cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,429 Documents
Karakteristik Pasien Batu Saluran Kemih Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Miroza, Nadiva; Utami, Deviani; Anggunan, Anggunan; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.20992

Abstract

Batu saluran kemih adalah terbentuknya batu yang mengendap dalam saluran kemih yang meliputi ginjal, ureter, dan uretera. Pergeseran batu dapat menimbulkan gejala kolik dan dapat menyebabkan penyumbatan atau infeksi saluran kemih. Timbulnya batu saluran kemih disebabkan karena kadar kalsium yang tinggi, sementara kadar sitrat terlalu rendah. Terbentuknya batu juga dapat diakibatkan karena kadar oksalat yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karateristik pasien penderita penyakit batu saluran kemih di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada periode tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional deskriptif, dengan pengumpulan data dari rekam medis pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penyakit batu saluran kemih di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2023, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 151 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi tertinggi terjadi pada laki-laki (60,9%), berusia 46-65 tahun (53,6%), gejala nyeri pinggang sedang (70,2%), pemeriksaan penunjang USG, urinalisis dan darah (51,0%), lokasi batu di ginjal (80,8%), penanganan medis dengan tindakan RIRS (56,3%). Sebagian besar pasien adalah laki-laki, berusia 46-65 tahun, dengan prevalensi batu ginjal dan sebagian besar diobati dengan RIRS.
Peran Polimorfisme Gen ADIPOQ terhadap Risiko Obesitas: Tinjauan Literatur Sistematis Saraswati, Benedikta Diah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.21587

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan. Salah satu faktor genetik utama yang berperan adalah polimorfisme pada gen adipokin, khususnya ADIPOQ, yang mengodekan hormon adiponektin. Tinjauan literatur sistematis ini, menggunakan pendekatan PRISMA dengan 21 artikel yang disertakan dari total 189 artikel yang diidentifikasi, menyoroti peran penting polimorfisme gen ADIPOQ dalam patogenesis obesitas dan fenotipe terkait obesitas, dengan menelaah artikel terpilih dari PubMed, Google Scholar, dan Scopus periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa variasi genetik seperti rs266729, rs1501299, rs822396, rs2241766, rs17300539, dan rs182052 pada gen ADIPOQ secara signifikan berhubungan dengan penurunan kadar adiponektin, peningkatan risiko obesitas, dan fenotipe terkait obesitas di berbagai populasi. Perbedaan efek polimorfisme antar populasi menegaskan pentingnya pendekatan personal dan berbasis bukti genetik dalam pencegahan serta pengelolaan obesitas, sekaligus mendorong perlunya penelitian lebih lanjut pada populasi Indonesia untuk memperkaya pemahaman lokal dan strategi penanganan yang lebih efektif.
Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ardiansah, Ikwan; Husen, Abdul Hakim; The, Fera
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.20677

Abstract

Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun. Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan intervensi penting pada kasus henti jantung mendadak. Henti jantung adalah kondisi berhentinya fungsi jantung secara tiba-tiba akibat gangguan sistem elektrikal. Kejadian henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) merupakan kondisi emergensi yang memerlukan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap pengetahuan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, teknik pengambilan sampel secara acak, serta pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Sebanyak 45 mahasiswa berpartisipasi, dengan mayoritas responden laki-laki sebanyak 24 orang (53,3%) dan program studi terbanyak Ilmu Kelautan sebanyak 21 orang (46,7%). Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pelatihan terhadap pengetahuan, dengan nilai p 0,001. Dengan demikian, pelatihan Bantuan Hidup Dasar berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun.
Analisis Penyebab Unmet Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur (Pus) Limiting Need Di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Fatmawati, Iin; Samino, Samino; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Yanti, Dhiny Easter; Muhani, Nova
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22605

Abstract

Unmet need adalah kebutuhan akan keluarga berencana (KB) yang tidak terpenuhi. Ini merujuk pada pasangan usia subur (PUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu lebih dari dua tahun, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Menurut Satu Data Lampung, angka unmet need di Provinsi Lampung mencapai 9,30 % pada tahun 2024, dengan target penurunan ke 9,0 % di tahun 2025. Secara umum, unmet need di Lampung cukup moderat, walaupun tetap perlu usaha penurunan sesuai target 2025. meskipun masih terdapat titik-titik lokasi dengan tingkat sangat tinggi ini menunjukkan kebutuhan intervensi lebih intensif pada wilayah spesifik. Intervensi efektif dapat berupa peningkatan informasi KB, akses layanan, mitigasi efek samping, dan peran suami sebagai pendukung. Tujuan penelitan mengetahui analisis penyebab unmet need keluarga berencana pada pasangan usia subur (PUS) di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Tahun 2025.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Populasi adalah seluruh pelaku unmet need KB sebanyak 57 orang. Informan sebanyak 5 orang. Analisa data menggunakan deskriptif, dan teknik triangulasi.Pasangan usia subur tidak menggunakan KB karena menggunakan KB suntik mengalami sakit kepala, tekanan darah tinggi, kegemukan. Kb pil postinor mengalami perdarahan, dan menggunakn KB IUD benang terasa saat berhubungan suami istri. Pasangan usia subur mengatakan sepakat untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam, menggunakan metode senggama terputus, bersiap sedia agar sprema tidak keluar didalam saat berhubungan badan. Pasangan usia subur mengatakan cemas dan tidak nyaman, tidak puas saat dikeluarkan diluar. Pasangan usia subur melakukan unmenet need tidak didasarkan faktor keluarga, ekonomi, agama dan budaya. Diharapkan untuk menjadi pendamping bagi PUS yang belum ber-KB atau unmet need dalam rangka menyukseskan program Kampung KB.
Laporan Kasus : Karsinoma Paru Jenis Sel Skuamosa Pada Pasien Dengan Riwayat Kanker Payudara Pramanik, Deyang Maysa; Arnur, Buti Ariani; Ulfahimayati, Ulfahimayati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22919

Abstract

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian terkait kanker di dunia, termasuk di Indonesia, dengan prognosis yang relatif buruk. Pasien dengan riwayat kanker payudara yang telah menjalani radioterapi memiliki peningkatan risiko terjadinya second primary lung cancer (SPLC). Dilaporkan seorang wanita berusia 50 tahun dengan riwayat kanker payudara kiri yang telah menjalani mastektomi dan radioterapi pada tahun 2022. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan lesi kavitas berdinding tebal dengan air-fluid level. CT toraks memperlihatkan massa sentral paru, dan bronkoskopi menemukan massa infiltratif pada bronkus intermedius. Pemeriksaan histopatologi dari biopsi paru kanan menegakkan diagnosis Squamous Cell Carcinoma (SCC) non-keratinisasi berdiferensiasi baik. Gambaran radiologis berupa lesi kavitas dengan air-fluid level pada kasus ini dapat menyerupai proses infeksi paru, sehingga memerlukan evaluasi lanjutan untuk memastikan diagnosis. Lokasi tumor yang sentral serta keterlibatan bronkus utama juga konsisten dengan karakteristik umum SCC paru. Pasien mendapatkan terapi kemoterapi kombinasi Carboplatin dan Paclitaxel. Kasus ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kemungkinan keganasan paru pada pasien dengan riwayat kanker sebelumnya yang datang dengan gejala respirasi kronik, serta perlunya pendekatan diagnostik yang komprehensif melalui pencitraan, bronkoskopi, dan pemeriksaan histopatologi untuk menegakkan diagnosis secara tepat.
Analisis Teknik Radiotherapy Non-Coplanar (NC) 3 Dimension Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) Pada Kasus Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Di RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung Rondonuwu, Roucho Yusuf; Sukmasari, Indah; Juliasa, I Wayan; Alfiah, Farikhatul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22851

Abstract

Craniospinal irradiation (CSI) merupakan teknik radioterapi yang digunakan untuk menangani keganasan yang melibatkan otak dan sumsum tulang belakang, seperti acute lymphoblastic leukemia (ALL). Tantangan utama dalam pelaksanaan CSI adalah mencapai distribusi dosis yang homogen pada target kranial dan spinal, serta meminimalkan paparan dosis terhadap organ at risk (OAR). Penelitian ini merupakan studi seri kasus pada empat pasien pediatrik dengan ALL yang menjalani terapi CSI di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Perencanaan terapi dilakukan menggunakan simulasi berbasis CT dengan perangkat imobilisasi yang dirancang khusus untuk pasien pediatrik. Teknik 3D-CRT non-coplanar pada CSI dengan penggunaan lima lapangan penyinaran, penyesuaian sudut gantry, rotasi meja (couch), verifikasi harian menggunakan image-guided radiotherapy (IGRT), serta imobilisasi khusus pediatrik, mampu memberikan cakupan target yang optimal dengan dosis OAR tetap dalam batas aman. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa nilai Dmax dan Dmean pada organ kritis seperti lensa, mata, saraf optik, tiroid, paru-paru, jantung, ginjal, dan hati sesuai dengan standar rumah sakit dan data referensi, dengan variasi antar pasien yang minimal. Pendekatan ini efektif dalam meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat sekaligus mempertahankan presisi penyinaran, sehingga layak digunakan dalam tatalaksana CSI pada kasus ALL. Kesimpulannya, teknik 3D-CRT non-coplanar mampu menghasilkan distribusi dosis yang merata pada area CSI dengan risiko overlap yang minimal. Perencanaan berbasis CT 3D dan delineasi yang presisi mampu menjaga dosis OAR tetap dalam batas aman. Sistem imobilisasi khusus pediatrik juga meningkatkan stabilitas dan reprodusibilitas, sehingga metode ini aman, efektif, dan layak diterapkan pada pasien pediatrik yang menjalani CSI.
Hubungan Jumlah Trombosit, Leukosit Dan Hematokrit Pada Pasien Anak Dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) Terhadap Lama Rawat Inap Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Anisa, Anisa; Herlina, Nina; Sudiadnyani, Niputu; Pinilih, Astri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.25555

Abstract

Indonesia terus menghadapi masalah kesehatan masyarakat yang serius akibat DBD akut, terutama di kalangan remaja. Tes laboratorium seperti hematokrit, leukosit serta trombosit sering digunakan untuk menilai tingkat keparahan penyakit dan memperkirakan lama rawat inap yang dibutuhkan pasien. Tujuannya studi ini guna mengevaluasi hubungannya anatara jumlah leukosit, trombosit, hematokrit pada pasien anak yang menderita DBD pada lama rawat inap di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2023. Studi ini memakai desai analitis observasional dengan pendekatannya cross sectional. Penghimpunan data dilaksanakan secara retrospektif melalui rekam medis pasien anak yang dirawat dengan diagnosa DBD pada 2023. Analisa datannya dilaksanakan memakai uji statistik korelasi pearson guna melihat hubungannya antara variable. Melihat temuan ada 101 sample, didapt tidak ada hubungannya signifikan antara jumlahnya trombosit (p = 0,222), leukosit (p = 0,641), dan hematokrit (p = 0,345) pada lama rawat inap pasien anak dengan DBD. Simpulan tidak ada hubungannya signifikan jumlahnya leukosit, trombosit dan hematokrit pada pasien anak dengan DBD pada lama rawat inap di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2023.
Bioaktifitas Ekstrak Gracilaria sp. Terhadap Larva Anopheles sp. Endah, Setyaningrum; Linda, Septiani; Heri, Wibowo; Muharrani, Fahda Nabila; Audina, Suryaningkunti Jeany; Febrian, Cahyadi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.25757

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus berdampak negatif terhadap lingkungan dan menimbulkan resistensi vektor, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang lebih aman. Namun studi mengenai efek histopatologi Gracilaria sp. terhadap larva Anopheles masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat mortalitas, menentukan nilai LC₅₀, serta mendeskripsikan perubahan morfologi dan histopatologi larva Anopheles sp. instar III setelah paparan ekstrak metanol Gracilaria sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak metanol Gracillaria sp. (0,5%; 0,75%; 1%; 1,2%; serta kontrol akuades) dan masing-masing lima ulangan. Data mortalitas dianalisis menggunakan Probit untuk menentukan LC₅₀ serta untuk mengetahui perbedaan mortalitas larva antar perlakuan, data diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey Honestly Significant Difference (HSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai LC₅₀ ekstrak metanol sebesar 0,81%. Mortalitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1,2%, yaitu sebesar 94,4%. Pengamatan histopatologi menunjukkan terjadinya disorganisasi epitel usus, degenerasi sel, serta perubahan lumen pada usus tengah larva. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak Gracilaria sp. tidak hanya efektif sebagai larvasida, namun juga memberikan bukti ilmiah mekanisme mengenai kerusakan jaringan larva, sehingga memperkuat potensinya sebagai biolarvasida yang ramah lingkungan.
Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Karsinoma Tiroid Pasca Tiroidektomi Total Dan Hemitiroidektomi : Tinjauan Sistematik Krisvalentina, Rossy; Firmansyah, Andri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.23140

Abstract

Tiroidektomi total adalah pengobatan standar karsinoma tiroid, namun dampaknya terhadap kualitas hidup pasien masih kontroversial. Penelitian ini menganalisis kualitas hidup pasien setelah tiroidektomi total dibandingkan alternatif pengobatan lain. Metode: Pencarian sistematik dilakukan di database Medline, Embase, dan Cochrane (2011-2024). Kriteria inklusi: studi mengevaluasi kualitas hidup pasien karsinoma tiroid menggunakan instrumen tervalidasi seperti HINT-20, SF-36, THYCA-QoL, dan EORTC QLQ-HN35. Data dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute checklist. Hasil: Dari 2.507 artikel, 8 studi berkualitas tinggi dengan 4.847 pasien dianalisis. Pasien tiroidektomi total mengalami gangguan fungsi fisik lebih berat dibanding hemitiroidektomi (skor mobilitas: 68,4 vs 74,2; p0,05). Fatigue dilaporkan 66% pasien tiroidektomi total versus 42% hemitiroidektomi. Kualitas hidup global jangka panjang setara antara kedua kelompok (77,7 vs 76,9; p=0,450), namun kekhawatiran rekurensi lebih tinggi pada hemitiroidektomi (2,4 vs 2,1; p=0,021). Keterbatasan penelitian ini yakni variasi instrumen yang digunakan dalam berbagai studi menyebabkan heterogenitas dalam interpretasi hasil QoL. Kesimpulan: Tiroidektomi total menyebabkan gangguan fungsi fisik dan sosial lebih signifikan dibanding hemitiroidektomi, meskipun kualitas hidup global jangka panjang setara.
The Relationship Between The Characteristics of Pregnant Women And Short Birth Lengh in Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung Murtado, Ahmad; Hermawan, Dessy; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Muhani, Nova
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22625

Abstract

Chronic malnutrition, including stunting, is still a serious health concern in Indonesia.  Stunting has a 20% tolerance limit defined by the WHO.  With a stunting frequency of 27.5% in 2016, Indonesia outperformed Malaysia (17.2%), Thailand (16.3%), and Vietnam (19.4%).  According to the SSGI, the prevalence of stunting decreased from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022.  A quantitative, cross-sectional study was conducted to determine the relationship between maternal variables and the birth of small babies in 2025.out at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung between March and May of that year.The design employed was descriptive analytic, describing maternal characteristics such as gestational age, maternal height, hemoglobin level, parity, and compliance with iron supplementation, which were then examined in light of the possibility of giving birth to a child with a small birth length.  The purpose of this study is to investigate the relationship between the occurrence of short-birth-length newborns at Bintang Amin Hospital and the characteristics of the mother during pregnancy. 55 people in all were included as samples utilizing a total sampling strategy over the study period. The results revealed a significant association between short birth length and maternal age (p = 0.028; OR = 0.211), hemoglobin levels (p = 0.006; OR = 5.841), and compliance with Fe supplementation (p = 0.004; OR = 7.636). The most dominant factor was Fe supplementation compliance, with an OR of 5.812 (95% CI: 1.426 – 23.689). Pregnant women are strongly encouraged to consume iron (Fe) tablets completely and in accordance with health professionals’ recommendations, as compliance with Fe supplementation has been shown to lower the chance of giving birth. with short birth length. Iron supplementation should ideally be started from early pregnancy, taken daily at the appropriate time, and accompanied by a nutritious diet to enhance iron absorption.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue