cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
AKTIVITAS ANTIPROLIFERASI SENYAWA KALKON DARI DAUN JAMBU AIR (Eugenia aquea Burm f.) TERHADAP SEL KANKER PROSTAT DU145 NONI CAHYANA; Anas Subarnas; Yuni Elsa Hadisaputri
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.132 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13131

Abstract

Adverse Effect Mayor Yang Terjadi Akibat Penggunaan Letrozole Pada Pasien Kanker Payudara Postmenopause LINDA FEBRIANI; Sriwidodo -
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3115.512 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17629

Abstract

Penentuan Tingkatan Jaminan Sterilitas pada Autoklaf dengan Indikator Biologi Spore Strip Insan Sunan Kurniawansyah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.122 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8542

Abstract

Proses sterilisasi termal menggunakan uap jenuh di bawah tekanan berlangsung di suatu bejana yang disebut autoklaf, dan merupakan proses sterilisasi yang paling banyak dilakukan. Suatu siklus autoklaf yang ditetapkan dalam farmakope untuk media atau pereaksi adalah selama 15 menit pada suhu 121 0C kecuali dinyatakan lain. Autoklaf yang sederhana menggunakan sumber uap dari pemanasan air yang ditambahkan ke dalam autoklaf. Dengan autoklaf sederhana ini, tekanan dan temperatur diatur dengan jumlah panas dari api. Kelemahan autoklaf ini adalah bahwa perlu penjagaan dan pengaturan panas secara manual, selama masa sterilisasi dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian menggunakan indikator biologi spore strip terhadap proses sterilisasi dengan variasi waktu pemaparan berdasarkan nilai D. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu pemaparan proses sterilisasi untuk mencapai Tingkatan Jaminan Sterilitas dari autoklaf yang digunakan bisa dicapai dalam waktu 12 menit, yang ditunjukkan dengan tidak adanya pertumbuhan mikroorganisme pada media uji.Kata kunci : autoklaf, indikator biologi, sterilisasi, tingkatan jaminan sterilitas.
SIMULASI MOLECULAR DOCKING DAN MOLECULAR DYNAMICS SENYAWA AKTIF TERHADAP NEURAMINIDASE DARI INFLUENZA Aurizal Risandy Irawan; Zelika Mega
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.953 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21993

Abstract

ABSTRAKInfluenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem pernafasan. Oseltamivir merupakan antiviral golongan inhibitor neuraminidase yang dapat menghambat proses penyebaran virus dengan berikatan dengan sisi aktif dari neuraminisase. Munculnya beberapa kasus resistensi oseltamivir dikarenakan adanya mutasi pada urutan asam amino virus. Oleh karena itu, perlu dikembangkan obat alternatif untuk mengatasi penyakit yang disebabkan virus influenza. Beberapa penelitian telah dilakukan dengan menggunakan molecular docking dan molecular dynamics dalam proses pencarian obat baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam ganoderat, witaferin A, flavonoid, turunan carvone, turunan asam tiazolidin-4-karboksilat, asam klorogenat, dan violaksantin memiliki potensi yang baik sebagai inhibtor neuraminidase dari virus influenza.Kata kunci : Influenza, Molecular Docking, Molecular Dynamics, Neuraminidase
TINJAUAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK Cassia Fistula TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli: ARTIKEL REVIEW AI SITI RIKA FAUZIAH; Rini Hendriani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2862.587 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13175

Abstract

Terdapat banyak mikroorganisme yang dapat menyebabkan masalah kesehatan (infeksi). Salah satunya yaitu S. aureus dan E.coli yang sebenarnya merupakan flora normal tubuh namun dapat menjadi patogen ketika terdapat suatu gangguan pada tubuh. Telah dikembangkan banyak obat-obatan untuk melawan infeksi terhadap mikroorganisme, namun kadang terjadi resistensi bakteri akibat tidak sensitifnya suatu bakteri terhadap obat tertentu yang sudah ada. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu obat baru untuk melawan bakteri tersebut salah satunya dari tanaman. Salah satu tanaman yang sudah terbukti memiliki aktivitas antibakteri adalah Cassia fistula. Metode yang digunakan dalam pengujian aktivitas antibakteri adalah metode difusi paper disc. Dari beberapa jurnal yang telah ditelaah, didapat data-data mengenai aktivitas antibakteri dari berbagai bagian tumbuhan dengan berbagai pelarut. Dari data tersebut, aktivitas antibakteri terbaik ditunjukan oleh ekstrak biji dengan pelarut metanol pada konsentrasi 400 mg/ml dengan zona hambat 18 mm pada S. aureus dan 16 mm pada E. coli. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas antibakteri tersebut berada pada tingkat sedang.Kata kunci: infeksi, resistensi, Cassia fistula, aktivitas antibakteri
REVIEW: TEKNIK MICRONEEDLE COATING UNTUK PENGHANTARAN OBAT SECARA TRANSDERMAL DESI MARIANA PURBA; Soraya Ratnawulan Mita
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.131 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17465

Abstract

Pemberian obat rute transdermal dikembangkan sebagai alternatif untuk rute oral dan parenteral. Rute transdermal ini dapat diaplikasikan dengan metode microneedle (MN). Pendekatan berbasis MN telah dikembangkan dengan metode pelapisan MN dengan tujuan meminimalkan invasif sehingga obat dan vaksin dapat melewati kulit. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait beberapa proses melapisi MN untuk pemerian obat transdermal. Teknik yang akan diulas yaitu dip coating, gas jet drying, spray coating, proses electrohydrodynamic atomisation (EHDA) dan piezoelectric inkjet printing. Melalui jurnal acuan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa setiap teknik yang diuji memberikan peluang untuk mengatasi formulasi atau pembatasan bentuk sediaan. MN berlapis dengan berbagai teknik memiliki potensi yang baik untuk digunakan pada proses penghantaran obat untuk pemerian transdermal.
REVIEW ARTIKEL : SENYAWA AKTIF ANTIINFLAMASI DAUN JAWER KOTOK (Plectranthus scutellarioides L. R.Br.) MIDA HAMIDAH
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.494 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.20546

Abstract

ABSTRAK Jawer kotok (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br) adalah salah satu spesies tumbuhan berbunga dari keluarga Lamiaceae, yang berasal dari benua Asia. Berdasarkan berbagai penelitian meliputi penelitian secara etnofarmakognosi, in vitro dan in vivo daun jawer kotok telah terbukti berkhasiat sebagai antiinflamasi. Kandungan kimia metabolit sekunder dan mekanisme kerja yang berhubungan dengan antiinflamasi pada daun jawer kotok juga telah diidentifikasi meliputi antosianin, asam rosmarinik, fitol dan kuersetin.
AKTIVITAS, MEKANISME AKSI, DAN TOKSISITAS SIDAGURI (Sida Rhombifolia L.) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA NITYA NURUL FADILAH
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.668 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12414

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifolia L.), adalah tanaman obat tradisional dengan potensi sebagai obat terhadap asam urat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, flavonoid ekstrak kasar Sida rhombifolia L terbukti menghambat Xanthine Oxidase hingga 55% dan digunakan untuk menurunkan asam urat. Metode yang digunakan dalam ulasan ini adalah studi literatur.  Pencarian data primer dilakukan secara online menggunakan alat pencarian NCBI, PubMed, Google, dan Yahoo. Hasil beberapa artikel yang diperoleh ekstrak aktivitas sidaguri memiliki kemampuan inhibisi enzim xanthine oksidase lebih dari 50% baik in vitro dan in vivo. Kemampuan flavonoid untuk menghambat aktivitas oksidase xanthine berlangsung melalui mekanisme penghambatan kompetitif, antiinflamasi, dan interaksi dengan enzim dalam sisi aktif. Sedangkan uji berdasarkan hasil uji toksisitas akut sidaguri ini telah dilaporkan bahwa ekstrak etanol sidaguri tidak toksik dengan nilai LD50 yang lebih dari 16 g / KgBB tidak ada kematian dan gejala abnormal pada tikus. Sehingga sidaguri potensial digunakan sebagai antihiperurisemia yang aman.Kata kunci : Antihiperurisemia, asam urat, sidaguri, xantin oxidase
Uji Toksisitas Infusa Acalypha Siamensis dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Sheila Frizqia Jelita; Gita Widi Setyowati; Michelle Ferdinand
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.536 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.25926

Abstract

Uji toksisitas merupakan uji untuk mengamati aktivitas farmakologi suatu senyawa yang terjadi dalam waktu. Subjek uji untuk uji toksisitas adalah larva udang. Larva udang memiliki karakteristik yang sensitif dan akan mati apabila zat atau senyawa asing tersebut bersifat toksik. Uji toksisitas digunakan untuk mengetahui pengaruh racun yang dihasilkan oleh dosis tunggal dari suatu campuran zat kimia pada hewan coba sebagai uji pra skrining senyawa bioaktif antikanker. Hasil yang diperoleh dihitung sebagai nilai LC50 (lethal concentration) ekstrak uji. Semakin kecil harga LC50 semakin toksik suatu senyawa. Hasil LC50 di dengan analisis probit menggunakan program EPA probit. Nilai LC50 dengan nilai sebesar 1333,5 ppm untuk metode vial (makroskopik).Kata kunci: BSLT, Lethal Concentration 50% (LC50), Uji toksisitas.
Utilization of Indonesia’ Natural Resources as Raw Materials in Pharmaceutical Industries for the Treatment of Degenerative Diseases AGI MEISARANI; Rano K. Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.213 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17902

Abstract

In Indonesia, health problems such as treatment of degenerative diseases are still not be handled properly. The common degenerative diseases in Indonesia are diabetes mellitus and hypertension. Generating qualified medicines with lower cost for degenerative disease are still be a major problem because Indonesia has not been independent in pharmaceutical raw materials. Raw materials are important part in the production process of pharmaceutical preparations. Indonesia obtained raw materials by importing from various countries. By looking at the various potentials of natural resources that can be used as a source of raw material in pharmaceutical industries, both active pharmaceutical ingredients (API) and excipients, Indonesia will be able to independently produce the pharmaceutical raw materials. To achieve independency of pharmaceutical raw materials, the appropriate processing methods to produce quality raw materials is needed. Based on this issue, a review of various studies was performed including the processing of API and pharmaceutical excipients raw materials of plant and animal body parts. “Kayu Manis” (Cinnamomum burmanii) and “Brotowali” (Tinospora cripa L.) which can be utilized as raw material pharmaceutical ingredient for the treatment of diabetes mellitus and “Mengkudu" (Morinda citrifolia L.)  which can be used for the treatment of hypertension disease. Meanwhile, some natural resources that can be used as excipients are gelatin from the skin and fish bones (as a binder in the preparation of tablets), carrageenan from seaweed (emulsifier and suspending agent) and the Mimosa “Putri Malu” (Mimosa pudica L.) mucilago seed (as an alternative to polymer as buchoadhesive agent, disintegrator and binder)

Page 6 of 79 | Total Record : 784


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue