cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
aidaratna.Bd@gmail.com
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : 10.24269/hsj.v6i1.1150
Core Subject : Health,
Health Sciences Journal adalah jurnal mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan alamat website http://studentjournal.umpo.ac.id/ . Jurnal ini memuat bidang kesehatan yaitu keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan April dan Oktober. Jurnal ini mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menuliskan artikel ilmiah hasil tugas akhir mereka.
Articles 186 Documents
STUDI KASUS PADA IBU NIFAS DENGAN ASI BELUM LANCAR DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN LILIS SULISTYOWATI Desi Lestari; Fetty Rosyadia; Nur Hidayati
Health Sciences Journal Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.393 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i2.511

Abstract

Pemantauan kehamilan dapat meminimalisir terjadinya komplikasi pada kehamilan sampai dengan neonatus. pelayanan yang di berikan sesuai dengan standart kebidanan untuk mendeteksi dini faktor resiko. Metode penelitian yang digunakan seperti deskriptif daan kualitatif. Berupa. Penelitian dengan menggunakan metode dan pendekatan studi kasus. hasil data subyektif dan obyektif. Melakukan asuhan kebidanan berupa, diagnosa, perencanaan, implementasi dan hasil evaluasi. Tujuan Umum penelitian. Sebagai asuhan kebidanan secara Continuity Of Care pada ibu hamil. Ny.S melahirkan anak pertamanya secara normal. jenis kelamin laki-laki, BB 3.500 gram, pendokumentasian menggunakan SOAP. Ny. S usia 29 tahun mendapatkan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care masa hamil sampai dengan neonatus. Pendampingan mulai dari tanggal 9 maret 2020 NY. S G1P0000 UK 38 minggu sampai 27 maret 2020. Tanggal 20 maret 2020 jam 09:00 PB 51 cm. bayi lahir dengan menangis kuat, dan keadaan bayi sehat tidak ada kelainan. Kunjungan neonatus dilakukan 2 kali, bayi sudah menyusu kuat. BAB dan BAK secara teratur dan tidak ada keluhan, bayi mengalami kenaikan berat badan secara normal. Asuhan kebidanan secara Continuity Of Care berguna sebagai data untuk wawasan yang meliputi kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. dari masalah ketidak lancarnya ASI salah satu penyebab yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu status paritas dan kebiasaan ibu terhadap pengeluaran ASI dari usia 0-6 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar primigravida kurang memahami Teknik menyusui yang benar dan kurangnya frekuensi menyusui, sehingga Sebagian besar pengeluaran pada ASI tidak lancar. disarankan pada petugas agar meningkatkan Pendidikan kesehatan dan memberikan motivasi tentang laktasi yang baik pada ibu dengan melibatkan keluarga dan bidan.
STUDI KASUS PADA IBU BERSALIN DENGAN MASALAH IBU NYERI HIS DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN VIVIN SULISTYOWATI S.ST.Keb JAMBON PONOROGO Rafika Novita Indriana; Ririn Ratnasari; Aida Ratna Wijayanti
Health Sciences Journal Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.236 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v5i1.669

Abstract

Pada dasarnya proses persalinan merupakan proses alamiah. Bila tidak dilakukan pemantauan maka akan menjadi patologis dan harus dilakukan pelayanan secara Continuity of Care. Tujuan melakukan Asuhan Kebidanan secara Continuity of Care pada ibu nifas menggunakan manajemen kebidanan dengan SOAPIE. Hasil penelitian yang dilakukan pada Ny.“ S” G2P10000 berumur 32 tahun, dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2019 dimulai dari 39 minggu. Ibu melahirkan pada tanggal 25 Februari 2019 pukul 03.00 WIB. Berlangsung spontan bayi lahir pukul 04.00 WIB ditolong Bidan berjenis kelamin laki-laki, BB 3000gram, PB 49cm, ibu memilih menggunakan kontrasepsi kondom. Asuhan Kebidanan pada Ny.“S” dimulai dari usia kehamilan 39 minggu sampai KB. Permasalahan yang muncul selama kunjungan berjalan lancar. Ibu dan bayi dalam keadaan normal dan tidak ada indikasi kegawatdaruratan.
STUDI KOMPARATIF SKALA NYERI SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK YANG DIBERIKAN TEKNIK DISTRAKSI AUDIO VISUAL MENONTON ANIMASI KARTUN DAN TEKNIK RELAKSASI TARIK NAFAS DALAM DI RSI SITI AISYAH KOTA MADIUN Ibnu Habib Mustofa; Metti Verawati; Rika Maya Sari
Health Sciences Journal Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.197 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v5i1.664

Abstract

Nyeri pada anak saat melakukan prosedur invasif yang tidak diatasi dengan baik dapat membuat anak tidak kooperatif sehingga dapat menghambat proses pengobatan. Peran bagi perawat untuk mengurangi rasa nyeri pada anak yaitu dengan memberikan teknik pengurangan nyeri dengan secara farmakologi dan non-farmakologi. Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dengan pendekatan pre test one group desain untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien anak rawat inap di UGD RSI Siti Aisyah Kota Madiun sejumlah 670 pasien pada tahun 2019. Sampel penelitian ini adalah sebagian pasien anak rawat inap sejumlah 30  responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi nyeri pada kelompok intervensi dengan mengukur skala nyeri Wong Backer. Intervensi dilakukan dengan cara memberikan terapi distraksi menonton animasi kartun dan teknik relaksasi tarik napas dalam selama pemasangan infus. Hasil penelitian studi komparasi skala nyeri saat pemasangan infus pada anak yang diberikan teknik distraksi audio visual menonton animasi kartun dengan kategori ekspresi wajah sedikit nyeri dengan prosentase 67% sedangkan 47% anak masuk ke kategori wajah ekspresi sangat nyeri saat diberikan teknik relaksasi tarik napas dalam. Hasil uji statistik independet t-test  diperoleh p value 0,000 dengan menggunakan taraf signifikasi α = 0,05 yang artinya terdapat perbedaan antara teknik distraksi dan teknik relaksasi saat pemasangan infus. Berdasarkan hasil penelitian teknik distraksi menonton animasi kartun dapat menurunkan nyeri saat pemasangan infus pada anak. Diharapkan perawat dapat memberikan intervensi ini saat melakukan tindakan pemasangan infus.
STUDI LITERATUR: PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER PADA PASIEN TB PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS Krisnadina Bunaina Santoso; Sulistyo Andarmoyo; Rika Maya Sari
Health Sciences Journal Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.004 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i2.512

Abstract

TB paru merupakan penyakit paru yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mengakibatkan gangguan sistem pernafasan. Salah satu gejalanya adalah sesak nafas, nyeri dada, dan peningkatan respiration rate, sehingga muncul gangguan ketidakefektifan pola nafas. Tindakan sederhana untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan posisi semi fowler, tujuannya untuk membantu memaksimalkan ekspansi paru sehingga terjadi perubahan respiration rate dan pola nafas menjadi efektif. Metode penulisan ini dengan mencari beberapa jurnal di Google Scholar, didapatkan hasil penelusuran dari 3 jurnal menurut Suhadridjat dan Isnayati (2020), dan Aneci Boki Majampoh dkk (2013) bahwa pemberian posisi semi fowler kemiringan 30-45° membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diafragma. Sedangkan menurut Roihatul Zahroh dan Rivai Sigit Susanto (2017), posisi orthopnea lebih efektif daripada semi fowler karena posisi duduk dengan badan dicondongkan ke depan dianjurkan sebagai terapi intervensi untuk meringankan sesak nafas dan meningkatkan fungsi paru, dengan hasil rata-rata penurunan sesak nafas 5 dibandingkan posisi semi fowler  dengan rata-rata penurunan sesak nafas 4. Dapat disimpulkan bahwa pemberian posisi semi fowler dan posisi orthopnea dapat membantu menurunkan sesak nafas pada pasien TB paru namun posisi orthopnea lebih dianjurkan untuk penurunan sesak nafas pada pasien TB paru.
HUBUNGAN PERAN KADER POSYANDU DENGAN PERILAKU KADARZI PADA BALITA DI POSYANDU PURNAMA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONOROGO SELATAN Ratih Ayu Kusumaningrum; Siti Munawaroh; Elmie Muftiana
Health Sciences Journal Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.001 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v5i1.670

Abstract

Keluarga Kesadaran Gizi (KADARZI) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluarga yang mempraktekkan perilaku gizi yang sehat, mampu mengidentifikasi masalah kesehatan dan gizi pada setiap anggota keluarga, serta mampu melakukan tindakan untuk mengatasi masalah gizi pada anggota keluarga. Kader posyandu berperan sebagai pemberi informasi kesehatan, penggerak masyarakat untuk mengunjungi posyandu, dan pelaksana program terkait gizi untuk balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan peran kader posyandu dengan perilaku KADARZI pada balita di Posyandu Purnama wilayah kerja Puskesmas Ponorogo Selatan. Penelitian ini menggunakan desain korelasi untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh keluarga balita di Posyandu Purnama wilayah kerja Puskesmas Ponorogo Selatan. Sampel dari penelitian ini adalah sebagian keluarga balita di posyandu Purnama sejumlah 62 responden. Pengambilan sampel dengan menggunkan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan metode chi-square. Hasil dari penelitian hampir seluruh responden menilai peran kader aktif (82,26%) dan perilaku KADARZI pada balita sebagian besar responden berperilaku positif (58,07%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader posyandu dengan perilaku KADARZI pada balita di Posyandu Purnama Wilayah Kerja Puskesmas Ponorogo Selatan. Hasil uji stastik chi-squre diperoleh p value 0,022 dengan menggunkan taraf signifikan α 0,05. Dapat disimpulkan bahwa peran kader dapat mempengaruhi perilaku KADARZI pada balita. Diharapkan peran kader semakin aktif sehingga perilaku KADARZI pada balita semakin baik.
STUDI LITERATUR: EDUKASI NUTRISI METODE KONSELING INTENSIF DENGAN FOLLOW UP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT NUTRISI Adelia Putri Yuniardi; Laily Isro’in; Sholihatul Maghfirah
Health Sciences Journal Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.68 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i2.507

Abstract

Defisit nutrisi pada klien gagal ginjak kronik adalah salah satu masalah yang dapat meningkatkan inflamasi, menurunkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Asuhan keperawatan yang tepat dan terpadu dalam mengatasi masalah defisit nutrisi pada klien gagal ginjak kronik akan memperpanjang harapan hidup pasien serta menurunkan komplikasi. Salah satu penatalaksanaan gagal ginjal kronik adalah terapi diet rendah protein. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien penderita gagal ginjal kronik dengan masalah keperawatan defisit nutrisi. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dengan menggunakan data sekunder hasil penelitian terdahulu. Hasil penelusuran studi literatur merujuk pada edukasi diet sebagai salah satu pilihan intervensi dalam mengatasi masalah defisit nutrisi pada klien gagal ginjal kronik diantara beberapa intervensi lainnya. Pemberian program edukasi nutrisi intensif dengan kombinasi follow up melalui telepon dan tatap muka lebih efektif untuk memantau pencapaian pasien dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manajemen diri dalam menerapkan terapi diet rendah protein yang telah direkomendasikan. Simpulan: Pemberian program edukasi nutrisi intensif dapat meningkatkan kepatuhan mengurangi intake protein dalam terapi diet.
THE RELATIONSHIP BETWEEN DIETARY ADHERENCE AND GLUCOSE BLOOD IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Khris Witdiati; Sulistyo Andarmoyo; Lina Ema Purwanti
Health Sciences Journal Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.006 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v5i1.672

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit dengan jumlah rawat jalan terbanyak dibandingkan dengan penyakit degeneratif lainnya. Kepatuhan merupakan sesuatu yang paling penting untuk dapat mengembangkan kebiasaan yang dapat membantu penderita Diabetes Melitus dalam menjalankan diet. Hal ini dapat berdampak pada kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus. Penelitian ini menggunakan desain korelasi untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Melitus di UGD RSI Siti Aisyah Kota Madiun. Sampel dari penelitian ini adalah sebagian pasien Diabetes Melitus di UGD RSI Siti Aisyah Kota Madiun sejumlah 54 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan metode Chi Square. Hasil dari penelitian dari kepatuhan diet sebagian besar berada pada kategori kepatuhan rendah (60%). Dan kadar gula darah berada pada kategori kadar gula darah ≥200 mg/dl (26%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus di UGD RSI Siti Aisyah Kota Madiun. Hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,012 dengan menggunakan taraf signifikasi α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan diet dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien Diabetes Melitus. Diharapkan pasien dapat menjalankan diet dengan baik sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat menurunkan risiko komplikasi.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENGISIAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN Adelia Septi Wigatama; Siti Munawaroh; Yayuk Dwirahayu
Health Sciences Journal Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.639 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i2.513

Abstract

Pengukuran kinerja merupakan serangkaian kegiatan perawat yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan pengambilan keputusan klinis. Kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat dalam melakukan pendokumentasian dengan tata bahasa yang baik. Pentingnya motivasi dan komitmen perawat terhadap tujuan dan kebijakan organisasi adalah sebagai daya dorong dalam meningkatkan kinerja perawat. Pencarian jurnal atau artikel ini menggunakan sumber data yang sekunder yang didapat berupa jurnal yang relevan dengan topic dilakukan menggunakan database melalui Willey Library, Google Scholar, dan DOAJ. Hasil dari 1 artikel yang membahas mengenai motivasi kerja perawat didapatkan satu artikel dengan presentase tertinggi yaitu (69,0%) dengan tingkat motivasi kerja yang baik, dan hasil dari 6 artikel yang membahas mengenai kinerja perawat dalam pengisian dokumentasi asuhan keperawatan didapatkan satu artikel dengan presentase tertinggi yaitu (69,8%) yang memiliki kinerja yang baik dalam pengisian dokumentasi asuhan keperawatan. Berdasarkan hasil literature review  pada 7 artikel terkait “Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Kinerja Perawat Dalam Pengisian Dokumentasi Asuhan Keperawatan” dapat ditarik kesimpulan ada 6 jurnal penelitian yang mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI MENJALANI FISIOTERAPI PADA PASIEN PASCA STROKE DI POLI SYARAF DAN FISIOTERAPI RSUD DR. HARDJONO PONOROGO Satrio Dwi Cahyono; Hery Ernawati; Ririn Nasriati
Health Sciences Journal Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.305 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v5i1.673

Abstract

Peran keluarga sangat penting dalam tahap-tahap perawatan kesehatan, mulai dari tahapan peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan, sampai dengan rehabilitasi. Kesibukan keluarga membuat dukungan terhadap pasien stroke dalam masa penyembuhan berkurang terutama motivasi yang rendah menjalani fisioterapi, sehingga pasien stroke merasa berduka karena orang terdekat tidak bersedia membantu penyembuhan. Penyakit stroke membuat pasien merasa cacat, citra diri terganggu, tidak mampu, jelek, memalukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan motivasi melakukan fisioterapi pada pasien stroke. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien stroke Di Poli  Syaraf dan Fisioterapi RSUD Dr. Hardjono Ponorogo pada bulan Januari sampai Juli tahun 2020 sebanyak 2029 pasien dengan rata-rata perbulan 290 pasien dengan besar sampel sejumlah 58 responden. Sampling menggunakan Purposive Sampling. Teknis pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square Signifikasi α 0,05. Hasil penelitian pada variabel dukungan keluarga kepada pasien stroke sebagian besar 37 responden (63,8%) dukungan keluarga positif. Pada variabel motivasi menjalani fisioterapi sebagian besar 35 responden (60,3%) motivasi tinggi. Berdasarkan uji statistik Chi-Square diperoleh value = 0,000 lebih kecil dari α=0,05 artinya Ho ditolak berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi menjalani fisioterapi pada pasien pasca stroke.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi menjalani fisioterapi pasien pasca stroke, semakin rendah dukungan keluarga maka semakin rendah motivasi menjalani fisioterapi dan sebaliknya maka peneliti menyarankan pada pihak rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan masyarakat dengan memasang gambar atau banner tentang pentingnya dukungan keluarga dan fisioterapi stroke.
STUDI LITERATUR : KOMPRES HANGAT UNTUK MENGATASI HIPERTERMIA PADA PENDERITA TB PARU Priesca Della Octianne Caroline; Rika Maya Sari; Metti Verawati
Health Sciences Journal Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.757 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i2.508

Abstract

Salah satu gejala yang muncul pada TB paru bagi penderitanya adalah hipertermia, penderita TB paru yang mengalami (hipertermia) biasanya subfebris menyerupai influenza tetapi terkadang bisa mencapai 40-41°C. Hipertermia merupakan respon tubuh terhadap proses infeksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertermia yaitu dengan pemberian kompres hangat untuk menurunkan demam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi kompres hangat dalam asuhan keperawatan pada penderita TB paru dengan masalah keperawatan hipertermia. Metode dalam penelitian ini dengan mencari beberapa jurnal di Google Schooler, didapatkan hasil penelusuran dari 3 jurnal  dengan hasil penelusuran studi literatur merujuk pada pemberian kompres hangat pada daerah aksila sebagai salah satu intervensi dalam mengatasi masalah hipertermia. Kompres hangat pada aksila lebih efektif dengan hasil penurunan suhu mencapai 0,247°C. Pemberian kompres hangat akan membantu menurunkan suhu tubuh dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan. Tindakan kompres hangat merupakan tindakan yang aman dan dapat memberikan rasa nyaman pada pasien. Dapat disimpulkan bahwa pemberian kompres hangat pada daerah aksila dapat membantu menurunkan demam dengan penurunan suhu mencapai 0,247°C untuk mengatasi masalah hipertermia.

Page 8 of 19 | Total Record : 186