cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI SUAMI DALAM MENJAGA KESEHATAN KEHAMILAN ISTRI DI PUSKESMAS KOTA BANDARLAMPUNG 2012 Umi Romayati Keswara; Wahyu Karhiwikarta; Anita Bustami
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.359

Abstract

WHO memperkirakan lebih dari 585 ibu meninggal tiap tahun saat hamil ataubersalin. AKI di Indonesia menurut SDKI tahun 2007 sebanyak 228 per 100.000kelahiran hidup. Dukungan suami merupakan andil yang besar dalam menentukanstatus kesehatan ibu saat hamil dan dapat mengurangi kesulitan atau masalah selamaproses kehamilan dan persalinan. Hasil penelitian Munandar (2010), Ishak, Wiludjengdan Maimunah (2005) dan Suryawati (2007) menunjukkan bahwa ada hubunganbermakna antara pengetahuan , pendidikan, sikap, peran petugas dengan partisipasisuami dalam ANC. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik melakukan penelitiandengan judul faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami dalam menjagakesehatan kehamilan istri di Puskesmas Kota Bandar lampung Tahun 2012.Rancangan penelitian survey analitik, pendekatan cross sectional. Jumlah sampel111 responden. Analisa menggunakan uji chi-squrae dan uji multiple regersion logistic.Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p =0,000, OR 5,5), sikap (p = 0,000, OR 5,77), tingkat pendidikan (p = 0,020,OR 2,7),pendapatan (p = 0,001, OR 4,1), budaya (p = 0,000, OR 4,17), dukungan keluarga(p = value 0,007, OR 6,4), dukungan petugas kesehatan (p = 0,004, OR 3,5) denganpartisipasi suami dalam menjaga kesehatan kehamilan istri dan tidak ada hubunganantara pekerjaan (p = value 0,128), jumlah anak (p = 0,277) dengan partisipasi suamidalam menjaga kesehatan kehamilan istri. Saran yang bisa diberikan adalah pemberianinformasi melalui penyuluhan langsung dan media massa.Kata kunci : Partisipasi suami, kesehatan kehamilan
PENGARUH KUALITAS FISIK RUMAH DAN KEPADATAN PENGHUNI RUMAH TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBALANGAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA Khoidar Amirus; Eni Herleni
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.487

Abstract

Penyakit Tuberculosis paru merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data dari klinik sanitasi di puskesmas Kalibalangan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2015 rumah yang memenuhi syarat kesehatan 48%. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh kualitas fisik rumah dan kepadatan penghuni rumah terhadap penyakit tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kalibalangan Kabupaten Lampung Utara tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian case control, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah Kerja Puskesmas Kalibalangan dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden teknik sampling secara simple random sampling. Analisa data menggunakan bivariat (chi-square). Hasil Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ventilasi memenuhi syarat, sebesar 39 (65,0%), kondisi lantai rumah merupakan permanen, sebesar 41 (68,3%), kepadatan hunian memenuhi syarat, sebesar 39 (65,0%). Ada hubungan ventilasi (p= 0,007, OR 5,7), kondisi lantai (p= 0,026, OR 4,3), dan kepadatan hunian (p= 0,001, OR 8,5) dengan kejadian TB Paru. Disarankan bagi petugas kesehatan membuat rencana aktifitas pemberantasan TB paru sesuai dengan dana atau sarana dan tenaga yang tersedia dan melakukan supervisi dan memberikan bimbingan penatalaksanaan standar kasus-kasus TB Paru kepada petugas kesehatan yang ada di PuskesmasKata kunci : Kualitas fisik rumah, TB paru
Analisis Perilaku Pencegahan Skabies pada Santri Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung Samino Samino; Nova Muhani; Ade Irmayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3626

Abstract

Skabies merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabie. Terdapat 18 (72%) santri menyatakan bahwa skabies sangat mengganggu, dan 23 (92%) santri mengungkapkan bahwa menjaga kebersihan diri dapat mencegah terjadinya skabies. Tujuan penelitian diketahui hubungan sikap, norma subjektif dan persepsi terhadap perilaku pencegahan skabies pada santri pondok pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung. Penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi 531 dengan sampel 164 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Alat ukur kuesioner, analisis data menggunakan uji Chi Square, dengan CI 95%. Variabel independet sikap, norma subjektif dan persepsi, sedangkan variabel dependent perilaku pencegahan skabies. Hasil uji Chi Square menunjukan, ada hubungan antara  sikap terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,01) namun, tidak ada hubungan antara norma subjektif terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,111) dan tidak ada hubungan antara persepsi terhadap perilaku pencegahan skabies (p=0,301). Dapat disimpulkan sikap menjadi penyebab perilaku pencegahan skabies sedangkan norma subjektif dan persepsi bukan menjadi penyebab perilaku pencegahan skabies pada santri. Disarankan bagi responden agar meningkatkan perilaku pencegahan skabies mandi 2x dalam sehari, selalu menjaga kebersihan diri dan menjaga kebersihan lingkungan.
KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PEROKOK DI SMK 2 MEI BANDAR LAMPUNG Herwan Dinata; Lolita Sari; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.327

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi oleh deposit yang melekat padapermukaan gigi, deposit tersebut meliputi stain, plak, dan karang gigi (calculus). Faktoryang mempengaruhi pembentukan plak, stain dan calculus adalah rokok. Perokok diIndonesia tahun 2010 yang tercatat oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencapai34,7%. Tiga dari empat laki–laki di Indonesia merupakan perokok. Prevalensi tertinggiusia mulai merokok 15-19 tahun sebesar 43,3%. Tujuan penelitian untuk mengetahuihubungan perokok dengan kebersihan gigi dan mulut.Jenis penelitian analitik, rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitiansiswa laki-laki di SMK 2 Mei Bandar Lampung berjumlah 1.502 orang, besarnya sampelmenggunakan tabel Krejcie dan berjumlah 310 orang. Teknik pengambilan sampelproporsional stratified random sampling. Analisa data Chi Square dengan tingkatkemaknaan alpha 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan katagori perokok dengankebersihan gigi dan mulut (p value = 0,066). Tidak ada hubungan golongan perokokdengan kebersihan gigi dan mulut (p value = 0,353). Pentingnya penerapan programanti merokok melalui konseling, program asuhan kesehatan gigi dan mulut di sekolahmelalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), penelitian lebih lanjut terhadap faktor fisiologis,diet makanan, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut.Kata kunci: Kebersihan gigi dan mulut, Perokok
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK BALITA DI DESA ULUDANAU OGAN KOMERING ULU SELATAN Fera Meliyanti; Eko Heriyanto; Deli Lilia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.455

Abstract

Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena termasuk salah satu penyakit infeksi yang angka kematiannya tinggi terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Tahun 2013 Pneumonia merenggut nyawa anak hampir 2.600 setiap harinya atau 15% dari kematian balita yang sebagian besar berusia kurang dari 2 tahun. Indonesia, Pneumonia selalu menjadi penyebab utama kematian pada kelompok bayi dan balita. Proporsi Pneumonia terhadap ISPA pada tahun 2012 adalah sebesar 7,14%, tahun 2013 sebesar 6,89% dan tahun 2014 meningkat menjadi 7,28% (Dinkes OKU Selatan, 2014). Tujuan penelitian untuk dikatahui hubungan kepadatan hunian rumah, ventilasi, dan pencahayaan dengan kejadian pneumonia.Penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi 312 rumah, dengan sampel 176. Pengambilan sampel menggunakan teknnik simple random sampling. Analisis data univariat dan bivariat, dengan uji chi-square, tingkat kepercayaan (CI=95%). Penelitian dilaksanakan April-Juli 2014 di Desa Ulu Danau OKU Selatan.Hasil penelitian menunjukkan responden yang pernah mengalami pneumonia 21,6% lebih sedikit dibandingkan dengan responden yang tidak terkena. Kepadatan hunian tidak memenuhi syarat kesehatan 26,1%, lebih sedikit dibandingkan dengan yang memenuhi syarat kesehatan. Dua puluh satu (21%) ventilasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan lebih sedikit dibandingkan dengan ventilasi yang memenuhi syarat. Pencahayaan tidak memenuhi syarat kesehatan (23,3%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang memenuhi syarat. Ada hubungan bermakna kepadatan hunian rumah (p=0,000), ventilasi (p value 0,000) pencahayaan (p value 0,000), dengan kejadian Pneumonia pada anak balita. Disimpulkan pada umumnya rumah responden belum memenuhi syarat kesehatan, dan kepadatan hunian rumah, ventilasi, dan pencahayaan merupakan faktor resiko terhadap kejadian pneumonia di Desa Ulu Danau 2014.Kata kunci: Kondisi fisik rumah, pneumonia, anak.
Evaluasi Manajemen Pengelolaan Obat Di Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Tahun 2019 Hastin Fitria Cahyani; Ade Maria Ulfa; Christin F Angelina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2591

Abstract

Pengelolaan obat yang efektif diperlukan untuk menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini adalah seluruh staf yang terlibat pada manajemen pengelolaan obat di Dinas Kesehatan yaitu berjumlah 7 orang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji belum berjalan maksimal, diantaranya sering terjadi keterlambatan dalam laporan pemakaian obat, pencatatan dan pelaporan belum lengkap, masih terdapat jumlah dan jenis obat yang tidak sesuai permintaan Puskesmas dan masih terdapat obat kadaluwarsa, serta pelatihan pengelolaan obat di Puskesmas belum dilaksanakan. Penyimpanan obat dilakukan di Gudang Farmasi. Pengaturan tata ruang kurang baik, masih terdapat penumpukan obat dan terdapat obat kadaluwarsa. Pendistribusian obat dari Dinas Kesehatan ke Puskesmas dilaksanakan dengan cara mengambil langsung ke Gudang Farmasi dan kegiatan supervisi dan evaluasi pengelolaan obat di Puskesmas belum berjalan dengan efektif dan efisien.
HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAMPUNG WONOSARI KECAMATAN MESUJI TIMUR WD Ari Pratama; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.423

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia terutama terjadi pada bayi dan balita. Kondisi sanitasi lingkungan dan berinteraksi dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang baik sehingga mengakibatkan keadaan sanitasi masyarakat yang kurang memenuhi syarat, sehingga menimbulkan diare salah satu penyakit yang berpotensial menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita.Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekata crossectional, dengan sampel 110 balita di Kampung Wonosari yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar balita berusia 36-59 bulan (56,4%), berjenis kelamin perempuan (59,1%) dan yang mengalami diare hanya sebagian kecil (35,5%). Kondisi sanitasi lingkungan sebagian besar tidak memenuhi syarat. Sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan diare pada balita adalah kondisi sarana air bersih (p-value : 0,000; OR = 9,3), kondisi tempat pembuangan tinja (p-value : 0,000; OR = 41,4), kondisi tempat pembuangan sampah (p-value : 0,001; OR = 4,8) dan kondisi SPAL (p-value : 0,020; OR = 13,8).Disarankan untu meningkatkan kualitas sanitasi dasar melalui penggerakan program sanitasi dasar berbasis masyarakat (STBM) dan membiasakan diri dalam berperilaku sehat dan menjaga kondisi sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat sebagai upaya pencegahan diare.Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Diare, Balita
HUBUNGAN PERSEPSI MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BUMIRATU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2016 Dwi Astuti Widia Ningrum
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.903

Abstract

Pelayanan kesehatan harus selalu mengupayakan kebutuhan dan kepuasan pasien. Jaminan mutu pelayanan kesehatan menjadi bagian yang integral dan menyeluruh, dari kegiatan jaminan mutu pelayanan kesehatan. Pelayanan publik oleh aparatur pemerintah dewasa ini belum dapat memenuhi kualitas dan kepuasan pelanggan.  Tujuan penelitian diketahuinya hubungan persepsi mutu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Bumiratu Kabupaten Pringsewu 2016.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien rawat jalan dengan besar sampel 302 orang. Teknik pengammbilan sampel dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan chi-square dan multivariate dengan uji regresi logistic berganda.Hasil analisis pada dimensi reliability 58,3%, responsiveness 60,3%, assurance 60,6%, tangible 59,9% dan empathy 58,6% pasien mengatakan pelayanan tidak baik. Yang tidak puas dengan mutu pelayanan yang diberikan sebanyak 57%. Secara bivariat diketahui bahwa ada hubungan dimensi pelayanan reliability (p=0,016; OR=1,820), responsiveness(p=0,036; OR=1,693), assurance p=0,015; OR=1,840), tangible (p=0,007; OR=1,956), tidak ada hubungan dimensi pelayanan empathy (p =0,384) dengan kepuasan pasien. Faktor yag paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien adalah dimensi pelayanan reliability dengan CI 95%, nilai p = 0,010 dan OR : 1,866.Disarankan agar petugas menjalankan sistem standar operasional prosedur (SOP) pada pelayanan loket, menerapkan sistem antrian, cekatan dalam memberikan pelayanan administrasi dan penambahan sarana pelayanan kesehatan yang memadai.Kata Kunci : Kepuasan, Mutu Pelayanan 
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PATOLOGIS PADA SISWI KELAS IX SMPN 30 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Meli Maulina Sari; Chistin Angelina Febriani; Rilyani Rilyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.391

Abstract

Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanitadidunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranyabisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian Flour albus patologis padasiswi di SMPN 30 Bandar Lampung Tahun 2014.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif denganmenggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas IXdi SMPN 30 Bandar Lampung Tahun 2014 yang berjumlah 124 siswi, sedangkan sampelyang diambil berdasarkan total populasi sebanyak 124 siswi. Pengambilan data secaralangsung dengan metode wawancara menggunakan kuisioner. Analisis Bivariat dalampenelitian ini menggunakan Uji Chi Square.Hasil penelitian pada analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan personalhygiene dengan kejadian Flour albus patologis diperoleh p-value=0,000 dan OR=6,233dan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian Flour albus patologis diperoleh pvalue=0,001 dan OR=4,469. Peneliti mengharapkan penelitian berikutnya bisa mengkajilebih jauh terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Flour albus patologisdalam lingkup yang lebih luas serta pada tempat yang berbeda dan dianjurkan kepadapara siswi untuk tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan karena akan merusakflora normal vagina sehingga rentan terhadap Flour albus patologis.Kata Kunci : Flour albus patologis, Pengetahuan, Personal Hygiene
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I LATEN DI PUSKESMAS DAYA MURNI 2016 Devi Kurniasari; Vera Lusi Alvionita
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i1.478

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di Puskesmas selama ini belum ada solusi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Berdasarkan hasil wawancara pada 10 orang ibu menyatakan bahwa mereka belum pernah mendengar tentang metode terapi musik untuk mengurangi nyeri dalam persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan dan nyeri pada ibu bersalin kala I laten Di Puskesmas Daya Murni 2016.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di Puskesmas Daya Murni April sebanyak 22 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu ibu bersalin dengan tingkat nyeri 1-10, tingkat kecemasan ibu bersalin ≥ 14, dapat berkomunikasi dengan baik, kesadaran komposmentis dan bersedia menjadi responden. Teknik analisis data menggunakan uji t dependen.Ada perbedaan kecemasan ibu bersalain kala I laten sebelum dan setelah diberikan terapi musik klasik Mozart (p=0,005), dan perbedaan nyeri pada ibu bersalain kala I laten sebelum dan setelah diberikan terapi musik klasik Mozart (p=<0,001).Disaran bagi tenaga kesehatan/pelayanan persalinan agar memanfaatkan terapi musik klasik Mozart.Kata Kunci : Terapi musik klasik Mozart, nyeri persalinan, kecemasan

Page 6 of 52 | Total Record : 519


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue