cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Desain dan Implementasi Modul Bipolar Third Harmonic Injection Pulse Width Modulation (THPWM) untuk Inverter Tiga Fasa Fani Prasetya Wahyudin; Nanang Mulyono; Dwi Septiyanto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.263-276

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan sumber energi terbarukan sedang dimaksimalkan penggunaannya dalam rangka menjaga ketersediaan energi listrik. Berdasarkan bentuk gelombangnya energi yang dihasilkan salah satunya berupa tegangan arus searah (DC). Sedangkan penggunaan energi listrik baik skala rumah tangga maupun industri menggunakan tegangan DC atau arus bulak-balik (AC). Tegangan DC tersebut dapat dikonversi menjadi tegangan AC menggunakan inverter. Penggunan inverter menyebabkan nilai harmonisa tegangan yang tinggi pada jaringan listrik. Teknik switching yang tepat dapat mengurangi nilai harmonisa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul yang dapat mengeluarkan sinyal untukmemicu inverter tiga fasa. Metode switching yang digunakan yaitu THPWM. Pembuatan desain hingga pengimplementasian modul THPWM dilakuakan dengan cara pengolahan sinyal analog. THPWM tersebut bekerja dengan cara membandingkan sinyal carrier dan referensi. Sinyal referensi dibentuk seperti sinyal fundamental dan memiliki frekuensi lebih besar tiga kali dari sinyal fundamentalnya. Pada penelitian ini dihasilkan modul THPWM untuk inverter 3 fasa, memiliki output 6 sinyal THPWM, dengan frekuensi sinyal referensi dan carrier yang dapat divariasikan dengan eror < 5%, sinyal THPWM yang dihasilkan dapat diatur dari 50-1500 Hz dengan tegangan kerja 12 Volt DC.Kata kunci: Frekuensi, Inverter, Polaritas, THPWM, ABSTRACTUtilization of renewable energy sources is being maximized in order to maintain the availability of electrical energy. Based on the waveform, the energy produced is one of them in the form of direct current (DC) voltage. While the use of electrical energy both on a household and industrial scale uses DC voltage or alternating current (AC). This DC voltage can be converted to AC voltage using an inverter. The use of inverters causes high voltage harmonic values in the power grid. Appropriate switching techniques can reduce the value of these harmonics. This study aims to produce a module that can output a signal to trigger a three-phase inverter. The switching method used is THPWM. Making the design to implementing the THPWM module is done by means of analog signal processing. The THPWM works by comparing carrier and reference signals. The reference signal is formed like a fundamental signal and has a frequency three times greater than the fundamental signal. In this study, a THPWM module was produced for a 3-phase inverter, which has an output of 6 THPWM signals, with a reference and carrier signal frequency that can be varied with an error < 5%, the resulting THPWM signal can be adjusted from 50-1500 Hz with a working voltage of 12 Volt DC.Keywords: Frequency, Inverter, Polarity, THIPWM
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum untuk Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Siti Namira; Ulli Kadaria; Isna Apriani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.175-188

Abstract

ABSTRAKMasyarakat di Kecamatan Sungai Ambawang memanfaatkan air sungai dan air hujan sebagai sumber air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak ada pelayanan Perumda Air Minum, Oleh karena itu dalam dokumen RISPAM Kubu Raya direncanakan pembangunan IPA kapasitas 100 L/dtk. Tahapan perencanaan diantaranya adalah menganalisis kualitas air baku, mendesain dan menghitung RAB pembangunan IPA. Berdasarkan pengukuran debit air Sungai Ambawang yaitu 258,42 m3/dtk, hasil analisis kualitas air baku sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021 Lampiran VI masuk ke kategori kelas 2. Unit intake yang digunakan yaitu river intake, unit koagulasi yang digunakan yakni tipe hidrolis dengan terjunan, unit flokulasi berjumlah 2 bak dengan tipe hidrolis baffle channel aliran horizontal, unit sedimentasi berbentuk persegi panjang berjumlah 2 bak dan dilengkapi plate settler, unit filtrasi digunakan saringan pasir cepat, desinfektan yang digunakan adalah kaporit dan kapasitas reservoir air yaitu 1.728 m3. RAB pembangunan IPA untuk Kecamatan Sungai Ambawang yaitu sebesar Rp. 63.190.907.364,62.Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air, Rencana Anggaran Biaya, RISPAM, Sungai Ambawang ABSTRACTCommunities in Sungai Ambawang District use river water and rainwater as the water sources for their daily needs due to the absence of Perumda Water Drinking services. The planning stages include analyzing raw water quality, designing and calculating RAB for IPA development. Based on the measurement of the water discharge of the Ambawang River, namely 258.42 m3/s, the analysis of raw water quality give results according to PP RI No. 22 of 2021 Appendix VI is included in the class 2 category. The intake unit used is river intake, the coagulation unit used is the hydraulic type with a waterfall, the flocculation unit is 2 tanks with a horizontal flow channel hydraulic baffle type, the rectangular sedimentation unit is 2 tanks and equipped with a plate settler, the filtration unit uses a quick sand filter, the disinfectant used is chlorine and the capacity of the water reservoir is 1,728 m3. RAB of IPA development for Sungai Ambawang District is Rp. 63,190,907,364.62.Keywords: Water Treatment Plant, Budget Plan, RISPAM, Ambawang River
Analisis Pengelolaan Limbah Berbahaya Dan Beracun (B3) Di PT. X. Artauli Simbolon; Andika Munanda
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.218-228

Abstract

ABSTRAKLimbah berbahaya dan beracun merupakan limbah yang mengandung zat, energi atau komponen yang karena sifat, kadar, dan konsentrasinya dapat menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. PT. X merupakan salah satu industri yang bergerak dalam pembuatan pulp yang dalam prosesnya menghasilkan limbah berbahaya dan beracun. Tujuan pembuatan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah limbah berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh industri tersebut serta menganalisis pengelolaan limbah B3 yang diterapkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi secara langsung, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menyesuaikan sistem pengelolaan limbah B3 di PT. X dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil dan pembahasan, sistem pengelolaan limbah B3 yang diterapkan oleh PT. X secara umum telah sesuai dengan regulasi yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pemanfaatan dan penimbunan. Namun pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan limbah Berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan diserahkan kepada pihak eksternal.Kata kunci: Limbah B3, pengelolaan limbah , regulasi ABSTRACTHazardous and toxic waste is waste containing substances, energy, or components which due to their nature, level and concentration can cause environmental pollution or damage and endanger the health and survival of humans and other living creatures. PT. X, a pulp manufacturing company produces harmful and hazardous waste during its manufacturing processes This research aims to identify the type and quantity of hazardous waste produced by the company, as well as to evaluate their waste management Data collection methods used are direct observation, interviews, literature study and documentation. Data analysis was carried out by adjusting the hazardous waste management system at PT. X is sustainable with applicable regulations. Based on the results and discussion, the B3 waste management system implemented by PT. X, in general, complies with regulations covering reduction, storage, utilization and stockpiling. But collection, transportation and processing of hazardous waste that is handed over to external parties.Keywords: Hazardous waste, waste management, regulation
Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di Tempat Penyimpanan Sementara LB3 (TPS LB3) di PT Z Regional Office 3 (RO3) Glenn Lucas Hendrajaya
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.152-165

Abstract

ABSTRAKLimbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. PT Z merupakan salah satu perusahaan berfokus pada transmisi gas menggunakan sistem perpipaan. LB3 dihasilkan dari kegiatan operasional seperti perawatan pipa dan mesin-mesin yang digunakan di setiap area operasional. TPS LB3 yang ada di PT Z Regional Office 3 (RO3) merupakan muara dari penyimpanan LB3 dari seluruh area operasional lain di RO3 yang terdapat di salah satu metering station (MS), yaitu MS Duri 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan memberikan saran untuk optimasi pengelolaan LB3 yang dilakukan di TPS LB3. Evaluasi dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia dengan bantuan sistem skoring Skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase skor pengemasan, kegiatan penyimpanan, pemberian simbol dan label, dan kelengkapan sistem tanggap darurat di TPS LB3 di PT Z RO3 berturut-turut adalah 66,67%, 85,71%, 50%, dan 100% dengan rata-rata 75,56% atau tergolong “Baik” secara keseluruhan.Kata kunci: LB3, pengelolaan LB3, penyaluran gas, guttman, minyak dan gasABSTRACTHazardous and Toxic Waste (LB3 in Indonesian abbreviation) can have negative impacts on the environment and humans. PT Z is a company that focuses on gas transmission using a piping system. LB3 is generated from operational activities such as pipe maintenance and machines used in each operational area. TPS LB3 in PT Z Regional Office 3 (RO3) is the estuary of LB3 storage from all other operational areas in RO3 which is located at one of the metering stations (MS), namely MS Duri 1. The purpose of this study is to evaluate and provide suggestions to optimize the management of LB3 which is carried out at TPS LB3. Evaluation is carried out based on regulations in force in Indonesia with the help of the Guttman Scale scoring system. The results showed that the percentage scores for packaging, storage activities, symbolizing and labeling, and the completeness of the emergency response system at TPS LB3 at PT Z RO3 were 66.67%, 85.71%, 50%, and 100%, respectively, with an average 75.56% or classified as "Good" overall.Keywords: LB3, Hazardous and Toxic Waste Management, Gas Transmission, Guttman, Oil and Gas
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos dengan Lubang Resapan Biopori untuk Daerah Permukiman di Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau Iqma Priyanti; Rizki Purnaini; Jumiati Jumiati
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.252-262

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman lubang resapan biopori dan penambahan bioaktivator kotoran ayam terhadap hasil pengomposan sampah organik serta mengetahui hasil kualitas kompos dengan metode lubang resapan biopori. Parameter kimia yang diukur adalah pH, kadar air, NPK dan C-organik. Kemudian parameter fisik yang di lakukan pengamatan seperti suhu, warna, tekstur dan bau. Hasil kualitas kompos terbaik di variasi kedalaman lubang 100 cm menggunakan bioaktivator (B3) dengan nilai Nitrogen 2,38%, Phosfor 0,34% dan Kalium 0,33%. Nilai C-Organik yang didapat pada hasil penelitian ini dengan variasi menggunakan bioaktivator (B3) yaitu 48,31% dan rasio C/N 20,43%. Analisis anova yang didapat ini diketahui bahwa uji anova ke parameter memiliki nilai signifikannya berada di bawah 0,05 sehingga hal ini dapat dikatakan terdapat hubungannya dengan tiap parameter.Kata kunci: biopori, kompos, pengolahan sampah organik ABSTRACTThis study aims to determine the effect of variations in the depth of the biopori infiltration pit and the addition of chicken manure bioactivator on the composting of organic waste and to determine the quality of the compost using the biopori infiltration hole method. The chemical parameters measured were pH, water content, NPK and C-organic. Then the physical parameters were observed such as temperature, color, texture and smell. The results of the best quality compost in the hole depth variation of 100 cm using bioactivator (B3) with a value of 2.38% Nitrogen, 0.34% Phosphorus and 0.33% Potassium. The C-Organic value obtained from the results of this study with variations using a bioactivator (B3) was 48.31% and the C/N ratio was 20.43%. From the ANOVA analysis obtained, it is known that the ANOVA test for parameters has a significant value below 0.05 so that this can be said to have something to do with perparameter.Keywords: biopore, compost, organic waste processing
Evaluasi Kapasitas Daya Tampung TPA Wonosari di Kota Singkawang Siska Ita Selvia; Lintang Suminar
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.166-174

Abstract

ABSTRAKSampah menjadi permasalahan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Singkawang. Timbunan sampah di Kota Singkawang meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas perekonomian yang terus berkembang. Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan banyak upaya mulau dari pengurangan dan pengelolaan sampah. Pengurangan dilakukan dengan menerapkan berbagai inovasi yang menerapkan teknologi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah di Kota Singkawang belum berjalan maksimal, dikarenakan daerah pelayanan pengelolaan sampah belum menyeluruh di Wilayah Kota Singkawang. Permasalahan sampah ini apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Salah satu tahapan operasional yang paling penting adalah pengelolaan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Wonosari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan prediksi jumlah sampah dan kapasitas daya tampung TPA Wonosari. Hal ini dimaksudkan agar dapat diberikan rekomendasi kebijakan dalam mengurangi produksi sampah sampai dengan pembukaan lahan baru untuk TPA dan peningkatan pengawasan dan pengelolaan terhadap sarana prasarana TPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif evaluatif, dimana menggunakan pendekatan persamaan geometrik dalam melakukan prediksi timbulan sampah dan kapasitas daya tampung TPA.Kata kunci: sampah; tempat pemrosesan akhir; wonosari; daya tampung; sisa umur pakaiABSTRACTSolid Waste is a problem in almost all regions in Indonesia, including in Singkawang, West Kalimantan. Waste generation in Singkawang are increasing along with the increasing population and growing economic activity. The Government of Singkawang through the Environmental Service Department has made many efforts, starting from waste reduction and waste management. The reduction is carried out by implementing various innovations that apply technology and increase public awareness. Waste management in Singkawang has not run optimally, because the waste management service area is not comprehensive in the all sub district. This waste problem if not handled properly will cause pollution to the environment. One of the most important operational stages is management at the Wonosari Waste Final Disposal Site (TPA). The purpose of this study is to predict the amount of waste and the capacity of the Wonosari TPA. This is intended so that policy recommendations can be given in reducing waste production to opening new land for TPA and improving supervision and management of TPA infrastructure. The method used in this study is a descriptive evaluative method, which uses a geometric equation approach to predict waste generation and landfill capacity.Keywords: solid waste, final disposal, wonosari; carrying capacity; useful life
Ekorestorasi Perairan menggunakan Tanaman Selada air (Nasturtium officinale) untuk mengendalikan Polusi berbasis Rhizofiltration Technology Fatimatuz Zahro; Laily Rosdiana; Fikky Dian Roqobih
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.229-238

Abstract

ABSTRAKIndeks kualitas air di dunia telah mengalami penurunan.. Sumber air yang terkontaminasi harus dikelola untuk mencegah banyaknya kerusakan di bumi. Salah satu tujuan global dalam SDGs (Sustainable Development Goals) adalah air bersih dan sanitasi (Clean water and sanitation). Nasturtium officinale atau yang juga dikenal dengan nama selada air adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk bioremidiasi, khususnya dalam membersihkan air yang terkontaminasi oleh logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan temuan terdahulu tentang efektivitas tanaman selada air, kelebihan dan kekurangan tanaman selada air dan mekanisme selada air dalam bekerja secara optimal. Jenis penelitian ini dengan menggunakan metode systematic review human . Literatur dipilih berdasarkan tiga kriteria: relevan dengan konteks, jurnal dalam 5 tahun terakhir, dan dapat diakses oleh umum. Setelah proses seleksi, 4 artikel dipilih untuk direview. Dalam artikel-artikel ini, selada air terbukti krusial dalam memproses air terdegradasi lewat Rhizofiltration. Kinerjanya dalam mengakumulasi logam berat sangat potensial untuk meningkatkan ekorestorasi perairan.Kata kunci: Selada Air, Rhizofiltration technology, Ekorestorasi Perairan ABSTRACTThe water quality index in the world has decreased. Contaminated water sources must be managed to prevent much damage to the earth. One of the global goals in the SDGs (Sustainable Development Goals) is clean water and sanitation. Nasturtium officinale or also known as watercress is one of the plants that can be used for bioremidiation, especially in cleaning water contaminated by heavy metals. This study aims to explain previous findings about the effectiveness of watercress plants, advantages and disadvantages of watercress plants and the mechanism of watercress in working optimally. This type of research uses the method of systematic human review. Literature is selected based on three criteria: context-relevant, journals within the last 5 years, and publicly accessible. After the selection process, 4 articles were selected for review. In these articles, watercress proved crucial in processing degraded water through rhizofiltration. Its performance in accumulating heavy metals has the potential to improve aquatic ecorestoration.Keywords: Nasturtium officanale, Rhizofiltration technology, Aquatic Ecorestoration
Analisis Dampak Perubahan Iklim Dan Urban Sprawl Kota Palembang Pada Tata Ruang Perkotaan Di Kawasan Perbatasan Kabupaten Banyuasin Kgs M Benyamin Azhary
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSistem perencanaan pembangunan perkotaan cenderung masih menilai unsur iklim sebagai elemen statis, dimana selama ini dianggap tidak ada interaksi timbal balik antara iklim dengan perubahan tata guna lahan atau peruntukan ruang. Data iklim lebih sering dipergunakan sebagai data pendukung pernyataan kesesuaian lahan untuk pengembangan fungsi sebuah kawasan saja, terutama untuk kawasan pertanian dan perikanan. Kenyataannya, bahwa perubahan tata guna lahan yang disebabkan fenomena Urban Sprawl akan sangat berimplikasi pada sistem iklim. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan data perubahan iklim sebagai salah satu unsur penting dalam perencanaan. Tahap awal adalah menganalisis data unsur iklim yang terdiri dari aspek curah hujan, penyinaran matahari, kecepatan angin, kelembaban, tekanan udara dan suhu serta melakukan klaster dan klasifikasi iklim. Penelitian ini menggunakan metode Kerangka DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response) yang merupakan kerangka kausal untuk menggambarkan interaksi antara masyarakat dan lingkungan. Hasil analisis diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan.Kata kunci: Tata Ruang, Perubahan Iklim, Urban SprawlABSTRACTThe urban development planning system tends to still assess the climate element as a static element, where so far it has been considered that there is no reciprocal interaction between climate and changes in land use or spatial allocation. Climate data is more often used as supporting data for land suitability statements for the development of the function of an area only, especially for agricultural and fishery areas. The reality is that changes in land use caused by the Urban Sprawl phenomenon will have implications for the climate system. This study aims to utilize climate change data as an important element in planning. The initial stage is to analyze the climate element data which consists of aspects of rainfall, solar radiation, wind speed, humidity, air pressure and temperature as well as conducting climate clusters and classifications. This study uses the DPSIR (Driving Force, Pressure, State, Impact, Response) framework method which is a causal framework for describing interactions between society and the environment. The results of the analysis are expected to be used as material for consideration in decision making and policy making.Keywords: Spatial Planning, Climate Change, Urban Sprawl
Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Enggar Utari; Atiti Wahdiati; Rizka Ardya Wardani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.189-198

Abstract

ABSTRAKSampah akan ada selama manusia ada dan akan bertambah jika jumlah manusia juga bertambah. Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Permasalahan sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, pada penelitian ini akan membahas sampah di Kabupaten Serang. Penelitian bertujuan memberikan informasi mengenai frekuensi sampah organik dan anorganik yang digunakan oleh mahasiswa semester 5 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang tempat tinggal di Kabupaten Serang, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah, proses akhir dari sampah,, dan dampak sampah bagi kesehatan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Data dikelola dengan mengelompokkan data untuk dianalisis jumlah frekuensi dari hasil pengisian kuesioner. Didapatkan frekuensi sampah terbanyak yaitu sampah organik 1.050 gr dan anorganik 4.050 gr Asrama Putri Kampus Sindangsari. Kemudian, sampah organik 27 gr dan anorganik 25 gr Waringin Kurung merupakan frekuensi paling sedikit. Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah di tempat tinggal sangat penting. Pengolahan sampah dengan baik akan mengurangi permasalahan sampah.Kata kunci: Limbah, pengelolaan, pengumpulan sampah, jenis sampahABSTRACTWaste will exist as long as humans exist and will increase if the number of humans also increases. Waste is divided into organic and inorganic. The problem of waste is an environmental problem in Indonesia, this research will discuss waste in Serang Regency. The research aims to provide information about the frequency of organic and inorganic waste used by 5th semester students of Sultan Ageng Tirtayasa University who are domiciled in Serang Regency, the existence of landfills, the final process of waste, and the impact of waste on health. This type of research is descriptive quantitative research using a questionnaire to collect data from students. Data is managed by grouping data to analyze the number of frequencies from the results of filling out the questionnaire. The highest frequency of waste was obtained, namely 1,050 gr of organic waste and 4,050 gr of inorganic waste at the Sindangsari Campus Girls Dormitory. Then, 27 grams of organic waste and 25 grams of inorganic waste Waringin Kurung is the least frequency. The existence of a landfill in the residence is very important. Processing waste properly will reduce waste problems.Keywords: Waste, management, collection of waste, types of waste
A Simulated Annealing for Heterogenous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup-Delivery Firda Nur Rizkiani; Rosmala Sari; Arif Imran
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.277-288

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah paling krusial dalam Supply Chain Management (SCM) adalah perancangan jaringan distribusi yang secara signifikan memengaruhi biaya total. Salah satu masalah umum dalam distribusi adalah bagaimana merancang rute kendaraan yang optimal. Masalah ini dikenal sebagai Vehicle Routing Problem (VRP). Sebuah variasi VRP yang dikenal sebagai Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery (HFVRPMTPD) memiliki karakteristik berikut: jenis kendaraan yang berbeda, perjalanan ganda, dan pengambilan serta pengantaran secara simultan. Penelitian ini membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Perusahaan Distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mengantarkan dan mengumpulkan tabung gas secara simultan dengan menggunakan jenis kendaraan yang berbeda-beda dan dapat melakukan perjalanan ganda sepanjang waktu operasi. Saat ini, perencanaan rute hanya didasarkan pada pengalaman pengemudi, yang mengakibatkan peningkatan jarak total, dan akhirnya mengarah pada waktu pengiriman yang tidak efisien. Peneliti mengusulkan pendekatan Simulated Annealing (SA) dengan menggunakan Savings Matrix dan Nearest Neighbor untuk mendapatkan solusi awal, dengan tujuan meminimalkan jarak total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute yang diusulkan memberikan solusi yang lebih baik dalam hal jarak total dibandingkan dengan solusi saat ini dari perusahaan. Analisis sensitivitas terhadap parameter SA juga dilakukan untuk menilai kinerja algoritma yang diusulkan.Kata kunci: Jaringan Distribusi, Vehicle Routing Problem, Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery, Savings Matrix, Nearest Neighbor, Simulated Annealing ABSTRACT One of the most critical issues in Supply Chain Management (SCM) is the design of distribution networks that substantially affects the total cost. Designing optimal vehicle route plan is the most common issue in distribution. This problem is known as Vehicle Routing Problem (VRP). A VRP variant known as Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery (HFVRPMTPD) involves the following characteristics: heterogenous vehicles, multiple trips, and simultaneous pickup and delivery. This research helps to solve the problems encountered by a Liquefied Petroleum Gas (LPG) Distribution Company which operates by delivering and collecting simultaneously the gas cylinders using heterogenous vehicle in multiple trips throughout the operation time. Currently, the route planning is solely based on the driver’s experience, resulting in increased total distance, and consequently leading to inefficient delivery times. We propose a Simulated Annealing (SA) with the initial solution obtained using Saving Matrix and Nearest Neighbor, aiming at minimizing the total distance. The results indicate that the proposed route provides a better solution in terms of total distance compared to the current solution of the company. Sensitivity analyses of the SA parameter are also conducted to assess the proposed algorithm’s performance.Keywords: Distribution Networks, Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Pickup and Delivery, Savings Matrix, Nearest Neighbor, Simulated Annealing