cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
UPACARA NGUSABHA SATUH DI PURA DALEM BANJAR PAKEL DESA GEGELANG I Putu Sarjana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 1 No 2 (2018): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.274 KB) | DOI: 10.32795/vw.v1i2.193

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang Ngusabha Satuh di Pura Pura Dalem Banjar Pakel Desa Gegelang Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem antara lain; daksina, peras, soda, banten pengambian, prayascita, byakawonan, penyeneng dan caru ayam berumbun. Materi utama dari upacara Ngusabha Satuh tersebut adalah satuh dan Emping. Upacara Ngusabha Satuh yang dilaksanakan di Pura Dalem Banjar Pakel mempunyai makna religius magis, makna kesucian dan makna pendidikan (pendidikan tattwa, pendidikan etika dan pendidikan upacara). Makna religius magis upacara Ngusabha Satuh sebagai suatu sradha/keyakinan bahwa upacara ini memiliki makna dan tujuan untuk memohon kesehatan atau keselamatan agar tidak diserang wabah penyakit (Gering) diwujudkan melalui upakara (banten). Kesucian jasmani dan rohani, sekala dan niskala yang diutamakan dalam upacara ini merupakan makna kesucian yang terkandung dalam upacara Ngusabha Satuh ini. Sebagai rasa angayu bagia kehadapan Ida Sang Hyang Widhi beserta Ista Dewatanya. Sebagai Sradha Bhakti atas anugrah yang dilimpahkan kepada manusia.
PEMANFAATAN DAN MAKNA AIR DALAM VEDA Ni Luh Gede Sudaryati
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 1 No 2 (2018): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.018 KB) | DOI: 10.32795/vw.v1i2.194

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam suatu makhluk hidup mengingat, air menjadikan segala jenis makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemanfaatan dan makna air dalam Veda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada bulan Oktober 2018. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan air di masyarakat bersumber dari ajaran Veda, yang memiliki makna di masing-masing pemanfaatan tersebut. Adapun pemanfaatan dan makna air dalam Veda sebagai berikut: Air sebagai makna penyembuhan, makna kesuburan, makna penyucian, makna keabadian, makna siklus, dan air sebagai makna pelestarian.
PEREMPUAN DAN TANTRAYANA I Wayan Budi Utama; I Gusti Agung Paramita; Ni Nyoman Sri Winarti
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.561 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.319

Abstract

Tantrayana adalah salah satu mazab Hindu yang telah berkembang di India sekitar tahun 600 M, selanjutnya menyebar sampai ke Indonesia. Masyarakat awam sering memberikan stigma ajaran ini adalah ajaran sesat karena melegalkan penggunaan daging, alkohol serta hubungan seksual dalam ritualnya, serta memposisikan perempuan sebagai subordinat laki-laki. Kajian terhadap kitab-kitab Tantra menunjukkan bahwa Tantrayana sangat menghormati perempuan dan anak-anak. Praktik ritual yang masih berlanjut hingga saat ini di Bali memperkuat argument tersebut. Dewa dan Sakti-Nya, laki-perempuan, purusa-pradhana dilihat sebagai dualitas bukanlah oposisi biner yang bersifat hirarkhis. Konsep ini rupanya sejalan dengan konsep pengarus-utamaan gender dewasa ini.
UPACARA MACARU SANAK MAGODEL DI SASIH KESANGA DESA ADAT ABIANTUWUNG TABANAN I Wayan Martha; Ida Bagus Gede Wijaya
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.293 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.321

Abstract

Agama Hindu di Bali sangat terkenal dalam hal upacara. Upacara Agama Hindu di Bali dibagi menjadi lima bagian yang disebut upacara Panca Yadnya, yaitu lima korban suci yang tulus iklas. Upacara Macaru Sanak Magodel di Sasih Kesanga Desa Adat Abiantuwung merupakan ritual yang tergolong ke dalam upacara Bhuta Yadnya. Upacara Macaru Sanak Magodel di Sasih Kesanga Desa Adat Abiantuwung, Kabupaten Tabanan, karena dalam upacara macaru sasih kesanga di wilayah desa Adat lain, hanya menggunakan caru panca sata tanpa tambahan “suku pat” atau hewan berkaki empat apapun, tetapi desa adat Abiantuwung menggunakan hewan anak sapi untuk tambahannya serta dilaksanakan setiap tahun. Keunikan inilah yang sangat menarik diteliti dan dibuat suatu karya ilmiah
KARMAYOGA DAN KEPEMIMPINAN DALAM SANTI PARWA Anak Agung Gde Dira; Ida Bagus Made Sadu Gunawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.551 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.322

Abstract

Dalam teks-teks yang tersirat dalam Santi Parwa kita bisa menemukan sebuah etos kerja yang memiliki tujuan spiritual. Kerja dalam Santi Parwa dihubungkan dengan pencarian jalan kebahagiaan melalui aktivitas sehari-hari yang dilakukan berdasarkan swadharma masing-masing. Dalam Santi Parwa juga dianjurkan jalan mencari kebenaran sejati dengan bekerja (karmayoga), tentu kerja yang didasari pada prinsip-prinsip dharma untuk bisa mendapatkan artha untuk tujuan moksa – pencaharian kebenaran absolut. Di bawah ini akan dijelaskan prihal karmayoga, dharma dan artha sebagai prinsip atau pedoman etik kerja yang tersirat dalam teks Santi Parwa
AJARAN KARMAPHALA DAN PANCA SATYA DALAM GEGURITAN JAYAPRANA I Wayan Dauh
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.881 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.323

Abstract

Karya sastra Bali tradisional seperti Gaguritan sangat penting perannya. Apalagi di dalamnya terdapat nilai dasar ajaran agama Hindu. Artikel ini berupaya mengkaji ajaran agama Hindu yang terkandung dalam Geguritan Jayaprana. Setidaknya, berdasarkan hasil kajian, ajaran agama Hindu yang terkandung dalam Gaguritan Jayaprana adalah (1) ajaran Karmaphala dan (2) Ajaran Panca Satya.
PELAKSANAAN OTONAN DI KOTA DENPASAR I Gusti Ayu Ngurah; Desak Nyoman Seniwati
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.198 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.324

Abstract

Upacara otonan merupakan tradisi yang bersifat turun temurun. Pawetonan merupakan salah satu dari upacara manusa yadnya yang bertujuan untuk memperingati hari kelahiran berdasarkan wara dan wuku dan yang terpenting adalah untuk meningkatkan kesucian jasmani dan rohani. Upacara otonan sangat perlu dilaksanakan karena dengan merayakan upacara otonan kita dapat memanjatkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas perkenan-Nya jiwatma bisa menjelma kembali menjadi manusia serta melalui upacara otonan kita mohon keselamatan dan kesejahtraan dalam menempuh kehidupan. Otonan yang dirayakan setiap enam bulan sekali, tidak mesti dibuatkan upacara yang besar dan mewah. Yang terpenting adalah nilai rohaninya, sehingga nilai tersebut dapat mentranspormasikan pencerahan kepada setiap orang yang melaksanakan otonan.
KIAT – KIAT POSYANDU DI DESA SENGKIDU KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM DALAM MENANGGULANGI ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI IGUSTI NGURAH ALIT SAPUTRA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.424 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.325

Abstract

Maksud penelitian ini adalah untuk menguji dan membahas pengaruh keberadaan Posyandu terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di Dusun Mendira Desa sengkidu Kecamatan Manggis kabupaten Karangasem, serta untuk mengetahui sejauh mana upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) dapat terlaksana, sedangkan yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan membahas kegiatan utama Posyandu yang meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan ibu dan anak, seperti imunisasi,penanggulangan diare,pelayanan k.b.penyuluhan dan konseling/ rujukan konseling bila diperlukan oleh warga masyarakat yang ada di Banjar Mendira, Desa Sengkidu Kecamatan Manggis, Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Menurut Nazir (1999:105) Desain penelitian deskriptif hanya berkehendak mengenal fenomena-fenomena untuk keperluan studi selanjutnya.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif. Penelitian kualitatif juga lebih menekankan pada segi proses daripada hasil, selain itu dengan penelitian ini dapat mengungkapkan permasalahan mengenai apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.
RITUAL BAYUH AGUNG DI GRIYA KAWAN GANGGAWATI DESA KAWAN, KABUPATEN BANGLI Wayan Ginawa; I.G.A Artatik
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.356 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.327

Abstract

Artikel ini membahas tentang ritual Bayuh Agung di Griya Kawan Ganggawati Bangli. Pelaksanaan upacara bayuh agung di Griya Kawan Ganggawati didasari oleh beberapa alasan yakni pertama untuk menghilangkan derita bawaan anak. Pelaksanaan bayuh agung pada dasarnya adalah untuk menghilangkan derita bawaan atau karma wesana yang dibawa manusia sejak lahir. Sebagaimana ajaran agama Hindu bahwa manusia terikat oleh hukum karma pala. Keterikatan pada karma wesana inilah yang menyebabkan manusia mengalami samsara atau kelahiran kembali untuk menebus karma sebelumnya. Pelaksanaan mabayuh dalam agama Hindu di Bali punya maksud dan tujuan yaitu menyelamatkan manusia dari akibat keburukan hari lahir dan unsur karma phala yang buruk dan masih melekat pada diri manusia serta menyucikan pengaruh bhuta kala yang ada pada diri manusia dan selanjutnya dapat menolong hidup manusia. Kedua, membentuk karakter anak. Upacara bayuh agung juga diyakini dapat memperbaiki sifat buruk seseorang yang dibawa sejak lahir dengan cara melakukan pabayuhan atau membersihkan badan jasmani dan rohani.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SD N 17 DANGIN PURI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Ida Bagus Made Wibawa
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 2 No 1 (2019): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.531 KB) | DOI: 10.32795/vw.v2i1.341

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik yang berkelanjutan di SD N 17 Dangin Puri dalam upaya meningkatkan kompetensi guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru di SD Negeri 17 Dangin Puri yang berjumlah 12 (dua belas) guru. Rancangan penelitian ini adalah model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan (siklus spiral) melalui dua siklus, setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tahap tindakan dan pengamatan, serta tahap refleksi. Hipotesis dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Langkah-langkah analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclutions). Hasil penelitian tindakan sekolah menemukan bahwa pada siklus I nilai rata-rata Peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang dicapai 82,0 pada siklus II nilai rata-rata yang dicapai adalah 86,1 (80-89 = Baik) terjadi peningkatan 4,09. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang berkelanjutan di SD N 17 Dangin Puri dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Page 3 of 17 | Total Record : 166