cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Peningkatan Keamanan Basis Data menggunakan Kombinasi Algoritma RC4 dan SHA3-512 Nurjaman, Asep Rizal; Umaroh, Sofia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.162-171

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi yang pesat membuat banyak sistem menjadi terdigitalisasi dan terintegrasi. Banyak sistem yang memuat data-data yang penting seperti profil pengguna, no handphone, e-mail, nomor kependudukan, bahkan hingga file-file dokumen yang bersifat rahasia. Dalam dunia maya, banyak kejahatan yang terjadi, dengan digitalisasi menyebabkan kejahatan seperti pencurian data, perubahan data atau bahkan pengambil alihan akun yang menyebabkan pemilik aslinya tidak dapat masuk ke dalam sistem disebabkan akun yang dimiliki telah diambil alih oleh hacker. Penelitian ini bertujuan untuk mengamankan informasi-informasi penting milik pengguna dengan menggunakan kombinasi RC4 dan SHA3-512 pada kunci agar saat sebuah sistem diretas dan masuk ke basis data, attacker tidak dapat langsung mendapatkan informasinya namun harus memecahkan informasi yang terenkripsi tersebut. Hal ini membuat attacker membutuhkan waktu untuk memecahkan informasi-informasi pengguna.Kata kunci: SHA3-512, Enkripsi, Dekripsi, Hashing, RC4, Algoritma AbstractRapid technological developments mean that many systems are becoming digitalized and integrated. Many systems contain important data such as user profiles, cellphone numbers, e-mails, population numbers, and even confidential document files. In cyberspace, many crimes occur, with digitalization causing crimes such as data theft, changing data or even taking over accounts which cause the original owner to not be able to enter the system because his account has been taken over by hackers. This research aims to secure the user's important information by using a combination of RC4 and SHA3-512 in the key so that when a system is hacked and entered into the database, the attacker cannot immediately get the information but must crack the encrypted information. This makes the attacker need time to decipher user information.Keywords: SHA3-512, Encryption, Decryption, Hashing, RC4, Algorithm
Dampak Penggunaan Kemasan Guna Ulang Terhadap Pengurangan Sampah Kemasan Sekali Pakai (Studi Kasus Konsumen Layanan Alner di Jakarta) Ekananda, Bintang; Farida, Anif
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.15-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggali potensi penggunaan kemasan guna ulang dalam mengurangi sampah kemasan di Indonesia, dengan fokus pada solusi yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan bernama Alner. Dua partisipan dipilih sebagai studi kasus, dan pola konsumsi mereka dianalisis sebelum dan setelah menggunakan sistem kemasan guna ulang Alner. Hasilnya menunjukkan pengurangan signifikan dalam pembuangan sampah kemasan, dengan penghematan hampir 480 gram per bulan atau 5,76 kilogram per tahun untuk setiap partisipan. Dalam skala yang lebih luas, jika 1% populasi Indonesia mengadopsi sistem ini, pengurangan total sampah kemasan bisa mencapai 15.552 ton per tahun. Selain itu, penggunaan kemasan guna ulang juga berpotensi mengurangi emisi CO2 hingga 70-80% dibandingkan dengan kemasan sekali pakai. Kesimpulannya, sistem kemasan guna ulang, seperti yang diaplikasikan oleh Alner, memiliki potensi yang signifikan untuk mengurangi generasi sampah kemasan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, industri, dan konsumen, serta penelitian lebih lanjut untuk mengatasi hambatan dan meningkatkan efektivitas sistem ini dalam konteks spesifik Indonesia.Kata kunci: kemasan guna ulang, Alner, emisi karbonABSTRACTThis study delves into the potential of using reusable packaging to mitigate packaging waste in Indonesia, focusing on the solution provided by a startup named Alner. Two participants were selected as case studies, and their consumption patterns were analyzed before and after employing Alner's reusable packaging system. The findings showed a significant reduction in packaging waste disposal, saving nearly 480 grams per month or 5.76 kilograms per year for each participant. On a broader scale, if 1% of the Indonesian population adopted this system, the total reduction in packaging waste could reach 15,552 tons annually. Moreover, the use of reusable packaging has the potential to decrease CO2 emissions by 70-80% compared to single-use packaging. In conclusion, the reusable packaging system, as applied by Alner, holds significant potential for reducing packaging waste generation and contributing to environmental preservation. Further support from the government, industry, and consumers, as well as additional research to overcome barriers and enhance the effectiveness of this system in the specific context of Indonesia, is necessary.Keywords: reusable packaging, Alner, carbon emissions
Kebijakan Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Umum Untuk Mengatasi Kemacetan di Kota Bandung Aswal, Muhammad
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.200-216

Abstract

AbstrakKota Bandung berada diperingkat ke-14 kota termacet menurut survei Asian Development Bank (ADB). Salah satu penyebab adalah infrastruktur dan manajemen angkutan umum yang belum optimal. Policy paper ini bertujuan mengidentifikasi penyebab kemacetan, menilai infrastruktur dan sistem manajemen angkutan umum, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk mengoptimalkan infrastruktur dan meningkatkan investasi dalam transportasi umum.Metodologi yang digunakan mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif. Dalam merumuskan permasalahan utama dengan metode 5 Why Analysis. Analisis kondisi transportasi menggunakan metoda furness, model trip assignment dan Volume Kapasitas Rasio. Sedangkan perumusan kebijakan dengan Metode SWOT dan Bardach's Eightfold Path. Policy paper berhasil merumuskan empat kebijakan utama, yaitu Peningkatan kinerja dan pengembangan transportasi jalan, Penerapan sistem transportasi cerdas, Pengembangan sistem transportasi yang terpadu dan terintegrasi, dan Mewujudkan SDM yang handal, profesional dan kompeten. Implementasi kebijakan ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas, mengurangi kemacetan, serta menciptakan sistem transportasi yang efektif dan efisien.Kata Kunci: kemacetan,  Angkutan Umum, Sistem transportasi, Pengembangan Infrastruktur.  AbstractBandung is ranked 14th as the most congested city according to a survey done by the Asian Development Bank (ADB). One of the main causes is infrastructure and public transportation management that is not optimal. This policy paper intend to identify the reason behind this congestion, assessing the infrastructure and public transportation management systems, and provide policy recommendations to optimize the infrastructure and increase investments in public transportation.The methodology used includes both qualitative, and quantitative analysis. The main issues are formulated by using the 5 Why Analysis. Analysis for the transportation condition uses the furness method, trip assignment models, and Volume Capacity Ratio (VCR). Policy formulation employs SWOT Analysis and Bardach's Eightfold Path. This policy paper had successfully formulates four main policies which includes improving the performance, and development of road transportation, implementing intelligent transportation system, developing an integrated transportation system, and establishing competent, professional, and skilled human resources. The implementation of these policies is expected to improve accessibility, reduce congestion, and develop an effective and efficient transportation system.Keywords: Congestion, Public Transport, Transportation System, Infrastructure Development. 
Review Organic Rankine Cycle-: Penerapan di Kapal Manopo, Deddy Sakti; Rusirawan, Dani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.76-86

Abstract

ABSTRAKSektor maritim sebagai salah satu industri utama yang menggunakan bahan bakar minyak, turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca seperti CO2, NOx, dan SOx, mencapai 2-3% dari total emisi dunia. Emisi gas buang kapal ini memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, termasuk perubahan iklim, pencemaran udara, dan dampak negatif lainnya. Dampak tersebut dapat di kurangi salah satunya dengan menerapkan sistem pemulihan limbah panas di kapal menggunakan teknologi Siklus Rankine Organik (SRO)/Organic Rankine Cycle (ORC). Kajian literatur terkait konsep ORC di kapal dilakukan mulai dari penentuan sumber panas dari mesin kapal, pemilihan jenis fluida, pemilihan komponen, serta aspek ekonomi. Hasil yang diperoleh yaitu panas gas buang adalah yang paling cocok untuk penerapan ORC dikapal, fluida kerja yang digunankan yaitu R1234ze, R245fa, R600, dan R600a. Dengan penggunaan ORC, Penghematan bahan bakar pelayaran sekitar 10% - 15% dengan waktu pengembalian modal masing - masing 6,52 tahun (R1234z), 6,19 tahun (R245fa), 6,31 tahun (R600) dan 6,42 tahun (R600a).Kata kunci: gas buang, siklus rankine, kapal, laut, dieselABSTRACTThe maritime sector, as one of the main industries that use fuel oil, contributes to greenhouse gas emissions such as CO2, NOx, and SOx, reaching 2-3% of the world's total emissions. These ship exhaust emissions have a significant impact on the environment, including climate change, air pollution, and other negative impacts. These impacts can be reduced by implementing a waste heat recovery system on ships using Organic Rankine Cycle (SRO)/Organic Rankine Cycle (ORC) technology. A literature review related to the concept of ORC on ships is carried out starting from determining the heat source from the ship's engine, fluid type selection, component selection, and economic aspects. The results obtained are that exhaust gas heat is the most suitable for the application of ORC on ships, the working fluids used are R1234ze, R245fa, R600, and R600a. With the use of ORC, the cruise fuel saving is about 10% - 15% with payback period of 6.52 years (R1234z), 6.19 years (R245fa), 6.31 years (R600) and 6.42 years (R600a) respectively.Keywords: exhaust gas, rankine cycle, ship, marine, diesel
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau dalam Mengurangi Pencemaran Udara di Kawasan Metropolitan Surakarta untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Musyary, Muhammad Daffa; Buchori, Imam
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.137-149

Abstract

ABSTRAKRuang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Metropolitan Surakarta berkurang dari 35% di tahun 1980-an menjadi kurang dari 10% di tahun 2021 yang berarti luasan RTH tersebut tidak memenuhi standar menurut UU no 26 tahun 2007. Hal tersebut berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan salah satunya adalah pencemaran udara yang merupakan pilar lingkungan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis luasan RTH ideal dalam membantu mengurangi pencemaran udara di Kawasan Metropolitan Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Landscape Pattern Metrics untuk melihat pengaruh dan korelasi antara kerapatan RTH dengan pencemaran udara di tahun 2012 - 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerapatan RTH hasil NDVI berbanding terbalik dengan pencemaran udara dimana semakin menurun luasan RTH maka akan semakin tinggi nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kawasan Metropolitan Surakarta. Berdasarkan analisis trendline, strategi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan luas RTH sebesar 50 Ha setiap tahun agar nilai ISPU di tahun 2030 menjadi 41,4 masuk dalam kategori udara sehat.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Pencemaran Udara, Kawasan Metropolitan Surakarta ABSTRACTGreen open space in the Surakarta Metropolitan Area has decreased from 35% in the 1980s to less than 10% in 2021, which means that the green open space does not meet the standards according to Law No. 26 of 2007. This has an impact on the quality of the urban environment, one of which is contamination. air which is the environmental pillar of the Sustainable Development Goals (SDGs). The aim of this research is to analyze the ideal green open space area to help reduce air pollution in the Surakarta Metropolitan Area. The method used is spatial analysis using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and Landscape Pattern Metrics to see the influence and correlation between green open space density and air contamination in 2012 - 2022. The results of the analysis show that the NDVI based green open space density is inversely proportional to air contamination, which is increasing As the area of green open space increases and decreases, the higher the ISPU value in the Surakarta Metropolitan Area. Based on trendline analysis, the strategy that needs to be implemented is to increase the green open space area by 50 Ha every year so that the ISPU value in 2030 becomes 41.4 in the healthy air category.Keywords: Green open space, Air Pollution, Surakarta Metropolitan Area
Implementation of a Monitoring Information System for Student Field Work Practices to Support Green Computing : Case Study of the Kertasemaya Teladan Vocational School Farismana, Riyan; Amalia, Dita Rizki; Darsih, Darsih
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.25-37

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya proses komputasi secara langsung berdampak pada tingginya tingkat emisi karbon dioksida (CO2). Untuk meminimalisir situasi tersebut, terdapat kampanye komputasi hijau yang berfokus pada penggunaan komputasi hemat energi dan ramah lingkungan. Langkah awal penerapan green computing perlu dimulai dari sektor pendidikan, dalam hal ini SMK, sebagai lembaga strategis yang tidak hanya sekedar teori namun juga praktek penerapan green computing. SMK Teladan Kertasemaya sebagai sekolah yang memiliki komitmen ramah lingkungan ingin menerapkan konsep tersebut dalam kegiatan praktik kerja lapangan dimana dua fokus utamanya adalah pengurangan kertas dengan menerapkan sistem informasi monitoring praktik kerja lapangan dimana proses absensi, pembuatan jurnal harian, laporan, keluhan, dan penilaian dapat menggunakan perangkat web dan mobile agar lebih efisien, proses pengembangan dilakukan dengan metode RAD yang dapat menghemat waktu dan menjamin kualitas sistem yang dikembangkan, serta penggunaan teknologi virtualisasi untuk server menggunakan VPS yang lebih hemat energi dan biaya, yang merupakan tujuan komputasi ramah lingkungan.Kata kunci: green computing, sistem informasi, Monitoring PKL, SMK Teladan KertasemayaABSTRACTIncreasing computing processes directly affects high levels of carbon dioxide (CO2) emissions. To minimize this situation, there is a green computing campaign that focuses on the use of energy-saving and environmentally friendly computing. The first step in implementing green computing needs to start in the education sector, in this case vocational schools, as strategic institutions to not just theory but practice green computing. Kertasemaya Teladan Vocational School, as a school that has a commitment to being environmentally friendly, wants to implement this concept in field work practice activities where the two main focuses are reducing paper by implementing a field work practice monitoring information system where the attendance process, making daily journals, reports, complaints, and assessments can be used. web and mobile devices so that they are more efficient, the development process is carried out using the RAD method, which can save time and guarantee the quality of the system being developed, as well as the use of virtualization technology for servers using VPS, which is more energy and cost-efficient, which is the goal of green computing.Keywords: green computing, information systems, fieldwork practices, monitoring, Kertasemaya Teladan Vocational School
Implementasi Konsep Kota Spons dalam Pengelolaan Air Perkotaan: Evaluasi Efektivitas Melalui Studi Literatur pada Beberapa Kota di Cina Putri, Dhea Ananda; Atharikusuma, Danindra
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.87-104

Abstract

ABSTRAKBanjir perkotaan merupakan permasalahan utama di seluruh dunia. Urbanisasi di Cina meningkatkan intensitas hujan dan efek pulau panas perkotaan, yang mengubah hidrologi regional dan meningkatkan risiko banjir. Pada 2013, Cina meluncurkan program 30 Kota Spons untuk mengurangi genangan air, memanfaatkan air hujan, mengendalikan aliran air, dan meningkatkan lingkungan air perkotaan. Konsep Kota Spons menekankan konservasi, restorasi, dan rehabilitasi ekosistem, menciptakan kota yang tangguh dan mampu mempertahankan hidrologi alami. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas manajemen air hujan perkotaan dengan menggunakan indeks Kota Spons di Cina berdasarkan studi literatur. Hasilnya menunjukan keberhasilan signifikan Kota Spons dalam penanganan air hujan, menghilangkan polutan, dan meredakan efek pulau panas perkotaan. Selain itu, artikel ini memberikan wawasan tentang tantangan, regulasi, serta skema pembiayaan yang digunakan di Cina untuk mengeksplorasi kemungkinan kebijakan masa depan yang dapat diadopsi oleh kota-kota di Indonesia Dengan menerapkan konsep Kota Spons, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan ketahanan air di kota-kota Indonesia.Kata kunci: Kota Spons, pengelolaan limpasan air, infrastruktur hijauABSTRACTUrban flooding is a major issue worldwide. Urbanization in China has increased the intensity of rainfall and the urban heat island effect, altering regional hydrology and increasing flood risks. In 2013, China launched the Sponge City program to reduce waterlogging, utilize rainwater, control runoff, and improve urban water environments. The Sponge City concept emphasizes the conservation, restoration, and rehabilitation of ecosystems, creating resilient cities capable of maintaining natural hydrology. This research evaluates the effectiveness of urban rainwater management in China using the Sponge City index based on literature studies. The results show the significant success of Sponge Cities in managing rainwater, removing pollutants, and alleviating the urban heat island effect. Additionally, this article provides insights into the challenges, regulations, and financing schemes used in China to explore future policy possibilities that could be adopted by cities in Indonesia. By implementing the Sponge City concept, it is hoped that flood risks can be reduced and water resilience can be improved in Indonesian cities.Keywords: Sponge City, water runoff management, green infrastructure
Rancang Bangun Reaktor Pirolisis Batang Tembakau Kapasitas 25-65 Kg M. P. N, Sirodz; Nugraha, Noviyanti; -, P. Simbolon; N. R, Salsa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.150-161

Abstract

AbstrakBatang tembakau merupakan salah satu bagian pada tanaman tembakau yang dianggap sebagai limbah pertanian. Limbah batang tembakau dapat dimanfaatkan menjadi pestisida dengan cara pirolisis. Pirolisis batang tembakau merupakan salah satu proses penguraian biomassa yang dilakukan pada ruang tertutup tanpa adanya udara masuk ke dalam dengan memanfaatkan panas berasal dari api. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat reaktor pirolisis untuk memperoleh asap cair dari batang tembakau yang dapat digunakan sebagai pestisida. Perancangan dan pembuatan reaktor pirolisis untuk kapasitas batang tembakau cacahan sebanyak 25-65 kg, target temperatur pirolisis sekitar 350C. Komponen reaktor yang dirancang dan dibuat meliputi tungku reaktor, tangki dan tutup reaktor, sedangkan burner dan dudukan nya menggunakan yang sudah tersedia di pasaran. Pengujian dilakukan untuk memperoleh hasil pirolisis dan temperatur pirolisis. Hasil perancangan dan pembuatan, tinggi tungku reaktor 1200 mm, diameter tungku 700 mm, diameter tutup reaktor 700 mm. Hasil Pengujian, temperatur pirolisis maksimum 224,8C.Kata Kunci: Batang Tembakau, Reaktor Pirolisis, Asap cair, Pestisida, Pirolisis ABSTRACTTobacco stem is one part of the tobacco plant which is considered as agricultural waste. Tobacco stem waste can be used as a pesticide by means of pyrolysis. Pyrolysis of tobacco stems is a biomass decomposition process that is carried out in a closed space without air entering it by utilizing heat from fire. The aim of this research is to design and build a pyrolysis reactor to obtain liquid smoke from tobacco stems which can be used as a pesticide. Design and fabrication of a pyrolysis reactor for a capacity of 25-65 kg chopped tobacco stems, the target pyrolysis temperature is around 350C. The reactor components designed and manufactured include the reactor furnace, tank and reactor lid, while the burner and holder are available on the market. Tests were carried out to obtain pyrolysis results and pyrolysis temperatures. The results of the design and manufacture, the height of the reactor furnace is 1200 mm, the diameter of the furnace is 700 mm, the diameter of the reactor lid is 700 mm. Test results, maximum pyrolysis temperature 224.8C.Keywords: Tobacco Sticks, Pyrolysis Reactor, Liquid Smoke, Pesticides, Pyrolysis
Analyzing the Relationship between Tourism Development and Societal Economic Growth: A Case Study of Alamendah Village, Rancabali District Putri, Elvina Deninda; Adzilla, Nusaiba; Setiobudi, Akhmad
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i1.38-49

Abstract

ABSTRACTTourism innovation plays an important role in advancing regional progress, since the tourism sector impact economic growth and income enhancement. Nevertheless, many villages often face challenges, including insufficient community empowerment and knowledge. Therefore, innovation in tourism development is required. This study investigates the correlation between tourism development innovation and the economic growth of the community in Alamendah Village which is measured by community incomes. This study used a mixed method with population research of approximately 23,870 people and a total sample of 100. Data collection involves the distribution of questionnaires and interviews.Keywords: Tourism Innovation, Economic Growth, Correlation.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor di Kabupaten Bandung Barat menggunakan Metode Machine Learning dengan Teknik SVM Faadhilah, Afif; Nugroho, Hary
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.185-199

Abstract

AbstrakKabupaten Bandung Barat memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor karena karakteristik topografinya yang berupa perbukitan dan pegunungan. Kerawanan ini semakin meningkat akibat perubahan fungsi lahan dari kawasan vegetasi menjadi area permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi wilayah yang memiliki kerawanan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat. Informasi ini disajikan dalam bentuk peta yang diperoleh melalui proses klasifikasi data yang berkontribusi terhadap terjadinya tanah longsor dengan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Metode SVM dipilih karena keunggulannya dalam mengolah data yang kompleks dan menghasilkan prediksi yang akurat. Penelitian ini menggunakan enam parameter: curah hujan, jenis batuan, jenis tanah, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi, dan penggunaan lahan, serta data kejadian longsor dari tahun 2015 hingga 2023. Dataset terdiri atas 550 titik, dengan 326 titik longsor dan 214 titik nonlongsor, yang dibagi menjadi 70% untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian. Model divalidasi menggunakan 128 titik kejadian longsor dari tahun 2022 hingga 2023. Hasil prediksi menunjukkan klasifikasi wilayah dengan potensi longsor rendah sebesar 42% (nilai 0), potensi menengah sebesar 28% (nilai 0,50), dan potensi tinggi sebesar 30% (nilai 1). Wilayah dengan potensi longsor rendah meliputi Kecamatan Cipeundeuy dan Batujajar. Kecamatan Rongga sebagian besar memiliki potensi menengah, sedangkan Kecamatan Cililin dan Cisarua sebagian besar memiliki potensi tinggi. Berdasarkan perhitungan metode feature importance, ditemukan bahwa kemiringan lereng adalah variabel yang paling berpengaruh dengan nilai kepentingan sebesar 0,35. Model ini menunjukkan performa yang cukup baik dan tidak mengalami overfitting karena memiliki akurasi pelatihan sebesar 79% yang hampir sepadan dengan akurasi validasi sebesar 76%.Kata kunci: Longsor, Machine Learning, Pemetaan, dan Support Vector Machine.  AbstractWest Bandung Regency is highly susceptible to landslides due to its topographic characteristics, which consist of hills and mountains. This susceptibility is further increased by land use changes from vegetated areas to residential areas. This study aims to provide information on areas prone to landslides in West Bandung Regency. This information is presented as a map obtained through the classification process of data contributing to landslides using the Support Vector Machine (SVM) method. The SVM method was chosen for its advantages in handling complex data and providing accurate predictions. This study used six parameters: rainfall, rock type, soil type, slope gradient, vegetation density, and land use, as well as landslide occurrence data from 2015 to 2023. The dataset consists of 550 points, with 326 landslide points and 214 non-landslide points, divided into 70% for training and 30% for testing. The model was validated using 128 landslide occurrence points from 2022 to 2023. The prediction results showed the classification of areas with low landslide potential at 42% (value 0), medium potential at 28% (value 0.50), and high potential at 30% (value 1). Areas with low landslide potential include Cipeundeuy and Batujajar Districts. Rongga District is mainly characterised by medium potential, while Cililin and Cisarua Districts are primarily characterised by high potential. Based on the feature importance calculation, it was found that the slope gradient is the most influential variable, with an importance value of 0.35. The model performed well and did not overfit, as it had a training accuracy of 79%, nearly equal to the validation accuracy of 76%.Keywords: Landslide, Machine Learning, Mapping, and Support Vector Machine.