cover
Contact Name
MN LISAN SEDIAWAN
Contact Email
jik.mediahusada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sediawan1003@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada
ISSN : 22529101     EISSN : 26554917     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada (JIK Media Husada) menerima publikasi artikel asli dalam bentuk makalah penelitian, makalah tinjauan, laporan kasus dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini berhubungan dengan berbagai topik seperti Keperawatan, Epidemiologi, Biostatistik dan Kesehatan Reproduksi, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Kesehatan masyarakat, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Ibu dan Anak, dan artikel terkait lainnya di depan umum. kesehatan. Jurnal diterbitkan pada bulan Maret, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 247 Documents
HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT Irma Dian Arsita; Rahmawati Maulidia; Nining Loura Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 1 (2023): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i1.318

Abstract

Motivasi kerja merupakan suatu kekuatan, dorongan yang menggerakkan manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Locus of control merupakan faktor yang mempengaruhi motivasi kerja perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara locus of control dengan motivasi kerja perawat. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan jumlah populasi 50 orang dan sampel 50 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner locus of control dan kuesioner motivasi kerja, dengan metode analisa data uji Spearman Rank dengan SPSS 25. Penelitian ini membuktikan sebanyak 18 responden (36%) memiliki locus of control tinggi dengan motivasi kerja tinggi dan 32 responden (64%) memiliki locus of control tinggi dengan motivasi kerja sedang. Pada penelitian ini mayoritas responden memiliki motivasi kerja yang sedang, hal ini dapat terjadi jika seseorang cenderung memiliki locus of control eksternal lebih tinggi daripada locus of control internal. Locus of control yang tinggi dan seimbang akan berkaitan dengan sikap seorang perawat dalam meningkatkan motivasi kerja, sehingga jika seseorang memiliki locus of control (Kendali diri) yang baik, maka individu tersebut mampu mengendalikan dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hasil uji Spearman rank didapatkan nilai p = (0,00) < (0,05) dapat diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara locus of control dengan motivasi kerja perawat. Dalam penelitian ini makna koefisien korelasi yang sedang (0,576) dan positif yaitu semakin tinggi locus of control maka motivasi kerja perawat semakin meningkat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PENERAPAN PATIENT SAFETY Tenri Diah T.A
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 1 (2023): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i1.326

Abstract

Nurses' knowledge about patient safety is very important because nurses must show a positive attitude in supporting patient safety programs so that they carry out nursing practices safely. Patient Safety is a top priority in health services and is the first step to improve service quality and is related to hospital quality and image. In Indonesia alone, new incident reports were recorded at the Hospital Patient Safety Committee (KKPRS) of incidents from September 2013 to August 2014 as many as 145 incidents due to medical error cases. RSUD Haji Makassar has one of the programs in infection prevention and control related to health services but it has not been fully realized. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of nurses in the class 3 treatment room at the Haji Makassar Hospital with efforts to implement patient safety. The type of research used is cross sectional using a descriptive approach. Based on the results of the analysis, there is a relationship between the level of knowledge and the application of patient safety with a p-value of 0.006 <0.05. It is recommended to the hospital to organize education, training, and socialization to all health workers regarding efforts to implement patient safety, especially to nurses in order to increase nurses' knowledge regarding the application of patient safety
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK Adhinda Putri Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 1 (2023): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i1.328

Abstract

Dermatitis is a skin disorder that usually causes itching and is characterized objectively by patches, rashes or inflammation. Symptoms that are often felt include redness of the skin that occurs due to loading on the blood vessels, can cause swelling/bruising due to fluid buildup in the tissue, thickening of the skin and scratching. The factors that cause contact dermatitis are generally divided into two groups, namely direct and indirect factors. Direct factors include solubility properties, substances, formulas (solid, gas, and liquid), concentration factors and contact time, while indirect factors include age, gender, personal hygiene, race, temperature, humidity and use of Personal Protective Equipment (PPE). This study aims to determine the relationship between personal hygiene and the use of Personal Protective Equipment (PPE) with the incidence of contact dermatitis. The type of research used is cross sectional using a descriptive approach. Based on the results of the analysis test that has been carried out using the chi-square test, the results show that there is a relationship between personal hygiene (0.022) and the use of PPE (0.014) with the incidence of contact dermatitis. It is recommended that workers are expected to increase awareness in preventing occupational diseases, one of which is by paying more attention to personal hygiene and compliance in using preventing occupational diseases.
HUBUNGAN STATUS PENGETAHUAN DAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN STATUS VAKSINASI HEPATITIS B PADA MASYARAKAT AWAM Indra Kasman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 1 (2023): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i1.343

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan laporan organisasi kesehatan dunia (WHO), diperkirakan bahwa sepertiga populasi dunia pernah terpajan virus hepatitis B dan 350-400 juta diantaranya merupakan pengidap hepatitis B. Prevalensi yang lebih tinggi didapatkan di negara berkembang, termasuk Indonesia dengan angka pengidap hepatitis B pada populasi sehat diperkirakan mencapai 4-20.3%. Imunisasi dengan vaksin hepatitis B adalah pencegahan paling efektif dari infeksi HBV. Namun didapatkan tingkat vaksinasi hepatitis B di negara berkembang yang tergolong rendah, termasuk Indonesia. Beberapa faktor diketahui mempengaruhi cakupan vaksinasi hepatitis B pada masyarakat awam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terkait hepatitis B di antara masyarakat awam dan faktor terkait (faktor sosio-demografi) dengan status vaksinasi hepatitis B. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah semua masyarakat awam yang tidak menderita infeksi Hepatitis B dan hepatitis C yang ada di kota Malang. Setiap responden dipilih dengan teknik sampling konsekutif dan bersedia mengikuti penelitian dengan mengisi kuesioner yang diberikan. Hasil: Data karakteristik sampel penelitian menunjukan sebagian besar sampel berusia < 40 tahun (55,3 %), berjenis kelamin wanita (76,3 %), proporsi yang sudah menikah (85,5%), bekerja sebagai IRT atau swasta (46,1 %), berpendidikan SMA (52,6 %), bergaji < 3 Juta (88,2%), memiliki pengetahuan tentang hepatitis B yang sedang (44,7%) dan tidak pernah vaksinasi hepatitis B (75%). Status pengetahuan tentang hepatitis B merupakan faktor yang secara signifikan berhubungan dengan status vaksinasi HBV. Kesimpulan: Status pengetahuan tentang hepatitis B merupakan faktor yang secara signifikan berhubungan dengan status vaksinasi HBV
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETIDAKSESUAIAN PELAKSANAAN SOP RETENSI DOKUMEN REKAM MEDIS DI RSU PKU MUHAMMADIYAH ROGOJAMPI TAHUN 2021 Yanti, Riska Devi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 2 (2023): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i2.320

Abstract

RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi has retained medical record documents in 2021, but in its implementation there are still obstacles and it is not in accordance with the SOP. The purpose of this study was to determine the factors causing the non-compliance with the implementation of the SOP for the retention of medical record documents at PKU Muhammadiyah Rogojampi General Hospital. This type of research is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques in this study was by interviewing with officers who carried out retention of 7 people and observation techniques. Based on the results of the study, it was found that several causes of discrepancies in the implementation of the SOP for the retention of medical record documents at RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, in terms of the man factors, the number of staff is still lacking, most of the officers with educational backgrounds are not medical recorders, the tenure of the filing officer is less, and the staff is not have never attended training on retention. In terms of machine factors, the scanning process for medical record documents that have been assessed is not carried out, in terms of method factors, there is no policy and retention is not carried out in accordance with SOP, and in terms of material factors there is no special space and shelves for inactive medical record documents. Keywords: factors;SOP;medical record retention.
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA GAMER Zogara, Adegian Mayang Anggi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 2 (2023): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i2.322

Abstract

Abstract The intensity of lighting emitted by the monitor, giving the effect of eyewear because the flashing blue light of the screen. A preliminary study by which the respondents spend 3-4 hours a day without resting their eyes. As many as 8 people (80%) of them feel fatigue in eyes like dry eyes and are sometimes somewhat myopic after a game. This study aims to analyze the relationship between lighting intensity and eye fatigue on gamers at Infinity Game Malang City. The research design was an analytic and cross sectional survey. The research sample amounted to 96 people who were taken using the Lemeshow formula from an unknown population with a simple random sampling technique. The instrument used a questionnaire, observation sheet, lux meter and meter. Data analysis using Chi-square test. The results of the research on general lighting showed that 11 points did not meet the lighting requirements (91,7%), the majority did not experience eye fatigue (81,2%), the majority were aged 21-30 years (54,2%), local lighting obtained results 59 tables did not meet the requirements (61,5%), the majority of respondents' visibility was 50 cm (60,4%), the majority of them played games for 2 hours (96,9%). The results of statistical tests showed that there was a relationship between lighting intensity and eye fatigue (p=0,029<0,05), there was a relationship between age and eye fatigue (p=0.042<0.05), there was no relationship between visibility and eye fatigue (p=0,258 >0,05) and there is no relationship between playing time and eye fatigue (p=1,000>0,05). It is expected that the cafe manager will increase the light intensity of the room with standard lamps, maintain visibility and reduce the frequency of playing to maintain eye health. Keywords: Lighting Intensity; Eye Fatigue; Infinity Games Abstrak Intensitas pencahayaan yang dipancarkan oleh monitor dapat memberikan dampak pada kelelahan mata pemain game playstationkarena pancaran sinar biru dari layar monitor. Studi pendahuluan yang dilakukan, diperoleh bahwa responden menghabiskan waktu 3-4 jam sekali main dalam sehari tanpa mengistirahatkan mata. Sebanyak 8 orang (80%) diantaranya merasakan kelelahan mata seperti mata kering dan terkadang agak rabun setelah main game. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada gamer di Infinity Game Kota Malang. Desain penelitian adalah survei analitik dan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 orang yang diambil menggunakan rumus Lemeshow dari populasi yang tidak diketahui dengan teknik sampling yaitu simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang diadopsi, lembar observasi, luxmeter dan meteran. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian pada pencahayaan umum diperoleh hasil bahwa 11 titik tidak memenuhi syarat pencahayaan (91,7%), mayoritas tidak mengalami kelelahan mata (81,2%), mayoritas berusia 21-30 tahun (54,2%), pencahayaan setempat diperoleh hasil 59 meja tidak memenuhi syarat (61,5%), mayoritas jarak pandang responden ≤50 cm (60,4%), mayoritas lama bermain game ≥2 jam (96,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata (p=0,029), terdapat hubungan usia dengan kelelahan mata (p=0,042), tidak terdapat hubungan antara jarak pandang dengan kelelahan mata (p=0,258) dan tidak terdapat hubungan lama bermain dengan kelelahan mata (p=1,000). Diharapkan pengelola warnet meningkatkan intensitas cahaya ruangan dengan lampu standar, menjaga jarak pandang dan mengurangi frekuensi bermain untuk menjaga kesehatan mata. Kata Kunci: Intensitas Pencahayaan; Kelelahan Mata; Infinity Game
DETERMINAN TINGKAT STRES REMAJA PUTRI DENGAN KELUHAN KEPUTIHAN Kas, Sri Rezkiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 2 (2023): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i2.327

Abstract

Vaginal discharge is a perennial problem for women. The effects of this vaginal discharge include infection, pelvic inflammatory disease, infertility, and even excessive anxiety and self-confidence. Excessive and uncontrollable anxiety causes stress. Based on previous research related to adolescent vaginal discharge, there are several factors that can cause an increase in vaginal discharge including knowledge, attitudes and behavior, and age at menarche, but coping with stress and the frequency of vaginal discharge is higher in Makassar city where there are more people with 388,070 women between the ages of 15 and 19 who have the potential to experience reproductive health problems, it is important to conduct research to improve the health of young women, especially among adolescent girls. This study aims to determine the relationship between female adolescent stress levels and complaints of vaginal discharge in female adolescents at Makassar State High School in 2022. The type of research used was cross sectional using a descriptive approach. Based on the results of the analysis showed there was a relationship vaginal discharge to stress (0.017), age at menarche (0.021) and personal hygiene (0.032). It is recommended to continuously improve knowledge through technological advances, such as using the internet to search for reproductive health information for adolescents, especially young women.
KEEFEKTIFAN PEMBERIAN AROMATERAPI KAPULAGA UNTUK MENEKAN RASA MUAL PASCA TINDAKAN REGIONAL ANASTESI SAB Kapyarso, Seksiono; Maria, Lilla; Mumpuni, Risna Yekti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v13i1.330

Abstract

Regional anestesi-spinal adalah tehnik anestesi terbaik dan murah,akan tetapi anestesi spinal juga mempunyai kekurangan seperti terjadinya hipotensi, bradicardi, apnea, pernafasan tidak adekuat, neusea/mual dan muntah, pusing kepala pasca pungsi lumbal, blok spinal tinggi atau spinal total. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan desain penelitian Quasy Eksperimen, rancangan penelitian menggunakan post test only control group design. Dalam desain ini terdapat satu kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Kelompok pertama sebagai kontrol sebanyak 25 responden dan kelompok ke dua diberikan perlakuan (aromaterapi kapulaga) sebanyak 24 responden. Respomden diambil dengan teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching (RINVR) untuk pengambilan data. Dari analisis menggunakan uji Mann Whitney, dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, didapatkan hasil p value sebesar 0,000 atau p value < 0,05. Nilai median skor PONV/RINVR pada kelompok kontrol sebesara 7.00±5.00 relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok intervensi (pemberian aromaterapi kapulaga) sebesar2.50±2.75. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESTABILAN GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS PADA USIA DEWASA DAN LANSIA Setianto, Andi; Maria, Lilla; Firdaus, Achmad Dafir
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 2 (2023): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i2.334

Abstract

Penyakit DM ditandai dengan ketidakstabilan gula darah tubuh karena adanya gangguan pengeluaran insulin. Pemberian terapi pada pasien DM perlu memperhatihan faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan gula darah, sehingga pemberian terapi akan lebih efektif dan akurat sesuai dengan kebutuhan penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apasaja yang mempengaruhi kestabilan gula darah penderita DM pada usia dewasa dan lansia. Penelitian ini adalah studi tinjauan pustaka dengan menggunakan beberapa strategi pencarian literature yaitu menggunakan framework PICOS, pencarian keywords (gula darah, diabetes mellitus, faktor, dewasa, lansia), dan pencarian pada database (Ebsco, PubMed, CAB Direct. Faktor-Faktor yang mempengaruhi kestabilan gula penderita DM pada usia dewasa dan lansia adalah data demografi, pola makan, aktivitas fisik, lama terdiagnosa DM, pengetahuan penderita DM, penyakit penyerta dan komplikasi, jenis dan kepatuhan pemberian terapi antidiabetes. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kestabilan gula darah adalah lama terdiagnosa penyakit DM.
PRIA 50 TAHUN DENGAN MORBUS HANSEN DENGAN MANIFESTASI THROMBOSIS VENA DALAM Baeha, Ferdinando Motuho; budiarti, niniek; Maharani, Tri Dita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 12 No 2 (2023): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v12i2.337

Abstract

Kusta adalah penyakit yang terutama mempengaruhi kulit dan saraf tepi, mengakibatkan neuropati dan konsekuensi jangka panjang yang terkait, termasuk kelainan bentuk dan kecacatan. Penyakit ini dikaitkan dengan stigma, terutama bila ada kelainan bentuk. Gangguan hemostatik sering dikaitkan dengan infeksi akut dan kronis karena fungsi trombosit, pembekuan darah, dan fibrinolisis terkait erat dengan sistem kekebalan tubuh. Kejadian DVT (Deep Vein Thrombosis) pada pasien koinfeksi morbus Hansen tidak banyak dilaporkan, sehingga kita harus lebih waspada bahwa DVT dapat muncul sebagai manifestasi lanjutan pada pasien dengan infeksi kronis.