cover
Contact Name
Muhammad Kurniawan Alfadli
Contact Email
m.kurniawan@unpad.ac.id
Phone
+6285669298592
Journal Mail Official
bsc.ftg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Scientific Contribution : Geology
ISSN : 16934873     EISSN : 2541514X     DOI : doi.org/10.24198/bsc%20geology.v18i1
BSC Geology adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran,terbit 3 kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember), yang menerbitkan karya tulis ilmiah dalam bidang kebumian terutama yang berkaitan dengan geologi seperti : Petrologi Paleontologi Geomorfologi Stratigrafi Geologi Dinamik Geologi Lingkungan dan Hidrogeologi Geologi Teknik Geokimia Geofisika Sedimentologi. Setiap artikel yang akan diterbitkan adalah bersifat tanpa biaya (no processing charges dan no submission charges). Dewan redaksi dan penerbit tidak pernah meminta bayaran untuk penerbitan pada jurnal ini. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk memperkaya pengetahuan dan informasi tentang ilmu kebumian dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama.
Articles 419 Documents
GEOLOGY OF CIBEUREUM AND SURROUNDING AREAS, CIBEUREUM DISTRICT, KUNINGAN REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Ahmadjayadi, Tigfhar; Pratiwi, Santi Dwi; Iskandarsyah, Teuku Yan Waliana Muda
Bulletin of Scientific Contribution Vol 21, No 1 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v21i1.46128

Abstract

This study compiled a comprehensive geological map of Cibeureum and its surrounding areas in Cibeureum District, Kuningan Regency, West Java, using primary data and systematic geological methods, including field observations, data sampling, and laboratory analysis. Geographically, the area is located at 108o 42' 33.75"–108o 45' 16.8" East Longitude and 7o 02' 10.31"–7o 04' 52.20" South Latitude. The main purpose of this study is to identify the geological characteristics and phenomena that might have occurred in the past as well as in the future. In this study, geomorphological analysis was carried out, based on morphography, morphometry, and morphogenetic interpretations; stratigraphic analysis, based on interpretation of rock units, ages, and depositional environments; and analysis of geological structures, based on interpretation of DEM data and field observations. The results showed that the study area consists of very fine-coarse sandstones with carbonate and non-carbonate properties, claystone, and tuff. The geomorphological units are divided into four, namely Volcanic Stepping Hills, Structural Stepping Hills, Denudational Plains, and Denudational Slightly Steep Low Hills. Geological structures found in the field are folds, faults and joints. Based on the distribution of lithology, reconstruction of strike-dip patterns, and biostratigraphy analysis, the depositional of informal lithostratigraphy units in the study area began in the Middle Miocene and continued into the Quartenary, starts from Sandstone Units (Tmpbp) in N10 to N21, Claystone Unit (Tmpbl) in N12 to N21, Interbedded Claystone and Sandstone Unit (Tmpblbp) in N16 to N19, and continued with the deposition of Tuff Unit (Qt).
MODEL EROSI DAN SEDIMENTASI MELALUI ANALISIS SOIL AND WATER ASSESMENT TOOL (SWAT): STUDI KASUS SUB-DAS CIKAO, KABUPATEN PURWAKARTA, PROVINSI JAWA BARAT Ramdhan, Farda; Iskandar, Teuku Yan Waliana Muda; Listiawan, Yudhi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v21i2.48640

Abstract

This research was conducted in the Cikao sub-watershed, which is in Purwakarta Regency, West Java Province. Cikao Sub-Watershed is a part of the Citarum Watershed, which contributes the highest erosivity to Citarum Watershed. This is reinforced by the activity of sedimentation excavation in Cikao river area. This research was conducted to determine the erosion and sedimentation potential rate in Cikao Sub-Watershed using Soil and Water Assessment Tool (SWAT) which can be considered for watershed management plan. This SWAT model is quantitative analysis using climate, hydrology, land use, soil type, and slope data. The results show that erosion rates in the Cikao Sub-Watershed are 845.7 tons/ha/year and sedimentation rates are 653.62 tons/ha/year. The erosion levels in the Cikao Sub-Watershed consist of very slight class 2041.99 ha, slight class 1956.03 ha, and moderate class is 3027.32 ha. And the sedimentation levels consist of a very low class 3004.02 ha, a low class 134.78 ha, a moderate class 131.62 ha, and a very high class 3754.92 ha.Keywords: SWAT, Cikao Sub-Watershed, Erosion, Sedimentation
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK IDENTIFIKASI ANOMALI RONGGA DAN GUA DI KECAMATAN SEPAKU, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Santoso, Hendra; Situmorang, Roni Marudut
Bulletin of Scientific Contribution Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v21i2.47210

Abstract

Daerah Sepaku merupakan daerah potensi batu gunung, berupa batu gamping, batu pasir dan batu lempung, dengan morfologi bergelombang kuat dan sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis batuan penyusun struktur bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas batuan di sekitar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik Bawono (Modified: Naniura NRD 300 HRF) konfigurasi Schlumberger dengan mengukur nilai tahanan jenis lapisan tanah di daerah Sepaku sebanyak 10 lintasan. Pemodelan dan inversi data lapangan dilakukan menggunakan software Res2DinV. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan batu gamping memiliki nilai tahanan jenis antara 300 – 1870 Ωm, batu pasir 30 – 300 Ωm, dan batu lempung 3 – 30 Ωm. Litologi batuan secara keseluruhan didominasi perselingan batu pasir dan lempung, sedangkan batu gamping hanya memiliki ketebalan 15 – 40 meter. Litologi batu gamping memiliki gua di Lintasan GL1, dan rongga atau rekahan di semua lintasan. 
EVOLUSI SESAR MENDATAR Studi kasus pada Tambang Emas Bawah Permukaan Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat Muljana, Budi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v21i2.48495

Abstract

Secara geologi daerah penelitian termasuk kedalam Formasi Jampang yang tersusun umumnya oleh breksi andesit (volcanogenic) yang telah mengalami proses hydrothermal fase epithermal sebagai akibat tektonik dan volkanisme yang kuat. Cebakan emas pada daerah ini diperkirakan terbentuk sebagai emas native dalam urat-urat kuarsa yang biasanya berasosiasi dengan mineral-mineral sulphida seperti pirit halus, kalkopirit, sphalerit, galena dimana semua mineral tersebut sebagai indikator cebakan emas.Aktifitas penambangan pada daerah ini telah dilakukan sejak lama, terutama pada penambangan emas bawah permukaan. Yang menjadi masalah utama adalah metode penambangannya masih relatif tradisional tanpa mengindahkan aspek-aspek keamanan dalam penambangan. Faktor keamanan ini dapat diketahui dengan memperhatikan kondisi tektonik berupa arah tegasan dari sesar yang berkaitan dengan skala daerah penelitian.
STUDI DEFORMASI DAERAH MUARA SAHUNG, KABUPATEN KAUR, BENGKULU ambarisa, azizah okta; Sutriyono, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 1 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i1.51584

Abstract

Studi mengenati deformasi tektonik yang menghasilkan rekaman struktur geologi pada sikuen batuan telah dilakukan di daerah Muara Sahung, Bengkulu. Kegiatan penelitian ini menggunakan dua pendekatan dalam rangka mempelajari struktur yang terekam pada batuan, yaitu interpretasi citra digital elevation model (DEM imagery) dan pemetaan struktur geologi. Interpretasi citra DEM pada dasarnya untuk mengidentifikasi kelurusan bentangalam dan orientasi umum. Lokasi singkapan di lapangan diplotkan ke dalam peta kelurusan untuk mengidentifikasi kemenerusan struktur pada studi area. Studi kali ini berada di cekungan Bengkulu yang secara tektonik dikenal sebagai salah satu cekungan muka busur di sektor barat Sumatera. Konfigurasi cekungan yang terlihat sekarang merupakan hasil dari peristiwa pemekaran pada Paleogen dan Neogen yang membentuk sistem terban (graben). Episode awal pemekaran terjadi pada Paleosen-Eosen dan menghasilkan struktur tarikan (pull-apart structure) berarah baratlaut-tenggara. Periode akhir penurunan terjadi pada Miosen Akhir-Pliosen dan secara umum mengasilkan kelurusan timurlaut-baratdaya. Struktur tektonik yang tersingkap di studi area merupakan tipe getas (brittle) yang direpresentasikan oleh sesar norma Sungai Tiga Panggung, sesar normal Sungai Luas, dan sesar normal sungai Nunung. Pensesaran kemungkinan terjadi pada akhir Neogen, bersamaan dengan dimulainya orogenesa Barisan.
PETA RAWAN LONGSOR DESA NANGGERANG, KECAMATAN SUKASARI, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT MENGGUNAKAN ANALISIS KESTABILAN LERENG TIGA DIMENSI Aruan, Immanuel Hareanto; Yuniardi, Yuyun; Khoirullah, Nur; Sophian, Raden Irvan
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.55505

Abstract

Pada tanggal 3 Februari 2024, terjadi longsor di Desa Nanggerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Longsor ini terjadi di lereng persawahan masyarakat setempat. Berangkat dari hal ini, dilakukan penelitian mengenai peta kerawanan longsor lereng lokal di Desa Nanggerang untuk memberikan informasi kepada masyarakat setempat mengenai potensi longsor yang ada. Penelitian dilakukan menggunakan analisis kestabilan lereng tiga dimensi (3D) dengan perangkat Rocscience Slide 3. Geometri lereng diidentifikasi menggunakan proses fotogrametri yang diakuisisi oleh pesawat nirawak. Sedangkan lapisan yang dibagi, yaitu top soil OH, tanah MH, dan batuan andesit terlapukkan, diidentifikasi melalui observasi lapangan dan uji laboratorium mengenai sifat fisik dan mekaniknya. Dengan memasukkan index properties ke dalam model 3D lereng hasil proses fotogrametri, perhitungan kestabilan lereng menggunakan metode Janbu dilakukan untuk mendapatkan peta rawan longsor di daerah penelitian. Hasil komputasi menunjukkan, lereng di Desa Nanggerang berada pada kondisi stabil pada kondisi kering (FK = 1,5). Sedangkan pada kondisi jenuh dan pseudo-statis lereng mengalami keruntuhan (FK <1). Oleh karena itu, disarankan untuk mengefisiensikan penggunaan lahan dan aliran pada persawahan guna mengurangi risiko terjadinya longsor.
PENURUNAN MUKA TANAH DI KOTA-KOTA BESAR PESISIR PANTAI UTARA JAWA (STUDI KASUS : KOTA SEMARANG) Sophian, Raden Irvan
Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 1 (2010): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v8i1.55904

Abstract

ABSTRACTMajor cities in the north coast of Java developed in estuarine watersheds.  Genetically, sediment material scattered in the region.  Sediments of  weathering and erosion result,  is carried by a river sediment in the river estuaries.  Characteristics of the material-forming region, is dependent upon the crushed rock by river. Phenomenon of subsidence / land subsidence occurred in this many areas. Naturally, these regions experiencing land subsidence resulting from sediment material properties. This subsidence can be caused by various factors, for example due to soil load itself, so there is a decrease naturally. Consolidation is  included in the normal consolidation. Factors considered in knowing subsidence, is a load of soil itself on each layer of fine-clastic, so that can be known susidence due to overburden load. Within a certain timeframe land subsidence is still going to happen, especially in the northern part of  Semarang city (old city) which can be resulted in a tide flood so that it must consider its handling.  Keywords: alluvial, land subsidence, consolidation, overburden, tide flood ABSTRAKKota-kota besar di pesisir pantai utara Jawa banyak berkembang di daerah muara aliran sungai. Secara genetik, di wilayah tersebut tersebar material endapan aluvial. Endapan-endapan hasil  pelapukan dan erosi terbawa oleh air sungai yang mengendap di muara sungai. Karakteristik material  penyusun wilayah sangat tergantung oleh batuan yang digerus oleh sungai tersebut. Fenomena amblesan/ penurunan muka tanah  banyak terjadi di wilayah ini. Secara alami, daerah tersebut mengalami penurunan muka tanah akibat dari sifat material endapan aluvial. Penyebab terjadinya penurunan ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya akibat beban tanah itu sendiri, sehingga terjadi penurunan secara alami. Konsolidasi yang terjadi termasuk ke dalam normal konsolidasi.  Faktor yang diperhitungkan untuk mengetahui penurunan yang terjadi, adalah beban tanah itu sendiri pada setiap  lapisan klastika halus, sehingga dapat diketahui penurunan akibat beban overburden. Dalam jangka waktu tertentu penurunan muka tanah masih akan terjadi, terutama di kota Semarang bagian utara (kota lama) yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir laut pasang sehingga perlu dipikirkan penanggulangannya.        Kata kunci: aluvial, land subsidence, konsolidasi, overburden, banjir rob
GIS-BASED LANDSLIDE HAZARD ANALYSIS BASED ON WEIGHTED OVERLAY METHOD IN SAMARINDA, EAST KALIMANTAN Raharjanti, Ni'matul Azizah; Sutan, Syamsidar; Ismunandar, Wisnu; Alam, Fajar; Andhika, Muhammad Wira
Bulletin of Scientific Contribution Vol 21, No 3 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v21i3.51968

Abstract

Samarinda has experienced a frequent landslide disaster, accounting for 30% from the total disaster occurring in 2019. Based on these data, it is necessary to carry out the analysis on the landslide hazard as the mitigation to minimize the damage that may be caused by the landslides. The research was conducted in GIS based processing, by collecting secondary data supported by field observations and quantitative analysis to produce the landslide hazard map. Slope gradient, geology, soil type, and rainfall are the parameters used to determine the landslide susceptibility zonation in the research area. These parameters are then processed using a weighted overlay method. The zoning results show most of Samarinda is included in the intermediate landslide hazard zone, followed by the high landslide hazard zone, and the low landslide hazard zone which has the narrowest distribution. The high landslide hazard zone has a distribution associated with geological structures identified as fold which are included in the Samarinda anticlinorium and thrust fault in north-south direction. The distribution of the landslide hazard zones indicates that the slope gradient, lithology which consist of sedimentary rock, and fold and fault structures, are the main controlling factors for landslides in Samarinda.
OPTIMASI BERAT LUMPUR PENGEBORAN DENGAN ANALISIS TEKANAN PORI DAN GRADIEN REKAH PADA LAPANGAN RZZ, FORMASI, BALIKPAPAN, CEKUNGAN KUTAI Zahran, Raihan Zaki; Abdurrokhim, Abdurrokhim; Mohamad, Febriwan; Nursasono, Danny
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i2.56154

Abstract

Analisis tekanan pori dan gradien rekah adalah proses penting dalam pengeboran minyak dan gas untuk memprediksi tekanan yang terjadi di dalam sumur dan mencegah kejadian bencana pengeboran. Analisis ini berlokasi di lapangan RZZ sebagai salah satu lapangan produksi minyak dan gas alam pada Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisitik tekanan pori agar dapat menentukan metode yang tepat dalam optimasi berat lumpur pengeboran. Penelitian ini menggunakan data dari 14 sumur, berupa data log tali kawat, PTFA, LOT atau FIT, laporan pengeboran, mud log, interval velocity, dan Ro. Penelitian ini menggunakan metode Eaton (Eaton, 1975) pada analisis tekanan pori dan gradien rekah serta metode statistika pada optimasi berat lumpur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman top overpressure berada pada rentang 9,850 – 11,000 ftTVD pada Formasi Balikpapan dan top hard overpressure pada rentang 12,000 – 13,000 ftTVD pada Formasi Balikpapan juga. Hasil korelasi menunjukkan distribusi overpressure mengikuti struktur geologi yang berkembang yakni antiklin. Overpressure pada daerah penelitian disebabkan oleh mekanisme loading dan unloading. Mekanisme loading dibuktikan berdasarkan analisis sejarah pemendaman, sedangkan mekanisme unloading dibuktikan oleh plot silang Dutta (Dutta, 2002) dan nilai Ro. Optimasi berat lumpur pada section 12 ¼” dilakukan dengan cara menaikkan berat lumpur menjadi 2.65 ppg dari tekanan pori untuk menanggulangi permasalahan tight spot dan overpull. Sedangkan pada section 8 ½” dengan cara menurunkan berat lumpur menjadi 2.5-3.5 ppg dari tekanan pori untuk menanggulangi high gas. Penggunaan berat lumpur optimum ini akan meminimalisir terjadi permasalahan saat pengeboran sehingga pengeboran menjadi lebih efektif dan efisien.Kata Kunci: Tekanan Pori, Overpressure, Berat Lumpur, Mekanisme, Optimasi
ANALISIS GEOKIMIA MATERIAL POTENTIALLY ACID FORMING DAN NON ACID FORMING MELALUI UJI NET ACID GENERATION PADA PIT SL AREA MSBS PT. GPU MUSIRAWAS UTARA, SUMATERA SELATAN Setiawan, Budhi; Putri, Zahrah Belinda
Bulletin of Scientific Contribution Vol 22, No 1 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v22i1.50817

Abstract

Air asam tambang merupakan limbah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas penambangan. Limbah air asam tambang terbentuk karena adanya proses oksidasi mineral pirit (FeS2) dan bahan mineral sulfida lainnya yang tersingkap pada permukaan tanah. Identifikasi air asam tambang perlu dikaji sebagai usaha untuk menentukan potensi material membentuk asam melalui parameter analisis geokimia dengan metode net acid generation pada sampel material. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode komposit pada 6 jenis material yang diambil dari 21 lokasi pengamatan yang ditentukan dengan menggunakan metode simple ramdom sampling. Sampel material dianalisis pada laboratorium dengan menggunakan analisis geokimia metode net acid generation (NAG) dengan 4 parameter acuan yaitu : total sulfur, acd neutralizing capacity, maximum potentially acidity, net acid production potential. Hasil analisis geokimia kemudian di klasifkasikan berdsarkan sifat keasaman menjadi material potentially acid forming atau non acid forming. Hasil pengujian menyimpulkan Mz1 merupakan material topsoil pada lapisan overburden, Mz2 merupakan material subsoil overburden, Mz3 merupakan material claystone overburden, Mz4 merupakan material siltstone overburden, dan Mz5 merupakan material sandstone overburden diidentifikasi sebagai material non acid forming atau material non acid forming tipe 1. Mz6 merupakan material claystone interburden berdasarkan diidentifikasi sebagai material potentially acid forming atau material potentially acid forming tipe 3.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 23, No 2 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 23, No 1 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 22, No 3 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 22, No 2 (2024): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY Vol 22, No 1 (2024): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 3 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 21, No 1 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 3 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 2 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 20, No 1 (2022): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 3 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 2 (2021): Bulletins of Scientific Contribution : Geology Vol 19, No 1 (2021): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 3 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 2 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 18, No 1 (2020): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 3 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 2 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY Vol 17, No 1 (2019): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 3 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 15, No 3 (2017): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY Vol 15, No 2 (2017): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY Vol 15, No 1 (2017): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 3 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 2 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 1 (2016): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 3 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 2 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 13, No 1 (2015): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 3 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 2 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 1 (2014): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 3 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 2 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 11, No 1 (2013): Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 2 (2012): Bulletin of Scientific Contribution Vol 10, No 1 (2012): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 3 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 2 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 9, No 1 (2011): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 3 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 2 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 8, No 1 (2010): Bulletin of Scientific Contribution Vol 7, No 2 (2009): Bulletin of Scientific Contribution Vol 7, No 1 (2009): Bulletin of Scientific Contribution Vol 6, No 2 (2008): Bulletin of Scientific Contribution Vol 6, No 1 (2008): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 3 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 2 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 5, No 1 (2007): Bulletin of Scientific Contribution Vol 4, No 2 (2006): Bulletin of Scientific Contribution Vol 4, No 1 (2006): Bulletin of Scientific Contribution Vol 3, No 2 (2005): Bulletin of Scientific Contribution More Issue