cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 418 Documents
Peranan Penyuluh sebagai Agen Pembaharu dalam Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peternak Kambing Perah (The Role of Extension Worker as Agent of Change to Increasing of The Achievement Motivation of Dairy Goat Farmer) Sugeng Winaryanto; Nugraha Setiawan; Unang Yunasaf
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh sebagai agen pembaharu, motivasi berprestasi anggota kelompok, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus kepada 18 orang peternak yang masih aktif di kelompok Surya Medal. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peran penyuluh sebagai agen pembaharu dinilai oleh responden sebesar 56,32% tergolong tinggi, dan sebesar 43,68% tergolong sedang, (2) Tingkat motivasi berprestasi peternak 22,78 % tergolong tinggi, 66,67% tergolong sedang, dan 5,55% tergolong rendah, (3) Terdapat hubungan yang cukup erat antara peran penyuluh sebagai agen pembaharu dengan tingkat motivasi berprestasi peternak (ρs= 0,48). Kata Kunci : penyuluh, agen pembaharu, Motivasi berprestasi
Perkembangan Konsumsi Protein Hewani di Indonesia: Analisis Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional 2002-2005 (The Trend of Animal Protein Consumption in Indonesia: Data Analysis of 2002-2005 National Socio Economic Survey) Nugraha Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2270

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji perkembangan konsumsi protein hewani di Indonesia antara tahun 2002-2005, dengan melakukan pendalaman pada sumber protein asal ternak. Metode studi memakai pendekatan penelaahan data sekunder, dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan, telah terjadi peningkatan konsumsi protein. Namun jika dilihat dari sumbernya, konsumsi protein hewani masih kurang memadai. Sebagian besar protein hewani yang dikonsumsi berasal dari produk perikanan, walaupun ada kecenderungan konsumsi protein yang berasal dari produk peternakan semakin meningkat. Pada awalnya, yang lebih banyak dikonsumsi adalah protein yang berasal dari telur dan susu, tetapi kemudian berubah menjadi lebih banyak bersumber dari daging.Kata Kunci: konsumsi, protein hewani.
Identifikasi Bakteri yang Dominan Berperan pada Proses Pengomposan Filtrate Pengolahan Pupuk Cair Feses Domba (Identification of Dominant Bacteria in The Composting of Filtrate of Liquid Fertilizer Making Process of Sheep Feces) Tb. Benito A.k
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan  mengetahui bakteri  yang dominan pada proses pengomposan filtrate pengolahan pupuk cair feses domba.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Peubah yang diamati adalah temperatur, pH, dan bakteri dominan pada proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal proses pengomposan temperature filtrate bervariasi antara 24 –  26oC. Setelah itu, temperatur filtrate naik menjadi     40 – 45oC sampai dengan hari ke 24, kemudian turun menjadi 33oC pada hari ke 30, dan akhirnya turun menjadi 26oC pada akhir proses pengomposan. Nilai pH filtrate pada awal proses pengomposan berkisar antara pH 5,0 – 6,0 sampai dengan hari ke 14, selanjutnya pH naik sampai  8 pada hari ke 24, lalu turun menjadi7 sampai dengan akhir proses pengomposan. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri menunjukkan bahwa pada awal pengomposan terdapat dua jenis bakteri dominan, yaitu : Enterobacter sp (1012 cfu/g),  dan Escherichia coli (109 cfu/g); pada tahap pertengan hanya ditemukan satu baketri, yaitu Bacillus sp (109 cfu/g); dan di akhir pengomposan muncul lagi bakteri koliform dalam jumlah sedikit, yaitu : Enterobacter sp. (106 cfu/g) dan Escherichia coli (106 cfu/g)Kata kunci : feses domba, filtrate pupuk cair, pengomposan, bakteri
Pengaruh Jenis Minyak Nabati terhadap sifat Fisik dan Akspetabilitas Mayonnaise (The Effect of Various Vegetable Oils on Physical Properties and Accebtability of Mayonnaise) Nurul Azizah; Eka Wulandari; Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9521

Abstract

Mayonnaise  merupakan  produk  olahan  emulsi  semi  padat  minyak  dalam  air  (o/w) dengan  konsentrasi  minyak  yang  tinggi.  Oleh  karena  itu,  penggunaan  jenis  minyak  nabati diduga  akan  mempengaruhi  sifat  fisik  dan  akseptabilitas  mayonnaise.    Tujuan  penelitian  ini untuk mengetahui  pengaruh  jenis minyak nabati terbaik terhadap sifat fisik (kestabilan  emulsi dan   viskositas)   dan   akseptabilitas   (rasa,   aroma,   warna,   tekstur,   dan   total   penerimaan) mayonnaise.   Penelitian dilakukan secara eksperimen, menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan  5 perlakuan,  yaitu  minyak  bunga  matahari  (P1),  minyak  jagung  (P2),
Respon Broiler Terhadap Pemberian Ransum Mengandung Dedak Padi Fermentasi oleh Kapang Aspergillus ficuum (Response of Broiler Fed on Diet Containing Fermented Rice Bran by Aspergillus ficuum) Siti Wahyuni Hs; Dwi Cipto Budinuryanto; Herry Supratman; Suliantari -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.453

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon broiler terhadap pemberian ransum mengandung dedak padi hasil fermentasi oleh Aspergillus ficuum yang diukur melalui konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan imbangan efisiensi protein.  Penelitian menggunakan 300 ekor ayam broiler final stock Arbor Acres yang dibagi ke dalam 30 plot.  Ransum disusun iso-protein dan iso-energi dengan kandungan protein kasar 22% dan energi metabolis 3100 kkal/kg.  Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap , terdiri atas 6 ransum sebagai perlakuan setiap perlakuan diulang 5 kali.  Ransum perlakuan terdiri atas R0 (0% dedak padi fermentasi), R1 (5% dedak padi fermentasi), R2 (10% dedak padi fermentasi), R3 (15% dedak padi fermentasi), R4 (20% dedak padi fermentasi), dan R5 (25% dedak padi fermentasi).  Data hasil pengamatan dianalisis ragam dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan  Uji Jarak Berganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa broiler memberikan respon yang tidak berbeda terhadap pemberian ransum yang mengandung  dedak padi hasil fermentasi oleh kapang Aspergillus ficuum, dapat disimpulkan bahwa  dedak padi hasil fermentasi oleh kapang Aspergillus ficum dapat digunakan  dalam ransum broiler sampai dengan tingkat 25% tanpa mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan imbangan efisiensi protein. Kata kunci : dedak padi, Aspergillus ficuum, broiler, respon
Performan Ayam Pedaging yang Diberi Probiotik dan Prebiotik dalam Ransum (Performances of Broilers That Given Probiotics and Prebiotics in the Ration) m M. Daud
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon performan ayam pedaging dari penambahan probiotik, prebiotik dan kombinasi keduanya sebagai pengganti antibiotik dalam ransum. Sebanyak 480 ekor ayam pedaging umur sehari strain Arbor Acres, dibagi dalam 4 perlakuan ransum dan 3 ulangan (40 ekor/ulangan). Ransum perlakuan yang digunakan terdiri atas: R1 = Ransum basal + 0.01% antibiotik, R2 = Ransum basal + 0.2% probiotik, R3 = Ransum basal + 0.2%  probiotik + 0.5% prebiotik dan R4 = Ransum basal + 0.5% prebiotik. Parameter yang diamati adalah : pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konsumsi ransum, konversi ransum, mortalitas, indeks produksi, Hasil penelitian menunjukkan performan ayam pedaging yang memperoleh probiotik dan prebiotik baik secara terpisah maupun kombinasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua perlakuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik dan prebiotik dalam ransum tidak mempengaruhi performan ayam pedaging.Kata kunci : Performan, probiotik, prebiotik, ayam pedaging
Pengaruh Tingkat Konsentrasi Natrium Tripolifosfat terhadap Kadar Protein, Kekuatan Gel dan Kadar Air Pada Pengolahan Nikumi Daging Domba (The Effect of Sodium tripolifosfat Concentration on Protein content, Gel Strength and Water Content of Meat Proces Lilis Suryaningsih; Wendry S. Putranto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi natrium tripolifosfat terhadap kadar protein, kekuatan gel dan kadar air pada pengolahan nikumi daging domba.  Perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi natrium tripolifosfat 0%, 0.25%, dan 0.5% pada proses pengolahan nikumi domba. Peubah yang diamati meliputi kadar protein, kekutan gel dan kadar air.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL), tiap perlakuan diulang enam kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi natrium tripolifosfat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein dan kekuatan gel, sedangkan terhadap kadar air tidak berpengaruh nyata pada pengolahan nikumi domba. Kata Kunci : Natrium Tripolifosfat, Kadar Protein, Kekuatan Gel, Kadar Air, Nikumi
Perubahan Sifat Fisik Daging Ayam Broiler Post Mortem Selama Penyimpanan Temperatur Ruang (Change of Physical Characteristics of Broiler Chicken Meat Post Mortem During Room Temperature Storage) Kusmajadi Suradi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2261

Abstract

Perubahan sifat fisik daging ayam broiler post mortem telah diteliti menggunakan daging bagian dada ayam broiler yang dipotong pada umur 6 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik daging ayam broiler selama penyimpanan temperatur ruang yang meliputi pH, daya ikat air dan susut masak setelah pemotongan, sehingga dapat ditentukan pada  jangka waktu pemotongan berapa daging ayam broiler masih memiliki kualitas yang baik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan lama penyimpanan pada temperatur ruang, yaitu 0, 2, 4, 6, 8,10 dan 12 jam. dengan ulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan pada temperatur ruang 12 jam setelah pemotongan ayam broiler, terjadi  penurunan keasaman (pH), daya ikat air dan peningkatan susut masak daging ayam broiler. Penurunan pH, daya ikat air dan peningkatan susut masak daging ayam broiler yang nyata (P<0,05), masing-masing terjadi setelah 4 jam, 2 jam dan 12 jam penyimpanan temperatur ruang.Kata Kunci : Fisik, Broiler, Penyimpanan
Peningkatan Nilai Nutrisi Ampas Sagu (Metroxylon Sp.) Melalui Bio-Fermentasi Harry Triely Uhi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2228

Abstract

Telah dilakukan penelitian bio-fermentasi terhadap ampas sagu yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi ampas sagu dengan menggunakan probion. Perlakuan yang dugunakan P1 (Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 100 g + Urea 100 g); P2 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 100 g + Urea 100 g); P3 ( Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 200 g + Urea 200 g); P4 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 200 g + Urea 200 g); P5 (Ampas sagu Ihur  100 kg + Probion 300 g + Urea 300 g); P6 (Ampas sagu Tuni 100 kg + Probion 300 g + Urea 300 g). Parameter yang diamati adalah pH media, suhu media, analisis proksimat (Protein kasar, Serat kasar, Lemak Kasar, Energi Metabolis dan Bahan Kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi optimum yang tepat untuk media ampas sagu selama 21 hari dengan perlakuan terbaik dengan campuran probion 300 gram dan urea 300 gram, menghasilkan protein kasar 4,81 serat kasar 5,49, lemak kasar 0,73% dan energi metabolis 3860 kkal. Suhu fermentasi  tertinggi  pada  perlakuan P5, hari ke-15            (36 0C) dan nilai pH terendah pada akhir penelitian 4,2.Kata kunci: Ampas sagu, probion, urea, fermentasi
Performa Domba Lokal Betina Dewasa pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka ( Local Ewes Performance at Various Variation of Length Grazing in Rentang Irigation Area of Kabupaten Majalengka) Rachmat Somanjaya
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8043

Abstract

Penelitian  mengenai   “Performa  Domba  Lokal  Betina  Dewasa  pada  Berbagai  Variasi Lamanya  Penggembalaan  di Daerah  Irigasi  Rentang  Kabupaten  Majalengka”,  telah dilaksanakan  sejak  Tanggal  25  Maret  sampai  30  Juli  2015.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengukur  lamanya  waktu  penggembalaan  optimum  terhadap  performa  domba  lokal  betina dewasa   yang   digembalakan   di  Daerah   Irigasi   Rentang   Kecamatan   Jatitujuh   Kabupaten Majalengka. Sampel Domba Lokal betina dewasa dalam penelitian ini adalah sebanyak 62 ekor yang tersebar pada variasi penggembalaan  <4 jam 19 ekor, 4-6 jam 21 ekor, dan >6 jam 22 ekor.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  survey  dan  observasi.  Data  yang  diperoleh dianalisis secara deskriptif, untuk mengetahui perbedaan rata-rata performa domba diuji dengan Analisys of Varian (Anova one way) serta dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian  menunjukan  bahwa  penggembalaan  >6 jam merupakan  lama penggembalaan  yang optimum, dibuktikan dengan performa induk secara keseluruhan lebih baik dari lama penggembalaan <4 jam dan 4 – 6 jam.Kata kunci:   domba lokal, lama penggembalaan, performa produksi, dan potensi hijauan

Page 10 of 42 | Total Record : 418