cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Kelimpahan Foraminifera Bentik Berdasarkan Komposisi Dinding Cangkang Di Perairan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Nindita Oriana; Isni Nurruhwati; Indah Riyantini; Lintang Permata Sari Yuliandi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelimpahan berdasarkan komposisi dinding cangkang foraminifera bentik di perairan Pulau Tegal. Dilakukan pengambilan sampel air untuk pengukuran parameter fisika-kimia perairan serta sampel sedimen untuk analisis granulometri dan foraminifera bentik. Titik stasiun sampling dilakukan berdasarkan arah mata angin dan kedalaman yang berbeda, sehingga pada satu arah mata angin diambil 3 titik stasiun.  Hasil pengamatan dari 12 stasiun penelitian ditemukan kelimpahan foraminifera bentik sebanyak 655 ind/gr, diantaranya terdiri dari 3 Subordo dengan jenis komposisi cangkang yang berbeda, yaitu Subordo Rotaliina yang bercangkang hyalin sebanyak 80%, Subordo Miliolina dengan cangkang poselen sebanyak 17%, dan Subordo Textulariina dengan cangkang agglutinin sebanyak 3%. Subordo Rotaliina dengan cangkang calcareous hyalin, ditemukan di seluruh stasiun di Pulau Tegal dan memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan Subordo lainnya dengan spesies penciri Amphistegina sp., sehingga lingkungan perairan Pulau Tegal merupakan perairan laut yang normal dengan kandungan karbonat yang cukup tinggi. 
Pengaruh Kegiatan Geothermal Terhadap Keanekaragaman Ikan Di Aliran Sungai Cikaro, Kabupaten Bandung Muhamad Septian Permana; Herman Hamdani; Junianto -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  jenis  dan  keanekaragaaman ikan  di  Sungai  Cikaro  Kabupaten Bandung, serta pengaruh Eksplorasi Panas Bumi (Geothermal) terhadap keanekaragaman ikan di hulu Sungai Cikaro Kabupaten Bandung yang dilakukan dari bulan April sampai dengan Juni 2015. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan 4 stasiun, dan dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015. Jenis ikan yang teridentifikasi selama penelitian adalah  Puntius  binotatus  (14,8%), Hampala  macrolepidota (1,5%), Osteochilus vittatus(0,5%), Rasbora aprotaenia(3,9%), Gambusia affinis (9,9%), Anabas testudineus (8,4%), Mystus nemurus (35%), Channa striata (3%), Oreochromis niloticus(7,4%), Trichogaster trichopterus (11,8%), Pterygoplichthys pardalis (1,5%) dan Monopterus albus (2,5%). Indeks Keanekaragaman Ikan yang didapati pada stasiun 1 1,08. Stasiun 2 adalah 0. Stasiun 3 adalah 1,79. Stasiun 4 adalah1,47. Indeks Keseragaman Ikan di stasiun 1 adalah 1,08. Stasiun 2 adalah 0. stasiun 3 adalah 0,86. Dan stasiun 4 adalah 0,71. Pengaruh limbah geothermal tidak berpengaruh terhadap stasiun 3 dan 4 karena nilai kualitas perairan tidak berbeda dengan stasiun 1 yang tidak terkena terpengaruh oleh limbah kegiatan eksplorasi geothermal. Kata Kunci :  Limbah Ekslporasi Panas Bumi (Geothermal), Keanekaragaman dan Keseragaman Ikan.
PEMBERIAN PROBIOTIK DENGAN CARRIER ZEOLIT PADA PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Fenta Aquarista; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemberian probiotik dengan carrier zeolit  pada pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) telah dilaksanakan pada bulan Juli-September 2012 di Laboratorium Pembenihan Ikan dan Kolam Percobaan Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambah probiotik dengan carrier zeolit terhadap kodisi kualitas air dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Benih yang digunakan adalah benih ikan lele dumbo dengan ukuran 7-9 cm dan berat 8,13 gram/ekor. Benih ikan lele dumbo berasal dari kolam percobaan Ciparanje, Jatinangor-Sumedang. Wadah pembesaran berupa kolam beton ukuran 2x1x0,5 meter, dan setiap kolam diisi dengan 600 L air tawar. Perlakuan yang dilakukan adalah pemberian probiotik dengan carrier zeolit dengan jumlah yang berbeda yaitu dosis 2,5 mg/L; 5 mg/L; 7,5 mg/L; serta ditambah dengan satu perlakuan kontrol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 4 kali ulangan. Pemberian probiotik dengan carrier zeolit sebanyak 5mg/L dapat menekan konsentarsi amonia (0,17-0,22 ppm) dan dapat meningkatkan laju pertumbuhan serta kelangsungan hidup ikan lele yang tinggi yaitu 82% dan 85%.
Pengaruh Metode Rendering Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia Dan Organoleptik Ekstrak Kasar Minyak Ikan Lele Bagus Eka; Junianto .; Emma Rochima
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Kimia Fisik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran pada bulan Juni sampai Agustus 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi rendering terbaik pada minyak ikan lele berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan organoleptikMetode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, dengan membandingkan metode ekstraksi Wet Rendering dan Dry Rendering. Pengamatan yang dilakukan terhadap karakteristik fisik adalah viskositas, karakteristik kimia meliputi angka asam dan bilangan peroksida serta karakteristik organoleptik meliputi kekeruhan, warna dan bau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi rendering terbaik untuk minyak ikan lele adalah metode Wet Rendering dengan angka asam sebesar 0.95 mgKOH/g, bilangan peroksida 1.08 meq/kg dan mendapatkan rata-rata skor tertinggi dari 20 panelis pada pengujian organoleptic yang meliputi parameter kekeruhan, bau dan warna.
Analisis Pendapatan Masyarakat Pesisir Di Kawasan Wisata Bahari Pantai Pandawa Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Provinsi Bali Gmelina Asri Muara Bagja; Zuzy Anna; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kelayakan usaha pembudidaya rumput laut dan pekerja wisata bahari di Pantai Pandawa, (2) menganalisis variabel/faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat pesisir dan (3) menganalisis perbandingan kesejahteraan antara pembudidaya rumput laut dan pekerja wisata bahari berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Badung tahun 2016. Penelitian dilakukan di Pantai Pandawa Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Provinsi Bali pada Bulan Mei 2016. Metode yang digunakan yaitu studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu analisis keuntungan, Benefit Cost Ratio, Pay Back Periods, regresi linear berganda dan Analisis tingkat kesejahteraan. Hasil yang didapatkan untuk kelayakan usaha masyarakat pesisir yaitu pembudidaya rumput laut dengan nilai BCR = 2 berarti usaha budidaya rumput laut yang dilakukan mengalami keuntungan dan layak untuk diusahakan, untuk pekerja wisata bahari nilai BCR = 3,41 maka usaha wisata bahari sangat layak untuk dijalankan dan mengalami keuntungan. Selanjutnya variabel/faktor yang mempengaruhi terhadap pendapatan masyarakat peisisir yaitu ada umur, tingkat pendidikan terakhir, curahan waktu kerja dan pengalaman kerja dilihat secara keseluruhan berpengaruh terhadap pendapatan, namun hasil dari Uji t secara parsial, profesi dan  pengalaman kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan, untuk umur, tingkat pendidikan terakhir dan curahan waktu kerja tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan. Untuk profesi yang berpengaruh yaitu sebagai pembudidaya rumput laut, berpengaruh secara negatif terhadap pendapatan artinya akan mengurangi terhadap pendaptan sebesar 9139854.843 dibandingkan usaha wisata bahari karena pendapatan uasaha wisata bahari lebih besar dibandingkan pembudidaya rumput laut. Perbandingan kesejahteraan masyarakat pesisir antara pembudidaya rumput laut dan pekerja wisata bahari dari hasil penelitian menghasilkan bahwa responden yang bekerja sebagai wisata bahari jauh lebih banyak yang sejahtera yaitu sebanyak 77% sedangkan untuk pembudidaya rumput laut yang berstatus sejahtera sebanyak 50%.
DIVERSITAS SYLLIDAE PADA EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Intan Wulansari; Herman Hamdani; Sri Astuty; Inayat Al-Hakim
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukan beberapa variasi bentuk,sifat, jumlah dan bentuk morfologi alam tingkatan gen, spesies dan ekosistem serta dapat mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas syllidae serta hubungannya dengan kondisi kesuburan lamun di perairan Kepulauan Seribu. Pengambilan sampel syllidae dilakukan di empat lokasi (Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, Pulau Cipir dan Pulau Kelor) pada bulan Maret 2011. Sampling menggunakan metode survey dengan garis transek. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan Eveness (e), indeks kekayaan Richness, indeks kesamaan Bray Curtis, dan indeks Multi Variate Statistical Package versi 3.1. Hasil dari setiap stasiun penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan Syllidae yang ditemui 2 subfamily  terdiri dari 3 genus dengan 12 jenis/species. Jenis yang paling dominan yaitu genus Typosyllis sebanyak 74 individu. Genus Trypanosyllis dan Brania memiliki jumlah individu terkecil. Pulau Rambut dan Pulau Kelor merupakan lokasi yang mempunyai kekayaan jenis yang tinggi. Klaster Syllidae dan Analisis CCA  pada ke empat lokasi menunjukkan terbentuknya pola habitat yang mirip antara satu dengan yang lainnya dan dibedakan jumlah persentase lamun.
APLIKASI POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) KONVENSIONAL DAN REAL TIME PCR UNTUK DETEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS PADA KEPITING Rina Novita Pranawaty; Ibnu Dwi Buwono; Evi Liviawaty
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode deteksi White Spot Syndrome Virus yang terbaik pada kepiting sebagai carrier WSSV yang menginfeksi udang windu dengan menggunakan PCR Konvensional dan Real Time PCR. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif. Sampel kepiting diperoleh dari tambak udang windu di Kecamatan Pasekan dan Karangsong, Kabupaten Indramayu. Isolasi DNA menggunakan Kit Wizard Genomic DNA Purification (Promega), yang dilanjutkan dengan amplifikasi dan elektroforesis (PCR konvensional) serta kuantifikasi amplifikasi tanpa elektroforesis (real time PCR). Hasil penelitian menunjukkan 12 sampel positif WSSV terdeteksi dengan real time PCR, dibandingkan dengan PCR konvensional yang hanya mendeteksi 7 sampel positif WSSV dari total 14 sampel uji. Hal ini membuktikan Real Time PCR lebih mampu mendeteksi keberadaan WSSV pada kepiting tanpa gejala klinis dibandingkan dengan PCR konvensional.
PENGKAYAAN PAKAN YANG MENGANDUNG MAGGOT DENGAN TEPUNG KEPALA UDANG SEBAGAI SUMBER KAROTENOID TERHADAP PENAMPILAN WARNA DAN PERTUMBUHAN BENIH RAINBOW KURUMOI (Melanotaenia parva) Hafizd Handi Prayogo; Rita Rostika Rostika; Isni Nurruhwati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis tepung kepala udang sebagai sumber karotenoid dalam pakan yang mengandung maggot yang dapat menghasilkan peningkatan warna terbaik pada benih rainbow kurumoi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah penambahan tepung kepala udang dengan dosis 0 % (tanpa penambahan), 2,5 %, 5 %, 7,5 %, dan 10 % per kilogram pakan. Benih rainbow kurumoi dengan bobot rata-rata 0,19 g dan panjang rata-rata 2,5 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan 0 %, 2,5 %, 5 %, 7,5 %, dan 10 % tidak menghasilkan perubahan warna oranye kehijauan pada badan atas (ventral), warna oranye pada perut, dan ekor benih rainbow kurumoi serta tidak menghasilkan pertumbuhan panjang dan bobot yang signifikan.   Kata kunci : maggot, pertumbuhan, rainbow kurumoi, tepung kepala udang, warna
Analisis Prospektif Usaha Produk Olahan Kaki Naga (Studi Kasus di CV Bening Jati Anugrah, Kabupaten Bogor) Shelvi Mardiana; Iwang Gumilar; Herman Hamdani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang analisis prospektif usaha produk olahan kaki naga. Kegiatan penelitian ini telah dilakukan di CV Bening Jati Anugrah berlokasi di Kampung Jati Parung RT 03/ RW 04, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknis pengolahan kaki naga ikan berbasis Good Manufacturing Pratices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) dan menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan kaki naga ikan di CV Bening Jati Anugrah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan responden yang diwawancarai adalah pemimpin perusahaan, bagian produksi, bagian administrasi dan bagian pemasaran. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP dan SSOP di CV Bening Jati Anugrah sesuai dengan ketetapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (1978), serta beberapa referensi yang lain. Namun, ada beberapa aspek GMP dan SSOP yang masih belum sesuai, hal ini disebabkan rendahnya pemahaman dan pengetahuan karyawan akan pentingnya GMP dan SSOP sehingga tingkat kontaminasi terhadap bahan pangan masih tinggi. Ditinjau dari analisis finansial usaha dengan indikator finansial seperti keuntungan, Benefit Cost Ratio, Break Event Point dan Pay Back Period CV Bening Jati Anugrah layak untuk dijalankan maka usaha tersebut layak memperoleh investasi untuk kegiatan perkembangan usahanya dan memiliki prospek untuk membangun usaha yang lebih baik dimasa mendatang.
BIOAKUMULASI LOGAM BERAT Pb (TIMBAL) DAN Cd (KADMIUM) PADA DAGING IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI CITARUM HULU Bambang Taufik Perdana Budiman; Yayat Dhahiyat; Ike Rustikawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam  Pb dan Cd  yang terakumulasi  dalam daging  ikan yang  tertangkap di Sungai Citarum bagian hulu, dengan membandingkan hasil analisis dengan baku mutu Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/89 dan SNI 7387:2009. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2012. Penentuan stasiun pengambilan sampel berdasarkan aspek-aspek lingkungan di sekitar Sungai Citarum bagian hulu meliputi daerah alami, pertanian, pemukiman, dan industri. Jumlah titik stasiun pengambilan sampel berjumlah 6 stasiun dengan masing-masing tiap stasiun diambil 3 ekor ikan. Kandungan logam berat kemudian dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS). Hasil penelitian pada daging ikan menunjukkan konsentrasi logam berat timbal tertinggi  sudah melebihi baku mutu yaitu 20.000ppb. Konsentrasi kadmium paling tinggi pada daging ikan juga menunjukkan nilai sudah melebihi baku mutu yaitu 215 ppb. Hasil ini menunjukkan bahwa telah terjadi akumulasi konsentrasi logam berat pada daging ikan.