cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
PERUBAHAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ENZIMATIK ENDOGEN YANG TERJADI AKIBAT KONSUMSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) BERDASARKAN DOSIS, WAKTU PAJANAN, DAN DAERAH DI JARINGAN OTAK Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2962

Abstract

Monosodium glutamat telah digunakan sebagai bahan tambahan makanan yang digunakan secara luas di Indonesia. MSG dapat menyebabkan kerusakan pada neuron dan fungsi otak, serta dapat menyebabkan stres oksidatif yang meningkat melebihi batas aman. Superoksida dismutase (SOD), katalase (CAT), dan glutation peroksidase (GPx) merupakan antioksidan enzimatik endogen yang mampu diproduksi tubuh. Ketidakseimbangan jumlah radikal bebas dengan jumlah antioksidan endogen yang dihasilkan tubuh disebut stres oksidatif. Penurunan aktivitas antioksidan dapat digunakan sebagai parameter peningkatan ROS (spesies oksigen reaktif). Dosis dan waktu pajanan MSG meningkatkan progresifitas penurunan antioksidan enzimatik jaringan otak pada hewan coba. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin tinggi perubahan aktivitas antioksidan dan semakin lama penurunan yang diberikan akan semakin meningkat perubahan aktivitas antioksidan. Secara keseluruhan, daerah di otak yang membatasi efek antioksidan terletak di semua daerah termasuk otak besar, otak kecil, batang otak, dan diensefalon. Dengan dosis rendah dimulai pada dosis 20mg/kgBB telah menunjukkan penurunan aktivitas superoksida dismutase (SOD) dan katalase, dan dimulai dengan presentasi MSG hanya 6-7 hari, telah dapat terbukti mampu mencegah aktivitas antioksidan aktif selama 14 hari ke depan tanpa perubahan.
GAMBARAN ANGKA KENAIKAN BERAT BADAN SAAT MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA ANGKATAN 2017 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Festy Ladyani Mustofa; Ismalia Husna; Dessy Hermawan; Siti Sarah Langki
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.4026

Abstract

Penambahan berat badan dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara konsumsi energi dengan pengeluaran energi, seperti pola makan tidak teratur terutama saat stay at home masa pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran angka kenaikan berat badan saat masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian jenis deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder. Cara pengambilan datanya dengan menggunakan kuesioner pola makan yang telah diuji validitas dan reliabilitas, menimbang berat badan secara langsung dan mengambil data penelitian sebelumnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2020 dan Sampelnya adalah mahasiswa angkatan 2017 yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak 44 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Berdasarkan pengolahan data Berat badan sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan 25 (56,8) dengan distribusi usia terbanyak 21 tahun 20 (45,5) jenis kelamin perempuan 27 (61,4), IMT Obesitas 2 14 (15,9) dan terdapat perubahan pola makan saat masa pandemi COVID-19 27 (61,4). Terdapat kenaikan berat badan saat masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2020 dengan angka kenaikan berat badan terbanyak 1 kg.
EKSISI DAN MEGA PROSTHESIS PADA GIANT CELL TUMOR PROXIMAL TIBIA (LAPORAN KASUS) Mujaddid Idulhaq; Bayu Sakti Jiwandono; Ariya Maulana Nasution; Handry TH
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3251

Abstract

Giant cell tumor (GCT) merupakan tumor destruktif tulang yang muncul di antara dekade kedua dan keempat, lokasi predileksi umumnya pada epifisis tulang panjang. Pemilihan tatalaksana operasi sangat penting dan masih menjadi perdebatan. Sebagaimana masih beragamnya pilihan tindakan pembedahan. Klasifikasi Campanacci dapat digunakan sebagai acuan untuk panduan tatalaksana. Pada kasus ini kami melaporkan seorang wanita, usia 18 tahun dengan diagnosa giant cell tumor pada proximal tibia dextra dengan Campanacci grade III. Pasien telah menjalani operasi limb salvage tahap pertama berupa eksisi luas pada proximal tibia dextra dan knee arthrodesis. Setelah 4 bulan dilakukan operasi limb salvage tahap kedua yaitu knee arthroplasty dengan megaprosthesis. Untuk mencegah komplikasi implant expose, dilakukan muscular flap dan split thickness skin grafting (STSG). Setelah dilakukan evaluasi selama 4 bulan, klinis pasien baik, pasien dapat berjalan alat bantu dan tanpa nyeri, tidak ada komplikasi pada luka operasi dan fiksasi implan baik. Kesimpulan yang didapatkan bahwa limb salvage surgery pada giant cell tumor proximal tibia dapat dilakukan dengan tindakan rekonstruksi dua tahap. Teknik muscular flap dan split thickness skin grafting (STSG) dapat digunakan untuk mencegah terjadinya implant expose.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKUKAN PERSONAL HYGIENEDI PANTI SOSIAL TERATAI Abu Bakar Sidik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4275

Abstract

Aktivitas kehidupan harian yang dalam istilah bahasa Inggris disingkat ADL (activity of daily living) adalah merupakan aktivitas pokok bagi perawatan diri. Dengan kata lain, besarnya bantuan yang diperlukan dalam aktivitas kehidupan sehari- hari serta untuk menyusun rencana perawatan jangka panjang. Kebersihan seseorang merupakan bagian dari penampilan dan harga diri sehingga jika seseorang mengalami keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan personal hygiene bisa jadi akan mempengaruhi kesehatan secara umum, dapat diketahui bahwa secara individu, pada usia di atas 55 tahun terjadi proses penuaan  secara  alamiah.  Hal  ini  menimbulkan  berbagai  masalah  baik  fisik,  mental,  sosial,  ekonomi  dan  psikologis, kesehatan. Hal ini termasukmenjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.   Kemandirian di dalam mengurus diri sendiri dapat dinilai dari kemampuannya melakukan aktivitas tanpa pengawasan, pengarahan atau bantuan orang lain, seperti mandi, berpakaian rapi, pergi ke toilet dan melakukan sendiri aktivitas, berpindah tempat (berpindah dari lantai ke kursi, dari kursi ke tempat tidur, berjalan, naik dan turun tangga, dapat mengontrol buang air besar dan kecil (tidak beser), dan dapat makan sendiri dengan baik (misalnya makanan tidak berserakan di sekitarnya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor  yang  berhubungan  dengan  kemandirian  lansia  dalam  melakukan  personal hygiene  di Panti Sosial  Teratai  Palembang Tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pemilihan sampel dengan menggunakan total populasi 64 responden. pada tanggal 3 april - 10 Juli Tahun 2018. Analisis  statistic  menggunakan  uji  chi-square dengan  nilai  p  value= 0,05. Hasil penelitian  ini menunjukkan  distribusi frekuensi responden  sebagian besar  memiliki pengetahuan  baik sebanyak 45  orang (70,3%), sebagian  besar responden memiliki kemandirian sebanyak 36 orang (56,3%) dan sebagian besar responden memiliki personal hygiene baik sebanyak 48 orang (75,0%). Ada hubungan pengetahuan dengan personal hygiene pada lansia di Panti Sosial Teratai Palembang Tahun 2018 (ρ=0,003).  Ada hubungan kemandirian dengan personal hygiene pada lansia di Panti Sosial Teratai Palembang Tahun 201 (ρ=0,040). Disarankan kepada pihak pengelola Panti Sosial Teratai Palembang untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan pengarahan-pengarahan tentang kebersihan diri melalui sosialisasi maupun poster-poster tentang  kebersihan diri kepada penghuni panti agar pengetahuan penghuni panti tentang pentingnya kebersihan diri semakin baik lagi.
STUDI LITERATUR PENGARUH EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG (SONCHUS ARVENSIS) TERHADAP AKTIVITAS XANTIN OKSIDASE UNTUK PENGOBATAN HIPERURISEMIA Anisa Adelia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3099

Abstract

Asam urat yang kadarnya melampaui nilai batas normal dalam darah seseorang akan mengakibatkan hiperurisemia. Penyakit ini tergolong kedalam penyakit metabolik yang merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi cukup tinggi baik di Negara maju ataupun Negara berkembang. Penggunaan obat-obatan atau agen hipourisemia secara terus menerus dalam mengatasi masalah hiperurisemia menimbulkan banyak efek samping, hal tersebut mengakibatkan masyarakat beralih kepada pengobatan alternatif atau tradisional dengan cara memanfaatkan esktrak tanaman daun tempuyung (Sonchus Arvensis) dikarenakan kandungan senyawa metabolit sekundernya yaitu Flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menghambat aktivitas enzim xantin oksidase yang mengkonversi xantin menjadi asam urat. Tujuan : Mengetahui lebih lanjut mengenai potensi daun tempuyung sebagai agen anti hiperurisemia. Metode : Studi literatur dari berbagai jurnal baik nasional ataupun internasional, dimana studi literatur dilakukan dengan cara membaca, memahami dan mereview literatur dari berbagai macam sumber yang digunakan. Hasil : Ekstrak daun tempuyung memiliki kemampuan dalam menghambat kerja enzim xantin oksidase. Kesimpulan :  Ekstrak daun tempuyung (Sonchus Arvensis) memiliki potensi sebagai agen anti hiperurisemia. Hal tersebut dikarenakan kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun tempuyung yaitu Flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menghambat kerja enzim xantin oksidase dalam mengkonversi xantin menjadi asam urat sehingga asam urat dalam darah seseorang dapat ditekan kadarnya
AKTIVITAS LARVASIDA INFUSA DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti Gita Susanti; Oom Komalasari; Aini Ria Rahayu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4292

Abstract

Daun seledri mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, dan minyak atsiri yang bermanfaat sebagai larvasida. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas larvasida infusa daun seledri terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Randomized Post Only Control Group Design. Konsentrasi mortalitas infusa terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yang digunakan yaitu5% v/v, 10% v/v, dan 15% v/v. Parameter yang diamati adalah jumlah larva yang mati dalam 24 jam. Hasil penelitian didapatkan mortalitas larva pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% masing-masing sebesar 66,6%, 90%, dan 96%.Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi infusa daun seledri 10% sudah memiliki aktivitas larvasida terhadap Aedes aegypti.
TATA LAKSANA KELAHIRAN NEONATUS DARI IBU YANG TERKAIT COVID-19 Daniel Christianto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2922

Abstract

COVID-19 (Corona virus disease 2019) telah dinyatakan sebagai kasus pandemi. Penyakit ini juga dapat menyerang ibu yang sedang hamil, dan anak dari segala usia. Tentu hal ini membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi seorang bayi yang akan dilahirkan dari ibu terkait COVID-19. Naskah ini menguraikan langkah-langkah tata laksana kelahiran neonatus dari ibu yang dicurigai atau dikonfirmasi COVID-19. Tujuan penulisan naskah ini adalah melakukan tinjauan yang cepat dan tepat oleh praktisi kesehatan untuk memastikan perawatan terbaik bagi bayi baru lahir. Penggunaan steroid antenatal hendaknya mempertimbangkan manfaat dan potensi bahayanya bagi janin dan pasien hamil. Ringkasannya, neonatus yang lahir dari ibu dengan COVID-19 hendaknya dilahirkan dengan alur tata laksana yang sesuai, dan mengikuti pembaruan lebih lanjut tentang SARS-CoV-2 dan COVID-19. Sementara itu, ibu dengan tes COVID-19 yang tertunda saat persalinan harus dianggap sebagai orang yang sedang diselidiki untuk infeksi.
PRIMIGRAVIDA ATERM DENGAN SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA DAN SLEBELUM INPARTU JANIN TUNGGAL HIDUP PRESENTASI KEPALA Fonda Octarianingsih Shariff; Ahmad Fikri Zulaeni; Frida Puspitasari; Ilham Akbar AR; Asmia Djunishap; Uswatul Hasanah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3813

Abstract

Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) adalah penyakit multi sistem yang disebabkan oleh kerusakan jaringan sebagai akibat dari terbentuknya antibodi dan komplemen dari reaksi imun kompleks. Rancangan/desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kasus kontrol (Case Control). Wanita umur 26 tahun dirawat di bangsal obstetri dengan diagnosa G1P0A0 hamil aterm dengan superimposed preeklamsia dan SLE belum inpartu janin tunggal hidup dengan presentasi kepala datang dari IGD RS Pertamina Bintang Amin. Pasien memiliki penyakit sekarang hipertensi tidak terkontrol dan SLE sejak september 2019 namun tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga.pasien rutin meminum obat metilprednisolon 8mg dan amlodipine 10mg jika dirasa sudah merasakan pusing saja. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 150/100mmHg serta status generalis terdapat edema pada kedua tungkai bawah. Pemeriksaan obstetri, fundus setinggi 3 jari dibawah procesusxipoideus dengan kontraksi uterus baik dan DJJ 135x/ menit. Pada pemeriksaan USG didapatkan janin tunggal hidup dengan usia kehamilan 38 minggu, air ketuban cukup, jenis kelamin laki-laki, plasenta di fundus, Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan proteinuria 100 (++). Pasien didiagnosis dengan G1P0A0 hamil aterm dengan superimposed preeklamsia dan SLE belum inpartu janin tunggal hidup dengan presentasi kepala. Penatalaksanaan Pada pemeriksaan USG didapatkan janin tunggal hidup dengan usia kehamilan 38 minggu, air ketuban cukup, jenis kelamin laki-laki, plasenta di fundus, Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan proteinuria 100 (++). Penatalaksanaan pada pasien ini dilakukan tindakan operasi sectio caesarea dengan segera dan pemberian terapi konservatif IVFD RL 20 tpm, MgSO4 40% (loading dose diberikan 4 gram IV selama 15 menit, maintenance dose drip 6 gram dalam RL selama 6 jam), Nifedipin 3x10 mg, Inj. MgSo4 20% 10cc IV. Setelah itu pasien dirawat selama tiga hari Observasi TTV, GCS, Skala nyeri, Kontraksi uterus , perdarahan, menilai TFU diberikan terapi IVFD RL +1 amp Oxytocin + tramadol 1amp XX gtt, Pronalges 2x1 supp, Nifedipine 2x10 mg tab , Obimin 2x1 tab, Cefadroxil 2x1 tab, Lactafit 2x1 dan diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik dan mendapat edukasi.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK MAHKOTA DEWA (Phaleria Macrocarpa) SEBAGAI REPELAN NYAMUK Aedes aegypti Rahmatullah Rayman; Hanna Mutiara; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3300

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi ancaman bagi beberapa daerah di Indonesia yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Banyak cara untuk mencegah penularan penyakit DBD salah satunya dengan menggunakan repelan. Namun repelan yang beredar di masyarakat terdiri dari bahan yang bersifat toksik bila dipakai dalam jangka waktu yang lama. Maka dari masalah ini mulai dicari bahan alami untuk dijadikan sebagai repelan. Buah mahkota dewa memiliki kandungan zat aktif yang merupakan hasil metabolit sekunder, yang alaminya berfungsi sebagai penolak hama pada buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak buah mahkota dewa sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan ekstrak mahkota dewa yang dilakukan dari bulan oktober sampai desember 2017. Nyamuk Aedes aegypti dilakukan rearing di laboratorium Zoologi Universitas Lampung dan pengujian repelan dilakukan dengan pengambilan data sebanyak 6 kali menggunakan kelinci dan dimasukkan ke dalam kurungan yang berisi 25 ekor nyamuk Aedes aegypti lalu diujikan sebagai repelan dalam bentuk lotion dengan konsentrasi 0%, 12,5%, 25%, dan 50%. Daya proteksi masing-masing konsentrasi dihitung dan estimasi konsentrasi efektif (Effective Concentration 50%) dan waktu efektif (Effective  Time 50%) dianalisis menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak mahkota dewa memiliki daya proteksi pada nyamuk Aedes aegypti. Serta nilai EC50 adalah 6,830% dan nilai ET50 pada menit ke-38. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak mahkota dewa menunjukkan memiliki aktivitas repelan pada nyamuk Aedes aegypti.
PERBEDAAN KADAR KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG RUTIN DENGAN TIDAK RUTIN MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Rima Puspita Sari; Zulfian Zulfian; Nia Triswanti; Tusy Triwahyuni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4088

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan suatu keadaan kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel. Upaya agar dapat menurunkan kadar kreatinin serum tentu dengan memperbaiki fungsi dari ginjal yaitu dengan hemodialisa, terapi hemodialisa rutin yaitu dengan 2 atau 3 kali dalam seminggu, sekurang kurangnya sudah berlangsung selama 3 bulan secara continue. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar kreatinin yang rutin dengan tidak rutin menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 71 dengan teknik Total Sampling. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney mendapatkan p-value = 0,835 dimana lebih dari nilai kemaknaan yaitu 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari kadar kreatinin rutin dengan tidak rutin melakukan hemodialisa. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rutin dengan tidak rutin melakukan hemodialisa pada pasien GGK di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung.

Page 25 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue