cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022" : 41 Documents clear
Peningkatan Pengasuhan Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) oleh Tenaga Kesehatan dan Kader Erlina Suci Astuti; Fitriana Kurniasari Solikhah; Naya Ernawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7950

Abstract

ABSTRAK Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kedua kematian neonatus di Indonesia, yaitu sebanyak 20,7%, untuk itu perawatan BBLR di rumah sakit dan perawatan lanjutan di komunitas terutama pada 2 bulan berikutnya dan 2 tahun pertama sangat penting. Bayi dengan berat lahir rendah membutuhkan perawatan intensif baik saat di rumah sakit maupun masa peralihan dari rumah sakit kerumah karena secara fisiologis bayi BBLR/premature terus beradaptasi. Dukungan kader dan tenaga kesehatan terhadap pelayanan kesehatan bayi BBLR sangat diperlukan untuk meningkatkan pengasuhan bayi BBLR. Untuk meningkatkan perawatan BBLR di komunitas melalui kemitraan dengan pemegang program kesehatan ibu dan anak di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Malang melalui tenaga Kesehatan di komunitas dan kader Kesehatan untuk mendampingi keluarga yang mempunyai BBLR Pelaksanaan kegiatan berupa persiapan, pelaksanaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Tahap pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang meliputi kegiatan pelatihan (teori, praktek) dan pendampingan. Untuk memberikan pemahaman dan pengalaman langsung akan dilaksanakan pendampingan nakes dan kader kepada keluarga yang mempunyai BBLR. Kegiatan ini menemukan bahwa penerapan program pelatihan peningkatan pengasuhan bayi BBLR ini terbukti secara efektif meningkatkan pengetahuan kader dan tenga kesehatan dalam pengasuhan bayi BBLR. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada pemegang kebijakan dapat memberikan penyegaran berupa pelatihan pada nakes dan kader tentang peningkatan pengasuhan BBLR sehingga dapat dilakukan monitoring dan pendampingan BBLR untuk meminimalkan risiko stunting. Kata Kunci: Perawatan Bayi, BBLR, Tenaga Kesehatan, Kader  ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) is the second cause of neonatal death in Indonesia, which is as much as 20.7%, for this reason, LBW care in hospitals and follow-up care in the community, especially in the next 2 months and the first 2 years is very important. Babies with low birth weight require intensive care both in the hospital and during the transition from hospital to home because physiologically LBW/premature babies continue to adapt. The support of cadres and health workers for LBW infant health services is very much needed to improve LBW infant care. to improve LBW care in the community through partnerships with maternal and child health program holders in the Malang District Health Office through community health workers and health cadres to assist families who have LBW The solution offered is to increase the knowledge and skills of cadres and health workers in the care of LBW. This activity found that the implementation of the training program to improve the care of LBW babies was proven to be effective in increasing the knowledge of cadres and health workers in caring for LBW babies. Based on these results, it is recommended that the Malang District Health Office can provide refreshment in the form of training for health workers and cadres on improving LBW care so that LBW monitoring and assistance can be carried out to minimize the risk of stunting. Keywords: Baby Care, LBW, Health Workers, Cadre
Peningkatan Higiene Mulut Murid Sekolah Dasar di Desa Grujugan Kidul Aulifia Rahmawati; Reza Nur Aulia; Yudha Nurdian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7690

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah dasar berarti anak dengan rentang usia 6 sampai 12 tahun yang berada dalam masa peralihan dari masa anak-anak awal ke masa anak-anak akhir hingga mendekati masa pubertas. Salah satu metode untuk menjaga kesehatan diri sendiri adalah dengan merawat gigi dan mulut seperti menggosok gigi dengan baik dan benar serta menjaga kebersihan rongga mulut. Untuk meningkatkan pengetahuan anak usia dini tentang pentingnya menggosok gigi dan menjaga kesehatan rongga mulutnya. Kegiatan ini ditujukan pada siswa siswi sekolah dasar kelas 1-3 di Sekolah Dasar Negeri Grujugan Kidul 01. Pada kegiatan ini seluruh anak dari kelas 1 sampai 3 mampu mengetahui menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menggosok gigi dan mulut dengan benar. Kegiatan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut ini masih perlu dikembangkan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan sekolah untuk membantu mengontrol dan mengawasi jalannya perawatan gigi dan mulut siswa secara berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan gigi dan mulut  ABSTRACT Children of primary school age are children with an age range of 6 - 12 years who are in a transition period from early childhood to late childhood until near puberty.  One way to maintain one's own health is to  take care of your teeth and mouth such as brushing teeth properly and keeping your cavity clean. To increase early childhood knowledge about the importance of brushing teeth to maintain the health of oral cavity.   This activity is aimed at elementary school children in grades 1-3 at Grujugan Kidul State Elementary School 01.  In this activity, all children from grades 1 to 3 are able to know how to maintain healthy teeth and mouth and brush their teeth and mouth properly. This extension activity still needs to be developed, namely by establishing good cooperation with schools to help control dental and oral care on an ongoing basis. Keywords : Education, Oral Health
Pelatihan Terapi Progressive Muscle Relaxation untuk Tenaga Kesehatan dalam Mengurangi Dampak Psikologis di Masa Pandemi Yusniar Yusniar; Duma Pratiwi Purba
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8429

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang hampir melanda seluruh penjuru dan bagian dunia berdampak bagi tatanan kehidupan masyarakat tidak terkecuali juga masyarakat di Indonesia  karena kasus ini mengakibatkan gangguan psikologi masyarakat Indonesia berupa kecemasan yang berlebihan. Maka perlu ditingkatkan upaya untuk mencegah dan menanggulangi masalah akibat gangguan physikologis yang dialami masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui upaya mengurangi dampak psikologis melalui Tenaga Kesehatan yang ada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan melakukan terapi relaksasi salah satu contohnya adalah relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan Progressive Muscle Relaxation. Peserta kegiatan adalah petugas Kesehatan yang berjumlah 23 orang. Hasil pengabdian masyarakat, diperoleh setelah dilakukan pelatihan terapi PMR semua  responden (petugas Kesehatan) mengalami perubahan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilannya dimana petugas Kesehatan 100% menjawab benar pada lembaran post test yang dibagikan. Disarankan pada pengabdi berikutnya melakukan kegiatan pengabdian dengan melatih tenaga Kesehatan untuk mampu mengajarkan terapi PMR pada masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, PMR, Covid 19  ABSTRACT The Covid-19 pandemic, which has almost hit all corners and parts of the world, has had an impact on the social order of life, and the people in Indonesia are no exception because this case has resulted in psychological disturbances for the Indonesian people in the form of excessive anxiety. So it is necessary to increase efforts to prevent and overcome problems due to psychological disorders experienced by the community. One of the efforts that will be made is to do community service through efforts to reduce the psychological impact through health workers in the work area of the Central Tapanuli District Health Office by doing relaxation therapy, one example is progressive muscle relaxation. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of health workers in carrying out Progressive Muscle Relaxation. Participants in the activity were health workers, totaling 23 people. The results of community service, obtained after conducting PMR therapy training, all respondents (health workers) experienced significant changes in their knowledge and skills where health workers answered 100% correctly on the post test sheets that were distributed. It is recommended that the next servant carry out community service activities by training health workers to be able to teach PMR therapy to the community. Keywords: Training, PMR, Covid 19
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Senam Anti-Hipertensi pada Keluarga dengan Diagnosa Medis Hipertensi di Kelurahan Jati Padang Gloriana Tio Fhania; Intan Asri Nurani; Diah Argarini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7597

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah keadaan pada seseorang dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yang telah ditentukan yaitu sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg. Gaya hidup merupakan faktor utama yang meningkatkan penyakit hipertensi, salah satu penyebabnya adalah kurang dalam melakukan aktifitas fisik, seperti olahraga. Salah satu aktifitas fisik atau olahraga yang bisa dilakukan pada penderita hipertensi adalah senam anti hipertensi. Senam anti-hipertensi merupakan olahraga yang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan pasokan oksigen ke dalam otot-otot dan rangka yang aktif khususnya otot jantung sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi senam anti-hipertensi pada keluarga dengan diagnosa medis hipertensi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 2 keluarga dengan pemberian tindakan asuhan keperawatan berupa senam anti-hipertensi selama 10 menit. Pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian dan alat tensimeter digital. Terdapat penurunan tekanan darah pada Ny. P dari 150/88mmHg, setelah dilakukan intervensi selama 10 menit dan beristirahat selama ± 15 menit turun menjadi 147/83mmHg. Sedangkan tekanan darah pada Ny. B dari 154/90mmHg setelah dilakukan intervensi dan beristirahat selama ± 15 menit turun menjadi 152/82mmHg. senam anti-hipertensi sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah dan sebagai perawatan sederhana yang bisa dilakukan secara mandiri pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Senam Anti-Hipertensi.  ABSTRACT Hypertension is a condition in a person where there is an increase in blood pressure that exceeds the predetermined normal limit, namely systolic 140 mmHg and diastolic 90 mmHg. Lifestyle is the main factor that increases hypertension, one of the causes is lack of physical activity, such as sports. One of the physical activities or sports that can be done in patients with hypertension is anti-hypertensive exercise. Anti-hypertension exercise is a sport, one of which aims to increase blood flow and oxygen supply to active muscles and skeleton, especially the heart muscle so that it can reduce blood pressure. To improve the ability to analyze nursing care through anti-hypertensive exercise interventions. hypertension in families with a medical diagnosis of hypertension. This case study uses a descriptive method. Samples were taken as many as 2 families with the provision of nursing care in the form of anti-hypertensive exercise for 10 minutes. Collecting data using assessment sheets and digital sphygmomanometer. There is a decrease in blood pressure in Mrs. P of 150/88mmHg, after intervention for 10 minutes and rest for ± 15 minutes dropped to 147/83mmHg. While the blood pressure in Mrs. B from 154/90mmHg after intervention and resting for ± 15 minutes decreased to 152/82mmHg. Anti-hypertensive exercise is very effective for lowering blood pressure and as a simple treatment that can be done independently in patients with hypertension. Keywords: Hypertension, Anti-Hypertensive Exercise.
Upaya Pemberdayaan Tim Palang Merah Remaja (PMR) melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Bustami Bustami; Amiruddin Amiruddin; Lina Lina; Fazdria Fazdria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8032

Abstract

ABSTRAK Menghadapi kondisi kegawatdaruratan seperti saat terjadinya kecelakaan, tersedak dan sebagainya, menuntut individu atau kelompok yang menemukan korban untuk memberikan pertolongan segera. Akan tetapi, jika penolong tidak mengetahui cara yang baik dan benar dalam memberikan bantuan hidup dasar maka bisa berakibat fatal pada korban. Penting untuk mengetahui pertolongan pertama sehingga bisa memberikan penanganan dasar langsung di tempat kejadian. Sebab, setiap kali kejadian bencana, petugas kesehatan sering kali datang terlambat ke lokasi bencana sehingga menyebabkan korban meninggal tanpa adanya tindakan pertolongan pertama. Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui pelatihan pada anggota Palang Merah Remaja (PMR). Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan dengan sasaran anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa, bulan Juni s/d Agustus 2022 dengan jumlah sasaran 40 orang. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Kota Langsa tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) 85%. Kesimpulan: Melalui pelatihan pada anggaota Palang Merah Remaja (PMR) mampu melakukan tehnik BHD Kata Kunci: Pengetahuan, Pelatihan, Palang Merah Remaja, Kegawatdaruratan, Bantuan Hidup Dasar  ABSTRACT Facing emergency conditions such as when an accident occurs, choking and so on, requires the individual or group that finds the victim to provide immediate assistance. However, if the rescuer does not know the right and proper way to provide basic life support, it can have fatal consequences for the victim. It is important to know first aid so that you can provide basic treatment right at the scene. This is because, every time a disaster occurs, health workers often arrive late to the disaster site, causing victims to die without any first aid measures. Purpose: this service activity is to increase knowledge and skills about Basic Life Assistance (BHD) through training for members of the Youth Red Cross (PMR). Method: Service activities are carried out using counseling and training methods with the target of members of the Youth Red Cross (PMR) in the Langsa City, from June to August 2022 with 40 students. Result: there is an increase in the knowledge and skills of members of the Youth Red Cross (PMR) of Langsa City regarding 85% Basic Life Support (BHD). Conclusion: Through training the Youth Red Cross (PMR) members are able to do the BHD technique Keywords: Knowledge, Training, Youth Red Cross (PMR), Emergencies, Basic Life Support
Peran Mahasiswa Siaga Bencana Indonesia dalam Upaya Penanganan Bencana Area Komunitas melalui Zoominar Ida Rahmawati; Fernalia Fernalia; Dwi Putri Sulistiyaningsih; Effendi Effendi; Sanisahhuri Sanisahhuri; Dahlia Putri Pratama; Ahmad Guntur Alfianto; Feri Eka Prasetya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7882

Abstract

ABSTRAK Bencana alam tidak hanya menimbulkan korban fisik, akan tetapi berdampak juga pada gangguan pisikologis dan trauma yang mendalam. Hilangnya harta benda dan nyawa dari orang-orang yang dicintainya, membuat membuat sebagian korban mengalami stress dan gangguan kejiwaan. Mitigasi dan kesiapsigaan merupakan salah satu tahapan yang sangat vital dalam manajemen Bencana. Undang-undang No. 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana mengamanatkan untuk melakukan upaya penanggulangan bencana secara tepat, cepat, berdasarkan prioritas, koordinasi, keterpaduan, berdaya guna, berhasil guna, transparansi, akuntabilitas, kemitraan dan pemberdayaan. Tujuan kegiatan ini adalah  meningkatkan peran mahasiswa siaga bencana dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Metode kegiatan zoominar dilakukan oleh mahasiswa PERWAGANA STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu secara daring menggunakan aplikasi zoom pada tanggal 15 April 2022. Terdapat 3 sesi dalam kegiatan yaitu Sesi pertama pembukaan acara yang dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan sesi  kedua dengan pemaparan materi, dan sesi ketiga yaitu kesimpulan secara umum oleh moderator dan penutup oleh pihak penyelenggara. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Kesimpulan, setelah dilakukan pendidikan kesehatan secara daring menggunakan aplikasi zoominar kepada mahasiswa, maka peingkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan tentang bencana dapat di serap dengan baik sehingga mahasiswa akan mampu menjadi dan siap menjadi generasi yang siap tanggap dalam kegawatdaruratan dan bencana.        Kata Kunci: Bencana, Kesiapsiagaan, Mahasiswa Perawat    ABSTRACT Natural disasters do not only cause physical casualties, but also have an impact on psychological disorders and deep trauma. The loss of property and lives of loved ones has made some victims experience stress and mental disorders. Mitigation and preparedness are one of the most vital stages in disaster management. Law No. 24 of 2007 concerning disaster management mandates to carry out disaster management efforts appropriately, quickly, based on priorities, coordination, integration, efficiency, effectiveness, transparency, accountability, partnership and empowerment. The puprpose of this activity is to increase the role of disaster preparedness students in disaster management efforts in Indonesia. The zoominar activity was carried out by PERWAGANA STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu students online using the zoom application on April 15, 2022. There were 3 sessions in the activity, namely the first session opening the event which was opened by the presenter, followed by the second session with material presentation, and the third session is a general conclusion by the moderator and closing by the organizers. After conducting online health education using the Zoominar application to students, the increased preparedness and vigilance about disasters can be well absorbed so that students will be able to become and be ready to become a generation that is ready to respond in emergencies and disasters. Keywords: Disaster, Preparedness, Nursing Students 
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Fatigue Related Diabetes Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri; Nursiswati Nursiswati; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7637

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus (DM) menyebabkan kelelahan, banyak makan, banyak minum, banyak buang air kecil dan penurunan berat badan. Diperlukan manajemen diabetes melitus yang komprehensif dalam mengendalikan DM dan mencegah komplikasi jangka Panjang. Edukasi merupakan upaya paling penting dalam mengendalikan gejala diabetes dan mempertahankan status Kesehatan klien DM. Program Pendidikan Kesehatan yang berfokus pada manajemen DM dan pengendalian kelelahan terkait DM dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klien dan keluarga klien DM. Masyarakat diundang mengikuti program Pendidikan Kesehatan secara daring dan berkesempatan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan kelelahan pada diabetes. Program pengabdian kepada masyarakat berupa Pendidikan Kesehatan dan konsultasi ini diikuti oleh 31 peserta baik klien DM maupun yang tidak menderita DM. Rata-rata skor dari keseluruhan peserta yang mengisi pre test sebesar 75,3. Sementara itu, rata-rata skor dari keseluruhan peserta yang mengisi post test sebesar 87,8. Hal ini menunjukkan Pendidikan Kesehatan dan konsultasi yang telah dilaksanakan memberikan manfaat peningkatan pengetahuan bagi peserta. Upaya Pendidikan Kesehatan dan konsultasi pada klien DM dan masyarakat umumnya diharapkan dapat dilanjutkan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan pencegahan dan penanganan DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kelelahan, Edukasi, Pencegahan, Manajemen  ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) causes fatigue, eating a lot, drinking a lot, urinating a lot and losing weight. Comprehensive management of diabetes mellitus is needed in controlling DM and preventing long-term complications. Education is the most important effort in controlling diabetes symptoms and maintaining the health status of DM clients. The Health Education Program which focuses on DM management and DM related fatigue control is implemented with the aim of increasing the knowledge and skills of DM clients and their families. The public is invited to participate in an online Health Education program and has the opportunity to increase knowledge about diabetes and diabetes fatigue. This community service program in the form of Health Education and consultation was attended by 31 participants, both DM clients and those without DM. The average score of all participants who filled out the pre-test was 75.3. Meanwhile, the average score of all participants who took the post test was 87.8. This shows that the Health Education and consultations that have been carried out provide benefits for increasing knowledge for participants. Health education efforts and consultations with DM clients and the general public are expected to be continued in order to increase understanding and ability to prevent and treat DM. Keywords: Diabetes Mellitus, Fatigue, Education, Prevention, Management
Pemberdayaan Masyarakat Bagi Anak Balita Penderita Stunting Dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Di Desa Penfui Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Loriana Lorinda Manalor; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Nur Lailah Al Tadom; Rosmiyati Dappa Loka; Lusia Ina Dawa; Ni Gusti Tara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8170

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini secara nasional belum tercapai pola konsumsi yang beragam.  Hasil analisis  yang dilakukan oleh BKP menyimpulkan pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh pangan sumber karbohidrat atau pangan nabati. Pola konsumsi pangan termasuk pangan sumber protein hewani sangat ditentukan oleh faktor sosial ekonomi rumah tangga seperti tingkat pendapatan, harga pangan, selera, dan kebiasaan makan.  Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian makanan tambahan/PMT mengungkapkan bahwa dalam hal ini peran serta orang tua dan kader posyandu dalam memberikan intervensi pada balita akan menunjang proses tumbuh kembang anak sampai usia 2 tahun secara efektif. Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan sesuai dengan jadwal dan perencanaan dengan metode ceramah dan diskusi disertai dengan implementasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Penfui Timur, Dusun Belfai dan Tuameko, yang dihadiri kader dan beberapa orang tua bayi balita juga ada orangtua balita stunting. Kader dan orang tua dapat mengetahui jenis makan yang dapat meningkatkan gizi keluarga khususnya anak balita yang mengalami gizi kurang atau gizi buruk. Dengan melakukan redemontrasi ini diharapkan kader dan orang tua dapat mempraktekkan apa yang di ajarkan agar bisa memenuhi nilai gizi keluarga. Kata Kunci: Pemberdayaan, Balita, Ikan ABSTRACT Currently, nationally, diverse consumption patterns have not been achieved. The results of the analysis conducted by the BKP concluded that the food consumption pattern of the Indonesian people is still dominated by food sources of carbohydrates or plant foods. The desired pattern of food consumption, including food sources of protein, is largely determined by socio-economic factors of the household, such as income levels, food prices, tastes, and eating habits. Purpose Community service activities in the form of providing supplementary food/PMT revealed that in this case, the participation of parents and posyandu cadres in providing interventions for toddlers will effectively support the growth and development process of children up to the age of 2 years. All community service activities have been carried out according to schedule and planning using lecture and discussion methods accompanied by the implementation. Community service activities were carried out in East Penfui Village, Belfai, and Tuameko Hamlets, which witnessed toddler cadres and several parents of toddlers also having stunted parents. Cadres and parents can find out the types of food that can improve family nutrition, especially for children under five who experience malnutrition or malnutrition. By doing this demonstration, it is hoped that cadres and parents can practice what is offered so that they can fulfill the nutritional value of the family. Keywords: Empowerment, Toddlers, Fish
Penyuluhan Mikrobiologi #2 Edukasi Penggunaan Antibiotika Bantari Wisynu Kusuma Wardhani; Editha Renesteen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8210

Abstract

ABSTRAK Integrasi program pengabdian masyarakat ini dengan kegiatan pengajaran dilakukan dalam bentuk pemberian tugas kuliah pada mata kuliah Mikrobiologi Farmasi di tingkat dua semester genap tahun ajaran 2021/2022.  Topik yang diangkat adalah penggunaan antibiotika yang tepat dan benar. Penyuluhan Mikrobiologi #2 diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Hal ini tentu saja akan membangun kewaspadaan masyarakat terhadap kejadian resistensi. Penyuluhan dilaksanakan secara virtual menggunakan perangkat lunak Zoom Meeting dan disiarkan secara terbuka melalui live streaming pada kanal youtube Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan Oficial pada hari Sabtu, 4 Juni 2022 pukul 09.00-11.30 WIB. Jumlah peserta sebanyak 74 peserta masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh narasumber Dr. apt. Bantari Wisynu Kusuma Wardhani, M.Biomed, apt. Nurul Latifah, M.Clin.Pharm, dan Dr. Anggi Gayatri, SpFK. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan 74% peserta penyuluhan menyatakan sangat berminat terhadap kegiatan serupa dan 89% menyatakan sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan. Materi dalam kegiatan ini juga dibutuhkan dan dapat diaplikasian dalam penggunaan antibiotika di kehidupan sehari-hari oleh sebagian besar peserta (>75%). Kata Kunci: Edukasi, Daring, Antibiotika, Infeksi Bakteri ABSTRACT  This community service program integrated with teaching activities by giving assignments in the Pharmaceutical Microbiology course at the second even semester level of the 2021/2022 academic year. The topic raised is the proper and correct use of antibiotics. Microbiology Counseling #2 is aimed to increase knowledge and improve community behavior in the use of antibiotics. This of course will generate public awareness in the incidence of resistance. The counseling was carried out virtually using the Zoom Meeting software and broadcast openly via live streaming on the Youtube channel of the Faculty of Military Pharmacy, Oficial Defense University on Saturday, June 4, 2022, 09.00-11.30 WIB. The number of participants were 74 participants from the society from various regions in Indonesia. Counseling activities were carried out by resource persons, Dr. apt. Bantari Wisynu Kusuma Wardhani, M. Biomed, apt. Nurul Latifah, M.Clin.Pharm, and Dr. Anggi Gayatri, SpFK. Based on the results of the evaluation of activities, 74% of the extension participants stated that they were very interested in similar activities and 89% said they were very satisfied with the implementation of the activities. The material in this activity is also needed and can be applied in the use of antibiotics in daily life by most of the participants (>75%). Keywords: Education, Online Meeting, Antibiotics, Bacterial Infection
Penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) pada Masyarakat dalam Menghadapi Pandemic Covid-19 Tiur Romatua Sitohang; Marganda Limbong
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7960

Abstract

ABSTRAK Penyintas Covid 19 cenderung mengalami Post Traumatic Stress Disorder sebesar 30,2% (Janiri, 2020). Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia menyatakan sebanyak 80% mengalami gejala stres pasca trauma psikologis karena mengalami atau menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan terkait Covid-19,  46% memiliki gejala berat, 33% sedang, 2% ringan, dan sisanya tidak bergejala. Gejala PTSD dapat dikurangi dengan intervensi psikoterapi yaitu CBT (Cognitif Behavior Therapy). Tujuan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan  masyarakat mengenai Pandemic Covid 19 dan Therapy Cognitive Behavior, dan memperkenalkan Therapy Cognitive Behavior sebagai salah satu terapi menurunkan Post Trauma Stres Disorder, ketidaknyamanan, kecemasan, masalah perilaku dan tekanan psikologis selama pandemic Covid 19. Berdasarkan hasil pre test sebelum dilakukan Cognitive Behavior Therapy diperoleh hasil sebanyak 4 orang tidak memiliki gejala PTSD, 27 orang memiliki gejala ringan dan 5 orang memiliki gejala PTSD sedang. Setelah dilakukan Cognitive Behavior Therapy ditemukan  Post Trauma Distres Sindrom berada pada kategori tidak memiliki gejala sebanyak 10 orang dan  24 orang memiliki gejala PTSD pada kategori ringan dan 2 orang kategori sedang. Kesimpulan : Terapi Cognitive Behavior efektif  menurunkan gejala Post Trauma Sindrom Disorder dialami penyintas Covid 19 dan keluarga sehubungan dengan adanya pandemic covid 19.  Kata Kunci: CBT, PTSD, Pandemi Covid-19  ABSTRACT Janiri (2020) stated that 30.2% of the total 381 respondents who survived Covid 19 experienced Post Traumatic Stress Disorder. According to the Association of Indonesian Mental Medicine Specialists, as many as 80% of the 182 self-examination results experienced symptoms of psychological post-traumatic stress due to experiencing or witnessing unpleasant events related to Covid-19, 46% had severe symptoms, 33% moderate, 2% mild, and the rest did not. symptomatic. PTSD symptoms can be reduced by psychotherapy intervention, namely CBT (Cognitive Behavior Therapy). The purpose of this community service activity is to increase public knowledge about the Covid 19 Pandemic and Cognitive Behavior Therapy, and introduce Cognitive Behavior Therapy as a therapy to reduce Post Traumatic Stress Disorder, discomfort, anxiety, behavioral problems and psychological stress during the Covid 19 pandemic. Based on the results of the pre-test prior to Cognitive Behavior Therapy, it was found that 4 people did not have PTSD symptoms, 27 people had mild symptoms and 5 people had moderate PTSD symptoms. After doing Cognitive Behavior Therapy, it was found that the Post Traumatic Distress Syndrome was in the asymptomatic category as many as 10 people and 24 people had PTSD symptoms in the mild category and 2 people in the moderate category. Conclusion: Cognitive Behavior Therapy is effective in reducing the symptoms of Post Traumatic Syndrome Disorder experienced by Covid 19 survivors and their families in connection with the COVID-19 pandemic. Keywords: CBT, PTSD, COVID-19 pandemic

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue