cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
HIPOKSIA VERSUS NORMOKSIA: UJI PRELIMINARI KONDISI LINGKUNGAN IN VITRO YANG BAIK UNTUK PRODUKSI MEDIUM TERKONDISI SEL PUNCA MESENKIMAL Yanni Dirgantara; Ajeng Diantini; Cynthia R. Sartika
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42347

Abstract

Sel punca mesenkimal (SPM) telah banyak digunakan dalam uji klinis maupun pre klinis dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan sebagai alternatif terapi pengobatan penyakit degeneratif. Efektivitas terapi SPM bukan hanya dipengaruhi oleh sel yang ditransplantasikan, tetapi juga oleh efek parakrin SPM melalui sekresi molekul sinyaling berupa protein baik secara in vivo maupun in vitro. Efek parakrin terjadi saat sel menerima signal kerusakan, yang secara in vitro dapat dikondisikan dengan pengaturan lingkungan hipoksia bagi pertumbuhan sel. Penelitian ini membandingkan total protein yang dihasilkan oleh SPM dari dua macam sumber, yaitu jaringan tali pusat dan lemak, yang dikultur dalam kondisi hipoksia dan normoksia selama 24 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dihasilkan oleh SPM dari jaringan lemak menghasilkan protein dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan SPM dari tali pusat. Sedangkan jika dilihat dari parameter waktu perlakuan, protein yang dihasilkan setelah perlakuan 48 jam lebih banyak dibandingkan protein yang dihasilkan oleh perlakuan selama 24 jam.
THE IMPACT OF ATP-BINDING CASSETTE SUBFAMILY B MEMBER 1 (ABCB1) POLYMORPHISMS ON STANDARD TREATMENTS FOR SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS Muhammad Syawal Pratama; Laniyati Hamijoyo; Melisa I. Barliana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42489

Abstract

The ATP-Binding Cassette Subfamily B Member 1 (ABCB1) gene encodes for P-glycoprotein (P-gp) which is an efflux pump used to transport a variety of xenobiotics. The role of ABCB1 polymorphisms in Systemic Lupus Erythematosus (SLE) affect outcomes of standard therapy (hydroxychloroquine, glucocorticoid (GC), azathioprine (AZA), mycophenolate mofetil (MMF), and cyclophosphamide (CYC)). We conducted an investigation assessing affiliations between the ABCB1 polymorphisms, G1199A, C1236T, G2677T/A, and C3454 and effectiveness variables. Although ABCB1 polymorphisms do not cause SLE, they exert a significant impact on therapy effectiveness. These polymorphisms significantly influenced GCs and AZA, had less effects on methotrexate (MTX), MMF, and CYC, and no impact on antimalarials. The four most influential polymorphisms were, rs1045642 (C3454), rs1128503 (C1236T), rs2032582 (G2677T/A), and rs2229109 (1199A).
ANALISIS CIRCULATING RETINOL BINDING PROTEIN 4 (RBP4) DAN ADIPONEKTIN DARI EKSOSOM SEBAGAI PENANDA BIOKIMIA UNTUK RESISTENSI INSULIN PADA SUBJEK DENGAN OBESITAS SENTRAL Catharina A. P. Utami; Keri Lestari; Miswar Fattah
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42476

Abstract

Circulating RBP4 dan adiponektin yang dapat ditemui pada cairan tubuh khususnya serum dan eksosom. Penelitian ini dilakukan untuk menilai perbedaan kadar circulating RBP4 dan adiponektin dalam eksosom dan serum serta menilai hubungannya dengan resistensi insulin. Sebanyak 65 subjek berpartisipasi dalam penelitian ini yang selanjutnya dianalisa berdasarkan tiga kelompok penelitian, yakni 18 non obese (non-diabetes), 39 obesitas sentral (non-diabetes), dan 8 obesitas sentral (prediabetes). Sampel serum dikumpulkan dari masing-masing peserta dan eksosom diisolasi dari sampel serum menggunakan Total Exosome Isolation Kit (Invitrogen). Pengukuran kadar RBP4 dilakukan menggunakan ELISA, sementara adiponektin menggunakan flowcytometri. Hasil penelitian ini diperoleh perbedaan yang signifikan kadar circulating RBP4 dalam eksosom (p=0,030) dibandingkan dalam serum (p=0,806). Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar circulating RBP4 dalam eksosom pada kelompok obesitas sentral (non-diabetes) (p= 0,016) dan obesitas sentral (prediabetes) (p=0,054) dibandingkan kelompok non-obese (non-diabetes) (p= 0,164). Sehingga circulating RBP4 pada eksosom dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi prediabetes lebih signifikan dibandingkan pada serum. Sedangkan pada adiponektin, tidak ditemukan perbedaan bermakna kadarnya dalam eksosom (p=,397) dan serum (p=0,138). Hasil ini menunjukkan bahwa pemeriksaan adiponektin cukup dapat dilakukan melalui serum.Pada uji korelasi dengan HOMA IR, menunjukkan tidak adanya korelasi parameter circulating RBP4 eksosom (p=0,923; r= 0,031) dan serum (p=0,413; r= -0,103), namun terdapat korelasi negatif dengan adiponektin dalam eksosom (p=0,002; r= -0,381) dan serum (p= <0,001; r= -0,432). Signifikansi hubungan adiponektin dengan resistensi insulin terlihat dalam kelompok eksosom non-obese (non-diabetes) (p=0,012; r=-0.580). Hasil ini menunjukkan bahwa adiponektin dalam eksosom dapat berpotensi menjadi penanda biokimia untuk resistensi insulin pada pasien dengan obesitas sentral.
Pengaruh Konseling Farmasi Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Terapi Hemodialisis di RSUD Cibabat Faizatun Maulida; Eli Halimah; Sri Hartini; Budhi Prihartanto
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42268

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah masalah kesehatan di seluruh dunia dengan peningkatan prevalensi penyakit, biaya pengobatan, morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pasien gagal ginjal kronis (GGK) dengan terapi hemodialisis membutuhkan terapi jangka panjang dan seumur hidup. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kualitas hidup pasien GGK dengan terapi hemodialisis di RSUD Cibabat kota Cimahi yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan pre experimental study one group pre test and post test design. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 62 sampel. Kualitas hidup akan diukur dengan menggunakan kuisioner EQ5D5L sebelum dan setelah konseling. Nilai utilitas sebelum konseling 0,75±0,18 dan setelah konseling 0,82±0,18. Sementara untuk perubahan skor EQ5D Visual Analog Scale (VAS) sebelum konseling adalah 3,74±10,21 dan setelah konseling 69,19±11,53. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan nilai utilitas dan skor EQ5D VAS pasien hemodialisis sebelum dan setelah konseling menunjukkan perbedaan yang bermakna secara signifikan (p<0,05).
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DAN KONTROL GLIKEMIK PASIEN DM TIPE 2 PADA PROGRAM RUJUK BALIK BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG Rizky H. Rambe; Keri Lestari; Auliya A. Suwantika; Iis Rukmawati
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42481

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang masuk dalam Program Rujuk Balik (PRB) BPJS Kesehatan karena memerlukan pengobatan dalam jangka panjang. Untuk itu, kepatuhan penggunaan obat merupakan hal yang penting dalam pengobatan DM tipe 2 agar tercapai kontrol glikemik yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan di Puskesmas A dan Puskesmas B di Kota Bandung. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan metode pretest posttest with control group design dan dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS). Subjek penelitian yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 60 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan rata-rata skor MARS kelompok intervensi adalah 3,23 ± 2,31 lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 1,07 ± 2,33. Sementara penurunan GDP pada kelompok intervensi sebesar 7,8 ± 57,4 mg/dL, dan kelompok kontrol mengalami kenaikan GDP sebesar 23,7 ± 59,4 mg/dL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling apoteker memberikan pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat serta kontrol glikemik pasien DM tipe 2 yang mengikuti PRB BPJS Kesehatan.
HUBUNGAN PAJANAN PESTISIDA DAN HORMON REPRODUKSI PRIA PADA PENYEMPROT PESTISIDA DI AREA BANDUNG Wahyu P. Sari; Keri Lestari; Mulyana Mulyana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42348

Abstract

Pestisida merupakan salah satu bahan kimia yang telah diidentifikasi peranannya sebagai senyawa pengganggu endokrin (endocrine disruptor) pada manusia. Gangguan pada endokrinologi reproduksi dapat mengakibatkan berbagai efek samping pada sistem reproduksi dan perkembangan, berpengaruh terhadap fungsi seksual serta kadar hormon reproduksi yang terganggu. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk melihat hubungan antara pajanan pestisida dan variabel individu terhadap hormon reproduksi pria penyemprot pestisida setelah pajanan kronis. Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2019 terhadap pria penyemprot pestisida di perkebunan bunga, buah dan sayur di Lembang dan Pangalengan, Bandung. Hasil menunjukkan terjadi penurunan aktivitas enzim asetilkolinestrase (AChE) eritrosit antara kelompok yang bekerja dengan golongan pestisida inhibitor asetilkolinesterase dengan yang tidak, dengan perbedaan yang signifikan (p = 0.057). Variabel indeks massa tubuh berkorelasi negatif dengan kadar testosteron (p = 0.001). Kadar LH dan FSH berkorelasi positif dengan variabel usia dan masa kerja.
ANALISIS PERMASALAHAN KESEHATAN YANG SERING KALI TERJADI SELAMA KEHAMILAN DAN CARA PENANGANANNYA MARANATA, GABRIELLA JOSEPHINE; Wicaksono, Imam Adi
Farmaka Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i3.42166

Abstract

Kehamilan merupakan  hal yang lumrah dialami dan bahkan merupakan suatu masa yang didambakan-dambakan oleh kebanyakan wanita yang telah menikah, dimana terjadinya kehamilan melibatkan serangkaian proses yang kompleks dimulai dari fertilisasi hingga kelahiran. Karena proses kompleks yang terjadi dan berbagai perubahan fisiologi selama kehamilan, pengelolaan kesehatan menjadi hal yang tidak mudah untuk dilakukan, dan bahkan berbagai permasalahan medis sering kali terjadi. Pada studi pustaka ini akan dilakukan pembahasan terkait dengan berbagai permasalahan kesehatan yang sering kali terjadi selama kehamilan meliputi Obesitas dalam kehamilan, Gestational Diabetes Mellitus (GDM), Pregnancy Induced Hypertension (PIH), Hipertiroidisme, Hipotiroidisme, Asma, Anemia, Tromboemboli Vena, Demam, Influenza, serta Konstipasi pada ibu hamil. Pembahasan yang dilakukan dimulai penjelasan singkat terkait penyakit, pengaruh perubahan fisiologis selama kehamilan terhadap perkembangan penyakit, pencegahan, pengobatan, serta penanganan lain yang dapat dilakukan. Melalui pembahasan ini diharapkan bahwa berbagai potensi, kondisi, serta komplikasi yang mungkin terjadi, beserta dengan cara penanganan yang tepat terkait permasalahan kesehatan selama kehamilan dapat diketahui dengan jelas.
PEMANTAUAN TERAPI PASIEN PENDERITA TUBERKULOSIS DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI PADA SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BANDUNG Zahra, Hasna Shafira; Cristin, Elsa Daw; Wilar, Gofarana; Setiadi, Anggi
Farmaka Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i3.39794

Abstract

REVIEW ARTIKEL: POTENSI IMUNOMODULATOR DARI TUMBUHAN GENUS GARCINIA SEBAGAI BAHAN SUPLEMEN BARU HUTAGALUNG, ALBERT STEVAN
Farmaka Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i3.40256

Abstract

REVIEW: KUALIFIKASI PERALATAN DAN MESIN DI INDUSTRI FARMASI KRISANTI, KEZIA VARADINA
Farmaka Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i3.38336

Abstract

Kualifikasi merupakan suatu proses pembuktian maupun pendokumentasian yang sesuai yang menyatakan suatu peralatan ataupun sistem penunjang telah dipasang dengan semestinya, serta beroperasi dengan benar dan memberikan hasil yang diinginkan atau yang sesuai dengan yang diharapkan. Kualifikasi ini adalah salah satu persyaratan dari Good Manufacturing Practice agar produsen dapat mengidentifikasi apakah validasi diperlukan untuk memastikan kontrol dari aspek kritis operasi mereka. Kualifikasi sesungguhnya tidak hanya mencakup kualifikasi terkait peralatan, fasilitas dan sarana penunjang kritis tetapi dapat juga mencakup kualifikasi personil, kualifikasi ruangan produksi, maupun kualifikasi pemasok bahan baku dan sebagainya. Kualifikasi untuk komponen peralatan, setiap peralatan harus memiliki protokol Kualifikasi Instalasi (KI), Kualifikasi Operasi (KO) dan Kualifikasi Kinerja (KK) yang nantinya kondisi peralatan dilapangan harus sesuai dengan yang sudah tertulis diprotokol KI, KO, dan KK. Hal tersebut juga berlaku untuk komponen utilitas yang terdiri dari sistem air dan sistem HVAC yang berjalan.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue