cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2006)" : 15 Documents clear
Perkembangan Konsumsi Protein Hewani di Indonesia: Analisis Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional 2002-2005 (The Trend of Animal Protein Consumption in Indonesia: Data Analysis of 2002-2005 National Socio Economic Survey) Nugraha Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2270

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji perkembangan konsumsi protein hewani di Indonesia antara tahun 2002-2005, dengan melakukan pendalaman pada sumber protein asal ternak. Metode studi memakai pendekatan penelaahan data sekunder, dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan, telah terjadi peningkatan konsumsi protein. Namun jika dilihat dari sumbernya, konsumsi protein hewani masih kurang memadai. Sebagian besar protein hewani yang dikonsumsi berasal dari produk perikanan, walaupun ada kecenderungan konsumsi protein yang berasal dari produk peternakan semakin meningkat. Pada awalnya, yang lebih banyak dikonsumsi adalah protein yang berasal dari telur dan susu, tetapi kemudian berubah menjadi lebih banyak bersumber dari daging.Kata Kunci: konsumsi, protein hewani.
Perubahan Sifat Fisik Daging Ayam Broiler Post Mortem Selama Penyimpanan Temperatur Ruang (Change of Physical Characteristics of Broiler Chicken Meat Post Mortem During Room Temperature Storage) Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2261

Abstract

Perubahan sifat fisik daging ayam broiler post mortem telah diteliti menggunakan daging bagian dada ayam broiler yang dipotong pada umur 6 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik daging ayam broiler selama penyimpanan temperatur ruang yang meliputi pH, daya ikat air dan susut masak setelah pemotongan, sehingga dapat ditentukan pada  jangka waktu pemotongan berapa daging ayam broiler masih memiliki kualitas yang baik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan lama penyimpanan pada temperatur ruang, yaitu 0, 2, 4, 6, 8,10 dan 12 jam. dengan ulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan pada temperatur ruang 12 jam setelah pemotongan ayam broiler, terjadi  penurunan keasaman (pH), daya ikat air dan peningkatan susut masak daging ayam broiler. Penurunan pH, daya ikat air dan peningkatan susut masak daging ayam broiler yang nyata (P<0,05), masing-masing terjadi setelah 4 jam, 2 jam dan 12 jam penyimpanan temperatur ruang.Kata Kunci : Fisik, Broiler, Penyimpanan
Hubungan Berat Potong dengan Berat, Luas dan Tebal Pelt Kelinci (The Relation of Slaughter Weight with the Weight, the Wide and the Thickness of Rabbit's Pelt) Husmy Yurmiaty
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2266

Abstract

Ternak kelinci banyak dipelihara di pedesaan, karena mampu hidup dengan baik pada berbagai macam kondisi lingkungan dan mudah beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal pelt kelinci, sehingga dapat memprediksi produksi peltberdasarkan bobot potongnya. Penelitian menggunakan 25 ekor kelinci peranakan New Zealand White jantan dengan berat potong pada kisaran 1700 – 1990 gram. Data dari peubah yang diukur dianalisis secara statistik menggunakan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal pelt. Hasil uji linieritas regresi menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) antara berat potong kelinci dengan berat, luas dan tebal  pelt.  Hubungan antara bobot potong dengan berat pelt nyata (P<0,05) mengikuti persamaan regresi  y =  0,185 x – 191,77 (R2 = 0,78 dan r= 0,88), dan hubungan terhadap luas pelt nyata (P<0,05) mengikuti persamaan regresi  y = 1,4904 x -  1,043,6 (R2 = 0,75 dan r = 0,86), sedangkan hubungan antara berat potong dengan tebal pelt tidak nyata (P>0,05) dengan persamaan regresi  y = 0,0005 x - 0,2324 (R2 = 0,14 dan r = 0,37).Kata kunci :  Kelinci, Pelt
Perbandingan Suplemen Katalitik dengan Bungkil Kedelai terhadap Penampilan Domba (Comparative of Catalytic Supplement and Soybean Meal on Performance of Sheep) Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2257

Abstract

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Hal ini menyebabkan produksi hijauan sangat terbatas dan kualitasnyapun rendah. Hal ini merupakan salah satu hambatan produktivitas ruminansia di kawasan itu. Penelitian ini menggunakan domba 40 ekor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok, dengan 5 perlakuan pakan terdiri dari hijauan kualitas rendah dan suplemen katalitik (gelatin sagu, amonium sulfat, 0.2 ppm Kobalt dan 35 ppm Zink) dan kontrol positif menggunakan bungkil kedelei. Perlakuan tersebut adalah RS0 (hijauan kualitas rendah + bungkil kedelai), RS1  (hijauan kualitas rendah), RS2 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 10%), RS3 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 20%), RS4 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 30%). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi (bahan kering, bahan organik, protein, NDF dan ADF), efisiensi penggunaan pakan dan income over feed cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot  badan harian terbaik sebesar 75,89 g/ekor/hari, konsumsi pakan 549,00 g/ekor/hari dan efisiensi penggunaan pakan 0,14. Perlakuan ini juga menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 838,- ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi penggunaan ransum lebih baik dibandingkan bungkil kedelei.Kata kunci : gelatin sagu, amonium sulfat, mineral mikro, hijauan , domba
Manfaat Finansial pada Pola Kemitraan Usaha Pembibitan Sapi Potong (Financial Benefit on Local Cattle Breeding Smallholder Sharing Pattern) Cecep Firmansyah; Sondi Kuawaryan; Sri Rahayu
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2271

Abstract

Penelitian survey bertujuan mengungkap informasi perolehan manfaat finansial usaha pembibitan sapi potong lokal pada kemitraan pola bagi hasil anak berselang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Responden sebanyak 25 orang peternak pembibitan sapi potong lokal dengan pola bagi hasil anak berselang, diperoleh dengan metode Cluster simple Random Sampling. Kesepakatan informal pada pola bagi hasil mewajibkan investor menyediakan induk sapi potong lokal dan peternak membiayai seluruh pengeluaran usaha. Investor dan peternak masing-masing memperoleh 50 % gross output. Rata-rata peternak mendapatkan bagian 3,83 ekor/tahun (Rp. 7.260.988,80). Pendapatan riil keluarga peternak Rp. 6.544.425,-/tahun dari investasi sebesar Rp. 1.911.200, sedangkan pendapatan investor Rp.7.260.989,-/tahun/ unit usaha dari investasi sebesar Rp. 14.400.000,-. Parameter ROI peternak 57,39 % lebih besar dari ROI investor 50,42 % mengindikasikan aturan pola bagi hasil yang selama ini disepakati secara informal dinilai hampir memberikan keuntungan finansial yang proporsional/adil.Kata kunci : Pola Bagi Hasil, manfaat finansial
Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum (Improvement of Vitamin A Content in Chicken Egg by Katuk Leaves (Sauropus androgynus L.Merr) Utilization in Diet) Rachmat Wiradimadja; Handi Burhanuddin; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2262

Abstract

Penelitian mengenai “Peningkatan Kadar Vitamin – A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum”, telah dilakukan. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 72 ekor ayam petelur fase produksi (umur 30 minggu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan ransum dan 6 ulangan.  Ransum tersebut, yaitu R-0 mengandung 0% daun katuk; R-1 mengandung 7,5% daun katuk, dan R-2 mengandung 15% daun katuk.  Peubah yang diamati adalah :  kualitas telur (intensitas warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian daun katuk 15% dalam ransum ayam memberikan kualitas telur terbaik dibandingkan dengan 0% dan 7,5%.Kata Kunci :  Ransum, Daun Katuk, Vitamin A, Warna Kuning Telur.
Efek Pemberian Ransum yang Mengandung Tepung Daun Singkong, Daun Ubi Jalar dan Eceng Gondok sebagai Sumber Pigmen Karotenoid Terhadap Kualitas Kuning Telur Itik Tegal (The Effect of Feed Enriched with Pigmen Carotenoid Source : Cassava, Sweet Potato and W Endang Sujana; Siti Wahyuni; Handi Burhanuddin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian tepung daun singkong, daun ubi jalar dan eceng gondok sebagai sumber pigmen karotenoid terhadap kualitas kuning telur itik yang dipelihara secara intensif.  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Terdapat empat jenis perlakuan ransum (RK=ransum kontrol, RS=ransum mengandung 5% tepung daun singkong, RU=ransum mengandung 5% daun ubi jalar dan RE=ransum mengandung 5% tepung eceng gondok), dengan lima ulangan.  Peubah yang diamati yaitu skor warna kuning telur, persentase kuning telur dan indeks kuning telur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RS lebih baik (p<0,05) dari pada RU, RE dan RK, sedangkan indeks kuning telur tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata.Kata kunci : Pigmen karotenoid, Itik petelur, Kualitas kuning telur   
Pengaruh Lama Penyimpanan Semen Cair Ayam Buras pada Suhu 5 0C terhadap Periode Fertil dan Fertilitas Sperma (The Storage Time Effect of The Local Chicken Chilled Semen at 5 0C on Fertility and Fertile Period of Sperm) Nurcholidah Solihati; Ruhijat Idi; Rangga Setiawan; I. Y. Asmara
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2258

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lama penyimpanan semen cair ayam buras pada suhu 50C terhadap periode fertil dan fertilitas sperma.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 6 kali.  Lama penyimpanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyimpanan 1 jam (0 hari), 24 jam (1 hari) dan 48 jam (2 hari).  Peubah yang diukur adalah periode fertil dan fertilitas sperma. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan diuji dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan semen cair ayam buras berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap periode fertil dan fertilitas sperma. Periode fertil dan fertilitas sperma ayam buras yang baik diperoleh dari penyimpanan semen cair selama 1 jam (0 hari).Kata Kunci : ayam buras, semen cair, periode fertil, fertilitas
Pengaruh Tepung Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Sumber Kitin dalam Ransum terhadap Kandungan Lemak Feses dan Efisiensi Pakan Tikus Putih (Rattus norvegiccus) Strain Wistar (The Effect of Crabs Shells (Portunus pelagicus) as A Source of Chi Muhamad Fatah Wiyatna; Irba U. Warsono; Aminuddin Parakkasi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2263

Abstract

Cangkang rajungan mengandung kitin yang persentasenya paling besar berupa polisakarida. Kitin dan derivat-derivatnya telah banyak digunakan dalam berbagai keperluan terutama untuk kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rajungan sebagai sumber kitin terhadap efisiensi pakan dan kandungan lemak feces tikus putih Rattus norvegicus) strain Wistar. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2x5 dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis kelamin dan kedua level tepung rajungan yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Hasilnya penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis kelamin dengan kandungan teung rajungan dalam ransum. Kandungan lemak dalam feces tertinggi diperoleh dari perlakuan 10% yaitu 0.737%. Sedangkan efisiensi pakan tertinggi diperoleh dari penggunaan tepung rajungan 5% yaitu 13.1%. Penggunaan tepung rajungan dalam ransum mampu mningkatkan efisiensi pakan dan menurunkan kadar lemak tubuh tikus putih.Kata Kunci : Tepung rajungan, efisiensi pakan, lemak feces, tikus putih.
Ukuran-Ukuran Tubuh Domba Garut Jantan di UPTD Margawati Garut dan Daerah Sumber Bibit Domba Di Kabupaten Bandung (The Body Measurement of Garut Ram and Prospective Resource Regions In Bandung Regencies) Denie Heriyadi; Novi Mayasari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2268

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut dan Daerah Sumber Bibit Domba Di Kabupaten Bandung dengan Standar Domba Garut jantan yang telah dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah sensus. Data yang diperoleh diolah dengan deskriptik analitik, dengan peubah yang diamati adalah ukuran-ukuran tubuh pada Domba Garut jantan. Hasil pengamatan terhadap beberapa ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan memperlihatkan bahwa rata-rata panjang badan (PB) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 66,04 SD 4,82 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 69,96 SD 4,99 cm. Rata-rata tinggi pundak (TP) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 75,05 SD 3,63 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 80,62 SD 4,68 cm. Rata-rata lingkar dada (LiD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 92,41 SD 2,98 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 102,55 SD 6,47 cm. Rata-rata lebar dada (LeD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 18,80 SD 1,85 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 23,55 SD 1,72 cm. Rata-rata dalam dada (DD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 33,94 SD 1,98 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 39,03 SD 8,29 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan di UPTD Margawati dan daerah sumber bibit domba di Kabupaten Bandung hampir seluruhnya di atas standar Domba Garut jantan. Namun Domba Garut jantan di Kabupaten Bandung memiliki ukuran-ukuran tubuh yang lebih baik dibandingkan di UPTD Margawati Garut. Hal ini di duga karena peternak-peternak di Kabupaten Bandung memiliki perekonomian yang cukup kuat sehingga mampu membeli Domba Garut terbaik.Kata kunci : Ukuran Tubuh, Domba Garut jantan

Page 1 of 2 | Total Record : 15