cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 562 Documents
Pemanfaatan Edukasi Kader Kesehatan dan Media Kalender Edukasi dalam Intervensi Pengendalian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 Deana Kalyca Widodo Putri; Shafa Rizka Tribanowati; Dinda Desfira; Rizky Adinda Maelani; Nadira Lianawati; Silmi Kusuma Wardhani; Dewi Utami Iriani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27163

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Kelurahan Serua, dengan capaian program pengendalian yang belum optimal yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, keterbatasan media edukasi, serta belum optimalnya peran kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan edukasi kader kesehatan dan media kalender edukasi dalam upaya pengendalian TBC di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung, Kelurahan Serua. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan sasaran kader kesehatan dan masyarakat. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan kader, serta observasi pemasangan media kalender edukasi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai sebelum dan sesudah edukasi. Pemanfaatan media kalender edukasi belum optimal, dengan proporsi pemasangan sebesar 45,7% dan sebagian besar status pemasangannya tidak teridentifikasi. Edukasi kader kesehatan menunjukkan efektivitas yang lebih optimal apabila diintegrasikan dengan monitoring dan pendampingan dalam pemanfaatan media edukasi untuk mendukung upaya pengendalian TBC di masyarakat.
Implementasi Program PMT dalam Penurunan Stunting Berdasarkan Teori Merilee S. Grindle di Puskesmas Kebondalem Amelia Mutiafani; Yuniarti Yuniarti; Teguh Irawan
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27239

Abstract

Abstrak: Implementasi Program PMT dalam Penurunan Stunting Berdasarkan Teori Merilee S. Grindle di Puskesmas Kebondalem.Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting adalah melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan dalam upaya penurunan stunting di Puskesmas Kebondalem berdasarkan teori implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri atas petugas gizi, bidan desa, kader posyandu, dan ibu balita penerima Program Pemberian Makanan Tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan telah berjalan sesuai sasaran berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita, didukung oleh ketersediaan sumber daya, koordinasi antar pelaksana, serta partisipasi masyarakat yang cukup baik. Program memberikan manfaat dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan mendukung perbaikan status gizi balita. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kondisi sosial ekonomi keluarga dan perbedaan pola konsumsi makanan tambahan pada setiap balita. Disimpulkan bahwa implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan di Puskesmas Kebondalem telah berjalan cukup baik sesuai indikator teori Merilee S. Grindle, namun masih diperlukan penguatan edukasi keluarga dan pemantauan pelaksanaan program agar tujuan penurunan stunting dapat dicapai secara lebih optimal. Kata Kunci : Implementasi, PMT, Stunting, Merilee S. Grindle, Puskesmas.
Association Between Work-Related Stress and the Prevalence of Hypertension Among Employees of Engineering Company in 2025 Shafira Zahara; Dewi Purnamawati
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.24623

Abstract

People's physical and mental health, particularly their blood pressure, may be impacted by the psychosocial disorder known as work-related stress. In 2025, this research set out to examine how engineering firm workers felt about their jobs in relation to their stress levels and the frequency with which hypertension episodes occurred. One hundred thirty-seven workers were chosen at random for a cross-sectional analytical observational research. Blood pressure was measured according to World Health Organization standards, and work-related stress was categorized as either low or high. At the 5% significance level, the data were examined using bivariate and univariate analyses using the Chi-square test. The majority of responders (62.2%) reported hypertension and high levels of stress due to their jobs. There was no statistically significant link between work-related stress and hypertension (p-value = 0.623), while the risks of acquiring hypertension were 1.41 times greater for employees with high stress levels compared to those with low stress levels. It is clear from these results that stress on the job does not play a major role in the development of hypertension in the sample group. Nonetheless, initiatives to improve and safeguard workplace health should not be abandoned.
Analisis Situasi dan Perancangan Intervensi Pengendalian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 shafa rizka tribanowati; Silmi Wardhani; nadira lianawati; dinda desfira; rizky adinda maelani; deana kalyca widodo; dewi utami iriani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27154

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Beban TBC di Indonesia masih tergolong tinggi dengan menempati peringkat kedua dunia. Kota Tangerang Selatan masih menjadi salah satu daerah yang menunjukkan peningkatan kasus TBC, menunjukkan bahwa upaya pengendalian yang dilakukan belum efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi program pengendalian TBC di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung, serta merancang program intervensi yang tepat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan analisis fishbone, Simple Additive Weighting (SAW), dan Force Field Analysis (FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan TBC bersifat multisektoral, dengan rendahnya pengetahuan masyarakat sebagai masalah utama. Program SERGAP TBC terpilih menjadi intervensi prioritas berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan TBC.
Analisis Prevalensi Dan Faktor Risiko Diare Pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Hajimena Melalui Survey Mawas Diri Nova Muhani; Christin Angelina Febriani; M. Reza Mahendra; Nakita Wima Puri; Luh Dewi; Nadia Adela Putri; Rika Oktaviani; Monica Falentina Putri; Nur Syifa Aulia; Taura Riska Viona; Khumairoh Khumairoh; Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.16838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor risiko diare di masyarakat wilayah kerja Puskesmas Hajimena melalui survei Mawas Diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode survei cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup informasi demografi, kondisi sanitasi, pola makan, dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi diare di wilayah kerja Puskesmas Hajimena mencapai 15%. Analisis lebih lanjut mengidentifikasi beberapa faktor risiko signifikan, termasuk rendahnya kualitas air minum, buruknya sanitasi, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang higiene pribadi. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan fasilitas sanitasi dan edukasi kesehatan sebagai langkah preventif untuk mengurangi kejadian diare. Rekomendasi diberikan untuk program intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat.
Analisis Kebijakan Pengelolaan Limbah Medis : Literatur Review Nia Permata Sari; Dewi Purnamawati
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.21870

Abstract

Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat, petugas kesehatan, serta lingkungan sekitar. Kota Padangsidimpuan, seperti kota-kota di Indonesia, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan ramah lingkungan di fasilitas kesehatan. Meskipun telah ada kebijakan dan regulasi yang mengatur pengelolaan limbah medis, namun implementasinya seringkali masih belum optimal. Penelitian ini merupakan Literature Review bertujuan untuk mengetahui Analisis Kebijakan pengelolaan limbah medis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder untuk menggali informasi sebanyak mungkin yang diperoleh melalui google scholar, Portal Garuda (IPI) dan Pubmed. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jurnal yang memiliki Nomor Volume/ISSN, terbitan versi online, diterbitkan oleh penerbit, badan ilmiah, organisasi profesi, atau perguruan tinggi. Berdasarkan hasil review jurnal diketahui bahwa Hasil riset menunjukan bahwa secara keseluruhan, penelitian-penelitian ini menggarisbawahi bahwa meskipun kebijakan pemerintah, khususnya Peraturan Kemenkes, telah ada dan cukup komprehensif, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Kendala tersebut meliputi kurangnya pemahaman dan kesadaran petugas, keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan yang memadai, serta tantangan dalam pengawasan dan alokasi anggaran.
EDUKASI KEAMANAN KOSMETIK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMA TERHADAP PENGGUNAAN PRODUK KECANTIKAN Faroha Nur Rahmah; Haeny Sholichatin; Putricia Citra Ardelia; Denes Yulfa Fatma Aisyah; Syafira Nur Hayati
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.25891

Abstract

Tingginya penggunaan kosmetik pada remaja tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan, kandungan bahan, dan legalitas produk, sehingga berisiko menimbulkan dampak kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan keamanan kosmetik terhadap peningkatan pengetahuan remaja SMA. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test dan post-test. Penelitian dilakukan pada 39 siswa SMA Muhammadiyah 3 Maduran. Data dikumpulkan melalui kuesioner berupa soal pilihan ganda sebanyak 10 item dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi, ditandai dengan peningkatan kategori baik dari 64,1% menjadi 84,6%, penurunan kategori cukup dari 23,0% menjadi 15,3%, serta tidak adanya lagi kategori kurang dari sebelumnya 12,8%. Edukasi juga meningkatkan pengetahuan berdasarkan jenis kelamin dan usia. Kesimpulannya, edukasi keamanan kosmetik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap kritis remaja dalam memilih produk kosmetik yang aman.
Comparison of Community Satisfaction Index and Waiting Time at Four Community Health Centers in Lampung Try Any Widyastuti; Marita Pratami
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27560

Abstract

Background: Patient satisfaction and waiting time are core indicators of primary health care quality and are routinely required for public accountability under Indonesia's Community Satisfaction Survey (Survei Kepuasan Masyarakat/SKM) regulation. Objective: To compare the Community Satisfaction Index (Indeks Kepuasan Masyarakat/IKM) and outpatient waiting time across four community health centers (Puskesmas) in Lampung Province. Method: This study used a descriptive comparative design with a cross-sectional approach. Respondents were 120 outpatients (30 per Puskesmas) selected by accidental sampling, assessed on nine SKM elements (scale 1-4). Waiting time was measured directly by trained observers from registration until the patient was first examined. Data were analyzed descriptively and compared using the Kruskal-Wallis test with Dunn's post-hoc test, and the association between IKM and waiting time was tested with Spearman correlation.Results: The IKM ranged from 76.11 (PKM X Kab, category C-Kurang Baik) to 89.81 (PKM A Kota, category A-Sangat Baik), with PKM B Kota (82.22) and PKM Y Kab (78.52) in category B-Baik. The Kruskal-Wallis test showed a significant difference in IKM between the four Puskesmas (H=57.62; p0.001), with the largest gap found between PKM A Kota and the other three sites. Mean waiting time ranged from 24.80 minutes (PKM A Kota) to 32,37 minutes (PKM Y Kab), but the difference was not statistically significant (H=7,77; p=0,051). A weak negative correlation was found between waiting time and IKM (rs=−0,225; p=0,013).Conclusion: Community satisfaction differed significantly among the four Puskesmas, while outpatient waiting time did not differ significantly, indicating that satisfaction is shaped by more than time efficiency alone-particularly staff competence, procedures, and facilities. 
Hubungan Personal Hygiene dan Kondisi Fisik Rumah Dengan Keluhan Dermatitis Atopik di Wilayah Kerja Puskesmas BP Nauli Kota Pematangsiantar Dwi Azura Rahmadanty; Yulia Khairina Ashar
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.22776

Abstract

Abstrak salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai pada masyarakat disebabkan karena kurang baiknya personal hygiene dan kondisi fisik rumah. Penelitian bertujuan dalam mengetahui hubungan personal hygiene dan kondisi fisik rumah dengan keluhan dermatitis atopik di Wilayah Kerja Puskesmas BP Nauli Kota Pematangsiantar. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dengan desain case control menggunakan total sampling perbandingan 1:1. Analisis data menggunakan analisis univariat dan juga analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan personal hygene memiliki nilai p = 0,406 dan kondisi fisik rumah dengan nilai p = 0,229. Lengkapnya, pada variabel personal hygiene untuk tangan, kaki, dan kuku dengan nilai p = 0,120, untuk kulit dengan nilai p = 1,000, untuk handuk dengan nilai p = 0,119, untuk sprei dan tempat tidur dengan nilai p = 0,017, untuk pakaian dengan nilai p = 0,025, dan untuk rambut dengan nilai p = 0,362. Pada kondisi fisik rumah, kondisi dinding dengan nilai p = 1,000, kondisi atap dengan nilai p = 0,588, suhu dengan nilai p = 0,071, dan kelembapan dengan nlai p = 0,031. Kesimpulannya, secara umum tidak ada hubungan variabel independen dengan varaiebl dependen.
Analisa perilaku produsen dan konsumen pada sektor kesehatan di Indonesia Astri Nurlestari
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.21603

Abstract

Analisa perilaku produsen dan konsumen dalam bidang kesehatan di Indonesia menunjukkanberbagai aspek penting. Produsen, seperti rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan, cenderung fokus pada profitabilitas, kualitas pelayanan, dan kepuasan pasien untuk memastikan keberlangsungan bisnis mereka. Konsumen, sebagai pasien, memiliki perilaku yang dipengaruhi oleh citra rumah sakit, kualitas pelayanan, dan faktor lain seperti aksesibilitas, biaya, dan kepraktisan.Penelitian ini mengadopsi pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisa perilaku produsen dan konsumen dalam bidang kesehatan di Indonesia . Hasil dari analisis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat. Dengan memahami bagaimana produsen (seperti rumah sakit, klinik, atau perusahaan farmasi)berperilaku dan bagaimana konsumen (pasien, keluarga, atau masyarakat umum) berinteraksi dengan layanan kesehatan, dapat dilakukan pemetaan kebutuhan, penyesuaian layanan, dan peningkatan kualitas secara keseluruhan.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3 Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2 Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue