cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Pengaruh Penambahan Pegagan (Centella asiatica) dan Vitamin C terhadap Kandungan Hemoglobin dan Hematokrit Darah Ayam Broiler yang Mengalami Cekaman Panas (Effect of pegagan (Centella asiatica) and Vitamin C on Blood hemoglobin and Hematocrite of Heat-S Engkus Kusnadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2248

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh pegagan (Centella asiatica) dan vitamin C terhadap hemoglobin dan hematokrit darah ayam broiler yang mengalami cekaman panas. Penelitian ini menggunakan 120 ekor broiler jantan umur 2 – 6 minggu, temperatur kandang dipertahankan 31.98 ± 1.94 0C pada siang hari dan 27.36 ± 1.31 0C  pada malam hari. Perlakuan yang diberikan adalah 0% (K), 5% (P5), 10% (P10) kandungan pegagan dalam pakan, 500 ppm vitamin C dalam air minum (C), dan kombinasi 5% pegagan dan 500 ppm vitamin C (P5C), dan kombinan 10% pegagan dengan 500 ppm vitamin C (P10C). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan-perlakuan P5, P10, C, P5C dan P10C nyata meningkatkan hemoglobin dari 6,8 g/dL  menjadi  7,5; 7,8;   8,0; 8,2 dan  8,5 g/dL dan hematokrit darah dari 19,4% menjadi 23,4%,  25,4%,  24,3%, 24,1%,  dan 27,1%, berturut-turut.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian sebanyak 5% pegagan sangat efektif sebagao anti cekaman panas pada ayam broiler.Kata kunci: Centella asiatica, vitamin C, cekaman panas, broiler
Peningkatan Kebutuhan Protein Hewani di Jawa Barat: Dampak dari Perubahan Struktur Penduduk Nugraha Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2216

Abstract

Peningkatan kebutuhan protein akan sejalan dengan kondisi kependudukan yang dinamis. Studi ini bertujuan menelaah dampak perubahan struktur penduduk terhadap kebutuhan protein hewani di Jawa Barat. Pengkajian dilakukan dengan memakai metode analisis deskriptif, melalui pendekatan teknik demografi dan aspek gizi. Hasil studi memperlihatkan, antara tahun 1980-2000, di Jawa Barat telah terjadi perubahan struktur umur dan jenis kelamin penduduk, kondisi tersebut telah berdampak pada terjadinya peningkatan kebutuhan protein hewani.Kata Kunci: kebutuhan protein hewani, struktur penduduk.
Pengelolaan Limbah Ternak pada Kawasan Budidaya Ternak Sapi Potong di Kabupaten Majalengka (Waste Management at Beef Cattle Raising Area in Majalengka) Asep Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5117

Abstract

Salah satu jenis usaha pada sub sektor peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah peternakan sapi  potong.  Sapi  potong  ditetapkan sebagai  komoditas unggulan sub sektor  peternakan di  Kabupaten Majalengka. Kecamatan Kertajati, Kecamatan Lemahsugih dan Kecamatan Majalengka merupakan wilayah unggulan budidaya ternak sapi potong di Kabupaten Majalengka dimana ternak sapi potong banyak dipelihara. Usaha ternak sapi potong menghasilkan limbah yang relatif banyak dan berpotensi menjadi sumber pencemaran. Limbah ternak yang dikelola dengan baik limbah ternak dapat memberikan keuntungan baik bagi  peternak maupun masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status pengelolaan limbah ternak sapi potong saat ini serta faktor-faktor yang mendorong dan menghambat dalampengelolaan limbah ternak sapi potong. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode campuran antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mendorong dan menghambat peternak sapi potong dalam melakukan pengelolaan limbah ternak, yaitu faktor karakteristik peternak, faktor karakteristik inovasi pengelolaan limbah ternak,dan faktor kondisi   lingkungan.   Adapun   pendekatan  kualitatif  digunakan   untuk   memperoleh   gambaran   status pengelolaan limbah  ternak sapi  potong  yang  dilakukan saat  ini.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa peternak sapi potong telah melaksanakan pengelolaan limbah ternak dengan pemanfaatan yang paling banyak adalah sebagai pupuk organik. Faktor yang paling berpengaruh terhadap status pengelolaan limbah ternak sapi potong adalah faktor kondisi lingkungan yaitu sebesar 21,2% kemudian variabel karakteristik inovasi pengelolaan limbah ternak sebesar 9,9% sedangkan pengaruh faktor karakteristik peternak hanya 7,0% dan tidak signifikan.Kata kunci :  limbah ternak, sapi potong, status pengelolaan limbah
Pengaruh Penggunaan Enzim Keratinase dari Bakteri exiguobacterium sp. Dg1 Pada Proses Buang Rambut Ramah Lingkungan Terhadap Kualitas Limbah Cair Jajang Gumilar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8040

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   perbedaan   kualitas   limbah   cair   yang dihasilkan dari proses buang rambut enzimatis menggunakan enzim keratinase yang berasal dari bakteri  Exiguobacterium  sp. DG1 dibandingkan  dengan  kualitas  limbah  cair  yang dihasilkan dari  proses  buang  rambut   konvensional   sebagai   kontrol  perlakuan.   Kualitas  limbah  cair didasarkan pada total solid, total volatile solid, suspended solid, dan volatile suspended solid. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental  dengan rancangan acak lengkap menggunakan 20 lembar kulit Domba Garut. Perlakuan terdiri atas penggunaan enzim keratinase sebanyak 0,5%,1%,  1,5%,  2%,  dan  kontrol  perlakuan  menggunakan  Na2S  sebanyak  2,5%.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan   enzim   keratinase   menghasilkan   kandungan   total   solid,   total   volatile   solid, suspended  solid,  dan  volatile  suspended  solid  berbeda  nyata  (P<0,05)  dibandingkan  dengan kontrol  perlakuan  buang rambut  konvensional.  Proses  buang rambut  enzimatis  menggunakan enzim keratinase  dari bakteri Exiguobacterium  sp. DG1 mampu menurunkan  kandungan  total solid sebesar 60,29 - 68,68%,  total volatile solid sebesar 60 – 68%, suspended  solid sebesar57,22 – 61,76%,  dan volatile  suspended  solid  sebesar  55,86 - 61,63%  dibandingkan  dengan proses buang rambut konvensional.Kata kunci: enzim keratinase, exiguobacterium sp. DG1, buang rambut, limbah cair
Efek Pengolahan Limbah Sayuran Secara Mekanis Terhadap Nilai Kecernaan pada Ayam Kampung Super JJ-101 Abun -; Denny Rusmana; Deny Saefulhadjar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i2.2239

Abstract

Limbah sayuran berpotensi sebagai bahan pakan ternak unggas, khususnya ayam kampung super, namun limbah tersebut mudah rusak dan busuk sehingga perlu dilakukan pengolahan.  Pengolahan yang dimaksud yaitu dilakukan secara mekanis melalui pengukusan, perebusan, dan penjemuran.  Guna menguji kualitas produk pengolahan, dilakukan percobaan pada ayam kampung super JJ-101 melalui pengukuran terhadap nilai kecernaan bahan kering dan protein.  Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan ransum, yaitu 100 persen ransum kontrol (RB), 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayuran hasil pengukusan (RK), 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayuran hasil perebusan (RR), dan 85 persen ransum kontrol + 15 persen limbah sayur hasil penjemuran (RJ), setiap perlakuan diulang 5 kali.  Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.  Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai kecernaan bahan kering dan protein.  Hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa ransum mengandung limbah sayuran hasil pengukusan (RK) memiliki nilai kecernaan bahan kering dan protein yang lebih tinggi dibandingkan ransum RR dan RJ, namun setara dengan ransum kontrol (RB).  Nilai kecernaan bahan kering dan protein ransum mengandung limbah sayuran hasil pengukusan (RK) yaitu sebesar 74,91 persen dan 70,22 persen.Kata kunci:  Limbah sayuran, pengolahan mekanis, kecernaan, ayam kampung super.
Pengaruh Pemberian Ransum Mengandung Minyak Ikan Lemuru dan Vitamin E terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol Daging Ayam Broiler Denny Rusmana; Dulatif Natawiharja; Happali -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2207

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler yang diberi ransum yang mengandung minyak ikan lemuru dan vitamin E serta kombinasinya.  Penelitian menggunakan 216 ekor ayam broiler strain CP 707. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancagan Acak Lengkap dengan pola Faktorial 3x3 yang diulang empat kali dan setiap ulangan terdiri atas 6 ekor ayam. Faktor pertama adalah pemberian Minyak Ikan Lemuru pada tingkat 0%, 3% dan 6%. Faktor yang kedua adalah penambahan suplemen vitamin E pada tingkat 0 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Setiap ransum mempunyai kandungan protein dan energi metabolis yang sama. Untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan metoda Sidik Ragam dan Uji Jarak Berganda Duncan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian minyak ikan lemuru pada tingkat 3% dan 6% dengan suplementasi vitamin E pada tingkat 100 ppm dapat mencegah terjadinya peningkatan kadar lemak daging ayam broiler. Pada pemberian minyak ikan lemuru pada tingkat 3% dengan suplemntasi vitamin E sebanyak 100 ppm dan pemberian minyak ikan lemuru pada tingkat 6% dengan suplementasi vitamin E 200 ppm dapat mencegah terjadinya peningkatan persentase kadar kolesterol daging ayam broiler.Kata kunci :  Minyak Ikan Lemuru, Vitamin E, Lemak, Kolesterol, Broiler 
Pemanfaatan Feses Sapi Perah Menjadi Pupuk Cair dengan Penambahan Saccharomyces cerevisiae (Dairy Cattle Feces Use To Be With The Addition Of Liquid Fertilizer Saccharomyces cerevisiae) Tb. Benito A.k
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i2.5107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui manfaat feses sapi perah menjadi pupuk cairdengan penambahan Saccharomyces cerevisiae ditinjau dari kualitas pupuk cair yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan  Acak  Lengkap dengan  3 perlakuan  dan  6 kali  ulangan,  yaitu  P1=  penambahan  0,2% dosis Saccharomyces cerevisiae, P2 = penambahan 0,4% dosis Saccharomyces cerevisiae  dan P3 = penambahan0,6% dosis Saccharomyces cerevisiae. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Peubah yang diamati kandungan N, P2O5, K2O pada pupuk cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis Saccharomyces cerevisiae berpengaruh nyata terhadap kualitas pupuk cair, (P2) menghasilkan kualitas pupuk cair tertinggi (N = 0.38%; P2O5 = 0,08% dan K2O =1,05%)Kata kunci : feses sapi perah,  pupuk cair, Saccharomyces cerevisiae, N, P, K
Konsumsi Nutrien Ternak Kambing yang Mendapatkan Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) dengan Sorgum sebagai Tanaman Sela pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum yang Berbeda (Nutrient Feed Consumption of Goats to Sorghum and Arbi B. b Koten
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5146

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi konsumsi nutrien ternak kambing lokal jawa terhadap hijauan hasil  pertanaman campuran legum arbila (Phaseolus lunatus)dengan sorgum pada jarak tanam arbila dan jumlah baris sorgum yang berbeda, telah  dilaksanakan di kandang kambing individual selama 1 bulan, yang dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 level jarak tanam arbila dan 3 level jumlah baris sorgum ditambah monokultur arbila dan sorgum, yang diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah konsumsi nutrien dalam pakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nutrien tertinggi diperlihatkan oleh kambing yang mendapatkan hijauan yang dihasilkan oleh   perlakuan jarak tanam arbila  120 cm dengan 2 baris sorgum disusul oleh  perlakuan jarak tanam 180 cm dengan 1 baris sorgum yaitu konsumsi BK 31,20 dan 27,05 g/kg BB, konsumsi BO 31,01 dan 27,23 g/kg BB, konsumsi PK 3,86 dan 3,37 g/kg BB, konsumsi serat 10,58 dan 9,12 g/kg BB, konsumsi EE 0,86 dan 0,79 g/kg BB, konsumsi BETN 16,26 dan 14,02 g/kg BB, konsumsi abu 2,56 dan 2,15 g/kg BB, 81,87 dan 77,98 %. Disimpulkan bahwa respon ternak kambing terbaik dihasilkan pada jarak tanam arbila 120 cm dengan 2 dan 3 baris sorgum di antaranya.Kata kunci : Phaseolus lunatus, Sorgum bicolor, tumpangsari, konsumsi nutrien, kambing.
Pendugaan Kadar Kolesterol Daging dan Telur Berdasarkan Kadar Kolesterol Darah pada Puyuh Jepang (Estimated Cholesterol Levels Meat and Egg Based on Blood Cholesterol on the Japanese Quail ) Dedi Rahmat; Rachmat Wiradimadja
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.405

Abstract

Kolesterol tubuh dapat berasal dari dua sumber, yaitu berasal dari makanan (kolesterol eksogen), dan kolesterol yang diproduksi sendiri oleh tubuh (kolesterol endogen).  Jika jumlah kolesterol yang berasal dari makanan sedikit, untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan organ lain maka sintesis kolesterol dalam hati dan usus akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah kolesterol dalam makanan meningkat maka sintesis kolesterol dalam hati dan usus akan menurun. Cara yang dapat dipakai untuk menurunkan kadar kolesterol daging dan telur adalah dengan menurunkan kolesterol darah. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol darah dengan kadar kolesterol daging dan telur telah dilakukan dengan menggunaan 120 ekor puyuh.  Parameter yang diukur meliputi kadar kolesterol darah, daging, dan telur. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan curve expect 1.3. Hasil penelitian diperoleh hubungan antara kadar kolesterol darah dengan kolesterol daging tinggi (r = 0,87) dengan model penduga mengikuti persamaan regresi : Y = -1,0631 + 0,0235X – 0,0001X2, dan hubungan antara kadar kolesterol darah dengan kolesterol telur tinggi (r = 0,89) dengan model penduga mengikuti persamaan regresi : Y = -1,2059 + 0,0190X – 0,0001X2 Kata kunci :  Puyuh, telur, daging, dan kolesterol darah.
Perubahan Komponen Serat Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) Hasil Biokonversi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Akibat Kadar Air Substrat dan Dosis Inokulum yang Berbeda. (The Change of Fiber Components of Pleurotus ostreatus-Bioconver Stefanus Ghunu
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2272

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Politani Kupang dan Laboratorium Analisa Proksimat BPT - Ciawi, Bogor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama adalah kadar air substrat (A) terdiri atas 4 level yaitu A1 = 62,50; A2 = 70,00;  A3 = 77,50; dan A4 = 85,00 % dari total berat substrat. Faktor kedua adalah dosis inokulum jamur tiram putih (D), yang terdiri atas 4 level yaitu D1 = 10 g, D2 = 15 g, D3 = 20 g, dan D4 = 25 g kg-1 substrat. Peubah yang diukur meliputi perubahan komponen serat (NDF, ADF, selulosa, lignin) produk biokonversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biokonversi dapat menurunkan komponen serat rumput Kume kering, ditandai dengan menurunnya kandungan NDF, ADF, selulosa, lignin. Penurunan terbaik dan efisien adalah kadar air substrat 77,5% dan dosis inokulum 20g kg-1 substrat.Kata kunci : Sorghum plumosum var. Timorense, Jamur Tiram Putih,                  Komponen Serat,.