cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Konsentrasi Belajar Pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Di SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Yesi Nurmalasari; Eka Silvia; Siti Anisya Agustina Husin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.2627

Abstract

Latar Belakang: Stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar akan mengakibatkan stunting yang berkelanjutan pada anak sekolah. Menurut UNICEF tahun 2012 penyakit infeksi dan kebutuhan makanan yang tidak seimbang menyebabkan masalah gizi pada anak. . Sarapan pagi dengan kecerdasan mental berkaitan erat, artinya memberi nilai positif untuk aktivitas otak yang dapat berfungsi secara optimal. Tanpa makan saat sarapan otak anak sulit untuk berkonsentrasi saat sekolah.Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting di SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun 2019.Metodologi:Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anak kelas IV, V dan VI yaitu 77 orang di SD Negeri 13 Teluk Pandan, serta pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis dengan Uji Spearman. Hasil: Hasil uji statistik bivariat Spearman didapatkan masing-masing nilai p = 0,002  pada anak stunting dan p = 0,031 pada anak tidak stunting. Berarti stunting dan tidak stunting memiliki hubungan sarapan dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan : Terdapat hubungan dari sarapan dengan konsentrasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun 2019. Kata Kunci : Kebiasaan Sarapan, Konsentrasi Belajar, Stunting.
HUBUNGAN FAKTOR SPESIFIK MATERNAL DENGAN ANGKA KEJADIAN PREEKLAMSIA/EKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RUANG KEBIDANAN RSUD DR. A.DADI TJOKRODIPO KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2011 Mira Puspita; Dessy Hermawan; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.318

Abstract

Faktor risiko preeklamsia meliputi kondisi medis yang berpotensi menyebabkan kelainanmikrovaskular, seperti diabetes melitus, hipertensi kronis dan kelainan vaskular sertajaringan ikat, sindrom antibodi fosfolipid dan nefropati. Faktor risiko lain berhubungandengan kehamilan itu sendiri atau dapat spesifik terhadap ibu atau ayah dari janin.Tujuan penelitian diketahui hubungan faktor spesifik maternal dengan angka kejadianpreeklamsia/eklamsia pada ibu bersalin.Jenis penelitian analitik dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah ibuyang bersalin dengan preeklamsia/eklamsia maupun normal di Ruang Kebidanan RSUDDr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung antara 1 Januari 2011 – 31 Desember2011, dengan jumlah sampel sebanyak 247 orang. Analisa data pada penelitian inimenggunakan uji Chi-square (c2).Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan primigravida (p-value= 0,000 dan OR=2,703), usia (p-value= 0,001 dan OR = 2,348), nullipara (p-value= 0,001 dan OR =2,436), preeklamsia pada kehamilan sebelumnya (p-value= 0,000 dan OR = 2,608) dankondisi medis khusus (p-value= 0,002 dan OR= 2,268) dengan angka kejadianpreeklamsia/eklamsia pada ibu bersalin di Ruang Kebidanan RSUD Dr. A. Dadi TjokrodipoKota Bandar Lampung.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagi pelayanankesehatan untuk meningkatkan pelayanan ANC secara teratur untuk mendeteksi penyulitpersalinan, sehingga dapat menurunkan kecemasan dalam menghadapi persalinan.Kata Kunci : Faktor Spesifik Maternal, Preeklamsia/Eklamsia
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANKER PAYUDARA DI RSUD PRINGSEWU TAHUN 2014 Metalia Agnessia; Christin Angelina Febriani; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.446

Abstract

Data International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002 didapatkan insidensi kanker payudara di Indonesia 26 per 10000 wanita. Kasus kanker pada wanita di RSUD Pringsewu pada tahun 2012 sebanyak 43 dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebanyak 52 kasus.Tujuan penelitian diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kanker payudara di RSUD Pringsewu 2014.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan di RSUD Pringsewu selama 4 bulan mulai dari bulan Mei sampai dengan September 2014. Sampel 84 orang. Uji yang digunakan Chi square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p=0,000; OR=5,63), hubungan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (p=0,008; OR=3,75), hubungan riwayat pemberian ASI (p=0,001; OR=,6), hubungan usia menarche dini (p=0,000; OR=6,22), hubungan riwayat keluarga (p= 0,000; OR=11,15), hubungan obesitas (p=0,004; OR=4,2), hubungan usia melahirkan anak (p=0,000; OR=7,13). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah usia menarche (p=0,000 dengan OR=13,8). Kesimpulan terdapat hubungan usia, riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal, riwayat pemberian ASI, usia menarche dini, riwayat keluarga, obesitas, usia melahirkan anak dengan kanker payudara. Usia menarche merupakan variabel dominan. Saran setiap ibu beresiko untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala.Kata Kunci: Faktor-faktor Risiko, Kanker Payudara
Pengaruh Penyuluhan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Novin Yetiani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3033

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten sintang  cakupan ASI Ekslusif Tahun 2017 yaitu 51,88%. Hal ini menunjukkan bahwa target Kabupaten sebesar 70% tidak terpenuhi. Kecamatan Sepauk merupakan salah satu Kecamatan dengan Cakupan ASI terendah yaitu 30,03% dari 323  hanya 97 bayi yang mendapat ASI. Penelitian ini menggunakan Eksperiment Semu dengan desain one group pretest and posttest dilaksanakan pada bulan Februari 2019. Tujuannya yaitu untuk mngetahui pengaruh penyuluhan Pemberian ASI Eksklusif terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui di Desa Gernis Kecamatan Sepauk Tahun 2019. Sampel penelitian ini Seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan berjumlah 32 orang. Analisa data dilakukan dengan Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan Pemberian ASI Eksklusif terhadap peningkatan Pengetahuan (Pvalue = 0,002) di Desa Gernis Kecamatan Sepauk Tahun 2019. Diharapkan petugas kesehatan dapat lebih fokus memberikan informasi tentang ASI Eksklusif dan menumbuhkan keinginan masyarakat dengan cara memotivasi masyarakat menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anaknya.
HUBUNGAN SARANA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA PAGAR DEWA KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2014 Voni Triana; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.414

Abstract

Sarana sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapatmenyebabkan tingginya angka kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara sarana sanitasi lingkungan dengan kejadian diare di DesaPagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif(survei), untuk mempelajari hubungan variabel-variabel, rancangan penelitiannyamelalui pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah kepala keluarga yangtinggal di Desa Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat,dengan populasi 543 orang. Pemilihan sampel menggunakan sistematik random samplingdengan mendapatkan sampel sebanyak 87 orang.Uji statistic menggunakan Chi Square dengan bantuan komputer program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ada hubungan antara kondisi fisik sarana air bersih(p=0,000), OR=30,5 dan CI (8,4-109,9), kepemilikan jamban sehat (p=0,024), OR=3,8dan CI (1,2-11,5), sanitasi makanan (p=0,001), OR=6,06 dan CI (2,1-17,2),pengelolaan sampah (p=0,010), OR=4,6 dan CI (1,4-11,7), dengan kejadian diare. Hasilpenelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Puskesmas Pagar Dewa untukmeningkatkan upaya pencegahan kejadian diare dengan cara memperbaiki saranasanitasi lingkungan yang ada di Desa Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa KabupatenTulang Bawang Barat tahun 2014.Kata kunci : Kejadian diare, sarana sanitasi lingkungan
KARAKTERISTIK CEDERA DAN PENCARIAN PENGOBATAN PENYINTAS PASCA GEMPA BUMI 2009 DI KOTA PADANG Mondastri Korib Sudaryo
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.1673

Abstract

Cedera akibat gempa bumi di Padang tahun 2009 dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi para penyintas. Tujuan studi ini adalah mengetahui karakteristik cedera para penyintas serta perilaku pencarian pengobatan mereka pasca gempa bumi di Padang.          Studi ini merupakan bagian dari studi kohort prospektif di kota Padang pada Januari-Agustus 2010, yang mengamati 277 penyintas yang tinggal di kota Padang, baik yang cedera (183) maupun yang tidak cedera (94). Studi ini diperkuat dengan studi kualitatif. Perbedaan proporsi secara statistic diuji dengan Chi-square.          Diantara penyintas yang cedera, kasus patah tulang ditemukan 51 kasus (27,7%). Patah tuilang terbanyak terjadi pada tungkai/kaki (58.8%) dan lengan/tangan (21.6%). Tujuan terbanyak dalam upaya mencari pertolongan pengobatan pertama kalinya adalah rumah sakit umum pemerintah dan swasta (masing-masing 31.4%). Masih ada penyintas yang mendatangi dukun patah/tabib (21.6%). Perbedaan proporsi upaya pencarian pengobatan pada kali pertama dan pada selanjutannya (kedua), secara statistik tidak bermakna (nilai-p > 0.05). Hampir semua penyintas masih menggunakan kursi roda (53%) dan tongkat penyangga (41%)          Sebagian besar penyintas yang cedera mengalami patah tulang anggota gerak bawah. Tujuan terbanyak pencarian pengobatan adalah rumah sakit umum pemerintah dan swasta. Hampir semua penyintas penderita patah tulang masih harus hidup dengan alat bantu kursi roda atau tongkat penyangga
ANALISIS KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN BUKIT KEMILING PERMAI RT 10 KECAMATAN KEMILING KOTA BANDARLAMPUNG TAHUN 2012 Welly Rizkianti; Khoidar Amirus; Dhini Easter Yanyi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.382

Abstract

Keberadaan jentik di suatu wilayah diketahui dengan indicator Angka bebas jentik(ABJ). ABJ merupakan persentase rumah atau tempat-tempat umum yang tidakditemukan jentik. Masih rendahnya Angka bebas jentik di Kelurahan Bukit KemilingPermai RT 10 sebesar 78% dari indikator nasional yaitu sebesar 95% merupakan halyang sangat perlu di waspadai , hal ini dikarenakan rendahnya Angka bebas jentikmemungkinkan banyak peluang untuk proses transmisi virus. Tujuan penelitian adalahdiketahuinya hubungan pengetahuan, sikap dan perlaku PSN dengan keberadaan jentikAe. Aegepty di Kelurahan Bukit Kemiling Permai RT 10 Kecamatan Kemiling Kota BandarLampung Tahun 2012.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Populasiadalah Rumah yang ada di Kelurahan Bukit Kemiling Permai RT 10 Kecamatan KemilingKota Bandar Lampung yang berjumlah 80 Rumah dan sampel 80 rumah, analisamenggunakan uji chi-square (x²).Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa terdapat 48 rumah yang ada jentikAe.Agepty, 47 responden berpengatahuan tidak baik, 53 responden yang bersikapnegative, dan 44 responden yang berperilaku baik dan hasil analisa bivariat didapatkanada hubungan pengetahuan dengan keberadaan jentik Ae. Aegepty (p-value= 0,021 danOR= 2,8 ), sikap keberadaan jentik Ae. Aegepty (p-value = 0,027 dan OR = 1,3) danperilaku keberadaan jentik Ae. Aegepty (p-value = 0,011 dan OR = 6,4). Hasil penelitianini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Puskesmas Kemiling untuk meningkatkan upayapencegahan DBD melalui sosialisasi tentang keberadaan jentik nyamuk dan pentingnyamelakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).Kata kunci : Ae. Aegepty, pengetahuan, sikap, perilaku PSN
HUBUNGAN KEHADIRAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK SAAT PEMBERIAN OBAT IV LINE DI RSU GARUT Nina Sumarni; Yuli Yuliana; Yuppi Rosmala Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.510

Abstract

Anak usia sekolah mudah terserang penyakit, sehingga tidak sedikit anak pada usia tersebut harus menginap dan dirawat di rumah sakit. Anak usia sekolah yang dirawat di RSU Garut tercatat 435 anak pada 2016. Perawatan anak dirumah sakit memerlukan tindakan invasif salah satunya pemberian obat melalui IV Line.Akibat Hospitalisasi, perpisahan anak dengan orang tuanya dan teman sepermainan, menyebabkan anak mengalami kecemasan. Tujuan penelitian diketahui hubungan kehadiran orang tua dengan kecemasan anak usia saat pemberian terapi melalui IV Line di RSU Garut. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan desain case kontrol menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel berjumlah 54 anak. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.Analisisnya data dengan ChiSquare, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis diperoleh ρ=0,003, artinya terdapat hubungan antara kehadiran orang tua dengan kecemasan anak usia sekolah saat pemberian terapi melalui IV Line di RSU Garut. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan RS melibatkan orang tua selama proses perawatan untuk mengurangi kecemasan anak
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSISTENSI PEMAKAIAN KONDOM PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI EKS LOKALISASI PEMANDANGAN TELUK BETUNG SELATAN BANDARLAMPUNG Rahma Elliya; Aprina aprina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.350

Abstract

Kejadian HIV-AIDS di Propinsi Lampung sebagian besar penderitanya adalahPekerja Seks Komersial (PSK) dan pencegahan penularan menggunakan kondom saatberhubungan seks. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungandengan konsistensi pemakaian kondom pada PSK, yaitu: pengetahuan, sikap,ketersediaan kondom, dukungan mucikari, dukungan petugas kesehatan, dukunganteman seprofesi, dukungan klien.Jenis penelitian kuantitatif analitik pendekatan cross sectional. Populasi seluruh PSKyang berada di Eks Lokalisasi Pemandangan berjumlah 100 orang, dengan responden 71orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square) dan analisismultivariat (regresi logistik).Hasil penelitian konsistensi pemakaian kondom tidak baik 54,9%, pengetahuan PSKtinggi 53,5%, kondom tidak selalu tersedia 53,5%, mucikari tidak mendukung 56,3%,sikap PSK positif 56,3%, teman seprofesi mendukung 54,9%, petugas kesehatanmendukung 59,2%, klien yang mendukung 59,2%. Hasil analisis bivariat dengan uji chisquare variable pengetahuan p-value 0,000, ketersediaan kondom p-value 0,007,dukungan mucikari p-value 0,000, sikap PSK 0,000, dukungan teman seprofesi 0,000,dukungan petugas kesehatan p-value 0,007 dan dukungan klien p-value 0,007. Variabelpaling dominan hubungannya terhadap konsistensi pemakaian kondom pada PSK adalahsikap dengan p-value 0,001. Saran penelitian agar mucikari mewajibkan PSKmenggunakan kondom dan menyediakan kondom di lokalisasi. Kondom yang disediakanadalah bagian fasilitas kamar agar memudahkan akses memperoleh kondom untukmencegah HIV-AIDS di Eks Lokalisasi Pemandangan Teluk Betung Selatan Kota BandarLampung.Kata Kunci : Konsistensi pemakaian kondom, PSK, Lokalisasi
HUBUNGAN KONDISI SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH, SARANA AIR BERSIH DAN JAMBAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG AGUNG KECAMATAN SEPUTIH AGUNG LAMPUNG TENGAH Anna Dian Puspitasari; Dina Dwi Nuryani; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.437

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak. Di Kecamatan Seputih Agung, dari 9 desa, terbanyak ditemukan kasus diare Desa Simpang Agung 315 kasus. Penyakit berbasis lingkungan seperti diare dapat ditimbulkan oleh keadaan sarana sanitasi dasar yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Tujuan penelitian diketahui hubungan kondisi saluran pembuangan air limbah, sarana air bersih dan jamban dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Lampung Tengah 2015.Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh Rumah Tangga yang memiliki balita berjumlah 844 KK. Sampel 271 KK, pengambilan sampel dengan random sampling sederhana. Analisis data yang digunakan uji Chi Square dengan confdent interval (CI) 95%.Hasil penelitian menunjukkan kategori yang memenuhi syarat adalah Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) 223 responden (82,3%), sarana air bersih 186 responden (68,6%), jamban 187 responden (69,0%). Balita mengalami diare 110 responden (40.6%). Ada hubungan SPAL (p=0,000, OR 9,277), sarana air bersih (p=0,000, OR 5,108), jamban (p=0,000 OR 6,85) dengan kejadian diare pada balita. Disaran pada petugas kesehatan hendaknya memberikan penyuluhan tentang sarana sanitasi lingkungan rumah tangga yang baik sehingga masyarakat dapat menyedikan sarana sanitasi dasar yang sesuai dengan kesehatan.Kata kunci: SPAL, sarana air bersih, jamban, diare.

Page 7 of 52 | Total Record : 519


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue