cover
Contact Name
muhammad azizan
Contact Email
misykat@iiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
azizan@iiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-QurÆan, Hadist, Syariah dan Tarbiyah
ISSN : 25278371     EISSN : 26850974     DOI : http://dx.doi.org/10.33511/misykat
Jurnal MISYKAT is a semiannual journal, published on June and December. MIYSKAT published by PPS IIQ Jakarta. MISYKAT provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Islamic Studies. ISSN: 2527-8371
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Menentukan Titik Ideal Kiblat Dalam Perspektif Hukum Islam dan Ilmu Falak Sunarto Sunarto
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.58-70

Abstract

Setiap muslim yang hendak melaksanakan salat dalam kondisi normal, maka harus menghadap kiblat, yang merupakan salah satu dari syarat sah salat.Dalam hal penentuan arah kiblat terdapat dua cara: pertama, 'Ainul Ka'bah yaitu menghadap ke Bangunan Ka'bah. Kedua, Jihahtul Ka'bah yaitu mengarah ke Arah Ka'bah. Kedua teori tersebut merupakan representative dari pendapat para mazhab, yaitu Mazhab Syafi’i dan Hanafi. Menurut Mazhab Hanafi kiblat bagi orang yang tidak dapat melihat Ka’bah secara langsung adalah cukup menghadap ke Jihahtul Ka'bah, sedangkan menurut Mazhab Syafi’i menghadap ke 'Ainul Ka'bah dengan berijtihad. Seiring dengan lajunya peradaban umat manusia, terdapat ragam teori arah kiblat yang berkembang, baik dari teori yang sederhana tradisional sampai yang modern, dari yang manual sampai yang digital (Internet). Namun, dari berbagai macam teori, cara yang lebih akurat dan tepat adalah cara tradisional, yaitu penentuan arah kiblat pada saat Rasydul Kiblat yang terjadi dua kali dalam satu tahun. Cara ini dianggap lebih ideal, sederhana dan akurat. Teori Rasydul Kiblat tersebut menurut penulis selevel dengan  'Ainul Ka'bah yaitu menghadap ke Bangunan Ka'bah.
Filsafat Pendidikan: Studi Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan di Indonesia Akso Akso; Ummah Karimah; Faridah Faridah
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.71-85

Abstract

Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus tahun 1868 M/1285HMeninggal23Februari 1923M/1340H,dimakankan diKarangkajenYogyakarta. Pemimpin gerakan reformis Islam Indonesia, merupakan tokoh Islam pinggirandalam masyarakat Jawa. Beliau pertama kalinya mengumandangkanslogan “Kembalikepada Al-Qur’an dan As-Sunnah”. Kyai Haji Ahmad Dahlan ingin melepaskan umat IslamIndonesia dari cengkeraman kekuasaan kolonial Belanda. Sehingga Kyai Haji AhmadDahlan memikirkantentang pembaharuan fundamental kemajuan dan mereformasibidangpendidikandilingkunganmasyarakatIndonesiapadaumumnya,dankhususnyalagimasyarakat Muhammadiyah. Hal ini merupakanlandasan filosofi yang menentukansistemdan praktek pendidikan
Pembaharuan Hukum Perkawinan Di Dunia Muslim Modern Dinamika dan Ragamnya Habibah Nurul Umah; Sadari Sadari
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.86-99

Abstract

Fenomena abad 20 di dunia Islam adanya upaya pembaruan hukum keluarga yang dilakukan oleh negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Tujuannya secara umum untuk: (1) unifikasi hukum perkawinan, (2) peningkatan status perempuan (3) dan merespon perkembangan dan tuntutan zaman karena konsep fiqh tradisional dianggap kurang mampu menjawabnya. Babak sejarah pembaruan hukum keluarga Islam dimulai dari Turki, sebagai negara pertama yang melakukan reformasi hukum keluarga Muslim, kemudian diikuti Lebanon dan Mesir kemudin Brunei, Malaysia dan Indonesia. Konsepsinya didasarkan pada tiga hal yakni: (1) Konsepsi hukum keluarga, (2) Sumber hukum keluarga yakni Sumber hukum keluarga Islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadis. Kedua sumber tersebut kemudian digali yang hasilnya dapat berupa fiqh, fatwa dan bahkan peraturan perundang-undangan (qânun). (3) Metode dan tujuan pembaharuan hukum keluarga Islam tujuan utamanya adalah untuk terjadinya semacam unifikasi hukum. Sedangkan tujuan utamanya peningkatan status perempuan dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia mencuat kepermukaan bermula dari diakuinya peradilan agama (PA) secara resmi sebagai ‘judicial power’ dalam negara hukum melalui Pasal 10 Undang-Undang No. 14 Tahun 1970. Lebih lanjut, kedudukan, kewenangan atau yurisdiksi dan organisatorisnya telah diatur dan dijabarkan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1989, Undang-Undang No. 3 Tahun 2006, yang mempunyai kewenangan mengadili perkara tertentu: (1) perkawinan, (2) waris, (3) wasiat, (4) hibah, (5) wakaf, (6) infaq,(7) shadaqah, (8) zakat dan (9) ekonomi syariah, bagi penduduk yang beragama Islam.
Politik Perempuan Perspektif Al-Qur’an: Studi Perbandingan Penafsiran Ayat-Ayat Politik Antara Ibnu Katsir dan Quraish Shihab Rafika Hafiza; Romlah Widayati; M.Ziyad Ulhaq
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.1-21

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam wilayah politik merupakan permasalahan diberbagai belahan dunia. Mengenai hak perempuan untuk menduduki jabatan penguasa, terdapat perbedaan pendapat para ulama, beberapa pendapat yang membolehkan, ada juga yang melarang, bahkan mengharamkan. Sehingga penelitian ini difokuskan pada pandangan Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat politik perempuan. Serta perbedaan pandangan antara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan, menggali, dan mengungkap penafsiran Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat politik perempuan dan membandingkan persamaan dan perbedaan pemikiran antara kedua penafsir tersebut. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan (library research), yang sifatnya termasuk penelitian deskriptif analisis. Pengumpulan data dengan cara membedakan antara data primer dan data sekunder, kitab Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim dan Tafsir al-Mishbah merupakan data primer, sedangkan data sekunder diambil dari buku-buku lain yang masih terkait dengan judul penelitian. Adapun dalam mengambil kesimpulan digunakan metode induktif yaitu metode yang dipakai untuk mengambil kesimpulan dari uraian-uraian yang bersifat khusus kedalam uraian yang bersifat umum, dan analisis komparatif yaitu teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antar elemen. Hasil penelitian ini adalah: Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab sama-sama menggunakan metode tahlili. Yaitu, menafsirkan ayat demi ayat dan surat demi surat sesuai dengan urutan yang terdapat dalam mushaf Al-Qur’an. Dan perbedaan yang mendasar dalam memahami ayat-ayat politik perempuan, Ibnu Katsir lebih cenderung kepada tekstual dengan menukil teks-teks normatif yang kemudian dipahami secara tekstual, bahwa lelaki adalah pemimpin bagi perempuan, sebagai kepalanya, yang menguasai, dan yang mendidiknya, karena kaum laki-laki lebih afdal daripada kaum perempuan, karena itulah maka nubuwwah (kenabian) hanya khusus bagi kaum laki-laki. Maka M. Quraish Shihab melakukan pendekatan kontekstual serta tidak meninggalkan sisi sosiologis, kepemimpinan tidaklah didasarkan pada perbedaan jenis kelamin bahwa sebuah struktur masyarakat akan tercapai jika kepemimpinan berada di tangan orang yang memiliki kompetensi.
Ungkapan Satire Al-Qur’an Dalam Mujadalah (Seni Kesantunan Komunikasi, Artikulasi, dan Agregasi Politik Menghadapi Penguasa) Muhammad Haris Hakam
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 1 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n1.121-136

Abstract

The world of da'wah is very close to delivering messages in the form of narratives. Da'wah does not always run smoothly, even during the times of the Prophets and Apostles, da'wah is a difficult and full of suffering. When da'wah collided with power, the apostles were even ordered to continue to convey their message of da'wah to the rulers. The story is a miracle of the Koran. One of the stories in the Koran that describes the human process in achieving the truth can be seen in the story of Abraham in seeking God. The procession of seeking God was carried out by Ibrahim by observing material objects with the naked eye, thinking about them and finding God's truth through the potential of his heart. Ibrahim started by empowering the potential of the body (physical), then the potential of the mind (akliah, ratio) and finally the potential of the heart (qalbu). All of these are practical steps for humans in finding the truth. The communication of Prophet Musa's da'wah to Pharaoh in the Qur'an shows that Moses' prophetic mission was. is to liberate the people from the grip of the rulers. Collaborative communication of da'wah model of the Prophet Ibrahim (as) and Prophet Musa (as) in the face of unjust and arbitrary rulers is summed up in an idiom: "true, brave but polite." Politeness in delivery is the power of the da'wah of the Prophets which is a direct message from Allah Subhanahu wa Ta'ala. 
Konstruksi Metodologi Tadabbur Al-Qur’an Zainuddin Zainuddin; Muhammad Azizan Fitriana; Ade Naelul Huda
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 2 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n2.155-178

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendudukan tadabbur Al-Qur’an dari kacamata epistemologis. Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan konstruk epistemologis tadabbur Al-Qur’an perspektif Khâlid Ustmân As-Sabt. Sumber primer yang digunakan adalah kitab Al-Khulâshah fȋ Tadabbur Al-Qur’ân dan  Al-Qawâ’id wa al-Ushûl wa Tathbȋqât Tadabbur karya As-Sabt. Sementara sumber sekunder berupa karya - karya dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Penelitian ini menunjukkan bahwa tadabbur Al-Qur’an adalah sebuah disiplin ilmu yang berbeda dengan tafsir Al-Qur’an. Tadabbur Al-Qur’an didefenisikan sebagai upaya memikirkan dan mengambil pelajaran, nasehat, hidayah, hikmah dan hukum dari ayat – ayat Al-Qur’an sehingga berimplikasi bagi sang al-mutadabbir baik secara internal maupun eksternal. Tadabbur Al-Qur’an memiliki prinsip-prinsip, yaitu al-Ȋmân wa al-I’tikâd As-Shahȋhah, al-Qalb As-Salȋm, al-Fikrah al-Salȋmah, al-Fahm as-Shahȋh, al-Wâqi’i.  Adapun pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam ber-tadabbur Al-Qur’an secara umum terbagi dua, yaitu pendekatan teori ‘ulûm Al-Qur’an, meliputi pendekatan ijmâli, ilmu dilâlah, ushûl tafsȋr, kaidah tafsir, kaidah qur’aniyah, ilmu munâsabah, ilmu balâghah, dan pendekatan makna isyâri. Adapun pendekatan non ‘ulûm Al-Qur’an yaitu berbagai jenis disiplin ilmu yang memungkinkan untuk tadabbur Al-Qur’an. Konklusi ini menunjukkan bahwa tadabbur Al-Qur’an layak menjadi disiplin ilmu yang mandiri
قاعدة الأصالة والتبعية في الفقه الإسلامي والقواعد المتفرعة عنها Lathifah Munawaroh
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 2 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n2.179-192

Abstract

اإن قاعدة الأصالة والتبعية لها أهمية وأثرها في الفروع الفقهية الكثيرة. وهي قاعدة جليلة تحتها قواعد متفرعة. وقاعدة الأصالة والتبعية لها تطبيقات  في المجالات الفقهية المتعددة: في العبادات والمعاملات وكذالك في الأحوال الشخصية. كما أن القاعدة الفقهية فيها تيسير لفهم الجزئيات. قال الزركشي مؤكدا لأهمية القواعد الفقهية: "وهذه قواعد تضبط للفقيه أصول المذهب وتطلعه من مآخذ الفقه على نهاية المطلب وتنظم عقده المنثور في سلك وتستخرج له ما يدخل تحت سلك". فيتبين أن للقواعد أهمية كثيرة في تيسير الفقه الإسلامي حيث تجمع الفروع الكثيرة وتجمع شتاتها في سلك واحد تحت قاعدة واحدة. وفي فهم القواعد الفقهية تيسير على المفتين والفقهاء وطلاب العلم ضبط الفقه بأحتكامه، لأن حفظ جزيئات وفروع أمر في غاية الصعوبة، أما حفظ القواعد ففيه يسر. وهذا البحث عن قاعدة الأصالة والتبعية والقواعد المتفرعة عنها في الفقه الإسلامي في مجالاته المتعددة مع نموذج التطبيق تيسيرا للفهم.
Fenomena Tingginya Angka Cerai Gugat Di Jakarta Timur dan Solusinya Tanuri Tanuri; Istianah Istianah; Sadari Sadari
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 2 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n2.193-201

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi karena tingginya angka perceraian di Jakarta Timur. Kami berasumsi bahwa faktor ekonomi adalah faktor yang paling dominan dalam meningkatkan tingginya angka perceraian tersebut. Dan sejatinya setiap insan yang membina rumah tangga menginginkan keluarga yang bahagia dan harmonis. Tidak ada pasangan suami isteri yang berharap rumah tangganya berakhir dengan perceraian, karena semua agama juga memandang bahwa perceraian adalah sesuatu yang tidak baik berkaitan dengan hubungan 2 keluarga suami isteri pasca perceraian maupun dampak terhadap masa depan anak-anak mereka. Melalui penelitian ini kami ingin mengetahui fenomena yang terjadi tentang tingginya angka perceraian di Jakarta Timur dan solusi apa yang bisa kami tawarkan untuk mengurangi angka tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan hukum empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan perselisihan dalam rumah tangga, pergi meninggalkan pasangan, murtad atau keluar dari Islam, faktor ekonomi, serta kekerasan dalam rumah tangga menjadi faktor dominan bagi tingginya angka tersebut. Dan solusi yang kami paparkan ada 3 (tiga) hal pentingnya memilih pasangan dengan dasar agama yang baik, selalu dekat dengan ulama, dan tetap menuntut ilmu dalam mengarungi rumah tangga yang penuh tantangan dan godaan.
Kontekstualisasi Makna Fi Sabilillah Sebagai Unsur Penerima Zakat Idaul Hasanah
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 2 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n2.202-207

Abstract

Fi Sabilillah sebagai salah satu unsur penerima zakat cukup problematic. Mayoritas ulama mengartikan fi sabilillah sebagai jihad berperang di jalan Allah, di sisi lain sulit ditemukan perang di jalan Allah untuk masa kekinian. Tulisan ini beruapa menggali makna fi sabilillah dengan pendekatan penafsiran kontekstual sebagaimana ditawarkan oleh Abdullah saeed. Dengan pendekatan kontekstual, ditemukan hasil bahwa unsur fisabilillah tetap dapat diberikan hak sebagai mustahik zakat dengan kriteria aktivitas yang membahwa misi  perjuangan menegakkan Islam, tidak harus berperang.
Implementasi Model R2d2 (Recursive, Reflective Design And Development Model) Dalam Pembelajaran Reksiana Reksiana
MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadits Syari'ah dan Tarbiyah Vol 7, No 2 (2022): Misykat: Jurnal-ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v7n2.137-145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi atau penerapan dari model pemebelajaran R2D2 (Recursive, Reflective Design And Development Model) dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu  penelitian kepustakaan (Library Research).  Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini sebagai berikut: pertama, data yang diperoleh oleh peneliti berupa buku, jurnal, artikel serta referensi yang terkait dengan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan model R2D2 dalam pembelajaran. Kedua, mencari informasi yang mendukung topik terkait dengan tema. Ketiga, mempertegas fokus kajian dengan cara menemukan dan mengklasifikasi bahan bacaan terkait dengan model pembelajaran Kemp. Keempat, mereview dan memperkaya, dan menganalisis bahan bacaan serta mengklasifikasinya. Kelima, melakukan analisis data dengan menelaah data-data yang berkaitan dengan model pembelajaran R2D2, dan kemudian menarik kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa model desain pembelajaran R2D2 dapat digunakan secara fleksibel. Pada Model R2D2 pengembang dapat memulai dari salah satu tahap tersebut secara simultan dan dapat digunakan dalam urutan apa pun. Model R2D2 ini lebih fleksibel dan lebih mudah digunakan. Desain pembelajaran Model Pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive Design and Development)  Willis ini sangat relevan digunakan untuk menguji suatu pengembangan produk seperti pengembangan model asesmen otentik, pengembangan bahan ajar, atau penulisan karya ilmiah dsb. Model ini juga dapat dipadukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan  quasi eksperimen untuk uji lapangan, dan dapat juga sebagai media metodologi penelitian pengembangan

Page 11 of 14 | Total Record : 136


Filter by Year

2016 2024