cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 418 Documents
Analisis Hubungan Keragaman Gen SCD1 (Stearoyl CoA Desaturase) dengan Komposisi Asam lemak Daging Sapi Lokal di Ciamis Nena Hilmia; R.R Noor; C Sumantri; R Priyanto; Gurnadi E
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.734 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11573

Abstract

SCD1 merupakan kandidat gen yang berperan dalam mengkonversi asam lemak jenuhmenjadi  tidak  jenuh,  dan  rasio  keduanya  menentukan  kualitas  daging.  Single  NucleotidePolymorphism (SNP) V293A pada gen SCD1 yang   mengubah asam amino Valina menjadiAlaninaberpengaruh terhadap komposisi asam lemak daging. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman gen SCD1 berdasarkan SNP V293A, dan hubungannya dengan kandungan  asam lemak pada sapi lokal  di Ciamis. Penelitian ini menggunakan 14  sampel daging  dan  DNA  dengan  genotipe  yang  berbeda.  Metode  PCR-RFLPdengan  enzim  Aci1digunakan untuk mendeteksi SNP V293A pada exon 5.   Hubungan keragaman gen SCD1 dengan komposisi asam lemak daging dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan gen SCD1 pada sapi lokal Ciamis polimorfik, terdapat dua alel, yaitu alel T dan C dengan tiga genotipe,   yaitu TT, CT  dan CC.  SNP V293A pada gen SCD1 tidak  berpengaruh terhadap komposisi asam lemak daging sapi lokal di Ciamis Jawa Barat.Kata kunci : asam lemak daging, PCR-RFLP, Sapi lokal Ciamis, SCD1.
Respon Persentase Hati sapi Terhadap Kadar Protein, Kadar Lemak dan Susut Masak Sosis Daging Sapi lilis suryaningsih; Jajang Gumilar; Andry Pratama
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.548 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.15274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon persentase hati sapi terhadap kadar protein, kadar lemak dan susut masak sosis daging sapi. Penelitian dilakuan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan yaitu P0 (0%/tanpa penambahan hati sapi),P1  (10% hati sapi ) dan  P2  (20% hati sapi), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali untuk tiap peubah yang diukur. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan analisis sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis sapi dengan penambahan hati sapi sampai dengan 20% memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar protein, kadar lemak dan susut masak.
Pengaruh Imbangan Hijauan Dan Konsentrat Pakan Komplit Terhadap Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan dan Konversi Pakan Domba (Effect of Balance Complete Forage and Feed Concentrate on Consumption, Increse of Body Weight and Sheep Feed Conversion) Hery Supratman; Hendi Setiyatwan; Dwi Cipto Budinuryanto; Anita Fitriani; Diky Ramdani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.514 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9822

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015 di Kandang Laboratorium Produksi Ternak Potong, Fakultas Peternakan Unpad.  Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan imbangan hijauan dan konsentrat dalam ransum komplit terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan (PBB), dan konversi pakan domba.  Domba yang digunakan adalah dombalokal dan priangan jantan muda (± 8 bulan) sebanyak 30 ekor dengan bobot badan awal rata-rata21,7±3,25 kg kedalam rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan diulang lima kali dalam kandang individual. Ransum perlakuan adalah: P1 (Ransum dengan kandungan 10% PK; 59,7% TDN; Domba Priangan), P2 (10% PK; 59,7% TDN; Domba Lokal), P3 (12% PK; 63,0% TDN; DombaPriangan), P4 (12% PK; 63% TDN; Domba Lokal), P5 (14% PK; 66,2% TDN; Domba Priangan), dan P6 (14% PK; 66,2% TDN; Domba Lokal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum domba yang diberi perlakuan P3 yang merupakan pakan komplit awetan (H 42,30% + K 57,70%) berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan dengan P1, P2, dan P4. PBB domba yang diberi perlakuan P3 adalah 88,2 gr/hari tidak berbeda dengan perlakuan lain tetapi nyata lebih tinggi dari P1. Konversi pakan antar perlakuan tidak berbeda nyata , P3 adalah sebesar 8,62.Kata kunci: hijauan, konsentrat, konsumsi pakan, PBB, konversi pakan, domba.
Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus Carrota L) Dalam Ransum Terhadap Perfoma Ayam Broiler (The Effect of Waste carrot Product (Daucus Carrota L) Powder in The Diet on Broiler Chickens Performance) M. D.R. Muzaki; L. D. Mahfudz; R. Muryani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.32 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk limbah tepung wortel (Daucus carota. L) dalam pakan terhadap performa ayam broiler. Manfaat penelitian dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan produk limbah wortel sebagai pakan ayam broiler. Bahan yang digunakan untuk peternakan ayam broiler pada umur 7 hari dengan berat badan awal (181,40 ± 11,31 g). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing - masing unit percobaan terdiri dari enam ekor chikens. Perlakuannya adalah penggunaan produk limbah bubuk wortel dalam kadar: T0 (0%), T1 (2%), T2 (4%), dan T3 (6%). Parameter yang diukur adalah intake pakan, rasio bobot badan dan rasio konversi pakan (FCR). Data dianalisis dengan analisis varians F test, jika ada pengaruh yang signifikan pada perlakuan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah wortel lebih dari 4% dapat menurunkan berat badan sedangkan asupan pakan dan rasio konversi pakan tidak memiliki Efek signifikan Kesimpulannya menggunakan wortel wortel limbah dalam pakan tidak lebih dari tingkat 2%. Kata kunci: broiler chikens, serbuk wortel bubuk dan ayam broiler kinerja
Community Development Planning : Introduction of Integrated Farming System (IFS) to the Rural Community Yanu Endar Prasetyo; M Ali Mauludin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.44 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11580

Abstract

Development Center for Appropriate Technology (DCAT) is a research institute that has a role to develop and implement Appropriate Technology (AT) in accordance with the needs of rural communities in Indonesia. In practice, the application of AT can not be carried out in thescheme of top-down intervention, but rather requires a participatory community developmentmethods. Rural livelihoods, especially in the peasant community, have complex issues, ranging from land tenure, the means of production, waste pollution and management, production capacity, degradation of land, water and irrigation, information of technology, and marketing constraints of agricultural products. Therefore, it is necessary to create community development planning to determine the priority of the AT that is required. This paper will describe the steps of community development planning to introduce the Integrated Farming System (IFS) to the rural community. The setting and case study is the business development group of cattle and rice farmers in Sukatani Village, Subang, West Java, which is expected to be a pioneer of IFS within communities.Keywords : community planning, appropriate technology, integrated farming system, Subang, Indonesia
Kemampuan Serbuk Serai (Cymbopogon citratus) Menekan Peningkatan Total Bakteri dan Keasaman (pH) Dendeng Domba Selama Penyimpanan kusmajadi suradi; Jajang Gumilar; Grace Hemas Ratri Yohana; Akhmad Hidayatulloh
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.063 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.17296

Abstract

Serai memiliki potensi sebagai bahan alami untuk menekan peningkatan bakteri dendeng domba, karena senyawa aktifyang dikandung serai, yaitu tanin, flavonoid, minyak essensial, alkoloid, dan saponin bersifat antibakteri, sehingga berimplikasi dihambatnya peningkatan pH.  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan tujuan untuk mengetahui dan mendapatkan konsentrasi serbuk serai yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan peningkatan pH dendeng domba. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan tersarang (nested), yaitu waktu (awal penyimpanan dan seminggu penyimpanan) yang tersarang dalam 4 konsentrasi serai, yaitu 0,5%, konsentrasi serai 1,0%, konsentrasi serai 1,5%, dan konsentrasi serai 2%. Setiap perlakuan mendapat pengulangan 5 kali. Analisis sidik ragam digunakan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi serbuk serai terhadap pH dan total bakteri dendeng domba, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Konsentrasi bubuk serai tidak berpengaruh terhadap pH dan total bakteri dendeng daging  domba Waktu dalam konsentrasi bubuk serai berpengaruh terhadap pH dan total bakteri, kecuali waktu dalam konsentrasi bubuk serai 1,5% tidak berpengaruh terhadap pH dendeng daging domba.
Pengaruh Suplementasi METIONIN-CPO Dalam Ransum Terhadap Performa Domba (The Effect of CPO-Methionine Supplementation in The Diet on The Performance of Sheep) M. Fatah Wiyatna; Iman Hernaman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.022 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11577

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa domba yang diberi ransum yangdisuplementasi metionin-CPO. Delapan ekor domba lokal dialokasikan ke dalam 2 ransum percobaan,yaitu  1)  ransum  basal  2)  ransum  basal  +  metionin  1%    (metionin-CPO).  Data  yang  terkumpul dianalisis dengan uji T. Hasil menunjukan suplementasi metionin 1% dalam bentuk metionin-CPO menghasilkan kercenaan dan performa domba yang sama dengan ransum basal. Kesimpulan, suplementasi metionin 1% (metionin-CPO) tidak efektif dalam meningkatkan performa domba.Kata kunci:
Hubungan antara Tingkat Reproduksi Sapi Perah terhadap Tingkat Kerugian Peternak (The Relationship between Dairy Cattle’s Reproductive Performance and Farmers’s Economic Losses) Rangga Setiawan; Nurcholidah Solihati; Rini Widyastuti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.392 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9818

Abstract

Performa reproduksi merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan usahaternak sapi perah. Performa reproduksi yang rendah dapat menyebabkan berbagai kerugianseperti produksi susu rendah, produksi pedet yang terlambat, pelayanan IB yang tinggi, yang terakumulasi pada  kerugian  secara ekonomi. Salah satu performa reproduksi yang menjadi perhatian  khusus  adalah  masa  kosong  yang  merupakan  waktu  antara  periode  melahirakan sampai sapi tersebut bunting kembali. Semakin lama waktu tersebut menggambarkan rendahnya reproduktivitas sapi perah tersebut yang lebih lanjut akan menurunkan pendapatan peternak karena akan bertambahnya biaya produksi seperti biaya pakan, tenaga kerja, biaya inseminasi, dan sebagainya.  Tujuan dari penelitian  ini  adalah mengetahui  dan  kemudian mengevaluasi performa reproduksi (masa kosong, service per conception, dan calving interval) terkait pendapatan yang diperoleh peternak. Sebanyak 19 ekor sapi perah laktasi kedua yang terdapat di kelompok ternak desa Cipageran, Cimahi dijadikan objek penelitian melalui metode survey ke pemilik ternak. Hasil yang diperoleh bahwa masa kosong,  calving interval dan service per conception sapi perah di lokasi penelitian berturut-turut sebesar 110 hari, 386 hari dan 2,5. Adapun    kerugian  peternak  untuk  setiap  penambahan  satu  hari  masa  kosong  sebesar  Rp.10.775,45 per ekor. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa status reproduksi sapi perah di kelompok sapi perah Cipageran termasuk cukup baik, namun kerugian akan didapat perternak seiring bertambahnya masa kosong.Kata kunci: masa kosong, service per conception, calving interval, pendapatan peternak
Model Kurva Pertumbuhan Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Umur 0-12 Minggu (Growth Curve Model of Kampung Unggul Balitnak (KUB) Chicken) Salsabila Urfa; H. Indrijani; W. Tanwiriah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.931 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14863

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga model kurva pertumbuhan ayam kampung unggul balitnak (KUB). Ayam yang digunakan sebanyak 100 ekor dibagi menjadi lima kelompok masing-masing yang diberi ransum yang terdiri atas lima tingkat energi dan protein yaitu ; R1 (15,08% dan 2755 Kkal/kg) R2 (17,04% dan 2754 Kkal/kg), R3 (19,03% dan 2752 Kkal/kg), R4 (15,05% dan 2951 Kkal/kg) R5 (17,02% dan 2948 Kkal/kg). Ayam dipelihara selama 12 minggu, data yang dikumpulkan adalah bobot badan dan pertambanan bobot badan. Data yang diperoleh dibuat tebarannya, kemudian dilihat nilai koefisien determinasi (R2 ) dan standar error (Se). Hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) tingkat energi dan protein dalam ransum yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ayam KUB; (2) kurva pertumbuhan ayam KUB sampai umur 12 minggu mengikuti model Morgan Mercer Flodien (MMF) dengan persamaan y x x x 46,1 246,1 = 101)(52,31( )18, + ( 2669 69, ) 1/( + 101 18, ) (3) laju pertumbuhan untuk ayam KUB sampai umur 12 minggu masih cenderung naik. Kata Kunci: Ayam KUB, Kurva Pertumbuhan, Bobot Badan
Skenario Pembibitan Sapi madura di Pulau Madura (Scenario of Madura Cattle Breeding in Madura Island) Farahdilla Kutsiyah; Moh. Zali; Riszqina -; Selvia Nurlaila
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.872 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14801

Abstract

Serangkaian penelitian dilaksanakan untuk menganalisis kelembagaan pembibitan sapi Madura di Pulau Madura dan sebagai rekomendasi skenario perbaikan sumber daya genetiknya. Penelitian dilaksanakan di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep dan di wilayah sentra sapi sonok Kabupaten Pamekasan dengan metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembibitan sapi madura di Pulau Madura sangat ditentukan oleh pelestarian plasma nutfah sapi madura di Pulau Sapudi dan pemanfaatan sumberdaya genetik sapi madura di wilayah sentra sapi sonok. Kondisi yang melingkupi pembibitan di Pulau Sapudi adalah ketersediaan jumlah sapi pejantan kurang, masih ditemukan sapi PO dan persilangannya dan minimnya ketersediaan pakan pada musim kemarau. Performan sapi Madura di sentra sapi sonok tergolong unggul, sapi pejantan di wilayah ini sangat nyata lebih tinggi ukuran linier permukaan tubuhnya dibandingkan pejantan di Pulau Sapudi. Oleh karena itu untuk menjaga kesinambungan populasi sapi Madura, sebaiknya perlu perluasan wilayah sumberdaya genetik sapi madura khususnya di wilayah sentra sapi sonok. Kata Kunci: Sapi Madura, Pembibitan, Sumberdaya genetik

Page 6 of 42 | Total Record : 418