cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,429 Documents
Gambaran Polimorfisme Gen LCAT Rs2292318 Dan Kadar Kolesterol Total Pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di RSU Haji Medan Intan Rahmatul Aina; Ismatul Fauziah Rambe; Rahmi Rahmi; Hasroni Fathurrahman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.22704

Abstract

Dislipidemia pada DM tipe 2 berhubungan dengan resistensi insulin yang menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dan LDL serta penurunan HDL. Salah satu gen yang diduga berperan terhadap faktor risiko DM tipe 2 adalah gen Lecithin-Cholesterol Acyltransferase (LCAT) rs2292318. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme gen LCAT rs2292318 terhadap kadar kolesterol total pada penderita DM tipe 2 di RSU Haji Medan. Penelitian deskriptif dilakukan pada 35 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Besar sample dihitung menggunakan aplikasi Gpower. Sampel darah yang diambil untuk isolasi DNA, kemudian dilakukan genotyping gen LCAT rs2292318 menggunakan metode PCR dan elektroforesis. Data dianalisis secara deskriptif. Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 55–60 tahun, memiliki kadar gula darah sewaktu dan kolesterol total dalam batas normal, serta hipertensi stadium I. Identifikasi polimorfisme gen LCAT rs2292318 menunjukkan genotipe CT sebanyak 5 orang, CC 2 orang, dan TT 28 orang. Pada penderita DM tipe 2 di RSU Haji Medan, genotipe TT merupakan polimorfisme LCAT rs2292318 yang paling banyak ditemukan, dengan sebagian besar pasien memiliki kadar kolesterol total normal.
Hubungan Gaya Parenting Dan Status Ekonomi Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Usia 7-11 Tahun Di SDN 01 Kasui Lama Way Kanan Lully aulya Dinalis; Dita Fitriani; Yesi Nurmalasari; Dessy Hermawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21814

Abstract

Obesitas adalah kondisi medis yang ditandai oleh penumpukan lemak tubuh berlebihan, yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan nilai 30 atau lebih. Obesitas berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang mempengaruhi fungsi tubuh dan dapat menyebabkan komplikasi yang memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya parenting dan status ekonomi dengan kejadian obesitas pada anak usia 7-11tahun. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional survey. Sampel berjumlah 97 orang merupakan peserta didik yang berusia 7-11 tahun di SDN 01 Kasui Lama. Analisis statistik menggunakan korelasi Chi-square untuk menilai hubungan antara gaya parenting dan status ekonomi dengan kejadian obesitas pada anak. Kejadian obesitas pada anak sebanyak 54,6; Gaya parenting dari orang tua terhadap anak menggunakan pola asuh permissive/authoritarian sebanyak 99 responden; Status ekonomi orang tua dari anak dikategorikan dalam tingkatan yang kurang sebanyak 97,9; Tidak terdapat hubungan gaya parenting dengan kejadian obesitas anak memperoleh nilai p-value = 0,360 (p 0,05); Hubungan status ekonomi dengan kejadian obesitas anak memperoleh nilai p-value = 0,117 (p 0,05).
Hubungan Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Merokok Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka Aliyah Rasyidah; Erlina Pudyastuti; Zainal Abidin; Enrico Adhitya Rinaldi; Hafidz Muhammad Prodjokusumo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21892

Abstract

Perilaku merokok pada dewasa muda di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan sosial (keluarga, teman sebaya, dan media sosial) dengan perilaku merokok pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2025 di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang merupakan mahasiswa aktif dan perokok, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan reliabel (nilai reliabilitas 0,679). Analisis statistik dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square, dan apabila tidak memenuhi asumsi, digunakan uji alternatif non-parametrik yaitu Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, dengan tingkat signifikansi α = 0,05 dan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan keluarga (p = 0,182), teman sebaya (p = 0,123), maupun media sosial (p = 0,533) dengan perilaku merokok mahasiswa. Ketidaksignifikanan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ukuran sampel yang relatif kecil sehingga menurunkan kekuatan uji statistik (statistical power), homogenitas karakteristik responden (seluruh responden merupakan perokok aktif sehingga variabilitas terbatas), serta kemungkinan adanya faktor perancu lain yang tidak diukur seperti faktor psikologis, tingkat stres, dan faktor individu. Selain itu, hubungan antara lingkungan sosial dan perilaku merokok kemungkinan bersifat kompleks dan tidak langsung, sehingga tidak dapat ditangkap secara optimal melalui desain cross-sectional. Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara lingkungan sosial dengan perilaku merokok mahasiswa. Namun, hasil ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena tidak menutup kemungkinan adanya hubungan yang sebenarnya (true association) tetapi tidak terdeteksi akibat keterbatasan metodologis penelitian.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Status Stunting pada Balita di Puskesmas Tamangapa Makassar: Studi Cross-Sectional Rizky Nurhumairah Sarifuddin; Ida Royani; Abdi Dwiyanto Putra Samosir; Hermiaty Nasruddin; Sidrah Darma
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23772

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur -2 SD. Faktor lingkungan, khususnya sanitasi lingkungan yang buruk, berperan dalam meningkatkan risiko infeksi dan gangguan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian stunting, kondisi sanitasi lingkungan, serta hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tamangapa Makassar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tahun 2024 sebanyak 60 balita. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data stunting diperoleh melalui rekam medik dan pengukuran antropometri berdasarkan standar z-score WHO, sedangkan sanitasi lingkungan diukur menggunakan kuesioner dan observasi meliputi kualitas air, penyediaan air bersih, dan pembuangan kotoran. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus stunting ditemukan pada balita usia 1 tahun sebanyak 18 responden (35,5%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 36 responden (70,6%). Pada kelompok kasus, mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan buruk sebanyak 29 responden, sedangkan pada kelompok non-stunting sebagian besar memiliki sanitasi lingkungan baik sebanyak 22 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p-value 0,05). Sanitasi lingkungan yang buruk meningkatkan risiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena menggunakan desain cross-sectional sehingga tidak dapat menjelaskan hubungan sebab akibat secara langsung serta pengukuran sanitasi lingkungan yang masih bergantung pada observasi dan kuesioner responden.
Hubungan Jumlah Limfosit, Monosit, Dan Kadar Hemoglobin Dengan Viral Load Pada Pasien Hiv Koinfeksi Tuberkulosis Paru Adinda Friha Sabintang; Hidayat Hidayat; Neno Fitriyani Hasbie; Dwi Marlina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21913

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dan meningkatkan risiko infeksi oportunistik seperti tuberkulosis (TB). Pada pasien HIV koinfeksi TB sering ditemukan kelainan hematologi berupa anemia, limfopenia, dan monositosis yang diduga berhubungan dengan viral load. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jumlah limfosit, jumlah monosit, dan nilai hemoglobin terhadap viral load pada pasien HIV koinfeksi TB paru di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 44 pasien HIV koinfeksi TB paru. Data diperoleh dari rekam medis. Viral load dikategorikan menjadi tidak terdeteksi (40 kopi/mL) dan terdeteksi (≥40 kopi/mL). Analisis menggunakan uji Chi Square dengan p0,05 dan hasil penelitian menunjukkan 33 pasien (75%) mengalami anemia, 24 pasien (54,5%) limfopenia, dan 10 pasien (22,7%) monositosis. Sebanyak 23 pasien (52,3%) memiliki viral load tidak terdeteksi. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jumlah limfosit, jumlah monosit, maupun nilai hemoglobin dengan viral load (p0,05). Hasil yang tidak signifikan kemungkinan dipengaruhi ukuran sampel yang kecil, penggunaan terapi antiretroviral (ARV), dan keterbatasan data rekam medis.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah limfosit, monosit, dan nilai hemoglobin tidak berhubungan signifikan dengan viral load pada pasien HIV koinfeksi TB paru.
Hubungan Pengetahuan Anak Dan Frekuensi Konsumsi Gula Terhadap Kejadian Obesitas Pada Anak Usia 7–11 Tahun Di Mi Wathoniyah Telatang Lahat Erine Jushella; Dita Fitriani; Upik Febriani; Astri Pinilih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21800

Abstract

Obesitas anak merupakan kondisi medis yang ditandai oleh kelebihan Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas ambang normal, yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit serius seperti hipertensi, asma, hiperkolesterolemia, sleep apnea, serta gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan anak dan frekuensi konsumsi gula dengan kejadian obesitas pada anak usia 7–11 tahun. Menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian melibatkan 103 siswa MI Wathoniyah. Analisis data dilakukan melalui uji Chi-square. Hasil menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 68,9, dengan 67 responden memiliki pengetahuan rendah tentang obesitas dan 48,5 memiliki frekuensi konsumsi gula yang sangat tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,000) dan frekuensi konsumsi gula (p = 0,000) dengan kejadian obesitas. Kesimpulannya, pengetahuan anak dan konsumsi gula berhubungan signifikan dengan obesitas pada anak usia 7–11 tahun di MI Wathoniyah Telatang, Lahat.
Association of Age, Gender, and Occupation With Kellgren-Lawrance Severity in Knee Osteoarthritis Patients at Pandega Pangandaran General Hospital Himawan Widyatmiko; Rosyad Nur Khadafi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.22298

Abstract

A person's quality of life can be greatly diminished by osteoarthritis (OA), a degenerative joint disease that gradually impacts every part of the joint. It predominantly affects weight-bearing joints, particularly the hip and knee. The prevalence of disability attributable to OA rose by 114% between 1990 and 2019. Age, female gender, and physical activity are among the risk factors for OA. This study aims aimed to evaluate the association between age, gender, and occupation with Kellgren-Lawrance Severity in Knee Osteoarthritis Patients at Pandega Pangandaran General Hospital. A descriptive-analytical strategy was utilized inside a cross-sectional method in this study. The study data consisted of secondary data from knee OA patients above 40 years old registered in the medical records of Pandega Pangandaran General Hospital from January 2022 to December 2024 who had undergone radiographic examination. Data were collected through total sampling and subsequently analyzed using SPSS version 27. Correlation tests were selected to assess the association between demographic variables and ordinal Kellgren–Lawrence severity grades. Potential confounding variables, including body mass index, history of trauma, comorbidities, and physical activity level, were not controlled due to limitations of secondary data. There was a statistically significant association between age and knee OA severity (p0.001, r=0.335), indicating a weak positive correlation, and between occupation and knee OA severity (p=0.002, r=0.279), also indicating a weak positive correlation. Gender was significantly associated with knee OA severity (p=0.043, r = 0.217), also indicating a weak positive correlation.  Multivariate analysis showed that occupation remained the strongest independent factor associated with severe knee OA (p=0.015; adjusted OR 4.364; 95% CI 1.330–14.320), followed by age (p=0.003; adjusted OR 3.958; 95% CI 1.583–9.897). Gender was not independently associated with OA severity after adjustment (p=0.295). In conclusion, age, gender, and occupation were significantly associated with the severity of knee OA; however, the observed correlation strengths were weak.
Hubungan Antara Resiliensi Akademik Dan Persepsi Lingkungan Belajar Pada Mahasiswa Kedokteran Christian Edwin; Heddy Herdiman; Ardo Sanjaya; Melyana Elissa Bangun
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23496

Abstract

Mahasiswa kedokteran menghadapi tekanan akademik yang tinggi sehingga rentan mengalami stres dan kelelahan. Resiliensi akademik kemampuan beradaptasi secara positif ketika menghadapi kesulitan dapat berperan sebagai faktor protektif, sementara lingkungan pendidikan yang kondusif turut membentuk pengalaman akademik dan emosional mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi antara resiliensi akademik dan persepsi lingkungan belajar pada mahasiswa tahap akademik. Penelitian potong lintang analitik dilakukan terhadap seluruh 677 mahasiswa tahap akademik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Resiliensi akademik diukur dengan ARS-Indonesia dan persepsi lingkungan belajar dengan DREEM-SF versi Indonesia. Korelasi Spearman digunakan karena data tidak terdistribusi normal. Rerata skor DREEM-SF 38,04 ± 4,58 dan skor ARS-Indonesia 70,05 ± 9,86. Terdapat korelasi positif sedang antara total skor DREEM-SF dan ARS-Indonesia (rs = 0,574; 95% CI [0,521; 0,622]; p 0,001). Persepsi lingkungan belajar yang lebih positif berkorelasi secara bermakna dengan tingkat resiliensi akademik yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan iklim pendidikan yang suportif dan integrasi program penguatan resiliensi ke dalam kurikulum kedokteran.
Eritroderma Diduga Akibat Hipersensitivitas Cefadroxil pada Perempuan Pasca Sectio Caesarea: Laporan Kasus Yuni Mahrunisa; Dian Kusumadewi; Shirly Gunawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23473

Abstract

Eritroderma merupakan kegawatdaruratan dermatologi yang jarang terjadi, ditandai dengan eritema difus dan deskuamasi yang melibatkan ≥90% luas permukaan tubuh, sering disertai komplikasi sistemik. Seorang perempuan usia 31 tahun datang dengan keluhan lesi kulit eritematosa, berskuama, nyeri, dan gatal yang menyeluruh setelah menjalani operasi caesar. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak eritematosa luas, skuama kasar, dan fisura pada seluruh regio tubuh. Pemeriksaan penunjang (darah lengkap dan kimia darah) dalam batas normal, tanpa eosinofilia maupun gangguan fungsi organ internal. Karena tidak dilakukan uji provokasi obat maupun re-challenge, penilaian kausalitas formal dilakukan menggunakan Naranjo Algorithm dengan skor 6 (probable relationship). Hal ini menguatkan dugaan reaksi hipersensitivitas obat berdasarkan hubungan temporal anamnesis dan riwayat pajanan cefadroxil sebelumnya. Pasien menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan setelah penghentian segera obat pencetus dan pemberian terapi kortikosteroid sistemik. Kasus ini menunjukkan bahwa alat penilaian kausalitas objektif seperti Naranjo Algorithm penting dalam menegakkan dugaan reaksi hipersensitivitas obat pascaoperasi pada eritroderma, sehingga memungkinkan intervensi dini dan pencegahan komplikasi yang dapat mengancam jiwa. 
Suplementasi Kalsium dan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Dewasa: Evidence-Based Case Report Yosephine Santoso; Krisadelfa Sutanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.25529

Abstract

Suplementasi kalsium digunakan untuk pencegahan dan terapi osteoporosis, namun beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular akibat suplementasi ini, sementara studi lain tidak menemukan hubungan bermakna. Evidence-Based Case Report (EBCR) ini bertujuan mengevaluasi hubungan suplementasi kalsium dengan risiko penyakit kardiovaskular pada pasien dewasa. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan PubMed, Scopus, dan Cochrane Library untuk artikel yang dipublikasikan tahun 2020–2025. Enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari dua studi observasional kohort dan empat SR/MA. Critical appraisal dilakukan menggunakan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine appraisal tools dan certainty of evidence dievaluasi dengan pendekatan GRADE. Evidence level tertinggi (Level 1a) berasal dari meta-analisis RCT, sedangkan studi kohort diklasifikasikan sebagai Level 2b. Sebagian besar studi memiliki kualitas sedang karena heterogenitas metodologi, luaran kardiovaskular yang umumnya merupakan hasil sekunder, serta kemungkinan residual confounding dan bias publikasi. Studi observasional menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada pengguna suplementasi kalsium, terutama infark miokard dan stroke. Meta-analisis Yang dkk. dan Myung dkk. melaporkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar 12–20%, terutama pada suplementasi ≥1.000 mg/hari dan monoterapi kalsium. Sebaliknya, meta-analisis Huo dkk. dan Sim dkk. tidak menemukan hubungan signifikan antara suplementasi kalsium dengan infark miokard, stroke, maupun mortalitas kardiovaskular. Heterogenitas evidence dipengaruhi oleh perbedaan desain studi, durasi follow-up, penggunaan vitamin D bersamaan, serta karakteristik populasi penelitian yang mayoritas terdiri dari wanita pascamenopause usia lanjut. Peningkatan risiko absolut tetap rendah meskipun risiko relatif meningkat. Bukti saat ini menunjukkan bahwa suplementasi kalsium dosis ≥1.000 mg/hari mungkin berhubungan dengan peningkatan kecil risiko penyakit kardiovaskular pada populasi tertentu, tetapi hubungan tersebut belum belum dapat disimpulkan secara definitif. Manfaat suplementasi untuk pencegahan osteoporosis tetap perlu dipertimbangkan, terutama pada individu berisiko tinggi fraktur. Penggunaan suplementasi kalsium sebaiknya dipersonalisasi berdasarkan risiko kardiovaskular, usia, komorbiditas, dan kecukupan asupan kalsium dari makanan.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue