cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 418 Documents
Pengaruh Pemupukan Fosfor dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorghum (Sorghum bicolor L.) Ervan Rivana; Nyimas Popi Indriani; Lizah Khairani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.895 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9827

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemupukan fosfor dan inokulasi fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) telah dilakukan diLaboratorium Tanaman Makanan  Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada tanggal 5 Oktober sampai 29 Nopember 2015. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuipengaruh pemupukan fosfor dan inokulasi fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbu han dan produksi tanaman sorgum. Benih sorgum yang digunakan didapat dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Mikoriza berupa mikofer didapat dari PAU (Pusat Antar Universitas) IPB Bogor. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2 × 4. Penelitian dilakukan dengan 2 faktor perlakuan yang menghasilkan 8 kombinasi perlakuan,diulang tiga kali, yaitu : M0P0 (tanpa pemberian FMA dan tanpa pupuk Batuan Fosfat/kontrol), M0P1 (tanpa pemberian FMA dan 0,9 g pupuk BF), M0P2 (tanpa pemberian FMA dan 1,8 g pupuk BF), M0P3 (tanpa pemberian FMA dan 2,7 g pupuk BF), M1P0 (10 g FMA dan tanpa pupuk BF), M1P1 (10 g FMA dan 0,9 g pupuk BF), M1P2 (10 g FMA dan 1,8 g pupuk BF) dan M1P3 (10 g FMA dan 2,7  g pupuk BF).  Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Data diuji menggunakan analisis sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian batuan fosfat tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan produksi bahan segar, namun inokulasi FMA berpengaruh  nyata  terhadap  tinggi  tanaman,  jumlah  daun  dan  produksi  bahan  segar. Kombinasi perlakuan pemberian FMA dengan berbagai dosis pupuk batuan fosfat menunjukkan interaksi yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, namun terhadap berat segar menunjukkan interaksi yang tidak nyata.Kata kunci:  Tanaman Sorgum, Fungi Mikoriza Arbuskula, Batuan Fosfat.
Efek Pemberian Ekstrak Etanol akar Alang-alang (Imperata cylindrical L) terhadap Perubahan Berat Badan dan Organ Reproduksi Mencit Jantan (Mus musculus Albinus) (The Effect Cogong Grass (Imperata cylindrical L) Root Ethanol Extract to the Changing of Body Weight and Reproductive Organ in Male Mice (Mus musculus Albinus)) Rini Widyastuti; siti Darodjah Rasad; Dwi Wahyudha Wira; Tya Gita; Nisa Fauziah; Mas Rizky A.A Syamsunarno
Jurnal Ilmu Ternak Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.286 KB) | DOI: 10.24198/jit.v17i1.14828

Abstract

Alang-alang (Imperata cylindrica L) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang mempunyai banyak kegunaan diantaranya sebagai antipiretik dan antihipertensi. Namun demikian informasi efek alang-alang terhadap pertambahan bobot badan dan organ reproduksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang pengaruh penambahan ekstak akar alang-alang terhadap perubahan berat badan dan organ reproduksi mencit jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hewan Coba Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Reproduksi, Inseminasi Buatan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian ekstrak akar alang-alang sebagai pakan tambahan dengan dosis 90mg/kgBB dan 115mg/kgBB secara oral selama 14 hari. Pemberian ekstrak akar alang-alang tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada penambahan bobot badan mencit jantan. Namun, secara umum menyebabkan gangguan pada organ reproduksi yang ditunjukkan dengan rendahnya bobot organ reproduksi pasca pemberian ekstrak akar alang-alang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, ekstrak akar alang-alang tidak menyebabkan penurunan berat badan tetapi berpengaruh terhadap berat organ reproduksi. Kata Kunci: ekstrak ethanol akar alang-alang, berat badan, organ reproduksi
PROFIL ERITROSIT AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN KOMBINASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa olifiera) DAN ONGGOK YANG DIFERMENTASI DENGAN Chrysonilia crassa Ahnan Afifudin; Isroli .; Endang Widiastuti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 19, No 2 (2019): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.51 KB) | DOI: 10.24198/jit.v19i2.24780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan fermentasi onggok dan tepung daun kelor (Moringa oleifera) menggunakan Chrysonilia crassa terhadap profil eritrosit ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 200 ekor ayam broiler strain Lohman dengan bobot awal rata-rata 46,28 ± 0,86 gram. Pakan disusun dari bahan-bahan yang diramu menjadi pakan basal yang mengandung PK 20-22% dan EM 2900-3000 kal/g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan berupa T1 (Pakan Basal), T2 (Pakan Basal + Antibiotik 0,1%), T3 (Pakan Basal + Onggok fermentasi 20%) dan T4 (Pakan Basal + Onggok fermentasi 20% + Probiotik 0,1%) yang diberikan pada umur 8 – 35 hari. Parameter yang diukur meliputi total eritrosit, hemoglobin, hematokrit dan indeks eritrosit (Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Copuscular Hemoglobin (MCH) dan Mean Corpuscular Hemogblobin Concentration (MCHC)). Data yang diperoleh dianalisis keragamannya pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi onggok dan tepung daun kelor tidak memberikan pengaruh nyata terhadap total eritrosit, hematokrit dan indeks eritrosit, namun berpengaruh sangat nyata terhadap hemoglobin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan fermentasi tepung daun kelor dan onggok tidak mempengaruhi kadar eritrosit ayam broiler.
Kualitas Mikrobiologi dan Fisikokimia Dendeng Sapi yang Ditambahkan Simplisia Serbuk Jahe Merah rifkhan .; Tuti Suryati; Irma Isnafia Arief
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.851 KB) | DOI: 10.24198/jit.v20i1.26598

Abstract

Dendeng adalah produk olahan pangan dari daging segar yang berasal dari ternak melalui penambahan-penambahan bumbu tradisional dan dikeringkan sebelum siap dikonsumsi, dendeng banyak diantara masyarakat mengolahnya dengan berbagai variasi penambahan bumbu khusus selain bumbu-bumbu tradisional lainnya, salah satunya dengan penambahan simplisia serbuk jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan mikroba dan kualitas fisikokimia dari dendeng sapi yang ditambahkan simplisia serbuk jahe merah pada level yang berbeda. Variabel yang diamati terdiri atas jumlah bakteri (total plate count, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus), sifat fisik (kondisi fisik (pH dan aktifitas air), dan analisis sifat kimia (kandungan malonaldehida dan antioksidan). Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain rancangan acak kelompok 5 perlakuan penambahan persentase pemberian simplisia serbuk jahe merah sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan 3 periode pembuatan yang berbeda. Hasil penelitian dari jumlah bakteri menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada pengujian TPC (P<0,05) dengan setiap peningkatan perlakuan terjadi penurunan jumlah bakterinya, sedangkan pada pengujian Escherichia coli dan Staphylococcus aureus memiliki nilai yang negatif, kemudian hasil pada pengujian sifat fisik dan kimia menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) baik pada pengujian nilai pH, aktifitas air, malonaldehida, dan antioksidan pada setiap perlakuannya. Dengan penambahan simplisia serbuk jahe merah, dendeng sapi memiliki aktifitas mikroba yang masih aman untuk dikonsumsi dan aktifitas fisikokimia masih dalam standar yang ditetapkan.
Pengaruh Penggunaan Limbah Kubis dalam Silase Ransum Komplit Berbasis Limbah Tebu Terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik dan VFA Secara In-Vitro Adika Sugara; Adrizal .; Irsan Ryanto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.632 KB) | DOI: 10.24198/jit.v20i1.27531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering, bahan organik, dan kandungan VFA, serta mengetahui persentase penggunaan limbah kubis sebagai sumber protein terbaik pada silase ransum komplit berbasis limbah tebu secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang terdiri 4 perlakuan dan 4 kelompok pengambilan cairan rumen sebagai ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penggunaan limbah kubis dengan level berbeda yaitu 0 %, 5%, 10% dan 15% pada silase ransum komplit berbasis limbah tebu. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa penggunaan limbah kubis sebagai sumber protein pada silase ransum komplit berbasis limbah tebu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan VFA. Persentase penggunaan limbah kubis sebagai sumber protein terbaik pada perlakuan C dengan persentase penambahan 10%. Hasil yang diperoleh kecernaan bahan kering 43.97%, kecernaan bahan organik 47.83%, dan Kandungan VFA 149.85 mM.
Penggunaan Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam Ransum terhadap Produksi Pelt dan Kerontokan Bulu Kelinci Husmy Yurmiaty
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2237

Abstract

Lamtoro merupakan tananaman leguminosa yang mengandung gizi lebih baik dibandingkan dengan rumput lapangan, namun penggunaannya perlu dibatasi karena mengandung senyawa mimosin yang dapat memberikan efek negatif pada kulit, khususnya pelt kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada tingkat berapa persen penggunaan lamtoro dalam ransum memberikan pengaruh terhadap produksi pelt dan kerontokkan bulu kelinci peranakan New Zealand White.  Penelitian menggunakan 21 ekor kelinci jantan  peranakan New Zealand White umur 8 minggu dengan berat pada kisaran 700 – 1100 gram dengan koefisien variasi 8,34%. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan perlakuan tiga macam ransum yang mengandung tepung daun lamtoro (0%, 10% dan 20%), setiap perlakuan diulang 6 kali. Peubah yang diukur meliputi berat kulit, luas pelt dan uji kerontokan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produksi pelt kelinci peranakan New Zealand White (berat, tebal dan luas) nyata terbaik (P<0,05)  pada penggunaan  10 % daun lamtoro dalam ransum. Penggunaan 20 % daun lamtoro dalam ransum nyata (P<0,05) menyebabkan kerontokkan bulu kelinci peranakan New Zealand WhiteKata kunci:  daun lamtoro,  rontok bulu
Pengaruh Suplemen Zn-Proteinat, Cu-Proteinat Dan Kompleks Ca-Minyak Ikan dalam Ransum Berbasis Pucuk Tebu Amoniasi Terhadap Performans Domba Jantan Persilangan Priangan X Barbados u U. Tanuwiria; Budi Ayuningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2205

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh suplemen Zn-Proteinat, Cu-Proteinat dan Ca-Minyak dalam ransum berbasis pucuk tebu diamoniasi terhadap pertumbuhan dan efisiensi ransum pada domba jantan persilangan Priangan x Barbados. Percobaan dilakukan terhadap 5 ekor domba jantan yang sedang tumbuh dengan menggunakan rancangan Bujur Sangkar Latin (BSL) 5x5,  lima macam ransum yaitu R1 = campuran 50% pucuk tebu amoniasi + 50% konsentrat, R2 = R1 + 2% Zn-proteinat, R3 = R1 + 2% Cu-proteinat, R4 = R2 + 2% Cu-proteinat, dan R5 = R4 + Ca-minyak ikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian Zn-proteinat, Cu-proteinat dan komplek  Ca-minyak tidak mempengaruhi konsumsi ransum, dan hanya pemberian Cu-proteinat (R3) yang berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi ransum.Kata Kunci : Zn-proteinat, Cu-proteinat, Ca-minyak ikan,  pertambahan bobot badan, efisiensi ransum
Peningkatan Kualitas Post Thawing Spermatozoa Epididimis Sapi Dengan Suplementasi Catechin Sebagai Antioksidan Pada Pengencer Semen (Improvement Of Post Thawing Cow Epididymal Spermatozoa Quality By Catechine Supplementation As Antioxidant On Cement Dilut Agung B. b
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i2.5103

Abstract

Kualitas spermatozoa post thawing menjadi faktor penting keberhasilan proses fertilisasi pada Inseminasi Buatan pada sapi. Keberhasilan fertlisasi akan berpengaruh kepada pregnancy rate. Salah satu kematian sel yang diakibatkan oleh Reaction Oxygen Species (ROS) diduga dapat merangsang kejadian apoptosis eksogenik yang akan mengurangi kualitas spermatozoa sehingga diperlukan satu zat yang dapat menekan ROS  sebagai  antioksidan. Catechin dikenal  sebagai  antioksidan  pada sel  yang mampu  mengurangi kematian akibat ROS, sehingga diharapkan dapat  bekerja pada proses pembekuan maupun thawing spermatozoa yang kemungkinan mengakibatkan kematian sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiefek penambahan catechin dari ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 0,05%, 0,1% dan 0,15%   pada pengencer Tris-kuning telur untuk meningkatkan kualitas spermatozoa epididimis sapi yang dikoleksi secara in vitro. Metode koleksi spermatozoa dilakukan dengan mencacah epididimis sapi pada Nacl fisiologis ditambah antibiotik. Pengencer Tris-Kuning telur dengan konsentrasi catechin yang berbeda ditambahkan ke dalam spermatozoa. Evaluasi motilitas dan prosentase hidup dilakukan secara mikroskopik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motilitas dan prosentase hidup pada pengencer catechin 0,05% , 0,1% dan 0,15% secara berturut-turut (7,5%; 27,25% ), (12,5%; 31,75% ) dan (20%;41%) mempunyai angka yang lebih tinggi disbanding kontrol (5%; 26,5%) pada semua konsentrasi. Kesimpulan penelitian adalah penambahan catechin dari ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 0,05%,0,1% dan 0,15% pada pengencer Tris-kuning telur, mampu meningkatkan motilitas dan prosentase hidup spermatozoa epididimis sapi post thawing.Kata Kunci : spermatozoa, epididimis sapi, antioksidan, catechin, post thawing
Tingkat Fertilisasi Oosit Sapi Silangan Simmental Peranakan Ongole Secara In Vitro (In Vitro Fertilization Rate Of Bovine Simmental Ongole Crossbred Oocytes) Hermilinda Parera
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5144

Abstract

Salah satu program  crossbreeding di Indonesia melalui  inseminasi buatan (IB) menggunakan betina lokal PeranakanOngole (PO) disilangkan dengan Simmental, menghasilkan keturunan sapi Simmental Peranakan Ongole (SimPO) yang memiliki keunggulan bobot lahir tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Sapi SimPO (Fenotip) F2 diduga mengalami penurunan performan reproduksi sehingga tingkat kebuntingan menjadi rendah. Keberhasilan kebuntingan dapat terjadi apabila oosit dapat terfertilisasi. Tujuan dari penelitianini untuk mengetahui tingkat fertilisasi secara in vitro pada oosit sapi SimPO. Oosit sapi dari ovarium yang berasal dari rumah pot\ong hewan (RPH), dikelompokkan berdasarkan jenis sapi PO (kontrol) dan   SimPO. Oosit dengan kualitas A dan B yang digunakan dalam penelitian ini. Oosit difertilisasi menggunakan semen beku sapi Simmental dengan konsentrasi 5 x 106 sel/ml pada media Brackett oliphant (BO). Tingkat fertilisasi in vitro ditentukan dengan pewarnaan aceto orcein 1% untuk melihat terbentuknya polimorfonuklear (PMN) 10 jam setelah inseminasi. Berdasarkan hasil penelitian ini tingkat fertilisasi secara in vitro sapi SimPO dan sapi PO tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.Kata kunci : tingkat fertilisasi in vitro, SimPO
Pengaruh Konsentrasi Asam Sulfat (H2so4) Terhadap Rendemen, Mutu Fisik, dan Mutu Kimia Gelatin dari Limbah Shaving Kulit Kambing Pickel TRIANING TYAS KUSUMA ANGGAENI
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i1.27546

Abstract

Salah satu alternatif  penanganan limbah padat industri pengolahan kulit yang ekonomis dan bermanfaat adalah melalui pembuatan gelatin. Penelitian pembuatan gelatin dari limbah shaving kulit kambing pikel dengan konsentrasi asam sulfat sebagai bahan perencdam telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh konsentrasi asam sulfat terhadap mutu kimia dan mendapatkan tingkat persentase konsentrasi asam sulfat terbaik. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 5 tingkat perendaman asam sulfat yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diukur adalah rendemen, kekuatan gel, viskositas, kadar air, pH, dan kadar sulfit gelatin. Penggunaan asam sulfat konsentrasi 2%  merupakan konsentrasi terbaik dengan menghasilkan rendemen (26,03%), viskositas (6,75 cP), kekuatan gel (53,35 g bloom),  kadar air (3,91%), pH (2,84), dan kadar sulfit (292,5) mg/kgKata kunci: Asam Sulfat, Gelatin, Kulit Kambing Shaving Pickel,

Page 9 of 42 | Total Record : 418