cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN KADER DENGAN KEIKUTSERTAAN LANSIA MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA DI POSYANDU MAWAR DESA TRI RAHAYU KECAMATAN NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN 2012 Bety Nilasari; Ahcmad Farich
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i3.330

Abstract

Pertambahan penduduk usia lanjut secara bermakna akan disertai oleh berbagaimasalah yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan lansia baik terhadap individusendiri, keluarga dan masyarakat meliputi fisik, biologis mental maupun sosial ekonomi.Dari hasil pra penelitian ternyata didapatkan masih banyak Lansia yang tidak aktifmengikuti kegiatan Posyandu, selama periode tahun 2009 rata-rata Lansia yang aktifpada Posyandu Lansia antara 20 – 25 orang atau sekitar 45%. Tujuan penelitian adalahdiketahui hubungan antara dukungan keluarga dan peran kader dengan keikutsertaanlansia mengikuti kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Mawar Desa Tri Rahayu WilayahKerja Puskesmas Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional.Populasi seluruh Lansia yang ada di Posyandu Mawar Desa Tri Rahayu Wilayah KerjaPuskesmas Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Bulan JanuariTahun 2012 sebanyak 231 orang. Sampel 146 responden. Analisis data yang digunakanyaitu uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan responden mendapatkan dukungan keluargasebanyak 86 responden, responden dengan peran kader baik sebanyak 99 responden,responden yang ikut serta dalam kegiatan Posyandu Lansia sebanyak 62 responden, Adahubungan antara dukungan keluarga (p value 0,000), peran kader dengan keikutsertaanlansia dalam kegiatan Posyandu (p value 0,000). Saran bagi petugas kesehatan agarmeningkatkan pembinaan terhadap kader dan keluarga sehingga dapat meningkatkandukungan dan peran kader dalam memotivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandulansia.Kata Kunci : Dukungan keluarga, Peran Kader, Keikutsertaan Lansia
ANALISA DETERMINAN YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG KEBIDANAN RS BHAYANGKARA BANDAR LAMPUNG 2016 Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.458

Abstract

Immobilisasi atau tidak melakukan pergerakan sedini mungkin selama masa penyembuhan, serta pengaruh anastesi dan analgetik merupakan penyebab utama timbulnya komplikasi pasca operatif. Pasien pasca bedah yang tidak melakukan mobolisasi dini masih cukup tinggi. Dampak dari tidak melakukan mobilisasi dini adalah lama hari rawatnya menjadi lebih lama. Tujuan penelitian diketahui determinan yang memengaruhi pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi di ruang kebidanan RS Bhayangkara Bandar Lampung 2016.Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel 50 orang, diambil menggunakan accidental sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda dengan derjat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sikap (p=0,018, OR= 5,182), persepsi (p=0,049, OR=3,750), motivasi (p=0,011, OR=5,429), dukungan keluarga (p=0,024, OR=4,667), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,021, OR=4,8) dengan pelaksanaan mobilisasi dini. Variabel motivasi pasien merupakan faktor dominan (p=0,011, OR=5,429). RS melalui tenaga kesehatan disarankan untuk lebih mengintensifkan penyuluhan tentang manfaat pelaksanaan mobilisasi dini pasca operasi.Kata Kunci: Mobilisasi Dini
Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mandiri di Kecamatan Langkapura Bandar Lampung Tahun 2019 Annisa Roezwir; Samino Samino; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2940

Abstract

JKN merupakan asuransi sosial yang wajib diikuti oleh seluruh penduduk Indonesia namun upaya untuk memperluas cakupan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Lampung mencatat peserta sebanyak 3.815.121 jiwa. Tujuan penelitian diketahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mandiri di Wilayah Kerja Langkapura Bandar Lampung Tahun 2019. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti akan melakukan penelitian setelah proposal disetujui. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Langkapura Kota Bandar Lampung. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang merupakan hasil dari kuesioner. Hasil penelitian diketahui dari 133 responden, sebanyak 104 (78,2%) responden bukan peserta JKN. Sebanyak 90 (67,7%) responden dengan pengetahuan kurang baik. Sebanyak 81 (60,9%) responden dengan pendapatan <Rp. 2.500.000. Sebanyak 78 (58,6%) responden dengan persepsi manfaat tidak baik. Sebanyak 69 (51,9%) responden dengan persepsi resiko sakit tidak baik. Ada hubungan pendapatan dengan nilai (p-value = 0,006 nilai OR 3,369). Ada hubungan Pengetahuan dengan nilai (p-value = 0,000 nilai OR 9.784). Ada hubungan persepsi manfaat dengan nilai (p-value = 0,000 nilai OR 6.762). Ada hubungan persepsi resiko sakit dengan nilai (p-value = 0,006 nilai OR 3.724). Faktor dominan adalah pengetahuan dengan nilai OR tertinggi yaitu sebesar 7,328 dan p–value sebesar <0.001. Saran petugas kesehatan dapat memberikan informasi yang baik pada masyarakat tentang pemanfaatan JKN pada pelayanan kesehatan.
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI DI SMPN DI WILAYAH KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Marsal Usman; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i2.426

Abstract

Sepanjang kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhan penyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan). Kasus kanker leher rahim 90% ditandai dengan keputihan. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Hasil survey Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES) Universitas Indonesia bekerja sama dengan Sentra Kawula Muda (SKALA) dan World Population Foundation (WPF) Indonesia diketahui bahwa remaja putri pada tahun 2011 sebanyak 65% pernah mengalami keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian fluor albus pada siswi di SMPN di Wilayah Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2013.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 795 siswi. Sampel proportional stratified random sampling sejumlah 259 siswi. Pengambilan data wawancara dengan kuisioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda.Hasil penelitian pada analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan penggunaan celana dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=1.960), kebersihan organ kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0.002, OR=13.490), penggunaan sabun pembersih kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=22.000), penggunaan toilet umum dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=18.242), penggunaan pembalut dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=15.547), penggunaan pantyliner dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=(12.364). Dari analisis multivariat faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian fluor albus adalah penggunaan sabun pembersih kewanitaan dengan OR= 21.044. Kesimpulan terdapat hubungan penggunaan celana, kebersihan organ kewanitaan, sabun pembersih kewanitaan, toilet umum, pembalut dan pantyliner dengan kejadian fluor albus, serta variabel sabun pembersih kewanitaan merupakan paling dominan. Disarankan, para siswi untuk tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan.Kata kunci : Celana, organ kewanitaan, sabun, toilet, pembalut, dan pantyliner, fluor albus
Indek Keluarga Sehat: Studi Desa “X” Teluk Pandan, Pesawaran Samino Samino; Tranko Negara; Agin Gunando
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.1452

Abstract

ABSTRAKDerajat kesehatan Indonesia masih sangat rendah, tercermin dalam capaian dua belas indikator keluarga sehat. Masih tingginya ibu melahirkan yang tidak ditangani oleh tenaga kesehatan, persoalan penanganan 4T belum tuntas, masih tingginya angka keluarga yang merokok, balita kurang gizi, kelebihan berat badan, dan lain-lain. Tujuan penelitian diketahui dua belas indikator keluraga sehat dan indek keluarga sehat (IKS). Penelitian dilaksanakan di Desa “X”, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Responden 714 KK, berasal dari empat dusun (Tanjung Agung, Sinar Maju, Cikoak, dan Pematang). Pengambilan data dengan wawancara terpimpin dengan kuesioner diadopsi dari program PIS-PK, dilaksanakan Agustus 2018. Analisa data diskriptif (%), baik 12 indikator keluarga sehat maupun IKS RT, dusun, dan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian 12 indikator keluarga sehat lebih banyak yang belum tercapai (68.44%), yang tercapai baru (41.66%). Cakupan IKS Desa “X” masih sangat rendah (11,34%), termasuk dalam kategori Desa Tidak Sehat. Disarankan kepada pemerintah pusat untuk membuat kebijakan pundamental untuk menekan tingginya masyarakat yang merokok, dan belum ber-KB. Kepala desa dan Dinas Kesehatan/puskesmas/Bidan Desa agar lebih intensip ke kemasyarakat untuk memantau pelaksanaan 12 indikator keluarga sehat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN SUAMI DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK LAMPUNG UTARA TAHUN 2014 Nirmala Nirmala; Lolita Sari; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.394

Abstract

Kunjungan Antenatal Care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedinimungkin semenjak dirinya merasa hamil untuk mendapatkan pelayanan asuhanantenatal. Ketidaksesuaian jumlah kunjungan ANC selama kehamilan, menyebabkanmasalah dan komplikasi dalam kehamilan masih berlanjut yang menyebabkan tingginyaangka kematian ibu. Berdasarkan data dari Kemkes RI tahun 2013, cakupan kunjunganibu hamil K4 di Indonesia adalah 87,37%. Dimana hasil survey yang dilakukan diPuskesmas Kotabumi udik Lampung Utara tahun 2013 terdapat 304 (73%) orang ibuhamil yang melakukan kunjungan K1 dan 211 (51%) orang ibu hamil yang melakukankunjungan K4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan,dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan antenatal care diPuskesmas Kotabumi Udik Lampung Utara tahun 2014.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik denganmenggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semuaibu hamil trimester III yang berkunjung di Puskesmas Kotabumi Udik Lampung Utarapada bulan Januari dan Februari tahun 2014 yang berjumlah 49 orang, sedangkansampel yang di ambil adalah total populasi sebanyak 49 orang. Analisis bivariat dalampenelitian ini menggunakan Uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh p-value 0,008 yang berarti ada hubungan pengetahuandengan kunjungan ANC, p-value 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan suamidengan kunjungan ANC dan p-value 0,004 yang berarti ada hubungan dukungan tenagakesehatan dengan kunjungan ANC.Saran penelitian ini yaitu diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasandan pengetahuan tentang hubungan pengetahuan, dukungan suami dan dukungantenaga kesehatan dengan kunjungan ANC bagi institusi pendidikan, objek penelitian, bagipeneliti dan masyarakat.Kata kunci : Pengetahuan, Dukungan Suami, Dukungan Tenaga Kesehatan
DINAMIKA PERUBAHAN UNSUR IKLIM (SUHU, KELEMBABAN DAN CURAH HUJAN) DAN KEJADIAN MALARIA PADA PENDUDUK PANDEGLANG Eliza Eka Nurmala
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.481

Abstract

Hingga saat ini, malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat global dan terjadi hampir diseluruh dunia. Pada tahun 2009 diketahui terdapat 544.470 kasus malaria terjadi di Indonesia. Di kabupaten Pandeglang terdapat 12 kecamatan yang dinyatakan endemis malaria pada tahun 2010. Adanya perubahan iklim global diseluruh dunia membuat , diperkirakan unsur iklim yaitu suhu, kelembaban dan curah hujan di wilayah Kabupaten Pandeglang juga mengalami perubahan. Penelitian ini menggunakan studi ekologi time trend dengan waktu 6 tahun dari 2005-2010. Data didapat dalam bentuk data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara kejadian malaria dengan suhu (p=0,28), kelembaban (p=0,16), dan curah hujan (p=0,83). Namun pola hubungan seluruh variabel bersifat positif. Disarankan penelitian selanjutnya mengkaji secara lebih mendalam kaitan unsur iklim dengan malaria menggunakan jumlah data yang lebih banyak sehingga hasil yang didapatkan akan lebih akurat.Kata kunci : Malaria, suhu, kelembaban, curah hujan, pandenglang
Tingkat Literasi Kesehatan Pada Penderita Hipertensi di UPTD Puskesmas Bandarjaya Lampung Tengah Dhiny Easter Yanti; Andoko Andoko; Eva Mayasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.1593

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu jenis penyakit kardiovaskuler dimana secara global diseluruh dunia menyumbang sekitar 17 juta kematian pertahun (hampir sepertiga) dari total kematian dunia. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor yang berhubungan dengan tingkat literasi kesehatan pada penderita hipertensi.Metode penelitian kuantitatif,cross sectional dengan pengambilan data primer,populasi 2.405 dan sampel 297 orang dengan pengambilan secara cluster random sampling.Hasil sebagian responden memiliki tingkat literasi baik 177 (59,6%),tingkat pendidikan tinggi 170 (57,2%),bekerja 261 (87,9%),berpendapatan kurang dari UMK Lampung Tengah 171 (57,6%), memiliki akses layanan kesehatan mudah 174 (58,6%),memiliki akses teknologi kesehatan mudah 274(83,2%),akses informasi kesehatan mudah 187(63,3%).Literasi Kesehatan berasosiasi positif dengan tingkat pendidikan p =0.000 OR=3,1,pekerjaan p=0,004 OR=2,9,pendapatan p=0,003 OR=2,1,akses layanan kesehatanp=0,000 OR=2,7,akses teknologi kesehatan p=0,002,akses informasi kesehatanp=0,000 OR-9.Didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan signifikan dengan literasi kesehatan yaitu tingkat pendidikan (OR=2,54),pendapatan(OR=2,1),Akses Teknologi dan akses informasi kesehatan (OR=8,8).Saran untuk meningkatkan akses informasi kesehatan dengan melengkapi media edukasi seperti buku dan majalah,poster,leaflet terkait tema hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2012 Wulan Marniasih; Dessy Hermawan; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.321

Abstract

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit campak diIndonesia sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang harus ditanganikarena kasus campak masih tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari PuskesmasNatar prevalensi kasus campak di tahun 2010 sebesar 2 kasus meningkat pada tahun2011 menjadi 44 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yangberhubungan dengan kejadian campak di Wilayah Kerja Puskesmas Natar KabupatenLampung Selatan Tahun 2012.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan casecontrol. Populasi kasus adalah seluruh anak usia <15 tahun yang terkena campak padatahun 2011. Populasi kontrol adalah anak <15 tahun yang tidak terkena campak. Besarsampel seluruhnya yaitu 60 orang yang terdiri dari 30 orang kasus dan 30 orangkontrol.Analisa data menggunakan chi square.Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara status imunisasi campakdengan kejadian campak (p-value=0,020 OR=4,030), ada hubungan antara status gizidengan kejadian campak (p-value=0,004 OR=5,5) dan ada hubungan antara kondisiventilasi dengan kejadian campak (p-value=0,016 OR=4,571). Faktor yang tidakberhubungan dengan kejadian campak antara lain ASI Eksklusif, status sosial ekonomidan kepadatan hunian rumah.Untuk mencegah penyakit campak diharapkan bagi masyarakat terutama para ibuuntuk mengimunisasi anak mereka dengan imunisasi campak, memperhatikan gizi anakdengan asupan makanan bergizi dan memenuhi kriteria rumah sehat. Bagi petugaskesehatan Puskesmas Natar agar lebih meningkatkan pelayanan imunisasi dan programsanitasi di Wilayah Kerja Puskesmas.Kata kunci : Status imunisasi campak, ASI eksklusif, status gizi, status sosial ekonomi,kepadatan hunian, ventilasi, kejadian campak
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI BPS RHOMA SARTIKA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2015 Ana Mariza
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.449

Abstract

Berdasarkan hasil perhitungan data SUSENAS tahun 2012, presentasi bayi usia 0-6 bulan yang menerima ASI Eksklusif di Propinsi Lampung sebesar 30,5%. Jika diperkabupaten atau kota, Bandar Lampung masih dibawah rata-rata yaitu sebesar 21,46%. Tujuan dari penelitian ini diketahui hubungan pendidikan dengan pekerjaan ibu terhadap pemberian asi eksklusif di BPS Rhoma Sartika, SST Natar, Lampung Selatan 2015.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan analitik pendekatan cross sectional, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sebanyak 39 dan sampel sebanyak 39 orang yang diambil dengan tehnik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square.Hasil analisa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi frekuensi Distribusi frekuensi pemberian ASI eksklusif sebagian besar dengan kategori tidak memberikan sebanyak 21 responden (53,8%). Distribusi frekuensi pendidikan responden sebagian besar dengan kategori pendidikan rendah sebanyak 24 responden (61,5%). Distribusi frekuensi pekerjaan responden sebagian besar dengan kategori tidak bekerja sebanyak 22 responden (56,4%). Ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,000 < α 0,05). OR: 24,700. Ada hubungan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,003 < α 0,05). OR: 11,050.Disarankan ibu menyusui untuk dapat lebih aktif dalam mencari informasi dan lebih meningkatkan pengetahuanagar lebih mengetahui tentang pemberian ASI eksklusif, sehingga diharapkan lebih meningkatnya kesadaran dalam pemberian ASI eksklusif.Kata Kunci : Pendidikan - Pekerjaan - ASI Eksklusif.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue