cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
HUBUNGAN KADAR LIMFOSIT DAN MONOSIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS EKSTRA PARU Raihanah Nabilah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2960

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan di dunia yang menempati urutan kedua sebagai penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Mycobacterium tuberculosis menyerang organ paru-paru 80%, sedangkan 20% lainnya menyerang organ luar paru seperti selaput otak, tulang, ginjal, rongga perut, kelenjar getah bening ataupun bagian tubuh lainnya termasuk kulit dan pleura. Penyebaran TB ke organ ekstra paru tergantung pada sistem kekebalan tubuh seluler, terutama sel T – helper (respon TH1). Imunitas seluler lebih berperan aktif daripada humoral dikarenakan imunitas seluler sebagai fungsi utama leukosit diaktifkan dan terjadi peningkatan sebagai sistem pertahanan imun tubuh yang berfungsi untuk menahan atau menyingkirkan benda asing yang berpotensi merugikan. Namun, berdasarkan klasifikasi tingkat keparahan pada TB ekstra paru dapat mempengaruhi hubungan kadar limfosit dan monosit bahwa pasien TB berat akan mengalami penurunan jumlah CD 4+dan CD 8+. Hal ini merupakan tanda terjadinya supresi imunitas seluler pada pasien.
EFEKTIFITAS BIOLARVASIDA EKSTRAK KULIT BATANG AVICENNIA MARINA TERHADAP JENTIK VEKTOR DEMAM BERDARAH (Aedes aegypti) Shinta Arum Indah Putri; Ni Wayan Nanik Santika; Indah Nuraini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3957

Abstract

Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, terhadap angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2013 tercatat 45,85 per 100.000 penduduk (112.511 kasus) dengan angka kematian sebesar 871 (0,77%). Upaya pemerintah dan penggunaan obat nyamuk sintetis belum memberikan hasil yang optimal. Disamping itu, obat nyamuk sintetis mengandung senyawa kimia yang bersifat toksin bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh toksisitas ekstrak kulit batang Avicennia marina terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi kulit batang Avicennia marina secara maserasi. Hasil ekstrak yang diperoleh diujikan toksisitasnya pada larva nyamuk Aedes aegypti dengan variasi konsentrasi 0 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm dan 5000 ppm selama masa inkubasi 24 jam. Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, diketahui bahwa jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan, pada konsentrasi terendah 1000 ppm sebesar 11 larva (55%), konsentrasi 2000 ppm sebesar 18 larva (81%), konsentrasi 3000 ppm sebesar 20 larva (100%), konsentrasi 4000 ppm sebesar 20 larva (100%) dan konsentrasi 5000 ppm sebesar 20 larva (100%). Peningkatan rata-rata kematian larva Aedes aegypti terjadi seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak kulit batang Avicennia marina yaitu semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi pula rata-rata kematian larva Aedes aegypti.
GAMBARAN PROSES PEMBERIAN UMPAN BALIK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA Ade Kiki Riezky; Syarifah Nora Andriaty; Cut Gibdi Suji
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3534

Abstract

Umpan balik dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, oleh karena itu umpan balik perlu diperkenalkan sejak dini. Umpan balik juga dapat membantu mahasiswa mencapai sasaran pembelajaran dan membuat mahasiswa menyadari kekurangan pengetahuannya sehingga dapat memperbaiki performanya. Umpan balik sangat membantu dosen untuk menjamin pencapaian sasaran pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kesempatan dan alokasi waktu pemberian umpan balik antara dosen pre-klinik dan dosen klinik pada Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 40 orang dosen pre-klinik dan 35 orang dosen klinik. Data diambil dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat gambaran bahwa dosen pre-klinik memiliki kesempatan yang cukup dalam memberikan umpan balik (85%), sedangkan dosen klinik mendominasi kategori kurang sebanyak (77,1%). Pengamatan alokasi waktu pemberian umpan balik menunjukan bahwa sebagian besar dosen pre-klinik juga memiliki alokasi waktu yang cukup (95% responden) ketika memberikan umpan balik, sedangkan seluruh dosen klinik merasa tidak memiliki alokasi waktu yang cukup (100%).
POLA PENYAKIT DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA LEHER (THT-KL) RSUD RAGAB BEGAWE CARAM MESUJI PERIODE JANUARI 2018 – DESEMBER 2020 Bara Ade Wijaya Suprayitno; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4271

Abstract

Pemanfaatan pelayanan rawat jalan melalui poliklinik merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam mengatasi permasalahan terkait keluhan penyakit yang dirasakan. Kunjungan masyarakat ini merupakan indikator mutu pelayanan RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji. Jumlah kunjungan pasien poliklinik rawat jalan dengan 10 besar penyakit dibedakan berdasarkan usia, jenis kelamin dan sistem pembiayaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola penyakit di Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji periode Januari 2018 – Desember 2020. Metode yang digunakan deskriptif retrospektif. Hasil penelitian didapatkan kunjungan terbanyak pada tahun 2019 yaitu 755 pasien. Penyakit tersering pada tahun 2018 dan 2019 adalah serumen prop yaitu 117 pasien dan 134 pasien, sedangkan untuk tahun 2020 yang terbanyak adalah otitis externa 110 pasien. Untuk kunjungan usia paling banyak £ 10 tahun yaitu 2018 (218 pasien) dan 2019 (226 pasien), sedang untuk 2020 usia ³ 51 tahun (119 pasien). Pasien laki – laki memiliki kunjungan lebih banyak tahun 2018, sedang untuk 2019 dan 2020 lebih banyak pasien perempuan. Untuk sistem pembayaran dari tahun 2018 hingga 2020 pasien lebih banyak memanfaatkan BPJS dibanding umum. Kesimpulan urutan pola penyakit tersering di Poliklinik THT-KL RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji 2018 yaitu serumen prop, otitis externa, otitis media akut, otitis media supuratif kronis, rhinitis alergi, tonsilitis, rhinosinusitis, benda asing di THT-KL, laringofaringeal reflux disease dan faringitis. Sedangkan untuk 2019 polanya serumen prop, otitis externa, otitis media akut, tonsilitis, rhinitis alergi, otitis media supuratif kronis, rhinosinusitis, laringofaringeal reflux disease, benda asing di THT-KL, dan faringitis. Untuk pola tahun 2020 yaitu otitis externa, serumen prop, otitis media akut, rhinosinusitis, rhinitis alergi, otitis media supuratif kronis, tonsilitis, benda asing di THT-KL, laringofaringeal reflux disease dan faringitis.
STUDI LITERATUR PENGARUH KONDISI RUMAH YANG KUMUH TERHADAP KEJADIAN PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU Clarisa Rahmah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3064

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan peringkat kedua kasus penyakit tuberkulosis (TB) Paru tertinggi di dunia. TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat yang dengan jumlah pasien TB di Indonesia merupakan kedua terbanyak setelah India menyusul China, Philipina, dan Pakistan. Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit radang parenkim paru yang bersifat menular disebabkan oleh infeksi bakteri TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Gejala penyakit TB yang paling sering yaitu batuk berdahak yang berlangsung selama lebih dari dua minggu, nyeri dada, sesak nafas disertai gejala sistemik (demam, malaise, keringat malam, dan anoreksia). TB menyebar melalui droplet nuclei penderita, sehingga setiap orang yang kontak dengan penderita TB memiliki risiko untuk terinfeksi, terutama kontak serumah penderita TB paru. Kondisi lingkungan dalam rumah yang tidak memenuhi syarat menjadi media penularan penyakit TB paru. Faktor lingkungan dalam rumah yang berhubungan dengan kejadian penyakit TB paru adalah ventilasi kamar, kelembaban kamar, sinar matahari, dan kepadatan hunian kamar. Lingkungan yang kumuh dan padat akan membuat penularan TB berlangsung cepat. Penyakit TB dapat dicegah dengan memutuskan rantai penularan yaitu dengan mengobati penderita TB sampai benar-benar sembuh serta dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat serta menjaga kebersihan dengan tidak meludah di sembarang tempat, menggunakan tempat yang tertutup untuk menampung dahak, tidak membuang dahak di sembarang tempat, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam mencegah penularan penyakit TB.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER DENGAN BAHAN DASAR EKSTRAK BIJI ALPUKAT Yeni Agustin; Septi Wulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4290

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk lebih sering mencuci atau membersihkan tangan baik dengan menggunakan sabun ataupun sediaan pembersih tangan lainnya.Dengan harapan mampu menghindarkan atau menghilangkan berbagai bakteri, kuman ataupun kotoran yang ada pada area tangan, baik sebelum maupun setelah beraktivitas dalam keseharian. Salah satu bentuk sediaan pembersih tangan yang berfungsi sebagai antiseptik adalah gel hand sanitizer. Umumnya bahan aktif yang banyak digunakan adalah triklosan. Diharapkan ada bahan aktif alternatif  lainnya yang lebih efektif dan ramah lingkungan diantaranya ekstrak biji alpukat. Penelitian ini berupa penelitian eksperimental yaitu pada formula gel hand sanitizer ekstrak biji alpukat dengan berbagai konsentrasi alkohol F1 0%, F2 10%, F3 20%, F4 60% meliputi (organoleptik, homogenitas, pH, daya dispersif, konsistensi dan viskositas) dan dilanjutkan dengan uji zona hambat terhadap bakteri E. Coli. Sediaan hand sanitizer dengan bahan dasar ekstrak biji buah alpukat formulasi 3 (F3) dengan kandungan alkohol 96% sebanyak 20%b/v mempunyai nilai diameter zona hambat yang paling besar terhadap bakteri E. coli dan memiliki karakteristik fisik sediaan hand sanitizer yg lebih baik.
PENGARUH KONDISI DEFISIENSI VITAMIN PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP RESIKO TERJADINYA PENYAKIT GUILLAIN BARRE SYNDROME : STUDI LITERATUR Hariz Ghulam Ramadhan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2909

Abstract

Corona virus atau SARS CoV-2 pertama kali teridentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Republik Tiongkok. Sejak kemunculan tersebut, berbagai keilmuan mengenai hubungan Covid-19 dengan berbagai sistem tubuh pun bermunculan, salah satunya terkait dengan sistem respirasi. Namun, penelitian mengenai virus ini terus berlanjut dan melibatkan dampak pada sistem saraf. Salah satu gejala langka yang timbul adalah kejang, stroke, dan kasus Guillain Barre Syndrome. Guillain Barre Syndrome adalah penyakit demielinasi yang dimediasi oleh respon imun, beronset akut atau subakut dan biasanya ditandai dengan kelemahan progresif dari ekstremitas, parestesia ekstremitas, dan arefleksia relatif. Pada saat pandemi Covid-19, suplementasi vitamin sangatlah dianjurkan. Vitamin B1 dan D menjadi imunonutrisi di kala pandemi. Defisiensi vitamin B1 (tiamin) dapat meningkatkan resiko terjadinya neuropati perifer sedangkan vitamin D berperan penting dalam homeostasis kalsium dan, dengan demikian, memberikan dukungan penting pada pertumbuhan tulang dengan membantu mineralisasi matriks kolagen. Vitamin D bertindak sebagai imunomodulator, antiinflamasi,dan antioksidan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PEMBERIAN ANTIPIRETIK PADA BALITA DEMAM SEBELUM BEROBAT Al Haikal Habibi; Ratih Ayu Atika; Andri Andri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3762

Abstract

Demam merupakan gejala timbulnya penyakit dengan suhu tubuh diatas normal. Hal ini menimbulkan kecemasan pada orang tua sehingga kebanyakan orang tua akan memberikan obat antipiretik agar panas turun, walaupun demam adalah gejala infeksi virus yang terkadang tidak memerlukan penanganan medis untuk menyembuhkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang pemberian antipiretik pada balita demam sebelum berobat di puskesmas. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 92 responden menunjukkan 53% orang tua memiliki pengetahuan tinggi tentang pemberian antipiretik. Analisa data menggunakan ujiChi-square diperoleh p=0,001 untuk tingkat pendidikan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan orang tua tentang pemberian antipiretik pada anak sebelum berobat.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN TINGGI PURIN TERHADAP KEKAMBUHAN GOUT ARTRITIS DI POLI KLINIK PENYAKIT DALAM RS PERTAMEDIKA UMMI ROSNATI BANDA ACEH Alfina Ansyarullah; Edy Cahyady; Zurriyani Zurriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3285

Abstract

.Penyakit gout merupakan penyakit degeneratif yang sangat mengganggu kualitas hidup. Jumlah pasien gout cenderung meningkat dan kebanyakan tergolong pada kelompok usia produktif. Jenis dan jumlah makanan dapat menjadi salah satu penyebab terdiagnosis gout.Konsumsi makanan tinggi purin merupakan salah satu faktor resiko terhadap kekambuhan gout artritis.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan secara cross sectional dengan sampel yang terdiri dari 35 responden. Teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling dengan alat pengumpul data berupa kuesioner pola makanan tinggi purin  dan frekuensi kekambuhan nyeri. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dari hasil penelitian didapatkan 6 orang(17,14%) yang memiliki pola makan baik dan jarang mengalami kekambuhan gout artritis. Dari 29 orang (82,9%) yang memiliki pola makan buruk, 8 responden ( 22,85%) mengalami jarang kekambuhan nyeri dan 21 responden (60,01%) sering mengalami kekambuhan. Dari hasil analisis data didapatkan nilai P value = 0,005 (α=0,05) yang berarti  Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara konsumsi makanan tinggi purin dengan kekambuhan gout artritis. Kesimpulan hasil penelitian mengindikasikan pentingnya edukasi tentang  pengaturan pola makanan tinggi purin yang baik terhadap pasien gout untuk mencegah terjadinya kekambuhan gout  artritis.
PERBEDAAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG RUTIN DAN TIDAK RUTIN MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Nia Triswanti; Tusy Triwahyuni; Zulfian Zulfian; Arsy Sulisvia Ningsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4072

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi sebesar 0,39% pada tahun 2018. Penyakit gagal ginjal kronik membutuhkan terapi hemodialisa sebagai pengganti fungsi ginjal secara fisiologis, terapi ini dilakukan 2-3 kali dalam seminggu dengan kurun waktu kurang lebih 4-5 jam dari terapi hemodialisa yang dilakukan keadaan ini dapat berpengaruh terhadap jumlah leukosit pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah leukosit pada pasien gagal ginjal kronik yang rutin dan tidak rutin menjalani hemodialisa. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung yang berjumlah 71 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa rekam medik. Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah leukosit pada pasien rutin menjalani hemodialisa sebesar 6.295 /µl. Hasil rata-rata jumlah leukosit pada pasien yang tidak rutin menjalani hemodialisa sebesar 7.142 /µ. Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa tidak ada perbedaan jumlah leukosit pada pasien yang rutin dan tidak rutin menjalani hemodialisa dengan nilai p=0,193 (p>0,005). Tidak ada perbedaan jumlah leukosit pada pasien gagal ginjal kronik yang rutin dan tidak rutin menjalani hemodialisa. Peneliti selanjutnya diharapkan memperhatikan pengelolaan variabel-variabel yang mempengaruhi hasil penelitian seperti lamanya proses hemodialisa.

Page 24 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue