelangsungan hidup dan masa depan, dan kecemasan terkait keutuhan keluarga dan lingkungan sosial. Hingga bulan Agustus 2018, tercatat telah terjadi 395 kali gempa yang melanda Provinsi NTB, dengan beberapa gempa besar dengan pusat yang berbeda-beda. Gempa bumi yang melanda provinsi NTB sejak 29 Juli 2018 ini telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan banyak kerusakan, sehingga tentu saja menimbulkan ketidakseimbangan kondisi psikologis masyarakat. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sebagai pusat pendidikan ingin berperan serta mengatasi dampak psikologis ini dengan mengadakan Training of Trainer (ToT) dukungan psikologis dan self empowerment paska gempa bagi staf dan mahasiswa kedokteran. Dengan konsep ToT, staf dan mahasiswa kedokteran tidak hanya diajarkan untuk mampu melakukan dukungan psikologis untuk dirinya sendiri, tetapi mampu mengajarkan ke orang lain di lingkungannya maupun kepada penyintas lain saat mereka ditugaskan di lokasi bencana. Kata kunci: Training of Trainer (TOT); Dukungan Psikologis; Self Empowerment

Page 3 of 3 | Total Record : 28