cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG COVID-19 DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVIT-19 Nurhasanah Nurhasanah; Dita Alifhia Maulida; Erawati Erawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4452

Abstract

Background Knowledge is the basis for pregnant women to do one behavior, the presence of Covid-19 makes pregnant women have to be able to make prevention efforts, pregnancy hormones make a pregnant woman a vulnerable group for the corona virus, therefore a pregnant woman must have good knowledge so that have good behavior in the effort to prevent Covid-19. Purposes to assess the knowledge of pregnant women about Covid-19 and the relationship between knowledge and prevention behavior. Methods This study used a cross sectional design. The population of all pregnant women at the Arsy Media Clinic, Cirebon Regency. Sampling using Acidal sampling. The data taken are primary data obtained through a questionnaire given to 40 pregnant women. The correlation test used is Chi-Square. Research Results Most pregnant women have poor knowledge about Covid-19. All pregnant women in this study showed a positive attitude, namely by answering answers carefully, calmly and efforts to improve health. Pregnant women have bad preventive behavior against Covid-19 transmission. There is a significant relationship between knowledge and behavior of pregnant women regarding Covid-19 with a value (p = 0.000). Conclusion It was found that of the 40 pregnant women respondents studied, all of them had to have a positive attitude towards Covid-19. Most respondents who have poor knowledge show bad actions regarding efforts to prevent Covid-19. Suggestion Future research is expected to be able to examine more deeply about attitudes by using better methods. Keywords: Knowledge, Behavior, Pregnant Women, Covid-19.  ABSTRAK Latar Belakang Pengetahuan merupakan dasar ibu hamil melakukan salah suatu perilaku, adanya Covid-19 menjadikan ibu hamil harus mampu melakukan upaya pencegahan, perubahan sistem imun yang terjadi pada kehamilan dapat membuat seorang ibu hamil menjadi kelompok rentan terpaparnya corona virus, oleh karena itu seseorang ibu hamil harus mempunyai pengetahuan yang baik agar mampunyai perilaku yang baik dalam upaya pencegahan Covid-19.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahannya.Metode Penelitian  Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil di Klinik Arsy Media Kabupaten Cirebon sebesar 1.440 ibu hamil. Pengambilan sampel dengan menggunakan Acidental sampling sebanyak 40 responden. Data yang diambil merupakan data primer yang didapat melalui kuesioner yang diberikan kepada ibu hamil. Uji Korelasi yang digunakan adalah Chi-Square.Hasil Penelitian Sebagian besar (80%) ibu hamil mempunyai pengetahuan tidak baik mengenai Covid-19. Seluruh ibu hamil dalam penelitian ini menunjukkan sikap positif yaitu dengan menrespon jawaban hati-hati, tenang dan adanya usaha peningkatan kesehatan. Mayoritas Ibu hamil mempunyai Perilaku pencegahan yang tidak baik terhadap penularan Covid-19. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perlaku ibu hamil mengenai Covid-19 dengan nilai (p=0,000).Kesimpulan Didapatkan bahwa  Dari 40 responden ibu hamil yang diteliti, seluruhnya mempunyai sikap yang positif terhadap Covid-19. Sebagian besar responden yang mempunyai pengetahuan tidak baik menunjukkan tindakan yang tidak baik mengenai upaya pencegahan Covid-19.Saran  peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih dalam mengenai sikap dengan menggunakan metode yang lebih baik. Kata Kunci : Pengentahuan, Perilaku, Ibu Hamil, Covid-19 
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Trio Subroto; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4140

Abstract

HISTORICAL RELATIONSHIP OF INFECTIOUS DISEASE WITH STUNTING EVENTS IN CHILDREN AGED 12-59 MONTHS  Background:Stunting events in the highest Central Lampung district are in Pubian Sub-District, Kecamanatan Anak Tuha, Seputih Agung Sub-District, and Seputih Raman Sub-District, In Seputih Raman sub-district there are 2 Working Areas of Puskesmas Seputih Raman with 4 villages stunting data obtained as many as 153 children, and Rama Indra Health Center with 5 villages with the number of stunting children as many as 183 childrenPurpose : Known to know the history of infectious diseases with stunting events in children aged 12-59 months Methods : Type of quantitative research, design of analytical survey research with cross sectional approach, population and sample is stuntinng child, sampling technique using purposive sampling. Analysis of univariate and bivariate data using chi square test.Results : Incidence of infection in children aged 12-59 as many as 65 respondents (31.9%) and 139 respondents (68.1%). Stunting incidents, as many as 102 respondents (50%) 102 respondents (50%). P-Value = 0.000 to P-Value <α (0.000<0.05) Conclusion: It can be concluded there is a history of infectious diseases with stunting events in children aged 12-59 months in the Working Area of Rama Indra Kec. Seputih Raman Kab.Lampung Tengah Year 2019. Based on the results and discussions, researchers suggest that health promotion related to the prevention of infectious diseases in children needs to be improved to address the problem of toddler stunting in Rama Indra Health Center Working Area.    Suggestion As input for mothers to provide exclusive breastfeeding and nutritious food as well as maintaining the cleanliness of drinking food and a place to live for many people to avoid stunting. Based on the results and discussion, the researchers suggest that health promotion related to the prevention of infectious diseases in children needs to be improved again to overcome the problems of toddlers. stunting in the working area of Rama Indra Health Center. Keywords : Infection, Stunting, Child 12-59 Months  ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian stunting di kabupaten Lampung Tengah tertinggi berada di Kecamatan Pubian, Kecamanatan Anak Tuha, Kecamatan Seputih Agung, dan Kecamatan Seputih Raman, Pada Kecamatan Seputih Raman terdapat 2 Wilayah Kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Seputih Raman dengan 4 desa data stunting diperoleh sebanyak 153 anak, dan Puskesmas Rama Indra dengan 5 desa dengan jumlah anak stunting sebanyak 183 anakTujuan: Diketahui mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulanMetode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dan sampel adalah anak yang mengalami stuntinng, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat mengguankan uji chi square.Hasil : Kejadian  infeksi pada anak usia 12-59 sebanyak 65 responden (31.9%) tidak infeksi sebanyak 139 responden (68.1%). Kejadian stunting, sebanyak 102 responden (50%) tidak stunting sebanyak 102 responden (50%). P-Value = 0,000 sehingga P-Value <α (0,000<0,05)Simpulan : Ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan  Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit infeksi pada anak perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra.Saran Menjadikan masukan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan makanan yang bergizi serta menjaga kebersihan makanan miunuman dan temnpat tinggal bagi banak agar dapat terhindar dari stunting.Berdasarkan hasil dan pembahasan maka peneliti menyarankan promosi kesehatan terkait pencegahan penyakit infeksi pada anak perlu ditingkatkan lagi untuk mengatasi permasalahan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rama Indra. Kata Kunci      : Infeksi, Stunting, Anak 12-59 Bulan
AROMATERAPI CITRUS AURANTIUM MEMPENGARUHI KECEMASAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Dina Octa Via; Dainty Maternity; Yuli Yantina; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.1723

Abstract

Background: Anxiety is a disturbance in feelings characterized by feelings of fear or worry that are deep and ongoing. Anxiety is the most common female psychological response to childbirth. Aromatherapy is the use of scents with essential oils that promote a sense of calm and help reduce anxiety.The purpose of this study was to determine the effect of Citrus aurantium aromatherapy on the level of anxiety during the first stage of active labor at RSIA Puri Betik Hati, Bandar Lampung City.Method: This type of research is quantitative, with a Quasi Experiment Design research design using a Two Group Pre–Post Test Design. The sampling technique used is Non Probability Sampling with Accidental Sampling technique. This study used 60 research samples, divided into 2 groups, namely 30 mothers in the intervention group and 30 mothers in the control group. Measurement of anxiety levels using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) measuring instrument, where data collection uses observation sheets and SOPs. Analysis of the data used is the Independent Sample T-Test.Results: From the results of the research conducted by the authors, it is known that the average value of the level of labor anxiety in the intervention/experiment group (Citrus aurantia Aromatherapy) was 14.93, while in the control group the average level of labor anxiety was 28.63 the significance value is 0.000, P value (0.05) means "There is an effect of Citrus aurantium aromatherapy on the level of anxiety in the first stage of active labor.Conclusion: Observation results showed that respondents who were given Citrus aurantia aromatherapy showed a significant decrease in anxiety with mild to no anxiety levels.Suggestions It is expected that health workers will provide counseling to mothers who will give birth at a risky age, basic education level, parity primipara and grande multipara, to anticipate anxiety in mothers and provide information about preparation for childbirth and how to control changes in maternal psychology so that they can anticipate anxiety during the delivery process . Keywords: Anxiety of labor, Citrus aurantium Aromatherapy. ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan adalah gangguan dalam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kehawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Kecemasan adalah respon psikologis wanita yang paling umum terhadap persalinan. Aromaterapi adalah penggunaan aroma dengan minyak essensial yang meningkatkan rasa tenang dan membantu mengurangi kecemasan.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi Citrus aurantium terhadap tingkat kecemasan persalinan fase aktif kala 1 di RSIA Puri Betik Hati Kota Bandar Lampung.Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen Design menggunakan rancangan Two Group Pre–Post Test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Penelitian ini menggunakan 60 sampel penelitian, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 ibu pada kelompok intervensi dan 30 ibu pada kelompok kontrol. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan metode alat ukur Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A), dimana pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan SOP. Analisa data yang digunakan adalah Uji T Sampel Independen.Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa nilai rata-rata tingkat kecemasan persalinan pada kelompok Intervensi/eksperimen (Aromaterapi Citrus aurantium) adalah sebesar 14.93, sementara pada hasil kelompok kontrol rata-rata rata-rata tingkat kecemasan persalinan sebesar 28.63 dan nilai signifikansinya sebesar 0.000, P value ≤ α (0,05) artinya “Ada pengaruh aromaterapi Citrus aurantium terhadap tingkat kecemasan persalinan fase aktif kala 1Kesimpulan: Hasil observasi didapatkan bahwa responden yang diberikan aromaterapi Citrus aurantium menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan dengan tingkat kecemasan ringan hingga tidak ada kecemasan.Saran Diharapkan tenaga kesehatan melakukan konseling kepada ibu yang akan bersalin dengan umur yang berisiko, tingkat pendidikan dasar, paritas primipara dan grande multipara, untuk mengantisipasi kecemasan pada ibu  serta memberikan informasi mengenai persiapan persalinan dan cara mengendalikan perubahan psikologi ibu sehingga dapat menganisipasi kecemasan selama proses persalinan. Kata Kunci :Kecemasan persalinan, Aromaterapi Citrus aurantium.
PEMBERIAN BUAH BIT TPEMBERIAN BUAH BIT TERHADAP KENAIKAN KADAR HB IBU HAMILERHADAP KENAIKAN KADAR HB IBU HAMIL Panca Nursela; Dwi Marlina Syukri; Devi Kurniasari; Yulistiana Evayanti; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.1728

Abstract

GIVING BEETROOT TO INCREASE LEVEL HB OF PREGNANT WOMEN Background anemia is a state of decreased levels of hemoglobin, hematocrine and the number of erythrocytes below normal values. Severe anemia if Hb <8 gr / dl, mild anemia if Hb> 8-11 gr / dl and normal in pregnant women Hb> 11 gr / dl. Based on the results of the survey conducted by researchers at UPTD Puskesmas Sudimoro Tanggamus Lampung in January-March 2019 there were 54 (100%) pregnant women who had anemia where 17 (31.4%) pregnant women had mild anemia. Purpose of this study is to know the effect of Beetroot juice on hemoglobin levels in pregnant women with anemia in UPTD Puskesmas Sudimoro Tanggamus Lampung.Methods is a pre-experimental action research with One group pretest - posttest design. There were 54 pregnant women with anemia who were anemic. Sample 17 people, the sampling technique used was purposive sampling. Data collection using observation sheets and data analysis used is the T-dependent test.Results of the study are known to be the average value of hemoglobin levels before administration of 9,835 beet juice and standard deviation of 0.5689. The average value of hemoglobin levels after giving beetroot juice is 11,771 and the standard deviation is 1.2164. Conclusion There Is The Effect Of Beetroot Juice On Increased Hemoglobin Levels In Pregnant Women With Anemia Pvalue = 0,000 <α = 0.005.Suggestions for pregnant women to consume beet juice regularly to prevent anemia and to consume foods that contain vitamin C. Keywords: anemia, beetroot, pregnant women ABSTRAK Latar Belakang anemia merupakan suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrin dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Anemia berat bila Hb < 8 gr/dl, anemia ringan jika Hb > 8-11 gr/dl dan normal pada ibu hamil Hb > 11 gr/dl. Berdasarkan hasil prasurvey yang telah peneliti lakukan di UPTD Puskesmas Sudimoro Tanggamus Lampung pada bulan Januari-Maret tahun 2019 terdapat 54 (100%) ibu hamil yang mengalami anemia dimana 17 (31,4%) ibu hamil mengalami anemia ringan.Tujuan diketahui Pengaruh Pemberian Jus Buah Bit Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Dengan Anemia Di UPTD Puskesmas Sudimoro Tanggamus Lampung.Metode tindakan pra eksperimen dengan rancangan One group pretest – posttest design. Seluruh ibu hamil yang anemia di terdapat 54 ibu hamil yang mengalami anemia. Sampel 17 orang,  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil penelitian diketahui Nilai rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian Jus buah Bit 9.835 dan standar deviasi 0.5689. Nilai rata-rata kadar hemoglobin sesudah pemberian Jus buah Bit 11.771 dan standar deviasi 1.2164.Kesimpulan ada Pengaruh pemberian Jus buah Bit Terhadap peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan anemia pvalue = 0,000 < α = 0,005.Saran bagi ibu hamil dapat mengkonsumsi jus buah bit secara rutin guna pencegahan terjadinya anemia serta mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Kata Kunci: anemia, buah bit, ibu hamil 
PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN IBU MENGENAI NEONATUS RISIKO TINGGI Holidah Holidah; Fenita Purnama Sari Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.3994

Abstract

Background: The total infant mortality rate (IMR) in Indonesia shows that the infant mortality rate in Indonesia is still relatively high when compared to ASEAN member countries, which is 4.6 times higher than Malaysia, 1.3 times more. Purpose: Analyzing the causative factors and indications for high-risk events and to analyze the increased understanding of mothers about high-risk neonates. Methods: The research was conducted in 2 stages, with quantitative research methods. In the first phase, a survey was conducted of 100 mothers who have babies and toddlers in the Pamulang Puskesmas working area. In the second phase of research, with a participatory approach, namely the provision of health education about High Risk neonates. The research design was a quasi experiment with non-equivalent control group design with pre test and post test design. A total of 27 samples were taken using purposive sampling technique. The data were processed using the Willcoxon test. Results: In this study, the results obtained were p value 0.011 (<0.05), which means that there is a difference in understanding between the pretest and posttest, there has been an increase in the average value of respondents' knowledge about high-risk neonates after health education. The mean value of maternal knowledge increased from 25.8 when the pre-test was conducted to 27.4 at the post-test. Conclusion: There are changes when after health education is carried out, the community can understand well the material providedSuggestion: health institution to increase understanding of pregnant women and mothers who have babies and toddlers in a more innovative and participatory way about the factors that cause high risk neonates and indications of high risk neonates in mothers. For the community, it can increase knowledge and insight as a reference in order to prevent the occurrence of high risk neonates in pregnant women and mothers who have babies and toddlers. Keywords: Participatory Approaches, High-Risk Neonates, Mother's Understanding ABSTRAK                                                                                                                                                        Latar Belakang: Jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia menunjukan bahwa tingkat kematian bayi di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN, yaitu 4,6 kali lebih tinggi dari Malaysia, 1,3 kali lebih.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta indikasi kejadian berisiko tinggi serta menganalisis peningkatan pemahaman ibu mengenai neonatus berisiko tinggi.Metode: Penelitian dilakukan dengan 2 tahap, dengan metode penelitian kuantitatif. Pada tahap pertama dilakukan survey terhadap ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Pamulang, berjumlah 100 ibu. Pada penelitian tahap kedua, dengan pendekatan partisipatif yaitu pemberian pendidikan kesehatan mengenai neonatus Risiko Tinggi. Rancangan penelitian adalah quasi experiment dengan desain Non-equivalent Control Group Design with pre test dan post test design. Sampel diambil sebanyak 27 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling data diolah menggunakan Uji Willcoxon. Hasil: Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa diperoleh p value 0,011 (<0,05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan pemahaman antara pretest dan posttest, telah terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan responden mengenai neonatal risiko tinggi setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan ibu mengalami kenaikan dari 25,8 saat pre-test dilakukan menjadi 27,4 saat post-test.Kesimpulan:Terdapat perubahan pada saat setelah dilakukan pendidikan kesehatan, masyarakat dapat memahami dengan baik dari materi yang diberikan.Saran : bagi instansi kesehatan agar dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi dan balita dengan cara yang lebih inovatif dan partisipatif tentang faktor penyebab kejadian neonatus risiko tinggi maupun indikasi kejadian neonatus risiko tinggi pada ibu. Bagi Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan sebagai acuan agar dapat mencegah terjadinya kejadian neonatus risiko tinggi pada ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi dan balita. Kata Kunci : Pendekatan Partisipatif, Pemahaman Ibu, Neonatus Risiko Tinggi 
PENILAIAN PERILAKU CUCI TANGAN, PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN DAN DETEKSI STUNTING MENGGUNAKAN KARTU MENUJU SEHAT Antarini Antarini; Eka Safitri Yanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.3933

Abstract

HANDWASHING BEHAVIOR ASSESSMENT, DEVELOPMENTAL DEVIATION AND STUNTING DETECTION USING CARD TOWARDS HEALTHY Background: School-age children are a critical age group because at that age they are prone to health problems related to personal hygiene such as diarrhea, toothache, skin diseases and so on. Apart from personal hygiene issues, one of the risks of health problems that can cause growth and development problems for Kindergarten-aged children is nutrition. It is important for child development deviations to be detected early so that it can be quickly corrected for subsequent age development. Anthropometrically, assessing the nutritional status of school-age children can use the weight and height. A tool for monitoring the development of nutritional status of kindergarten children is Kartu Menuju Sehat (KMS). Every child who is measured for height can immediately know their nutritional status. This study looked at a description of hand washing behavior, developmental deviations and stunting detection in kindergarten children.Purpose To assess hand washing behavior, developmental deviation and stunting detection in kindergarten children through KMS monitoring.Methods: The type of research used in this research was descriptive research. The research method used was a survey with a cross sectional approach. A total of 29 kindergarten children were assessed for hand washing behavior using WHO guidelines and assessed for stunting status using KMS Dinding.Results: The results of the study were mostly boys (51.7%) with ages 2 - 4 years, which is 62.1%. The results of the practice of washing children's hands using hand washing guidelines from the WHO obtained data as much as 21 children (75%) had been implemented well (6 - 7 steps) and less well by 7.1%. Early detection of child deviations using the Developmental Pre-Screening Questionnaire was 16 children (55.2%) according to development, but there were 9 children (31%) doubting results and 4 children (13.8%) likely to experience deviations. The results of measurements using KMS Dinding in kindergarten showed that there were 6.9% of children's measurement results in yellow, light green 86.2% and dark green of 6.9%. Conclusion: KMS Dinding can detect stunting in kindergarten children, there are children who may experience deviations and most children have washed their hands properly according to WHO guidelinesSuggestion provide motivation for students to get used to washing hands using soap in the school and home environment, in order to prevent diseases caused by dirty hands. The school is expected to continue to carry out early detection of children's growth and development so that improvements can be made immediately if a deviation is found in the child's growth and development Keywords: Hand Washing, Developmental Deviation, Nutritional Status ABSTRAK Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terkena masalah kesehatan terkait personal hygiene misalnya diare, sakit gigi, penyakit kulit dan sebagainya. Selain masalah personal hygiene, salah satu risiko masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) adalah masalah gizi. Penyimpangan perkembangan anak penting untuk dideteksi secara dini agar dapat dengan cepat dilakukan koreksi terhadap perkembangan usia selanjutnya . Secara antropometri penilaian status gizi anak usia sekolah dapat menggunakan indeks Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB). Alat untuk memantau perkembangan status gizi anak TK adalah Kartu Menuju Sehat (KMS). Setiap anak yang diukur TB dapat segera diketahui status gizinya. Penelitian ini melihat gambaran perilaku cuci tangan, penyimpangan perkembangan dan deteksi stunting pada anak taman kanak-kanak.Tujuan: Menilai perilaku cuci tangan, peyimpangan perkembangan dan deteksi stunting pada anak taman kanak-kanak melalui pemantauan KMS.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang yang digunakan adalah survey dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 29 anak TK dinilai perilaku cuci tangan menggunakan pedoman WHO dan dinilai status stunting menggunakan KMS Dinding.Hasil: Hasil penelitian sebagian besar yaitu anak berjenis kelamin laki-laki (51,7%) dengan usianya adalah usia 2 - 4 tahun yaitu sebesar 62,1%. Hasil praktik mencuci tangan anak dengan menggunakan pedoman cuci tangan dari WHO diperoleh data sebanyak 21 anak (75%) telah melaksanakan dengan baik (6 – 7 langkah) dan kurang baik sebesar 7,1%. Deteksi dini penyimpangan anak dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sebanyak 16 anak (55,2%) sesuai dengan perkembangan, namun terdapat 9 anak (31%)  meragukan dan 4 anak (13,8%) kemungkinan mengalami penyimpangan. Hasil pengukuran menggunakan KMS dinding pada sekolah TK menunjukkan bahwa terdapat sebesar 6,9% hasil pengukuran anak berada pada warna kuning, hijau muda 86,2% dan hijau tua sebesar 6,9%.Kesimpulan: KMS Dinding dapat mendeteksi terjadinya stunting pada anak TK, terdapat anak yang kemungkinan mengalami penyimpangan dan sebagian besar anak telah mencuci tangan dengan baik sesuai dengan pedoman WHOSaran memberikan motivasi pada siswa untuk membiasakan diri cuci tangan menggunakan sabun di lingkungan sekolah dan rumah, guna mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh tangan yang kotor. Pihak sekolah diharapkan terus dapat melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak agar dapat segera dilakukan upaya perbaikan jika ditemukan kondisi penyimpangan pada tumbuh kembang anak Keywords: Cuci Tangan, Penyimpangan Perkembangan, Status Gizi
KARAKTERISTIK GESTASIONAL DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) IBU BERSALIN DENGAN SECTIO CAESARIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Kadek Ayu Suarmini; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Indrie Lutfiana; Dewa Ayu Dian Purnami
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4461

Abstract

 Background Covid-19 is a disease that can be transmitted through droplets, with signs and symptoms, namely coughing, shortness of breath, hyperthermia and others. The Covid-19 pandemic period is something that really needs to be considered, especially for maternity mothers who will have a caesarean section, by screening a good covid-19 protocol before a caesarean section is carried out.Purpose of this study was to determine the gestational characteristics of mothers giving birth with Sectio Caesaria during the Covid-19 pandemic in the Central Surgical Installation Room (IBS) of the Sanjiwani Hospital, Gianyar.Methods This study uses a mix method design, where quantitative data uses a cross sectional approach to the type of secondary data, namely Medical Records. The qualitative data used in-depth interviews involving the head of the room and the Head of Nursing at the Sanjiwani Hospital consisting of 4 doctors, midwives and nurses. The data were analyzed by univariate analysis with Stata SE 12 software. This study used total sampling in the period March-September 2020 with a total of 102 mothers who gave birth by cesarean section. Results of the study were obtained from 102 respondents with an average age of 29.77 years, with high school education, namely 75 people (70%), 55 people not working (52%), medical indications 82 people (80.39%), complaints of vaginal discharge (KPD) were 33 people (32.35%), positive rapid test 37 people (36.27%), and positive PCR swab results were 33 people (32.35%).Conclusion The policy is that all pregnant women must undergo a rapid test and PCR test before the delivery process is carried outSuggestions The regulation of maternity services during the COVID-19 pandemic is more about screening, namely mandatory rapid tests and PCR tests. Handling with strict health protocol level 3 to break the chain of virus transmission. Key words: Sectio Caesaria, Covid-19, SOP ABSTRAK  Latar Belakang Covid-19 merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui droplet, dengan tanda dan gejala yaitu batuk, sesak, hipertermi dan lain-lain. Masa pandemi Covid-19 merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan terutama pada ibu bersalin yang akan dilakukan tindakan sectio caesarea, dengan melakukan skrining protocol covid-19 yang baik sebelum dilakukan tindakansectio caesarea.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gestasional pada ibu bersalin dengan Sectio Caesaria pada masa pandemi Covid-19 di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Sanjiwani Gianyar.Metode Penelitian ini menggunakan rancangan mixmethod, dimana data kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional pada jenis data sekunder yaitu Rekam Medis. Data kualitatif menggunakan wawancara mendalam yang melibatkan kepala ruangan dan Kabag Keperawatan RSUD Sanjiwani yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat yang berjumlah 4 orang. Data dianalisis dengan analisis univariat dengan software Stata SE 12.  Penelitian ini menggunakan total sampling pada periode Maret-September 2020 dengan total 102 orang ibu bersalin dengan tindakan SC.      Hasil penelitian didapatkan dari 102 responden rata-rata pada umur 29,77 tahun, berpendidikan SMA yaitu 75  orang (70%), tidak bekerja sebanyak 55 orang  (52%), indikasi medis sebesar 82 orang (80.39%), keluhan keluar air pervaginam (KPD) yaitu 33 orang (32.35%), rapid test positif 37 orang (36.27%), dan hasil swab PCR positif sebanyak 33 orang (32.35%).Kesimpulan Kebijakan yang dilakukan bahwa seluruh ibu hamil wajib dilakukan rapid test dan PCR test sebelum dilakukan proses tindakan persalinanSaran Regulasi layanan ibu bersalin pada masa pandemi COVID 19 ini lebih pada skrining yaitu wajib rapid test dan test PCR. Penanganan dengan protokol kesehatan yang ketat level 3 untuk memutus rantai penularan virus.   Kata Kunci :  Sectio Caesaria, Covid-19, SOP
MASSAGE COUNTER PRESSURE MEMPENGARUHI INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Henniwati Henniwati; Dewita Dewita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4011

Abstract

MASSAGE COUNTER PRESSURE AFFECT THE INTENSITY OF HAART PAIN IN ADOLESCENT PRINCESS Background: Menstrual pain is pain that almost all women feel during menstruation. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is 64.25%. Treatments that can be given to reduce menstrual pain are suggested pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological therapies that can be given is the counter pressure technique.Purpose: This study aims to determine the effect of counter pressure on the intensity of menstrual pain in adolescent girls.Method: the type of research used is a quasi-experimental design with a pretest-posttest one group design. The sampling technique used total sampling technique, the number of samples in this study were 36 young women at SMPN 9 Langsa City.Results: The results of the study were obtained at the pretest time the severe pain scale was 50%, and at the posttest after being given the treatment the pain scale decreased to a mild pain scale of 83.3%. The results of the Paired T-Test analysis showed that there was an effect of counterpressure on the intensity of menstrual pain in adolescent girls with a sig. 0,000.Conclusion: The couter pressure technique affects the intensity of menstrual pain in adolescent girls (P = 0,000).Suggestion: IUKS department in schools can provide counter pressure therapy to reduce menstrual pain that is felt by young women. Keywords: Menstrual Pain, Counter pressure,Adolescent ABSTRAK Latar Belakang : Nyeri haid merupakan nyeri yang hampir seluruh wanita rasakan pada saat haid. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%. Penanganan yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri haid yang disarakan secara farmakologi dan nonfarmakologi. terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan salah satunya adalah tehnik counter pressure.Tujuan : penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian counter pressure terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri.Metode: jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimendengan densain pretest- posttest one group desain. tehnikpengambilansampelmenggunakan Tehniktotal Sampling, jumlahsampel pada penelitian ini yaitu 36 remaja putri di SMPN 9 Kota Langsa.Hasil  saat pretest skala nyeri berat sebesar 50%, dan pada saat posttest setelah diberikan perlakuan skala nyeri turun menjadi skala nyeri ringan 83,3%. Hasil analisis Paired T-Test menunjukan ada pengaruh pemberiaan counter pressure tehadap intensitas nyeri haid pada remaja putri denga  nilai sig. 0,000.Kesimpulan : Tehnik counter pressure berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putrid (P = 0,000).Saran : UKS di sekolah agar dapat memberikan terapi counter pressure untuk mengurangi nyeri haid yang dirasakan remaja putri. Kata Kunci  : Nyeri Haid, Counter pressure,remaja
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Dian Zuiatna
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4425

Abstract

Introduction: Anemia is a problem in pregnancy because in pregnancy need for nutrients increases and changes in the blood and bone marrow occur. According to WHO, 40% of mortality maternal in developing countries is related to anemia in pregnancy.Objective: to determine the factors that influence anemia in pregnant women at Batu Gana Health Center in 2020.Methode: This research used an analytic survey method with a cross-sectional approach. The population was 115 people who came to check their pregnancies at the Batugana Health Center. The sample taken by using purposive sampling amounted to 53 respondents. Data analysis used the chi-square test.Results: showed that there was a correlation between knowledge about the incidence of anemia with a p-value of.040 (<.05), there was a relationship between nutritional status and the incidence of anemia with a p-value of 0.000 (<.05), there was a relationship between compliance with iron consumption and the incidence. Anemia with a p-value of .002 (<.05) and the most dominant factor affecting the incidence of anemia was nutritional status with an Exp (B) value of 30.400, meaning that family support was 30 times more likely to affect the incidence of anemia in pregnant women.Conclusion: showed that there is an effect of knowledge, nutritional status, adherence to iron consumption on the incidence of anemia.Suggestions are expected to health workers, especially midwives and doctors to improve health services, especially pregnant women so that the health status of pregnant women can be improved so that the incidence of anemia can be avoided.  Keywords: Anemia Incidence, Knowledge, Nutritional Status, Compliance with Iron Consumption ABSTRAK Latar Belakang: Anemia merupakan masalah pada wanita di dunia termasuk Indonesia. Anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena dalam kehamilan kebutuhan akan zat-zat makanan bertambah dan terjadi perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Menurut WHO 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan.Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batu Gana Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Batugana yaitu sebanyak 115 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purrposive sampel dengan menggunakan rumus slovin dan diperoleh jumlah sampel 53 responden. Analisis data dengan menggunakan uji chi square.Hasil:  penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan terhadap kejadian anemia dengan nilai p-value 0,040 (<0,05), ada hubungan status gizi terhadap kejadian anemia dengan nilai p-value 0,000 (<0,05), ada hubungan kepatuhan konsumsi zat besi terhadap kejadian anemia dengan nilai p-value 0,002 (<0,05) dan factor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia adalah status gizi dengan nilai Exp (B) 30.400 artinya dukungan keluarga 30 kali lebih cenderung mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil.Kesimpulan: ada pengaruh pengetahuan, status gizi, kepatuhan konsumsi zat besi terhadap kejadian anemia.Saran diharapkan kepada petugas kesehatan khusunya Bidan dan Dokter untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya ibu hamil agar status kesehatan ibu hamil dapat  ditingkatkan sehingga kejadian anemia dapat dihindari.  Kata Kunci: Kejadian Anemia, Pengetahuan, Status Gizi, Kepatuhan Konsumsi Zat Besi
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN LABU SIAM (SECHIUM EDULE) DENGAN METODE REBUS, KUKUS DAN GORENG TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI Mustika Hana Harahap; Tengku Hartian SN; Ria Andina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.3438

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF THE UTILIZATION OF SIAM SIAM (SECHIUM EDULE) WITH THE METHODS OF BOILED, STEAM AND FRIED AGAIN IMPROVEMENT OF BREAST MILK PRODUCTION Background Improving nutrition in a good baby is by giving first food of good quality and optimal, namely by giving initial breastfeeding (colostrum) and continued with exclusive breastfeeding. Breast milk is rich in antibodies which have an effect on reducing the risk of death. In order for mothers to be successful in giving breastfeeding exclusively, they must receive additional food to increase the quality and volume of breast milk they have. The way that mothers can do is by consuming chayote vegetables either by steaming, boiling and frying. Purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of chayote (sechium edule) in increasing breast milk production.Methods this study used a quasi-experimental method with a three-group pretest-posttest design. The research was conducted in the working area of the Puskesmas Tambang in February - September 2020. The population in this study were all breastfeeding mothers from 0-6 months, totaling 34 people. The sample size in this study was 10 people for each giving of chayote, so the total sample was 30 people. The analysis used in this research is univariate analysis and bivariate analysis.Results obtained statistically the median of the mothers who were the samples in this study were 24 years old, education was high school level, and the number of parity amounted to 2 people. Respondents who were given chayote with boiled method had an average increase in breast milk of 79.20, Respondents who were given chayote with the steamed method had an average increase in breast milk of 91.20 and fried methods had an average increase of breastmilk by 71.50. From the table, it can be seen that the test results show that the variants of the three groups are the same (s2 = 0.83), so the Anova test is valid for testing the effectiveness of this chayote. There is a difference in the increase in milk production of the three groups giving chayote, the value of P (P-value) = 0.02 <0.05 is obtained.Conclusion of this study is that there is a significant difference in the increase in breast milk production by giving chayote (boiled, steamed). , and fry).Suggestion  It is expected that mothers who breastfeed their babies to consume chayote regularly because it has many benefits and increases milk production. Chayote is a type of plant and vegetable that is easy to get, cheap and affordable, chayote can also be enjoyed by steaming, boiling and frying. Keywords: ASI, Chayote, Steaming Method, Boiling Method, Fried Method ABSTRAK Latar Belakang peningkatan gizi pada bayi yang baik adalah dengan pemberian makanan pertama yang berkualitas dan optimal yaitu dengan pemberian ASI awal (kolostrum) dan dilanjutkan ASI eksklusif. ASI kaya antibodi yang mempunyai efek terhadap penurunan risiko kematian. Agar ibu berhasil dalam memberikan ASI secara eksklusif, maka ibu harus mendapat tambahan makanan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah volume ASI yang dimilikinya. Adapun cara yang dapat dilakukan ibu adalah dengan cara mengkonsumsi sayuran labu siam baik dengan cara kukus, rebus dan goreng.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan labu siam (sechium edule) terhadap peningkatan produksi ASI.Metode quasi eksperimen dengan rancangan three group pretest postest design. Penelitian dilaksanakan di Wilayah kerja puskesmas Tambang bulan Februari – September Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui ASI dari umur 0-6 bulan yang berjumlah 34 orang. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang untuk tiap-tiap pemberian labu siam jadi total sampel adalah 30 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil penelitian didapatkan secara statistik median ibu yang menjadi sampel pada penelitian ini berusia 24 tahun, pendidikan yaitu tingkat SMA, dan jumlah paritas berjumlah 2 orang. Responden yang diberi labu siam dengan metode rebus rata-rata peningkatan ASI sebesar 79.20, Responden yang diberi labu siam dengan metode kukus rata-rata peningkatan ASI sebesar 91.20 dan metode goreng rata-rata peningkatan ASI sebesar 71.50. Dari tabel terlihat bahwa hasil uji menunjukkan bahwa varian ketiga kelompok tersebut sama (s2 = 0,83), sehingga uji Anova valid untuk menguji efektifitas labu siam ini. Ada perbedaan peningkatan produksi ASI dari ketiga kelompok pemberian labu siam tersebut diperoleh nilai P (P-value) = 0,02 < 0,05,.Kesimpulan ada perbedaan yang bermakna terhadap penigkatan produksi ASI dengan pemberian labu siam (rebus, kukus, dan goreng).Saran diharapkan kepada ibu – ibu yang menyusui bayinya agar mengkonsumsi rutin labu siam karena memiliki banyak manfaat dan mmapu meningkatkan produksi ASI. Labu siam merupakan jenis tanaman dan sayuran yang mudah didapat, murah dan terjangkau, labu siam juga dapat dinikmati dengan metode kukus, rebus dan goreng. Kata Kunci : ASI, Labu siam, Metode Kukus, Metode Rebus, Metode Goreng 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue