cover
Contact Name
Junaedi Yunding
Contact Email
yundingj05@gmail.com
Phone
+6281242463096
Journal Mail Official
editor.jhealt@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Baharuddin Lopa, S.H., Talumung, Majene, Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Journal of Health, Education, And Literacy (J-Healt)
ISSN : -     EISSN : 26219301     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt) diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat. Terbit dua kali dalam setahun (Maret dan September) dengan tujuan sebagai wadah komunikasi ilmiah bidang kesehatan yang diangkat dari hasil penelitian atau studi literature yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan tidak sedang dalam proses untuk dipublikasikan di jurnal lain. Lingkup naskah yang dimuat dalam jurnal ini meliputi bidang keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Gizi, Kedokteran, serta bidang kesehatan lainnya. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan penulisan seperti yang tercantum.
Articles 130 Documents
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Juniati, Ni Putu Mita; Ni Luh Putu Sri Erawati; I Nyoman Wirata; Ni Nyoman Suindri; Listina Ade Widya Ningtyas
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5402

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh kadar hemoglobin rendah (<12 g/dL), dipengaruhi oleh faktor seperti menstruasi, kurangnya asupan zat besi, dan pola hidup tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Metode penelitian menggunakan desain analitik cross sectional dengan sampel yang diperoleh sebanyak 56 responden yang dipilih melalui proportionate stratified simple random sampling. Instrumen pengambilan sampel menggunakan kuisioner. Penelitian i dilakukan pada tanggal 8 Mei 2025. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (53,6%) dan telah patuh (51,8%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan (p = 0,000). Oleh karena itu, peran sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua sangat penting dalam meningkatkan edukasi dan dukungan terhadap remaja. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metode mixed method dan cakupan yang lebih operasional untuk memahami lebih dalam faktor yang memengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Depresi Dan Kecemasan Pada Ibu Post Partum Di Semarang Adhani, Azzahro Diniar; Sukesi, Niken
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5572

Abstract

Selama fase pascapersalinan, ibu sering berjuang dengan masalah psikologis termasuk depresi dan kecemasan, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan anaknya. Perawatan komplementer dalam bentuk relaksasi otot progresif, atau PMR, adalah salah satu upaya non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan dan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana relaksasi otot progresif memengaruhi kecemasan dan kesedihan ibu pascapersalinan di dua puskesmas dan beberapa rumah sakit di Kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian mencakup pengaturan pra-pasang, lihat-lihat. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih 50 responden untuk sampel penelitian. Kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk kecemasan dan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk depresi adalah alat yang digunakan. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Setelah Teknik relaksasi otot progresif hasilnya menunjukkan penurunan kecemasan dan depresi yang signifikan (p = 0,000, p < 0,05). Tujuh puluh enam persen melaporkan bahwa kecemasan mereka telah menurun hingga tingkat yang rendah, sementara sembilan puluh enam persen melaporkan bahwa keputusan mereka telah berkurang. Oleh karna itu, dapat dikatakan bahwa relaksasi otot progresif membantu ibu pascapersalinan merasa lebih tenang dan cemas berkurang. Di fasilitas medis, terapi ini disarankan sebagai intervensi keperawatan tambahan untuk meningkatkan kesehatan psikologis ibu pasca persalinan.
Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan gangguan Jiwa Prastiwi, Eki
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5599

Abstract

People with mental disorders (ODGJ) have mental, cognitive, and behavioral abnormalities that make it difficult for someone to adapt to their environment, others, society, or themselves. West Sulawesi is an area with a high number of people with mental disorders (ODGJ) spread across six districts, making it necessary to study the experiences of families caring for ODGJ family members in Polewali Mandar. This research is qualitative with a phenomenological approach. The study population consisted of 57 people, with a sample size of 7. The data collection method is multi-source evidence, with data collected through interviews, measurements, and document studies. Based on the findings, the researcher successfully identified 5 questions, with the first theme being the obstacles experienced. It is true that all families experience obstacles in parenting and costs. The second theme is the family's sense of security and comfort, where the family still feels safe and comfortable because they are accustomed to caring, but in some cases, patients who are prone to outbursts can trigger discomfort. The third theme is the issue of cost. In the treatment process, informants generally did not feel burdened because they used BPJS (National Health Insurance), but expenses in other areas could be extra, such as transportation and daily needs. The fourth theme is limitations in performing daily activities, where participants 1, 2, 4, and 5 were still able to be active, while participants 3, 6, and 7 felt disrupted. The fifth theme is support from the surrounding community. Overall, informants stated that the entire community provided emotional and informational support related to treatment.
Berat dan Panjang Badan Lahir serta Infeksi Malaria pada Ibu sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Pertumbuhan Anak Usia Dini di Papua Ngardita, I Rai; Sahiddin, Muhamad; Masrif
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5987

Abstract

Latar Belakang: Papua memiliki tingkat endemisitas malaria dan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Infeksi malaria selama kehamilan dapat mengganggu perfusi plasenta dan suplai nutrisi janin, yang berdampak pada berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan lahir pendek, serta berpotensi menyebabkan stunting pada anak usia dini. Tujuan: Menilai hubungan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan infeksi malaria maternal dengan pertumbuhan linear anak usia 0–59 bulan di Papua. Metode:Penelitian potong lintang ini melibatkan 212 anak yang memiliki data kelahiran dan riwayat kesehatan ibu lengkap dari fasilitas kesehatan di Papua (2024). Data berat dan panjang badan lahir diambil dari catatan kelahiran, sedangkan riwayat malaria ibu diperoleh dari rekam medis. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menilai hubungan ketiga variabel dengan tinggi badan anak, dikontrol oleh usia dan jenis kelamin. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara panjang badan lahir (β = +0,98; p < 0,001), berat badan lahir (β = +0,05; p = 0,021), dan infeksi malaria ibu (β = –1,68; p = 0,003) dengan tinggi badan anak. Anak dari ibu yang terinfeksi malaria memiliki rerata tinggi badan sekitar 3 cm lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa infeksi. Kesimpulan: Berat dan panjang badan lahir serta infeksi malaria maternal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan anak usia dini di Papua.
The Influence of Health Education About Anemia on The Knowledge and Attitudes of Female Adolescents at SMP Negeri 2 Majene immawanti, immawanti
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.6110

Abstract

Anemia is a condition when the number of red blood cells or hemoglobin levels in the blood is below normal values. Anemia is caused by several factors, namely iron deficiency, vitamin B12 deficiency, and folic acid. The impact of anemia experienced by adolescent girls will make them feel tired, can reduce memory abilities, thereby affecting suboptimal academic achievement. This study aims to determine the effect of health education about anemia on the knowledge and attitudes of adolescent girls at SMP Negeri 2 Majene. The type of research used is quantitative using a pre-experimental method with a one-group pre-test post-test design. The number of samples was 51 female students of SMP Negeri 2 Majene who met the inclusion criteria using the stratified random sampling method, data were collected through a questionnaire on the knowledge and attitudes. Based on the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test, namely 0.000 for knowledge and 0.000 for attitudes, where the results are smaller than <0.05, so there is an increase in knowledge and attitudes after being given health education. Conclusion: This study demonstrates the influence of health education about anemia on the knowledge and attitudes of adolescent girls at SMP Negeri 2 Majene. Recommendation: The school recommends that health education be conducted regularly to prevent anemia.
Pengetahuan tentang Aktivitas Seksual Sebelum dan Sesudah Edukasi pada Siswi Anggota PIK-R Kamiladhini Putri Hartsani; Ni Komang Yuni Rahyani; Listina Ade Widya Ningtyas; Ni Ketut Somoyani; Ni Luh Putu Sri Erawati
Journal of Health Education and Literacy Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Adolescents require adequate reproductive health knowledge to recognize and avoid risky sexual behavior. This study aimed to analyze differences in knowledge scores about sexual activity before and after an educational intervention among female members of the Adolescent Information and Counseling Center (PIK-R). A pre-experimental one-group pretest-posttest design without a control group was used. The population comprised 30 PIK-R extracurricular members, and 21 female students were selected through purposive sampling based on the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted on May 9, 2025. Data were analyzed using a paired-samples t-test. The mean knowledge score increased from 73.33 (SD = 9.79) at pretest to 87.14 (SD = 9.95) at posttest, representing a mean increase of 13.81 points [t(20) = -9.46; p < 0.001]. These findings indicate higher knowledge scores immediately after the intervention. Because the study had no control group and the posttest was administered 30 minutes after education, the findings do not establish long-term effectiveness. PIK-R may serve as a setting for reproductive health education that requires further evaluation.
Self-Efficacy dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Wirati Yeninda Septieny Sitepu; Gusti Ayu Marhaeni; I Nyoman Wirata; Ni Made Dwi Mahayati; Listina Ade Widya Ningtyas
Journal of Health Education and Literacy Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety about childbirth may affect the psychological preparedness of women in the third trimester of pregnancy. Self-efficacy reflects a woman's confidence in her ability to cope with pregnancy and childbirth and may therefore be associated with anxiety levels. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and anxiety in facing childbirth among women in the third trimester of pregnancy. An analytic correlational study with a cross-sectional approach was conducted at Wirati Clinic from March 3 to May 8, 2025. The sample comprised 30 third-trimester pregnant women selected using total sampling. Data were collected using a 35-item self-efficacy questionnaire and the 10-item Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2). The relationship was analyzed using Spearman's rank correlation. Most respondents were aged 20–35 years (93.3%), had higher education (70.0%), and were employed (60.0%). Self-efficacy was most frequently categorized as moderate (46.7%), while anxiety was most frequently categorized as moderate (56.7%). A moderate negative correlation was found between self-efficacy and anxiety level (r_s = -0.424; p = 0.019). Higher self-efficacy was associated with lower anxiety about childbirth among the study participants.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Anak ISPA yang Diberikan Kombinasi Pijat Dengan Minyak Aromaterapi Peppermint Dengan Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara I Kadek Agus Pranata; Ida Ayu Agung Laksmi
Journal of Health Education and Literacy Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA merupakan penyakit yang rentan dialami anak-anak dengan gejala terjadinya pilek, batuk dan gangguan pernapasan yang menjadi tanda adanya masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas. Pemberian pijat dan aromaterapi peppermint menjadi salah satu terapi non farmakologi yang berpotensi memiliki manfaat untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis pemberian asuhan keperawatan pada anak ISPA yang diberikan terapi kombinasi pijat dengan minyak aromaterapi peppermint terhadap masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara. Sampel studi adalah 3 pasien anak yang mengalami ISPA. Pemberian kombinasi pijat dengan minyak aromaterapi peppermint diberikan satu kali sehari dengan waktu pemberian 10 menit selama 3 hari. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan adanya perubahan pada status pernapasan pasien, yakni frekuensi napas dalam rentang normal, keluhan batuk berkurang, tidak ditemukan suara napas abnormal. Hasil ini menandakan bahwa pemberian kombinasi pijat dengan minyak aromaterapi peppermint efektif untuk mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas pada pasien anak dengan ISPA. Pemberian kombinasi pijat dengan minyak aromaterapi peppermint memberikan efek relaksasi dan aroma menthol menimbulkan rasa lega dan melonggarkan saluran napas. Terapi ini dapat dijadikan alternatif pengobatan non farmakologi bagi pasien dengan ISPA.
Implementasi Collaborative Governance antara Pemerintah Desa Saluassing dan Puskesmas Bambang di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa Puput Ariani; Nurgadima Achmad Djalaluddin; Rusda Ananda
Journal of Health Education and Literacy Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi collaborative governance merupakan penerapan tata kelola melalui kerja sama antaraktor dalam menyelesaikan permasalahan publik secara partisipatif dan efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi collaborative governance antara Pemerintah Desa Saluassing dan Puskesmas Bambang dalam pelaksanaan program pelayanan kesehatan di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Informan berjumlah tujuh orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah berjalan cukup baik, tetapi belum optimal, pada aspek kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, belum optimalnya edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), belum lengkapnya penerapan sistem lima meja Posyandu, keterlibatan tenaga kesehatan yang belum konsisten, serta keterbatasan sarana pendukung. Secara praktis, diperlukan standar operasional prosedur (SOP) kolaborasi, koordinasi berkala, penguatan kapasitas kader, dan dukungan sumber daya agar pelayanan kesehatan berlangsung efektif dan berkelanjutan.   Abstract   Collaborative governance is a governance approach that brings multiple actors together to address public problems through participatory and effective mechanisms. This study aimed to analyze collaborative governance between the Saluassing Village Government and the Bambang Community Health Center in implementing health service programs in Bambang District, Mamasa Regency. A qualitative case study design was used. Seven informants were selected through purposive sampling. The findings indicate that collaboration has functioned reasonably well but remains suboptimal across the dimensions of starting conditions, institutional design, facilitative leadership, and the collaborative process. Key constraints included low community participation, inadequate Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) education, incomplete implementation of the five-table Posyandu system, inconsistent involvement of health personnel, and limited supporting facilities. Establishing collaborative standard operating procedures, conducting regular coordination, strengthening cadre capacity, and improving resource support are necessary to enhance the effectiveness and sustainability of health service delivery.
Evaluasi Penerapan Sistem Informasi e-Puskesmas dalam Pelayanan Pasien BPJS Rawat Jalan di Puskesmas Campalagian Achmad Mawardi Shabir Wawan
Journal of Health Education and Literacy Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem informasi e-Puskesmas digunakan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan e-Puskesmas dalam pelayanan pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas Campalagian berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan menilai e-Puskesmas relatif mudah digunakan dan bermanfaat untuk mempercepat pelayanan, memudahkan pengelolaan data pasien, serta mendukung administrasi BPJS. Kendala implementasi mencakup gangguan jaringan internet, sinkronisasi data, ketidakstabilan server, dan belum terintegrasinya beberapa unit pelayanan. Berdasarkan persepsi delapan pengguna yang diwawancarai, e-Puskesmas telah mendukung pelayanan pasien BPJS rawat jalan. Penguatan jaringan dan server, penyempurnaan integrasi fitur, serta dukungan teknis diperlukan untuk meningkatkan keberlanjutan implementasi sistem.   Abstract The e-Puskesmas information system supports the effectiveness and efficiency of services at primary health centers. This study evaluated its implementation in outpatient services covered by BPJS Kesehatan, Indonesia’s National Health Insurance administrator, at Campalagian Primary Health Center (Puskesmas) using the Technology Acceptance Model (TAM). A descriptive qualitative approach was employed involving eight informants selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and were analyzed thematically with NVivo 12. The informants perceived e-Puskesmas as relatively easy to use and useful for accelerating service processes, managing patient data, and supporting BPJS administration. Implementation constraints included unstable internet connectivity, data synchronization problems, server instability, and incomplete integration across service units. Based on the perceptions of the eight users interviewed, e-Puskesmas supported BPJS outpatient services. Strengthening network and server infrastructure, improving feature integration, and providing technical support are needed to sustain implementation.

Page 13 of 13 | Total Record : 130