cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN BANK SAMPAH DI KABUPATEN PATI Riswana, Iwan; Rukmana, Didi; Bulkis, Sitti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.443 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.110

Abstract

ENGLISHTrash bank is a place for sorting and collecting of trash that can be recycled or reused which has economic value. This research aimed to formulate the strategy of trash bank development in the settlement of Pati Regency. This research used descriptive method with quantitative and qualitative approach (mix method). The data were collected through observation, interviews, and document study. The research was conducted in Pati Regency. The result indicates that the sustainability level of trash bank in Pati Regency is at 60%. It means that the trash bank system is considered normal. There are 6 groups which are influential and have interests in the trash banks that are Environmental Office of Pati Regency, Village Government, customers, collectors, scavengers and the community. The main strategies that can be used in the development of trash banks are: 1) encouraging Environmental Office of Pati Regency to provide training and ready to accommodate and to buy the trash products; 2) Along with village government, environmental office conduct socialization of proper waste management and optimization of waste bank management. INDONESIABank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mencari strategi pengembangan bank sampah pemukiman di Kabupaten Pati. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek keberlanjutan bank sampah di Kabupaten Pati berada pada angka 60% yang berarti sistem bank sampah dianggap wajar. Terdapat enam kelompok yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap bank sampah, yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, pemerintah desa, nasabah, pengepul, pemulung dan masyarakat. Strategi utama yang dapat digunakan dalam pengembangan bank sampah adalah : 1) mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati untuk memberikan pelatihan dan siap menampung serta membeli produk kerajinan sampah; dan 2) bersama Pemerintah Desa melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah dan pengoptimalan manajemen bank sampah.
TINGKAT KETAHANAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI DAERAH RAWAN BANJIR (Studi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati) Damayanti, Herna Octivia
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.067 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.105

Abstract

ENGLISHFood security is a key issue in the fulfillment of people's welfare. The condition of food insecurity that can be called vulnerable food is experienced mostly by the poor. Besides economic factors, food insecurity can occur in flood vulnerable area. Objectives of the research are: (1) to analyze the food security level in the poor households; and (2) to analyze the inequality of food security. This quantitative descriptive research was conducted between March and September 2017 in Tanjang village and Kosekan village, Gabus Subdistrict, Pati regency. Sampling size is 89 households consisting of 41 households in Kosekan village and 48 households in Tanjang village. Data analysis: (1) food security with Current Population Survei (CPS) Food Security Suplement and (2) the inequality of food security statistically. Results of the research: (1) the food security index of poor households in Tanjang and Kosekan villages can be categorized as food resistant households; and (2) the level of food inequality of Tanjang and Kosekan villages were similar or not significantly different. INDONESIAKetahanan pangan merupakan isu pokok dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Kondisi tidak tahan pangan disebut juga rawan pangan banyak dialami oleh golongan masyarakat atau rumah tangga miskin. Selain karena faktor ekonomi, kerawanan pangan dapat terjadi di daerah rawan banjir. Tujuan penelitian : (1) menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga miskin; (2) menganalisis ketimpangan ketahanan pangan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan bulan Maret-September 2017 dengan lokasi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Jumlah sampel Desa Kosekan 41 KK dan Desa Tanjang 48 KK. Analisis data : (1) ketahanan pangan dengan Current Population Survei (CPS) Food Security Suplement dan (2) ketimpangan ketahanan pangan rumah tangga miskin secara statistik. Hasil penelitian yaitu (1) indeks ketahanan pangan rumah tangga miskin di Desa Tanjang dan Desa Kosekan termasuk kategori rumah tangga tahan pangan dan (2) tingkat ketimpangan pangan Desa Tanjang dan Desa Kosekan sama atau tidak berbeda nyata (tidak signifikan).
PENERAPAN TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP WIRAUSAHA PADA SISWA Yulihastuti, Nur Khixmah
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.71 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i2.116

Abstract

ENGLISHEven though the willingness of students to be entrepreneurs tend to increase, it does not followed by their entrepreneurship attitude. The attitude is still low so that it needs to be improved by conducting a certain counseling method. This study aims to investigate the application of modeling technique to improve entrepreneurship attitudes of students. The study was conducted at SMA N 2 Pati from April to June 2016 using qualitative and quantitative approaches (mix method). It involved 35 sample students of 165 students as total population. They were selected using purposive sampling method. Data were collected through direct observation and closed questionnaire using a psychological scale. Furthermore, the data were analyzed descriptively. The results showed that the application of modeling technique potentially increase the entrepreneurship attitude of students. INDONESIAPenelitian ini dilatarbelakangi tingginya keinginan peserta didik yang menjadi ampuan peneliti sebagai guru bimbingan konseling untuk bekerja atau berwiraswasta. Namun di sisi lain, dari pengamatan awal peneliti diperoleh temuan bahwa peserta didik masih memiliki sikap wirausaha yang rendah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan sikap wirausaha peserta didikdengan menggunakan teknik layanan bimbingan dan konseling tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan penguasaan konten dengan teknik modelling dalam meningkatkan sikap wirausaha siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Pati pada bulan April sampai Juni 2016 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara bersama-sama (mix method). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan (observasi) dan kuesioner tertutup. Data diambil menggunakan skala psikologi selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Populasi sejumlah 165 siswa dengan sampel diambil siswa kelas X IPA 6 berjumlah 35 siswa dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap wirausaha siswa melalui layanan penguasaan konten dengan teknik modelling.
KEMENARIKAN KONTEN BERITA DALAM MENARIK MINAT PEMBACA MAJALAH BUMI MINA TANI Oktiningtyas, Putri
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.373 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i2.111

Abstract

ENGLISHBumi Mina Tari (BMT) magazine is distributed regularly to all government institutions in Pati District, includes Regional Secretary Office (Setda). It aims to improve employe’s knowledge regarding programs/actions and regulations that are conducted by the local government. The objectives of this study are: (1) to describe the attractiveness of news content of BMT Magazine and readers’ interest to read the magazine and (2) to analyse the correlation between the two variables. The study used quantitative approaches, especially descriptive and correlational. The number of samples was 25 employees of Setda were chosen randomly. The data were analysed using descriptive and Spearman rank tests. The study resulted: (1) The use of language and The easiness to understand news content were the largest contributors to the attractiveness of News Content Variable; (2) Meanwhile, Reading Motivation and Satisfaction of news materials were the largest contributors to Readers' Interest Variable. (3) There was a positive and significant correlation between the attractiveness of news contents and readers’ interest of the employees Setda, Pati District. INDONESIAPendistribusian majalah Bumi Mina Tani (BMT) di seluruh Perangkat Daerah, termasuk Sekretariat Daerah (Setda) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ASN terhadap program kegiatan serta kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggambarkan kemenarikan Majalah BMT dan minat membaca karyawan Setda Kabupaten Pati dan (2) Menganalisis korelasi antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, baik deskriptif maupun korelasional. Sampel penelitian adalah 25 karyawan Setda Kabupaten Pati yang dipilih secara acak. Data yang didapat diolah menggunakan uji deskriptif dan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dimensi Penggunaan Bahasa dan Kemudahan Memahami Isi Berita memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel Kemenarikan Isi Majalah BMT; (2) Motivasi Membaca dan Kepuasan terhadap Bacaan memberikan kontribusi tertinggi terhadap variabel Minat Membaca; (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemenarikan isi majalah dengan minat membaca karyawan Setda.
HUBUNGAN USIA DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL Ernawati, Aeda
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.122 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.106

Abstract

ENGLISHThe number of pregnant women with chronic energy deficiency in Pati Regency increases in the last three years.The purpose of this study is to analyze the relationship the age factor and the occupation of pregnant women towardchronic energy deficiency in pregnant women in Puskesmas Gabus I. This studi uses a quantitative approach with cross sectional design.The study is conducted at Puskesmas Gabus I.The populationare 194 pregnant women and 132 of them are used as the study sample obtained by simple random sampling. Statistical test uses chi square and risk estimation uses rasio prevalence. The results show that there is a correlationbetween maternal age and occupationn chronic energy deficiency in pregnant women. Mothers who are pregnant at too young (35 years) have risk experiencing chronic energy deficiency. In addition, the pregnant women without job. Therefore, it is important to promote pregnancy at a healthy reproductive age as well as to improve household’s incomes. INDONESIAPrevalensi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Kabupaten Pati mengalami peningkatan. Data prevalensi ibu hamil KEK dari tahun 2014 sampai 2016 berturut-turut yaitu 6,43%, 7,47%, dan 8,03%.Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor usia ibu hamil dan status pekerjaan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gabus I. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Gabus I Jumlah populasi sebanyak 194 ibu hamil dan diambil sampel sebanyak 132 orang dengan teknik simple random sampling. Uji statistic menggunakan chi square dan estimasi risiko menggunaka rasio prevalence. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia ibu hamil dan status pekerjaan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Ibu yang hamil pada usia terlalu muda (< 20 tahun) atau terlalu tua (>35 tahun) berisiko mengalami KEK. Selain itu ibu hamil yang hanya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga (tidak bekerja)berisiko mengalami KEK. Perlu upaya promosi kesehatan tentang pentingnya kehamilan di usia reproduksi sehat dan upaya peningkatanpenghasilan pada ibu rumah tangga.
PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF Miftah, Mohamad
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.231 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i2.117

Abstract

ENGLISHOn the one hand, the development of information and communication technology especially in education sector grows fastly. On the other hand, in practice, the utilization of this technology shows lower results. The objective of this study is to describe the role of interactive learning by using multimedia and the utilization of multimedia in learning activities. Desk research is used as design of this research and it use qualitative approach. Data mainly are collected from the literature and analyzed descriptively. The findings show that the application of multimedia plays an important role to improve the quality of teaching and learning activities. Later, the development of information and communication technology offers various types of interactive learning and the multimedia has the potential to attrach students to involve in learning activity as well as to increase learning outcomes. Finally, there is a neccessity to accelerate the development of human resources in particular teachers so that the utilization of the technology run optimally. INDONESIAPada satu sisi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya di dunia pendidikan berkembang dengan cepat. Namun di sisi lain, realitanya pemanfaatan multimedia pembelajaran interaktif masih terbilang rendah. Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran media pembelajaran berbasis komputer sekaligus pengembangan dan pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar. Desain penelitian yang digunakan adalah desk research dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur dan selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran dapat memberikan kontribusi yang besar untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Perkembangan produk-produk teknologi informasi komunikasi menawarkan berbagai bentuk media pembelajaran yang variatif sekaligus efektif dalam menarik minat peserta didik untuk belajar yang pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penyiapan sumber daya manusia khususnya pengajar yang handal menjadi faktor penting agar pemanfaatan multimedia sebagai media pembelajaran interaktif dapat berlangsung secara optimal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN LOKAL DI KABUPATEN PATI Utami, Sri
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.635 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i2.112

Abstract

ENGLISHThe pattern of community food consumption in Pati Regency has not been ideal yet in practice. The aims of this study are to find out the policy implementation of local food consumption diversification in Pati Regency, and to analyze the factors that influence the implementation of the policy. This research used qualitative method. The research was conducted in Pati regency, by conducting in-depth interviews to 18 (eighteen) informants from related agencies and targetted groups/communities. The data analyses include data reduction, data presentation and conclusion. The results of the research showed that the policy implementation of diversification of local food consumption in Pati Regency did not run well. There were 4 factors that impeded the policy implementation: (1) Communications, the delivery of policy content/socialization to policy implementers has not conducted well; (2) Resources, inadequate human resource in terms of quantity and quality. The agencies actively involved were only 7 (seven) of 11 (eleven) related agencies; (3) Organizational structure, the preparation of SOP was too late so it did not support effectively the implementation the policy; and (4) Communities attitudes towards local food, the communities considered that local food was "out of date and ndeso" and tended to like foods that were considered modern. INDONESIAPola konsumsi pangan masyarakat Kabupaten Pati belum ideal. Pemerintah Kabupaten Pati mengeluarkan Perda Nomor 28 Tahun 2010 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan diversifikasi konsumsi pangan lokal di Kabupaten Pati, dan melakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati, dengan melakukan wawancara mendalam kepada 18 (delapan belas) informan yang berasal dari instansi yang melaksanakan kebijakan diversifikasi konsumsi pangan lokal, dan kelompok sasaran / masyarakat. Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan diversifikasi konsumsi pangan lokal di Kabupaten Pati tidak berjalan dengan baik. Faktor-faktor yang menghambat implementasi kebijakan: (1) Komunikasi, penyampaian isi kebijakan/sosialisasi kepada para pelaksana kebijakan tidak dilakukan dengan baik; (2) Sumber daya, dukungan sumber daya manusia yang kurang baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Instansi yang terlibat hanya 7 (tujuh) dari 11 (sebelas) instansi pelaksana; (3) Struktur organisasi, penyusunan SOP terlambat sehingga tidak efektif mendukung pelaksanaan kebijakan; dan (4) Sikap masyarakat terhadap pangan lokal, masyarakat menganggap bahwa makanan lokal adalah makanan yang “kuno dan ndeso” dan lebih cenderung ke pangan lainnya seperti roti dan western food yang dianggap modern.
PENERAPAN MODEL MERSIS PRO PADA PEMBELAJARAN SISTEM KOLOID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA Nurhayati, Idha
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.995 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.107

Abstract

ENGLISHThe students of 11th grade Science 6 SMAN 1 Pati, school year 2016/2017 performed low metacognitive ability and learning outcome on colloid system material. This research aimed to describe the increase of metacognitive ability and learning outcomes through Mersis Pro models on Colloid System material. A total of 32 students eleventh grade were involved in a class action research, which consisted of 2 cycles. Furthermore, every cycle was divided into four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The data were collected through documentation, observation and questionnaire. Data analysis used both qualitative and quantitative descriptive methods. The results showed that: (1) learning process increased by 15.97%, (2) learning activity increased by 15.60 %, (3) metacognitive ability increased by 12.51%, (4) learning outcomes increased by 14.68%. Mersis Pro model was proved as an active, creative, effective, challenging and fun learning method. INDONESIAHasil belajar siswa kelas XI 6 SMAN 1 Pati tahun pelajaran 2016/2017 pada materi Sistem Koloid menunjukkan hasil belajar dan kemampuan metacognitif yang cenderung rendah. Tujuan penelitian adalah menggambarkan peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar siswa melalui model Mersis Pro pada pembelajaran Sistem Koloid. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas XI IPA 6 SMAN 1 Pati tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi, observasi dan kuesioner. Analis data menggunakan metode deskriptif, baik kualitatif maupun kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses belajar meningkat sebesar 15,97%, (2) aktivitas belajar meningkat sebesar 15,60%, (3) kemampuan metakognitif meningkat sebesar 12,51%, (4) hasil belajar meningkat sebesar 14,68. Model Mersis Pro terbukti sebagai metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menantang dan menyenangkan.
PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN PERIKANAN DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL Riyanto, Sigit; Mardiansjah, Fadjar Hari
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.299 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i2.113

Abstract

ENGLISHPati Regency is one of the regions in Central Java Province that has a large potential of fisheries and marine. However, only about 52.11% of fishery production is processed. The research objective is to study the development of the fisheries processing industry in the development of the local economy in Pati Regency. The study used a mix-method method in August-October 2018. The research locations were Juwana, Tayu, Batangan, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Trangkil, Pati, Sukolilo, Kayen, Winong, Gabus, Jaken, Jakenan, Tambakromo, Gembong and Margorejo subdistrict. Data collection techniques through observation, questionnaires, in-depth interviews and document review. Sampling is simple random sampling with the number of sample are 90 fisheries processing industry players. Quantitative analysis was carried out to find out the characteristics of a fishery processing industry that is numerical, namely the distribution statistics tabulation data. (2) Analysis of factors affecting the fisheries processing industry using confirmatory factor analysis (CFA) using a questionnaire. The results of the study: significant factors affecting the fisheries processing industry, namely raw materials, institutions, industrial infrastructure and industrial locations. Alternative strategies include improving industrial infrastructure, enhancing community and institutional capacity. Development of a fishery processing industry integrated with raw materials. INDONESIAKabupaten Pati merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar. Namun hanya sekitar 52,11% dari produksi perikanan yang dilakukan pengolahan. Tujuan penelitian untuk melakukan kajian pengembangan industri pengolahan perikanan dalam pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Pati. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2018 dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif (mix-method). Lokasi penelitian yaitu Kecamatan Juwana, Tayu, Batangan, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Trangkil, Pati, Sukolilo, Kayen, Winong, Gabus, Jaken, Jakenan, Tambakromo, Gembong dan Margorejo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 90 pelaku industri pengolahan perikanan. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui karakteristik industri pengolahan perikanan yang bersifat numerik yaitu data-data tabulasi statistik distribusi. Analisis faktor yang mempengaruhi industri pengolahan perikanan menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap industri pengolahan perikanan adalah bahan baku, kelembagaan, infrastruktur industri dan lokasi industri. Alternatif strategi antara lain 1) peningkatan infrastruktur industri; 2) peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan; serta 3) pengembangan industri pengolahan perikanan yang terintegrasi dengan bahan baku.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI MASALAH-MASALAH EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL ICE BREAKING Hastiyaningsih, Anik
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.947 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.108

Abstract

ENGLISHThe learning outcomes on the economic issues material of the students in the grade 10th social-3 SMAN 3 were low. It was indicated that the students had low motivation to learn that material. Therefore, the teacher applied ice breaking as a learning method to promote students’ motivation and learning outcomes. This research aimed to compare students’ motivation and learning outcomes on economic issue material before and after the application of ice breaking model. It used action class approach, in which 36 students participated as respondents. It comprised two cycles, which each cycle consisted of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection. Data were collected through test and observation and then were analyzed using the quantitative-qualitative descriptive method. The research concluded: (1) the students showed higher motivation on learning activities after the researcher applied ice breaking method. They paid more attention and were active answering questions; and (2) there was the increase in the students' learning outcomes, i. e, 62.08 on precycle; 70.28 on cycle I; and 76.81 on cycle II. Furthermore, the number of students passed the standard of minimum completion (KKM) increased as well, that were 10 students in precycle, 20 students in cycle I, and 31 students in cycle II. INDONESIAHasil belajar kelas X IPS3 SMAN 3 tentang materi masalah-masalah ekonomi cenderung rendah. Para siswa memiliki motivasi yang rendah dalam mempelajari materi tersebut. Oleh karena itu, guru menerapkan metode belajar ice breaking untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah membandingkan motivasi dan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan metode ice breaking. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas, dengan menyertakan 36 siswa sebagai subjek penelitian.peneltiandilakukan dalam dua Siklus, dimana setiap Siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, penerapan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi, selanjutnya data diolah dengan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian adalah (1) para siswa menunjukkan motivasi yang lebih tinggi setelah penerapan ice breaking, tercermin dalam perhatian yang lebih baik selama pembelajaran dan keaktifan dalam menjawab soal; dan (2) terjadi peningkatan hasil belajar, yaitu 62,08 pada kondisi awal, 70,28 pada Siklus I, dan 76,81 pada Siklus 2. Selain itu, jumlah siswa yang memenuhi KKM juga meningkat, yaitu 10 siswa pada kondisi awal,20 siswa pada Siklus I, dan 31 siswa pada Siklus II.

Page 9 of 17 | Total Record : 163