Claim Missing Document
Check
Articles

POLA ASUH ORANG TUA, USIA DAN JENIS KELAMIN SEBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL PRA-NIKAH DI KOTA BATAM Nurul Aini; Dainty Maternity; Endang Sri Wahyuni; Ponpon S Idjradinata; Arief S Kartasasmita
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 1 (2014): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.297 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i1.1067

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dengan kecenderungan munculnya perilaku yang menyimpang, salah satunyaadalah seks pra-nikah. Perilaku remaja dipengaruhi oleh lingkungan salah satunya adalah pola asuh orang tua. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua,jenis kelamin dan asal sekolah yang berhubungan dengan persepsiremaja tentang perilaku seks pra-nikah.Metode dalam penelitian ini adalah studi survey (cross sectional) dengan tehnik pengambilan sampel multi stagerandom sampling. Subjek penelitiannya adalah siswa-siswi pelajar SMA kelas XI dengan sampel berjumlah 200 orang.Data dianalisis dengan chi kuadrat serta regesi logistik ganda.Hasil penelitian ini adalah pola asuh orang tua mempunyai nilai P= 0,001. Jenis kelamin p= 0,001 dan asalsekolah p=0,008 sehingga ketiga variabel tersebut mempunyai hubungan dengan persepsi remaja tentang perilaku seksualpra-nikah. Hasil analisis multivaribel menunjukkan Asal sekolah swasta berisiko untuk terjadinya persepsi buruk sebesar3,118 kali bila dibandingkan dengan asal sekolah negeri. Untuk jenis kelamin perempuan dengan rasio prevalens dibawah 1,ini menunjukkan semakin rendah risiko untuk memiliki persepsi buruk. Selanjutnya, untuk pola asuh makin kearah permisifsemakin tinggi risiko untuk memiliki persepsi seks pra-nikah yang buruk. Dengan demikian diperlukan orang tua yangmemberikan pola asuh yang bertanggung jawab yaitu pola asuh demokratis dengan memperhatikan karakteristik anak.Simpulan dari penelitian ini adalah pola asuh orang tua, jenis kelamin dan asal sekolah mempunyai hubungandengan persepsi remaja tentang perilaku seksual pra-nikah.
INHALASI LEMON MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER SATU Dainty Maternity
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 3 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mual dan muntah pada kehamilan umumnya disebut morning sickness, dialami oleh sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu. Lemon minyak esensial (Citrus Lemon) adalah salah satu minyak herbal yang dianggap sebagai obat yang aman pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inhalasi aromaterapi lemon terhadap morning sickness pada ibu hamil di BPS Lia Maria SST Sukarame Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pre-test and Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil Trimester I yang mengalami morning sickness. Teknik Sampel dengan purposive sampling. Analisa bivariat menggunakan uji t Dependen. Dari hasil penelitian didapatkan frekuensi mual muntah sebelum diberikan inhalasi aromaterapi lemon diperoleh nilai rata-rata 24.67 dan frekuensi mual muntah sesudah diberikan inhalasi aromaterapi lemon diperoleh rata-rata 17.87 Ada pengaruh pemberian inhalasi aromaterapi lemon terhadap morning sickness pada ibu hamil dengan P-value = 0.000. Oleh karena itu disarankan bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah dapat menerapkan pengobatan aromaterapi lemon untuk mengurangi mual muntah sehingga dapat mengurangi penggunaan obat farmakologi yang ada efek sampingnya.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK PEPPERRMINT PADA IBU HAMIL DENGAN PRURITUS (GATAL) DAN TRIMESTER III dainty maternity
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian, sekitar 18% wanita hamil di Prancis mengalami Pruritus. Di India dari 200 wanita hamil, sekitar 61,5% yang mengalami pruritus. Pruritus adalah sensasi kulit yang iritatif dan menimbulkan rangsangan untuk menggaruk. Reseptor rasa gatal tidak bermielin, mempunyai ujung saraf mirip sikat (penicillate) yang hanya ditemukan pada kulit, membran mukosa dan kornea. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pemberian minyak peppermint pada ibu hamil dengan Pruritus (gatal) trimester III di BPS Nurhasannah Str.Keb Teluk Betung Selatan Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimental design dengan metode one sample pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami pruritus (gatal) di BPS Nurhasannah, S.Tr.Keb Teluk Betung Selatan Bandar Lampung tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Agustus 2017. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Didapatkan sampel sebanyak 30 orang dengan kriteria ibu hamil dengan pruritus gravidarum, bersedia menjadi responden dan minyak peppermint hanya dioleskan pada bagian yang mengalami gatal. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa univariat data yang digunakan adalah uji T-dependent. Hasil penelitian diketahui nilai rata-rata sebelum diberikan minyak peppermint sebesar 4,67 dengan standar deviasi sebesar 1,234 sedangkan nilai rata-rata setelah diberikan minyak peppermint sebesar 2,93 dengan standar deviasi sebesar 1,223. Ada pengaruh pemberian minyak peppermint untuk mengatasi pruritus (gatal) pada ibu hamil trimester III (p value < 0,05 yaitu 0,000). Diharapkan pada ibu hamil untuk memperhatikan kesehatan selama kehamilannya terutama adanya gejala pruritus (gatal) pada ibu hamil dan cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan minyak peppermint.
PENYULUHAN BALITA BGM DI DESA WARGA INDAH JAYA KECAMATAN BANJAR AGUNG KABUPATEN TULANG BAWANG Dainty Maternity; Yuli Yantina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 November 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.758 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v3i2.5545

Abstract

Gerakan Masyarakat Peduli Gizi Balita (GEMPITA) yang artinya mengajak masyarakat yang memiliki anak di bawah lima tahun (Balita) untuk memberikan makanan tambahan yang cukup bagi anaknya agar kekurangan gizi tidak terjadi di dalam kelurga mereka. Berdasarkan data terdapat 2 balita yang mengalami BGM. Sehingga diadakan penyuluhan mengenai gizi balita yang dapat meningkatkan berat badan bayi agar tidak terjadi kekurangan gizi pada anak. Penyuluhan ini diadakan agar ibu dapat mengerti dan menerapkan apa yang sudah dijelaskan. Metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab agar masyarakat dapat lebih paham dari apa yang sudah di jelaskan. Rekomendasi kegiatan ini adalah perlunya pemantauan secara berkala pada berat badan dan tinggi badan balita untuk mengetahui balita tidak ada yang berada di BGM atau pun mengalami kekurangan gizi. Kata Kunci : Kacang Hijau, Telur Rebus, Balita, Status Gizi
PENYULUHAN TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA PUJORAHAYU NEGERI KATON PESAWARAN TAHUN 2017 Dainty Maternity; Susilawati Susilawati; Nita Evriana Sari
Jurnal Perak Malahayati Vol 1, No 1 (2019): Vol 1, No 1, November 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.872 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v1i1.1514

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia adalah 41,8% dan di Asia sebesar 48,2%. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian anemia di Indonesia masih tinggi,terdapat 37,1% ibu hamil yang mengalami anemia. Berbagai alasan dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa tidak mengkonsumsi gizi seimbang karena mual dan muntah saat hamil dan belum memahami dampak buruknya anemia pada saat hamil. Tujuan kegiatan diharapkan warga dapat mengerti tentang anemia pada ibu hamil dan dampak anemia.Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2017. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada ibu-ibu hamil tentang anemia dan cara mengatasinya di Desa Pujorahayu Negeri Katon Pesawaran dengan metode penyuluhan menggunakan leaflet. Terdapat pengaruh signifikan pada pengetahuan ibu sebelum dan sesudah penyuluhan anemia ibu hamil. Dengan demikian, pemberian edukasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan anemia saat hamil.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Pada Ibu Hamil Untuk Ibu Hamil Mual Muntah Dengan Jahe Di BPM Lia Maria Bandar Lampung Dainty Maternity; Anisa Ermasari; Aprida Yanti
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 1 (2022): Vol.4 No 1,Mei 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.179 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v4i1.6822

Abstract

Kehamilan merupakan proses berkesinambungan yang dimulai dari ovulasi, konsepsi, nidasi, implantasi dan perkembangan embrio di dalam uterus hingga aterm. Setiap proses dalam kehamilan merupakan kondisi krisis yang memerlukan adaptasi psikologis dan fisiologis terhadap pengaruh hormon kehamilan dan tekanan mekanis akibat pembesaran uterus dan jaringan. mual muntah merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling menyebabkan stres. Mual dan muntah merupakan ketidaknyamanan yang umum dialami oleh 50% wanita hamil. Umumnya paling parah pada trimester pertama kehamilan.Mual muntah yang terjadi pada kehamilan yang disebabkan oleh perubahan dalam sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar Human Choronic Gonadothropin (hCG), kebanyakan perempuan yang mengalami gejala mual dan muntah pada usia kehamilan 8-12 minggu dan semakin berkurang secara bertahap hingga akhirnya berhenti pada usia kehamilan 16 minggu kehamilan .Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menilai efektivitas jahe dalam pengobatan mual dan muntah pada kehamilan. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan.Yang Mengikuti Penyuluhan adalah mahasiswa profesi, dosen pembimbing dan ibu hamil trimester 1.Waktu Penyuluhan  : Kamis, 21 April 2022Lamanya                  : 13.00-14.00 WIBCara Penyuluhan : Pemaparan Materi Tentang Kehamilan dan mual muntah serta manfaat jahe baru tanya jawab pada ibu hamil. Hasil kegiatan ini terjadi  penurunan secara signifikan pada ibu hamil mual muntah di trimester 1 pada  hari yang ketujuh dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan : Jahe efektif untuk meredakan mual dan muntah ringan hingga sedang pada wanita hamil dengan usia kehamilan kurang dari 16 minggu. Kata kunci: jahe, mual muntah kehamilan ABSTRACT Pregnancy is a continuous process that starts from ovulation, conception, nidation, implantation and development of the embryo in the uterus until term. Every process in pregnancy is a crisis condition that requires psychological and physiological adaptation to the effects of pregnancy hormones and mechanical stress due to the enlargement of the uterus and tissues. Nausea and vomiting is one of the earliest, most common and most stressful symptoms. Nausea and vomiting are common discomforts experienced by 50% of pregnant women. Generally most severe in the first trimester of pregnancy. Nausea and vomiting that occur in pregnancy are caused by changes in the endocrine system that occur during pregnancy, mainly due to high fluctuations in levels of Human Choronic Gonadotropin (hCG), most women who experience symptoms of nausea and vomiting at gestational age 8-12 weeks and gradually decreases until it finally stops at 16 weeks of gestation. Keywords: ginger, nausea and vomiting in pregnancy
JAGA IBU DARI ANEMIA DAN JAGA HIPERTENSI (JAMINI JATI) DI DESA SUKARAJA Dainty Maternity; yuli yantina; Ratna Dewi Putri
Jurnal Perak Malahayati Vol 2, No 2 (2020): Vol 2, No 2 , November 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.44 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v2i2.3412

Abstract

masyarakat dengan penderita hipertensi dengan melakukan penanaman dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Sasarannya adalah Kader Posyandu dan Ibu hamil dengan anemia, masyarakat dengan hipertensi serta seluruh masyarakat desa Sukaraja dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyuluhan dilakukan secara door to door dan kemudian dilakukan penanaman bibit pada salah satu lahan kosong di rumah warga di dusun 6 desa Sukaraja. Dalam pemeliharaan tanaman obat keluarga akan dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa selama masa pengabdian di desa tersebut. Dengan diadakannya kegiatan ini, dapat dijadikan sarana bagi masyarakat Desa Sukaraja, Pesawaran untuk menggunakan lahan kosong yang ada dihalaman rumah sebagai lahan tanaman obat keluarga.Kata Kunci: Anemia,hipertensi,jamini jatiABSTRACTThe case of anemia in pregnant women has many serious impacts / risks on the mother and the baby she is carrying. Hypertension is also a disease that is often experienced by the people of Sukaraja village and is one of the causes of death in Sukaraja village. The goal of the JAMINI JATI program is that it is hoped that it can help and provide benefits to the village of Sukaraja. This activity is a form of social activity that improves public health, especially pregnant women with anemia and people with hypertension by planting and using family medicinal plants (TOGA). The targets are Posyandu cadres and pregnant women with anemia, people with hypertension and all people in Sukaraja village in improving the welfare of the community. The counseling was carried out door to door and then seedlings were planted on one of the vacant land at the residents' houses in 6 hamlets of Sukaraja village. The community and students will carry out the maintenance of family medicinal plants during their service period in the village. By holding this activity, it can be used as a means for the people of Sukaraja Village, Pesawaran, to use the vacant land in the yard of the house as land for family medicinal plants.Keywords: Anemia, hypertension, jamini jati 
Pengaruh Penerapan Terapi Suportif Terhadap Kejadian Post Partum Blues Di Desa Banjar Negoro Kec. Wonosobo Kab. Tanggamus Dainty Maternity; Rilyani Rilyani; Maissy Hardianti
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.693 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v3i3.1659

Abstract

Introduction: According to the World Health Organization (WHO, 2017), in terms of gender, the female group recorded the highest incidence of mood disorders which was 5.1%; compared to males 3.6% (WHO, 2017). in terms of age, the incidence of mood disorders is high in the environment of late adulthood between 55 years to 74 years (7.5% women: 5.5% men) (WHO, 2017). Mental mood disorders occur in Southeast Asian countries 27% compared to other overseas like Africa (9%), Eastern Mediterranean (16%), Europe (12%), America (15%), and the West Pacific (21%) (WHO, 2017)Objective: To find out the benefits of applying supportive therapy in postpartum with the occurrence of baby blues in Banjar Negoro Village, Kec. Wonosobo Kab. Lampung Province Tanggamus in 2019.Method: This type of research is quantitative. The research design of the Quasi-Experimental method is one group pretest-posttest one group pretest-posttest approach. The population and sample were 20 people. Data analysis uses univariate and bivariate using t-tests.Results: Postpartum blues in postpartum mothers before the application of supportive therapy in postpartum mothers obtained an average EPDS score of 25.47 with the lowest EPD score of 18 and the highest EPD value of 30, and after the application of supportive therapy in postpartum mothers obtained an average EPDS score of 14.29 with the lowest EPD score of 9, and the highest EPD score of 20, with a mean difference test of 12.100. The results of statistical tests using dependent tests obtained p-values of 0,000 (α 0.05).Conclusion: This means that there is an influence of the application of supportive therapy to the incidence of postpartum blues in the village of Banjar Negoro Kec. Wonosobo Tanggamus Lampung Province in 2019. The results of this study can be used as an alternative treatment for clinics or places of care if you find patients with postpartum blues can use effective supportive therapy given to reduce the anxiety suffered.Keywords: Supportive Therapy, Post Partum, Genesis Baby Blues Pendahuluan: Menurut World Health Organization (WHO, 2017)[U2] , dari segi gender golongan wanita mencatatkan kadar kejadian gangguan mental kemurungan paling tinggi yaitu 5.1%; berbanding lelaki 3.6% (WHO, 2017).  dilihat segi umur, kejadian gangguan mental kemurungan adalah tinggi dalam lingkungan umur dewasa akhir di antara 55 tahun hingga 74 tahun (7.5 % wanita : 5.5% lelaki) (WHO, 2017). Kejadian gangguan mental kemurungan terjadi di negara Asia Tenggara 27% berbanding lain-lain rantau seperti Afrika (9%), Timur Mediterranean (16%), Eropa (12%), Amerika (15%) dan Barat Pasifik (21%) (WHO, 2017)[U3] . Tujuan: Diketahui manfaat penerapan terapi suportif pada post partum dengan kejadian baby blues di Desa Banjar Negoro Kec. Wonosobo Kab. Tanggamus Provinsi Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Desain penelitian metode Quasi Eksperimental pendekatan one group pretes-postes one group pretes-postes. Populasi dan sampel sebanyak 20 orang. Analisa data mengguanakan univariat dan bivariate dengan t-tes.Hasil : Post partum blues pada ibu post partum sebelum penerapan terapi suportif pada ibu post partum didapat nilai rata-rata skor EPDS sebesar 25,47 dengan skor nilai EPD terendah 18  dan nilai nilai EPD tertinggi 30, dan sesudah penerapan terapi suportif pada ibu post partum didapat nilai rata-rata skor EPDS sebesar 14,29 dengan skor nilai EPD terendah 9, dan skor nilai EPD tertinggi 20, dengan nilai uji beda mean 12,100. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α0.05).Kesimpulan : Artinya terdapat pengaruh penerapan terapi suportif  terhadap kejadian post partum blues di Desa Banjar Negoro Kec. Wonosobo Tanggamus Provinsi Lampung Tahun 2019. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan bagi klinik atau tempat perawatan, jika menemukan pasien dengan post partum blues dapat menggunakan terapi suportif yang efektif diberikan untuk mengurangi cemas yang diderita.
Program Pengabdian Masyarakat untuk Ibu Hamil Nyeri Punggung Dengan Senam Hamil di PMB Lia Maria Dainty Maternity; Lia Maria; Muhammad Hatta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6809

Abstract

 ABSTRAK Nyeri punggung bawah pada kehamilan adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di daerah tubuh bagian belakang dari rusuk terakhir sampai bagian pantat atau anus karena pengaruh hormon. Nyeri punggung pada ibu hamil dapat menyebabkan spasme pada otot yang menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengurangi  nyeri punggung bawah dan panggul terkait kehamilan dengan senam hamil di BPM Lia Maria. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di BPM Lia Maria,  pada 1-28 Desember 2021, Peserta adalah ibu hamil  usia kehamilan 20 – 35 minggu  dengan nyeri punggung bawah berjumlah 4 ibu hamil. Nyeri punggung yang dirasakan ibu hamil dapat berkurang secara bertahap selama 4 minggu dengan melakukan gerakan gerakan senam yang diajarkan oleh bidan. Senam hamil dapat menurunkan intensitas nyeri punggung dalam kehamilan. Kata Kunci: Nyeri Pungung Bawah, kehamilan, Program Latihan                                                        ABSTRACT Low back pain in pregnancy is a clinical syndrome characterized by the main symptom of pain or other unpleasant feelings in the back of the body from the last rib to the buttocks or anus due to hormonal influences. Back pain in pregnant women can cause muscle spasms that cause pain. To reduce lower back and pelvis related to pregnancy exercise at BPM Lia Maria. This community service was carried out at BPM Lia Maria, on December 1-28 2021, Participants were pregnant women aged 20-35 weeks with low back pain totaling 4 pregnant women. Back pain felt by pregnant women can be reduced gradually over 4 weeks by doing gymnastic movements taught by the midwife. Pregnancy exercise can reduce back pain in pregnancy. Keywords: Low Back Pain, Pregnancy, Exercise Program 
Hot Compres And Cold Compress To Reduce Feel Of Perinelaceration In Postpartum Mothers Nurul Isnaini; Dainty Maternity; Yeni Kristiani; Muhammad Hatta
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.3142

Abstract

Latar Belakang: Laserasi perineum dapat menyebabkan perdarahan sesuai dengan tingkat atau derajat terjadinya laserasi perineum. Insiden laserasi perineum pada ibu nifas di seluruh dunia pada tahun 2009 adalah 2,7 juta, yang diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 6,3 juta pada tahun 2050. Di Indonesia, 75% ibu nifas mengalami laserasi perineum dari total kelahiran normal. Ada beberapa cara untuk mengurangi rangsangan nyeri yaitu dengan menggunakan kompres hangat dan kompres dingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kompres hangat dan kompres dingin dalam menurunkan nyeri robekan perineum pada ibu nifas.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kompres hangat dan kompres dingin dalam menurunkan nyeri robekan perineum pada ibu nifas.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian Quasy eksperimental dengan pendekatan pretest – posttest two group design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin sebanyak 30 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kompres hangat dan dingin, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel bebas : pemberian kompres hangat dan kompres dingin, variabel terikat : nyeri laserasi perineum. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan Independent Sample T-Ttest.Hasil: Rata-rata nyeri laserasi pada kompres hangat dengan rerata 7,67 setelah kompresi 1 rata-rata turun 6,247, kompresi 2 Rerata 4,73 dan kompres 3 berubah rerata menjadi 3,00. Kompres dingin dengan rerata 7,93 setelah dilakukan kompresi pertama, rerata menurun 5,73. Kompresi kedua, rata-rata 3,53. Dan pada kompresi ke-3, mean berubah menjadi 1,87. Pada pengukuran nyeri ketiga terjadi perubahan rata-rata nyeri yaitu 3,00 pada kelompok kompres hangat. Dan 1,87 untuk kompres dingin, p-value 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat dan dingin untuk mengurangi nyeri laserasi perineum.Kesimpulan: Pengukuran nyeri ketiga menunjukkan perubahan rata-rata nyeri yaitu 3,00 pada kelompok kompres hangat dan 1,87 pada kelompok kompres dingin, p-value 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat dan dingin terhadap penurunan perineum. nyeri laserasi.Saran Bagi Instansi Pelayanan Kesehatan, Memberikan terapi nyeri persalinan non farmakologi yaitu kompres dingin untuk meningkatkan intervensi mandiri perawat atau bidan Kata kunci: Kompres Dingin, Kompres Hangat Nyeri Perineum ABSTRACT Backround : Perineal lacerations can cause bleeding according to the degree or degree of perineal laceration. The incidence of cases of perineal lacerations in postpartum mothers worldwide in 2009 was 2.7 million, which is estimated to increase by around 6.3 million in 2050. In Indonesia, 75% of postpartum mothers experience perineal lacerations of the total normal births. There are several ways to reduce pain stimulation, namely by using warm compresses and cold compresses. The aim of this study was to determine the effectiveness of warm compresses and cold compresses to reduce pain from perineal lacerations in postpartum mothers.Purpose : The aim of this research was to determine the effectiveness of warm compresses and cold compresses to reduce pain from perineal lacerations in postpartum mothers.Methods : This type of quantitative research, research design Quasy experimental method with a pretest - posttest two group design approach. The population and sample in this study were all women who gave birth as many as 30 respondents who were divided into 2 groups warm and cold compresses, the sampling technique used purposive sampling. Independent variable: giving warm compresses and cold compresses, dependent variable: pain of perineal laceration. The data analysis used was univariate and bivariate analysis using the Independent Sample T-Ttest.Result : The mean pain of laceration on warm compresses with a mean of 7.67 after doing the 1st compress, a mean decrease of 6.247 to the 2nd compress, Mean 4.73 and the 3rd compression experienced a change in the mean to 3.00. Cold compress with a mean of 7.93 after the 1st compress has decreased the mean 5.73 to the 2nd compress, the mean is 3.53 and the 3rd compress has a mean change to 1.87. The third pain measurement there was a change between the average pain, namely 3.00 in the warm compress group and 1.87 in the cold compress, the p-value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant difference between giving warm and cold compresses to the decreased pain of perineal laceration.Conclusion : The third pain measurement there was a change between the average pain, namely 3.00 in the warm compress group and 1.87 in the cold compress, the p-value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant difference between giving warm and cold compresses to the decreased pain of perineal laceration.Suggestion Health Service Institutions, Providing non-pharmacological labor pain therapy, namely cold compresses to increase the independent intervention of nurses or midwives Keywords : Cold Compress, Perineal Pain, Warm Compress. 
Co-Authors Achmad Farich Agustia, Erina Ahmad, Elis Nurfarida Anisa Ermasari Aprida Yanti Arief S. Kartasasmita Arum Dwi Anjani Astriana Astriana, Astriana Auda Audrias Ayu Wulandari Devita Febriani Putri Devy Lestari Nurul Aulia Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Dian Puspitasari Diana, Averia Eva Dina Octa Via Effendy, Dhea Alaeyda Eliza Eliza Endang Sri Wahyuni Evayanti, Lely Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Farich, Achmad Fitria Fitria Hali Desna Hatta , Muhammad Hermawan, Dessy Hevy Susanda Ida Ayu Kadek Indri Lovely Auria Iqmy, Ledy Octaviani Ismen Muchtar Kadek Meta Deviyanti Kadek Rika Rahayu Khoidar Amirus Khoidar Amirus Lamtioma Lamtioma Lathifah, Neneng Siti Laura, Sukmala Dewi Lia Maria Listika Jayanti Lucia Suciati Maissy Hardianti Mariza, Ana Martini, Sagung Dwi Rai Muhammad Hatta Muhammad Hatta Muhammad Hatta Muhammad Hatta Muhammad Hatta Ni Putu Rini Astuti Nina Herlina Nita Evriana Sari Nurul Aini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Oktaviani, Rafika Ponpon S Idjradinata Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi Putu Candrawati Ratna Dewi Putri Ratna Sari Renny Dwijayanti Renny Dwijayanti Rilyani Rilyani Rosmiyati Rosmiyati Sari, Devi Kurnia Sari, Gita Nirmala Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarti, Maria Magdalena Sunesni Sunesni . Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Tibar, Sri Linda Azzahra Triani, Agustina Trini Trini Utami, Vida Wira Yanti, Yulistiana Eva Yayang Khomsatun Khoiriah Yeni Kristiani Yuli Yantina Yuliana Martinah Yuliati Shoffiyah Yulistina Evayanti Yuviska, Ike Ate Zakiyatus Salamah Zarma Zarma