cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Perbaikan Sanitasi, Higienitas, dan Ketersediaan Air Bersih dalam Pencegahan Diare AMALIA OCTA PERMATASARI; Rano Kurnia Sinuraya
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.209 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10808

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di negara berkembang dan sebagian besar kematian balita disebabkan karena penyakit tersebut. Faktor yang dapat memengaruhi terjadinya diare antara lain sanitasi yang buruk dan sarana air bersih yang tidak memadai. Air bersih dan sanitasi merupakan sasaran tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang ketujuh dan pada tahun 2015 adalah menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang yang merupakan goal ke 6 dari SDG yang merupakan lanjutan sasaran dari MDG. Tujuan dari article review ini adalah untuk memberikan gambaran perkembangan perbaikan sanitasi dan air sebagai langkah dalam pelaksanaan MDG. Metode yang digunakan dalam article review ini adalah dengan mencari semua daftar referensi artikel primer atau review berdasarkan kata kunci tertentu. Hasil dari article review ini adalah dapat mengetahui salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih dengan meningkatkan jumlah anggaran biaya sehingga prevalensi kematian balita akibat diare menurun.Kata kunci : air, diare, MDG, sanitasi 
Kajian Metode Isolasi Jantung Hewan dalam Pengujian Aktivitas Kardiotonik suatu Senyawa Nurike Susendi; Sri Adi Sumiwi; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2575.986 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22093

Abstract

Agen kardiotonik yang digunakan dalam terapi utama ialah glikosida jantung dan katekolamin tetapi kedua obat tersebut memiliki efek samping yang bahaya. Maka perlu dilakukan pengembangan obat baru yang memiliki efektivitas obat yang baik dan efek samping yang kecil. Dalam metode pengujian kardiotonik seringkali menggunakan metode Isolated Heart Perfussion dengan hewan percobaan yang berbeda. Artikel review ini akan membahas terkait pengujian aktivitas kardiotonik dan hewan uji yang sering digunakan. Metode isolasi jantung yang saat ini digunakan adalah Langendroff method, dan modifikasinya dalam hal larutan serta kondisi pengujian. Dalam metode Langendroff berbagai kondisi harus dijaga diantaranya pemberian oksigen, nutrisi, suhu, serta tekanan perfusi Hewan uji yang efektif dalam pengujian aktivitas kardiotonik ialah katak karena model jantungnya dapat menjelaskan banyak prinsip penting fungsi kardiovaskular. Kata Kunci : Kardiotonik, Isolasi Perfusi Jantung, Langendroff method
FORMULASI EMULGEL ANTIAKNE DENGAN MINYAK MIMBA Anis Yohana Chaerunisaa; Riri Pratiwi
Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.151 KB) | DOI: 10.24198/jf.v13i4.15432

Abstract

Tanaman mimba (Azadirachta indica A.Juss) merupakan salah satu tanaman obat. Minyak mimba yang berasal dari biji mimba memiliki aktivitas antibakteri. Oleh karena itu pada penelitian dilakukan formulasi sediaan emulgel antijerawat yang mengandung minyak mimba. Bahan aktif minyak mimba dikarakterisasi, kemudian terhadap sampel minyak tersebut dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar teknik perforasi. Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum minyak mimba terhadap bakteri penyebab jerawat Staphylococcus aureus adalah 7,5% b/v dan terhadap Staphylococcus epidermidis adalah 10% b/v. Sediaan emulgel antijerawat dengan konsentrasi minyak mimba 15. 20 dan 25% b/v memiliki kestabilan yang baik dalam konsistensi, warna, tekstur dan bau. pH dan viskositas. pH sediaan mengalami perubahan selama penyimpanan, tetapi masih memenuhi persyaratan untuk sediaan topikal dan masih dapat dioleskan dengan baik. Sediaan emulgel antijerawat  dengan konsentrasi minyak mimba 15, 20 dan 25% b/v memiliki daya hambat terhadap bakteri penyebab jerawat. Nilai banding sediaan emulgel minyak mimba terhadap emulgel klindamisin adalah  47,64 : 1 terhadap Staphylococcus aureus dan 39,62 : 1 terhadap Staphylococcus epidermidis. Uji keamanan menunjukkan sediaan emulgel dengan variasi konsentrasi minyak mimba aman digunakan.
Isolasi, Karakterisasi Sifat Fisikokimia, dan Aplikasi Pati Jagung dalam bidang Farmasetik Anniesah Rahayu Sakinah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.274 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17575

Abstract

AbstrakPati merupakan salah satu eksipien yang paling banyak digunakan dalam pembuatan sediaan padat di bidang farmasi. Pati yang umumnya digunakan adalah pati jagung. Pati jagung diisolasi dari biji jagung yang dihaluskan dan diendapkan untuk mendapatkan endapan pati.  Karakterisasi sifat fisikokimia pati jagung dilakukan melalui pengujian warna, uji kelarutan, Water absorption capacity (WAC) dan oil absorption capacity (OAC), Komposisi Kimia, Kandungan Amilosa, Indeks Mengembang dan Kelarutan, Kerapatan Mampat, dan menggunakan instrument Scanning Electron Microscopy (SEM). Aplikasi pati jagung dalam bidang Farmasetik dapat digunakan sebagai pengikat-desintegran tablet, pengikat, dan pengisi sediaan tablet.Kata Kunci: Pati Jagung; Isolasi; Sifat Fisikokimia; AplikasiAbstractStarch is one of the most widely used excipients in manufacture of solid dosage in pharmaceutical field. Generally, the most widely used in pharmaceutical aspect is corn starch. Corn starch isolated from maize seeds that were grinded and precipitated to obtain the starch deposition. Characterization of physicochemical properties of corn starch can be done through color testing, solubility test, water absorption capacity (WAC) and oil absorption capacity (OAC), chemical composition, amylose content, swelling and solubility index, bulk density, and using scanning electron microscopy (SEM) instrument. Applications of corn starch in the pharmaceutical field can be used as binder-desintegrant tablet, binder, and tablet filler.  Keyword: Corn Starch; Isolation; Physicochemical Properties; Application
Penetapan Kadar Simvastatin Menggunakan Kromatorafi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Savira Silma Aulia; iyan Sopyan; Muchtaridi Muchtaridi
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10460

Abstract

Simvastatin merupakan produk utama golongan statin yang memiliki khasiat utama sebagai antihiperlipidemia dan antikolestrol. Sebagai produk utama, simvastatin banyak diproduksi sebagai obat di industri farmasi. Penetapan kadar simvastatatin dalam sediaan farmasetika atau dalam sediaan hayati diperlukan untuk mengetahui kadar sesungguhnya dari simvastatin dalam sediaan yang selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam studi ketersediaan hayati dari simvastatin. Metode untuk penetapan kadar simvastatin dapat menggunakan berbagai macam instrumen salah satunya Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Perbedaan jenis sampel dan kondisi dalam analisis penetapan kadar simvastatin mempengaruhi pemilihan fase gerak, kolom, panjang gelombang pengukuran, rate flow, dan waktu retensi analisis untuk menentukan kondisi optimum analisis. Penentuan aspek-aspek tersebut mempengaruhi hasil analisis sampel.Kata kunci : Simvastatin, analisis penetapan kadar, KCKT
REVIEW: TANAMAN HERBAL BERKHASIAT SEBAGAI OBAT ANTIMALARIA Sinthiya Eka Wijayanti; Anis Yohana Chaerunisaa
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21865

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk pada manusia dan hewan lain yang disebabkan oleh protista (sejenis mikroorganisme) dari genus Plasmodium. Resistensi Plasmodium falciparum terhadap obat malaria semakin marak terutama pada obat malaria lini pertama seperti klorokuin dan sulfadoksin-pirimetamin. Tanaman herbal yang berkhasiat sebagai obat antimalarial memiliki aktivitas dari senyawa selain kuinon yang memiliki IC50 dengan kategori baik dan paling baik sehingga sangat berpotensial untuk dijadikan obat antimalarial. Dalam review ini telah disajikan 20 tanaman herbal berkhasiat antimalarial dengan berbagai kandungan.Kata kunci: Malaria, antimalaria, tanaman herbal ABSTRACTMalaria is an infectious disease that is transmitted by mosquitoes to humans and other animals caused by protists (a type of microorganism) from the genus Plasmodium. Plasmodium falciparum resistance to malaria drugs is increasingly high in first-line malaria drugs such as chloroquine and sulfadoxine-pyrimethamine. Herbal plants that are efficacious as antimalarial drugs have activity from additives other than quinone which have IC50 with the best and best category so that it is very potential to be used for antimalarial drugs. In this review it contains 20 antimalarial herbs with various ingredients.Keyword: Malaria, Antimalarial, Herbal plant
KANDUNGAN DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swing.) SILVIA SARI PRASTIWI; Ferry Ferdiansyah
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3086.95 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12964

Abstract

ABSTRAKJeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) adalah salah satu tanaman obat yang tumbuh subur di negara Indonesia. Salah satu kandungan utama dari jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) adalah flavonoid yang memberikan berbagai macam aktivitas farmakologi. Artikel review ini berisi tentang paparan kandungan yang terdapat di dalam jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) dan aktivitas farmakologinya. Kandungan utama flavonoid glikosida jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) adalah eriositrin, hesperidin, dan Neoponsirin. Beberapa penelitian aktivitas  farmakologi dari jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) diantaranya adalah antibakteri, antifungal, antioksidan, antikanker, pemutih gigi, larvasida, dan antikolesterol.Kata kunci : Jeruk nipis, Citrus aurantifolia Swing., aktivitas farmakologi, artikel review
PENGGUNAAN METODE DEFINED DAILY DOSE DALAM PENELITIAN POLA PEMANFAATAN OBAT-OBAT ANTIHIPERTENSI Herlina Herlina; Muchtaridi Muchtaridi
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1978.498 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17432

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri secara persisten. Prevalensi hipertensi di Indonesia sesuai data RISKESDAS 2013 adalah sebesar 25,8%.  Menurut American Heart Association (AHA) penduduk Amerika menderita hipertensi mencapai angka 74,5 juta jiwa yang berusia diatas 20 tahun. Dengan persentase 10% hipertensi sekunder dan 90% hipertensi primer. Banyak pasien hipertensi memiliki tekanan darah tidak terkontrol meskipun obat-obatan yang efektif banyak tersedia. Maka untuk monitoring dan evaluasi digunakan metode ATC/DDD. Dengan menggunakan metode ATC/DDD didapatkan presentasi dan perbandingan statistik konsumsi obat antihipertensi di tingkat internasional dan lainnya.Kata Kunci: Anatomicntherapeuticnchemicaln(ATC),ndefinedndailyndosen(DDD), drug utilization (DU), hipertensi, obat antihipertensi
Efek Farmakologi Minyak Neem MUHAMMED SUFFIAN ABD RAZAK; Sri Agung Fitri Kusuma
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.223 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17336

Abstract

Tanaman neem (Azadirachta indica A.Juss) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan pada zaman sekarang. Minyak neem atau Neem Oil yang berasal dari biji neem memiliki banyak efek farmakologis yang telah pun diuji didalam beberapa penelitian sebelumnya. Terdapat banyak penelitian sebelum ini menunjukkan minyak neem mempunyai efek farmakologis diantaranya sebagai anti antiseptik, insektisida, anti fungal, anti malaria, anti inflamasi, anti protozoa, untuk ulkus dan masih banyak lagi kegunaan yang lain. Oleh itu bahan aktif minyak neem dikarakterisasi, kemudian terhadap sampel minyak tersebut dilakukan pengujian aktivitas antibakteri, antijerawat, antiseptik dan penyakit kulit. Selain efek farmakologis minyak neem juga banyak digunakan untuk kegunaan manusia didalam pengunaan terutama didalam sektor perindustrian. Penelitian ini juga menunjukkan metode yang telah digunakan bagi mengunakan ekstrak minyak neem bagi kegunaan manusia. Terdapat juga pengujian yang dijalankan mengunakan hewan seperti kelinci bagi menguji efektivitas pada fisiologis kulit dan kemudiaannya dapat dikonversi kepada tahap untuk kegunaan manusia. Selain itu ada juga pengujian yang dijalankan dengan membandingkan obat tradisional minyak neem dengan produk – produk yang telah stabil berada dipasaran. Perbandingan dijalankan dengan mengunakan beberapa metode seperti uji analisis UV dan mengunakan data SPSS.Kata Kunci: Efek Farmakologis, Neem Oil, Tanaman Neem, Obat Tradisional
Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Jambu Air (Syzygium aqueum Burn. f. Alston) PRATIWI SRI ANGGRAWATI; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.267 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10884

Abstract

Tanaman Jambu Air (Syzygium aqueum) digunakan sebagai obat alami yang berperan dalam menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Data yang diperoleh dengan pencarian istilah dan strategi pencarian data berupa data yang berisi tentang penjelasan senyawa kimia dan aktivitas farmakologi S. aqueum baik secara ilmiah (in vitro dan in vivo) maupun secara empiris. Senyawa kimia yang paling banyak ditemukan pada daun Syzygium aqueum yaitu flavonoid, fenolik, dan tannin sebagai antimikroba dan senyawa hexahydroxyflavone, Myricetin ,vitamin C, senyawa 2',4'-dihidroksi-6-metoksi-3, 5-dimetilkalkon, senyawa 4-Hidroksibenzaldehid, myricetin-3-O-ramnosid, europetin-3-O-ramnosid, floretin, myrigalon-G dan myrigalon-B yang mempunyai aktivitas farmakologi sebagai anti oksidan, antikanker, antidiabetes dan antihiperglikemik. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.  Kata kunci: Syzygium aqueum, jambu air, senyawa kimia, bioaktivitas.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue