cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW ARTIKEL : ROKOK DAN BERBAGAI MASALAH KESEHATAN YANG DITIMBULKANNYA Anisa Marieta; Keri Lestari
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34618

Abstract

ABSTRAKRokok merupakan hasil olahan tembakau termasuk cerutu atau bentuk lainnya. Merokok menjadi salah satu faktor resiko penyebab berbagai penyakit dan kematian dini.  Prevalensi pengguna rokok di Indonesia terus mengalami peningkatan yang awalnya 7.2% di tahun 2013 menjadi 9.1% di tahun 2018 dan 19.2% di tahun 2019. Seiring dengan prevalensi yang meningkat, penyakit yang terkait dengan penggunaan tembakau dan perilaku merokok juga meningkat.  Berdasarkan beberapa penelitian ternyata rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti katarak, kerontokan rambut, penyakit paru obstruktif kronis, osteoporosis, gangguan pendengaran, karies, penyakit terkait kardiovaskular, kemandulan dan impotensi, kanker ovarium, kanker paru, kanker kulit, kanker usus.Kata kunci : Rokok, merokok, penyakit.
ARTIKEL REVIEW: DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP RANTAI DISTRIBUSI BAHAN OBAT, OBAT DAN ALAT KESEHATAN Dwi Yuri Arista; Widya Lestari; Sriwododo Sriwidodo
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.38770

Abstract

COVID-19 yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2  (SARS COV-2) ditetapkan sebagai pandemi dunia oleh WHO pada Maret 2020 dan masih berlangsung hingga tahun 2022. Adanya pandemi global dalam jangka waktu yang panjang mengakibatkan turunnya perekonomian global dan mempengaruhi hampir seluruh sektor salah satunya adalah pada sektor distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi pada rantai distribusi bahan obat, obat, dan alat kesehatan karena adanya pandemi sehingga dapat dilakukan tindak penanganan atau pencegahan terhadap masalah tersebut. Metode penelusuran dan pencarian data dilakukan secara elektronik melalui website Google Scholar, Pubmed dan Emerald Insight dengan kata kunci ”COVID-19”, “Distribusi”, “Gangguan distribusi akibat pandemi COVID-19”, “Dampak pandemi COVID-19 terhadap distribusi obat” serta “Impacts of COVID-19 on drug dan medical devices distribution”. Didapatkan total 29 jurnal, 2 peraturan pemerintah, dan 1 surat edaran pemerintah yang masuk ke dalam kriteria inklusi. Dari hasil telaah Pustaka, diindentifikasi bahwa dampak yang terjadi pada sektor distribusi bahan obat/obat dan alat kesehatan adalah naiknya permintaan barang, kekurangan stok terhadap produk esensial, kegagalan pengiriman tepat waktu, adanya gangguan produksi karena keterbatasan bahan baku obat impor, keterlambatan dalam transportasi dan logistik, gangguan aliran transportasi dan adanya pembatasan transportasi darat, laut, maupun udara. Dari hasil tersebut pemerintah, pelaku industri maupun distribusi dapat menyiapkan langkah esensial berupa tindakan perbaikan maupun pencegahan sehingga apabila terjadi masalah serupa dikemudian hari dapat dilakukan penyelesaian dengan lebih efisien untuk dapat meminimalisir dampak yang timbul pada sektor distribusi akibat adanya pandemi.
Review Artikel : Studi Kompatibilitas Obat - Eksipien dengan Analisis Termal Rania Aisha Nuralisa; Neily Zakiyah
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.27862

Abstract

ABSTRAKStudi kompatibilitas antara obat dengan eksipien mempunyai peranan penting dalam pengembangan suatu formula obat. Hal tersebut dikarenakan interaksi antara obat dengan eksipien dapat mempengaruhi stabilitas, sifat fisikokimia, keamanan, dan efikasi terapeutik dari obat. Berbagai macam metode digunakan untuk mendeteksi inkompatibilitas, salah satunya adalah analisis termal yang meliputi differential scanning calorimetry (DSC) ,thermogravimetry (TG), hot stage microscopy (HSM) dan isothermal microcalorimetry. Analisis termal menggunakan fungsi suhu dan waktu dalam mendeteksi inkompatibilitas antara obat dengan eksipien. Tujuan dilakukan review ini yaitu untuk mengetahui penggunaan analisis termal pada studi kompatibilitas antara obat dengan eksipien. Metode yang digunakan pada review jurnal ini adalah studi literatur. Dari hasil penelusuran literatur menunjukan bahwa analisis termal cukup efektif dalam mendeteksi inkompatibilitas.Kata Kunci : Studi Kompatibilitas, Obat, Eksipien, Analisis Termal.
Rasionalitas Penggunaan Antibiotika Menggunakan Metode Gyssens Pada Pasien Poli Bedah Mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran Bandung Belinda, Rahma; Subarnas, Anas; Mutiara, Intan
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.38780

Abstract

Antibiotika memiliki peran sebagai terapi dasar penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada kedokteran gigi, antbiotika umumnya diresepkan untuk membantu prosedur pembedahan, mengobati inflamasi akut, mengatasi infeksi dan mencegah infeksi sistemik seperti endocarditis bakteri. Antibiotika harus digunakan secara rasional dan bijak sehingga tidak terjadi resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotika pada poli bedah mulut di rumah sakit gigi mulut Universitas Padjadjaran Kota Bandung. Penelitian ini berupa penelitian observasional deskriptif bersifat retrospektif. Pengambilan data menggunakan 150 rekam medis yang memperoleh resep antibiotika di poli bedah mulut periode Oktober 2021- Januari 2022. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dkk. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan antibiotika secara rasional sebesar 75,32% dan 24,68% penggunaan antibiotika tidak dilakukaan secara tepat dan rasional berdasarkan kriteria Gyssens
REVIEW ARTIKEL : Penggunaan Antivirus pada Pasien Covid-19 Athiyagusti Ponco Putri; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34941

Abstract

SARS CoV-2 merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan. Saat ini,  belum tersedia obat antivirus khusus untuk melawan infeksi COVID 19 untuk terapi potensial pada manusia. Tujuan dibuatnya review artikel ini adalah untuk menghimpun tata laksana antivirus pada pasien Covid-19 dengan memaparkan data penggunaan dan bagaimana mekanisme antivirus tersebut bekerja terhadap virus SARS CoV-2 melalui metode review 36 jurnal penelitian. Sehingga dapat diketahui terkait respon dan efektivitas penggunaan antivirus terhadap pasien Covid-19 yang merupakan penyakit yang belum ditemukan pengobatan spesisiknya, serta dapat membantu penentuan penggunaan antivirus terhadap pasien Covid-19.Kata Kunci: SARS CoV-2, penyakit pada saluran pernafasan, Antivirus
KADAR ASPROSIN, HS-CRP DAN INDEKS HOMA-IR PADA PRIA DEWASA DENGAN OBESITAS Fanny F. Simanjuntak; Irma M. Puspitasari; Erizal Sugiono
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42477

Abstract

Asprosin merupakan hormon yang dikaitkan dengan obesitas dan sindrom metabolik berdasarkan perannya sebagai hormon oreksigenik dan glikogenik. Asprosin diketahui menyebabkan resistensi insulin melalui jalur inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar asprosin hs-CRP dan indeks HOMA-IR pada pria dewasa dengan obesitas. Penelitian observasional dengan pendekatan studi potong lintang ini melibatkan 58 pria di kota Jakarta, Bekasi, Bandung, Solo dan Surabaya selama bulan Januari sampai Mei 2020. Subjek terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan indeks masa tubuh yaitu normal (18.5 – 22.9), pre-obesitas (23-24.9), obesitas (≥ 25). Pemeriksaan asprosin dilakukan menggunakan metode ELISA. Pada penelitian ini kadar asprosin tidak berbeda secara signifikan antara  kelompok normal dengan kelompok obesitas  (p = 0.067), kadar asprosin pada kelompok pre-obesitas lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok normal (p = 0.000), dan kadar asprosin pada kelompok obesitas lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok pre-obesitas (p = 0.004). Kadar hs-CRP tidak berbeda signifikan antara kelompok normal dengan pre-obesitas (p = 0.064) dan kelompok pre-obesitas dengan obesitas (p = 0.619), dan kadar  hs-CRP pada kelompok obesitas lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan kelompok normal (p = 0.026). Indeks HOMA-IR meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya indeks masa tubuh (normal-pre-obesitas (p = 0.010); normal-obesitas (p = 0.000); pre-obesitas-obesitas (p = 0.030)). Dapat disimpulkan bahwa kadar asprosin lebih rendah pada kelompok pre-obesitas dan obesitas, kadar hs-CRP lebih tinggi secara signifikan pada kelompok obesitas dibandingkan kelompok normal dan indeks HOMA-IR meningkat seiring dengan peningkatan indeks masa tubuh.
Perbedaan Kadar Apolipoprotein (APO AI, APO AII, APO B, APO CII, DAN APO CII) Pada Subjek Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol Wakhid Rizka Saputra; Irma Melyani Puspitasari; Dwi Yuniati Daulay
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42270

Abstract

Diabetes melitus penyakit metabolik yang sering disertai dengan komplikasi. Kondisi hiperglikemia kronis pada DM Tipe 2 dapat meningkatkan intraselular ROS dan menurunkan fungsi mitokondria untuk melepaskan ATP sehingga akan mengganggu sekresi insulin. Mekanisme peningkatan stress oksidatif akibat kondisi hiperglikemia dapat menyebabkan komplikasi baik mikrovaskular maupun makrovaskular. Pada DM Tipe 2 dapat terjadi dislipidemia yang ditandai dengan konsentrasi trigliserida plasma yang tinggi, HDL yang rendah, dan meningkatnya konsentrasi small dense LDL. Penyebab utama dislipidemia adalah peningkatan asam lemak bebas dari sel lemak yang mengalami resitensi insulin. Apolipoprotein penting dalam menjaga integritas struktural dan kelarutan lipoprotein dan memainkan peran penting dalam ikatan dengan reseptor lipoprotein dan regulasi enzim tertentu dalam metabolisme lipoprotein. Pada penelitian ini ingin dilihat hubungan kadar HbA1c dengan Apolipoprotein pada subjek diabetes melitus tipe 2 terkontorol dan tidak terkontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Juni - Juli 2019 di laboratorium Klinik Prodia Kramat Jakarta, Wastukencana Bandung, dan Semarang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar apolipoprotein pada diabetes terkontrol dan tidak terkontrol dengan berturut turut Apo B (p=0.003*), Apo CII (p=0.010*), Apo CIII (p=0.042*) sehingga dapat digunakan sebagai penanda komplikasi.
CATECHOL-O-METHYLTRANSFERASE VAL158MET GENE POLYMORPHISM IN SCHIZOPHRENIA RISPERIDONE-TREATED PATIENTS Fitri N. Ramadhani; Ajeng Diantini; Shelly Iskandar; Melisa I. Barliana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42482

Abstract

Catechol-O-Methyltransferase (COMT) gene is located at chromosome 22q11 on a location with a high risk of the occurrence of schizophrenia that has a role in the degradation and inactivation of dopamine neurotransmitters. The COMT Val158Met gene polymorphism has enzymatic activity variation that can affect the availability of COMT enzyme, balance of dopamine level, and availability of dopamine receptors so it can influence the effectiveness of risperidone therapy that varies. The aim of this study was to observe the genetic profile of COMT Val158Met gene polymorphism and its correlation with effectiveness of risperidone therapy either single or combination in schizophrenia patients at Mental Hospital of Prof. Dr. Soerojo Magelang. This study was an observational descriptive study with a cross-sectional plan. Data collection was carried out prospectively through assessment of risperidone therapy effectiveness based on PANSS-EC scores in medical record, whole blood sampling, and identification of COMT Val158Met gene polymorphism using Polymerase Chain Reaction-Amplification Refractory Mutation System (PCR-ARMS) method. The result of study showed that all schizophrenia patients at Mental Hospital of Prof. Dr. Soerojo Magelang had heterozygote Val/Met (GA) genotype. Combination risperidone therapy was the most widely used (90.79%) rather than single with the result that 44 patients of 69 patients (63.77%) responded to the combination risperidone. Combined risperidone clozapine therapy was the most widely used (57.97%) with the result that 23 patients out of 40 (57.50%) responded to the combination therapy.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER LIVING WITH MEDICINES QUESTIONNAIRE (LMQ) VERSION 3 TERHADAP PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK Aulia Nurlatifah; Melisa I. Barliana; Laniyati Hamijoyo; Rizky Abdullah
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42349

Abstract

Berbagai jenis obat harus diminum selama hidupnya oleh setiap Odapus (Orang Lupus), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Berbagai jenis obat dengan jumlah banyak menghasilkan beban pengobatan yang akan menurunkan kepatuhan pasien. Ketika kepatuhan pasien menurun, maka luaran yang dihasilkan juga tidak maksimal. Beban yang terkait dengan pengelolaan penyakit kronis, termasuk pada penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES), akan berdampak pada kesejahteraan pasien dan risiko terjadinya efek samping obat. Penelitian ini merupakan studi potong lintang, pengambilan data secara prospektif di Poliklinik rawat jalan Reumatologi disalah satu Rumah Sakit kota Bandung periode Februari – Maret 2019, dan menggunakan kuisioner LMQ (Living with Medicine Questionnaire) versi 3. Jumlah pasien dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien dengan kriteria inklusi adalah pasien dengan diagnosa LES, usia minimal 18 tahun, pasien rawat jalan di Poliklinik Reumatologi, sedang meminum obat terkait pengobatan LES, dan bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani informed consent. Kriteria ekslusi sampel penelitian adalah pasien ibu hamil, pasien dengan gangguan pendengaran dan pasien yang tidak bisa berbicara. Uji validasi kuesioner pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, sedangkan uji reliabilitas kuesioner menggunakan uji Cronbach alpha coefficient. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Koefisien Validitas (r hitung) lebih besar dari pada r tabel yaitu sebesar 0,361 (n = 30). Sedangkan koefisien reliabilitas hasil perhitungan tidak ada nilai reliabilitas yang sangat rendah (kurang dari 0,200) sehingga untuk keseluruhan item pada variabel dan domain dalam penelitian ini dapat digunakan untuk analisis variabel lebih lanjut.
FGF-21: THE HOMEOSTASIS GUARDIAN. A NEW OPTIMISM FOR OBESITY? Gianni Yosephine; Anna Meiliana; Melisa I. Barliana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42478

Abstract

The prevalence of obesity is increasing worldwide. Current obesity treatment is not suitable for all patients, hence the novel treatment are needed. Fibroblast Growth Factor 21 (FGF21) is a protein that consisting 210 amino acids. This protein is predominantly produced by the liver. In contrast to other FGF family members, FGF21 has a metabolic effect compared to cell proliferation and differentiation. It appears to be prospect treatment for metabolic syndrome, including obesity. Studies on FGF21 continue to develop and it is found that this protein has a beneficial role in the metabolism of lipids as well as glucose in vitro and in vivo. Interestingly, this protein also has the ability in energy homeostasis and has recently emerged as an intriguing therapeutic agent for obesity care. Because of its role as energy homeostasis, this protein can increase under certain conditions for example when fasting or on the ketogenic diet. Recombinant FGF21 administration in mice has been shown to reduce lipid levels. Assembling evidence from animal studies indicates that FGF21 is a potent metabolic regulator with many beneficial effects on obesity, even though the underlying mechanism of this effect is not fully understood. In the future it has potential to use FGF21 as treatment for obesity in human.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue