cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
AKTIVITAS ANTI VIRUS HEPATITIS B PADA BEBERAPA TANAMAN DENGAN METODE PENGUJIAN IN VIVO DAN IN VITRO : REVIEW JURNAL PINA MIDUK RODEARNI MALAU; IMAM ADI WICAKSONO
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27906

Abstract

ABSTRAKHepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat berkembang menjadi kanker hati, sirosis, atau jaringan parut (fibrosis). Hepatitis B merupakan yang paling banyak menginfeksi penduduk Indonesia dibandingkan jenis hepatitis lainnya yaitu sebesar 21,8%. Pengobatan hepatitis B yang disetujui saat ini memiliki keterbatasan masing-masing. Banyak tanaman telah dilaporkan memiliki aktivitas anti virus hepatitis B sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi Hepatitis B. Fokus review ini adalah anti virus hepatitis B pada beberapa tanaman dengan metode pegujian in vivo dan in vitro. Hasil pengkajian dari 30 artikel ditemukan bahwa pada setiap tanaman memiliki mekanisme sebagai anti virus hepatitis B. Tanaman Rabdosia japonica memiliki aktivitas penghambatan virus Hepatitis B paling efektif dengan dosis terendah yaitu 20 μg/mL dibandingkan dengan kontrol.Kata kunci: Hepatitis B, Anti HBV, Tanaman, In Vivo, In Vitro ABSTRACTHepatitis is inflammation of the liver that can develop into liver cancer, cirrhosis, or scarring (fibrosis). Hepatitis B is the most infecting population of Indonesia compared to other types of hepatitis that is equal to 21.8%. Currently approved hepatitis B treatments have their respective limitations. Many plants have been reported to have anti-hepatitis B virus activity so that it can be used as an alternative to hepatitis B therapy. The focus of this review is anti-hepatitis B virus in some plants with in vivo and in vitro testing methods. The results of a study of 30 articles found that each plant has a mechanism as an anti-hepatitis B virus. Rabdosia japonica plants have the most effective inhibitory activity of hepatitis B virus with the lowest dose of 20 μg / mL compared to controls.Keywords: Hepatitis B, Anti-HBV, Plants, In Vivo, In Vitro
ARTIKEL REVIEW: TERAPI SUPORTIF UNTUK PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19 RIFA NURFAUZIAH; MUHAMMAD IKHWAN; RINI HENDRIANI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27177

Abstract

Pada Desember 2019, terdapat laporan terkait kasus pneumonia baru. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, diketahui penyebab kasus pneumonia baru adalah novel coronavirus. Virus yang menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah ini kemudian dinamakan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) oleh World Health Organization. COVID-19 merupakan penyakit yang menjadi darurat kesehatan masyarakat dan menjadi perhatian publik internasional. Hal ini diakibatkan oleh penyebaran penyakit yang meluas di Cina hingga ke seluruh  dunia. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas lebih lanjut mengenai penyakit COVID-19. Pembahasan terdiri dari penjelasan mengenai pengertian, gejala, diagnosa, klasifikasi klinis, terapi farmakologi dan terapi suportif yang dapat dilakukan untuk menunjang kesembuhan pasien. Kata Kunci: Coronavirus, COVID-19, Terapi Suportif
Pengaruh Berpuasa Terhadap Kadar Bilirubin Total dengan Metode Kolorimetri (DIAZO) dan DCA Dinda Meviansyah; Rania Aisha Nuralisa; Adham Rizki Ananda; Nadira Hasna Putri; Firda Riska Rahayu; Gabriella Livia Amanda; Riana Kamer; Rano Kurnia Sinuraya; Dika Pramita Destiani; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.25574

Abstract

Bilirubin merupakan salah satu metabolit berupa pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme pada hemoglobin. Bilirubin dibawa oleh darah menuju hati untuk dapat dikonjugasi dan diekskresikan. Adanya aktivitas berpuasa menyebabkan adanya kenaikan kadar bilirubin dalam darah oleh karena penurunan kapasitas pengikatan bilirubin oleh albumin untuk dapat dibawa menuju hati. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar bilirubin sebelum berpuasa dan setelah berpuasa selama 12 jam pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran angkatan 2017. Penelitian dilakukan dengan metode pengukuran kadar bilirubin sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian hasilnya diuji dengan menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui ada atau tidaknya efek puasa terhadap kadar bilirubin pria dan wanita dan uji Independent T-Test untuk membandingkan perbedaan kadar bilirubin pria dengan wanita. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai korelasi pada pria sebesar 0,001 dan nilai signifikansi 0,000, pada wanita didapatkan nilai korelasi 0,000 dan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian didapatkan nilai  rata-rata kenaikan bilirubin pria sebesar 0,7638 dan rata-rata kenaikan bilirubin wanita  sebesar 0,2395 dengan nilai signifikansi 0,000. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kenaikan kadar bilirubin yang signifikan pada pria dan wanita dan ada perbedaan yang signifikan pada kenaikan kadar bilirubin pria dan wanita.Kata Kunci : bilirubin, kenaikan kadar bilirubin, berpuasa, kolorimetri
IDENTIFIKASI PERSENTASE KELENGKAPAN RESEP DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG ALFIA NURSETIANI; ELI HALIMAH
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.26204

Abstract

ABSTRAKSemakin meningkatnya angka kesakitan dan penggunaan obat di rumah sakit, maka semakin bertambah pula angka permasalahan terkait obat jika penggunaannya tidak tepat. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya permasalahan terkait obat adalah dengan melakukan pengkajian resep. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pada aspek manakah yang memiliki persentase ketidaklengkapan atau kesalahan peresepan yang paling besar. Identifikasi kelengkapan resep tersebut dilakukan menggunakan metode observasi dengan aspek administrasi, aspek farmasetik, dan aspek klinis pada 60 resep yang terdiri dari 30 resep rawat jalan dan 30 resep rawat inap di salah satu rumah sakit di kota Bandung. Dari hasil penelitian didapatkan hasil persentase kesalahan peresepan pada aspek administrasi sebesar 19.44%, aspek farmasetik sebesar 20%, dan aspek klinis sebesar 16% pada 30 resep rawat jalan, sedangkan pada 30 resep rawat inap persentase kesalahan peresepan pada aspek administrasi sebesar 16.39%, aspek farmasetik sebesar 23.33%, dan aspek klinis sebesar 14.67%. Persentase ketidaklengkapan atau kesalahan peresepan terbesar terdapat pada aspek farmasetik, yaitu stabilitas obat dengan persentase sebesar 100%.Kata Kunci : Standar pelayanan kefarmasian, pengkajian resep, kelengkapan resep ABSTRACTThe increasing number of morbidity and drug use in hospitals, make the number of problems related to drugs has been increasing too. One way to prevent drug-related problems is to do a prescription screening. This research was conducted to find out which aspects had the greatest percentage of incompleteness or prescribing errors. Identification of the completeness of the prescription was carried out using observational methods with administrative aspects, pharmaceutical aspects, and clinical aspects in 60 prescriptions consisting of 30 outpatient prescriptions and 30 inpatient prescriptions at one of hospital in Bandung city. From the research results obtained the percentage of prescribing errors in administrative aspects of 19.44%, pharmaceutical aspects of 20%, and clinical aspects of 16% in 30 outpatient prescriptions, while in 30 prescriptions for prescription errors in administrative aspects was 16.39%, aspects pharmacetics at 23.33%, and clinical aspects at 14.67%. The biggest percentage of incompleteness or prescription errors is found in the pharmaceutical aspect, namely the stability of the drug with a percentage of 100%.Keywords : Pharmaceutical service standards, prescription screening, completeness of the prescription
REVIEW ARTIKEL : AROMATERAPI SEBAGAI MEDIA RELAKSASI Fazrina Pratiwi; Anas Subarnas
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27910

Abstract

ABSTRAKAromaterapi digunakan sebagai alternatif untuk merelaksasikan tubuh serta berperan dalam pengaturan emosional. Kandungan yang bermanfaat sebagai aromaterapi yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri  dapat ditemukan dalam berbagai tanaman seperti lavender (Lavandala angustifolia), valerian (Valeriana officinalis), peppermint (Mentha piperita L.), mawar (Rosa damascena), serai (Cymbopogon citratus), chamomile (Matricaria recutita), melati (Jasminum grandiflorum) dan rosemary (Rosmarinus officinalis). Untuk memeroleh minyak atsiri dari tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain destilasi uap, hidrodistilasi, hidrodifusi, ekstraksi superkritikal karbon dioksida (CO2), ekstraksi superkritikal cairan, ekstraksi microwave bebas pelarut dan ekstraksi pelarut. Review ini membahas tentang khasiat dan mekanisme aromaterapi dari tanaman yang mengandung minyak atsiri dalam memberikan efek relaksasi. Artikel review ini diharapkan bermanfaat sebagai sumber informasi dalam upaya pengembangan aromaterapi menjadi produk terapi.Kata Kunci: Aromaterapi, Alternatif, Minyak essensial, Relaksasi
EFEK SAMPING PENGGUNAAN WARFARIN DAN KOMBINASI WARFARIN DENGAN OBAT LAIN RESTU AMELIA APRIYANDI; IRMA MELYANI PUSPITASARI; NORISCA ALIZA PUTRIANA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27608

Abstract

ABSTRAKWarfarin merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah trombosis dalam berbagai keadaan klinis.Penggunaan obat ini dapat menyebabkan permasahan apabila digunakan dalam dosis yang tidak tepat. Masalah yang timbul dari penggunaan warfarin adalah akibat dari variasi respon antar individu, sehingga sulit untuk mendapatkan dosis yang tepat bagi setiap pasien. Hal ini menyebabkan efek samping obat. Artikel merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui berbagai efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan warfarin pada studi klinis dalam 5 tahun terakhir. Pencarian literatur menggunakan basis data elektronik PubMed dilakukan pada bulan Mei 2020. Dua belas studi diidentifikasi dari 116 studi yang ditemukan. Efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan warfarin pada studi klinis diantaranya yaitu terjadi perdarahan, nekrosis kulit, vaskulitis leukositoklastik,  gangguan ginjal, dan eosinophilia. Perdarahan merupakan efek samping yang paling banyak terjadi.Kata Kunci: Warfarin, efek samping, perdarahan, studi literatur ABSTRACTWarfarin is a drug used to treat and prevent thrombosis in a variety of clinical settings. The use of this drug can cause problems when used in the wrong dosage. Problems arising from the use of warfarin are the result of variations in responses between individuals, making it difficult to get the right dose for each patient. This causes the side effects of the drug. The article is a literature study that aims to find out various side effects caused by the use of warfarin in clinical studies in the last 5 years. A literature search using the PubMed electronic database was conducted in May 2020. Twelve studies were identified from 116 studies found. Side effects caused by the use of warfarin in clinical studies include bleeding, skin necrosis, leukocytoclastic vasculitis, kidney disorders, and eosinophilia. Bleeding is the most common side effect.Kata Kunci: Warfarin, Side Effect, Bleeding, Literatur Study
REVIEW JURNAL : UPAYA PENINGKATAN KELARUTAN OBAT KHOIRUNNISA APSARI; ANIS YOHANA CHAERUNISA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27837

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu faktor penting pada sifat fisikokimia suatu obat. Obat akan menghasilkan efek terapeutik jika dalam bentuk terlarut, sehingga dapat berdisolusi dan menembus membrane. Kelarutan akan berkorelasi pada fase farmakokinetik obat dalam tubuh, yakni absropsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi. Namun beberapa obat memiliki kelarutan yang rendah. Sehingga diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan kelarutan obat agar mencapai efek terapeutik. Tujuan dari karya tulis ini yaitu untuk menjelaskan teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelarutan berdasar kajian pustaka. Secara umum upaya peningkatan kelarutan dapat dilakukan secara fisika, kimia, dan tingkat pembentukan misel. Contoh dari modifikasi secara fisika adalah pengecilan ukuran partikel, modifikasi bentuk kristal, dan penggunaan matriks pada fase disperse. Contoh dari modifikasi secara kimia antara lain modifikasi pH, penggunaan buffer, pembentukan garam, kompleksasi dan derivatisasi. Sedangkan contoh dari modifikasi pembentukan misel yakni penggunaan proses superkritik pada larutan, penggunaan eksipien seperti surfaktan, kosolven, larutan penstabil, dan lain-lain.Kata kunci : kelarutan, obat, teknik peningkatan kelarutan.
REVIEW ARTIKEL: PERAN APOTEKER DALAM PANDEMI COVID-19 PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS NAOMY OCTAVINNA; NOVIKA WAHYUNI; NUR INDAH SARI; AHMAD MUTHADI
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.29718

Abstract

AbstrakCOVID-19 adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh infeksi virus corona. Wabah COVID-19 telah dinyatakan sebagai wabah pandemi internasional oleh WHO. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk menjelaskan pengaruh penyakit kronis dalam faktor resiko terjangkit COVID-19 serta peran apoteker dalam pencegahan dan penangan penyakit covid. Metode yang digunakan dalam membuat artikel ini yaitu penelusuran pustaka jurnal penelitian, review artikel dan artikel ilmiah. Pasien penyakit kronis merupakan kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung termasuk ke dalam resiko tinggi karena kerusakan organ akibat penyakit tersebut dan imunitas yang menurun. Penggunaan terapi COVID-19 pada pasien diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit jantung harus  dengan pengawasan khusus secara rutin seperti pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah dan pemantauan gejala-gejala yang timbul Peran apoteker dalam pandemi COVID-19 pada pasien penyakit kronis diantaranya pemberian informasi yang lengkap mengenai COVID-19, menyediakan jasa pengiriman obat yang dibutuhkan, mengoptimalkan penggunaan obat rasional, dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien.Kata kunci: Peran Apoteker, Penyakit Kronis, COVID-19 Abstract COVID-19 is an infectious disease caused by coronavirus infection. The COVID-19 outbreak has been declared an international pandemic by WHO. The purpose of this review is to explain the influence of chronic diseases in the risk factors for  covid and the role of pharmacists in the prevention and treatment of covid diseases. The method used in making this article are research from journal research, article review and scientific articles. Chronic disease patients are a vulnerable group infected with COVID-19. Diabetes mellitus, hypertension and heart disease are included in high-risk comorbidities because of organ damage due to the disease and decreased immunity. The use of COVID-19 therapeutic drugs in patients with diabetes mellitus, hypertension and heart disease should be monitored routinely such as checking blood sugar levels, blood pressure and monitoring for symptoms that arise. The role of pharmacists in a covid 19 pandemic for chronic disease patients includes providing complete information about COVID-19, providing drug delivery services, supporting rational use of drusg, and increasing medication compliance.Keywords: Role of Pharmacist, Chronic Disease, COVID-19
REVIEW ARTICLE : TANAMAN HERBAL YANG MEMILIKI AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA AYU UTAMI DEWI; IMAM ADI WICAKSONO
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27935

Abstract

Luka merupakan  suatu  keadaan  terputusnya kontinuitas jaringan akibat adanya cedera. Penyebab terjadinya luka akut akibat faktor dari luar, karena terkena benda keras atau tajam. Penggunaan obat medis yang terus menerus akan menimbulkan efek samping. Banyak tanaman herbal yang telah dilaporkan memiliki aktivitas penyembuhan luka dan dapat dijadikan sebagai altematif terapi. Review ini difokuskan mengkaji tanaman herbal yang memiliki aktivitas penyembuhan luka dengan metode in vivo. Hasil pengajian dari 30 jurnal bahwa senyawa yang berperan penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka adalah flavonoid, alkanoid, tanin, saponin, terpenoid dan steroid. Tanaman herbal ekstrak etanol daun Chromolaena odorata memiliki aktivitas penyembuhan luka yang paling efektif pada dosis rendah 5% dibandingkan dengan kontrol. Kata Kunci: Penyembuhan Luka, Tanaman, Herbal, In vivo
Review: Peneran Data Integrity di Industri Farmasi IRBAH ARIFA; RESMI MUSTARICHIE
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27247

Abstract

Data integrity adalah suatu tingkatan suatu data disajikan secara lengkap, akurat konsisten, terpercaya, dan dapat diandalkan.. Dalam beberapa waktu terakhir, pengamatan terkait data integrity ketika inspeksi Good Manufacturing Practice (GMP), Good Clinical Practice (GCP), dan Good Laboratory Practice (GLP) meningkat. Tujuan penulisan tinjauan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai data integrity, pelanggaran terhadap data integrity dan strategi solusi penerapan data integrity di industri farmasi.   Artikel review ini dibuat dengan melakukan penelusuran jurnal-jurnal yang terdapat dalam PubMed, ScienceDirect, dan situs jurnal lainnya. Inspeksi yang dilakukan oleh FDA, EU, dan  WHO menunjukkan bahwa adanya ketidakpatuhan berupa temuan kesalahan data ataupun data yang menyesatkan saat melakukan proses inspeksi. Ketidakpatuhan tersebut berasal dari ketidakmampuan sistem yang diterapkan. Sistem tersebut tidak cukup kokoh untuk menghambat kegagalan terhadap integritas dari data, gagal dalam mendeteksi kasus ketika integritas tersebut hilang, dan gagal menginvestigasi akar permasalahan dari suatu kegagalan. Beberapa strategi yang sudah diterapkan untuk menjaga data integrity adalah pembentukan Data and Safety Monitoring Board (DSMB) untuk melakukan proses monitoring, pengembangan metode audit yang dapat mengidentifikasi data kritis dan proses yang diperlukan untuk melindungi subjek dan integritas dari suatu investigasi, penerapan Structured Content Management (SCM), dan memastikan siklus hidup dari suatu proses analisis terstruktur dengan baik.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue