cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 418 Documents
Kajian Kandungan Kimia Darah dan Pertambahan Bobot Badan Domba Garut Betina Lepas Sapih dengan Imbangan Protein dan Energi yang Berbeda Ferry Faisal; Ana Rochana; Kurnia A Kamil
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.602 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.15855

Abstract

Domba Garut betina merupakan salah satu jenis domba yang bisa dijadikan sebagai penghasil daging untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat di Indonesia. Domba Garut memiliki beberapa keunggulan yakni tahan terhadap manajemen pemeliharaan yang kurang baik. Penelitian mengenai  kajian kandungan kimia darah dan pertambahan bobot badan domba garut betina lepas sapih yang diberi imbangan protein dan energi yang berbeda telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2017 di  Balai Pengembangan Pembibitan Ternak Domba, Margawati Kabupaten Garut. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah domba Garut betina umur rata-rata 4-5 bulan sebanyak 24  ekor dengan bobot awal rata-rata 10,24 Kg ± 1,05 Kg. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan imbangan protein dan energi yaitu  R1= 12% dan  60%, R2=12% dan  65%, R3=14% dan  60%, R4=14% dan  65%, R5=16% dan  60%, R6 =16% dan  65%. Peubah yang diamati meliputi kandungan kimia darah (Kolesterol, High density lipoprotein, Low density lipoprotein, Glukosa, Trigliserida) dan Pertambahan Bobot Badan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Anova. Hasil pengamatan menunjukan bahwa pemberian pakan dengan imbangan protein dan energi yang berbeda pada domba Garut betina lepas sapih tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05)  terhadap kandungan Kimia darah (Kolesterol, High density lipoprotein, Lowdensity lipoprotein, Glukosa, Trigliserida) dan Pertambahan Bobot Badan. Kesimpulan, Pemberian pakan dengan berbagai level protein dan energi tidak berpengaruh terhadap kandungan kimia darah dan pertambahan bobot badan. Pada level protein 12 % dan energi 60 % menghasilkan kandungan kimia darah dan pertambahan bobot badan yang terbaik.
Karakteristik Mikrobiologi Nuget Ayam Dengan Pasta Tomat Selama Penyimpanan Pada Suhu Refrigerasi (Microbiological Characteristic of Chicken Nuget with The Addition of Tomato Paste During Refrigerated Storage) Eka Wulandari; Lilis Suryaningsih; Hartati Chairunnisa; Andry Pratama
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.198 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrobiologi nuget ayam yangditambahkan pasta tomat selama penyimpanan suhu refrigerasi.  Penelitian dilakukan secaraeksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi pasta tomat, yaitu : P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%) dan masing-masing dilakukan enam kali pengulangan. Nuget ayam dengan pasta tomat disimpan dalam suhu refrigerasi (4oC)  kemudian diuji total bakteri dan pH pada hari ke 0,5,10,13 dan 15. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan  untuk  mengetahui  perbedaan antar perlakuan dilakukan  Uji Tukey. Nuget ayam dengan penambahan pasta tomat 5%, 10%,15% pada penyimpanan suhu refrigerasi sampai hari ke-5 total bakterinya masih sesuai dengan SNI  Nugget No.01-6683-2002. Penambahan pasta tomat 10% dan 15% sampai penyimpanan hari ke-10 masih layak dikonsumsi dengan total bakteri 38,7 X 107 - 50,5 X 108 CFU/g.Kata kunci : nugget, pasta tomat, penyimpanan
Karakteristik Morfometrik Ayam Kedu Jengger Merah dan Jengger Hitam Generasi Pertama di Satker Ayam Maron-Temanggung (Morphometrical Caracteristics of Red Comb and Black Comb Kedu Chicken of First Generation in Satker Ayam Maron-Temanggung) Ashifudin M.; E. Kurnianto; Sutopo -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.337 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14825

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik morfometrik pada Ayam Kedu Jengger Merah dan Ayam Kedu Jengger Hitam generasi pertama. Materi yang digunakan adalah 45 ekor ayam Kedu dengan rata-rata umur 7 bulan. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jangka sorong, penggaris, tali rafia dan alat tulis. Metode yang digunakan adalah metode observasional. Parameter yang diukur berupa variabel ukuran-ukuran tubuh dan bobot badan. Analisis multivariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran tubuh pada Ayam Kedu Jengger Hitam jantan dan betina berbeda nyata pada panjang femur, panjang tibia, panjang tarsometatarsus, lingkar tarsometatarsus, panjang sayap, panjang jari ke tiga, tinggi jengger, panjang sternum dan bobot badan. Sementara pada Ayam Kedu Jengger Merah berjenis kelamin jantan dan betina menunjukan perbedaan nyata pada semua variabel ukuran tubuh. Ukuran tubuh antara ayam Kedu Jengger Merah dan Jengger Hitam jantan tidak terdapat perbedaan. Sementara ukuran tubuh antara ayam betina terdapat perbedaan pada panjang tarsometatarsus, lingkar tarsometatarsus, dan tinggi jengger. Parameter pembeda kedua jenis ayam adalah panjang sayap, dan tinggi jengger. Peta penyebaran kelompok kedua jenis ayam menunjukkan ukuran dan bentuk tubuh memiliki kesamaan yang tinggi. Morfometrik kedua jenis ayam mempunyai kesamaan sebesar 30,77% - 48,61% . Kata Kunci: Ayam Kedu Jengger Merah, Ayam Kedu Jengger Hitam, Morfometrik
Biokonversi Limbah Kulit Ubi Kayu Menjadi Pakan Unggas Sumber Energi Menggunakan Bacillus amyloliquefaciens (Bioconverstion of Cassava Feel Become Poultry Feed Energy Sources Using Bacillus amyloliquefaciens) Mirzah -; Helmi Muis
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.324 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11578

Abstract

Penelitian  dilakukan  dengan  tujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  interaksi  antara  dosisinokulum dengan lama fermentasi kulit singkong merasa menggunakan bakteri Bacillus amyloliquefaciens untuk mengubah kandungan zat dan kualitas gizi produk tape singkong (FCFP).Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan pola  Rancangan  Acak  Lengkap faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis inokulum dari amyloliquefaciens bakteri Bacillus terdiri dari A1 = 1%, A2 = 2% dan A3 = 3% per 100 g substrat. Faktor kedua adalah waktu fermentasi terdiri dari B1 = 4 hari, B2 = 6 hari dan B3 = 8 hari. Parameter yang diamati  adalah  perubahan  isi  bahan  kering,  bahan,  protein  kasar,  dan  retensi  nitrogen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi yang sangat nyata (P <0,01) antara dosis inokulum Bacillus amyloliquefaciens dengan waktu fermentasi pada bahan bahan kering, protein kasar dan retensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas FCFP gizi terbaik diperoleh pada perlakuan A3B1 (3% inokulum dosis dan waktu fermentasi 4 hari) yang dapat menurunkan bahan kering12,32%, meningkatkan protein kasar 45,34%, nilai retensi nitrogen dari 66,64 % dan metabolis energi 2.135,41 kkal / kg.Kata kunci : kulit ubi kayu, Bacillus amyloliquefaciens, fermentasi, nutrisi.
Kajian Kualitas Kascing pada Vermicomposting dari Campuran Feses Sapi Perah dan Jerami Padi (Casting quality assesment on vermicomposting of mixed feces of dairy cattle and rice straw ) Badruzzaman D Z; W Juanda; Y A Hidayati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.364 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran Feses Sapi Perah dan Jerami padi dalam Vermicomposting terhadap kualitas kascing   (kandungan N,P,K,Ca,Mg,KTK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan,  sehingga diperoleh 18 sampel perlakuan.  Ketiga perlakuan tersebut, adalah P1 = C/N 25; P2 =  C/N 30; P3=  C/N 35. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaanantar perlakuan dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Campuran Feses Sapi Perah dan Jerami Padi dalam Vermicomposting dengan nisbah C/N rasio 25 - 35 menghasilkan kualitas kascing yang optimum yaitu kandungan N 1,38 – 2,12   %,P2O50,72 –1,61%, K2O 0,54 – 0,93%, Ca+ 0,80 – 1,24%, Mg+ 0,98 – 1,21%, dan Nilai KTK 0,84,86 –0,85 -17cmol/kg.Kata Kunci: feses sapi perah, jerami padi, vermicomposting, kascing
Analisis Efisiensi Penggunaan Beberapa Faktor Produksi Usaha Itik “Pedaging” (Efficiency Analysis Using Multiple Business Factor of Broiler Ducks Production) B Thermolen; Linda Herlina; Maman Paturochman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.045 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9820

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di peternak itik anggota kelompok Harapan Jaya DesaCitrajaya Kecamatan Binong Subang dari tanggal 09 Desember 2012 – 06 Januari 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi baik secara teknis, alokatif dan harga penggunaan faktor-faktor produksi usaha ternak itik penghasil daging.Penelitian ini menggunakan metode sensus terhadap unit observasi sebanyak 30 peternak.Variabel yang diamati adalah jumlah produk (Y),bibit (X1), pakan (X2), Kandang (X3) dan tenaga kerja (X4). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model fungsi Cobb-Douglas. Hasil dari penelitian ini adalah adanya inefisiensi pada penggunaan faktor –faktor produksi di daerah penelitian. Usaha ternak tersebut memiliki nilai efisiensi teknis 1,29 (bibit = 0,641; pakan =0,310; kandang = 0,161; tenaga kerja = 0,168) , nilai efisiensi harga adalah 6,89 (bibit = 4,149; pakan =1,523; kandang = 0,875; tenaga kerja = 0,343) dan nilai efisiensi ekonomis adalah 3,298 (bibit = 2,544; pakan = 0,561; kandang = 0,142; tenaga kerja =0,053). Usaha itik penghasil daging di daerah penelitian belum efisien dan usaha tersebut dalam keadaan increasing return to scale.Kata kunci: efisiensi, usaha ternak, fungsi produksi
Identification of Heavy Metal Plumbum (Pb) in Edible Offal Ellin Harlia; Roostita L.Balia; Denny Suryanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.961 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.15140

Abstract

Plumbum (Pb) is a heavy metal that its presence is undesirable because it can lead to the formation of residues in animal or human body which cause health problems. Pb source can be derived from disinfectant, bedding materials, corrosion equipment, paint, animal feed, water and soil. Livestock farming is difficult to avoid Pb contamination, so it is important to do research on the identification of Pb in edible animal offal (pig liver, beef cattle tripe and lamb kidney). This research is an exploratory study on 12 samples of pig liver, 12 samples of beef cattle tripe and 12 samples of lamb kidney which sold in the traditional market in Bandung, the samples were analyzed using AAS machine at Balai Penelitian Veteriner in Bogor, data were analyzed descriptively. The results showed that 50% of beef cattle tripe contains residues of heavy metals Pb, accounted 0.98 ppm on average, while all samples of pig liver and lamb kidneys contain residues of heavy metals Pb with average residues 0.35 ppm and 0.50 ppm, respectively. This condition is safe because it below the MRL (Maximum Residue Limits) established by SNI which is 1.00 ppm.
(Isolasi Dan Screnning Yeast Isolat Lokal Dari Dendeng Sapi Dan Ayam Yang Memiliki Potensi Fermentasi Glukosa) (Isolation dan screening of Local Yeast From Beef and Chicken Jerkey as Glucose Fermentation Potential) Andry Pratama; Anita Fitriani; Hartati Chairunnisa; Trianing Tyas
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.441 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14797

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk memperoleh isolat yeasts lokal sebagai potensi fermentasi glukosa. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi yeast dari olahan dendeng sapi dan ayam menggunakan medium Yeast Malt Agar (YMA). Isolasi yeast menggunakan metode 16 streak plate sampai didapatkan isolat murni. Isolasi yeast diseleksi secara kuantitatif berdasarkan kemampuan memfermentasi glukosa berdasarkan nilai gula reduksi menggunakan Glucose Oxidase Reagent Kit dan diukur selama 3 hari menggunakan spektrofotometer (500nm). Hasil penelitian menunjukan bahwa didapat 12 isolat yeast yang tumbuh pada dendeng sapi dan ayam. Terdapat 3 isolat memiliki potensi fermentasi glukosa yaitu isolat D5C, D4A dan D5A.Ketiga isolat dapat mereduksi glukosa sebesar 25,85 mg/dl, 17,10 mg/dl dan 13,42 mg/dl. Kata Kunci: Isolasi, isolat yeast, potensi fermentasi
Karakteristik Fisik, Kimia dan Nilai Kesukaan Nugget Ayam Dengan Penambahan Pasta Tomat (Effect of Tomatos Paste to Physicochemical and Sensory Characteristics Chicken Nuggets) Eka Wulandari; Lilis Suryaningsih; Andry Pratama; Denna Surahman Putra; Nonong Runtini
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.428 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan nilai kesukaannugget ayam yang ditambahkan pasta tomat. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu Penambahan pastatomat 10% (P1), 15% (P2), dan 20% (P3) yang dilakukan pengulangan sebanya k 6 kali untuk setiap  perlakuan.  Data  yang  diperoleh  dianalisis  menggunakan  sidik  ragam  dan  untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Tukey. Data hasil uji organoleptik di uji menggunakan uji kruskal wallis, sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuannya dilakukan uji Mann Whitney. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa penambahan pasta tomat sebanyak 15% memperoleh karakteristik fisik yang terbaik  dan tingkat akseptabilitas yang paling disukai. Secara kimiawi penambahan pasta tomat dapat meningkatkan kadar serat serta menurunkan kadar protein dan lemak nugget ayam.Kata kunci : karakteristik fisik, karakteristik kimia, nilai kesukaan, nugget ayam, pasta tomat.
Pengaruh Bentuk Scrotal Bipartition terhadap Kualitas Semen pada Kambing Kejobong Rachmat Heru Sulaksono; Enny Tantini Setiatin; Edy Kurnianto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.501 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.15155

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kualitas semen dari bentuk skrotum yang berbeda pada kambing Kejobong. Penelitian menggunakan 30 ekor kambing Kejobong  sebagai sample. Populasi sasaran yang dituju adalah kambing Kejobong yang berada di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling. Pengamatan pertama dengan melihat perbedaan bentuk skrotum yaitu no bipartition (NB) dan bipartition up to 50% (B<50). Pengukuran skrotum meliputi panjang, lebar, dan lingkar. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap kualitas semen yang meliputi uji makrospis dan uji mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran skrotum pada kedua bentuk bipartisi berbeda nyata (P<0,05). Uji makrokopis semen kambing Kejobong berbeda nyata (P<0,05), sedangkan uji mikrokopis semen pada pengamatan abnormalitas, gerak individu, dan konsentrasi tidak berbeda nyata, hanya pada  pengamatan volume, pH, hidup dan mati yang berbeda nyata (P<0,05).Disimpulkan bahwa bentuk bipartisi skrotum yang berbeda mempengaruhi ukuran skrotum dan kualitas semen kambing.

Page 8 of 42 | Total Record : 418