cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 2,035 Documents
Determinan Persalinan Sectio Caesarea di RS Bhayangkara Polda DIY Widiawati Widiawati; Riska Ismawati H; Mia Dwi Agustiani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.22865

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, the cesarean section (CS) delivery rate reaches 25.9%, with the Special Region of Yogyakarta (DIY) ranking third highest at 38.1%. At Bhayangkara Police Hospital DIY, the trend of CS delivery continues to rise annually, primarily due to pathological factors during pregnancy. This study aimed to identify the determinants associated with CS delivery at the hospital. A cross-sectional study was conducted using total sampling of 389 medical records of mothers who delivered in 2023–2024. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) analyses. Most respondents had term pregnancies (90.2%), graduated from senior high school (86.9%), worked as housewives (79.2%), and were covered by the National Health Insurance (96.1%). Significant associations were found between CS history (p=0.000), premature rupture of membranes (p=0.003), and fetal distress (p=0.010) with CS delivery. In contrast, maternal age and parity showed no significant association. Multivariate analysis identified previous CS history as the most dominant factor, with a 6.69-fold increased risk of CS delivery. A history of cesarean section is the strongest determinant of CS delivery. Further research is recommended to expand the study scope and consider alternative research methods. Keywords: Cs, Delivery, Determinant.  ABSTRAK Angka persalinan sectio caesarea (SC) di Indonesia telah melampaui ambang batas WHO (5–15%), dengan prevalensi 25,9%, dan DIY menempati peringkat ketiga tertinggi (38,1%). RS Bhayangkara Polda DIY mencatat tren peningkatan SC setiap tahun.  Mengetahui determinan yang berhubungan dengan persalinan SC di RS Bhayangkara Polda DIY. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis ibu bersalin periode 2023–2024. Sampel sebanyak 389 orang menggunakan total sampling. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square dan regresi logistik. Terdapat hubungan bermakna antara riwayat SC (p=0,000), ketuban pecah dini/KPD (p=0,003), dan gawat janin (p=0,010) dengan kejadian SC. Usia ibu dan paritas tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat SC adalah faktor paling berpengaruh (RR = 6,69). Riwayat SC merupakan determinan utama persalinan SC. Edukasi dan pendekatan berbasis risiko disarankan untuk menekan angka SC yang tidak terindikasi medis. Kata Kunci: Determinan, Persalinan, sc
Asuhan Akupunktur Pada Klien Sinusitis di Rumah Sehat “Ah” Bekasi Yanti Angela Wisudha; Puspo Wardoyo; Chantika Mahadini; Amal Prihartono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25355

Abstract

ABSTRACT Sinusitis is an inflammation of the paranasal sinus mucosa, frequently accompanied by symptoms such as nasal congestion, excessive nasal discharge, sneezing, and headaches, particularly in the frontal region. The management of sinusitis can be conducted through both pharmacological and non-pharmacological approaches, including acupuncture therapy. Acupuncture is known to alleviate sinusitis symptoms by improving Qi circulation, reducing inflammation, and enhancing immune system function. This study aims to determine the benefits of acupuncture care for a client with sinusitis at "AH" Healthy House, Bekasi. The research was conducted as a single case study over six therapy sessions involving a 45-year-old female participant who had been experiencing sinusitis for three weeks. Data collection techniques included observation (Wang), inquiry (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie), in accordance with Traditional Chinese Medicine standards. The selection of acupuncture points was based on the Wind-Cold attack on the Lung syndrome, with therapeutic principles aimed at expelling wind-cold and restoring the Lung's Qi-disseminating function. Evaluation results showed a gradual improvement in the patient's condition after six sessions. Symptoms of nasal congestion, sneezing, excessive discharge, and frontal headaches significantly decreased and eventually disappeared by the sixth session. Furthermore, improvements in tongue and pulse conditions indicated that Lung Qi function had returned to normal. In conclusion, acupuncture care can provide significant benefits in reducing sinusitis symptoms and improving patient comfort in daily activities. Keywords: Sinusitis, Acupuncture Therapy, Wind-Cold.  ABSTRAK Sinusitis merupakan peradangan pada mukosa sinus paranasal yang sering disertai dengan gejala hidung tersumbat, sekret hidung berlebihan, bersin, serta nyeri kepala terutama pada daerah frontal. Penatalaksanaan sinusitis dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi akupunktur. Akupunktur diketahui memiliki efek dalam membantu meredakan gejala sinusitis dengan memperbaiki sirkulasi Qi, mengurangi peradangan, serta meningkatkan fungsi sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada klien sinusitis di Rumah Sehat “AH” Bekasi. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan wanita berusia 45 tahun yang mengalami Sinusitis sejak 3 minggu yang lalu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Pemilihan titik akupunktur didasarkan pada sindrom serangan Angin Dingin pada Paru dengan prinsip terapi mengusir angin dingin dan memulihkan fungsi penyebaran Qi Paru. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap setelah enam kali sesi terapi. Keluhan hidung tersumbat, bersin, sekret hidung berlebihan, serta nyeri kepala pada daerah frontal berkurang secara signifikan hingga menghilang pada terapi keenam. Selain itu, ditemukan perbaikan pada kondisi lidah dan nadi yang menunjukkan bahwa fungsi Qi Paru telah kembali normal. Dengan demikian, asuhan akupunktur dapat memberikan manfaat dalam membantu mengurangi gejala sinusitis dan meningkatkan kenyamanan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kata Kunci: Sinusitis, Terapi Akupunktur, Angin Dingin.
Bibliometric Mapping of Nurse-led Weaning ventilator in Chronic Disease Patients: Research Trends, Scientific Collaboration, and Conceptual Evolution in Critical Care Nursing (2000–2026 Ade Rahmah Yulia; Yunie Armiyati; Aric Vranada; Chanif Chanif
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.26539

Abstract

ABSTRACT Ventilator weaning is a critical stage in the management of patients receiving mechanical ventilation, contributing to the reduction of complications, length of hospital stay, healthcare costs, and mortality rates. The growing implementation of nurse-led ventilator weaning has increased the volume of scientific publications, highlighting the need for a comprehensive mapping of research developments in this field. This study aimed to analyze global research trends, scientific collaboration patterns, and thematic developments related to nurse-led ventilator weaning among patients with chronic diseases between 2000 and 2026. A bibliometric approach was employed using publications retrieved from the Dimensions database. The identification and selection process followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. A total of 19,589 publications were initially identified, and after the screening process, 7,988 publications were included for analysis. Bibliometric analyses were conducted using VOSviewer version 1.6.20, including publication trend analysis, research field distribution, keyword co-occurrence analysis, network visualization, overlay visualization, and density visualization. The results demonstrated a dynamic development of publications related to nurse-led ventilator weaning throughout the study period. The dominant research fields were Biomedical and Clinical Sciences (7,722 publications), Health Sciences (5,466 publications), Clinical Sciences (2,324 publications), and Nursing (930 publications). Keyword co-occurrence analysis identified three major research clusters focusing on mechanical ventilation and the weaning process, patient safety and clinical outcomes, and evidence-based practice alongside clinical guideline development. Overlay visualization revealed a shift in research focus from the technical aspects of mechanical ventilation toward evidence-based practice implementation, patient safety, and quality improvement in critical care nursing. This study highlights the growing importance of nurse-led ventilator weaning as a multidisciplinary research area with substantial contributions to evidence-based critical care nursing practice. The findings provide valuable insights for future research, particularly regarding specific chronic diseases, digital health integration, and community-based ventilatory care. Keywords: Bibliometric Analysis, Weaning ventilator, Mechanical Ventilation, Critical Care Nursing, Nurse-Led Weaning.ABSTRAK Weaning ventilator merupakan tahapan penting dalam pengelolaan pasien yang menjalani ventilasi mekanik dan berperan dalam menurunkan komplikasi, lama rawat inap, biaya pelayanan kesehatan, serta mortalitas. Perkembangan pendekatan nurse-led ventilator weaning mendorong meningkatnya jumlah publikasi ilmiah sehingga diperlukan pemetaan penelitian secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren penelitian global, pola kolaborasi ilmiah, dan perkembangan tema penelitian mengenai nurse-led ventilator weaning pada pasien penyakit kronis selama periode 2000–2026. Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik dengan sumber data dari database Dimensions. Proses identifikasi dan seleksi publikasi dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA. Sebanyak 19.589 publikasi teridentifikasi dan setelah proses penyaringan diperoleh 7.988 publikasi yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer versi 1.6.20. Analisis meliputi tren publikasi, distribusi bidang penelitian, keyword co-occurrence, network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai nurse-led ventilator weaning mengalami perkembangan yang dinamis selama periode pengamatan. Bidang penelitian didominasi oleh Biomedical and Clinical Sciences (7.722 publikasi), Health Sciences(5.466 publikasi), Clinical Sciences (2.324 publikasi), dan Nursing (930 publikasi). Analisis kata kunci mengidentifikasi tiga klaster utama penelitian yang berfokus pada ventilasi mekanik dan proses weaning, keselamatan pasien serta luaran klinis, dan praktik berbasis bukti beserta pengembangan pedoman klinis. Overlay visualization menunjukkan pergeseran fokus penelitian dari aspek teknis ventilasi mekanik menuju implementasi evidence-based practice, keselamatan pasien, dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan kritis. Penelitian ini menunjukkan bahwa nurse-led ventilator weaning berkembang sebagai area penelitian multidisiplin dengan kontribusi yang semakin besar terhadap pengembangan praktik keperawatan kritis berbasis bukti. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan penelitian lanjutan terkait penyakit kronis spesifik, integrasi teknologi digital, dan pelayanan ventilasi berbasis komunitas. Kata Kunci: Bibliometric Analysis, Weaning ventilator, Mechanical Ventilation, Critical Care Nursing, Nurse-Led Weaning.
Efektivitas Whatsapp Group dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi Fenti Putri Cahyani; Nurul Maulani; Musdalipa Musdalipa; Herianti Herianti; Rismayani Rismayani; Ade Elvina
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25645

Abstract

ABSTRACT Personal hygiene is very important and must be paid attention to, especially during menstruation, because the cleanliness of the vulva will affect the health of the reproductive organs. According to WHO (2018), 75% of all women in the world will experience vaginal discharge at least once in their lifetime and as many as 45% will experience vaginal discharge 2 or more times. In Indonesia, around 90% have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a country with a tropical climate. This research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescent girls and personal hygiene behavior during menstruation among adolescent girls at SMPN 22 Bengkulu City. This research uses an analytical survey method with a cross sectional approach which was collected using a questionnaire with a sample of 46 respondents. Of the 46 samples, there were 13 people (28.3%) with low education and 33 people (71.7%) with high education, 21 people (47.9%) had unsupportive attitudes and 25 people (52.1%) had unsupportive attitudes and 17 people (37.0%) had negative behavior and 29 people (63.0%) had positive behavior.  There is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.019) and there is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.001). Keywords: Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Teenage Girls.  ABSTRAK Kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama saat menstruasi, karena kebersihan vulva akan berpengaruh terhadap kesehatan organ – organ reproduksi. Menurut WHO (2018) bahwa 75%dari seluruh wanita di dunia ini pasti akan mengalami keputihan paling sekali dalam seumur hidup dan banyak 45% akan mengalami 2 kali atau lebih keputihan di Indonesia sekitar 90% berpotensi akan mengalami keputihan karena Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMPN 22 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan survey analitik  dengan pendekatan cross sectional yang dikumpulkan dengan kuisioner dengan sampel sebanyak 46 responden. Dari 46 sampel terdapat 13 orang (28,3%) berpendidikan rendah dan 33 orang (71,7%) berpendidikan tinggi, yang memiliki sikap tidak mendukung sebanyak 21 orang (47,9%) dan sikap mendukung sebanyak 25 orang (52,1%) dan yang memiliki perilaku negative sebanyak 17 orang (37,0%) dan yang memiliki perilaku positif 29 orang (63,0%).  Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,019) dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,001). Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Remaja Putri.
Pola Resistensi Karbapenem di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Rifky Arafahtul huda; Mutia Cenderadewi; Rohani Rohani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25307

Abstract

ABSTRACT Carbapenems are critical last-resort antibiotics for multidrug-resistant Gram-negative infections. Rising resistance threatens patient outcomes and health system resilience, particularly in low- and middle-income countries (LMICs) with limited surveillance and stewardship. This study assessed carbapenem resistance patterns at H. Moh. Ruslan Regional Public Hospital, Mataram, Indonesia. This study aims to describe cases of carbapenem antibiotic resistance in a public hospital in Mataram. Method a retrospective cross-sectional study analysed microbiology laboratory records from January 2023 to December 2024. Bacterial isolates from blood, urine, sputum, pus, and other specimens underwent disk diffusion susceptibility testing. Resistance rates were compared between years. Result a total of 2,478 isolates were analyzed (2023: n = 1,163; 2024: n = 1,315). Overall carbapenem resistance increased from 12.4% in 2023 to 14.1% in 2024. The highest resistance was observed in Acinetobacter sp. (25.7% to 34.3%), followed by Pseudomonas aeruginosa (17.4% to 18.4%), Klebsiella pneumoniae (8.4% to 9.3%), and Escherichia coli (4.7% to 6.0%). Conclusion increasing carbapenem resistance among key Gram-negative pathogens calls for urgent action to reinforce antimicrobial stewardship, guide empirical therapy, and strengthen infection prevention and control. Sustained local surveillance will be essential to preserve carbapenems as vital last-resort agents. Keywords: Antibiotic Susceptibility, Antimicrobial Resistance, Carbapenem Resistance, Indonesia.  ABSTRAK Karbapenem adalah antibiotik terakhir yang kritis untuk infeksi Gram-negatif yang resisten terhadap banyak obat. Meningkatnya resistensi mengancam hasil pengobatan pasien dan ketahanan sistem kesehatan, terutama di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah (NBRM) dengan pengawasan dan pengelolaan antibiotik yang terbatas.Studi ini menilai pola resistensi karbapenem di Rumah Sakit Umum Daerah H. Moh. Ruslan, Mataram, Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan kasus resistensi antibiotik karbapenem di rumah sakit umum di Mataram. Studi potong lintang retrospektif menganalisis catatan laboratorium mikrobiologi dari Januari 2023 hingga Desember 2024. Isolat bakteri dari darah, urine, dahak, nanah, dan spesimen lain menjalani uji sensitivitas difusi disk. Tingkat resistensi dibandingkan antar tahun. Total 2.478 isolat dianalisis (2023: n = 1.163; 2024: n = 1.315). Resistensi karbapenem secara keseluruhan meningkat dari 12,4% pada 2023 menjadi 14,1% pada 2024. Resistensi tertinggi teramati pada Acinetobacter sp. (25,7% menjadi 34,3%), diikuti oleh Pseudomonas aeruginosa (17,4% menjadi 18,4%), Klebsiella pneumoniae (8,4% menjadi 9,3%), dan Escherichia coli (4,7% menjadi 6,0%). Peningkatan resistensi karbapenem di antara patogen Gram-negatif utama menuntut tindakan segera untuk memperkuat pengelolaan antimikroba, mengarahkan terapi empiris, dan memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi. Pemantauan lokal yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk menjaga karbapenem sebagai agen terakhir yang vital. Kata Kunci: Resistensi Karbapenem, Kepekaan Antibiotik, Resistensi Antimikroba, Indonesia.
Efektivitas Mobile Learning App dalam Edukasi dan Pemantauan Log Activity Terhadap Pencegahan Risiko Dm Tipe 2 Pada Remaja Tavip Dwi Wahyuni; Atti Yudiernawati; Andi Hayyun Abiddin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25568

Abstract

ABSTRACT The increasing risk of Type 2 Diabetes Mellitus among adolescents is associated with unhealthy lifestyles, including low physical activity and high sedentary behavior. The use of mobile learning integrated with activity logs has emerged as an innovative approach to improve health literacy and promote behavioral change. This study aimed to determine the effect of mobile learning–based education on knowledge, physical activity behavior, and prediabetes risk parameters among adolescents. This study employed a quasi-experimental design involving 50 tenth-grade students of SMAN 1 Tumpang, Malang, selected using purposive sampling. Data were collected using knowledge and prediabetes questionnaires. Blood glucose levels and Body Mass Index (BMI) were measured before and after the educational intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The intervention significantly improved participants’ knowledge (p = 0.000). However, the Wilcoxon test showed no significant effect on blood glucose levels (p = 0.496) or BMI (p = 0.698). Mobile learning–based education combined with activity log monitoring effectively improves adolescents’ knowledge but does not significantly affect blood glucose levels or BMI. Keywords: Education, Physical Activity, Blood Glucose, Body Mass Index, Adolescents.  ABSTRAK Peningkatan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada remaja berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti rendahnya aktivitas fisik dan tingginya perilaku sedentari. Pemanfaatan mobile learning yang terintegrasi dengan log activity menjadi pendekatan inovatif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong perubahan perilaku. Mengetahui pengaruh edukasi berbantuan mobile learning app terhadap pengetahuan, perilaku aktivitas fisik, dan parameter risiko pradiabetes pada remaja. Penelitian menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan subyek penelitian 50 remaja SMAN 1 Tumpang Malang. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Purposive Sampling pada siswa kelas X. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner pengetahuan dan prediabetes. Pengukuran Gula Darah dan IMT Remaja dilakukan sebelum dan sesudah edukasi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Edukasi Dan Pemantauan Log Activity Berbantuan Mobile Learning App meningkatkan pengetahuan (p= 0.000). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap kadar gula darah (p = 0,496) maupun IMT (p = 0,698).  Edukasi dan pemantauan log activity berbantuan mobile learning app meningkatkan pengetahuan, tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah maupun IMT remaja. Kata Kunci: Edukasi, Aktivitas Fisik, Gula Darah, Index Masa Tubuh, Remaja.
Pengaruh Akupresur di Titik St 36, Sp 8, Li 4 Pada Akseptor Kb Iud dengan Dismenore di Puskesmas Wajak Kabupaten Malang Irma Agustin; Retno Dewi Prisusanti; Rosyidah Alfitri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25818

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a common side effect experienced by Family Planning acceptors using the Intrauterine Device (IUD). This condition is marked by the emergence of pain in the lower abdominal area during menstruation, which can disrupt daily activities and overall well-being. Dysmenorrhea is typically treated with pharmacological interventions, such as pain relievers or nonsteroidal anti-inflammatory drugs, but long-term use carries the risk of negative effects, thus requiring safe and easily practiced non-pharmacological alternatives, namely acupressure. Acupressure is a complementary therapy method that involves applying pressure to specific body points to stimulate the nervous system, improve blood circulation, and trigger the release of endorphins as natural analgesics. Several acupressure points known to be associated with reducing menstrual pain consist of points ST36 (Zusanli), SP8 (Diji), and LI4 (Hegu). This study aims to analyze the effect of acupressure on points ST36, SP8, and LI4 on the intensity of dysmenorrhea in IUD Family Planning acceptors. The research design used is a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group approach, encompassing 32 respondents consisting of 16 in the intervention group and 16 in the control group. Pain intensity is measured using the Visual Analog Scale. The study results indicate that the intervention group experienced a decrease in the mean pain score from 5.06 to 2.31, with Wilcoxon test results p = 0.001, whereas the control group showed no meaningful decrease. The Mann-Whitney test demonstrates a difference in the change in dysmenorrhea levels between the two groups after treatment, with p = 0.001. It can be concluded that acupressure on points ST36, SP8, and LI4 has a significant effect in reducing the intensity of dysmenorrhea in IUD Family Planning acceptors. Thus, complementary acupressure therapy is suitable as a non-pharmacological alternative for alleviating dysmenorrhea pain. Keywords: Acupressure, Dysmenorrhea, IUD Contraceptive, Non Pharmacological Therapy, Menstrual Pain.  ABSTRAK Dismenore merupakan efek samping yang umum dialami oleh akseptor Keluarga Berencana Intrauterine Device (IUD). Gejala ini ditandai oleh timbulnya rasa nyeri di area perut bagian bawah ketika haid yang dapat mengganggu aktivitas serta kesejahteraan hidup. Penanganan dismenore biasanya menggunakan pengobatan farmakologis, seperti obat pereda nyeri atau antiinflamasi nonsteroid tetapi pemakaian jangka panjang berpotensi menyebabkan dampak negatifsehingga dibutuhkan alternatif nonfarmakologis yang terjamin keamanannya dan mudah dipratikkan, yaitu akupresur. Akupresur adalah metode terapi komplementer yang melibatkan pemberian tekanan pada titik khusus tubuh untuk menstimulasi sistem saraf, melancarkan peredaran darah, dan memicu pelepasan endorfin sebagai analgesik alami. Beberapa titik akupresur yang diketahui berhubungan dengan pengurangan nyeri haid terdiri dari titik ST36 (Zusanli), SP8 (Dijii), serta LI4 (Hegu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akupresur pada titik ST36, SP8, dan LI4 terhadap intensitas dismenore pada akseptor KB IUD. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu metode quasi eksperimental dengan pendekatan pretest posttest control group design yang mencakup 32 responden yang terdiri atas 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan rerata skor nyeri dari 5,06 menjadi 2,31 dengan hasil uji Wilcoxon p = 0,001 sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan penurunan yang bermakna. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan selisih tingkat dismenore  kedua kelompok setelah perlakuan dengan p = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa akupresur pada titik ST36, SP8, dan LI4 berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas dismenore pada akseptor KB IUD. Sehingga terapi komplementer akupresur cocok sebagai alternatif nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri dismenore. Kata Kunci: Akupresur, Dismenore, KB IUD, Terapi Nonfarmakologis, Nyeri Haid.
Relationship Between Characteristics of Pregnant Women And History of Hypertension with Severe Preeclampsia in Banyumas Regional Hospital Sekar Ayu Nadira; Yektiningtyastuti Yektiningtyastuti; Devita Elsanti; Reni Purwo Aniarti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.26101

Abstract

ABSTRACT The maternal mortality rate remains a major problem in Indonesia's healthcare system. One of the leading causes of maternal death is severe preeclampsia, a hypertensive disorder during pregnancy that can progress to eclampsia if not detected and treated early. Severe preeclampsia also increases the risk of fetal death and serious complications for the mother. Risk factors associated with severe preeclampsia include maternal age, education, occupation, and a history of hypertension. This study aims to analyze the relationship between maternal age characteristics, education, occupation, history of hypertension This study used a quantitative retrospective study with a case-control design. The sample consisted of 40 respondents in the case group and 40 respondents in the control group. The research instrument used was a checklist for secondary data collection (RM). The results showed that occupation (p=0.001) and history of hypertension (p=0.000) were significantly associated with severe preeclampsia. Meanwhile, maternal age (p=0.063) and education (p=0.895) were not associated with the severe preeclampsia in pregnancy (p0.05). There was a significant relationship between occupation and history of hypertension with the severe preeclampsia in pregnancy. There was no significant relationship between maternal age and education with the severe preeclampsia in pregnancy. Keywords: Characteristics, Pregnancy, Severe Preeclampsia.  ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah utama dalam sistem kesehatan di Indonesia. Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklampsia berat, suatu gangguan hipertensi selama kehamilan yang dapat berkembang menjadi eklampsia jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Preeklamsia berat juga meningkatkan risiko kematian janin dan komplikasi serius pada ibu. Beberapa faktor risiko yang terkait dengan preeklamsia berat antara lain usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik usia ibu, pendidikan, pekerjaan, riwayat hipertensi. Penelitian ini menggunakan studi retrospektif kuantitatif dengan desain kasus-kontrol. Sampel terdiri dari 40 responden pada kelompok kasus (ibu hamil dengan preeklampsia berat) dan 40 responden pada kelompok kontrol (ibu hamil tanpa hipertensi dan preeklampsia). Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist dari rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan (p=0,001), dan riwayat hipertensi (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kehamilan preeklampsia berat. Sedangkan usia ibu (p=0,063) dan pendidikan (p=0,895) tidak berhubungan dengan kehamilan preeklampsia berat (p0,05).  Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dan riwayat hipertensi dengan kehamilan preeklampsia berat. Tidak terdapat hubungan antara usia dan pendidikan ibu hamil dengan kehamilan preeklampsia berat. Kata Kunci: Karakteristik, Kehamilan, Preeklampsia Berat.
Pengaruh Transcutaneous Electrical Auricular Acupressure Stimulation (Teaas) Terhadap Xerostomia dan Rasa Haus pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisis Fhadilah Rahmadini; Ta'adi Ta'adi; Budi Widiyanto; Suharsono Suharsono; Sri Endang Windiarti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25437

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing hemodialysis often experience xerostomia and excessive thirst, which impact their comfort and quality of life. Available interventions are limited, necessitating alternative non-pharmacological approaches such as Transcutaneous Electrical Auricular Acupressure Stimulation (TEAAS). Analyzed the effect of TEAAS on reducing xerostomia and thirst in CKD patients undergoing hemodialysis and compared its effectiveness with a control intervention (gargling with boiled water). This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test with a control group. A sample of 34 respondents was selected using purposive sampling and divided into the intervention (TEAAS) and control (gargling with boiled water) groups. The interventions were administered six times over three weeks. Measurements were made using the SXI-ID and TDS. Data were analyzed using the Wilcoxon, Mann–Whitney, and GEE tests. Results: TEAAS significantly reduced xerostomia (p 0,001) and thirst (p 0,001), with better results compared to the control group. There were significant differences between groups at post-test for xerostomia (p = 0,007) and thirst (p = 0,008). Fluid hydration status significantly influenced both variables (p 0,001). TEAAS is more effective than gargling with boiled water in reducing xerostomia and thirst in CKD patients undergoing hemodialysis, and hydration status is a significant influencing factor. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Transcutaneous Electrical Auricular Acupressure Stimulation, Xerostomia, Thirst.  ABSTRAK Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sering mengalami xerostomia dan rasa haus berlebih yang berdampak pada kenyamanan serta kualitas hidup. Intervensi yang tersedia masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan pendekatan nonfarmakologis alternatif seperti Transcutaneous Electrical Auricular Acupressure Stimulation (TEAAS). Menganalisis pengaruh TEAAS terhadap penurunan xerostomia dan rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis serta membandingkan efektivitasnya dengan intervensi kontrol (berkumur air matang).Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre-test dan post-test with control group. Sampel berjumlah 34 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (TEAAS) dan kontrol (berkumur air matang). Intervensi diberikan sebanyak enam kali selama tiga minggu. Pengukuran menggunakan SXI-ID dan TDS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan GEE. Hasil: TEAAS secara signifikan menurunkan xerostomia (p 0,001) dan rasa haus (p 0,001), dengan hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok pada post-test untuk xerostomia (p = 0,007) dan rasa haus (p = 0,008). Status hidrasi cairan berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel (p 0,001). TEAAS lebih efektif dibandingkan berkumur air matang dalam menurunkan xerostomia dan rasa haus, serta status hidrasi menjadi faktor yang memengaruhi kedua kondisi tersebut. Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Hemodialisis, Transcutaneous Electrical Auricular Acupressure Stimulation, Xerostomia, Rasa Haus.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri Subangjaya 2 Kota Sukabumi Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukabumi Muh. Diki Azhari; Ghulam Ahmad; Yohan Frans Unmehopa
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25382

Abstract

ABSTRACT School-age children are vulnerable to infectious diseases, including diarrhea, which remains a health problem in Indonesia. Diarrhea is a condition characterized by loose or watery bowel movements, usually three or more times in 24 hours. The high incidence of diarrhea is closely linked to the low level of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS). To determine the relationship between clean and healthy living behaviors (PHBS) and the incidence of diarrhea among school-age children at Subangjaya 2 Elementary School, Sukabumi City. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 109 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability, covering 13 PHBS items and diarrhea occurrences in the past three months. Data were analyzed bivariately using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had good PHBS behaviors (57.8%) and did not experience diarrhea (59.6%). Despite this, 40.4% of students still experienced diarrhea. Statistical test results showed a significant relationship between PHBS and the incidence of diarrhea (p-value = 0.003). Students with poor PHBS practices were shown to have a higher risk of diarrhea compared to students who implemented PHBS effectively. There is a significant relationship between clean and healthy living behaviors (PHBS) and the incidence of diarrhea in school-aged children. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Diarrhea, School-Aged Children.  ABSTRAK Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit infeksi, salah satunya diare yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Diare merupakan kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, biasanya tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Tingginya kejadian diare tidak terlepas dari rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di SD Negeri Subangjaya 2 Kota Sukabumi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi 13 item PHBS dan kejadian diare dalam 3 bulan terakhir. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ɑ = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku PHBS baik (57,8%) dan tidak mengalami diare (59,6%). Meskipun demikian, masih ditemukan 40,4% siswa yang mengalami diare. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian diare (p-value = 0,003). Siswa dengan PHBS kurang, terbukti memiliki risiko lebih tinggi mengalami diare dibandingkan dengan siswa yang menerapkan PHBS dengan baik.  Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak usia sekolah. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Diare, Anak Usia Sekolah.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026) Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026) Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026) Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026) Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue