cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,429 Documents
Acute Coronary Syndrome in Patients with Epilepsy: A Narrative Review Haliim, Dwi Putra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22970

Abstract

Acute coronary syndrome (ACS) is a major public health burden with particularly high prevalence among people with epilepsy, which complicates risk stratification, management, and outcomes. This review followed the PRISMA guideline and literature search was performed on PubMed, Scopus, and Science Direct. Inclusion criteria included original research with cohort, case-control, or cross-sectional design comparing ACS prevalence in populations with and without epilepsy. A total of 936 studies were retrieved and seven studies were included in this review. All included studies had low risk of bias. Qualitative analysis of extracted data reveals that epilepsy independently increases the risk of ACS, particularly acute myocardial infarction, and is consistently associated with poorer prognosis relative to the general population. Notably, the analysis unraveled two clusters of risk factors: conventional cardiovascular risks (e.g., older age, metabolic comorbidities, atherosclerosis) and epilepsy-specific factors (e.g., epilepsy-related hospitalizations, specific antiepileptic drug regimens). The latter suggests that disease management choices may exacerbate cardiovascular vulnerability. These findings imply that current cardiovascular risk models are insufficient for epilepsy patients, and they underscore a critical need for multidisciplinary strategies that directly address epilepsy-specific challenges to improve clinical outcomes. 
Hubungan Antara Status Gizi Dan Gaya Hidup Terhadap Terjadinya Kanker Payudara Dirumah Sakit Ibnu Sina Abbas, A. Nurfhadillah; Murfat, Zulfitriani; Pratiwi, Dwi; Safitri, Asrini; Gani, Azis Beru
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22880

Abstract

Kanker dengan frekuensi paling banyak terjadi dan penyebab kematian utama bagi wanita di Indonesia adalah kanker payudara. Pilihan gaya hidup yang tidak sehat dan status gizi adalah faktor risikonya. Kanker payudara mempengaruhi wanita usia produktif. Khususnya di Makassar, sebagian besar pasien muncul dalam stadium lanjut menurut data Riskesdas dan laporan dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan. Penyakit ini menekankan betapa pentingnya untuk melakukan penelitian mengenai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Mengetahui bagaimana gaya hidup dan status gizi berkaitan dengan kejadian kanker payudara di RS Ibnu Sina pada tahun 2024 adalah tujuan dari penelitian ini. Desain observasional analitik menggunakan metode studi case-control adalah metodologi penelitian yang digunakan. Pengambilan sampel mengaplikasikan teknik simple random sampling untuk memilih sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan untuk mendapatkan informasi tentang status gizi, dan kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai gaya hidup dengan korelasi Product Moment Pearson untuk mengevaluasi validitas instrumen tersebut. Data olah pada perangkat lunak SPSS untuk uji chi-square. Temuan studi menunjukkan obesitas mempengaruhi sebagian besar orang dengan kanker payudara, dan mayoritas responden melakukan gaya hidup tidak sehat yang meliputi mengonsumsi banyak makanan berlemak dan tidak berolahraga. Menurut hasil uji statistik, ada korelasi yang substansial (p0,05) antara gaya hidup dan status gizi serta kejadian kanker payudara. Jadi, gaya hidup yang tidak sehat dan gizi yang tidak seimbang sangat terkait dengan kanker payudara. Untuk menurunkan kejadian kanker payudara, intervensi seperti edukasi gizi, mendorong kebiasaan makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini sangat krusial.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dan Keterampilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Dalam Melakukan Bantuan Hidup Dasar Arrofi, Muhamad Arief; Anggorotomo, Wirawan; Wulandari, Mardheni; Lestari, Sri Maria Puji
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.21651

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) ialah tindakan medis krusial dalam penanganan henti jantung. Mahasiswa kedokteran hendaknya mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam melakukan BHD, namun keterampilan ini seringkali menurun seiring waktu. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021 dalam melakukan BHD. Studi ini memakai desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dengan sampel meliputi 57 mahasiswa yang didapat melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan dan observasi keterampilan BHD. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel. Diperoleh mayoritas responden memiliki pengetahuan dan ketrampilan BHD yang baik yaitu  78,95% dan 70,18%. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan keterampilan (p-value 0,001). Dengan demikian mahasiswa dengan pengetahuan yang baik lebih cenderung memiliki keterampilan yang baik dalam melakukan BHD. Serta diperlukan pelatihan berulang untuk mempertahankan keterampilan praktis mahasiswa.
Complex Case Of Copd Exacerbation With Lung Cancer And Paraneoplastic Syndrome: A Case Report Mustofa, Syazili; Sidik, Faizah Zahrah; Kurniawaty, Evi; Rohman, Miftahur; Karima, Nisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22914

Abstract

Managing Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) alongside advanced lung cancer is highly complex, especially when complicated by multiple paraneoplastic syndromes. We present a 70-year-old male with shortness of breath, hemoptysis, and significant weight loss. Evaluation revealed an acute COPD exacerbation unmasking a metastatic right lung cancer with a rare combination of concurrent paraneoplastic syndromes (anemia, hyponatremia, and hypocalcemia). The uniqueness of this case lies in how these overlapping systemic manifestations masked the acute respiratory exacerbation, creating a profound diagnostic dilemma. Clinically, this implies that physicians must maintain a high index of suspicion for underlying malignancies when treating atypical or refractory COPD exacerbations. The key lesson learned is that managing such intertwined conditions requires prompt, individualized, and multidisciplinary coordination to prevent delayed interventions and optimize patient outcomes.
Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Ekstrak Daun Dan Ranting Tanaman Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Terhadap Escherichia coli Dengan Metode Difusi Cakram Dita Dwi Amanda; Putri Amalia; Dwi Susanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.24554

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian, terutama pada anak-anak. Salah satu bakteri patogen penyebab diare adalah Escherichia coli. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat meningkatkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif pengobatan alami. Tanaman ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, terpenoid, steroid, fenolik, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak daun dan ranting tanaman ungu terhadap pertumbuhan E. coli serta menentukan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dengan hasil rendemen ekstrak daun sebesar 17,950% dan rendemen ekstrak ranting sebesar 8,495%. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kontrol positif (+) dan negatif (-). Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan aktivitas antibakteri antara ekstrak daun dan ranting tanaman ungu terhadap E. coli, di mana ekstrak daun pada konsentrasi 60% memiliki rata-rata diameter zona hambat 2,448 mm, sedangkan ekstrak ranting pada konsentrasi 60% memiliki rata-rata 1,099 mm. Meskipun ekstrak daun dan ranting menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, daya hambat yang dihasilkan tergolong lemah sehingga tidak dapat dikategorikan efektif.
Mild Head Injury Dengan Hipertensi Urgensi Pada Perempuan Lansia Pasca Kecelakaan Lalu Lintas: Laporan Kasus Desta Natalia; Devi Alfi Mafiroh; Dhila Luna Pangestu; Dina Shakira; Pratiwi Hendro Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23324

Abstract

Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan evaluasi diagnostik, penatalaksanaan, dan luaran klinis pasien dengan cedera kepala ringan disertai hipertensi urgensi. Cedera kepala ringan merupakan bentuk trauma kepala tersering dan umumnya memiliki prognosis baik bila ditangani secara tepat. Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala setelah kecelakaan lalu lintas sekitar satu jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien tidak menggunakan helm dan kepala terbentur aspal. Pemeriksaan fisik menunjukkan cephal hematoma regio frontotemporalis sinistra dengan Glasgow Coma Scale 15 (E4V5M6). Tekanan darah pasien 199/114 mmHg. Pasien tidak mengalami penurunan kesadaran, kejang, maupun muntah proyektil. Pemeriksaan neurologis tidak menunjukkan defisit neurologis fokal. CT-scan kepala non-kontras menunjukkan cephal hematoma regio frontotemporalis sinistra tanpa kelainan intrakranial maupun fraktur tulang tengkorak. Pasien didiagnosis mild head injury disertai hipertensi urgensi dan ditatalaksana secara konservatif menggunakan cairan intravena, analgesik, antihipertensi, serta terapi suportif. Setelah observasi, kondisi klinis pasien membaik tanpa perburukan neurologis dan pasien dipulangkan dalam keadaan stabil. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi neurologis menyeluruh dan observasi ketat pada pasien lansia dengan cedera kepala ringan meskipun hasil CT-scan awal normal.
Peran Suplementasi Omega-3 Terhadap Nafsu Makan Pada Pasien Tuberkulosis Paru: Evidence-Based Case Report Melissa Mauli Sibarani; Krisadelfa Sutanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23435

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dan sering berhubungan dengan malnutrisi akibat peningkatan kebutuhan metabolik, inflamasi sistemik, dan penurunan nafsu makan. Asam lemak omega-3 (ω-3 fatty acids) memiliki sifat antiinflamasi yang berpotensi membantu regulasi nafsu makan dan pemulihan status gizi pada pasien TB. Evidence-based case report ini bertujuan mengevaluasi peran suplementasi omega-3 terhadap nafsu makan pada pasien tuberkulosis paru. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kriteria eligibilitas yang telah ditetapkan. Telaah kritis dilakukan menggunakan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine (CEBM) dan kerangka telaah kritis FAITH. Dua studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas satu randomized controlled trial dan satu studi observasional. Tingkat evidensi berkisar antara Level 2 hingga Level 4 dengan kualitas metodologi sedang. Satu penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara rasio asupan omega-3/omega-6 dengan skor nafsu makan (r = −0,10; p = 0,54), sedangkan penelitian lain menunjukkan perbaikan indeks massa tubuh dan parameter inflamasi tanpa penilaian langsung terhadap nafsu makan. Bukti ilmiah saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa suplementasi omega-3 secara langsung meningkatkan nafsu makan pada pasien TB paru. Namun, suplementasi omega-3 berpotensi memberikan manfaat antiinflamasi dan dukungan status gizi sebagai terapi adjuvan. Jumlah studi yang terbatas, heterogenitas luaran, pengukuran nafsu makan yang tidak langsung, dan ukuran sampel kecil menjadi keterbatasan utama bukti ilmiah yang tersedia.
Gambaran Systemic Immune-Inflammation Index (SII) Pada Pasien Sari Yang Terinfeksi Bakteri Gram Negatif Dan Gram Positif Di Klinik Utama Mitra Medika Tambakan Angelica Joanna Agatha Christie; Frecillia Regina; Anton Sumarpo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.23685

Abstract

SARI (severe acute respiratory infection) adalah infeksi saluran pernapasan akut, dengan riwayat demam suhu ≥ 38°C, batuk, berlangsung dalam 10 hari terakhir, dan membutuhkan rawat inap. SARI merupakan tantangan kesehatan global yang serius. SII berperan sebagai penanda biologis inflamasi yang dapat mencerminkan status imun dan dan inflamasi sistemik dalam tubuh. ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran SII pada pasien SARI yang terinfeksi bakteri gram positif dan gram negative di Klinik Utama Mitra Medika Tambakan. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan data sekunder yang diambil secara cross sectional retrospektif melalui rekam medis pasien berjumlah 58 data. Data dianalisis dengan uji deskriptif numerik Kolmogorov-Smirnov dan dilakukan analisis tambahan menggunakan uji beda rerata. Terdapat gambaran kelompok usia terbanyak adalah usia 18 tahun dengan kelompok jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yang berjumlah 30 pasien. Uji normalitas menunjukkan nilai SII terdistribusi normal, sehingga pada analisis tambahan didapatkan adanya perbedaan rerata pada nilai SII terhadap bakteri gram positif (628,88) dan gram negatif (949,13), namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (P=0,07). Subjek penelitian didominasi oleh usia 18 tahun dan perempuan,  dan terdapat adanya perbedaan rerata yang tidak bermakna secara statistik antara gram negatif dan gram positif.
Hubungan Antara Stres Psikologis Dengan Angka Kejadian Psoriasis Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Ega Claudya Puspita; Arif Effendi; Eka Silvia; Muhammad Syafei Hamzah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21855

Abstract

Psoriasis adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang melibatkan sistem imun, dan biasanya ditandai dengan hyperplasia epidermis, peningkatan risiko artritis, gangguan kardiovaskular, serta gangguan psikososial. Penyakit ini muncul dengan plak eritematosa yang tertutup lapisan skuamosa putih tebal akibat gangguan dalam proliferasi dan diferensiasi sel epidermis. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada 32 pasien dengan instrument kuesioner PSS-10 dan skor PASI. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami stres psikologis tingkat sedang (53.1%) dan keparahan psoriasis Tingkat sedang (53.1%), dengan hubungan yang signifikan antara stres dan tingkat keparahan psoriasis (p = 0.031). Disimpulkan bahwa stres psikologis berpengaruh terhadap kejadian psoriasis.
Hubungan Riwayat Atopi Orang Tua dan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Asma Bronkial Pada Anak Usia 5 - 14 Tahun Di RS Aisyiyah Kudus Muhammad Rijal Albar; Galuh Ramaningrum; Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.19791

Abstract

Asma merupakan penyakit pernapasan kronik yang sering ditemukan pada anak. Faktor genetik seperti riwayat atopi pada orang tua serta faktor awal kehidupan, termasuk praktik pemberian ASI, diketahui berperan dalam terjadinya asma pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat atopi pada orang tua dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian asma bronkial pada anak usia 5–14 tahun di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain kasus–kontrol yang dilakukan di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus pada tahun 2023. Sebanyak 54 subjek dilibatkan, terdiri dari 27 anak dengan asma (kasus) dan 27 anak tanpa asma (kontrol). Data primer dan sekunder diperoleh melalui wawancara dengan responden serta penelusuran rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis didapatkan ada hubungan bermakna antara riwayat atopi orang tua dengan asma pada anak usia 5-14 tahun ( p value =0,000, OR = 20,125) dan ada hubungan bermakna antara riwayat ASI eksklusif dengan asma pada anak usia 5-14 tahun ( p value=0,001,OR = 6,786). Analisis multivariat riwayat atopi pada orang tua adalah faktor yang paling berpengaruh dengan asma pada anak (p value: 0,004, OR : 16,094). Riwayat atopi pada orang tua dan tidak mendapatkan ASI eksklusif secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya asma pada anak. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini faktor risiko keluarga serta promosi pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan asma pada anak.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue