cover
Contact Name
Muhammad Kurniawan Alfadli
Contact Email
m.kurniawan@unpad.ac.id
Phone
+6285669298592
Journal Mail Official
bsc.ftg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Scientific Contribution : Geology
ISSN : 16934873     EISSN : 2541514X     DOI : doi.org/10.24198/bsc%20geology.v18i1
BSC Geology adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran,terbit 3 kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember), yang menerbitkan karya tulis ilmiah dalam bidang kebumian terutama yang berkaitan dengan geologi seperti : Petrologi Paleontologi Geomorfologi Stratigrafi Geologi Dinamik Geologi Lingkungan dan Hidrogeologi Geologi Teknik Geokimia Geofisika Sedimentologi. Setiap artikel yang akan diterbitkan adalah bersifat tanpa biaya (no processing charges dan no submission charges). Dewan redaksi dan penerbit tidak pernah meminta bayaran untuk penerbitan pada jurnal ini. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk memperkaya pengetahuan dan informasi tentang ilmu kebumian dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama.
Articles 419 Documents
POLA PERSEBARAN DAN ESTIMASI CADANGAN TANAH MERAH PADA DESA TANJUNG KECAMATAN SURIAN KABUPATEN SUMEDANG MUTAQIN, DEDEN ZAENUDIN; MARDIANA, UNDANG; MOHAMMAD, FEBRIWAN; ALFADLI, MUHAMMAD KURNIAWAN
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i2.27826

Abstract

Kesuburan alami tanah merah mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium meningkatkan produksi tanaman. Penambangan tanah merah tidaklah semudah yang dibayangkan karena karena belum tahu perkiraan ketebalan tanah merah untuk kearea prospek. Tahapan eksplorasi guna mengetahui persebaran dan estimasi cadangan yang dapat mengurangi resiko dalam upaya penambangan tanah merah. Metode penelitian  yang digunakan berupa pengukuran geolistrik 1D dengan jumlah 15 titik pengukuran dengan luas 30 ha. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pola sebaran dan estimasi cadangan tanah merah pada desa Tanjung kecamatan Surian kabupaten Sumedang.  Hasil penelitian menunjukan tanah merah memiliki niali resistivitas >30 ohm.meter dengan ketebalan  berkisar 3.5-20 meter dengan pola persebaran acak  dengan warna coklat kemerahan, berbutir lempung lanauan. Kemudian pada bagian bawahnya berupa batulanau, dan batupasir dari formasi batuan sedimen.Kata kunci : Resistivitas, Surian, Tanah merah
Pemetaan Pintas dan Analisis Geologi Lingkungan, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Setiawan, Iwan Fahlevi; Ganjar Gani, Reza Mohammad
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i2.28433

Abstract

Kabupaten Bandung memiliki 31 Kecamatan, 270 Desa dan 10 Kelurahan yang terbagi ke dalam 8 Wilayah Pengembangan (WP) (Buku Rencana Kabupaten Bandung 2016-2036). Sejalan dengan kondisi seperti ini perkembangan daerah Kabupaten Bandung cukup siginifikan baik di bidang perekonomian, kependudukan, jasa, industri, pertanian dan sebagainya, menyebabkan timbulnya kebutuhan lahan untuk pembangunan prasarana fisik dan pengembangan wilayah baik untuk pemukiman, industri, perkantoran dan lainnya. Menurut Yovi (2015) bahwa proses perkembangan suatu kota akan berpotensi menciptakan tantangan bagi perencanaan kota yang sangat terkait dengan perubahan penggunaan lahan. Setiap perubahan penggunaan lahan tentunya akan menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu analisis geologi lingkungan di Kutawaringin dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kondisi geologi lingkungan daerah tersebut dan diharapkan data ini dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam rangka kegiatan pembangunan. Penelitian ini merupakan tahap awal yang lebih ditekankan kepada pengumpulan data sekunder berupa data spatial yang meliputi peta topografi, citra satelit, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta kehutanan, dan data penunjang lainnya serta didukung oleh data pengamatan lapangan. Berdasarkan komponen-komponen daya dukung sumber daya dan kendala geologi yang berkembang di kecamatan Kutawaringin, maka wilayah Kecamatan Kutawaringin dapat dibagi menjadi tujuh Satuan Geologi Lingkungan (SGL), yaitu: SGL 1, SGL2, SGL 3, SGL 4, SGL 5, SGL 6 dan SGL 7.  Masing-masing dari satuan tersebut memiliki karakteristik tersendiri
LINGKUNGAN PURBA FORMASI JATILUHUR BERDASARKAN KUMPULAN FOSIL FORAMINIFERA PADA DAERAH DESA JATILUHUR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JATILUHUR, KABUPATEN PURWAKARTA, JAWA BARAT Osvaldus, Rodrigo; Jurnaliah, Lia; Muljana, Budi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i1.33366

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to determine environmental changes in the study area based on the abundance of foraminifera fossils and the lithology of the emerging rocks. The research area is in Jatiluhur District, Purwakarta Regency, West Java Province. Rock samples taken during the Advanced Geological Mapping activity were then used as a composite log, divided into 15 rock samples representing any changes in lithological characteristics. The number of small foraminifera fossils found from the 15 samples was 120,912 individuals with 75,840 individual planktonic foraminifera fossils and 45,072 individual benthonic foraminifera fossils. The abundance of small foraminifera fossils varies in number in each sample and the number is more abundant in the younger layers than in the older layers. The P / B ratio analysis was performed using a comparison calculation between planktonic and benthonic foraminifera. From the P / B ratio analysis, it was found that four bathymetric zones had occurred in the study area. From the results of the P / B ratio analysis and associated with rock lithology, it can be concluded that the environment of the study area is in a shallow sea where there have been several times of local deepening and silting of the water column. The analysis of environmental changes is strengthened by drawing the age which is determined based on the appearance of the fossil index in the layers. Referring to Bolli & Saunders (1985) and Boudagherfadel & Banner (1999), the results of this analysis indicate that the study area was deposited at an age not older than the Middle Miocene.Keywords: Foraminifera, Abundance, Environment, Lithology, Middle MioceneABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan lingkungan pada daerah penelitian berdasarkan kelimpahan fosil foraminifera dan litologi batuan yang muncul. Daerah penelitian berada pada Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sampel berupa batuan yang diambil ketika kegiatan Pemetaan Geologi Lanjut yang kemudian dijadikan sebuat composite log terbagi menjadi 15 perconto batuan mewakili setiap perubahan karakteristik litologi. Jumlah fosil foraminifera kecil yang ditemukan dari 15 sampel tersebut adalah 120.912 individu dengan fosil foraminifera planktonik 75.840 individu dan foraminifera bentonik 45.072 individu. Kelimpahan fosil foraminifera kecil bervariasi jumlahnya pada masing-masing sampel dan jumlah tersebut lebih melimpah pada lapisan yang lebih muda dibandingkan dengan lapisan yang lebih tua. Analisis P/B ratio dilakukan menggunakan perhitungan perbandingan antara foraminifera planktonik dan bentonik. Dari hasil analisis P/B ratio didapatkan empat zona batimetri pernah terjadi pada daerah penelitian. Dari hasil analisis P/B ratio dan dikaitkan dengan litologi batuan, dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan dari daerah penelitian berada pada laut dangkal dimana terjadi beberapa kali pendalaman serta pendangkalan kolom air secara setempat. Analisis perubahan lingkungan diperkuat dengan penarikan umur yang ditentukan berdasarkan kemunculan indeks fosil pada lapisan. Mengacu pada Bolli & Saunders (1985) dan Boudagherfadel & Banner (1999), hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa daerah penelitian diendapkan pada umur tidak lebih tua dari Miosen Tengah.Kata Kunci : Foraminifera, Kelimpahan, Lingkungan, Litologi batuan, Miosen Tengah.
POTENSI GEOLOGI REGIONAL KEPULAUAN BANGKA BELITUNG UNTUK TAPAK LANDFILL LIMBAH TENORM Sucipta, Sucipta; Pratama, Hendra Adhi; Iskandar, Dadong
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.31168

Abstract

Sebagai  antisipasi kebutuhan masa mendatang dalam penyediaan fasilitas pengelolaan limbah TENORM di Kepulauan Bangka Belitung (Babel), maka salah satunya perlu dipersiapkan fasilitas disposal tipe landfill yang mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat dan lingkungan. Untuk itu sebagai langkah awal perlu dilakukan tinjauan geologi regional Kepulauan Bangka Belitung untuk calon tapak landfill limbah TENORM. Kajian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif dengan ruang lingkup studi pustaka, tinjauan terhadap kriteria keselamatan tapak landfill, pengumpulan dan analisis data geologi regional, serta analisis potensinya untuk tapak landfill. Berdasarkan data geologi regional diperoleh beberapa potensi calon tapak dengan batuan pengungkung (hostrock) berupa batuan sedimen (batuan lempungan), hostrock batuan kristalin (granit, granodiorit, adamelit dan lain-lain), dan hostrock batuan metamorf (filit, sekis dan lain-lain). Hostrocks tersebut tersebar di pulau Bangka, pulau Belitung dan pulau-pulau kecil di sekitar pulau Bangka dan pulau Belitung.Kata kunci : geologi regional, tapak, landfill, limbah TENORM
IKLIM PURBA FORMASI JATILUHUR BERDASARKAN KUMPULAN FOSIL FORAMINIFERA PLANKTONIK PADA DAERAH KECAMATAN JATILUHUR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PURWAKARTA, JAWA BARAT Ravandi, Theo Alfredo; Jurnaliah, Lia; Winantris, .
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i1.31606

Abstract

Keadaan iklim dalam periode waktu tertentu dalam skala waktu geologi disebut iklim purba, dapat diketahui melalui pengukuran proksi pada periode waktu tertentu. Distribusi yang terkontrol oleh perubahan temperatur permukaan laut menjadikan foraminifera planktonik sebagai proksi biologi yang cocok dalam menentukan iklim purba. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian mengenai iklim purba pada daerah penelitian, serta menurut penelitian terdahulu terdapat perubahan keberagaman kandungan fosil foraminifera planktonik yang kemungkinan terpengaruh oleh iklim saat pengendapan Formasi Jatiluhur pada Miosen Tengah. Sebanyak 18 sampel sedimen berasal dari 7 singkapan pada wilayah Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dilakukan rekonstruksi penampang geologi agar diketahui urutan sampel secara stratigrafi. Berdasarkan hasil preparasi sampel sedimen menggunakan metode mekanik dan kimia serta analisis kuantitatif, ditemukan 61 spesies foraminifera planktonik dengan total individu sebanyak 305.184. Kurva kelimpahan kelompok iklim, kurva kumulatif, dan kurva perubahan iklim dibuat bertujuan untuk menentukan zona iklim berdasarkan data kumpulan dan kelimpahan spesies foraminifera planktonik. Daerah penelitian terbagi menjadi 7 zona iklim, secara keseluruhan menunjukan Formasi Jatiluhur diendapkan pada kondisi iklim hangat dengan nilai kurva berkisar antara 13,02 hingga 50,35.
ANALISIS HIDROGEOLOGI DAN GERAKAN MASSA TANAH BERDASARKAN METODE GAYABERAT SEBAGAI EVALUASI PENATAAN RUANG KALIAWI, BANDAR LAMPUNG Rizka, Rizka; Agustina, Lea Kristi; Mazmuloh, Hot; Sihombing, Andreas Pujian; Naufaldi, Muhammad Iqbal; Putraloka, Arvico; Prasetyo, Ervan; Safitri, Indri; Ilham, Ahmad Rowatul; Bashkara, Oktavian Teguh
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.30846

Abstract

Informasi model bawah permukaan dapat digunakan untuk penataan ruang dengan memahami aspek geologi dan potensi bencananya. Metode gayaberat dapat dijadikan solusi untuk mendapatkan model bawah permukaan di daerah Kaliawi yang terletak di pusat kegiatan perekonomian Kota Bandar Lampung. Pengukuran gayaberat telah dilakukan sebanyak 24 titik di Kaliawi. Berdasarkan hasil pengolahan data gayaberat diperoleh peta Complete Bouguer Anomaly (CBA) dan peta anomali regional, Kaliawi yang memiliki pola penurunan dari Tenggara ke arah Barat Laut. Nilai anomali rendah mayoritas berada di daerah Barat dan ditafsirkan merupakan batuan sedimen sedangkan anomali tinggi mayoritas berada di daerah Timur dan diduga merepresentasikan cerminan konfigurasi batuan dasar yang memiliki litologi basalt-andesit. Berdasarkan pemodelan ke depan gayaberat diperoleh nilai densitas sedimen 2.3 gr/cc dan batuan dasar (basalt-andesit) dengan nilai densitas 2.8 gr/cc. Nilai anomali gayaberat yang rendah berpotensi menjadi akuifer. Nilai anomali gayaberat yang rendah juga merupakan zona lemah dan rawan terjadi gerakan massa tanah. Sehingga untuk penataan ruang Kaliawi, daerah Barat direkomendasikan sebagai zona konservasi dan sedikit permukiman sedangkan daerah Timur dapat digunakan menjadi area permukiman penduduk.Kata Kunci: Gayaberat, perkotaan, Kaliawi
Biostratigrafi Calcareous Nannofossil Miosen Pada Anggota Batugamping Formasi Pamutuan Pangandaran, Jawa Barat GASPERSZ, GABRIELA.C.N.; Isnaniawardhani, Vijaya; Pratiwi, Santi Dwi; Nurdrajat, .; Rieuwpassa, Lilian C
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.31478

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Parakanmanggu, dan Cigugur, Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada korelasi biostratigrafi Anggota Batugamping Formasi Pamutuan dengan analisis detil pada singkapan satuan batugamping. Anggota Batugamping Formasi Pamutuan terendapkan pada umur Miosen Tengah hingga Miosen Akhir dengan lingkungan pengendapan laut. Metode penelitian meliputi observasi lapangan dengan menggunakan metode measuring section pada dua lintasan, preparasi nannofossils, dan analisis kualitatif. Empat puluh sampel batugamping yang terdiri dari batugamping kristalin, batugamping grainstone, dan batugamping packstone telah dianalisis dengan metode smear slide dan suspensi. Distribusi calcareous nannofossil menunjukkan pembentukan enam Zona: Sphenolithus heteromorphus dan Coccolithus miopelagicus (NN5); Cyclicargolithus floridanus (NN6); Catinaster coalithus (NN7); Discoaster berggrenii (NN8-NN9); Reticulofenestra small size (NN10-NN11); dan Discoaster quinqueramus (NN12). Berdasarkan distribusi kemunculan awal dan akhir dari nannofossils datum spesies, kami menyimpulkan bahwa Anggota Batugamping Formasi Pamutuan terendapkan pada rentang umur relatif NN5 sampai NN12 atau Miosen Tengah sampai Miosen Akhir.
Perubahan Kondisi Lingkungan dan Iklim Danau Bandung Purba Bagian Timur Berdasarkan Analisis Palinologi Daerah Cikuya, Jawa Barat YOGA, KUNCARANINGRAT EDI; ADI, GILANG PERWIRA; WINANTRIS, WINANTRIS
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.29174

Abstract

Abstrak Lingkungan merupakan hubungan organisme dan aspek fisik yang tidak hidup di sekitarnya. Iklim merupakan kondisi rata-rata cuaca suatu daerah pada jangka waktu yang relatif panjang. Lingkungan dan iklim dapat mempengaruhi vegetasi yang berkembang di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan dan perkembangan kondisi lingkungan dan iklim yang berlangsung pada kala Holosen di daerah Danau Bandung Purba bagian Timur melalui analisis palinologi. 14 Sampel diambil menggunakan bor tanah di kedalaman 182 cm hingga 52 cm pada endapan yang diinterpretasikan sebagai endapan penyusun daerah Danau Bandung Purba bagian Timur. Sebanyak 14 sampel tersebut telah dianalisis secara palinologi. Perubahan dan perkembangan kondisi lingkungan dan iklim daerah Danau Bandung Purba bagian Timur ditentukan dengan membandingkan kuantitas taksa polen dan spora. Pada penelitian ini secara umum ditemukan hasil lingkungan berupa rawa terbuka beriklim kering dan dingin yang direpresentasikan oleh taksa Araceae, berbagai taksa flora tidak berkayu (Non-arboreal) dan persentase spora yang rendah. Katakunci: Lingkungan, iklim, palinologi, Danau Bandung Purba bagian Timur.
ANALISIS KELURUSAN DAN SURVEY GEOMAGNETIK DARAT UNTUK INVESTIGASI PENYEBARAN MINERAL STUDI KASUS: PROSPEK SINGGAHAN, TRENGGALEK, JAWA TIMUR Iswara, I Gusti Agung Bagus Adinatha; Nur, Andi Agus
Bulletin of Scientific Contribution Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v19i1.31222

Abstract

Daerah penelitian terletak pada wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang terdapat pada Zona Pegunungan Selatan yang telah mengalami fase pengangkatan. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara analisis kelurusan dan survey geofisika geomagnetik dan aplikasinya terhadap indikasi sebaran mineralisasi.. Penelitian dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis dan aplikasi pengolahan citra untuk mengidentifikasi kelurusan secara otomatis, di lanjutkan dengan menggambarkan densitas kelurusan yang kemudian dihubungkan dengan kondisi anomali dari survey geomagnetik yang telah dilakukan koreksi diurnal dan IGRF pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, anomali geomagnet dan densitas kelurusan memiliki keseragaman walaupun terdapat sedikit perbedaan pada lokasi namun dapat digambarkan sebagai arah dari sebaran strukturnya dibawah permukaan. Anomali dan densitas tinggi tersebut di interpretasikan sebagai prospek terendapkannya mineralisasi.
POTENSI AIR TANAH BERDASARKAN NERACA AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CIKAO BAGIAN HULU, PURWAKARTA, JAWA BARAT Listiawan, Yudhi; Trisnadiansyah, Mochamad Ridfan; Hurruzia, Muhammad Fadhil; Nurfitriani, Nurfitriani; Barkah, Mochamad Nursiyam
Bulletin of Scientific Contribution Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v18i3.30896

Abstract

DAS Cikao Bagian Hulu meliputi Kecamatan Jatiluhur, Pasawahan, Pondoksalam, Bojong dan Darangdan secara administratif berada di Kabupaten Purwakarta. Setiap tahunnya di wilayah pada DAS ini meningkat jumlah penduduknya. Hal ini berbanding lurus dengan perubahan kondisi tata guna lahan yang menimbulkan permasalahan air pada musim kemarau maupun pada musim hujan, padahal daerah ini merupakan kawasan resapan air bagian utara Gunung Burangrang. Metode penelitian menggunakan metode neraca air Thornthwaite dengan modifikasi dari Todd untuk perhitungan debit run off. Parameter yang digunakan adalah data iklim yaitu curah hujan dan suhu, data tutupan lahan dan data kemiringan lereng. Rata-rata curah hujan 2009-2013 sebesar 3,141.068 mm/tahun. Nilai evapotranspitrasi sebesar 1,759.938 mm/tahun. Nilai debit run off di DAS Bagian Barat sebesar 29,285,386.16 m3/tahun, sedangkan di DAS Bagian Timur sebesar 18,399,878.27 m3/tahun. Kebutuhan air tanah pada DAS Bagian Barat sebesar 2,131,706.06 m3/tahun sedangkan pada DAS Bagian Timur sebesar 1,173,951.52 m3/tahun. Dari hasil perhitungan antara debit infiltrasi dan kebutuhan air, didapatkan bahwa cadangan air tanah pada DAS Bagian Barat sebesar 29,320,434.35 m3/tahun dan DAS Cikao Bagian Timur sebesar 30,218,614.12 m3/tahun. Kekritisan air tanah pada DAS Cikao tergolong kedalam kategori belum kritis terlihat masih banyaknya nilai cadangan air tanah. Namun seiring waktu berjalan, perubahan tata guna lahan dan meningkatnya pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi ketersediaan air tanah sehingga perlu dilakukan pencegahan agar kondisi ini tidak memburuk nantinya. Perubahan tata guna lahan yang tidak mementingkan aspek lingkungan akan merusak daerah resapan dan mempengaruhi sumber air. Kebutuhan air tanah yang bertambah perlu diimbangin dengan ketersediaan air tanah yang terjaga.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 23, No 2 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 23, No 1 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 22, No 3 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY Vol 22, No 1 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 3 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 1 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 3 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 2 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 1 (2022): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 3 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 2 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 1 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 3 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 2 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 1 (2019): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 3 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 15, No 3 (2017): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 15, No 1 (2017): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 3 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 2 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 1 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 3 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 2 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 1 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 3 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 2 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 1 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 3 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 2 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 1 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 2 (2012): Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 1 (2012): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 3 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 2 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 1 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 3 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 2 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 1 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 7, No 2 (2009): Bulletin of Scientific Contribution Vol 7, No 1 (2009): Bulletin of Scientific Contribution Vol 6, No 2 (2008): Bulletin of Scientific Contribution Vol 6, No 1 (2008): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 3 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 2 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 1 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 4, No 2 (2006): Bulletin of Scientific Contribution Vol 4, No 1 (2006): Bulletin of Scientific Contribution Vol 3, No 2 (2005): Bulletin of Scientific Contribution More Issue