cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 418 Documents
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Berbagai Level Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi (Growth And Forage Production Of Setaria Grass (Setaria sphacelata) at Different Level of Liquid Organic Fertilizer Made Of Pig Manure) Paskalis Toe; Bernadete Barek Koten
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.789 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11572

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput setaria (Setaria sphacelata) pada level pemberian pupuk cairyang berbeda, telah di laksanakan selama 3 bulan bertempat dilahan hijauan makanan ternak UPT Produksi Politani  di Oesao.Penelitian ini didesainberdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang terdiri dariP0 : Tanpapupuk cair, P2 :Pupuk cair 1 liter: air 2 liter, P4: Pupuk cair 1  liter: air 4 liter, P6: Pupuk cair 1 liter: air 6 liter, P8 : Pupuk cair 1 liter : air 8 liter yang di ulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati  adalah  Pertambahan  Tinggi  Tanaman,  Pertambahan  Jumlah  Anakan,  Produksi  Bobot Segar, Produksi Bahan Kering. Analisis ragam menunjukkan bahwa level pemberian pupuk cair dari feses babi memberikan pengaruh yang  tidak nyata  (P>0,05) terhadap  pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan, produksi bobot segar, produksi bahan kering, dengan rerata pertambahan tinggi tanaman 9,98 cm/minggu, dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 09,75 cm P2=10,46 cm P4=09,50 cm P6=10,00 cm P8=10,17 cm rerata pertambahan jumlah anakan 7,70 anakan/minggu, dan rerata  tiap  perlakuan  adalahP0= 7,68  anakan P2=07,18  anakan  P4=07,91 anakan P6=08,07 anakan P8=07,51 anakan rerata produksi bobot segar hijauan  19,68 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 20,43 ton/ha P2=18,96 ton/ha P4=16,65 ton/ha P6=20,98 ton/ha P8=21,37 ton/ha, rerata produksi bahan kering hijauan 3,60 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0=   03,94   ton/ha   P2=03,47   ton/ha   P4=03,04   ton/ha   P6=03,78   ton/ha   P8=03,78   ton/ha. Disimpulkan bahwa penambahan pupuk cair berbahan baku feses babi hingga level tertinggi 1 liter air yang ditambahkan 8 liter air belum memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria.Kata  kunci:  Setaria  sphacelata,  pupuk  cair,  feses  babi,  tinggi  tanaman,  produksi bahan kering hijauan.
Perubahan Ukuran Folikel Ovarium dan Kualitas Oosit Nurul Ikhwan; Nurcholidah Solihati; Siti Darodjah Rasad; Rini Widyastuti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.035 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9823

Abstract

Preservasi merupakan salah satu upaya penanganan ovarium untuk mempertahankankualitas oosit yang telah diambil dari tubuh ternak agar dapat dimanfaatkan untuk Fertilisasi InVitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu preservasi ovarium dombalokal terhadap ukuran folikel dan kualitas oosit. Sampel yang digunakan adalah ovarium domba lokal yang diperoleh dari tempat pemotongan hewan setempat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental, dengan pemberian tiga perlakuan dan enam kali ulangan yaitu: P1= preservasi ovarium pada suhu 37o-38oC selama 2 jam, P2= preservasi ovarium pada suhu 4o-5oC selama 11-12 jam, dan P3= preservasi ovarium pada suhu 4o-5oC selama 24-25 jam. Hasil penelitian menunjukan waktu preservasi ovarium memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap ukuran folikel kualitas oosit.Kata kunci: domba lokal , folikel, oosit, preservasi
Karakteristik Kimia Set Yoghurt Dengan Bahan Baku Susu Tepung Dengan Penambahan Jus Bit (Beta Vulgaris L.) (Chemical Charecteristics of Set Yoghurt Based on Milk Powder With Beetroot Extract (Beta Vulgaris L.)) Hartati Chairunnissa; Roostita L Balia; Andry Pratama; Dadan Hadiat R
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.628 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan penggunaan bit yang terbaik pada pembuatan set yogurt, berdasarkan kadar perombakan laktosa, asam laktat, dan protein terlarut set yogurt. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi bit yaitu penggunaan 0, 2, 4, dan 6% dengan masing-masing lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bit (Beta vulgaris L.) pada pembuatan set yogurt berpengaruh menurunkan kadar perombakan laktosa dan kadar asam laktat, namun demikian tidak berpengaruh terhadap kadar protein terlarut set yogurt. Penggunaan bit (Beta vulgaris L.) dengan konsentrasi 2% menghasilkan set yogurt yang terbaik, dengan kadar perombakan laktosa 29,46%, asam laktat 0,88%, dan protein terlarut 55,80%. Kata kunci: bit (Beta vulgaris L.), set yogurt, perombakan laktosa, asam laktat, protein terlarut.
Efektifitas Organic Supplement Energizer (OSE) terhadap Helminthiasis pada Sapi Potong (Effectiveness of Energizer Supplement Organic (OSE) to Helminthyasis Disease on Cattle) Retno Widyani; Moch Hisyam Hermawan; Fitri Dian Perwitasari; Ida Herawati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.705 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11579

Abstract

Helminthiasis  adalah  penyakit  pada  sapi  potong  yang  biasa  terjadi  di  peternakantradisional. Upaya pencegahan preventif terhadap helminthiasis perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan sapi potong sehingga pertambahan bobot badannya akan lebih cepat dan keuntungan ekonomi juga bisa meningkat. Salah satu cara pencegahan preventif adalah dengan pemberian obat cacing herbal. Penelitian dilakukan pada   Peternakan Rakyat di desa Dukuhbadak, Kecamatan Cibimbing, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Penelitian obat cacing herbal  telah dilakukan dengan menggunakan kombinasi temu mangga 20%, kunyit 20%, temu lawak 20% dan kakys fruity enzym 40%, dinamakan organic supplement energizer (O SE). Komposisi ini mengandung minyak atsiri, tanin, amilum, fruktosa, flavonoid, vitamin C, Fe, Cu dan Phosphor, yang berkhasiat antibakteri, antidota, analgetik, antipiretik dan pengurang gas asam  lambung.  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  sapi  yang diberi OSE  sebesar  60  ml ternyata dari uji laboratorium identifikasi telur cacing yang ada menunjukkan jumlah  telur cacingnya menurun. Identifikasi telur cacing menggunakan metode McMaster. Efektifitas penurunannya sampai 73%, dari 220 telur menjadi 60 telur endoparasit, sehingga rekomendasi yang   diberikan   adalah   pemberian   obat   cacing   herbal   secara   teratur   dapat   digunakan peningkatan produksi ternak sapi potong.Kata kunci:  mangga, kunyit, temu lawak dan kaky fruit enzym.
Identifikasi Morfometrik Sperma Domba Lokal sebagai Dasar Aplikasi Sexing Sperma Nurcholidah Solihati; Siti Darodjah Rasad; Annisaa Yusrina; Yosep Indra Dimyati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.368 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.15138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ukuran-ukuran sperma berdasarkan metode morfometrik sebagai dasar aplikasi sexing sperma pada Domba Lokal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 20 ekor Domba Lokal yang ditampung semennya dan dibuat preparat differensial. Pengamatan morfometrik sperma dilakukan di bawah mikroskop pembesaran 10x40 menggunakan aplikasi DP2BSW. Parameter yang diamati meliputi ukuran panjang, lebar dan luas kepala sperma serta panjang ekor sperma. Pengukuran dilakukan terhadap 70 sd 200 sel sperma untuk setiap parameter. Data yang diperoleh dihitung nilai minimum, maksimum dan standar deviasi dari setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sperma memiliki rataan panjang minimum 6,85±0,40 μm dan maksimum 10,27± 0,51μm; rataan lebar kepala sperma minimum 3,76±0,43 μm dan maksimum 6,71±0,43 μm; rataan luas kepala sperma minimum 23,28±2,90 μm2 dan maksimum 59,30±4,33 μm2; rataan panjang ekor sperma minimum 36,74±6,73 μm dan maksimum 69,53±3,42 μm. Berdasarkan hasil-hasil pengukuran tersebut, diketahui bahwa sperma Domba Lokal memiliki ukuran minimum dan maksimum yang selanjutnya dapat diidentifikasi sperma pembawa kromosom X dan Y serta proporsinya. Disimpulkan bahwa hasil morfometrik sperma Domba Lokal dapat dijadikan dasar untuk sexing sperma pada Domba Lokal. Kata kunci:  panjang, lebar, luas kepala sperma, panjang ekor 
Sinkronisasi Estrus dan Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Cair Hasil Sexing pada Sapi Bali Induk Yang Dipelihara dengan Sistem yang Berbeda (Oestrus Syncronization and Artificial Insemination using Sexing Semen from Bali’s Cattle with Different Management System ) Takdir Saili; La Ode Baa; La Ode Arsad Sani; Syam Rahadi; I Wayam Sura; Febiang Lopulalan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.608 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11576

Abstract

Sinkronisasi estrus umumnya diterapkan dalam program inseminasi buatan untuk memicu  terjadinya  estrus  sekelompok    sapi  disinkronkan  dalam  efektifitas  time.The  sama PGF2α  dalam  sinkronisasi  estrus  dan  kemampuan  sperma  bergender  untuk  menginduksikehamilan pada sapi bali dievaluasi dalam hal ini belajar. Empat puluh ekor sapi digunakan dimana 20 ekor sapi yang disimpan di bawah managementwhile intensif yang lain 20 sapi yang disimpan di bawah manajemen semifinal intensif. Semen dikumpulkan dari banteng bali dan sexing sperma menggunakan metode Colum albumin dilakukan untuk menghasilkan sperma bergender.   semen   segar   dan   sperma   bergender   dievaluasi   sebelum   inseminasi   untuk menginduksi kehamilan pada sapi bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% dari sapi menunjukkan estrus tanda dengan kualitas estrus berkisar antara 2,84 untuk sapi di bawah manajemen yang intensif dan 2,88 untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Tingkat tidak kembali juga tinggi yaitu 95% untuk sapi di bawah manajemen intensif dan 80% untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Sementara layanan per konsepsi hanya 1,15 untuk sapi di bawah manajemen intensif dan 1,20 untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Akhirnya, disimpulkan bahwa semua sapi memiliki respon yang baik untuk PGF2α untuk memicu estrus dan 95% dari sapi di bawah manajemen intensif  dan 80% dari sapi di bawah manajemen setengah intensif diprediksi pregnantbased pada tingkat non pulang pada hari 21 setelah inseminasi buatan dengan baik S / C.Kata kunci: sinkronisasi, sexing, sapi bali, intensif, semi intensif
Aktivitas Aspartate Aminotransferase dan Gamma Glutamiltransferase Padi Sapi Pejantan Unggul Ida Zahidah Irfan; Anita Esfandiari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.465 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9819

Abstract

Glutamyltransferase  (GGT)  dapat  digunakan  sebagai  alat  diagnostik  yang  penting  dalambiokimia klinis. Beberapa faktor dapat mempengaruhi aktivitas AST dan GGT. Tujuan daripenelitian ini  adalah  untuk  memperoleh profil  aktivitas  AST dan GGT  sapi pejantan  bibit berdasarkan bangsa, umur dan BCS (Body Condition Score) yang berbeda. Sampel darah dari160  sapi  pejantan  bibit    telah  dikoleksi.  Kimia  darah  dianalisis  dengan  prinsip  fotometer menggunakan kit komersial. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa bangsa, umur dan BCStidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap aktivitas AST dan GGT.Kata kunci:  aktivitas Aspartate Aminotransferase dan Glutamyltransferase, sapi, bangsa, umur, Body Condition Score
Pengaruh Lama Perendaman dengan Menggunakan Sari Jahe Terhadap Kualitas Fisik (Daya Ikat Air, Keempukan, dan pH) Daging Domba Rikma Suantika; Lilis Suryaningsih; Jajang Gumilar
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.613 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i2.15129

Abstract

Daging domba umumnya dikonsumsi dalam bentuk olahan.  Ketersedian daging domba dapat ditingkatkan namun daging domba dari ternak yang berumur tua masih belum dapat sepenuhnya diterima masyarakat karena dagingnya alot.  Hal ini perlu diperkenalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas fisik daging domba tersebut. Salah satunya yaitu dengan perendaman dengan menggunakan sari jahe.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai lama perendaman sari jahe pada daging domba terhadap daya ikat air, keempukan dan pH. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan yaitu perendaman daging menggunakan sari jahe selama 10, 20 dan 30 menit.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali.  Analisis varian digunakan untuk menentukan pengaruh lama perendaman sari jahe terhadap kualitas fisik, sedangkan perbedaan antar perlakuan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa berbagai lama  waktu perendaman  sari jahe pada daging domba berpengaruh nyata terhadap daya ikat dan air keempukan.  Lama waktu perendaman selama 30 menit memberikan hasil yang paling optimum terhadap kualitas fisik daging domba.Kata kunci: Jahe, Daging Domba, Perendaman, Kualitas Fisik
Pembagian Peran dan Pengambilan Keputusan dalam Rumah Tangga Peternak Kambing Perah di Desa Cilengkrang Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang (The Division of Roles and Decision Making in the domestic dairy Goat Breeders' in Cimalaka, Sumedang Regency) Desi Yunita; Rini Widyastuti; Mas Rizky A.A Syamsunarno; Siti Darodjah Rasad; Deru R Indika
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.798 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14799

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan proses pengambilan keputusan dan pembagian peran dalam keluarga peternak berkaitan dengan keputusan untuk merawat dan menjual ternak. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di kecamatan Cimalaka. Tulisan ini memperlihatkan adanya pembagian peran yang jelas antara laki-laki dan perempuan berkaitan dengan kepemilikan maupun dalam merawat ternak. Ada empat hal yang secara jelas memperlihatkan pembagian peran dan pengambilan keputusan dalam merawat ternak yaitu dalam mencari pakan, membersihkan kandang, memerah susu, serta menjual ternak. Pengambilan keputusan untuk menjual ternak lebih didominasi oleh laki-laki, dengan pertimbangan yang melatari keputusan tersebut diantaranya kebutuhan mendesak, mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan ukuran kandang tidak mencukupi untuk menampung jumlah ternak. Kata Kunci: Pembagian peran, pengambilan keputusan, keluarga peternak
Evaluasi In Vitro Penggunaan Daun Teh dalam Ransum Domba Lokal (In vitro evaluation of Adding Tea Leaves into A Diet of Local Sheep) Diky Ramdani; Husmy Yurmiati; Endang Yuni Setyowati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.31 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i2.11571

Abstract

adalah kecernaan bahan kering (BKcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi ammonia(N-NH3), dan total volatile fatty acids (tVFA). KcBK, N-NH3, dan tVFA tertinggi diperoleh dari ransum T2, T4, dan T6 secara berurutan. Pemberian T2 dan T3 meningkatkan KcBK dan N- NH3.Tetapi pemberian T2 tidak berpengaruh nyata terhadap tVFA, sedangan pemberian T3 dapat menurunkan tVFA.Pemberian T5 meningkatkan N-NH3 dan tVFA tetapi menurunkan KcBK. Sedangkan pemberian T6 tidak berpengaruh nyata terhadap KcBK tetapi menurunkan N -NH3  dan meningkatkan tVFA.Kata kunci: in vitro, daun teh, ransum, dan domba lokal

Page 7 of 42 | Total Record : 418