cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI AIR SEDUHAN BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA DIFUSI AGAR Agustina Retnaningsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i3.585

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek antibakteri dari bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Sampel yang digunakan adalah simplisia kering bunga rosella yang dijual. Hasil penelitian dengan tiga merk berbeda air seduhan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Merk A rata-rata diameter zona hambat dengan konsentrasi 0,80% adalah 10,98 mm, 1,43% adalah 11,11 mm, 1,63% adalah 11,59 mm. Merk B dengan konsentrasi 0,84% adalah 11,00 mm, 1,38% adalah 11,08 mm, 1,63% adalah 11,60 mm. Merk C dengan konsentrasi 1,41% didapatkan 11,47 mm. Sebagai pembanding menggunakan antibiotik Tetrasiklin Hidroklorida diameter zona hambat 18,31 mm. Kata kunci : bunga rosella, antibiotik, Staphylococcus aureus
STATUS GIZI IBU HAMIL DAPAT MENYEBABKAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Ringgo Alfarisi; Yesi Nurmalasari; Syifa Nabilla
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i3.1404

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Prevalensi stunting balita tahun 2017 di Kabupaten Lampung Tengah tertinggi di Provinsi Lampung. Banyak faktor yang menyebabkan kejadian stunting padabalita. Salah satu faktor yang mempengaruhi di antaranya status gizi ibu selama kehamilan yang di lihat dari status pengukuran lingkar lengan atas di trimester. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah Tahun 2019. Desain studi yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 237 ibu yang membawa buku KIA di Desa Mataram Ilir beserta anaknya. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan dengan nilai signifikansi p= 0,005. Status gizi ibu selama kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan terbukti terdapat hubungan secara signifikan. Kata Kunci : Status Gizi Ibu, Kehamilan, Stunting.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJA BASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Yuli Yantina; Popi Fitriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.552

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya bayi yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusifMenurut WHO 2011 hanya 35.5% bayiberusiakurangdari 6 bulan di Duniamendapatkan ASI Eksklusif. ASI eksklusifsebesar 54,3% padatahun 2013 darijumlah total bayiusia 0 - 6 bulandansecaraabsolut  1.348.532 bayiataubayi 0-6 bulan yang tidak ASI eksklusifsebesar 1.134.952 bayi. Salah satu cara dengan di lakukan pijat oksitosin, Pemijatan ini dapat merangsang hormon oksitosin yang dapat mempertahankan produksi ASI pada ibu Post partum(7).Tujuan penelitian: di ketahui pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Wilayah kerja puskesmas raja basa indah bandar lampung pada Tahun 2015.Jenis penetitian: Jenispenelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi ekperimen, populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum normal yang ASInya sudah keluar di wilayah kerja puskesmas raja basa indah Bandar lampung pada saat penelitian sebanyak 30 responden eksperimen dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel. Alat pengambilan data menggunakan lembar observasi.            Hasil penelitian, bahwa dari 15 responden Eksperimen atau yang dilakukan pijatan oksitosin, sebanyak 13 responden (86,7) yang produksi ASInya baik dan kurang baik sebanyak 2 responden (13,3%), sedangkan pada 15 responden kontrol / yang tidak dilakukan pijat oksitosin, sebanyak 3 responden (20%) yang produksi ASInya baik dan kurang baik sebanyak 12 responden (80%). Pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI (p value 0,001) Bagi petugas kesehatan pijat oksitosin dapat dijadikan prosedur tetap playanan post partum di rumah sakit. Kata kunci : pijat oksitosin, produksi ASI
MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.886

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Dismenorea dialami 75% dari seluruh wanita. Sebanyak 14-26% remaja tidak dapat mengikuti kegiatan sebagai akibat dari dismenorea. Dismenorea dapat ditangani melalui terapi non farmakologis, salah satunya menggunakan jahe  merah.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat jahe merah dalam mengurangi dismenorhea primer pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.Jenis penelitian eksperimen, rancangan penelitian menggunakan pre eksperimental pendekatan one group pre test post test design). Pupolasi adalah siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 224 siswi, sampel berjumlah 34 dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji T-Test.            Hasil penelitian menunjukkan hasil uji T bahwa p-value 0,000 < α ( 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa jahe merah bermanfaat dalam mengurangi dismenorea primer pada remaja. Bagi remaja diharapkan untuk dapat mengkonsumsi minuman jahe merah dalam menangani dismenorea
DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI Nidya Aryani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.3349

Abstract

ABSTRACT Background : Early Breastfeeding Initiation (IMD) is a process of allowing a baby with its own instincts to breastfeed immediately within one hour after birth, together with contact between the baby”s skin and the mother”s skin. Support of health workers plays a role in implementation of IMD but there are still many health workers who do not support or motivate and do not facilitate the implementation of IMD during the delivery process and the commitment of health workers to implement IMD in newborns is not optimal.Purpose : To determine the relationship of health support with the implementation of IMD in maternity in the Widwife Independent Practice (PMB) Wirahayu, S.ST.       Method : This type of research used in this research is quantitative with cross sectional research design. The population of this study was all spontaneous post partum mothers treated at PMB Wirahayu, S.ST Bandar Lampung during March 2018 as many as 46 people. The research sample uses accidental sampling method where the sample taken is the entire population. Retrieval of data using a questionnaire. Data analysis using bivariate analysis with chi square.Result : The statistical test result with chi square obtained p-value = 0,000, which means ther is a relationship between the support of health workers with Early Breastfeeding Initiation (IMD).Conclusion : There is a correlation between the support of health workers for the implementation of IMD in maternity in PMB Wirahayu, S.ST in 2018 with p-value =0,000 and OR = 23,333Suggestion The Indonesian Midwives Association of Lampung Province to more often hold training or seminars related to IMD or ASI for health workers, especially midwives. Health workers are also advised to focus more on providing counseling during pregnancy examinations by advising mothers to routinely carry out examinations and be diligent in seeking information about IMD and ASI both from the KIA book or from the media. Keywords : Support of Health Workers, Early Breastfeeding Initiation, Mother of Birth ABSTRAK Latar belakang : Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan suatu proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri untuk menyusu segera dalam satu jam setelah lahir, bersamaan dengan kontak antar kulit bayi dengan kulit ibu. Dukungan tenaga kesehatan berperan dalam pelaksanaan IMD namun masih banyak ditemukan tenaga kesehatan yang kurang mendukung atau memotivasi dan tidak memfasilitasi pelaksanaan IMD pada saat proses persalinan serta belum optimalnya komitmen dari tenaga kesehatan untuk menerapkan IMD pada bayi baru lahir.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan IMD pada ibu bersalin di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Wirahayu, S.ST.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu post partum spontan di PMB Wirahayu, S.ST Bandar Lampung selama bulan Maret 2018 sebanyak 46 orang. Sampel penelitian menggunakan metode accidental sampling dimana sample yang diambil adalah seluruh populasi. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan (chi square).Hasil penelitian : Hasil uji statistik dengan chi square diperoleh p-value = 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).Kesimpulan : Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan IMD pada  ibu bersalin di PMB Wirahayu, S.ST tahun 2018 dengan p-value = 0,000 dan OR = 23,333.Saran Ikatan Bidan Indonesia Provinsi lampung untuk lebih sering mengadakan pelatihan ataupun seminar yang berkaitan dengan IMD atau ASI bagi tenaga kesehatan khususnya Bidan. Tenaga kesehatan juga disarankan  untuk lebih fokus memberikan konseling pada saat pemeriksaan kehamilan dengan menyarankan ibu untuk rutin melakukan pemeriksaan dan rajin mencari informasi mengenai IMD dan ASI baik dari buku KIA ataupun dari media. Kata Kunci : Dukungan Tenaga Kesehatan, Inisiasi Menyusu Dini, Ibu Bersalin 
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMP N 3 BATAM TAHUN 2017 Prasida yunita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.653

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi perempuan yang apabila tidak diatasidapat menyebabkan komplikasi radang panggul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubunganpengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene dengan kejadian keputihan di SMP 3 Batam.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 mei 2017 dengan 162 responden dengan pengambilansampel secara Purposive Sampling. Rancangan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional Study.Hasil penelitian diperoleh mayoritas remaja putri berpengetahuan baik sebanyak 110 (68%) dankejadian keputihan mayoritas pernah mengalami keputihan sebanyak 152 (94%). Dari hasil ujiSpearman Rank di peroleh nilai p-Value sebesar 0,089>0,05 dan (r) 0,259 menunjukan arah korelasipositif dengan kekuatan korelasi lemah. Kesimpulannya tidak ada hubungan pengetahuan remaja putrimengenai personal hygiene dengan kejadian keputihan di SMP 3 Batam. Hal ini disebabkan bahwakejadian keputihan bukan terjadi karena pengetahuannya saja, bisa disebabkan karna prilaku dan sikapmenjaga kebersihan organ kewanitaan. Saran untuk para remaja agar memperbaiki prilaku dan sikappersonal hygiene.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU HAMIL MENJELANG PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Riska Diana Putri; Asri Mutiara Putri; Ratna Purwaningrum
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4109

Abstract

Background Coronavirus Disease 2019 is currently a pandemic in almost all countries in the world. This pandemic outbreak can increase anxiety especially in pregnant women. One of the factors that can reduce the level of anxiety of pregnant women is knowledge. Purpose This study was conducted to find out the relationship of knowledge with the level of anxiety of pregnant women ahead of childbirth in the era of the Covid-19 pandemic. Methods The type of research used is Observational Analytics using Cross Sectional design. Respondets in this study were 59 pregnant women with a gestational age of 27-35 weeks before childbirth who checked their pregnancy to posyandu in Rajadesa Subdistrict, Ciamis Regency. The measuring instrument used is hamilton anxiety rating scale (HARS) and knowledge scale. The data was analyzed using Pearson Product Moment correlation tests. The results of this study showed a significant negative relationship of -0.635 between knowledge and anxiety levels of pregnant women ahead of childbirth with a significance (p) of 0.000. Further research can expand research samples from various regions in Indonesia so that a more comprehensive picture of anxiety in pregnant women in the era of the Covid-19 pandemic.The conclusion is that there is a significant negative relationship between knowledge and anxiety in pregnant women before delivery and most pregnant women have good knowledge and do not experience anxiety. Suggestions for health workers to be more intensive in providing counseling to pregnant women about the anxiety of pregnant women before delivery and optimizing referral services if there are complications during delivery in order to obtain appropriate action. Keyword : Covid-19 pandemic, Knowledge, Anxiety ABSTRAK Latar Belakang Coronavirus Disease 2019 saat ini menjadi pandemi hampir di seluruh negara di dunia. Wabah pandemi ini dapat meningkatkan kecemasan terutama pada ibu hamil.Salah satu faktor yang dapat mengurangi tingkat kecemasan ibu hamil adalah pengetahuan.Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan di era pandemi Covid-19.Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik Observasional dengan menggunakan desain Cross Sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 59 ibu hamil dengan usia kehamilan 27-35 mimggu yang memeriksakan kehamilannya ke posyandu di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Alat ukur yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan skala pengetahuan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan sebesar -0,635 antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan dengan signifikansi (p) sebesar 0,000. Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel penelitian dari berbagai daerah di Indonesia sehingga diperoleh gambaran lebih menyeluruh tentang kecemasan pada ibu hamil di era pandemic Covid-19.Kesimpulan ada hubungan negative signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan pada ibu hamil menjelang persalinan dan  sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan baik dan tidak mengalami kecemasan.Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih intensif dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan dan mengoptimalkan pelayanan rujukan bila terdapat komplikasi pada saat persalinan agar dapat memperoleh tindakan yang tepat Kata Kunci : Pandemi Covid-19, Pengetahuan, Kecemasan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN KONTRASEPSI METODE OPERASI PRIA (MOP) Desak Ketut Sugiartini; Kadek Ayu Suarmini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4069

Abstract

FACTORS AFFECTING THE USED OF MAN CONTRACEPTION OPERATION METHOD  Background: The use of operation method of man contraception was still very little used, especially among husbands. Though the male operative method is very effective in terminating pregnancy. Operation method of man contraception was a method with a very high level of effectiveness. So the hoped that method of man contraception choice for couples if they intend to terminate the pregnancy. However, currently the use of method of man contraception is still very small, so it needs hard work to increase the use of method of man contraception. Purpose:The purpose of this study was to determine the dominant factors associated with the use of MOP in Bebetin Village. Methods:This type of research is quantitative research with the independent variables of education, knowledge, attitudes, family support and support from health workers. While the dependent variable is the use of the male operative method. The minimum sample size used was 68 respondents with the sampling technique used simple random sampling. This study used a questionnaire instrument in data collection. Then used enumerators assisted by posyandu and puskesmas in data collection. Analysis using chi-square then multivariate analysis used logistic regression. Result:The results of the study found that there was a relationship between family support and the use of male operation method (AOR: 7.4 95% CI 1.6-33.6) and support from health professionals (AOR: 4.5 95% CI 1.0-20.1). Meanwhile education, attitudes and knowledge are not related to the use of male operation method in Bebetin Village. Conclusion: The conclusion is that family support and health worker support are the dominant factors that husbands want to use male operation methodSuggestion: It is hoped that in the future support for family support and support for health workers will be increased while at the same time increasing the use of male operation method. Keywords : male operative method; contraception; behavior ABSTRAK Latar Belakang: Penggunaan kontrasepsi mantap masih sangat sedikit digunakan khususnya pada kaum suami. Padahal metode operatif pria (MOP) sangat efektif untuk menghentikan kehamilan. Penggunaan MOP merupakan metode dengan tingkat efektifitas yang sangat tinggi. Sehingga harapannya kontrasepsi mantap menjadi pilihan pasangan jika berniat untuk menghentikan kehamilan. Namun saat ini penggunaan MOP masih sangat kecil dilakukan sehingga perlu kerja keras dalam meningkatkan penggunaan MOP.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan penggunaan MOP di Desa Bebetin.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan variabel independent pendidikan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Sedangkan variabel dependen adalah penggunaan metode operatif pria. Besar sampel minimal yang digunakan adalah 68 responden dengan Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner dalam pengumpulan datanya. Kemudian menggunakan enumeroator dibantu posyandu dan puskesmas dalam pengumpulan data. Analisis menggunakan chisquare kemudian analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penggunaan MOP (AOR :7,4 95% CI 1,6-33,6) dan dukungan tenaga kesehatan (AOR :4,5 95% CI 1,0-20,1). Sedangkan pendidikan, sikap dan pengetahuan tidak berhubungan dengan penggunaan MOP di Desa Bebetin.Kesimpulan: Kesimpulannya bahwa dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan menjadi factor yang dominan suami mau menggunakan MOP.Saran: Diharapkan kedepannya dukungan keluarga dan dukungan tenaga Kesehatan semakin ditingkatkan sekaligus meningkatkan penggunaan MOP Kata kunci : metode operatif pria; kontrasepsi; perilaku
ANALISIS PEMBERIAN MP-ASI DINI TERHADAP STATUS GIZI BAYI Agustin Agustin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4408

Abstract

Background: Toddlers are a nutritionally vulnerable age group who need more nutrition because they have less nutritional intake and are at risk of experiencing malnutrition. The practice factor of giving Complementary Foods for Breastfeeding greatly affects the nutritional status of babies in the future. Most of the causes of under-five mortality are related to malnutrition or malnutrition due to inappropriate complementary feeding during infancy, such as giving Complementary Foods for Breastfeeding too early or too late. This study was conducted to determine the relationship between early complementary feeding and the nutritional status of infants in the working area of the Motoboi Kecil Health Center.Methode: This study was conducted using a quantitative descriptive type with a cross-sectional research design. Data was collected by means of observation using a questionnaire. This research was carried out in the working area of the Motoboi Kecil Health Center Kotamobagu City from April to May 2020. The research sample was 42 people. Data analysis was carried out in the form of univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test.Result: Early complementary feeding had no significant effect on the nutritional status of infants in the working area of the Motoboi Kecil Health Center, the results of statistical tests proved that the P-value was 0.95 <? (0.05) which means that there was no relationship. which is marked between early complementary feeding and the nutritional status of infants.Conclusion: Indirectly Complementary Foods for Breastfeeding in infants early can affect infant nutrition. Giving Complementary Foods for Breastfeeding to infants early does not have a direct significant impact or influence on their nutritional status. Mother's behavior, economic conditions, and the quality of environmental sanitation have a significant effect on the nutritional status of infants.Suggestion: complementary foods should be given to babies after 6 months of age, however, complementary foods at that age should be given gradually. It is hoped that for further studies to conduct studies related to maternal behavior, economic conditions, and the quality of environmental sanitation on the nutritional status of infants. Keywords: Complementary Foods For Breastfeeding, Baby Nutrition. ABSTRAK Latar Belakang: Balita merupakan kelompok usia rentan gizi yang membutuhkan lebih banyak gizi karena asupan nutrisinya lebih sedikit yang berisiko mengalami kekurangan gizi. Faktor praktik pemberian MP-ASI sangat mempengaruhi status gizi bayi di kemudian hari. Sebagian besar penyebab kematian balita terkait dengan malnutrisi atau malnutrisi akibat pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat pada masa bayi, seperti pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat.Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pemberian MP-ASI dini dengan status gizi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasional menggunakan alat bantu kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil Kota Kotamobagu pada bulan April sampai Mei 2020. Sampel penelitian sebanyak 42 orang. Analisis data dilakukan secara univariate dan bivariate menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Pemberian MPASI dini tidak berpengaruh signifikan terhadap status gizi bayi di wilayah kerja Puskesmas Motoboi Kecil, hasil uji statistik membuktikan bahwa P-value 0,95<? (0,05) yang artinya ada tidak ada hubungan. yang ditandai antara pemberian MP-ASI dini dengan status gizi bayi.Kesimpulan: Secara tidak langsung MP-ASI Pada bayi secara dini dapat mempengaruhi gizi bayi. Pemberian MP-ASI kepada bayi secara dini tidak memberikan dampak atau pengaruh yang signifikan secara langsung terhadap status gizinya.Perilaku ibu, kondisi ekonomi, dan kualitas sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap status Gizi bayi.Saran: MP-ASI sebaiknya diberikan kepada bayi setelah berusia lebih dari 6 bulan, namun pemberian MP-ASI di usia tersebut diberikan secara bertahap. Diharapkan untuk kajian selanjutnya melakukan kajian terkait perilaku ibu, kondisi ekonomi, dan kualitas sanitasi lingkungan terhadap status gizi bayi. Kata Kunci: Makanan Pendamping ASI, Gizi Bayi
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KUNJUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE Desi Hariani; Elvina Indah Syafriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.4280

Abstract

Background Antenatal care is important to ensure that natural processes continue to run normally during pregnancy. The fetus in the womb develops along with the gestational age, so if it is not properly monitored it can cause problems, both in pregnancy, childbirth and the puerperium, it can also result in the death of the mother and baby. Based on data from the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020, the number of pregnant women who made ANC visits was 87 people. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of pregnant women and antenatal care examination visits. Methods This research method used a quantitative descriptive surver with a cross sectional approach and univariate and bivariate analysis using the chi square test. The population of this study were some pregnant women who visited were taken randomly at the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020, with a total population of 32 people. The results of this study indicate that there is a relationship between the level of knowledge of pregnant women about ANC with ANC visits at the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020 with a value of 0.008 <0.005. Therefore it is important for pregnant women to carry out prenatal examinations from the beginning so that it will be easier to know the baby's development and can detect signs of danger early to prevent complications early.                    Conclusion There is a relationship between the level of knowledge of pregnant women about ANC with ANC visits at the Kenten Laut Banyuasin Health Center in 2020 with a value of 0.008 < 0.005.                    Suggestions are expected for future researchers to conduct research on antenatal care with more interesting variables so that they can be studied more about antenatal care examinations and can be reviewed about the problems that exist in pregnant women so that pregnant women are healthier and of higher quality.  Keywords : antenatal care visits,knowledge of pregnant women, maternal mortality ABSTRAK Latar Belakang Asuhan antenatal care penting untuk menjamin agar proses alamiah tetap berjalan normal selama kehamilan. Janin dalam kandungan berkembang seiring dengan besar usia kehamilan, maka apabila tidak dilakukan pengawasan yang tepat bisa menyebabkan masalah, baik dalam kehamilan, persalinan dan nifasnya, bisa juga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020 jumlah ibu hamil yang melakukan Kunjungan ANC sebanyak 87 orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kunjungan pemeriksaan antenatal care.Metode Penelitian ini menggunakan Surver Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, Populasi penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang melakukan kunjungan diambil secara random sampling di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020, jumlah total populasi 32 orang.Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan kunjungan  ANC di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020 dengan ƿ value 0,008 < 0,005.  Maka dari itu penting bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dari awal sehingga akan lebih mudah mengetahui perkembangan bayi dan dapat mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya untuk mencegah komplikasi secara dini.Kesimpulan Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC dengan kunjungan  ANC di Puskesmas Kenten Laut Banyuasin Tahun 2020 dengan ƿ value 0,008 < 0,005.Saran diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang antenatal care dengan variabel yang lebih menarik sehingga bisa dikaji lebih banyak lagi tentang pemeriksaan antenatal care dan bisa dikaji ulang tentang permasalahan yang ada pada ibu hamil supaya ibu hamil lebih sehat dan berkualitas Kata Kunci            : Kunjungan Antenatal care, Pengetahuan ibu hamil, AKI  

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue