cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 2,035 Documents
Hubungan Motivasi dengan Perilaku tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Siswi Kelas VII dan VIII di SMPN 1 Cireunghas Wilayah Kerja Puskesmas Cireunghas Kabupaten Sukabumi Mawla Khairunnisa Nur Iskandar; Susilawati Susilawati; Femy Melia Rahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25522

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is one of the leading causes of death among women aged 15–49 years. One of the measures that can be taken is early detection through Breast Self-Examination (BSE). The behaviour regarding BSE is influenced by many factors, one of which is motivation. Analysing the relationship between motivation and behaviour regarding self-breast examination (SADARI) among Year 7 and Year 8 schoolgirls. This is a correlational study employing a cross-sectional approach. The population comprised all female students in Years 7 and 8 at SMPN 1 Cireunghas, totalling 194 respondents. The sample consisted of 131 respondents, selected using proportional random sampling. Data was collected using a questionnaire. The data was analysed using Somersd’s test. The results of the study indicate that the majority of respondents demonstrated high motivation and good behaviour. The results of the Somers’d test showed a p-value of 0.001, which indicates a significant association between motivation and behaviour regarding self-examination of the breasts (BSE). There is a relationship between motivation and behaviour regarding self-breast examination (BSEI) among Year 7 and Year 8 female students at SMPN 1 Cireunghas within the Cireunghas Public Health Centre catchment area, Sukabumi Regency. Keywords: Breast Cancer, Motivation, Behaviour, Adolescents, BSE  ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian utama pada wanita usia 15–49 tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui deteksi dini berupa Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Perilaku dalam melakukan SADARI banyak dipengaruhi oleh faktor, salah satunya adalah motivasi. Menganalisis hubungan motivasi dengan perilaku tentang pemeriksaan  payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas VII dan VIII. Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi melibatkan seluruh siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Cireunghas sebanyak 194 responden. Sampel berjumlah 131 responden menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji somers’d. Hasil studi menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi dan perilaku yang baik. Hasil uji somers’d menunjukan nilai p-value 0,001 yang berarti ada hubungan motivasi dengan perilaku tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Terdapat hubungan motivasi dengan perilaku tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Cireunghas Wilayah Kerja Puskesmas Cireunghas Kabupaten Sukabumi. Kata Kunci: Kanker Payudara, Motivasi, Perilaku, Remaja, SADARI.
Peran Vitamin C sebagai Terapi Adjuvan pada Pengobatan Tuberkulosis Paru: Tinjauan Sistematis Andi Arista Fausiah; Edward Pandu Wiriansya; Harry Akza Putrawan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25392

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis (TB) remains a significant global health problem with high morbidity and mortality rates, particularly in developing countries. Although standard anti-tuberculosis drug (OTT) therapy is effective in treating TB, slow sputum clearance and persistent bacterial load remain challenges to successful therapy. Nutritional factors, particularly vitamin C, are known to play a role in the immune response and control of oxidative stress in chronic infections such as tuberculosis. This study aims to demonstrate the benefits of vitamin C supplementation as an adjunct therapy in patients with pulmonary tuberculosis, based on current scientific evidence. This study is a systematic review, compiled according to the 2020 PRISMA guidelines. A literature search was conducted using PubMed and Google Scholar data for articles published between January 2022 and August 2024. Inclusion criteria were determined using the PICOS framework and included randomized clinical trials, quasi-experimental studies, observational studies, and cross-sectional studies. Six studies met the inclusion criteria and were analyzed narratively. The review results indicate that vitamin C supplementation at a dose of 500–1000 mg per day as an adjunct to standard anti-tuberculosis therapy has the potential to accelerate sputum conversion and reduce bacterial load compared with standard therapy alone. Furthermore, low vitamin C levels have been found to correlate with disease severity and delayed sputum conversion. Several in vitro studies have also demonstrated a synergistic effect between vitamin C and certain anti-tuberculosis drugs in enhancing bactericidal activity. Overall, vitamin C has potential as an adjuvant therapy in the treatment of pulmonary tuberculosis. However, larger randomized clinical trials are needed to establish more standardized recommendations for use in clinical practice. Keywords: Vitamin C, Pulmonary Tuberculosis, Adjuvant Therapy, Sputum Conversion, Oxidative Stress.  ABSTRAK Tuberkulosis paru (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama di negara berkembang. Meskipun terapi standar obat anti-tuberkulosis (OAT) efektif dalam pengobatan TB, konversi sputum yang lambat dan persistensi beban bakteri masih menjadi tantangan dalam keberhasilan terapi. Faktor nutrisi, khususnya vitamin C, diketahui berperan dalam respons imun serta pengendalian stres oksidatif pada infeksi kronis seperti tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat suplementasi vitamin C sebagai terapi tambahan pada pasien tuberkulosis paru berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed dan Google Scholar terhadap artikel yang dipublikasikan antara Januari 2022 hingga Agustus 2024. Kriteria inklusi ditentukan menggunakan kerangka PICOS dan mencakup uji klinis acak, studi kuasi-eksperimental, studi observasional, dan studi potong lintang. Sebanyak enam studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa suplementasi vitamin C dengan dosis 500–1000 mg per hari sebagai tambahan terapi OAT standar berpotensi mempercepat konversi sputum dan menurunkan beban bakteri dibandingkan dengan terapi standar saja. Selain itu, kadar vitamin C yang rendah ditemukan berkorelasi dengan tingkat keparahan penyakit dan keterlambatan konversi sputum. Beberapa penelitian in vitro juga menunjukkan adanya efek sinergis antara vitamin C dan obat anti-tuberkulosis tertentu dalam meningkatkan aktivitas bakterisidal.Secara keseluruhan, vitamin C memiliki potensi sebagai terapi adjuvan pada pengobatan tuberkulosis paru. Namun, diperlukan uji klinis acak dengan skala yang lebih besar untuk menetapkan rekomendasi penggunaan yang lebih terstandarisasi dalam praktik klinis. Kata Kunci: Vitamin C, Pulmonary Tuberculosis, Adjuvant Therapy, Sputum Conversion, Oxidative Stress.
Manajemen Stres Pengasuhan Pada Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (Literature Review) Suci Mulya Eryuni; Aat Sriati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25440

Abstract

ABSTRACT Children with special needs require more intensive caregiving, placing parents at risk of experiencing parenting stress that can adversely affect psychological well-being, the quality of parent–child relationships, and overall family functioning. This study aims to analyze various interventions for managing parenting stress among parents of children with special needs through a literature review of articles retrieved from PubMed, Scopus, SAGE Journals, and Springer, with inclusion criteria limited to full-text articles published between 2021 and 2026 in either Indonesian or English. Based on the search results, eight articles were selected and analyzed narratively. The findings indicate that effective interventions include cognitive and psychoeducational approaches, resilience training and empowerment, social support, parent–child relationship therapy, as well as health education and counseling. These interventions have been shown to reduce stress levels while enhancing coping abilities, emotional regulation, and parental self-efficacy. Therefore, the management of parenting stress requires a multidimensional approach that not only focuses on stress reduction but also on strengthening psychological and social resources, thereby improving parents’ quality of life and overall family functioning. Keywords: Children With Special Needs, Parenting Stress, Stress Management, Intervention, Coping.  ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus memerlukan pengasuhan yang lebih intensif, sehingga orang tua berisiko mengalami stres pengasuhan yang dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis, kualitas hubungan orang tua–anak, serta fungsi keluarga secara keseluruhan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai intervensi dalam manajemen stres pengasuhan pada orang tua anak berkebutuhan khusus melalui tinjauan literatur dari database PubMed, Scopus, Sage Journal, dan Springer dengan kriteria artikel terbit tahun 2021–2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta tersedia dalam bentuk full text. Berdasarkan hasil penelusuran, diperoleh delapan artikel yang dianalisis secara naratif. Temuan menunjukkan bahwa intervensi yang efektif meliputi pendekatan kognitif dan psikoedukasi, pelatihan resiliensi dan pemberdayaan, dukungan sosial, terapi hubungan orang tua–anak, serta edukasi dan konseling kesehatan. Berbagai intervensi tersebut terbukti mampu menurunkan tingkat stres, serta meningkatkan kemampuan koping, regulasi emosi, dan self-efficacy pada orang tua. Oleh karena itu, manajemen stres pengasuhan perlu dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang tidak hanya berfokus pada penurunan stres, tetapi juga pada penguatan sumber daya psikologis dan sosial, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup orang tua dan fungsi keluarga secara optimal. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Stres Pengasuhan, Manajemen Stres, Intervensi, Koping.
Tren Global Penelitian Pendidikan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) Pada Mahasiswa dan Pelajar: Analisis Bibliometrik Dea Salamiah; Azizah Khoiriyati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25345

Abstract

ABSTRACT Cardiopulmonary resuscitation (CPR) education for university students is an important strategy to increase bystander CPR rates and reduce mortality due to cardiac arrest. As global attention to CPR education increases, the number of scientific publications in this field continues to grow. However, comprehensive mapping of research developments through bibliometric analysis is still limited. This study aims to analyze trends, characteristics, and research focus on CPR education for university students using a bibliometric approach. Bibliometric analysis was conducted on articles indexed in the Scopus database for the period 2015–2025. The search used keywords (TITLE-ABS-KEY (cpr) AND TITLE-ABS-KEY (student)) with limitations on the fields of medicine and nursing, article document type, and English language. A total of 529 articles that met the inclusion criteria were analyzed using Scopus, MapChart, and VOSviewer to map publication trends, country distribution, and research keyword networks. The number of publications showed a significant increase after 2017. Research contributions were dominated by developed countries, particularly the United States and European countries, while participation from developing countries was still limited. Keyword analysis identified a research focus on CPR training, students, and education, as well as the development of innovative learning methods such as simulation, serious games, and virtual reality. Research on CPR education for university students and pupils continues to grow, with a trend toward technology-based learning approaches. Further research opportunities are open in the context of developing countries and on aspects of the implementation and sustainability of CPR competencies.  Keywords: CPR Training, Students, Medical Education.  ABSTRAK Pendidikan cardiopulmonary resuscitation (CPR) pada mahasiswa dan pelajar merupakan strategi penting untuk meningkatkan angka bystander CPR serta menurunkan mortalitas akibat henti jantung. Seiring meningkatnya perhatian global terhadap edukasi CPR, jumlah publikasi ilmiah di bidang ini terus berkembang. Namun, pemetaan perkembangan penelitian secara komprehensif melalui analisis bibliometrik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, karakteristik, dan fokus penelitian mengenai pendidikan CPR pada mahasiswa dan pelajar menggunakan pendekatan bibliometrik. Analisis bibliometrik dilakukan terhadap artikel yang terindeks dalam basis data Scopus pada periode 2015–2025. Pencarian menggunakan kata kunci (TITLE-ABS-KEY (cpr) AND TITLE-ABS-KEY (student)) dengan pembatasan bidang ilmu medicine dan nursing, jenis dokumen artikel, serta bahasa Inggris. Sebanyak 529 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan Scopus, MapChart, dan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, distribusi negara, serta jaringan kata kunci penelitian. Jumlah publikasi menunjukkan peningkatan signifikan setelah tahun 2017. Kontribusi penelitian didominasi oleh negara maju, terutama Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, sementara partisipasi negara berkembang masih terbatas. Analisis kata kunci mengidentifikasi fokus penelitian pada CPR training, students, dan education, serta perkembangan metode pembelajaran inovatif seperti simulasi, serious games, dan virtual reality. Penelitian mengenai pendidikan CPR pada mahasiswa dan pelajar terus berkembang dengan kecenderungan menuju pendekatan pembelajaran berbasis teknologi. Peluang penelitian selanjutnya terbuka pada konteks negara berkembang serta pada aspek implementasi dan keberlanjutan kompetensi CPR. Kata Kunci: CPR Training, Students, Medical Education.
Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Balita di Salah Satu Puskesmas Wilayah Pesisir Kabupaten Lombok Barat Siti Rosidah; Muthia Cenderadewi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25689

Abstract

ABSTRACT Stunting is an irreversible linear growth disorder caused by chronic nutritional deficiency during the first 1,000 days of life. Low birth weight (LBW) and short birth length are important risk factors potentially affecting linear growth in children. To analyze the association of birth length and birth weight with stunting in children under five at a Coastal Community Health Center in West Lombok Regency. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted. A total of 50 children under five were selected from posyandu records in the working area of a coastal community health center in West Lombok Regency using purposive sampling. The independent variables were birth weight and birth length; the dependent variable was stunting status based on the HAZ index (Z-score -2 SD). Bivariate analysis was conducted using Chi-Square test. Of 50 subjects, 26 (52.0%) were stunted. The prevalence of LBW was 32.0% and short birth length was 34.0%. All children with LBW experienced stunting (100%). There was a statistically significant association between birth weight and stunting (χ²=18.983; p0.0001) and between birth length and stunting (χ²=20.952; p0.0001). Low birth weight and short birth length are associated with the occurrence of stunting in children under five in the working area of a coastal community health center in West Lombok Regency. Keywords: Birth Length, Birth Weight, Children Under Five, Nutritional Status, Stunting.  ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang bersifat ireversibel akibat defisiensi gizi kronik pada 1.000 hari pertama kehidupan. Berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan lahir (PBL) pendek merupakan faktor risiko penting yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan linear anak.  Menganalisis hubungan panjang badan lahir dan berat badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di salah satu Puskesmas Wilayah pesisir Kabupaten Lombok Barat. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 50 balita yang diambil dari data posyandu salah satu Puskesmas Wilayah pesisir Kabupaten Lombok Barat menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah berat badan lahir dan panjang badan lahir, sedangkan variabel terikat adalah status stunting berdasarkan indeks TB/U (Z-score -2SD). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square.  Dari 50 subjek, 26 (52,0%) mengalami stunting. Prevalensi BBLR sebesar 32,0% dan PBL pendek sebesar 34,0%. Seluruh balita dengan BBLR mengalami stunting (100%). Terdapat hubungan bermakna antara berat badan lahir dengan kejadian stunting (χ²=18,983; p0,0001) dan hubungan bermakna antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting (χ²=20,952; p0,0001).  Berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir pendek berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di salah satu Puskesmas Wilayah pesisir Kabupaten Lombok Barat Kata Kunci: Balita, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, Stunting, Status Gizi.
Pengaruh Aromaterapi Lavender dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu Rismayani Rismayani; Ade Elvina; Poppy Siska Putri; Rusiana Rusiana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25644

Abstract

ABSTRACT Cesarean section delivery can cause anxiety because of worry about the condition of the mother and baby. As the time for surgery approaches, anxiety will increase. A high level of anxiety can endanger preoperative Caesarean section patients and can even delay surgery. One effort to reduce anxiety with a traditional medical approach is Lavender aromatherapy using essential oils used in a diffuser which is able to provide a relaxing effect on pre-Caesarean section surgery patients. The aim of the research is to find out how effective lavender aromatherapy is in reducing the anxiety level of patients who are planning a caesarean section at Tiara Sella Hospital Bengkulu 2024. The research method is a quantitative method using non-equivalent control groups before and after the test, all pregnant patients with elective caesarean section surgery The first time at Tiara Sella Hospital Bengkulu was the population of this study, while the total sample was 40 patients. The process and method of obtaining samples is Accidental Sampling, with 20 treatment groups and 20 control groups. The data used are primary data and secondary data, and analysis was carried out univariate and bivariate. The research will be carried out on January 16 - February 16 2024 at Tiara Sella Hospital, Bengkulu City. The results of the univariate analysis, of the 20 mothers who had preoperative caesarean section for the first time, 11 people had moderate anxiety (55.0%) and 9 people had severe anxiety (45%) for respondents' anxiety, an average of 18.6 (moderate anxiety) at the age of 20. -25 years. The results of bivariate analysis with parametric statistics (paired T-test Dependent) obtained anxiety (p=0.000) with a value of p0.05 so it can be assessed that carrying out lavender aromatherapy intervention can reduce the anxiety level of mothers before caesarean section surgery. The conclusion of this research is that there is an effect of lavender aromatherapy on reducing anxiety levels in pre-Caesarean Section surgery patients.  Keywords: Anxiety, Lavender Aromatherapy. ABSTRAK Persalinan secara Section Caesarea dapat menimbulkan rasa cemas karena rasa khawatir tentang keadaan ibu dan bayinya. Semakin mendekati waktu untuk operasi maka kecemasan akan semakin meningkat. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat  membahayakan pasien pre operasi Section Caesarea dan bahkan dapat dilakukan penundaan operasi. Salah satu usaha untuk menurunkan rasa cemas dengan metode pendekatan medis tradisional berupa aromaterapi Lavender menggunakan minyak esensial yang digunakan pada diffuser mampu memberikan efek rileks pada pasien pre operasi Section Caesarea. Tujuan dari penelitian  untuk mengetahui bagaimana efektivitas aromaterapi lavender dalam  menurunkan tingkat cemas pasien yang terencana  sectio caesarea di Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu 2024. Metode dalam penelitian berupa  metode kuantitatif menggunakan  non equivalent control kelompok  sebelum dan sesudah tes, semua pasien  hamil dengan operasi elektif sectio caesarea pertama kali di Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu merupakan populasi penelitian ini, sedangkan jumlah sampel  40  pasien. Proses dan cara   memperoleh sampel yaitu Accidental Sampling, dengan 20 kelompok perlakuan dan 20 kelompok kontrol. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, dan analisa yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Pelaksanaan penelitian pada tanggal 16 Januari - 16 Februari Tahun 2024 di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu. Hasil analisa univariat, dari 20 ibu pre operasi section caesarea  pertama kali sebagian besar kecemasan sedang 11 orang  (55,0%) dan kecemasan berat 9 orang (45%) untuk kecemasan responden rata-rata 18,6 (kecemasan sedang) pada usia 20-25 tahun. Hasil analisis bivariate dengan statistik parametric (paired T-test Dependen) diperoleh kecemasan (p=0,000) dengan nilai p0,05  sehingga dapat dinilai bahwa melakukan  intervensi aromaterapi lavender dapat terjadi penurunan tingkat cemas  ibu pre operasi sectio caesarea. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi Section Caesarea.  Kata Kunci: Kecemasan, Aromaterapi Lavender.
Analisis Motivasi Kerja Tenaga Perawat di RSD DR. A. DADI TJOKRODIPO Gilang Agusman; Samino Samino; Usastiawaty Usastiawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.22707

Abstract

ABSTRACT Work motivation is a psychological drive that influences the direction, intensity, and persistence of a person in performing work to achieve certain goals. The level of work motivation among nurses at DR A. Dadi Tjokrodipo Hospital is not yet satisfactory. This quantitative analytical study used a cross-sectional design with a closed-ended questionnaire (G-form) as the measurement tool. The study sample consisted of 94 respondents, the data were analyzed using Smart PLS 3.0. The results showed that there was a direct effect of hospital policy (Path Coefficient 0.092, t-statistic 2.026, p-value 0.043), compensation (Path Coefficient 0.156, t-statistic 2.949, p-value 0.003), working conditions (Path Coefficient 0.211, t-statistic 2.056, p-value 0.040) on work motivation. There is a direct effect of hospital policy (Path Coefficient 0.139, t-statistic 2.463, p-value 0.014), compensation (Path Coefficient 0.616, t-statistic 7.977, p-value 0.000), working conditions (Path Coefficient 0.238, t-statistic 2.705, p-value 0.007), on responsibility. There is an indirect effect of hospital policy (Path Coefficient 0.062, t-statistic 2.219, p-values 0.027), compensation (Path Coefficient 0.276, t-statistic 4.188, p-value 0.000), working conditions (Path Coefficient 0.107, t-statistic 2.354, p-value 0.019) on work motivation through responsibility. Hospital management needs to pay attention to promotion procedures being carried out openly and transparently, salaries commensurate with workload, creating smooth communication between departments, creating motivation and opportunities for development, so that nurse job satisfaction can be better realized. Keywords: Hospital Policy, Compensation, Working Conditions, Responsibility, Motivation.  ABSTRAK Motivasi kerja adalah dorongan psikologis yang mempengaruhi arah, intensitas, dan ketekunan seseorang dalam melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan tertentu. Tingkat motivasi kerja tenaga perawat di RSD DR A,Dadi Tjokrodipo  belum memuaskan. Jenis penelitian  kuantitatif  analitik dengan rancangan cross sectional  menggunakan alat ukur instrument quesioner tertutup (G-form). Sampel penelitian sebanyak 94 responden, data dianalisis menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh langsung kebijakan rumah sakit (Path Coefficient 0,092, t-statistik 2,026, p-value 0,043) kompensasi (Path Coefficient 0,156, t-statistik 2,949, p-value 0,003), kondisi kerja (Path Coefficient 0,211, t-statistik 2,056, p-value 0,040) terhadap motivasi kerja. Ada pengaruh langsung kebijakan rumah sakit (Path Coefficient 0,139, t-statistik 2,463, p-value 0,014), kompensasi (Path Coefficient 0,616, t-statistik 7,977, p-value 0,000), kondisi kerja (Path Coefficient 0,238, t-statistik 2,705, p-value 0,007), terhadap tanggung jawab. Ada pengaruh tidak langsung kebijakan rumah sakit (Path Coefficient 0,062, t-statistik 2,219, p-values 0,027), kompensasi (Path Coefficient 0,276, t-statistik, 4,188 p-value 0,000), kondisi kerja (Path Coefficient 0,107, t-statistik 2,354, p-value 0,019), terhadap motivasi kerja melalui tanggung jawab. Manajemen rumah sakit perlu memberikan apresiasi atas kontribusi tenaga perawat serta menjamin keamanan finansial, guna meningkatkan motivasi kerja. Perawat diharapkan terus menjaga dan meningkatkan motivasi melalui kerja sama serta hubungan yang harmonis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain dan mengembangkan metode intervensi yang lebih komprehensif terkait motivasi kerja. Kata Kunci: Kebijakan Rumah Sakit, Kompensasi, Kondisi Kerja, Tanggung Jawab, Motivasi.
Pengembangan Aplikasi Deteksi dan Pencegahan Stunting Wilayah Kepulauan Septy Nur Aini; Nazliansyah Nazliansyah; Okvita Ariyanti; Hafidz Ardiansyah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25458

Abstract

ABSTRACT Stunting is a significant health problem in Indonesia. Although there has been a reduction in the stunting rate to 21.6% in 2022, this figure has not met the target of reducing stunting by 14% in 2024. Island regions have their own challenges in terms of disseminating information and health services related to stunting, so it is necessary to develop innovative technology-based solutions to detect and prevent stunting. This research aims to develop an Android-based stunting detection and prevention application model that can be used in island areas.  This research uses a qualitative method with a Waterfall Design Thinking approach in application development. Data collection was carried out through observation, interviews and literature study with 30 respondents from the Belitung and East Belitung districts. Focus Group Discussion (FGD) was conducted to obtain input regarding application development. Application development using hardware instruments, software including Flutter software and Visual Studio Code.The research results show that the majority of respondents have used information technology such as social media, but only 3.3% have used Android-based applications specifically for stunting. All respondents had a positive perception of application use, with an emphasis on ease of use and accessibility. The FGD results also show that applications with offline features are really needed in areas with limited internet access. The "SAFFARI" application developed is designed to provide nutritional information, stunting detection guidance, and intervention recommendations in visual form, so that it is easy to understand by users with a low level of technological literacy.This research provides an overview of the need for developing the "SAFFARI" application which can be used for stunting detection and prevention in island areas and the design of the application wireframe. Keywords: Application, Detection, Stunting.  ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia Meskipun terdapat penurunan angka stunting menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka ini belum memenuhi target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam hal penyebaran informasi dan pelayanan kesehatan terkait stunting, sehingga perlu dikembangkan solusi inovatif berbasis teknologi untuk mendeteksi dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model aplikasi deteksi dan pencegahan stunting berbasis Android yang dapat digunakan di wilayah kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Design Thinking metode Waterfall dalam pengembangan aplikasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan 30 responden dari wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mandapatkan masukan terkait pengembangan aplikasi. Pengembangan aplikasi menggunakan instrumen perangkat keras, perangkat lunak termasuk software Flutter dan Visual Studio Code. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden telah menggunakan teknologi informasi seperti media sosial, namun hanya 3,3% yang telah memanfaatkan aplikasi berbasis Android khusus untuk stunting. Seluruh responden memiliki persepsi positif terhadap penggunaan aplikasi, dengan penekanan pada kemudahan penggunaan dan aksesibilitas. Hasil FGD juga menunjukkan bahwa aplikasi dengan fitur offline sangat dibutuhkan di daerah dengan akses internet terbatas. Aplikasi "SAFFARI" yang dikembangkan dirancang untuk menyediakan informasi nutrisi, panduan deteksi stunting, dan rekomendasi intervensi dalam bentuk visual, sehingga mudah dipahami oleh pengguna dengan tingkat literasi teknologi yang rendah. Penelitian ini memberikan Gambaran kebutuhan pengembangan aplikasi "SAFFARI" yang dapat digunakan untuk deteksi dan pencegahan stunting di wilayah kepulauan dan rancangan wireframe aplikasi. Kata Kunci: Aplikasi, Deteksi, Stunting.
Penerapan Program Partnership with Parents Terhadap Kontinuitas Perawatan Anak dengan Stunting Lydia Moji Lautan; Yustina Riki Nazarius; Fransiska Romina
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25648

Abstract

ABSTRACT Stunting is a growth disorder where a child's height falls below the age-standardized average due to prolonged malnutrition and recurrent infections. This condition demands special attention through continuous care that actively involves the family. This study aims to analyze the effect of the Partnership With Parents (PWP) program on the continuity of care for stunted children. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of 35 mothers whose children were undergoing stunting treatment at UPT Puskesmas Saigon, Pontianak. Data were collected using a continuity of care questionnaire covering information, management, and relational dimensions. The Wilcoxon signed-rank test (α = 0.05) and effect size analysis were used. The PWP program significantly affected continuity of care across all dimensions (p 0.05). Effect sizes indicated very strong influences, with the highest in the management dimension (r = 0.965), followed by relational (r = 0.921) and information (r = 0.912) dimensions. The PWP program effectively improves continuity of care for stunted children by enhancing parents' ability to understand information, manage care, and build relationships with health workers. Keywords: Partnership with Parents, Continuity of Care, Stunting, Family-Centered Care.  ABSTRAK Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak yang berada di bawah rata-rata usianya akibat kekurangan gizi berkepanjangan dan infeksi berulang. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus melalui perawatan berkelanjutan dengan keterlibatan aktif keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program Partnership With Parents(PWP) terhadap kontinuitas perawatan anak stunting. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 ibu dengan anak stunting yang sedang menjalani perawatan di UPT Puskesmas Saigon, Pontianak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kontinuitas perawatan yang mencakup dimensi informasi, manajemen, dan relasional. Analisis menggunakan uji Wilcoxon (α = 0,05) dan effect size. Program PWP memberikan pengaruh signifikan terhadap kontinuitas perawatan pada seluruh dimensi (p 0,05). Nilai effect size menunjukkan kekuatan pengaruh sangat besar, dengan tertinggi pada dimensi manajemen (r = 0,965), diikuti dimensi relasional (r = 0,921) dan informasi (r = 0,912). Program PWP efektif meningkatkan kontinuitas perawatan anak stunting melalui peningkatan kemampuan orang tua dalam memahami informasi, mengelola perawatan, dan membangun hubungan dengan tenaga kesehatan. Kata Kunci: Partnership With Parents, Kontinuitas Perawatan, Stunting, Family-Centered Care.
Hubungan Literasi Digital dengan Kecemasan Orang Tua Terhadap Aktivitas Bermain Game Online Anak di SD Plus Al-Ghifari Kota Bandung Dilla Indah Sari; Mamat Lukman; Nenden Nur Asriyani Maryam
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25532

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has made online gaming a popular activity among elementary school children, which often triggers anxiety in parents regarding the negative impacts on child development. Parental digital literacy is hypothesized to play a role in shaping psychological responses to these challenges. The purpose of this study was to determine the relationship between digital literacy and parental anxiety levels regarding children's online gaming activities at SD Plus Al-Ghifari, Bandung. A quantitative correlational study with a cross-sectional approach was conducted in March 2026. A total of 84 parents of 4th and 5th-grade students were recruited using purposive sampling. Data were collected using the Digital Literacy Scale (25 items, Cronbach's alpha 0.950) and the State-Trait Anxiety Inventory Form Y-2 (STAI-T) Indonesian version (20 items, Cronbach's alpha 0.91), then analyzed using univariat (frequency distribution) and bivariate (Spearman's rank correlation) analyses. The results showed that 76 respondents (90,5%) had high digital literacy, while 38 respondents (45.2%,) had moderate anxiety and 28 respondents (33,3%) had severe anxiety. Spearman's correlation test showed a significant negative relationship between digital literacy and parental anxiety (ρ = -0.460, p = 0.000). This study concludes that higher digital literacy is associated with lower anxiety levels. However, high digital literacy does not automatically guarantee low anxiety, as cognitive and ethical dimensions as well as trait anxiety also play a role. It is recommended that community nurses develop holistic digital literacy interventions and facilitate support groups for parents.  Keywords: Digital Literacy, Parental Anxiety, Online Gaming, Elementary School Children, Digital Parenting.  ABSTRAK Kemajuan teknologi telah meningkatkan paparan game online pada anak usia sekolah dasar, sehingga orang tua perlu literasi digital yang memadai karena keterbatasan literasi digital dapat menyulitkan pengawasan dan memicu kecemasan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi digital dan kecemasan orang tua terhadap aktivitas bermain game online anak di SD Plus Al Ghifari. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada Maret 2026. Sebanyak 84 orang tua siswa kelas 4 dan 5 direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Literasi Digital dan STAI-T versi Indonesia, kemudian dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (korelasi Spearman). Hasil penelitian menunjukkan 76 responden (90,5%) memiliki literasi digital tinggi, sedangkan 38 responden (45,2%) mengalami kecemasan sedang dan 28 responden (33,3%) mengalami kecemasan berat. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara literasi digital dan kecemasan orang tua (ρ = -0,460, p = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi literasi digital, semakin rendah kecemasan yang dialami. Namun, literasi digital yang tinggi tidak secara otomatis menjamin kecemasan rendah karena dimensi kognitif, etika, dan trait anxiety turut berperan. Disarankan bagi perawat komunitas untuk mengembangkan intervensi peningkatan literasi digital secara holistik dan memfasilitasi kelompok dukungan bagi orang tua.  Kata Kunci: Literasi Digital, Kecemasan Orang Tua, Game Online, Anak Usia Sekolah Dasar, Pengasuhan Digital.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026) Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026) Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026) Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026) Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue