cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Hubungan antara Akses Informasi Tuberculosis dengan Health Literacy Petugas Puskesmas Bandarharjo Semarang Fitria Dewi Puspita Anggraini; Lenci Aryani; Ririn Nurmandhani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3205

Abstract

Cakupan Case Detection Rate tuberkulosis Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Tingginya angka kasus tuberkulosis di Kota Semarang dapat disebabkan oleh rendahnya health literacy. Literasi kesehatan adalah kemampuan seorang individu untuk memperoleh, memproses dan memahami informasi kesehatan dasar dan layanan yang dibutuhkan untuk meningkatkan status kesehatan sesuai dengan yang diharapkan. Terdapat korelasi yang kuat antara health literacy yang rendah dengan penggunaan layanan kesehatan yang tidak efisien dan merugikan status kesehatan. Petugas puskesmas merupakan stakeholder yang berperan penting dalam memberikan pemahaman optimal terkait health literacy. Tujuan dari penelitian ini mengetahui keterkaitan akses informasi dengan status health literacy petugas puskesmas. Penelitian ini mengukur dua variabel demografi dan akses informasi tuberkulosis yang dikaitkan dengan health literacy petugas puskesmas. Design penelitian observasional dengan sampel penelitian adalah seluruh petugas di Puskesmas Bandarharjo yang berjumlah 52 orang.  Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel. Sebanyak 75% responden adalah tenaga kesehatan. Sebagian besar responden (51.9%) memiliki lama kerja <5 tahun. Tingkat health literacy petugas terkait dengan tuberkulosis masih kurang (65.4%). Sebanyak 98.1% responden sudah pernah mendapatkan informasi tentang tuberkulosis. Tidak ada hubungan antara jabatan, lama kerja dan akses informasi tuberkulosis dengan health literacy petugas di Puskesmas Bandarharjo.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU, SERTA DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLI KEBIDANAN RSD MAYJEND HM Yeni Eka Firdaus; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.405

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang cukuptinggi di dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya penanggulangankhusus serta upaya pencegahannya, salah satunya adalah dengan pap smear. Datapemeriksaan berkala pap smear pada PNS/istri di Lingkungan Kabupaten Lampung Utaratelah dilakukan, namun sepenuhnya belum dapat terlaksana dengan baik.Tujuanpenelitian diketahui Hubungan Pengetahuan, Persepsi ibu, serta Dukungan Suami denganSikap terhadap Pemeriksaan Pap Smear di poli Kebidanan RSD Mayjend HM. RyacuduKotabumi Lampung Utara Tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah jenis kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi adalah pasien wanita dipoli kebidanan RSD Mayjend HM. Ryacudu KotabumiLampung Utara selama bulan Mei 2014 yaitu 49 orang dengan diagnosa penyakit selainantenatal care, yang selanjutnya dijadikan sampel. Data diperoleh menggunakankuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikanantara pengetahuan ibu dengan sikap tentang pemeriksaan pap smear (Pvalue=0,011).Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi ibu dengan sikap tentangpemeriksaan pap smear (Pvalue=0,001). Ada hubungan yang positif dan signifikan antaradukungan suami dengan sikap tentang pemeriksaan pap smear (Pvalue=0,000).Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan informasi mengenai faktorfaktordalam pemeriksaan pap smear.Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi Ibu, Dukungan Suami, Sikap dan Pemeriksaan Papsmear
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KENAKALAN REMAJA SEKOLAH DI SAMARINDA Niken Agus Tianingrum; Ulfa Nurjannah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2270

Abstract

Kenakalan remaja dapat terjadi karena adanya pengaruh dari teman sebaya. Pengaruh dari teman sebaya dapat membentuk perilaku remaja berubah menjadi nakal supaya dapat diakui oleh sebayanya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teman sebaya terhadap perilaku kenakalan remaja pada siswa sekolah. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan menggunakan teknik Total Sampling dengan sampel sebanyak 337 responden. Data diambil menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk mengukur variabel teman sebaya dan perilaku kenakalan. Data dianalisis menggunakan uji Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kenakalan remaja sebesar 69.7% dan ada pengaruh teman sebaya terhadap perilaku kenakalan remaja (Pvalue 0,021; OR=1,732) yang artinya remaja yang terpengaruh teman sebaya memiliki peluang 1,732 kali lebih besar untuk melakukan kenakalan dibandingkan yang tidak terpengaruh. Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak sekolah mengoptimalkan peran sebaya sebagai pendidik untuk mencegah kenakalan remaja melalui program remaja.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI DENGAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI DI GUNUNG SARI BANDAR LAMPUNG 2013 Dhini Easter Yanti; Sugeng Juwono Mardihusodo; Rilyani Rilyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.373

Abstract

Kekerasan suami terhadap istri (KSTI) dalam lingkup domestic akan berdampaknegatif terhadap kesehatan reproduksi pasangannya.Tujuan penelitian ini untukmenentukan hubungan antara kekerasan terhadap istri (fisik, psikis/emosi, seksual, danekonomi) dan gangguan kesehatan reproduksi (GKR) istri di kelurahan Gunung Saritahun 2013.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional.Populasi semua perempuan yang pernah menikah, 810 orang dengan sampel 94orang. Pengambilan data dengan random sampling sederhana. Analisis data univariat,bivariat, dan multivariat, dengan menggunakan uji chi square, dan regresi logistic.Hasilpenelitian menunjukkan ada hubungan kekerasan fisik (p=0,010), psikis/emosi(p=0,017), dan seksual (p=0,005) dengan gangguan kesehatan reproduksi. Variabelkekerasan ekonomi (p=0,445) tidak berhubungan dengan gangguan kesehatanreproduksi. Variabel paling dominan terhadap gangguan kesehatan reproduksi adalahkekerasan seksual (p=0,025, dengan OR=5,940).Berdasarkan hasil tersebut dengan derajat kepercayaan 95% dapat disimpulkankekerasan fisik, psikis/emosi, dan seksual behubungan dengan gangguan kesehatanreproduksi, dan kekerasan seksual merupakan variabel paling dominan. Disarankan parasuami di kelurahan Gunung sari untuk melakukan hubungan seksual dengan cara yangaman, dan petugas pos kesehatan kelurahan untuk melakukan penyuluhan kepadamasyarakat tentang kesehatan reproduksi bekerjasama dengan pusat kesehatanmasyarakat.Kata kunci: Kekerasan fisik, psikis, seksual, ekonomi, gangguan kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN KADAR KALSIUM DALAM DARAH IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMSI DI RSUD H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Astriana Astriana; Yuli Yantina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.501

Abstract

Preeklamsi merupakan komplikasi kehamilan dimana 2-8% kejadian penyebab kematian ibu dan bayi dinegara berkembang. Di Indonesia angka kejadian preeklamsi berkisar antara 2,1-8,5% dan kelainan ini masih merupakan penyebab kematian ibu nomor dua tertinggi (24%) setelah pendarahan (Depkes RI,2009). Hasil presurvey di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung di dapatkan kejadian preeklampsia2015 terdapat 179 ibu dengan preeklamsi yang dirawat di Ruang Kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan antara kadar kalsium total serum dalam darah dengan kejadian preeklamsi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain casse control.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang dirawat diruang kebidanan RSUD.DR.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung. Responden 30 kelompok kasus dan 30 kontrol.Tekhnik sampling yang digunakan adalah total populasi.Analisis data dengan uji Chi-Square (CI 95%) dengan alpha 0.05. Hasil uji Chi-square, diperoleh nilai p=0,039 artinya ada hubungan yang signifikan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan kejadian pre-eklamsi di RSUD DR.H. Abdul Moeloek Bandar Lampung 2017. Nilai Odd Ratio (OR) = 3 (95%CI = 1,03-8,60), menunjukkan bahwa ibu hamil dengan kadar kalsium yang tidak normal, beresiko 3 kali menderita preeklamsi dari pada ibu hamil dengan kadar kalsium yang normal. Saran bagi praktisi kesehatan diharapkan dapat memberikan suplemen mineral rutin yaitu kalsium pada setiap ibu hamil sebanyak 300 mg per hari, baik ibu hamil mulai trimester I sampai dengan trimester III
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA MULANG MAYA KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012 Harisman Harisman; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i4.341

Abstract

Upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan cakupanposyandu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utaradengan meningkatkan peran kader dalam setiap kegiatan posyandu melalui pembinaanoleh petugas. Tujuan penelitian diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifankader posyandu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten LampungUtara Tahun 2012.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Populasiadalah semua kader posyandu di Desa Mulang Maya Kecamatan Kotabumi SelatanKabupaten Lampung Utara sebanyak 50 orang dari 10 Posyandu dengan jumlah sampel50 orang, analisa menggunakan uji Chi-square (c2).Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh tingkat pendidikan (p-value = 0,005),pengetahuan (p-value = 0,015), penghargaan kader (p-value = 0,025) dan dukungankeluarga (p-value = 0,015) terhadap keaktifan kader posyandu di Desa Mulang MayaKecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2012Saran, bagi petugas kesehatan diharapkan untuk terus menggerakkan kader posyandudalam melaksanakan kegiatan posyandu secara aktif dengan memberikan penyuluhansecara berkala pada kader posyandu dan bagi masyarakat diharapkan ikut berperanserta aktif untuk mendukung kader posyandu, dengan cara memberikan dukunganberupa informasi dan fasilitas yang kepada kader posyandu yang ada.Kata Kunci : Keaktifan Kader, Posyandu
HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9-12 BULAN DESA SINAR HARAPAN, KECAMATAN KEDONDONG PESAWARAN 2015 Rosmiyati Rosmiyati
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i3.469

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi usia 0-12 bulan, dimana ada beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Cakupan imunisasi dasar (kelengkapan) di Kabupaten Pesawaran 2014, baru mencapai 62,3%. Salah satu penyebabnya adalah pendidikan ibu. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Pesawaran tahun 2015.Jenis penelitian survey analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu yang mempunyai bayi usia 9–12 bulan, melakukan imunisasi ke Posyandu Sinar Harapan, Kedondong, Pesawaran 2015, rata-rata per 3 bulan 40 bayi, dengan sampel 40. Penelitian dilakukan April sampai dengan Juli 2015. Analisa data menggunakan Uji Chi Square, dengan alpha 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap hanya 19 (47,5%), lebih banyak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap (21 (52,5%)). Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, diketahui bahwa sebagian besar ibu bayi berpendidikan tinggi (24 (60,0%)), selebihnya (16 (40,0%)) berpendidikan rendahAda hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-12 bulan (p=0,008), dengan OR=8,667. Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu yang mempunyai bayi agar membawa bayinya untuk imunisasi dasar.Kata kunci : Pendidikan, kelengkapan imunisasi dasar
Pengaruh Status Ekonomi Keluarga dan Pola Makan terhadap Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) di Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo Tahun 2020 Zaenal Abidin; Fanny Zahrotun Nabila; Karina Nur Ramadhaningtyas
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.2990

Abstract

Status ekonomi keluarga serta pola pemberian makanan merupakan factor tidak langsung dan faktor langsung yang memiliki pengaruh dalam status gizi balita. Balita Bawah Garis Merah (BGM) dapat berada dalam kondisi gizi kurang ataupun buruk dengan cut off point nilai z-score≥-3 SD s/d 2,0 dan <-3 SD. Indikator awal balita mengalami masalah gizi diketahui apabila anak berada pada kondisi Bawah Garis Merah BGM. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh status ekonomi keluarga dan pola makan terhadap kejadian balita bawah garis merah (BGM) di Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kab. Ponorogo Tahun 2020. Metode Penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah balita yang di wilayah Puskesmas Balong dengan sebanyak 80 balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Hasil penelitian menggunakan uji alternative fisher exact nilai sig 0,111 pada variabel status ekonomi dan nilai sig 0,0001 pada variabel pola makan, yang artinya tidak ada pengaruh dari status ekonomi dengan kejadian BGM dan ada pengaruh dari pola makan dengan kejadian BGM.Kesimpulan, ada pengaruh pola makan balita terhadap kejadian bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Balong. Saran untuk ibu dapat memberikan makanan dengan jenis dan jumlah yang disesuaikan usia balita.
PENGARUH KONSUMSI SULFAS FEROSUS (Fe) 100 mg DAN KONSUMSI SULFAS FEROSUS (Fe) 100 mg PLUS VITAMIN C 100 mg TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KECAMATAN WAY HALIM BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Festy Ladyani; Sugeng Juwono Mardihusodo; Dessy Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i2.396

Abstract

Sangat erat kaitannya konsumsi tablet Fe dengan kadar hemoglobin pada ibuhamil. Ibu hamil banyak mengalami anemia defisiensi besi karena kepatuhanmengkonsumsi yang tidak baik ataupun cara mengkonsumsi Fe yang salah dan dapatmenyebabkan kurangnya penyerapan zat besi pada tubuh tersebut. Penyerapan besidalam tubuh akan menurun bila konsumsi vitamin C rendah. Penelitian ini bertujuanmelihat apad ada pengaruh konsumsi tablet Fe 100 mg dengan atau tanpa vitamin C 100mg terhadap kadar Hb ibu hamil di wilayah Puskesmas Kecamatan Way Hamil KotaBandar Lampung Propinsi Lampung.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi. Populasi penelitian ini adalah ibuhamil yang tinggal di kecamatan Way Hamil Bandar Lampung dengan sampel minimal 15orang ibu hamil, yang terdiri dari 2 kelompok dengan total 30 orang ibu hamil. Analisisdata menggunakan one way anova dan uji t.Hasil uji statistic di dapatkan pValue 0.000, sehingga ada pengaruh konsumsi tabletFe 100 plus vitamin C 100 mg terhadap kadar Hb Ibu hamil lebih besar dibandingkandengan konsumsi tablet Fe 100 mg saja.Hasil penelitian adalah pengaruh konsumsi tebel Fe 100 mg terhadap kenaikankadar Hb ibu hamil sebesar 19.3%. Ada pengaruh konsumsi tablet Fe plus vitamin C 100mg terhadap kenaikan kadar Hb ibu hamil sebesar 30%. Ada perbedaan yang signifikanrerata kenaikan kadar Hb setelah konsumsi Fe 100 mg dengan konsumsi tabel Fe 100mg plus vitamin C.Keywords : Anemia, Fe 100 mg, Vitamin C 100 mg, Hb, ibu hamil.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTE NATAL ( STUDI KOMPARATIF : PUSKESMAS NATAR DAN PUSKESMAS KALIANDA ) Khoidar Amirus; Nova Muhani; Vivi Septiana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.2043

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan profil dinas kesehatan Provinsi Lampung, target pencapaian K4 di Provinsi Lampung sebesar 95%, namun pencapaian cakupan K4 sebesar 93,1%. Berdasarkan data profil Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan tahun 2017 cakupan K4 sebesar 93% (21.731 ibu hamil), mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 92,96% (21.508 ibu hamil). Puskesmas dengan cakupan K4 terendah adalah Puskesmas Kalianda yaitu 75,4%. Sementara itu untuk cakupan K4 tertinggi adalah Puskesmas Natar sebesar 100% Tujuan penelitian adalah diketahui faktor yang mempengaruhi ibu hamil melakukan Kunjungan Antenatal (Studi Komparatif : Puskesmas Natar Dan Puskesmas Kalianda). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang telah melahirkan di tahun 2018 di Puskesmas Kalianda sebanyak 214 ibu dan Puskesmas Natar sebanyak 487 orang, Sampel digunakan sebanyak 178 di Puskesmas Natar dan 178 di Puskesmas Kalianda. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor paling dominan yang mempengaruhi kunjungan k4 di Puskesmas Natar adalah persepsi (OR 2,02), sedangkan di Puskesmas Kalianda faktor paling dominan yang mempengaruhi kunjungan k4 adalah persepsi (OR 8,71). Saran bagi Puskesmas agar meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan kepada masyarakat oleh bidan, tenaga Promkes, dan gizi sehingga pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil menjadi meningkat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara lengkap.Kata Kunci: Kunjungan Antenatal ABSTRACTThe profile of Health Office in Lampung province showed that the target of fourth antenatal care visit (K4) was 95% but the achievement of K4 was only 93.1%. Profile data in Health Office in South Lampung district in 2017 showed that the coverage of K4 was 93% (21,731 pregnant mothers), and it increased from 92.96% (21,508 pregnant mothers) in 2016. Kalianda public health center had lowest coverage of K4 by 75.4%, while the highest coverage was obtained by Natar public health center by 100%. The objective of this research was to find out the factors influencing pregnant mothers to visit antenatal cares (a comparative study in Natar and Kalianda public health centers). This was a quantitative research by using cross sectional approach. Population as 214 delivering mothers in Kalianda public health center and 487 delivering mothers in Natar public health center in 2018. Samples were 178 and 178 respondents from Natar and Kalianda public health centers respectively. Data were analyzed by using multivariate analysis with logistic regression. The result showed that the most dominant factor influencing fourth antenatal care (K4) in Natar and Kalianda public health center was perception (OR 2.02 and OR 8.71 respectively). The researcher suggests the public health centers to improve health education activities concerning the importance of antenatal care visit for public held by midwifes, health promotor workers, and nutrition workers so that public knowledge especially pregnant mothers will improve significantly concerning the antenatal care visit.Keywords    : fourth antenatal care visit (K4)

Page 8 of 52 | Total Record : 519


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue