cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
PENGARUH KERAPATAN MANGROVE TERHADAP LAJU SEDIMEN TRANSPOR DI PANTAI KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Josua Leo Petra; Sukaya Sastrawibawa; Indah Riyantini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kerapatan mangrove terhadap laju sedimen transpor dan abrasi pantai yang terjadi di wilayah Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu. Metode penelitian yang dipakai adalah metode transek kuadrat dan metode sediment trap. Hasil penelitian diperoleh bahwa jenis vegetasi mangrove yang mendominasi di wilayah Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu adalah Avicennia marina. Kerapatan mangrove tingkat pohon di stasiun I sebesar 1450 tegakan/ha dan dikategorikan baik, sedangkan kerapatan mangrove tingkat pohon di stasiun II sebesar 900 tegakan/ha dan dikategorikan hutan mangrove rusak berat. Hubungan antara kerapatan mangrove dengan laju sedimen transpor di Pantai Karangsong Kabupaten Indramayu menunjukkan korelasi yang negatif dengan nilai -1 artinya ketika kerapatan mangrove tinggi maka laju sedimen transpor akan rendah dan sebaliknya ketika kerapatan mangrove rendah maka laju sedimen transport akan tinggi.   Kata kunci: kerapatan mangrove, metode transek kuadrat, metode sediment trap, laju sedimen transpor
Analisis Produktivitas Dan Kinerja Usaha Nelayan Purse Seine Di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Bandar Lampung Selfi Alhuda; zuzy Anna; Ike Rustikawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Desa Lempasing, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas alat tangkap purse seine, faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan purse seine serta pendapatan nelayan purse seine. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan nelayan purse seine sesuai dengan kuisioner yang telah dibuat, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dinas dan instansi terkait yang menunjang penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas alat tangkap purse seine pada tahun 2014 sebesar 0,10 ton/trip. Kapasitas armada dan kekuatan mesin secara parsial berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan purse seine, sedangkan, luas palka, jumlah ABK dan jumlah trip secara parsial tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Pendapatan bersih rata-rata nelayan pemilik purse seine dalam setahun sebesar Rp. 120.549.000, sedangkan pendapatan bersih rata-rata nelayan buruh (nakhoda dan abk) dalam setahun sebesar Rp. 12.063.000. Nilai B/C yang diperoleh sebesar 2.53.
Pengaruh Salinitas Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Rainbow Kurumoi (Melanotaenia parva) Irawati Limbong; Amin Setiawan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas yang dapat memberikan tingkat pertumbuhan yang tinggi pada benih ikan rainbow kurumoi (Melanotaenia parva). Salinitas dalam penelitian ini adalah A (0 ppt), B (1,5 ppt ), C (3 ppt), D (4,5 ppt) dan E (6 ppt). Benih ikan rainbow kurumoi dipelihara selama 40 hari dalam akuarium berukuran 50cm x 25cm x 35cm dengan sistem stagnan dan diisi air sebanyak 20 L. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah tingkat laju pertumbuhan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 3 ppt memberikan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,656%. Pengaruh salinitas menunjukkan hubungan yang erat (r = 0,86) terhadap pertumbuhan benih ikan rainbow kurumoi, salinitas optimum 3,72 ppt memberikan laju pertumbuhan maksimum sebesar 2,608%.
Tingkat Kesukaan Petis Dari Cairan Hasil Pemindangan Bandeng dengan Penambahan Tepung Tapioka yang Berbeda Irma Fajrita; Junianto Junianto; Sriati Sriati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Bandeng (Channos channos) merupakan ikan yang banyak dikonsumsi di masyarakat. Penyerapan konsumsi bandeng tidak hanya dalam bentuk segar namun juga dalam berbagai jenis olahan. Jenis olahan bandeng yang tersedia yaitu pindang bandeng. Pemindangan pada prosesnya menghasilkan hasil sisa berupa cairan pemindangan yang bernutrisi dan bercitarasa khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan petis dari cairan hasil pemindangan bandeng yang ditambahkan tepung tapioka. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Padjadjaran pada bulan April-Juli 2016. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, terdiri atas lima perlakuan yaitu penambahan tepung tapioka sebesar 0% (kontrol), 2% (b/v), 4% (b/v), 6% (b/v), 8% (b/v). Parameter yang diamati yaitu tingkat kesukaan petis terhadap karakteristik organoleptik petis meliputi kenampakan, aroma, rasa dan tekstur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik non-parametrik uji dua arah Friedman dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison pada perlakuan yang signifikan dan metode Bayes untuk mengetahui perlakuan yang paling disukai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petis dari cairan hasil pemindangan bandeng yang ditambahkan tepung tapioka sebesar 4% (b/v) paling disukai panelis dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Petis dengan penambahan tepung tapioka 4% (b/v) memiliki nilai rata-rata kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur berturut-turut 6,1; 5,9; 5,7; 6,4. Hasil uji proksimat pada petis yang paling disukai panelis diperoleh kadar protein 8,07%, kadar air 46,64% dan kadar abu 23,42%, serta nilai viskositasnya sebesar 1730 cP. Penambahan tepung tapioka 4% (b/v) pada petis memperoleh nilai alternatif tertinggi yaitu 6,36 yang berarti petis disukai dan diterima panelis.
Pengaruh Perbedaan Struktur Komunitas Mangrove Terhadap Konsentrasi N Dan P Di Perairan Hutan Sancang Garut Deni Ramdani; Evi Liviawaty; Yudi Nurul Ihsan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Hutan Sancang, Garut. Pengujian konsentrasi N dan P dilakukan di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Pengujian butir sedimen dilakukan di Laboratorium Teknik Geologi Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran. Pelaksanaannya dimulai dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2015. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini  yaitu untuk  mengetahui struktur komunitas mangrove di Hutan Sancang, serta menganalisis bagaimana pengaruh perbedaan struktur komunitas mangrove terhadap konsentrasi Nitrogen dan Fosfor   di perairan Hutan Sancang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey dan data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan Uji Duncan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pengambilan data vegetasi mangrove menggunakan metode transek kuadrat, kemudian sampling parameter  perairan dan substrat.  Penentuan stasiun penelitian berdasarkan jenis mangrove yang ada di tempat itu. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 3 spesies mangrove pada 3 stasiun penelitian. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Sonneratia caseolaris, Rhizopora apiculata dan Bruguiera gymnorrhiza, dengan jenis yang mendominasi adalah Sonneratia caseolaris. Indeks keanekaragaman di lokasi penelitian berkisar antara 0 - 1, menunjukkan kestabilan ekosistem rendah. Tidak terdapat perbedaan signifikan untuk konsentrasi N-Total dan P-Total. Struktur komunitas mangrove tidak berpengaruh terhadap perbedaan konsentrasi nitrogen dan fosfor di perairn Hutan Sancang. Kata kunci: Struktur komunitas, Mangrove, Substrat, Konsentrasi N-Total dan P-Total
PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) PADA PENDEDERAN II Hendri Ahmadi; Iskandar -; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik ”Raja Lele” pada pakan komersil terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi penambahan probiotik yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan probiotik, perlakuan dengan penambahan probiotik sebanyak 2 ml/kg pakan,  4 ml/kg pakan, 6 ml/kg pakan dan penambahan probiotik sebanyak 2 ml/kg pakan tanpa sipon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju pertumbuhan harian ikan lele sangkuriang berbanding lurus dengan penambahan probiotik. Probiotik sebesar 6 ml/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan sebesar 3,12% dan 43,93%, sedangkan tanpa penambahan probiotik memberikan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan sebesar 2,04% dan 31,65%.
Analisis Kerantanan Fisik Pantai Di Pesisir Garut Selatan Jawa Barat Octavian Suprapto; Syawaludin Alisyahbana Harahap; Titin Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan diempat kecamatan yaitu kecamatan mekarmukti, pakenjeng, cikelet dan pameungpeuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan zona kerentanan fisik pantai, serta mengetahui sejauh mana bahaya dan resiko dari pesisir Garut Selatan Jawa Barat. Metode yang dilakukan yaitu dengan metode observasi dan analisis, dalam metode ini terdapat 2 cara yang dilakukan yaitu pengumpulan data dan pengolahan data. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa dari empat kecamatan yang diteliti, kerentanan yang mendominasi yaitu kerentanan sedang dengan presentase 62,25 %, kategori rendah 28,42%, dan kategori tinggi 9,33%. kerentanan tinggi dari kecamatan yang diamati terdapat di kecamatan Pameungpeuk tepatnya di kawasan pariwisata pantai santolo Garut, yang dimana aktifitas manusia dikawasan tersebut sangat tinggi, bukan hanya karena aktifitas manusianya tapi juga karena perubahan alih fungsi lahan yang cukup tinggi. Selain adanya aktifitas manusia dikawasan kategori tinggi ini merupakan kawasan pariwisata yang sering dikunjungi parawisata, lingkungan yang tidak terjaga membuat kawasan ini semakin rawan.
EFEKTIVITAS JAMUR Marasmius sp UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH PENGOLAHAN AGAR (Gracilaria sp) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL Rudy Kurniadi; Zahidah Hasan; Yeni Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas dosis inokulum dan lama waktu fermentasi jamur Marasmius sp untuk mendegradasi limbah industri pengolahan agar Gracillaria sp sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 faktor pertama adalah dosis inokulum yaitu D1=5%, D2=7,5%, D3=10%, sedangkan faktor yang kedua adalah lamanya fermentasi yaitu W1= 2 minggu, W2= 3 minggu, W3= 4 minggu. Data hasil penelitian berupa kadar lignoselulosa limbah agar, jumlah glukosa (mg/mL) yang dihasilkan dalam proses hidrolisis, dan jumlah bioetanol (%). Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dosis 10 % dengan lama waktu fermentasi 3 minggu merupakan kombinasi yang terbaik untuk menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 0,072 mg/mL
Pengaruh Substitusi Madu Terhadap Tingkat Kesukaan Dendeng Slice Nila Merah Muhammad Fauzan Azhima; Eddy Afrianto; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi substitusi madu terbaik pada dendeng slice nila merah terhadap tingkat kesukaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan lima perlakuan, yaitu substitusi gula dengan madu sebesar 0%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Varibel yang diamati adalah tingkat kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur, serta kadar air dan derajat keasaman (pH). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji dua arah Friedman, uji Multiple Comparasion dan metode Bayes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik substitusi gula dengan madu pada dendeng slice nila merah tidak memberikan perbedaan nyata, tetapi secara uji hedonik substitusi madu sebesar 20% hingga 50% masih disukai panelis.
STRUKTUR KOMUNITAS VEGETASI MANGROVE BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUBSTRAT DI MUARA HARMIN DESA CANGKRING KECAMATAN CANTIGI KABUPATEN INDRAMAYU Darmadi -; M. Wahyudin Lewaru; Alexander M.A. Khan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan metode survei dimana struktur dan komunitas vegetasi mangrove akan diukur sesuai dengan zonasi, setelah itu dilakukan sampling kualitas perairan dan substrat. Dalam penentuan stasiun penelitian akan diambil sebanyak lima stasiun berdasarkan zonasi ekosistem mangrove dari muara yang berhadapan langsung dengan laut sampai zona terluar mangrove. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 11 spesies mangrove pada 5 stasiun penelitian yang meliputi tingkatan pohon, pancang dan semai. Kerapatan tingkat pohon keseluruhan adalah 6.300 pohon/ha, tingkat pancang sebesar 9.300 pohon/ha, dan untuk tingkat semai sebesar 2.000 pohon/ha.  Kisaran Indeks Nilai Penting tingkat pohon pada lokasi penelitian adalah 33,45 % – 300 %. Indeks Nilai Penting tingkat pancang di lokasi penelitian berkisar antara 22,32 % - 200 %, sedangkan Indeks Nilai Penting untuk tingkat semai berkisar antara 28,57 % - 200 %. Keanekaragaman jenis di seluruh lokasi penelitian berkisar antara 0 – 2,351375. Jenis substrat sedimen mangrove pada lokasi penelitian ini yaitu kelas pasir berlempung, liat, dan kelas lempung liat berdebu. Kandungan bahan organik C, N, C/N dan P diketahui pada setiap stasiun yaitu tergolong pada tingkatan sangat rendah hingga sedang.   Kata kunci : Struktur komunitas, Mangrove, Substrat, Bahan organic