cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Pengaruh Jenis Adsorben pada Proses Bleaching di Pemurnian Crude Palm Oil (CPO) sebagai Bahan Baku pada Proses Green Fuel Ronny Kurniawan; Syifa Fajrina Azzahra; Ning Tyas Yohaningsih
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.101-111

Abstract

ABSTRAKTeknologi green fuel adalah teknologi produksi bahan bakar hijau dengan merekayasa produk sehingga menghasilkan green diesel, green avtur dan green gasoline. Bahan baku yang digunakan pada teknologi green fuel yaitu minyak nabati dari sawit (CPO) yang sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Untuk mendapatkan spesifikasi minyak nabati tersebut harus melalui proses pemurnian antara lain dengan proses degumming dan bleaching menggunakan adsorben tongkol jagung dan zeolit. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jenis adsorben pada proses bleaching dengan menggunakan adsorben tongkol jagung dan zeolit dengan ukuran mesh 170/200 serta mengetahui kualitas CPO hasil pemurnian tersebut untuk dibandingkan dengan standar CPO umpan ke proses green fuel. Berdasarkan hasil penelitian proses bleaching dengan menggunakan jenis adsorben organik (tongkol jagung) dan anorganik (zeolit) dengan ukuran mesh 170/200, CPO hasil pemurnian memiliki warna jingga kemerahan, kadar air (0,24-0,30)%, densitas (0,912)g/ml, Asam lemak bebas (ALB) (0,19)%, bilangan asam (0,42)mgKOH/gr dan viskositas (29-32)cSt.Kata Kunci: Adsorben, Bleaching, Crude Palm Oil, Degumming, Green fuelABSTRACTGreen fuel technology is a green fuel production technology by engineering products so as to produce green diesel, green avtur and green gasoline. The raw material used in green fuel technology is vegetable oil from palm oil (CPO) that has met the specified specifications. To get the specifications of the vegetable oil, it must go through a refining process, including the degumming and bleaching process using corn cob adsorbent and zeolite. The purpose of this study is to determine the influence of the type of adsorbent on the bleaching process using corn cob adsorbent and zeolite with a mesh size of 170/200 and find out the quality of the refined CPO to be compared with the feed CPO standard to the green fuel process. Based on the results of the bleaching process research using organic adsorbent (corn cobs) and inorganic (zeolite) types with a mesh size of 170/200, the refined CPO has a reddish-orange color, moisture content (0.24-0.30)%, density (0.912)g/ml, free fatty acids (ALB) (0.19)%, acid number (0.42)mgKOH/gr and viscosity (29-32)cSt.Keywords: Greenfuel, Adsorbent, Bleaching, Crude Palm Oil (CPO), Degumming
Produksi Bersih Industri Rumahan Keripik Singkong (Studi: Kripik Makros Jaya Abadi) Anggun Rasmini; Thalita Helga Salsabilla; Isna Apriani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.199-207

Abstract

ABSTRAKProduksi bersih merupakan salah satu cara atau strategi untuk meminimasi adanya pencemaran lingkungan akibat hasil dari produksi oleh industri dengan mengurangi pemakaian sumber daya dan mengurangi adanya limbah dari proses produksi yang dilakukan secara terus menerus dengan menerapkan pengelolaan limbah. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif berdasarkan dari data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi secara langsung ke tempat produksi. Berdasarkan hasil neraca massa, industri Kripik Makross menghasilkan limbah cair sebanyak 230 liter air sisa pencucian dan limbah padat sebanyak 40 kg limbah kulit singkong, 20 kg sisa pemotongan yang tidak terpakai. Produksi bersih yang ditawarkan kepada industri rumahan Kripik Makros Jaya Abadi dari hasil penelitian ini yaitu; (1) penghematan air sebanyak 205 liter/hari, (2) pembuatan kerupuk dari limbah kulit singkong yang dapat dijual dan menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 1.260.000/hari, (3) pembuatan karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben dan (4) pembuatan dendeng dari kulit singkong sebagai makanan bergizi. Produksi bersih tersebut dapat dilakukan untuk dijual kembali sehingga dari hasil olahan limbah yang awalnya tidak bernilai dan mencemari lingkungan menjadi bernilai ekonomis dan dapat memperkecil limbah yang dihasilkan industri rumahan ini.Kata kunci: Keripik singkong, produksi bersihABSTRACTClean production is a way or strategy to minimize environmental pollution as a result of industrial production by reducing resource use and reducing waste from production processes that are carried out continuously by implementing waste management. The method used is descriptive analysis method based on primary data obtained from interviews and direct observation to the production site. Based on the results of the mass balance, the Makross Kripik industry produces 230 liters of liquid waste from washing residue and 40 kg of solid waste from cassava peel waste, 20 kg of unused cutting residue. The net production offered to the Kripik Makros Jaya Abadi home industry from the results of this study is; (1) water savings of 205 liters/day, (2) manufacture of crackers from cassava peel waste which can be sold and generates an economic value of IDR 1,260,000/day, (3) manufacture of activated carbon which can be used as an adsorbent and (4) making beef jerky from cassava skin as a nutritious food. This net production can be carried out for resale so that the processed waste which is initially worthless and pollutes the environment becomes economically valuable and can reduce the waste produced by this home industry.Keywords: Cassava chips, clean production
Analisis Higiene Dan Sanitasi Pada Industri Roti Berdasarkan Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011 Nadya Nadhiroh; Dian Rahayu Jati; Suci Pramadita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i3.239-251

Abstract

ABSTRAKPermasalahan higiene sanitasi yang buruk dalam dunia industri makanan di Indonesia merupakan salah satu bentuk kelemahan tenaga kerja dalam menangani pekerjaan, hal ini yang dapat menyebabkan masalah serta sebagai penyebab utama terjadinya kasus keracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis higiene dan sanitasi di industri roti X dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 Tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu mengenai kondisi bangunan yang memenuhi 4 kriteria (halaman, lantai, pencahayaan, ventilasi dan kondisi sarana sanitasi yang memenuhi 3 kriteria (air bersih, toilet, pembuangan sampah) serta kondisi peralatan belum memenuhi karena belum ada perlindungan terhadap peralatan. Penjamah makanan masih banyak yang belum memenuhi syarat yaitu kurangnya alat pelindung diri dalam pengolahan makanan dan kurangnya perilaku hidup bersih saat bekerja. Kondisi air bersih yang diambil dari sampel air hujan untuk pengolahan roti sudah memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sedangkan kualitas air limbah untuk parameter BOD, COD, TSS dan pH belum memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah yang ada pada lampiran VIII mengenai kegiatan industri pengolahan susu.Kata kunci: Higiene dan sanitasi, Industri roti, Jasa Boga ABSTRACTThe problem of poor hygiene and sanitation in the food industry in Indonesia is a form of labor weakness in handling work, this can cause problems and is the main cause of food poisoning cases. This study aims to analyze hygiene and sanitation in the X bakery industry with reference to the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096 Tahun 2011 about Higiene Sanitasi Jasa Boga. This type of research is a descriptive survey conducted by means of observation, interviews, and questionnaires. The results of this study are regarding the condition of the building that meets 4 criteria (yard, floor, lighting, ventilation and the condition of sanitation facilities that meet 3 criteria (clean water, toilet, garbage disposal) and the condition of the equipment has not met because there is no protection of the equipment. Many food handlers still do not meet the requirements, namely the lack of personal protective equipment in food processing and the lack of clean living behavior while working. The condition of clean water taken from rainwater samples for bread processing has met the Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 about Persyaratan Kualitas Air Minum while the quality of wastewater for the parameters BOD, COD, TSS and pH not yet qualified standards based on the Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014 about Baku Mutu Air Limbah yang ada pada lampiran VIII mengenai kegiatan industri pengolahan susu.Keyword: Bakery industry, Hygiene and sanitation, Catering services
Metoda Kalibrasi untuk Sistem Geofencing dengan Poligon Tertutup Marisa Premitasari; Uung Ungkawa; Petrick Juliansz Kakalang
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.112-122

Abstract

ABSTRAKKalibrasi dari pengukuran suatu alat yaitu modul Global Positioning System (GPS) Neo M8M untuk mendapatkaan data posisi keberadaan dari suatu objek. Data yang diambil berupa data live latitude dan longitude dari objek yang dipasang modul tersebut. Sepeda motor sebagai uji coba objek dimana sepeda motor bergerak di dalam lingkungan kampus ITENAS Bandung. Pergerakan objek dibatasi oleh pembatas digital berupa sebuah bangun polygon segi sepuluh. Bila objek berada diluar area polygon , maka sistem akan memberi notifikasi bahwa objek berada diluar area dan begitu juga sebaliknya. Nilai posisi dari sepeda motor dianggap akurat, bila kalibrasi sudah dilakukan dititik-titik yang telah ditetapkan. Titik-titik tersebut yaitu titik ITN 43, ITN 39, ITN 27, ITN 28 dan ITN 14. Pada pagi hari terdapat error akurasi sebesar 0,61%, pada siang error terhitung sekitar 0,85%, pada sore hari terjadi error sekitar 0,82% dan malam, ada kesalahan sekitar 0,61%.. Nilai keakuratan posisi GPS sebagai masukan untuk sistem geofencing dengan sepuluh sudut polygon tertutup (decagon) agar sepeda motor dapat terdeteksi didalam atau di luar area.Kata kunci: Kalibrasi, GPS, Objek bergerak, closed polygon, GeofencingABSTRACTCalibration was carried out from a Global Positioning System (GPS) ‘s device, namely the Neo M8M Global Positioning System (GPS) module to obtain the data of real object position.. The data has taken from moving object that was installed by the module , yet latitude and longitude object’s position at real time .Motorbikes as a test object whereas it was moving around in the ITENAS Bandung campus area. The object movement area was limited by a decagon’s digital boundary. If the object’s position was outside the the-sided polygon area, then the system will give a notification that the position detected outside and vice versa. The latitude and longitude value considered as accurate values if the calibration has been carried out at five predetermined points, that was ITN 43, ITN 39, ITN 27, ITN 28 and ITN 14. in the morning there was accuracy errors of 0.61%, in the afternoon the error was counted around 0.85%, in the afternoon there was an error of about 0.82% and at night, an error generated about 0.61%. The accuracy of the GPS position as input for a geofencing system with ten closed polygon corners (decagon) so that the motorbike will detected inside or outside the area.Keywords: Calibration, GPS, Moving object , closed polygon, geofencing
Review of Biodiesel Analysis inside Ecological Impacts and Future Developments Yohanes, Ardi; Aliefiansyah, Muhammad Naufal; Parapat, Riny Yolandha
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.105-118

Abstract

ABSTRAKBiodiesel telah menjadi semakin populer sebagai pengganti yang layak untuk sumber energi yang tidak terbarukan, yang menjadi semakin langka. Biodiesel diproduksi dari berbagai jenis minyak nabati maupun minyak hewani. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi situasi biodiesel saat ini, prospeknya untuk masa depan, dan kemungkinan kekhawatiran ekologis atau mekanis. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan ulasan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biodiesel memiliki potensi untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama, mengurangi emisi gas rumah kaca dalam proses ini. Namun, ada kelemahan untuk biodiesel, termasuk penggunaan lahan yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan konsumsi pasokan dasar yang dapat mempengaruhi ketersediaan makanan. Selain itu, korosi dan peningkatan oksidasi yang disebabkan oleh biodiesel telah diamati untuk menurunkan efisiensi mesin. Untuk mengatasi masalah ini, upaya dilakukan untuk menciptakan biodiesel yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Menggunakan sumber daya mentah yang tidak bersaing dengan ketersediaan makanan, menggunakan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas biodiesel, dan menggunakan tanah yang tidak membahayakan lingkungan adalah beberapa kemajuan dalam pembuatan biodiesel. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan potensi biodiesel untuk berkembang menjadi sumber bahan bakar terbarukan di masa depan, tetapi potensi ini perlu disertai dengan pengembangan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Kata kunci: Biodiesel, Bahan bakar baru terbarukan, Emisi gas rumah kaca. ABSTRACTBiodiesel has become increasingly popular as a decent substitute for non-renewable energy sources, which are becoming increasingly rare. Biodiesel is produced from various types of vegetable and animal oils. The study aims to evaluate the current biodiesel situation, its prospects for the future, and possible ecological or mechanical concerns. This research uses secondary data and literature reviews. The findings of this research indicate that biodiesel can displace fossil fuels as the main source of energy, reducing greenhouse gas emissions in this process. However, there are weaknesses for biodiesel, including land use that can potentially cause damage to ecosystems and consumption of basic supplies that can affect food availability. In addition, corrosion and increased oxidation caused by biodiesel have been observed to decrease engine efficiency. To address this problem, efforts are made to create more efficient and environmentally friendly biodiesel. Using raw resources that do not compete with food availability, using cutting-edge technologies to improve the quality of biodiesel, and using soil that does not harm the environment are some of the advancements in biodiesel manufacturing. The research findings show the potential of biodiesel to develop into renewable fuels in the future, but this potential needs to be accompanied by the development of more efficient and environmentally friendly technologies.Keywords: Biodiesel, Renewable fuel, Greenhouse gas emissions
An Optimizing of Piping System - Case Study Kereta Cepat Merah Putih (KCMP) Achmad Fauzi, Deni Nur; Asnan, Muhammad Fathoni; Aminudin, Achmad; Al. Aziz R., M. Shafwallah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.50-64

Abstract

ABSTRAKKereta api berkecepatan tinggi merupakan salah satu alat transportasi modern yang paling berpengaruh di dunia karena keunggulannya seperti kecepatan yang tinggi, kenyamanan dalam berkendara, kapasitas angkut yang besar, dan konsumsi energi yang rendah. Salah satu tugas utama dalam sistem perkeretaapian adalah mengalirkan fluida yang saling terhubung satu sama lain berdasarkan desain yang telah dirancang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain sistem perpipaan dan routing pada Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). Selain itu, penelitian ini juga membahas mengenai pemilihan material yang akan digunakan pada sistem perpipaan yang ringan dan juga ramah lingkungan.Kata kunci: desain pipa, kereta cepat, bahanABSTRACTThe high speed train is one of the most influential modern means of transportation in the world due to their advantages such as high speed running, ride comfort, large transport capacity, and low energy consumption. One of the main tasks in railway system is to convey fluid that is interconnected to each other based on the design that has been designed. The objective of this paper is to develop a design of the piping and routing system at Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). In addition, this research also discusses about selection of materials to be used in piping systems that are lightweight and also environmentally friendly.Keywords: piping design, high speed train, materials
Mapping of Dengue Fever Disease Based on Satellite Images (Case Study: Bandung City, West Java) Nurtyawan, Rian; Budiman, Derry
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.172-184

Abstract

AbstrakKota Bandung merupakan salah satu pusat perekonomian di Indonesia, hal tersebut berdampak terhadap laju kependudukan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dampak tersebut berbanding lurus dengan banyaknya penggunaan lahan yang digunakan untuk pemukiman. Apabila dampak tersebut dibiarkan, maka akan timbul masalah perkotaan seperti kemacetan, banjir, tanah longsor, dan wabah penyakit. Salah satu yang paling berbahaya adalah munculnya wabah penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme salah satunya adalah nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti malaria, chikungunya dan demam berdarah. Khusus penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus paling banyak menimbulkan kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penyakit demam berdarah di Kota Bandung Tahun 2018 berbasis citra satelit dengan bantuan Sistem Informasi Geografis model Weighted Linier Combination. Menggunakan parameter curah hujan, suhu, tutupan lahan dan elevasi di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Kota Bandung mencapai persentase 41,1 %, daerah kerawanan sedang 52,1%, dan daerah kerawanan rendah 6,8%Kata kunci: demam berdarah, pengindraan jauh, sistem informasi geografis AbstractBandung City is one of the economic centres in Indonesia. Consequently, it has an impact on the population rate, which increases every year. The impact is also directly proportional to the amount of land used for settlement. There are some urban problems, such as congestion, floods, landslides, and some epidemic diseases. One of the most dangerous is DBD, which can be caused by various types of organisms, one of which is mosquitoes. It can cause various diseases, such as malaria, chikungunya, and dengue. Dengue fever is caused by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes, and most cases cause diseases caused by mosquitoes. This study aims to map the dengue fever distribution in Bandung city in 2018 based on satellite imagery with the help of the Geographic Information System Weighted Linear Combination model. Using parameters of rainfall, temperature, land cover, and elevation in the city of Bandung. The results of this study show that areas with a high level of vulnerability in Bandung reached a percentage of 41.1%, moderate vulnerability areas were 52.1%, and areas of low vulnerability were 6.8%..Keywords: dengue fever, remote sensing, geographic information system
Partisipasi Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak Fadilah, Nurul; Akbar, Aji Ali; Sutrisno, Hendri; Apriani, Isna
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.1-14

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pelaksanaan pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dari semua sektor masyarakat, salah satunya ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah serta aspek teknis operasional pengelolaan sampah. Responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga dengan sampel berjumlah 100 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan uji statistik chi square (X2) menggunakan program SPSS Versi 26. Penelitian menemukan 100% responden berpengetahuan dan 94% responden berpartisipasi. Analisis bivariat menunjukan tidak ada hubungan yang sangat signifikan antara usia ibu rumah tangga dengan pengetahuan dan partisipasi dalam mengelola sampah dan ada hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dan partisipasi dalam mengelola sampah di Kelurahan Sungai Jawi Luar. Selain itu juga menganalisis laju timbulan sampah dan komposisi sampah dengan metode SNI-19-3964-1994 selama 8 hari. Hasil proyeksi timbulan sampah dan komposisi sampah menjadi dasar dalam menganalisis aspek teknis operasional sistem pengelolaan sampah. Mengacu kepada Permen PU No. 3 Tahun 2013, pewadahan sampah direncanakan menggunakan 3 jenis wadah yang berbeda sesuai komposisi sampah, pengumpulan sampah menggunakan pola individual tidak langsung dan pengangkutan ke TPA Batu Layang oleh DLH Kota Pontianak dengan menggunakan alat angkut armroll truck.Kata kunci: Partisipasi, Ibu Rumah Tangga, Sistem Pengelolaan Sampah. ABSTRACTThe successful implementation of waste management requires support from all sectors of society, one of which is the housewife. This study aims to analyze the level of participation of housewives in waste management and the operational technical aspects of waste management. Respondents in this study were housewives with a sample of 100 respondents. Data was collected using a questionnaire and then analyzed using the chi square statistical test (X2) using the SPSS Version 26 program. The study found that 100% of respondents were knowledgeable and 94% of respondents participated. Bivariate analysis showed that there was no very significant relationship between the age of the housewife and knowledge and participation in managing waste and there was a very significant relationship between education level and knowledge and participation in managing waste in Sungai Jawi Luar Village. In addition, it also analyzes the rate of waste generation and waste composition using the SNI-19-3964-1994 method for 8 days. The projected results of waste generation and waste composition form the basis for analyzing the operational technical aspects of the waste management system. Referring to Permen PU No. 3 of 2013, the waste container is planned to use 3 different types of containers according to the composition of the waste, the collection of waste using an indirect individual pattern and transportation to the Batu Layang TPA by DLH Pontianak City using an armroll truck.Keywords: Participation, Housewife, Waste Management System.
Pembuatan Kompos dari Limbah Pasar Pagi Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4, Mol Jeroan Ikan, dan Mol Bonggol Pisang Rahayu, Putri; Fitrianingsih, Yulisa; Sulastri, Aini
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.119-136

Abstract

ABSTRAKSampah padat di Kota Pontianak menunjukkan bahwa 70% merupakan sampah organik, dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali untuk kerajinan dan kompos. TPST Edelweiss yang beroperasi di Kecamatan Pontianak Selatan menerima sampah organiknya dari Pasar Pagi sebanyak ± 1000 Kg/hari yang tidak hanya sampah sayur saja melainkan ada sampah buah dan sampah jeroan. Sampah jeroan mudah busuk dan menimbulkan bau tidak sedap, Sedangkan sampah bonggol pisang banyak ditemukan dan jarang dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Maka dari itu dilakukan penelitian yang memanfaatkan sampah jeroan ikan dan bonggol pisang dalam pembuatan kompos sebagai solusi masalah persampahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh penggunaan aktivator EM4, variasi aktivator MOL jeroan ikan, variasi MOL bonggol pisang, dan kualitas kompos yang dihasilkan berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 261 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode pengomposan open windrow dan dilakukan secara duplo pada setiap variasi penggunaan aktivatornya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan urutan hasil pengomposan yang paling baik adalah pada variasi aktivator EM4 + MOL Jeroan Ikan dengan kadar NPK 7,89, kemudian EM4 + Bonggol Pisang dengan kadar NPK 7,33, kemudian Em4 dengan kadar NPK 7,19 dan terakhir kontrol dengan kadar NPK 7,16. Apabila dibandingkan dengan baku mutu menurut Keputusan Menteri Nomor 261 Tahun 2019 hampir semua parameter sudah memenuhi persyaratan. Namun, beberapa lainnya seperti Kelembapan dan tekstur kompos masih berada dibawah nilai baku mutu.Kata kunci: EM4, Mol Bonggol Pisang, Mol Jeroan Ikan, Kompos ABSTRACTSolid waste in Pontianak City shows that 70% is organic waste, and it is estimated that 78% of this waste can be reused for crafts and compost. The Edelweiss TPST, which operates in South Pontianak District, receives ± 1,000 kg of organic waste from the Morning Market, which is not only vegetable waste, but also fruit and offal waste. Offal waste rots easily and gives off an unpleasant odor, while banana weevil waste is common and is rarely reused by the community. Therefore, research was carried out using fish offal waste and banana weevils in composting as a solution to the waste problem. The purpose of this study was to analyze the effect of using EM4 activators, variations in fish offal MOL activators, variations in banana weevils MOL, and the quality of the compost produced based on Ministerial Decree No. 261 of 2019. This study used the open windrow composting method and was carried out in duplicate for each variation of use. the activator. Based on research that has been done, the best sequence of composting results is the variation of activator EM4 + MOL Fish Offal with an NPK level of 7.89, then EM4 + Banana Weevil with an NPK level of 7.33, then Em4 with an NPK level of 7.19 and finally control with NPK levels of 7.16. When compared with the quality standards according to Ministerial Decree Number 261 of 2019, almost all parameters have met the requirements. However, some others, such as humidity and compost texture, are still below the quality standard.Keywords: Cost, Maintenance, Operational System,  Re-design, and Settling Tank.Keywords: EM4, MOL Banana Weevil, MOL Fish Innards, Compost
Door Design and Control System In High Speed Train - Case Study Kereta Cepat Merah Putih (KCMP) Yuwono, Indarto; Yahya, Hafid Mustofa; Wicaksono, Darma Arif; Apriyanto, R. Akbar Nur; Syah Putra, Muhammad Dio
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.65-75

Abstract

ABSTRAKPengembangan riset di bidang kereta cepat merupakan kemandirian teknologi transportasi dan link and match antara industri dan akademisi, khususnya perkeretaapian di Indonesia. Penelitian bersama dari konsorsium perguruan tinggi INKA dan KAI berencana untuk merealisasikan kereta cepat yang dinamakan Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). Desain pintu penumpang dan teknologi kontrol merupakan perangkat pendukung di dalam gerbong kereta. Pembuatan pintu geser plug memiliki keunggulan dalam hal keandalan dan pengurangan kebisingan. Skema yang digunakan dalam pengendalian pintu terdiri dari pembukaan, penutupan dan tindakan ketika terjadi gangguan atau kondisi jebakan dalam operasi.Kata Kunci: Sistem Kontrol Pintu, Kereta Api Cepat, Pintu Geser, Kondisi Gangguan.ABSTRACTThe development of research in the field of high speed train is an independence of transportation technology and a link and match between industry and academia, especially trains in Indonesia. Joint research from college consortium INKA and KAI plans to realize a high speed train called Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). The passenger door design and control technology are supporting device in the train carbody. Making sliding plug doors has advantages in terms of reliability and noise reduction. The scheme used in door control consists of opening, closing and action when there is fault or trap condition in operation.Keywords: Door control system, High Speed Train, Door Sliding plug, Fault Conditio