cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
REVIEW : MANFAAT TANAMAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Ness) TERHADAP SISTEM IMUN TUBUH Riska Priyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2963

Abstract

Sistem imun merupakan kumpulan mekanisme dalam suatu mahluk hidup yang melindunginya terhadap infeksi dengan mengidentifikasi dan membunuh substansi patogen. Sel yang terlibat dalam sistem imun dalam tubuh adalah sel T yang dihasilkan oleh timus dan sel B yang dihasilkan di sumsum tulang belakang. Perkembangan dan aktivitas dari sel T dapat distimulasi dengan cara penambahan suatu immunomodulator. Salah satu tanaman obat yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator adalah sambiloto (Andrographis paniculata Ness). sambiloto mengandung deoxyandrographolide, andrographolide, 14-deoxy-11, neoandrographolide, 12-didehydroandrographolide, homoandrographolide, diterpenoid dan flavonoid. Sambiloto memiliki senyawa aktif bernama andrografolid, dimana senyawa ini dapat berperan sebagai immunomodulator khususnya imunostimulan yang mampu meningkatkan kerja sistem imun. Kandungan andrografolid didalamnya mampu meningkatkan fungsi sistem pertahanan tubuh seperti sel darah putih untuk menyerang bakteri dan antigen lainnya (immunomodulator), flavonoid sebagai antiinflamasi, dan tanin sebagai antidiare. Tanaman sambiloto juga bisa menjadi imunosupresor yang dapat menurunkan respon kekebalan tubuh saat sistem kekebalan tubuh meningkat melebihi kondisi tubuh normal. Tetapi sampai saat ini jarang ditemui efek samping yang tidak diinginkan saat sambiloto digunakan.
PENGARUH LABA-ICS (LABACS) TERHADAP FORCED EXPIRATORY VOLUME IN 1 SECOND (FEV1) PASIEN ASMA DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Cindi Anggraeni; Retno Ariza Soemarwoto; Hetti Rusmini; Aditya Aditya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.4047

Abstract

Penilaian asma dapat dilakukan secara objektif dengan pengukuran fungsi paru menggunakan spirometri berupa penilaian Forced Expiratory Volume (FEV1). Ada sekitar 23.061.681 penggunaan resep LABA-ICS (LABACs) yang dikeluarkan untuk 805.860 orang dari tahun 2000 hingga 2016. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh LABA-ICS (LABACs) sebagai terapi pengontrol pada pasien asma di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung periode Juli 2017 - Juli 2020. Penelitian ini adalah penelitian jenis analitik yang menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Penelitian ini dilakukan pada bulan November tahun 2020 dan Sampelnya adalah pasien asma di Klinik Harum Melati dan Rumah Sakit Umum (RSU) Wisma Rini sebanyak 523 data pasien asma dan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak 118 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perubahan nilai FEV1 yang tidak signifikan dengan Budesonide-Formoterol (p = 0,92), Beclometasone-Formoterol (p = 0,19), dan Fluticasone-Salmeterol (p = 0,88). Terjadi perubahan rerata nilai FEV1 sebelum diberikan Budesonide-Formoterol, Beclomethasone-Formoterol dan Fluticasone-Salmeterol dari 66,87, 70,36 dan 69,56 menjadi 70,19, 75,76 dan 69,31. Pada penelitian ini, meskipun tidak ada perubahan signifikan antara FEV1 sebelum dan sesudah pemberian terapi, tetapi ada perubahan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian terapi.Penilaian asma dapat dilakukan secara objektif dengan pengukuran fungsi paru menggunakan spirometri berupa penilaian Forced Expiratory Volume (FEV1). Ada sekitar 23.061.681 penggunaan resep LABA-ICS (LABACs) yang dikeluarkan untuk 805.860 orang dari tahun 2000 hingga 2016. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh LABA-ICS (LABACs) sebagai terapi pengontrol pada pasien asma di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung periode Juli 2017 - Juli 2020. Penelitian ini adalah penelitian jenis analitik yang menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Penelitian ini dilakukan pada bulan November tahun 2020 dan Sampelnya adalah pasien asma di Klinik Harum Melati dan Rumah Sakit Umum (RSU) Wisma Rini sebanyak 523 data pasien asma dan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebanyak 118 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perubahan nilai FEV1 yang tidak signifikan dengan Budesonide-Formoterol (p = 0,92), Beclometasone-Formoterol (p = 0,19), dan Fluticasone-Salmeterol (p = 0,88). Terjadi perubahan rerata nilai FEV1 sebelum diberikan Budesonide-Formoterol, Beclomethasone-Formoterol dan Fluticasone-Salmeterol dari 66,87, 70,36 dan 69,56 menjadi 70,19, 75,76 dan 69,31. Pada penelitian ini, meskipun tidak ada perubahan signifikan antara FEV1 sebelum dan sesudah pemberian terapi, tetapi ada perubahan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian terapi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU BALITA TERHADAP STUNTING DI KECAMATAN KUTA BARO Rizka Utari Maulina; Cut Ana Marfari; Elmiyati Elmiyati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3388

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan (X1), sikap (X2) dan perilaku ibu balita (X3) terhadap stunting (Y). Metode yang digunakan adalah kuantitatif. sampel dalam penelitian ini sebanyak 91 orang Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus regresi linier sederhana. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai r untuk X1 adalah 0,063. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang sangat rendah terhadap Y. Nilai r untuk X2 adalah 0,118. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang sangat rendah terhadap Y. Nilai r untuk X3 adalah 0,295. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang rendah terhadap Y. Dari hasil pembuktian hipotesis diperoleh nilai thitung untuk X1 adalah 7,872, X2 adalah 3,575 dan X3 adalah 2,136 dengan nilai ttabel adalah 1,662 nilai tersebut lebih kecil dari thitung dengan demikian terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap stunting. Secara simultan diperoleh nilai r adalah 0,309 nilai ini menunjukkan hubungan yang rendah antara X1, X2 dan X3 terhadap Y. Kesimpulannya bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan ibu balita (X1), sikap Ibu balita (X2) dan perilaku ibu balita (X3) terhadap stunting (Y) di di wilayah kerja puskesmas Kuta Baro Aceh Besar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP GAGALGINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISA Lela Aini; Lenny Astuti; Shinta Maharani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4278

Abstract

Untuk mengetahui hubungan Usia, Penghasilan, dan Lama Menjalani Hemodialisa dengan Kualitas Hidup Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI Siti Khadijah Palembang pada tanggal 18-24 Juni 2019 sebanyak 50 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSI Siti Khadijah Palembang sebanyak 50 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi responden gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan kategori usia >15 tahun dan≤ 65 tahun yaitu 64,0 % dan usia ≤ 15 tahun dan > 65 tahunyakni 36,0 %. Distribusi frekuensi kategori penghasilan tidak UMR < 2,917.260 yakni 34,0 % dan penghasilan UMR ≥2,917.260 yakni 66,0%. Distribusi frekuensi kategori lama hemodialisa ≤ 11 bulan yakni 42,0 % dan >11 bulan yakni 58,0 %. Distribusi frekuensi kategori kualitas hidup hidup baik >59  yaitu 20,0 % dan kualitas hidup tidak baik ≤ 59 yaitu  80,0 %.
STUDI LITERATUR EFEK MODIFIKASI GAYA HIDUP SECARA INTENSIF PADA PREDIABETES Serra Meilawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3211

Abstract

Prediabetes adalah kondisi sebelum terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Impaired Fasting Glucose (IFG) dan Impaired Glucose Tolerance (IGT) merupakan kondisi prediabetes. Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 yang terus meningkat disebabkan karena setiap tahunnya 4-9% orang dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes. IGT mempunyai risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2. Sehingga upaya pencegahan agar tidak berkembangnya prediabetes menjadi diabetes mellitus tipe 2 menjadi sangat penting. Modifikasi gaya hidup secara intensif merupakan upaya yang dapat dilakukan pada prediabetes. Diabetes Prevention Program (DPP) di Amerika Serikat dan Finnish Diabetes Prevention Study (DPS) melakukan uji klinis yang menunjukkan bahwa modifikasi gaya hidup efektif dalam mengurangi atau menunda onset diabetes mellitus tipe 2 sebesar 4058% pada individu yang mempunyai risiko tinggi. Adapun modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan seperti, penurunan berat badan pada prediabetes dianjurkan sebesar 5-10% dari berat badan awal, perubahan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana dan memperbanyak konsumsi serat, dan aktivitas fisik dilakukan selama 30-60 menit setiap hari. Modifikasi gaya hidup secara intensif pada prediabetes mempunyai efektivitas yang bagus.
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER MALARIA DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT MALARIA DI DESA SUKAJAYA LEMPASING KABUPATEN PESAWARAN Devita Febriani Putri; Tusy Triwahyuni; Ismalia Husna; Agelia Nabilah Azra; Muhamad Yasir; Tri Ayati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4590

Abstract

Tingkat pengetahuan dan sikap kader malaria berperan besar dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat berpartisipasi dalam pengendalian penyakit malaria. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristikpengetahuan dan sikap kader malaria dalam pengendalian penyakit malaria di Desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kader malaria yang berada desa Sukajaya Lempasing, denganpengambilan sampel dengan cara total sampling. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 35 responden. Data dianalisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi tingkat pengetahuan dan sikap kader malaria dalam pengendalian penyakit malaria. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap sebagian besar kader malaria di Desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran berada pada kategori baik dengan persentase 57.1% dan 94.3%. Namun tidak diimbangi dengan kesadaran dan tindakan dalam pengendalian penyakit malaria, sehingga angka kejadian malaria masih tinggi. Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik dari kader malaria harus didukung dengan kesadaran, praktek, dan tindakan serta partisipasi dari masyarakat.Perlunya pemilihan kader malaria yang berasal dari tokoh masyarakat sehingga dapat menggerakan masyarat untuk berpartisipasi sepenuhnya agar target program eleminasi malaria di Desa Sukaya Lempasing Kabupaten Pesawaran dapat tercapai.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN CBT PADA MAHASISWA BARU DI FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2019 Sri Maria Puji Lestari; Esteria Marhayuni; Octa Reni Setiawati; Muhammad Nizar Nugraha Kamil
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2931

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Kecemasan mahasiswa dapat dipengaruhi dari banyak faktor, salah satunya adalah kualitas tidur. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian CBT pada mahasiswa baru. Penelitian kuantitatif dengan metode analitik dan desain cross sectional, populasi adalah Mahasiswa baru fakultas kedokteran umum Universitas Malahayati tahun 2019. Dari 106 responden yang diteliti didapatkan distribusi frekuensi kualitas tidur buruk sebanyak 76 orang (71,7%). Distribusi frekuensi kecemasan terlihat bahwa mahasiswa yang tidak ada kecemasan sebanyak 28 orang (26,4%). Ada hubungan kualitas tidur dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian CBT pada mahasiswa baru di fakultas kedokteran umum Universitas Malahayati tahun 2019 dengan nilai p-value = 0,033.
PERBANDINGAN POLA SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK DI RUANG ICU DAN RUANG RAWAT INAP NON ICU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOK BANDAR LAMPUNG Hidayat Hidayat; Abdurrohman Izzuddin; Sanjoto Santibudi; Sari Novpriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3939

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional atau secara berlebih dapat mengakibatkan terjadinya resistensi dan multi drug resisten pada bakteri. Ruang ICU merupakan salah satu ruang rawat dengan penggunaan antibiotik yang lebih banyak selain ruang rawat lainnya. Hal ini yang menyebabkan sering ditemukan bakteri yang sudah multi drug resisten di ruang ICU. untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik di ruang ICU dan ruang rawat inap Non ICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung periode Juli-Desember 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah hasil pemeriksaan kultur resistensi dari 525 pasien di ruang ICU dan ruang rawat inap Non ICU yang mendapat terapi antibiotik periode Juli-Desember 2019. Diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Instalasi Patologi Klinik RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung. Uji statistik menggunakan uji univariat. Data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil uji kultur dan resistensi periode Juli-Desember 2019 didaptkan, pada ruang ICU didapatkan bakteri tertinggi, yaitu Klebsiella pneumoniae (18%) masi sensitif terhadap antibiotik Meropenem (91,7%) dan pada ruang rawat inap Non ICU didapatkan bakteri tertinggi, yaitu Staphylococcus sp (23%) yang masi sensitif terhadap Meropenem (90,2%).
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN RISIKO DIABETES TIPE 2 Mutiara Fauza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i4.3311

Abstract

Diabetes tipe 2 atau yang disebut juga sebagai diabetes melitus adalah penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Jumlah penderita diabetes kian meningkat pesat di seluruh dunia. Federasi Diabetes Internasional melaporkan bahwa pada 2015, terdapat 415 juta orang dewasa yang menderita diabetes. Pada 2040, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta jiwa. Risiko terjadinya kebutaan, penyakit ginjal, dan amputasi pada penderita diabetes melitus tipe 2 adalah 20 hingga 40 kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes. Mereka yang menderita diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko dua hingga lima kali lebih tinggi untuk mengalami infark miokard, dan dua hingga tiga kali lebih tinggi untuk mengalami stroke. Mengingat bebannya yang signifikan, identifikasi faktor gaya hidup yang dapat dimodifikasi sangat penting untuk pencegahan diabetes. Penelitian oleh Akash et al (2013) telah melihat hubungan antara konsumsi kopi dengan diabetes melitus. Penelitian di beberapa negara seperti Amerika, Eropa, dan Asia memperlihatkan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko diabetes melitus. Kopi mengandung ratusan senyawa aktif, serta beberapa zat yang diduga dapat meningkatkan penyerapan glukosa dan metabolisme glukosa. Kopi adalah salah satu minuman yang banyak  dikonsumsi seluruh dunia, dengan demikian menyelidiki hubungan kopi dengan berbagai penyakit memiliki implikasi kesehatan yang penting bagi masyarakat.
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SAMPEL DARAH 3 mL, 2 mL, DAN 1 mL DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA DI UTD RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Syuhada Syuhada; Abdurrahman Izzuddin; Feri Agustin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4106

Abstract

Dalam pemeriksaan hematologi, pada saat pengambilan sampel darah terjadi kondisi dimana sampel darah yang didapatkan terkadang tidak mencukupi standar volume tabung vacutainer sehingga sampel darah yang diperiksa tidak sesuai dengan standar antikoagulan. Yang pada akhirnya menyebabkan hasil pemeriksaan hematologi yang kurang akurat. Antikoagulan yang sering dipakai pada pemeriksaan hematologi adalah EDTA and pada penelitian ini antikoagulan yang dipakai adalah K2EDTA. Pemeriksaan kadar hemoglobin sendiri merupakan salah satu pemeriksaan yang penting untuk menegakan diagnosa penyakit anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada volume sampel darah 3 mL, 2 mL, dan 1 mL dengan antikoagulan K2EDTA. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Subjek penelitian berjumLah 40 orang responden yang diambil dengan teknik convenience dengan total 120 sampel darah. Darah diambil sebanyak 6 mL pada setiap orangnya yang kemudian dibagi kedalam tiga tabung vacutainer K2EDTA 3 mL dengan volume 1 mL, 2 mL, dan 3 mL. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik yaitu One Way Anova dengan SPSS 26. Pada uji parametrik One Way Anova didapatkan hasil 0,0952 (p-value 0,05) sehingga perbedaan antara volume 1 mL, 2 mL, dan 3 mL dianggap tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil pemeriksaan kadar haemoglobin antar volume 1 mL, 2 mL, dan 3 mL dalam tabung vacutainer K2EDTA.

Page 26 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue