cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,429 Documents
Perbedaan Indeks Massa Tubuh Pasien Diabetes Melitus Dengan Dan Tanpa Neuropati Diabetik Di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Fahruniza Fahruniza; Festy Ladyani Mustofa; Anggunan Anggunan; Bobby Suryawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.22247

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor yang dapat memperburuk komplikasi kronis pada pasien Diabetes Melitus (DM), termasuk Neuropati Diabetik (ND). Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga berhubungan dengan terjadinya komplikasi neuropati pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan IMT pada pasien DM dengan dan tanpa komplikasi Neuropati Diabetik di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 91 pasien DM. Data diperoleh dari rekam medis, kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS), dan pemeriksaan Diabetic Neuropathy Examination (DNE).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM dengan komplikasi ND paling banyak berada pada kelompok usia 50–59 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Kategori IMT pasien DM dengan ND paling banyak termasuk overweight. Analisis menunjukkan terdapat perbedaan IMT yang signifikan antara pasien DM dengan komplikasi ND dan tanpa komplikasi ND. Nilai mean difference sebesar 5,01 kg/m² dengan 95% confidence interval 3,03–6,99 menunjukkan bahwa rata-rata IMT pasien DM dengan ND lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa ND. Pasien DM yang mengalami komplikasi Neuropati Diabetik memiliki IMT yang secara bermakna lebih tinggi dibandingkan pasien DM tanpa komplikasi. Perbedaan rerata IMT sebesar 5,01 kg/m² mengindikasikan bahwa peningkatan berat badan berpotensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Neuropati Diabetik. Secara klinis, hasil ini menegaskan pentingnya pengendalian berat badan dan pemantauan status gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi neuropati pada pasien DM.
Distraksi Berbasis Mainan Dan Lolipop Untuk Menurunkan Kecemasan Praoperatif Pada Pasien Pediatri: Sebuah Scoping Review Agung Manik Septiana Putra; Kadek Agus Heryana Putra; Putu Herdita Sudiantara
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.24756

Abstract

Kecemasan praoperasi umum terjadi pada pasien anak. Intervensi distraksi nonfarmakologis semakin banyak dieksplorasi sebagai alternatif manajemen farmakologis. Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk memetakan bukti yang tersedia mengenai intervensi distraksi berbasis mainan dan permen lolipop untuk mengurangi kecemasan praoperasi pada pasien anak. Tinjauan ini mengikuti kerangka kerja tinjauan cakupan Joanna Briggs Institute (JBI). Pencarian literatur dilakukan di PubMed/PMC, Frontiers, BMC/ScienceDirect, dan Wiley Online Library untuk studi yang diterbitkan tahun 2018 –2025. Sebanyak 326 artikel awal diidentifikasi. Setelah penghapusan duplikat dan penyaringan judul, abstrak, dan teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya, lima studi dimasukkan dalam tinjauan akhir. Studi yang memenuhi syarat melibatkan pasien anak berusia 0 – 18 tahun yang menjalani operasi dengan anestesi umum atau regional yang menerima intervensi distraksi berbasis mainan atau permen lolipop. Temuan menunjukkan bahwa terapi nonfarmakologis efektif mengurangi kecemasan praoperasi dan, dalam beberapa penelitian, menunjukkan hasil sebanding atau lebih unggul daripada premedikasi sedatif tanpa efek samping farmakologis. Intervensi berbasis mainan juga meningkatkan kerja sama anak dan mengurangi kecemasan orang tua. Distraksi berbasis permen lolipop menunjukkan profil keamanan yang baik dan berkontribusi pada peningkatan perilaku pascaoperasi, khususnya dalam mengurangi emergence agitation, meskipun bukti langsung mengenai pengurangan kecemasan praoperasi masih terbatas. Bukti yang tersedia terbatas karena jumlah penelitian yang sedikit, metode intervensi yang heterogen, dan variabilitas dalam pengukuran hasil. Meskipun demikian, intervensi ini dapat dipertimbangkan untuk mengatasi kecemasan dan perilaku perioperatif pada pasien anak. Studi berkualitas tinggi lebih lanjut dengan metodologi standar diperlukan untuk memperkuat bukti dan mendukung implementasi klinis yang lebih luas.
Pengaruh Pemberian Virgin Coconut Oil Terhadap Perbaikan Luka Dekubitus Pada Pasien Tirah Baring Di ICU RS Sentra Medika Cisalak Herliana Jaya Fitri; Linda Siti Fatimah; Aprilina Sartika; Tri Wahyuni Ismoyowati; Indri Halimatu Sadiah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23263

Abstract

Pasien yang mengalami imobilisasi dalam waktu lama memiliki risiko tinggi terkena luka dekubitus akibat tekanan terus-menerus yang dapat mengganggu aliran darah pada jaringan tubuh. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi berat, mulai dari infeksi hingga kematian. Virgin coconut oil (VCO) memiliki kandungan antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi luka dekubitus sebelum dan sesudah pemberian intervensi VCO pada pasien tirah baring. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pendekatan one-group pre-post test. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemberian VCO dilakukan dua kali dalam sehari. Evaluasi kondisi luka dilakukan menggunakan instrumen Pressure Ulcer Scale for Healing (PUSH Tool). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kondisi luka sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001), dengan median penurunan skor luka sebesar 3 poin, effect size 0,82, serta confidence interval 95% sebesar 1,8–4,2. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan VCO efektif dalam membantu perbaikan luka dekubitus pada pasien tirah baring di ruang ICU. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa tidak adanya kelompok kontrol dan jumlah sampel yang masih terbatas.
Pengaruh Pemberian Susu Beras dan Vitamin D Terhadap Pertumbuhan Mencit Model Stunting Nabilla Naddah; Dalfian Dalfian; Akhmad Khaeru; Dessy Hermawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21811

Abstract

Stunting ialah gangguan gizi jangka panjang yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, serta menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Intervensi nutrisi alternatif seperti susu beras dan vitamin D dinilai potensial untuk mendukung pertumbuhan. Studi ini dilaksankan guna mengetahui pengaruh pemberian susu beras dan vitamin D terhadap pertumbuhan mencit (Mus musculus) model stunting. Studi kini berjenis eksperimental in vivo dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT), pre and post test with control group design, menggunakan 25 ekor mencit jantan strain C57BL/6. Induksi stunting dilakukan melalui pemberian diet rendah protein selama 21 hari dan indometasin selama 7 hari. Subjek dikelompokkan dalam lima kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), perlakuan susu beras (KP1), vitamin D (KP2), dan kombinasi susu beras dengan vitamin D (KP3). Parameter yang diukur ialah berat badan dan panjang ekor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji ANOVA memperlihatkan tidak terdapat pengaruh signifikan pada peningkatan berat badan untuk KP1 (p = 0,095), KP2 (p = 0,159), dan KP3 (p = 0,423). Namun, hanya kelompok KP3 yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan panjang ekor (p = 0,012), sedangkan KP1 dan KP2 tidak signifikan (p = 0,184 dan p = 0,423). Dengan demikian kombinasi susu beras dan vitamin D memiliki potensi dalam mendukung pertumbuhan linier mencit model stunting, meskipun tidak berpengaruh terhadap berat badan.
Hubungan Durasi Belajar, Posisi Belajar, Dan Aktivitas Fisik Dengan Low Back Pain Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi Raihan Thufail Akbar; Miftahurrahmah Miftahurrahmah; Rina Nofri Enis; Attiya Istarini; Raihanah Suzan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23962

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami mahasiswa kedokteran dan dapat berhubungan dengan durasi belajar, posisi belajar, serta aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketiga faktor tersebut dengan kejadian LBP pada mahasiswa kedokteran Universitas Jambi angkatan 2022–2024. Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 236 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. LBP didefinisikan sebagai nyeri pada area pinggang, pinggul, dan/atau bokong. Durasi belajar dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi menggunakan kuesioner. Posisi belajar dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan aktivitas fisik dinilai menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan disajikan dalam prevalence ratio (PR) dengan confidence interval (CI) 95%. Sebagian besar responden memiliki durasi belajar sedang (52,1%), posisi belajar tidak ergonomis (53,8%), dan aktivitas fisik ringan (44,5%). Prevalensi LBP pada area pinggang sebesar 55,9%. Durasi belajar tinggi (PR=1,83; CI 95%: 1,19–2,81; p=0,006), posisi belajar tidak ergonomis (PR=1,41; CI 95%: 1,11–1,79; p=0,004), dan aktivitas fisik ringan (PR=1,42; CI 95%: 1,08–1,85; p=0,026) berhubungan dengan kejadian LBP.
Hubungan Faktor Cuaca Dengan Rhinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2022–2023 Futrie Ramadanie; Arti Febriyani Hutasuhut; Deviani Utami; Bara Ade Wijaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23079

Abstract

Rhinitis alergi merupakan gangguan saluran pernapasan yang prevalensinya cenderung meningkat, terutama di wilayah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor cuaca dengan status rhinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2022–2023. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 177 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status rhinitis alergi dinilai menggunakan kuesioner Score for Allergic Rhinitis (SFAR), sedangkan data cuaca berupa suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan diperoleh dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Bandar Lampung selama periode April–Juni 2025. Data cuaca dihubungkan dengan responden berdasarkan periode penelitian dan wilayah tempat penelitian, sehingga paparan cuaca merepresentasikan kondisi cuaca makro, bukan paparan lingkungan individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,1% responden memiliki status rhinitis alergi positif berdasarkan skor SFAR. Analisis bivariat menunjukkan bahwa curah hujan memiliki hubungan bermakna dengan status rhinitis alergi (p = 0,037), sedangkan suhu udara (p = 0,611) dan kelembapan udara (p = 0,102) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Tidak ditemukannya hubungan bermakna pada suhu dan kelembapan udara dapat dipengaruhi oleh variasi cuaca yang relatif homogen selama periode penelitian, keterbatasan kekuatan statistik, atau kemungkinan bias paparan ekologis. Penelitian ini menemukan hubungan antara curah hujan dan status rhinitis alergi, namun hasil perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena desain potong lintang, penggunaan data cuaca wilayah, dan penilaian rhinitis alergi berbasis kuesioner tanpa konfirmasi diagnosis klinis.
Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Kabupaten Langkat Nurbaiti Nurbaiti; Hargianti Dini Iswandari; Sunartono Sunartono
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23349

Abstract

Anemia adalah kondisi penurunan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang menurunkan suplai oksigen tubuh. Remaja putri rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah selama menstruasi, yang dapat dicegah melalui konsumsi tablet Fe satu tablet per minggu. Studi ini bertujuan mengidentifikasi asosiasi dukungan orang tua dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di SMP IT Ar-Ridha dan Pondok Pesantren Daarul U’luum Manbaul Huda. Desain penelitian menggunakan analitik deskriptif dengan pendekatan case–control. Anemia didefinisikan sebagai kadar Hb 12 g/dL, diperiksa dari darah kapiler menggunakan alat Urit-12 GCHB dengan metode Point of Care Testing (POCT). Sebanyak 66 responden dipilih secara purposive sampling, terbagi atas 33 remaja putri anemia (kasus) dan 33 tidak anemia (kontrol). Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dukungan orang tua (skala Likert) dan kuesioner kepatuhan konsumsi (skala Guttman). Uji Chi-square menunjukkan dukungan orang tua (p=0,003; OR=5,333) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,027; OR=3,5) berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Analisis regresi logistik menegaskan dukungan orang tua sebagai faktor paling dominan (p=0,011; OR=4,156). Remaja putri dengan dukungan orang tua kurang memiliki peluang 4,156 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan mereka yang mendapat dukungan baik. Penelitian menyimpulkan terdapat asosiasi signifikan antara dukungan orang tua serta kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia, sehingga penguatan peran keluarga sangat penting dalam program kesehatan remaja.
Association of Pleural pH, Glucose, and ΔIL-8 with Pleurodesis Outcome in Malignant Pleural Effusion Fitriyah Fitriyah; Andreas Infianto; Fransisca TY Sinaga; Achmad Gozali; Raden Dicky W; Hidayat Hidayat; Retno Ariza; Apri Lyanda; Dyan Ekawati; Junus Didiek
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23340

Abstract

Malignant pleural effusion (MPE) is a common complication of advanced lung adenocarcinoma associated with dyspnea, impaired quality of life, and significant morbidity. Pleurodesis is widely used for palliation, but predictors of treatment success remain limited. This study aimed to evaluate the predictive value of pleural pH, glucose, and interleukin-8 (IL-8) in determining pleurodesis outcomes in MPE patients. A retrospective cross-sectional study was conducted at RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro from July 2023 to July 2024 involving 32 cytology-confirmed adenocarcinoma patients undergoing bleomycin pleurodesis before chemotherapy using consecutive sampling. Pleurodesis success was defined as complete or partial response without repeat pleural intervention within one month. IL-8 levels were measured before and 24 hours after pleurodesis. Statistical analysis used Kruskal–Wallis and post-hoc Mann–Whitney tests with 95% confidence interval. The complete response group demonstrated significantly higher pleural pH (7.5 ± 0.2) and glucose levels (96.9 ± 44.6 mg/dL) compared with failure cases (pH 6.9 ± 0.3; glucose 39.4 ± 24.5 mg/dL) (p 0.001 and 0.001, respectively). Delta IL-8 levels were significantly higher in successful pleurodesis compared with failure groups (p 0.001), while absolute IL-8 levels showed no significant difference. Higher pleural pH, glucose, and increased post-procedural IL-8 response were associated with successful pleurodesis. These findings highlight the potential role of combining pleural biochemical parameters with dynamic inflammatory biomarkers to optimize patient selection and improve quality-of-life outcomes in MPE management.
Hubungan pH Kulit Wajah Dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malayahati Dona Putri andi; Arif Effendi; Rakhmi Rafie; Chyntia Giska Aryunisri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21835

Abstract

Akne vulgaris merupakan gangguan kulit umum yang ditandai dengan munculnya jerawat, komedo, dan peradangan pada wajah, utamanya di kalangan remaja dan dewasa muda. Kondisi ini diakibatkan oleh beberapa variabel, contohnya produksi minyak berlebih, penyumbatan folikel rambut, pertumbuhan bakteri, dan peradangan. Selain itu, ketidak seimbangan pH kulit juga berperan penting dalam memperburuk kondisi akne vulgaris, karena pH yang tidak seimbang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan mengganggu fungsi pelindung kulit. Tujuan penelitian untuk memperoleh korelasi pH kulit wajah dengan peristiwa akne vulgaris yang terjadi dalam lingkup mahasiswa fakultas kedokteran malajayati 2024. Hasil penelitian terhadap 95 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi, ditemukan bahwa mayoritas mahasiswa dengan kondisi pH kulit cenderung asam (rentang 4,5–5,5) mengalami akne vulgaris, yaitu sebanyak 66 orang. Sementara itu, pada kelompok dengan pH kulit netral (rentang 5,6–7,0), hanya 20 yang mengalami akne vulgaris. Analisis statistik memperlihatkan terjadinya korelasi yang sangat signifikan antara level keasaman pH kulit dengan kejadian akne vulgaris, yang nilai signifikansinya senilai 0,000 (p0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi pH kulit yang terlalu asam berpotensi besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, seperti Propionibacterium acnes. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan pH kulit dapat menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan dan pengelolaan akne vulgaris, khususnya di kalangan mahasiswa yang secara hormonal dan lingkungan sangat rentan mengalami gangguan kulit tersebut. Sehingga, adanya korelasi yang signifikan antara pH kulit wajah dengan peristiwa akne vulgaris yang terjadi dalam lingkup mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Malahayati 2024 dengan p-value 0,000 (p0,05).

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue