cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
KARAKTERISASI DAN APLIKASI ANTIBODI MONOKLONAL WDSSB5 UNTUK DETEKSI VIRUS DENGUE PADA SEL C6/36 DENGAN METODE IMUNOSITOKIMIA Nurminha Nurminha; Sitti Rahmah Umniyati; Wayan T. Artama
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.319

Abstract

Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virusDengue yang terdiri dari 4 serotype Dengue 1, 2, 3 dan 4. Manifestasi klinis infeksi virusDengue pada manusia sangat bervariasi mulai dari asimtomatik sampai berat. Isolasivirus Dengue menggunakan kultur sel C6/36 merupakan gold standar untuk menegakkandiagnosis pasti infeksi virus Dengue. Team Dengue UGM telah berhasil memproduksiantibodi monoklonal terhadap virus Dengue-3 salah satunya yang berasal dari sel hibridWDSSB5. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi dan mengaplikasiantibodi monoklonal WDSSB5 sebagai antibodi primer untuk mendeteksi virus Denguedari serum pasien yang positif mengandung virus Dengue yang diisolasi pada sel C6/36(C6/36 cell line) dengan metode imunositokimia streptavidin biotin peroxidase complex(ISBPC). Desain penelitian ini eksperimental. Pada penelitian ini propagasi sel hibridomaWDSSB5 dilakukan secara in vitro dan in vivo. Karakterisasi yang dilakukan meliputi ujiklasifikasi antibodi monoklonal WDSSB5, pemeriksaan kadar protein asites WDSSB5, ujisensitivitas dan spesifisitas metode imunositokimia SBPC menggunakan antibodi primerWDSSB5 serta uji spesifitas antibodi monoklonal terhadap antigen Dengue dengan Dotblot. Virus Dengue yang berasal dari serum pasien yang positif mengandung virusDengue diinokulasi pada sel C6/36. Deteksi antigen virus Dengue dilakukan denganmenggunakan metode imunositokimia SBPC dengan antibodi monoklonal WDSSB5sebagai antibodi primer. Kontrol positif digunakan sel C6/36 yang diinfeksi virus Dengue1, 2, 3, 4 (prototipe) dan diinokulasi pada sel C6/36, sedangkan kontrol negatif adalahsel C6/36 yang tidak diinfeksi virus Dengue. Hasil penelitian didapatkan antibodimonoklonal WDSSB5 spesifik terhadap virus Dengue. Antibodi monoklonal WDSSB5termasuk klas IgG dan sub klas IgG1. Kadar antibodi monoklonal WDSSB5 terkecil yangdapat mendeteksi antigen Dengue pada sel C6/36 adalah 2,2 μg/μl. Antibodimonoklonal WDSSB5 dapat diaplikasikan untuk mendeteksi virus Dengue yang berasaldari serum pasien yang positif mengandung virus Dengue yang diisolasi pada sel C6/36dengan metode imunositokimia SPBC.Kata kunci: Dengue , Imunisitokimia SBPC, WDSSB5, Sel C6/36.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Sunarsih Sunarsih
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.447

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke vagina .kanker ini umum nya tidak tampak,tetapi dapat dirasakan oleh penderita nya dan menyebabkan kematian.Yayasan Kanker Indonesia mencatat terdapat 15.000 kasus baru dan kematian 8.000 jiwa per tahun dengan perkiraan 52 juta perempuan Indonesia berisiko terkena kanker serviks. Penderita kanker serviks di RSUD.Dr.H. Abdul Moeloek tahun 2011 sebanyak 91 (0,07%) orang, tahun 2012 sebanyak 153 (3,07%) orang, sebanyak 182 (3,71%) orang, tahun 2014 sebanyak 489 (13,8%) orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di RSUD .Dr. H.Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014.Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh WUS di RSUD.Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014 sebanyak 652 orang. Dilakukan teknik simple random sampling didapat sampel sebanyak 248. Analisa bivariate menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan kejadian kanker serviks dengan nilai p-value > 0,005. Terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian kanker serviks dengan nilai p-value < 0,005, paritas dengan kejadian kanker serviks dengan nilai p-value < 0,005. Disarankan bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan program edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan sehingga dapat dilakukan penanganan resiko sedini mungkin.Kata kunci : Umur, Riwayat Keluarga, Paritas, Kanker Serviks
Uji Beda Penerapan FGD Video Terhadap Perubahan Sikap Buang Air Besar Sembarangan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019 Fitroh Cahyaningtyas; Dina Dwi Nuryani; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, berdasarkan data kepemilikan sanitasi dasar berupa jamban sehat di Provinsi Lampung sebesar 61,28% dan di Kabupaten Lampung Timur kepemilikan sanitasi dasar berupa jamban sehat menempati urutan ke 6 terendah yaitu sebesar 80%. Tujuan penelitian diketahui perbedaan Focus Group Discussion antara video dan tanpa video terhadap perubahan sikap Buang Air Besar Sembarangan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperiment, dengan subjek penelitian adalah masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat. Sedangkan objek penelitian ini adalah sikap. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Bumi Harjo Kabupaten Lampung Timur pada bulan Mei 2019 – Februari 2020. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data univariat dan bivariat.Rata – rata  sikap BABS sebelum dilakukan FGD dengan media video sebesar 64,75 poin dan sesudah dilakukan FGD sebesar 65,13 poin, dengan peningkatan sebesar 0,38 poin. Rata –rata  Sikap BABS sebelum dilakukan FGD tanpa media vidio sebesar 71.50 poin dan sesudah dilakukan FGD sebesar 69.00 dengan penurunan  sebesar 2.50 poin. Ada perbedaan FGD antara video dengan tanpa  vidio terhadap perubahan sikap BABS dengan p-value < 0.05 yaitu sebesar 0.038. Saran edukasi terhadap kesehatan menggunakan media video dapat dilakukan secara berkesinambungan, kerjasama antar puskesmas dan lintas sector dan peran serta masyarakat secara aktif.Kata kunci       :  FGD Video, Sikap BABs 
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTARAHARJA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Ice Hayati; Aprina aprina; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.415

Abstract

Bayi Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir (BBLR) dengan beratbadan lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Data tahun 2013menunjukkan bahwa 37,14% kematian bayi yang terjadi di Kabupaten Tulang BawangBarat adalah BBLRTujuan penelitian untuk diketahui hubungan status gizi dengan kejadian BBLR diWilayah Kerja Puskesmas Kartaraharja Kabupaten Tulang Bawang Barat setelah dikontrolvariabel usia, anemia, infeksi, perdarahan, preeklampsia dan ANC di PuskesmasKartaraharja Kabupaten Tulang Bawang Barat.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Penelitiandilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kartaraharja Kabupaten Tulang Bawang Barat daribulan Januari-Februari 2013. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yangmelahirkan bayi di wilayah Kerja Puskesmas Karta Raharja Kabupaten Tulang BawangBarat pada periode 2013 yaitu sebanyak 1086. Sampel kasus adalah sebagian daripopulasi yang diperoleh dari data rekam medik persalinan periode Tahun 2011 sampaidengan Maret 2013 dengan berat badan lahir <2500 gramHasil penelitian menunjukkan ada hubungan status gizi (p=0,000); OR=6,81),hubungan usia (p=0,002;OR=3,86), hubungan Anemia (p=0,000; OR=4,49), hubunganInfeksi (p=0,000; OR=3,16), hubungan perdarahan (p= 0,042; OR=2,74), hubunganpreeklampsia (p=0,019; OR=2,74), hubungan ANC (p=0,028; OR=2,68). Faktor yangpaling dominan berhubungan dengan kejadian kejadian BBLR adalah status gizi (p;0,000dan OR=6,81). Saran: memberikan informasi tentang gizi kepada ibu hamil untukmencegah terjadinya BBLR.Kata Kunci : Status Gizi, Kejadian BBLR
DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN SUAMI MERUPAKAN FAKTOR DETERMINAN ASI EKSLUSIF Helwiah Umniyati; Suprayitno Suprayitno; Heri Maryanto; Rendy Nur Rizaldi; Primadila Primadila; Rizka Aulia Primadani; Umi Astarawati; Yundri Martiraz
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.1672

Abstract

ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan MPASI hingga 2 tahun ke atas direkomendasikan oleh WHO/UNICEF sebagai bagian dari Strategi Pemberian Makanan Bayi dan anak. ASI eksklusif mengurangi morbiditas bayi yang disebabkan oleh penyakit menular dan mengurangi risiko penyakit kronis. Praktek pemberian ASI elsklusif masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian cross-sectional dilakukan pada Februari tahun 2011 di Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat dengan menggunakan total sampling. Jumlah sampel sebanyak 76 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Hasil penelitian menunjukan 25% ibu memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Pada analisis bivariat didapatkan bahwa pengetahuan ibu mengenai ASI, sikap ibu, peran tenaga kesehatan, dukungan keluarga dan peran suami berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif dengan p < 0.05. Analisis multivariat dilakukan untuk menganalisis kekuatan hubungan (odds rasio). Dari regresi logistik didapatkan dukungan keluarga dan peran suami signifikan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif dengan OR 3,7 dan 6,6. Kesimpulannya, dukungan keluarga dan peran suami merupakan penentu yang sangat penting dari pemberian ASI eksklusif. Diharapkan Puskesmas lebih menekankan pada program KIE (komunikasi, informasi dan Edukasi). Program KIE ditujukan untuk ibu, suami dan keluarga yang dapat dilakukan melalui Posyandu.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS BRABASAN KABUPATEN MESUJI Kustyarini Putri; Rahma Eliya; Riska Wandini
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.383

Abstract

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/ IUD) merupakan alat kontrasepsi yangdipasang dalam rahim yang relatif lebih efektif bila dibandingkan dengan metode pil,suntik dan kondom. Penggunaan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas Brabasan mengalamipenurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 peserta baru KB IUD yaitu 16 akseptor(9,73%) yang turun dari tahun 2011 yaitu 25 akseptor (10,47%) Tujuan penelitian iniadalah diketahuinya pengaruh faktor-faktor predisposisi (tingkat pendidikan,kepercayaan, pengetahuan dan sikap) dengan penggunaan IUD di Puskesmas BrabasanKabupaten Mesuji tahun 2013.Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatanCross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu akseptor KB aktif berjumlah 170akseptor, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 132 akseptor. Analisis bivariatdalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh antara tingkatpendidikan dengan penggunaan IUD (p-value = 0,000), ada pengaruh antarakepercayaan dengan penggunaan IUD (p-value = 0,000), ada pengaruh antarapengetahuan dengan penggunaan IUD (p-value = 0,000) dan ada pengaruh antara sikapdengan penggunaan IUD (p-value = 0,000). Disarankan agar dapat mengintensifkan lagipenyuluhan tentang alat kontrasepsi terutama IUD.Kata Kunci : KB, UID, Faktor Predisposisi
PENGARUH KEJADIAN REAKSI TERHADAP PROGNOSIS KECACATAN PADA PASIEN KUSTA: STUDI KOHORT RETROSPEKTIF DI KOTA TANGERANG SELATAN Isti’anah Surury; Bambang Sutrisna
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.511

Abstract

Tingginya angka kasus baru yang ditemukan dari tahun ke tahun, meningkatkan risiko kecacatan pada pasien kusta. Proporsi kecacatan tingkat 2 di Provinsi Banten sebesar 10,57%. Kota Tangerang Selatan merupakan wilayah tertinggi ke-5 dengan penemuan kasus baru lebih dari 400 orang. Tujuan penelitian diketahui pengaruh kejadian reaksi terhadap kondisi cacat akhir pada penderita kusta di Kota Tangerang Selatan setelah dikontrol variabel usia, jenis kelamin, tipe kusta, cacat awal dan status akhir pengobatan 2008-2015. Desain studi kohort retrospektif dinamik mengggunakan 418 data kohort pasien kusta di 25 puskesmas wilayah Kota Tangerang Selatan 2008- 2015. Data diambil secara total sampling dan proses penelitian dilakukan selama Maret– Juli 2016 dengan menggunakan analisis cox regression. Studi menemukan mayoritas pasien kusta yang teregister adalah laki-laki (60,05%) dengan dominasi bertipe kusta basah (MB) 89%. Kejadian reaksi terbukti bermakna secara statistik pengaruhnya pada kondisi cacat akhir pasien selama proses pengobatan multidrugs therapy (MDT) setelah dikontrol variabel tipe kusta, kondisi cacat awal, status akhir dan kategori umur dengan HR sebesar 2,43 (95% CI:1.04-5.79). Reaksi dan cacat (tipe MB) dengan memberikan layanan konseling oleh psikolog atau memantau kondisi pasien setiap datang mengambil obat. Serta perlunya pencatatan dan dokumentasi register kohort secara rutin serta akurat dan lengkap di dinas kesehatan dan puskesmas-puskesmas wilayah kerja Kota Tangerang Selatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMITMEN PENCEGAHAN TERSIER PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS SE-KOTA METRO TAHUN 2012 Janu Purnomo; Gunawan Irianto; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.351

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian. Faktor resiko padapenyakit hipertensi yaitu faktor yang tidak dapat diubah atau dikontrol dan faktor yangdapat diubah atau dikendalikan. Faktor yang dapat diubah atau dikendalikan adalahobesitas, mengkonsumsi garam, olah raga, mengkonsumsi alkohol dan merokok.Pencegahan tersier ditujukan untuk meminimalkan komplikasi, menghindari kecacatandan meningkatkan kualitas hidup agar dapat menjalani kehidupan secara normal dandapat diterima oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktoryang berhubungan dengan komitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi padamasyarakat di wilayah kerja puskesmas Se-Kota Metro.Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Studi Cross Sectional.Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 99 responden. Data diperoleh dengan tehnikwawancara menggunakan kuesioner. Analis data menggunakan Uji Chi square, dengantingkat kepercayaan 95% dan multipel regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan variabel persepsi hambatan(p-value = 0,000), persepsi kemampuan diri (p-value = 0.000), sikap (p-value = 0,001)dengan komitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi, dan tidak ada hubunganpersepsi manfaat (p-value = 0,084). Faktor yang paling dominan berhubungan dengankomitmen pencegahan tersier penyakit hipertensi adalah persepsi hambatan (OR =7,955) . Saran bagi petugas kesehatan perlu ditingkatkan program promosi kesehatanpada masyarakat dalam pencegahan tersier penyakit hipertensi di masyarakat melaluimedia masa maupun elektronik. Penyuluhan dan kunjungan rumah pada pasienhipertensi perlu dilakukan dalam rangka memantapkan program pencegahan tersierpenyakit hipertensi..Kata Kunci : Hipertensi, Persepsi rintangan, Komitmen
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS DAN DAYA LARVASIDA INFUSA DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN INFUSA DAUN SIRSAK (Annonamuricatab L.) TERHADAP LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI Ani Hartati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.438

Abstract

Pemberantasan nyamuk Aedes aegypti sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengan menggunakan insektisida sintesis mempunyai kekurangan, salah satunya adalah insektisida tersebut sukar didegradasi oleh alam. Untuk itu diusahakan pencarian insektisida alami yang berasal dari tanaman. Tanaman sirih dan sirsak merupakan dua tanaman yang berasal dari famili yang potensial sebagai insektida nabati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui LC90 dari infusa daun sirih dan infusa daun sirsak. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari kedua infusa dibandingkan dengan temefos (Abate®) sebagai insektisida sintesis yang banyak digunakan sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti.Terdapat lima konsentrasi infusa masing-masing daun yang dibuat, yaitu 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Sebagai kontrol negatif adalah akuades dan kontrol positifnya adalah temefos 1 ppm. Ke dalam masing-masing cairan dimasukkan sepuluh ekor larva instar III nyamuk Aedes aegypti. Kemudian dicatat larva yang mati tiap jam selama 6 jam, kemudian jam ke-12. Percobaan dilakukan tiga kali. Larva yang mati dinyatakan dalam persentase. Data dalam persentase diolah sehingga bisa dilakukan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD. Kedua infusa juga dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan kimianya.Infusa daun sirih dan infusa daun sirsak keduanya mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. LC90 6 jam dari infusa daun sirih adalah 6,18% sedangkan daun sirsak 9,59%. Keduanya kurang efektif dibandingkan dengan temefos. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara infusa daun sirih dibandingkan daun sirsak meskipun LC90 berbeda. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang daya larvasida pada stadium larva yang berbeda dan kandungan kimia dari kedua daun yang bersifat insektisida.Kata kunci : Infusa, sirih, sirsak, Aedesaegypti
Analisis Hubungan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) dan Asfiksia dengan Ikterus Neonatorum Eka Frelestanty; Lea Masan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3029

Abstract

Penyebab ikterus neonatorum masih merupakan faktor predisposisi. Disamping itu, faktor risiko terjadinya hiperbillirubin diantaranya bayi kurang bulan atau kehamilan usia <37 minggu, bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dan jenis persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan BBLR dan asfiksia dengan ikterus neonatorum. Penelitian dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif melalui pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh bayi baru lahir di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang tahun 2019 sebanyak 265 bayi. Hasil pengujian menggunakan Chi square memberikan hasil p-value <0.001 artinya ada hubungan antara antara BBLR dan asdiksia dengan ikterus neonatorum.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue